JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2022, pp. ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. Gambaran Kualitas Hidup Pasien Dengan Penyakit Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis di RSAU dr. Esnawan Antariksa Elsabet Yuni Asih, 2 Yenny, 3 Yohanes Gamayana Trimawang Aji Mahasiswa Akademi Perawatan RS PGI Cikini. Jakarta Pusat. Indonesia, elsabetyuniasih@akperrscikini. Dosen Akademi Perawatan RS PGI Cikini. Jakarta pusat. Indonesia, yennyoey@akperrscikini. Dosen Akademi Perawatan RS PGI Cikini. Jakarta pusat. Indonesia, yohanes. gamayana@akperrscikini. ARTICLE INFORMATION ABSTRACT Received: August, 15, 2022 Revised: September, 9, 2022 Available online: September, 12, 2022 Background: Chronic kidney disease is a serious global health problem, increasing from year to year and causing an increase in morbidity and mortality. Globally, the prevalence of chronic kidney disease in 2017 increased by 21. 3% and the mortality rate increased by 41. 5% from 1990 to 2017 (Cockwell & Fisher, 2. Due to kidney failure to remove metabolic waste products, it is necessary to do kidney replacement therapy, one of which is hemodialysis. Hemodialysis measures can affect the quality of life of patients from the domain of physical, psychological, social and environmental Objective: To describe the quality of life of patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis. Methods: This study used a descriptive design with quantitative methods. The population in this study amounted to 147 people. Determination of the sample using the Convenience Sampling technique as many as 60 people. Collecting data using a quality-of-life scale from the World Health Organization Quality of Life (WHOQOL-BREF) which contains 24 question items covering the domains of physical, psychological, social, and environmental relationships and 2 general question items regarding quality of life. The analysis used is univariate test. Results: This study showed moderate quality of life in the physical health domain . 3%), psychological domain . 7%), social relations domain . 6%) and environmental domain . %). Conclusion: The description of the quality of life of the respondents in this study shows a moderate category for all health KEYWORDS Kata Kunci: Kualitas Hidup. Penyakit Ginjal Kronik. Hemodialisis Keywords: Quality of Life. Chronic Kidney Disease. Hemodialysis CORRESPONDENCE Yenny Program Studi D-i Keperawatan. Akper RS PGI Cikini. Jakarta Pusat Indonesia E-mail: yennyoey@akperrscikini. ABSTRAK Latar Belakang: Penyakit ginjal kronis merupakan masalah kesehatan global yang serius, meningkat dari tahun ketahun dan mengakibatkan peningkatan angka kesakitan dan kematian. Secara global prevalensi penyakit ginjal kronis pada tahun 2017 3% dan angka kematian meningkat 41,5% dari tahun 1990 hingga 2017 (Cockwell & Fisher, 2. Akibat kegagalan ginjal membuang produk sisa metabolisme maka perlu dilakukan terapi penganti ginjal, salah satunya adalah Tindakan hemodialisis dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita baik dari domain kesehatan fisik, psikologis, hubungan sosial dan lingkungan. