IMPLEMENTASI METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DALAM PERANCANGAN APLIKASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI PENERIMAAN KARYAWAN BERBASIS WEBSITE PADA PT. ETERNITY TECH INTERNATIONAL Wahid Amin Samsudin1. Andi Iwan Nurhidayat2 Program Studi Manajemen Informatika. Universitas Negeri Surabaya Surabaya. Indonesia 20077@mhs. 2andyL34K5@gmail. AbstrakAi Perusahaan mengalami tantangan dalam menentukan kandidat karyawan yang sesuai di tengah era globalisasi dan meningkatnya intensitas persaingan bisnis. Proses seleksi karyawan yang efektif dan efisien sangat penting untuk keberlangsungan dan kemajuan bisnis. PT. Eternity Tech International adalah perusahaan teknologi yang berfokus pada inovasi dan perancangan dibidang IT. Mereka menyadari bahwa kinerja perusahaan secara keseluruhan dipengaruhi oleh kualitas karyawan yang dipilih saat ini. PT. Eternity Tech Internasional menghadapi masalah dalam proses seleksi penerimaan karyawan, seperti ketidakakuratan dan ketidakefektifan dalam memilih kandidat terbaik untuk posisi yang tersedia. Penelitian ini menyarankan penggunaan metode Simple Additive Weighting (SAW) saat merancang aplikasi sistem pendukung keputusan berbasis website. Metode SAW dipilih karena dapat mengolah berbagai kriteria penilaian secara menyeluruh dan menghasilkan hasil yang objektif. Aplikasi ini akan menggabungkan kemampuan teknis, pengalaman kerja, soft skills, dan pendidikan ke dalam satu platform yang dapat diakses oleh tim rekrutmen. Aplikasi ini, yang dirancang dengan metode SAW, diharapkan dapat meningkatkan ketepatan dan efektivitas proses pemilihan karyawan dan memastikan bahwa kandidat yang dipilih sesuai dengan kebutuhan dan budaya perusahaan. Perancangan aplikasi berbasis website ini menggunakan teknologi PHP dan MySQL sebagai databasenya. Hasil dari pengujian mengindikasikan bahwa sistem mencapai tingkat ketepatan sebesar 80% dalam mencocokkan hasil seleksi dengan keputusan HRD. Akurasi ini menunjukkan bahwa metode SAW dapat menjadi alternatif yang andal untuk mendukung pengambilan keputusan dalam proses seleksi karyawan, meskipun masih terdapat ruang untuk perbaikan dalam menyelaraskan hasil sistem dengan penilaian Pengujian menunjukkan akurasi sebesar 80%, yang berarti 4 dari 5 karyawan yang terdaftar dalam sistem menghasilkan keputusan yang sesuai dengan keputusan HRD. Dengan demikian, penulis berharap pada penelitian ini dapat memberikan dampak positif bagi PT. Eternity Tech International. Kata KunciAi Sistem Pendukung Keputusan. Seleksi Karyawan. Metode e Simple Additive Weighting. PT. Eternity Tech International, website. AbstractAi Companies face challenges in selecting the right employees in the era of globalization and increasingly intense business competition. An effective and efficient employee selection process is crucial for the sustainability and growth of the business. PT. Eternity Tech International is a technology company focused on innovation and design in the IT sector. They recognize that the company's overall performance is influenced by the quality of employees selected. Currently. PT. Eternity Tech International is experiencing issues in the employee selection process, such as inaccuracies and inefficiencies in choosing the best candidates for available positions. This study suggests using the Simple Additive Weighting (SAW) method to design a decision support system application based on a website. The SAW method was chosen because it can process various evaluation criteria comprehensively and produce objective results. This application integrates technical skills, work experience, soft skills, and education into a single platform accessible by the recruitment team. The application, designed with the SAW method, is expected to enhance the accuracy and effectiveness of the employee selection process and ensure that the selected candidates align with the company's needs and culture. The website-based application design employs PHP technology and MySQL as its database. Testing results indicate that the system achieved an accuracy rate of 80% in matching selection results with HR decisions. This accuracy demonstrates that the SAW method can be a reliable alternative to support decision-making in the employee selection process, although there is still room for improvement in aligning system results with manual assessments. The test results indicate that the system achieved an accuracy rate of 80% accuracy rate, meaning that 4 out of 5 registered candidates in the system produced decisions consistent with HR. Thus, the author hopes this research will positively impact PT. Eternity Tech International. KeywordsAi Decision Support System. Employee Selection. Simple Additive Weighting Method. PT. Eternity Tech International. Website. PENDAHULUAN Sumber daya manusia (SDM) adalah aset penting bagi perusahaan, karena SDM berperan sebagai penggerak utama dalam operasional perusahaan. Kualitas SDM sangat menentukan tingkat keunggulan perusahaan, terutama dalam merumuskan strategi bisnis yang efektif untuk mendukung kelancaran proses operasional. SDM yang berkualitas memiliki kemampuan untuk bertindak cepat, tepat, serta mampu menghasilkan ide-ide inovatif. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh faktor pendidikan, usia, dan kesehatan yang dimiliki oleh karyawan di sebuah perusahaan. Proses mendapatkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan memerlukan waktu yang cukup lama, mulai dari menentukan kriteria yang relevan hingga melaksanakan serangkaian tes sebagai dasar dalam pengambilan keputusan selama seleksi karyawan. Salah satu tantangan utama yang sering dihadapi perusahaan adalah kesulitan dalam menyelenggarakan proses seleksi penerimaan karyawan secara efektif. Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi sistem rekrutmen yang baru, dibutuhkan sebuah sistem yang dapat menilai kemampuan calon karyawan serta menempatkan karyawan yang terpilih sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Sistem yang dikembangkan merupakan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang berfungsi untuk memberikan rekomendasi secara akurat. Sistem rekrutmen ini menggunakan sejumlah indikator atau variabel sebagai dasar dalam menghasilkan rekomendasi. Indikator-indikator tersebut akan dianalisis menggunakan metode yang relevan, yaitu Simple Additive Weighting (SAW), yang diterapkan dalam penelitian . Simple Addictive Weighting didasarkan pada nilai acuan dan bobot preferensi yang telah ditentukan, sehingga memungkinkan untuk melakukan evaluasi yang lebih akurat, dan SAW juga memilih alternatif terbaik dari serangkaian alternatif yang ada berdasarkan: Hal ini karena Anda dapat memilih di antara opsi-opsi tersebut. Proses pemeringkatan menentukan bobot setiap atribut untuk menghasilkan rekomendasi terbaik dari hasil sistem seleksi karyawan baru . Metode Simple Additive Weighting (SAW), atau dikenal sebagai metode penjumlahan berbobot, sering digunakan untuk menjelaskan konsep dasar metode ini. Inti dari metode SAW adalah menghitung jumlah kinerja berbobot dari setiap alternatif terhadap semua kriteria yang ada. Metode ini direkomendasikan untuk menyelesaikan permasalahan dalam sistem pengambilan keputusan yang melibatkan berbagai Prinsip utama SAW adalah menghitung total bobot kinerja untuk setiap alternatif berdasarkan seluruh SAW, sebagai metode penjumlahan berbobot, merupakan salah satu teknik yang paling umum diterapkan dalam menghadapi situasi pengambilan keputusan yang . Mengimplementasikan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis metode (SAW). PT. Eternity Tech International bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan dalam memilih karyawan yang mempunnyai kompetensi, keterampilan, dan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan. Langkah ini diharapkan mampu membantu perusahaan membangun tim yang solid dan berkinerja optimal, sekaligus menjaga daya saingnya di pasar yang semakin dinamis dan kompetitif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan sistem pendukung keputusan berbasis web yang dapat diakses dengan mudah dan dirancang agar penggunaannya simpel bagi para pengguna. Sistem ini diharapkan mampu menjadi solusi yang mendukung proses seleksi karyawan secara lebih efektif dan efisien, serta menyajikan informasi yang transparan dan objektif bagi pihak perusahaan. Dengan demikian, sistem ini diharapkan dapat menjadi alat yang dapat diandalkan untuk menilai kandidat karyawan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dan mendukung pengambilan keputusan secara II. LANDASAN TEORI Penelitian Terdahulu . Limbong. dalam penelitiannya yang berjudul AuImplementation of an Employee Acceptance Decision Support System Using the Simple Additive Weighting (SAW) Method at the Musda Perbaungan Private Vocational SchoolAy meneliti berbagai faktor yang memengaruhi proses penerimaan karyawan di SMK Swasta MUSDA Perbaungan. Faktor-faktor tersebut mencakup pendidikan, pengalaman kerja. IPK, usia, hasil wawancara, dan . Uni Anzar Wati. Relita Buaton, dan I Gusti Prahmana . , dalam penelitian berjudul AuEmployee Selection Decision Support System The Best Marketing at SMK Dwiwarna Medan Using the Simple Additive Weighting Method,Ay mengembangkan sebuah sistem pendukung keputusan yang dirancang untuk memilih karyawan pemasaran terbaik guna menerima bonus berdasarkan kinerjanya. Sistem ini menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk mengevaluasi setiap karyawan pemasaran dan menentukan hasil akhir secara objektif. Setyawan. Arini. , & Akhlis. , dalam penelitian berjudul AuComparative Analysis of Simple Additive Weighting Method and Weighted Product Method to New Employee Recruitment Decision Support System (DSS) at PT. Warta Media Nusantara,Ay menemukan bahwa untuk mengatasi masalah kesalahan dalam proses pengambilan keputusan terkait perekrutan karyawan baru di PT. Warta Media Nusantara, diperlukan penerapan Metode Pengambilan Keputusan Multi Atribut (MADM). Penelitian ini menggunakan kriteria seperti hasil wawancara, uji lapangan, tes psikologis, dan pemeriksaan medis sebagai dasar pengambilan keputusan. Subchan. Siswosuharjo. , & Yulia. dalam penelitian berjudul AuA Decision Support System Using a Simple