JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 PENGARUH HARGA TERHADAP MINAT BELI MINYAK GORENG CAMAR PADA MINIMARKET INDOMARET CABANG DIPONEGORO KOTA AMBON Romaryo Parinussa. Andrie Ch. Salhuteru. Victor. Pattipeilohy. 1,2,. 1,2,. Administrasi Niaga. Politeknik Negeri Ambon rioparinussa426@gmail. com, andriechristinasalhuteru@gmail. pattipeilohy@gmail. ABSTRACT The selling price of a product is important for sellers in influencing consumer behavior when shopping, because it can trigger buying interest. The current research aims to determine the effect of price on buying interest in seagull cooking oil at the Indomaret minimarket. Diponegoro branch. Ambon City. This research was carried out using a quantitative, explanatory approach, with data collection techniques using questionnaires measured using a Likert scale and involving 80 respondents. The sampling technique was carried out using a simple random sampling method and using simple regression analysis as a research data analysis technique. The research results show that there is a positive and significant influence between the price variable on consumer buying interest, or in other words, the more affordable the selling price, the more consumers' buying interest will increase when shopping for cooking oil. Keyword: Price 1. Buying Interest 2. ABSTRAK Harga jual suatu produk berperang penting bagi penjual dalam mempengaruhi perilaku konsumen saat berbelanja, karena dapat memicu minat beli. Penelitian saat ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga terhadap Minat Beli Minyak Goreng Camar di Minimarket Indomaret Cabang Diponegoro Kota Ambon. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yang bersifat eksplainatori, dengan teknik pengumpulan data menggunakan Kuesioner yang diukur dengan skala likert dan melibatkan sebanyak 80 responden. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode acak sederhana . imple random samplin. , dan menggunakan analisis regresi sederhana sebagai teknik analisa data penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel harga terhadap minat beli konsumen atau denga kata lain semakin terjangkau harga jual akan semakin meningkatkan minat beli konsumen saat berbelanja minyak goreng. Kata kunci: Harga 1. Minat beli 2. PENDAHULUAN Persaingan usaha yang semakin tinggi dikalangan pelaku bisnis berimbas kepada perilaku konsumen, sehingga kegiatan pemasaran terutama dalam penetapan strategi menjadi sangat penting untuk menghadapi persaingan Salah satu strategi pemasaran yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah strategi penetapan harga jual produk atau jasa yang dihasilkan. Harga memainkan peran penting terhadap penjualan suatu produl, karena menjadi perhatian utama dan bahan pertimbangan konsumen sebelum mereka memutuskan untuk membeli. Harga merupakan nilai yang dipertukarkan konsumen untuk mendapatkan suatu manfaat konsumsi, pengguanna, atau kepemilikan barang dan jasa, dengan demikian diperlukan penetapan harga guna menarik perhatian konsumen dan menimbulkan minat beli konsumen (Hulu. Amryl. Siregar, 2. Harga menawarkan kombinasi yang tepat dari kualitas barang atau jasa yang baik dengan harga yang pantas. Perusahaan yang mampu meluncurkan produk dengan harga yang terjangkau dengan kualitas yang baik maka akan meningkatkan minat beli (Widyaningrum, 2. Minat beli merupakan sesuatu kecenderungan pelanggan untuk membeli suatu merek atau mengambil tindakan yang berhubungan dengan pembelian yang diukur dengan tindakan yang berhubungan dengan tingkat kemungkinan pelanggan melakukan pembelian. Perspektif terkait niat untuk membeli ditujukan untuk mengukur intensitas kemungkinan konsumen dalam membeli sebuah produk (Ramadhan dan Utami, 2. Minat konsumen merupakan perilaku yang muncul sebagai respon terhadap obyek. Proses minat konsumen dimulai dari munculnya kebutuhan akan suatu produk atau merek dilanjutkan dengan pemrosesan informasi oleh konsumen. Selanjutnya konsumen akan mengevaluasi produk atau layanan jasa dalam merek tersebut (Manurung, 2. e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 Pengaruh harga terhadap minat beli konsumen telah dibuktikan dari beberapa temuan sebelumnya. Hal ini dibuktikan dari hasil