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pasien dengan penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 147 Penentuan sampel menggunakan teknik Convenience Sampling sebanyak 60 Pengumpulan data menggunakan skala kualitas hidup dari Word Health Organization Quality of Life (WHOQOL-BREF) yang berisi 24 item pertanyaan meliputi domain fisik, psikologis, hubungan social dan lingkungan dan 2 item pertanyaan umum mengenai kualitas hidup. Analisa yang digunakan menggunakan uji Hasil: Penelitian ini menunjukkan kualitas hidup sedang pada domain kesehatan fisik . ,3%), domain psikologis . ,7%), domain hubungan sosial . ,6%) dan domain lingkungan . %). Kesimpulan: Gambaran kualitas hidup responden dalam penelitian ini menunjukan kategori sedang untuk seluruh domain kesehatan This is an open access article under the CC BY-ND license. Yuni Asih. Elsabet, et. Gambaran Kualitas Hidup Pasien Dengan Penyakit Ginjal Kronik A JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2022, pp. ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. didunia dengan 80% penderita menggunakan terapi PENDAHULUAN Penyakit ginjal kronis merupakan kerusakan fungsi hemodialisis (Health, 2. Hemodialisis merupakan terapi pengganti ginjal organ glomerulus pada ginjal, ketika ginjal kehilangan dengan menggunakan mesin yang disebut dialiser atau penumpukan racun didalam tubuh sehingga merusak ginjal buatan yang dapat dilaksanakan 2 sampai 3 kali berbagai jaringan dan organ dalam tubuh penderita dalam seminggu dengan waktu 4 hingga 5 jam. Bertujuan sehingga mengancam nyawa apabila tidak segera untuk membuang racun tertentu dari peredarah darah serta Kerusakan fungsi ginjal ini dapat dicirikan dengan perkiraan laju filtrasi glomerulus 15 sampai 59 elektrolit seperti air, natrium, kalium, hidrogen, ureum, mL/menit/1. 73mA dengan perhitungan kreatinin serum. kreatinin, asam urat dan zat-zat lain. Terapi hemodialisis (Murphy, et al. , 2. membutuhkan waktu panjang dan lama sehingga dapat menimbulkan rasa lelah karena proses yang berlangsung Di dunia saat ini penyakit ginjal kronik mengalami peningkatan kasus dan menjadi masalah kesehatan yang Secara global prevalensi penyakit ginjal kronis 3% dan angka kematian meningkat 41,5% dalan rentang tahun 1990 hingga 2017 (Cockwell & Fisher, 2. Menurut laporan Indonesia renal registry tahun 2018 terdapat peningkatan jumlah penderita penyakit ginjal kronis di Indonesia cukup tinggi. Pada tahun 2017 terdapat 30. 831 penderita baru dan 77. penderita aktif yang menjalani terapi hemodialisis lalu dibandingkan tahun 2018 tercatat pasien baru yang menjalani hemodialisis meningkat dua kali lipat sebanyak 433 penderita dan 132. 142 penderita aktif dan jawa barat merupakan provinsi dengan penambahan kasus terbanyak di indonesia tahun 2018 dengan 14. 796 pasien baru sedangkan DKI Jakarta penambahan kasus sebanyak 232 pasien baru (PERNEFRI, 2. Akibat kegagalan fungsi ginjal dalam membuang produk sisa metabolisme maka diperlukan terapi penganti Terdapat tiga terapi pengganti ginjal bagi penderita penyakit ginjal kronik yang telah mencapai derajat V (End Stage Renal Disease. yaitu hemodialisis, peritoneal dialisis dan transplantasi ginjal, lebih dari 70% negara dapat membuat kadar oksigen dalam tubuh menjadi rendah karena jantung dipaksa keras dalam mensuplai (Bachtiar Purnamadyawati, 2. Terapi mengalami nyeri, gangguan tidur, depresi, melemahnya atau naiknya tekanan darah, dan nyeri perut sehingga mengurangi kualitas hidup. Selain itu pas juga harus membatasi diet, dan cairan hal ini menyebabkan kebebasan menjadi berkurang, tergantung pada pelayanan kesehatan, keluarga, berubahnya kehidupan sosial, dan berkurangnya pendapatan yang mempengaruhi kualitas hidup pasien sehingga berdampak pada penurunan kualitas hidup penderita baik dari domain kesehatan fisik, psikologis, hubungan sosial dan lingkungan (Lolowang. Lumi, & Rattoe, 2. Kualitas hidup merupakan persepsi individu terhadap kepuasan dan ketidakpuasan dalam menjalani kehidupan kebahagiaan atau kesenangan dalam menikmati hidup. ((WHO), Penelitian Taufikurrahman. Suwanti, dan Rosyidi di RSUD Ambarawa Semarang tahun 2018 mengenai kualitas hidup penderita penyakit ginjal kronik yang melakukan terapi Yuni Asih. Elsabet, et. Gambaran Kualitas Hidup Pasien Dengan Penyakit Ginjal Kronik A JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2022, pp. ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. hemodialisis menunjukan kualitas hidup penderita lebih kriteria inklusi pasien yang menjalani hemodialisis 2 Ae 3 banyak dalam kondisi buruk. kali/minggu. Penelitiaan lain yang dilakukan oleh Ibrahim, dkk memberikan hasil yang tak berkomunikasi dengan baik. Pengambilan data dilakukan jauh berbeda dimana kualitas hidup responden pada tanggal 30 Juni-1 Juli 2022 di RSAU dr. Esnawan banyak pada kondisi sangat buruk, buruk hingga sedang Antariksa Jakarta Timur. Alat pengumpulan data yang (Ibrahim. Taboonpong, & Nilmanat, 2. digunakan adalah Quality Of Life (WHOQOL-. yang Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti terdiri dari 26 pertanyaan yang mengukur empat domain, kepada kurang lebih 30 pasien penyakit ginjal kronis yang yaitu: kesehatan fisik, psikologis, hubungan sosial, dan sedang menjalani hemodialisis di RSAU dr. Esnawan lingkungan, dengan menggunakan jawaban skala likert Antariksa Dilakukan skoring pada setiap domain, lalu skor tersebut keperawatan pada bulan April tahun 2022 didapatkan dijumlahkan, setelah itu ditransformasikan menjadi skala informasi yang mengambarkan ketidaknyamanan pasien. 0-100, dengan kriteria sebagai berikut: 0-20 = kualitas Pasien mengeluh nyeri, sulit tidur, gatal- gatal, kram dan hidup sangat buruk. 21-40 = kualitas hidup buruk. kelelahan saat melakukan aktivitas fisik sehingga = kualitas hidup sedang. 61-80 = kualitas hidup baik. mobilitas menjadi terbatas. Disamping itu pasien sering 100 = kualitas hidup sangat baik. Jakarta Timur memiliki perasaan negatif yang mengganggu pikiran Uji validitas dan reabilitas kualitas Hidup Organisasi mereka dan keluhan terhadap gangguan citra tubuh karena Kesehatan Dunia (WHOQOL-BREF) ini telah dilakukan adanya akses vaskuler cimino yang membuat mereka dengan hasil hasilnya secara konsisten tinggi dengan tidak nyaman dan kurang percaya diri, dan semenjak sakit sebagian besar alfa Cronbach di domain 1 (Fisi. dan 2 jarang berkumpul dengan teman serta merasa diri tidak (Psikologi. >0,75, dan di kisaran 0,510,77 untuk banyak dibutuhkan. domain 3 (Hubungan Sosia. , dan 0,65 0,87 untuk Oleh karena itu peneliti tertarik melakukan penelitian domain 4 . (WHO, 1. Analisis gambaran kualitas hidup pada pasien yang menjalani menggunakan uji univariat dalam bentuk distribusi Kendatipun penelitian sejenis telah cukup frekuensi dengan menggunakan aplikasi SPSS banyak dilakukan, tetapi penelitian ini masih relevan untuk dilakukan karena hasil akhir yang diharapkan pada pasien dengan terapi ginjal adalah mencapai kualitas hidup yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran kualitas hidup pasien dengan penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di HASIL PENELITIAN Hasil penelitian ini menjelaskan gambaran Kualitas Hidup Pasien Dengan Penyakit Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis Di RSAU dr. Esnawan Antariksa Jakarta Timur berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan. RSAU dr. Esnawan Antariksa di Jakarta