kajian penelitian yang dilakukan oleh Satria dan Arief . yang membuktikan bahwa harga dapat menciptakan minat beli yang tinggi dari seorang konsumen. Hasil yang sama ditemukan oleh Nainggola . yang menyatakan bahwa kesesuaian harga dengan kemampuan konsumen, serta memberi nilai mnfaat, dan sesuai dengan penilaian dan keinginan konsumen terbukti mampu meningkatkan minat beli konsumen ketika mencari suatu produk untuk dibeli. Selanjutnya temuan yang sama dari Akhmalia dan Fadila . menyatakan bahwa harga produk minyak goreng mampu meningatkan minat beli konsumen ketika diberi potongan atau diskon Namun, hasil temuan berbeda dari beberap penelitian diatas ditemukan pada kajian dari Kusuma . yang menyatakan harga produk minyak goreng yang dijual dengan menggunakan merek toko seperti alfamart ternyata tidak mempengaruhi minat beli konsumen. Inkonsitsensi dari hasil penelitian ini, menjadi semakin menarik untuk dikaji lebih mendalam, dalam peneltian saat ini. Minimarket Indomart yang sudah sangat dikenal oleh konsumen di Inodnesia merupakan bagian dari PT. Indomarco Prismatama dan memiliki salah satu cabang yang terletak di Jl. Diponegoro Kota Ambon adalah swalayan yang dikenal banyak menjual berbagai macam produk keperluan rumah tangga, salah satunya produk minyak goreng salah satunya dengan merek Camar. Minyak goreng Camar pada minimarket ini relatif banyak diminati oleh konsumen, karena harganya yang terjangkau, berkualitas, dan mampu bersaing dengan produk sejenis, dan memiliki kandungan dan manfaat yang relatif sama dengan produk minyak goreng lainnya yaitu sehat dan Khusus terhadap harga minyak goreng Camar yang dijual pada minimarket indomart cabang Diponegoro, saat ini dijual pada kisaran Rp. 500/2 liter relatif lebih murah dari harga pesaing yang telah banyak dikenal konsumen seperti minyak goreng B. S, dan F yang rata-rata dijual diatas kisaran harga Rp. 000/ 2 liter. Namun, harga jual produk minyak goreng Cemara yang relatif rendah ini ternyata belum mampu memberikan dampak penjualan yang maksimal, walaupun saat ini tingkat penjualan telah melebihi jumlah penjualan dari beberapa produk pesaing seperti yang telah disebutkan diatas. Berdasarkan pada fenomena harga dan minta beli yang telah dijelaskan diatas, dan hasil beberapa hasil kajian terdahulu yang terdapat celah penelitian, serta data empiris tentang harga jual produk minyak goreng Cemara dan produk pesaing, maka penelitian saat ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga terhadap minat beli produk minyak goreng cemara pada minimarket Indomaret cabang Diponegoro. TINJAUAN PUSTAKA Harga Harga merupakan salah satu unsur bauran pemasaran yang memainkan peranan penting dalam menunjang keberhasilan perusahaan. Secara umum harga adalah sejumlah uang yang di keluarkan untuk sebuah produk atau jasa, atau sejumlah nilai yang ditukarkan oleh konsumen untuk memperoleh manfaat atau kepemilikan atau penggunaan atas sebuah produk atau jasa (Kotler dan Amstrong, 2. Konsumen harus rela untuk untuk membayar sejumlah uang untuk meendapatkan produk (Indrasari, 2. Harga merupakan sejumlah nilai uang yang ditukar oleh konsumen dengan sejumlah produk untuk merasakan manfaat dari suatu produk. Menurut Kotler dan Keller, 2. ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan oleh perusaahn dalam menetapkan harga suatu produk, yaitu. Mengenal permintaan produk dan pesaingan: Besarnya permintaan produk dan banyaknya pesaing juga mempengaruhi harga jual, jadi jangan hanya menentukan harga semata-mata didasarkan pada biaya produksi, distribusi dan promosi saja. Taget pasar yang hendak dilayani atau diraih: Semakin menetapkan target yang tinggi maka penetapan harga harus lebih teliti. Penerapan marketing mix sebagai strategi Produk baru: Jika itu produk baru maka bisa ditetapkan harga yang tinggi ataupun rendah, tetapi kedua strategi ini mempunyai kelebihan dan kelemahan masing - masing. Penetapan harga yang tinggi dapat menutup biaya riset, tetapi juga dapat menyebabkan produk tidak mampu bersaing di pasar. Sedangkan dengan harga yang rendah jika terjadi kesalahan peramalan pasar, pasar akan terlalu rendah dari yang diharapkan. Maka biaya-biaya tidak dapat tertutup sehingga perusahaan mungkin menderita kerugian. Reaksi pesaing: Pasar yang semakin kompetitif maka reaksi pesaing ini harus selalu dipantau oleh perusahaan, sehingga perusahaan dapat menentukan harga yang dapat diterima pasar dengan mendatangkan keuntungan. Biaya produksi dan perilaku biaya e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 Kebijakan atau peraturan yang ditentukan oleh pemerintah dan lingkungan. Indikator harga, menurut Kotler dan Amstrong . yang dapat mencirikan harga, yaitu: Keterjangkauan harga: Konsumen bisa menjangkau harga yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Produk biasanya ada beberapa jenis dalam satu merek harganya juga berbeda dari yang termurah sampai termahal. Kesesuaian harga: Harga sering dijadikan sebagai indikator kualitas bagi konsumen, orang sering memilih harga yang lebih tinggi diantara dua barang karena mereka melihat adanya perbedaan kualitas. Apabila harga lebih tinggi orang cenderung beranggapan bahwa kualitasnya juga lebih baik. Harga sesuai dengan kemampuan atau daya saing harga: Konsumen sering membandingkan harga suatu produk dengan produk lainnya. Dalam hal ini mahal murahnya suatu produk sangat dipertimbangkan oleh konsumen pada saat akan membeli produk tersebut. Kesesuain harga dengan manfaat: Konsumen memutuskan membeli suatu produk jika manfaat yang dirasakan lebih besar atau sama dengan yang telah dikeluarkan untuk mendapatkannya. Jika konsumen merasakan manfaat produk lebih kecil dari uang yang dikeluarkan maka konsumen akan beranggapan bahwa produk tersebut mahal dan konsumen akan berpikir dua kali untuk melakukan pembelian ulang. Minat Beli Minat beli merupakan sesuatu kecenderungan pelanggan untuk membeli suatu merek atau mengambil tindakan yang berhubungan dengan pembelian yang diukur dengan tindakan yang berhubungan dengan tingkat kemungkinan pelanggan melakukan pembelian. Perspektif terkait niat untuk membeli ditujukan untuk mengukur intensitas kemungkinan konsumen dalam membeli sebuah produk (Ramadhan dan Utami, 2. Minat beli diartikan sebagai suatu hal yang muncul dengan sendirinya setelah mendapat rangsangan dari barang yang telah dilihatnya, di sanalah mulai timbulnya minat beli dan memilikinya (Febriani dan Dewi, 2. Menurut Engel dalam Julainti . Minat beli sebagai kekuatan pendorong atau sebagai motif yang bersifat instristik yang mampu mendorong seseorang untuk menaruh perhatian secara spontan, wajar, mudah, tanpa paksaan dan selektif pada suatu produk untuk kemudian mengambil keputusan membeli. Minat beli adalah kemungkinan konsumen untuk membeli sebuah produk atau jasa yang timbul dari keinginan secara wajar untuk memilikinya tanpa ada paksaan dari orang lain dan sangat selektif dalam memilih produk dan jasa tersebut. Faktor-faktor yang membentuk minat beli menurut Kotler dalam Abzari . Faktor kualitas produk, merupakan atribut produk yang dipertimbangkan dari segi manfaat fisiknya. Faktor brand / merek, merupakan atribut yang memberikan manfaat non material, yaitu kepuasan emosional. Faktor kemasan, atribut produk berupa pembungkus dari pada produk utamanya. Faktor harga, pengorbanan riel dan material yang diberikan oleh konsumen untuk memproleh atau memiliki Faktor ketersediaan barang, merupakan sejauh mana sikap konsumen terhadap ketersediaan produk yang ada. Faktor promosi, merupakan pengaruh dari luar yang ikut memberikan rangsangan bagi konsumen dalam memilih Indikator minat beli menurut Kotler dalam Abzari, 2. Minat transaksional, yaitu kecenderungan seseorang dalam membeli produk. Minat referensial, yaitu kecenderungan seseorang mereferensikan produk kepada orang lain. Minat preferensial, yaitu menunjukkan perilaku seseorang yang memiliki preferensial utama pada produk Minat eksploratif, yaitu menunjukan perilaku seseoarang yang selalu mencari informasi mengenai produk yang diminati dan mencari produk lain yang akan mendukung sifat-sifat dari produk tersebut. Kerangka konseptual Penelitian Harga Minat Beli Sumber: Hasil kajian peneliti . Gambar 2. 