TimurAy. pekerjaan, lama hemodialisis dan frekuensi hemodialisis. METODE Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah Tabel Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin seluruh pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%) hemodialisis sebanyak 147 pasien, dengan jumlah Laki - laki Perempuan Pengambilan menggunakan teknik convencience sampling, dengan Yuni Asih. Elsabet, et. Gambaran Kualitas Hidup Pasien Dengan Penyakit Ginjal Kronik A JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2022, pp. ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. Total Tabel 4. 4 menunjukkan bahwa responden paling banyak dalam kondisi sudah tidak bekerja . ,0%). Tabel 4. 2 menunjukkan jenis kelamin responden paling banyak yang berjenis kelamin laki- laki . %) Tabel 4. 5 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Hemodialisis Tabel 4. 2 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Usia Dewasa awal . -35 tahu. Dewasa akhir . -45 tahu. Lansia awal . -55 tahu. Lansia akhir . -65 tahu. Manula (>65 Total Frekuensi Persentase (%) Tabel 4. 2 menunjukkan usia responden paling banyak pada usia lansia awal . -55 tahu. dengan persentase . %), dan paling sedikit usia manula (>65 tahu. dengan persentase . ,3%). Persentase (%) Berdasarkan tabel 4. 5 menunjukkan paling banyak responden yang telah menjalani hemodialisis <2 tahun Tabel 4. 6 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Frekuensi Hemodialisis Frekuensi Hemodialisis 2x/ minggu 3x/ minggu Total Frekuensi Persentase (%) menjalani hemodialisis 2x/minggu . ,7%) Tabel 4. 7 Kualitas Hidup Berdasarkan Domain Frekuensi Persentase (%) Domain Kesehatan Fisik Sangat buruk Buruk Sedang Baik Sangat baik Psikologis Sangat buruk Buruk Sedang Baik Sangat baik Hubungan Sosial Sangat buruk Buruk Sedang Baik Sangat baik Lingkungan Sangat buruk Tabel 4. 3 menunjukkan bahwa responden paling banyak tingkat pendidikan SMA . ,3%), dan paling sedikit adalah pendidikan SD . ,0%). Tabel 4. 4 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan Tidak bekerja Bekerja Total Frekuensi Berdasarkan tabel 4. 6 menunjukkan mayoritas pasien Tabel 4. 3 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tingkat Pendidikan SMP SMA Perguruan Total Lama Hemodialisis <2 tahun >2 tahun Total Frekuensi Persentase (%) Frekuensi Persentase (%) Yuni Asih. Elsabet, et. Gambaran Kualitas Hidup Pasien Dengan Penyakit Ginjal Kronik A JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2022, pp. ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. Buruk Sedang Baik Sangat baik Berdasarkan latar belakang pendidikan, mayoritas pasien adalah lulusan SMA dan PT, serta sebagian besar tidak bekerja. Tingkat Pendidikan berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien walaupun tidak signifikan namun Berdasarkan tabel 4. 7 menunjukkan bahwa kualitas semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang akan hidup pasien pada setiap domain dapat diliat sebagai cenderung memiliki perilaku yang positif, sehingga punya cara tersendiri untuk mencari informasi terkait penyakit Domain kesehatan fisik, menunjukkan paling dan perawatannya (Panma, 2. banyak kualitas hidup pasien dalam kondisi sedang Berdasarkan lama menjalani hemodialisis, hasil . 