1 Kerangka Konseptual Penelitian e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 Hipotesis Penelitian Harga merupakan jumlah uang yang ditagihkan untuk suatu produk atau jasa,atau dapat didefiniskan secara luas harga adalah sebagai jumlah nilai yang ditukarkan konsumen untuk keuntungan memiliki dan menggunakan produk atau jasa yang memungkinkan perusahaan mendapatkan laba yang wajar dengan cara dibayar untuk nilai pelanggan yang diciptakannya (Kotler dan Amstrong, 2. Selanjutnya, minat beli adalah perilaku konsumen dimana konsumen memiliki keinginan dalam memilih dan mengkonsumsi suatu produk (Abzari 2. Dalam menentukan minat beli, informasi tentang harga sangatlah dibutuhkan dimana informasi ini akan diperhatikan, dipahami dan makna yang dihasilkan dari informasi harga ini dapat mempengaruhi perilaku konsumen. (Martono dan Iriaani. Harga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi minat beli. Jika harga suatu produk atau jasa terjangkau, maka konsumen berminat untuk membeli walaupun belum adanya keputusan pembelian pada saat itu atau dengan kata lain minat beli konsumen timbul ketika harga yang ditawarkan terjangkau (Ricco, 2. Minat beli yang tinggi dapat dibentuk oleh adanya harga yang ditawarkan oleh penyedia jasa atau produk (Satria dan Arief, 2. Berdasarkan relevansi dengan teori dan penelitian terdahulu diatas, maka Rumusan Hipotesis dari penelitian ini AoHarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli Minyak Goreng Camar pada Minimarket Indomaret cabang Diponegoro Kota AmbonAo METODOLOGI Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori, yang bertujuan untuk menginvestigasi dan menjelaskan pengaruh variabel-variabel yang diteliti terhadap fenomena yang diamati. (Sugiyono. Populasi yang terlibat adalah pembeli produk minyak goreng Camar yang dijadikan sebagai responden yang jumlahnya tidak diketahui. Penentuan jumlah sampel berdasarkan asumsi dari Hair et al. yaitu jumlah indicator dikali 5 atau 10, sehingga sampel penelitian sebesar 80 orang responden terutama pembeli produk tersebut yang diambil dengan teknik simple random sampling. Pengukuran data penelitian menggunakan skala Likert 5 poin dalam kuesioner dan dilakukan dengan metode survey. Defenisi operasional variabel Harga adalah jumlah uang yang kenakan penjual terhadap suatu produk atau jasa yang ditukar konsumen untuk menikmati manfaat-manfaat karena memiliki atau menggunakan produk atau jasa tersebut, yang terdiri dari 4 indikator yaitu keterjangkauan harga, kesesuain harga dengan kualitas produk, kesesuian harga dengan manfaat, daya saing harga (Kotler dan Amstrong, 2. Selanjutnya minat beli adalah keinginan yang muncul setelah menerima suatu rangsangan dari produk yang telah dilihat, sehingga timbul ketertarikan untuk mencoba membeli produk tersebut, yang terdiri dari 4 indikator yaitu minat transaksional, referensial, preferensial, dan eksploratif (Ishomuddin. Widarko. Slamet, 2. Analisis data dilakukan dengan analisis regresi berganda menggunakan perangkat lunak statistik SPSS versi 23. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Sesuai dengan besaran sampel sebesar 80 orang maka dapat dijelaskan beberapa karakteristik responden yang terlibat dalam penelitian ini seperi pada tabel berikut: e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 Tabel 4. 1 Karakteristik Respoden Karakteristik berdasarkan jenis kelamin Jenis Kelamian Frekuensi Presentasi Laki-laki 17,5% Perempuan 82,5% Total Karakteristik berdasarkan Usia Usia Frekuensi Presentasi 42,5% 33,75% 56-up 3,75% Total Sumber: Data primer diolah . Tabel diatas dapat dijelaskan bahwa pembeli minyak goreng mayoritas pembeli berdasrkan jenis kelamin didominasi oleh perempuan sebesar 66 orang dari 80 responden atau 82%, dan dari sisi usia didominasi oleh pembeli yang berusia rentang antara 36 s/d 45 tahun atau 42%. Distribusi Frekuensi Jawaban Responden Berikut ini akan dijelaskan tentang distribusi jawaban responden terhadap tiap item pernyataan kuesioner untuk variabel yang diteliti, seperti tampak pada tabel dibawah ini: Tabel 4. 