3%), dan paling pada kondisi buruk, baik dan penelitian ini menunjukkan 65% responden menjalani sangat baik masiang masing 1,7% hemodialisis kurang dari dua tahun. Hasil penelitian ini Domain psikologis, menunjukkan kualitas hidup mayoritas dalam kondisi sedang . ,7%), sejalan dengan penelitian yang dilakukan di RS PGI Cikini Jakarta Pusat tahun 2022 diman lama menjalani paling banyak <2 tahun (Irene. Yemina, & Pangaribuan, sedangkan kategori sebanyak 3,3%. Rentang waktu lama menderita penyakit ginjal pasien pada domain ini dalam kondisi sedang kronik akan mempengaruhi keadaan dan kondisi pasien dengan persentase 78,3%, dan dalam kondisi secara keseluruhan baik fisik maupun psikis. Angka sangat buruk . ,7%). harapan hidup pasien penyakit ginjal kronik cenderung Domain hubungan sosial, menunjukkan Domain lingkungan, menunjukkan paling banyak kualitas hidup pasien dalam kondisi sedang tidak lama tergantung kepatuhan dalam menjalankan terapi (Marinho & Oliveira, 2. Frekuensi hemodialisi dalam penelitian ini sebagaian besar adalah 2x/minggu. 0%), dan dalam kondisi baik 30,0% Penelitian yang dilakukan Ipo. Aryani, dan Suri . juga menunjukan 77,5% responden PEMBAHASAN Karakteristik Responden, hasil penelitian ini menunjukkan responden paling banyak berjenis kelamin laki-laki, dengan usia sebagaian besar di atas 45 tahun Penyakit ginjal tahap akhir dapat terjadi pada semua usia, baik pada laki laki maupun perempuan sesuai dengan Walaupun ada yang berpendapat bahwa dibandingkan perempuan (Levey, 2. Usia merupakan salah satu faktor resiko penyakit ginjal kronis, dimana pertambahan usia. Sesudah usia 40 tahun keatas akan terjadi penurunan laju filtrasi glomerulus secara progresif kurang lebih 50% dari normalnya, hingga mencapai usia 70 tahun, (Smeltzer & Bare, 2. dengan frekuensi hemodialisis 2x/ minggu. Hal ini berkeksesuaian dengan konsensus dialisi PENERFI pada tahun 2003 yang merekomendasikan durasi hemodialisi 10Ae15 jam/minggu dengan frekuensi 2-3 kali/minggu. Kualitas Hidup responden berdasarkan domain kesehatan fisik, menunjukkan hasil paling banyak pada kondisi sedang, keadaan ini dapat disebaakan oleh pelaksaan hemodialisi iti sendiri. Setiap sesi hemodialisis membutuhkan waktu panjang . Ae 5ja. yang harus dijalani minimal 2 kali/minggu keadaan ini dapat menimbulkan rasa lelah. Selaian itu itu selama proses hemodialisis berlangsunga kadar oksigen dalam tubuh dapat menjadi rendah karena jantung dipaksa keras dalam mensuplai oksigen yang dibutuhkan tubuh (Bachtiar & Purnamadyawati, 2. Faktor lain seperti anemia yang Yuni Asih. Elsabet, et. Gambaran Kualitas Hidup Pasien Dengan Penyakit Ginjal Kronik A JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2022, pp. ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. umunya terjadi pada pasien hemodialisi, ketergantungan pada obat-obatan dan bantuan medis juga berperan dalam mempengaruhi pekerjaan dan relasi dengan orang lain (Molzahn, 2005. LaCharryty,2. Sebagaiman hasil kegiatan sehari-hari. Kualitas penelitian ini juga menunjukan sebagaian besar responden tidak bekerja dan berada pada usia produktif psikologis juga didominasi pada kategori sedang, dan Hasil penelitian ini secara keseluruhan dari ke- 4 hanya sedikit berada pada kategori baik. Hasil ini domain kesehatan diatas menunjukkan gambaran kualitas memberikan gambaran bahwa sebagian besar responden hidup pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani tidak banyak menikmati hidup secara penuh, merasa hemodialisis paling banyak dalam kondisi sedang. hidupnya kurang berarti, kemampuan berkonsentrasi Peneliti telah membandingkan jawaban setiap responden berkurang, kurang menerima penampilan tubuhnya dengan hasil kualitas hidup setiap domain kesehatan setelah sakit, merasa biasa saja dengan dirinya