2 Distribusi Frekuensi Jawaban Responden No. Pernyataan Variabel Harga Indikator Keterjangkauan Harga Harga minyak goreng Camar di Indomaret terjangkau Harga minyak goreng Camar di Indomaret sesuai dengan daya beli Nilai rata-rata indikator Indikator Keseuaian Harga Dengan Kualitas Produk Harga minyak goreng Camar sesuai dengan kualitas yang diinginkan Harga minyak goreng Camar bervariasi tapi kualitasnya tetap sama Nilai rata-rata indikator Indikator Daya Saing Harga minyak goreng Camar di Indomaret lebih murah dibandingkan dengan produk pesaing Harga minyak goreng Camar di Indomaret mampu bersaing dengan produk pesaing Nilai rata-rata indikator Indikator Keseusian Harga Dengan Manfaat Harga minyak goreng Camar memiliki manfaat sesuai dengan harapan Minyak goreng Camar dapat digunakan lebih dari satu kali Nilai rata-rata indikator Nilai rata-rata Variabel Harga No. Pernyataan Variabel Minat Beli Indikator Minat Transaksional Saya berminat membeli minyak goreng Camar di Indomaret Saya tertarik dengan minyak goreng Camar karena berkualitas e-ISSN: 2964-3619 Nilai rata-rata 4,59 4,54 4,56 4,11 4,06 4,09 3,84 3,95 3,89 3,95 3,96 3,96 4,12 Nilai rata-rata 4,53 4,15 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 Nilai rata-rata indiktaor Indikator Minat Referensial Saya membeli minyak goreng Camar di Indomaret dan telah merekomendasikan kepada orang lain untuk membeli Minimarket Indomaret merupakan referensi tempat untuk membeli minyak goreng Camar Nilai rata-rata indikator Indikator Minat Preferensi Saya lebih memilih membeli minyak goreg Camar di Indomaret dibandinkan tempat lain Saya pernah menggunakan minyak goreng merek lain Nilai rata-rata indikator Minat Eksploratif Saya sering membeli minyak goreng Camar Saya selalu mencari informasi mengenai ketersediaan minyak goreng Camar di Indomaret Nilai rata-rata indikator Nilai rata-rata Variabel Minat Beli Sumber: Data primer diolah . 4,34 4,28 4,45 4,36 3,98 4,63 4,30 4,15 4,10 4,13 4,28 Berdasarkan tabel diatas maka dapat dijelaskan bahwa nilai rata-rata variabel harga adalah sebesar 4,12 atau berada pada rentang intepretasi setuju, dengan nilai indikator tertinggi adalah keterjangkauan harga sebesar 4,56 dan yang relatif rendah diantara empat indikator adalah indikator daya saing dengan nilai sebesar 3,89. Selanjutnya, untuk variabel minat beli memilikinilai rata-rata adalah sebesar 4,28 atau berada intepretasi sangat setuju, dengan nilai rata-rata indikator tertinggi adalah minat referensial sebesar 4,36 dan yang relatif rendah diantara empat indikator adalah indikator minat eksploratif dengan nilai 4,13. Uji Validitas Tujuan dari uji validitas adalah untuk menilai konsistensi instrument riset kuesioner untuk mendapat data yang Instrument dikatakan valid apabila nilai r hitung product moment lebih besar dari r tabel yang didasarkan pada nilai derajat kebebasan (Degree of Freedom/d. Tabel 4. 3 berikut ini adalah hasil uji validitas: Tabel 4. 3 Uji Validitas Variabel Harga dan Minat Beli Uji Validitas Variabel Harga Pernyataan r hitung r tabel Kesimpulan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Uji Validitas Variabel Minat Beli Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Data primer diolah . e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 Hasil pengujian validitas dari tiap pernyataan kuesioner seperti yang tertera pada tabel diatas menunjukan bahwa seluruh item tersebut adalah valid dimana nilai r hitung seluruh item lebih besar dari r tabel, sehingga layak untuk dilanjutkan pada tahap pengujian selanjutnya. Uji Reliabilitas Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini didasarkan pada besaran nilai koefisien Cronbach alpha, dengan ketentuan bahwa jika nilai koefisian Cronbach alpha lebih besar dari 0,7 maka variabel tersebut dikatakan reliabel (Hair et al. , begtiu sebaliknya. Hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4. 4 Uji Reliabilitas Variabel Harga dan Minat Beli Uji Reliabilitas Harga Reliability Statistics CronbachAos Alpha N of Item Uji Reliabilitas Minat Beli Reliability Statistics CronbachAos Alpha N of Item Sumber: Data primer diolah . Hasil uji reliabilitas pada tebl diatas menunjukan bahwa nilai koefisien Cronbach alpha untuk variabel harga 885 dan untuk variabel minat beli adalah 0. 748, lebih besar dari nilai 0. 70, sehingga instrumen penelitian dikatakan reliabel atau handal. Uji Hipotesis Proses pembuktian hipotesa yang diajukan dalam penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik analisis regresi sederhana, yang hasil pengujiannya dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4. 5 Hasil Uji Analisis Regresi Sederhana Model (Constan. Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Harga Dependent Variable: Minat Beli Sumber: Output SPSS . Sig. Berdasarkan tabel diatas, menunjukan bahwa persamaan regresi yang didapatkan dari hasil perhitungan dalam bentuk rumus regresi sederhana yaitu: Y = a bx Y = 10,100 0,736 Hasil uji dari tabel diatas menunjukan bahwa Hipotesa yang diajukan bahwa Harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli Minyak Goreng Camar pada Minimarket Indomaret cabang Diponegoro Kota Ambon dapat diterima, karena menghasilkan nilai t hitung sebesar 29. 258 yang lebih besar dari nilai t tabel sebesar 1. dengan tingkat signfikansi adalah 0. 000 < 0. e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 Uji Koefisien Determinasi (R. Pengujian koefiesien determinasi dilakukan untuk melihat seberapa besar pengaruh variabel independen harga terhadap variabel dependen minat beli. Hasil koefisien determinasi dapat dilihat dari nilai R Square (R. dengan ketentuan bahwa semakin tinggi nilai R2 menunjukan semakin besar konstribusi variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil uji dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4. 6 Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate ,957a Predictors: (Constan. Harga Dependent Variable: Minat Beli Sumber: Output SPSS . Tabel diatas menunjukan bahwa nilai R Square adalah 0,916 dengan melihat pada nilai tersebut mendekati 1 maka dapat dikatakan bahwa variabel minat beli dipengaruhi sebesar 91,6% oleh variabel harga. Sisanya dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak diuji dalam penelitian ini. Pembahasan Harga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi minat beli. Jika harga suatu produk terjangkau. Maka dapat dikatakan masyarakat akan menggunakan produk tersebut dan tentunya disesuaikan dengan harga yang ada dan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan Berdasarkan pengalaman dalam memilih, menggunakan, mengonsumsi bahkan menginginkan suatu produk (Dardah, 2. Selain itu, dalam proses penentuan minat beli informasi tentang harga sangatlah dibutuhkan dimana informasi ini akan diperhatikan, dipahami dan maknai yang dihasilkan dari informasi harga ini dapat mempengaruhi perilaku konsumen. Hasil penelitian saat ini menemukan bahwa harga berpengaruh terhadap minat beli dimana harga jual minyak goreng Camar yang terjangkau oleh konsumen, disertai dengan kualitas produk yang sebanding dengan harga jual, dan harga jual yang relatif bersaing dengan harga produk pesaing lain, serta harga yang ditawarkan dirasakan konsumen sebanding dengan manfaat yang diterima maka dapat menimbulkan minat beli dari konsumen saat berbelanja minyak goreng di Indomaret atau dengan kata lain bahwa semakin terjangkau harga minyak goreng Camar yang djual di Inomaret akan menimbulkan minat beli konsumen. Hasil penelitian saat ini didukung oleh temuan dari Nainggolan . yang menyatakan bahwa harga jual produk yang terjangkau, bermanfaat serta memiliki kualitas yang sebanding dengan harga jual, dan sesuai dengan penilaian dan keinginan konsumen dapat menimbulkan niat beli konsumen, serta temuan yang sama dari Ishomuddin. Widarko, dan Slamet,( 2. yang menyatakan harga minyak goreng Gading memberi pengaruh terhadap minat beli konsumen. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat diambil kesimpulan yaitu harga minyak goreng Camar yang terjangkau dan memberikan manfaat dan kualitas yang sebanding dengan harga yang ditawarkan, serta harga yang relatif lebih bersaing mampu menimbulkan niat beli konsumen ketika berbelanja minyak goreng di Indomaret. Saran Saran yang dapat diberikan bagi pengelola minimarket Indomaret cabang Diponegoro, sebaiknya selalu memperhatikan harga jual minyak goreng Camar dengan menjual relatif lebih murah agar mampu menyaingi harga produk pesaing serta tetap mempertahankan manfaat produk yang sehat dan higienis sesuai dengan harapan Penelitin selanjutnya, diharapkan dapat meneliti topik serupa dengan melihat variabel Ae variabel lain atau faktor-faktor lain yang mempengaruhi minat beli, misalnya diskon, lokasi, merek dll. e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 DAFTAR PUSTAKA