dan menunjukkan hal yang sama dengan hasil paling banyak perasaan feeling blue. Secara teori perubahan psikososial pada kondisi sedang . ,3%), dapat terjadi karena perubahan fisiologis dan stress berat baik . %), yang dialami oleh penderita penyakit kronis. Stressor buruk . ,7%). Hasil penelitian ini menunjukan kualitas yang sering adalah perasaan tidak berdaya dan ketidak hidup kategori baik lebih rendah dibandingkan dengan mampuan mengontrol penyakit, pengobatan, pembatasan penelitian yang dilakukan oleh Ibrahim, dkk di tiga unit secara medis, perubahan citra tubuh dan perubahan sexual hemodialisis di Bandung tahun 2009 yang menunjukkan (Molzahn, 2. lebih banyak responden pada kondisi sangat buruk, buruk Kualitas dilanjut dengan kondisi dan paling sedikit pada kualitas hidup hingga sedang sebanyak 57,1% dan 42. 9% pada kondisi hubungan sosial. Sebagian besar berada pada kondisi baik dan sanggat baik. (Ibrahim. Taboonpong, & Responden beranggapan biasa-biasa saja dengan Nilmanat, 2. hubungan personal atau sosialnya, walaupun ada juga Pasien hemodialisis kronis mengalami beberapa stres yang menghindari berhubungan seksual dengan pasangan. fisiologis dan psikologis yang berdampak pada kualitas Responden menyatakan kehidupan sosialnya tidak Penilaian kualitas hidup berubah karena keluarga selalu memberikan dukungan menjalani hemodialisis merupakan instrument berharga untuk menilai keberhasilan terapi/intervensi memprediksi berkumpul dengan teman-teman sudah jarang dilakukan kelangsungan hidup pasien dan juga resiko rawat inap. karena keterbatasan waktu dan tenaga. Penilaina kulaitas hidup ini dapat memandu dalam Kualitas lingkungan, menunjukan 70% berada pada kondisi sedang dan 30% pada kondisi baik. Responden mengaku bahwa keberadaannya di tempat mereka tinggal dan bekerja kurang dibutuhkan. Responden dianggap tidak mempunyai kemampuan untuk beraktifitas juga dalam hal berpendapat jarang dimintai pendapat dan jarang dilibatkan dalam pembuatan keputusan. Keadaan ini dapat disebakan karena perubahan konsep diri dan citra diri pada pasien yang melakukan intervensi guna memperbaiki kondisi mereka dan mencegah konseskuesni yang lebih buruk. KESIMPULAN Hasil penelitian ini menunjukan rerata responden yang terlibat dalam penelitian ini berusia 46-55 tahun . %), sebagian besar berjenis kelamin laki-laki . %) paling banyak tingkat pendidikan SMA . ,3%) dengan kondisi responden tidak bekerja . %) dan sebagian besar Yuni Asih. Elsabet, et. Gambaran Kualitas Hidup Pasien Dengan Penyakit Ginjal Kronik A JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2022, pp. ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. menjalani hemodialisis <2 tahun . %) dengan frekuensi hemodialisi 2 kali/minggu sebesar 81. Kualitas hidup pada setiap domain kesehatan menunjukkan hasil yang sama dengan rerata pada kondisi sedang dengan persentase 53,3%. Pemahaman tentang kualitas hidup pada pasien hemodialisis sanggat berguna bagi perawat dalam rangka mengembangakan intervensi keperawatan sesuai dengan kebutuhan pasien. Irene. Yemina. , & Pangaribuan. Kualitas Hidup Pasien dengan Penyakit Ginjal Kronis dengan Terapi Hemodialisa di RS PGI Cikini. Jurnal Keperawatan Cikini. Oleh karena itu diperlukan penelitian lebih lanjut yang Ipo. Aryani. , & Suri. Hubungan Jenis kelamin dan Frekuensi Hemodialisa Dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher Jambi. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 46-55. kualitas hidup pada pasien yang menjalani hemodialisi REFERENSI