Additive Weighting Method to Make the Production Division of PT. Indofood Fortuna Makmur's Employee Selection Process More SimpleAy mengungkapkan bahwa sistem informasi di PT. Indofood Fortuna Makmur masih dilakukan secara manual, terutama dalam proses pemilihan Hal ini menyebabkan hasil evaluasi menjadi kurang akurat dan tidak efektif, sehingga diperlukan pengembangan sistem untuk meningkatkan kinerja proses seleksi karyawan. Ariyanto. , & Ryansyah. , dalam penelitian berjudul AuDecision Support System for Selecting the Best Employee at PT Bank Digital BCA Using SAW Method,Ay menyimpulkan bahwa diperlukan sistem pendukung keputusan untuk mendukung proses seleksi karyawan. Sistem ini dirancang untuk menghitung nilai berdasarkan seluruh kriteria yang telah ditentukan. Penelitian ini menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW), yang berfungsi untuk menghitung total bobot dalam studi kasus pemilihan karyawan terbaik di PT Bank Digital BCA. Dasar teori . Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan sistem informasi yang dirancang untuk menyajikan data, melakukan pemodelan, serta memanipulasi informasi. Definisi lainnya menyebutkan bahwa SPK adalah sistem pelengkap yang membantu dalam analisis data secara ad hoc serta pemodelan keputusan, dengan penekanan pada perencanaan jangka Dengan demikian. SPK dapat diartikan sebagai sistem berbasis model yang mengandalkan prosedur untuk memproses data dan mempertimbangkannya dalam membantu pengambilan keputusan oleh pimpinan. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dirancang untuk memfasilitasi setiap tahapan dalam proses pengambilan keputusan, mulai dari mengidentifikasi masalah, memilih data yang tepat, menentukan strategi yang akan digunakan, hingga mengevaluasi opsi yang tersedia. Dalam penerapannya, terdapat berbagai metode yang dapat digunakan untuk menunjang proses tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW), yang dirancang untuk menyederhanakan proses evaluasi dan pengambilan . Wesbite: Wesbite adalah halaman web atau sekumpulan halaman web yang saling terhubung, memungkinkan orang di seluruh dunia mengaksesnya selama mereka terhubung ke jaringan internet. Setiap halaman web memiliki URL (Uniform Resource Locato. Jenis informasi yang berbeda dapat ditemukan di situs web, seperti teks, gambar, video, dan audio. Website terdiri dari dua komponen utama: sisi klien 14 dan sisi server. Fungsi utamanya adalah untuk menyediakan informasi kepada pengguna internet. LARAVEL: Laravel adalah salah satu kerangka kerja yang dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan sering digunakan dalam pengembangan aplikasi berbasis Kehadirannya membuat pengembangan menggunakan PHP menjadi lebih efisien dan terstruktur. Laravel menerapkan pola arsitektur MVC (Model-ViewControlle. , yaitu pendekatan yang memisahkan antara logika data, tampilan, dan kontrol dalam aplikasi. Framework ini menyediakan berbagai fitur penting seperti sistem autentikasi, pengujian dan debugging, manajemen routing, mesin template Blade, serta integrasi dengan Composer untuk manajemen dependensi . PHP: PHP atau Preprocessor Hypertext adalah bahasa script pemograman yang digunakan untuk membuat website. Ini adalah bahasa pemograman yang sangat populer karena mudah digunakan dan bersifat opensource. Secara umum, fungsi PHP atau Preprocessor Hypertext digunakan untuk membuat baik website statis maupun dinamis. Database: Basis data adalah sekumpulan informasi yang disusun secara terstruktur dan dapat diakses, dikelola, serta dimodifikasi dengan mudah melalui sistem manajemen basis data (DBMS - Database Management Syste. Basis data berfungsi untuk menyimpan data secara digital, sehingga dapat dimanfaatkan dalam proses pengolahan, analisis, dan pengambilan keputusan. Teknis Pengelolaan Database. Desain Skema: Menentukan tabel, kolom, tipe data, dan relasi antar Implementasi DBMS: Menggunakan perangkat lunak seperti MySQL. PostgreSQL, atau MariaDB untuk menyimpan dan mengelola data. CRUD Operation: Melakukan Create . Read . Update . , dan Delete . Query SQL: Bahasa standar seperti SQL digunakan untuk memanipulasi data. Keamanan dan Backup: Memberikan akses terbatas berdasarkan peran serta melakukan pencadangan data untuk mencegah kehilangan. MySQL: MySQL adalah sistem manajemen basis data berbasis SQL yang bersifat open source dan digunakan untuk mengelola data dalam database secara efisien. Tiga orang Swedia bernama David Axmark. Allan Larsson, dan Michael Widenius adalah pendiri MySQL. Pada tahun 1994, perusahaan asal Swedia bernama MySQL AB mengembangkan program Pada 23 Mei 1995, versi stabil pertama MySQL muncul setelah kurang lebih satu tahun pengembangan . Black Box Testing: Pengujian black box merupakan metode pengujian yang berfokus pada tampilan antarmuka perangkat lunak. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk menilai apakah output yang dihasilkan sesuai dengan input yang diberikan, tanpa perlu mengetahui atau menganalisis struktur internal dari kode sumber yang digunakan dalam proses pengembangan sistem. Metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode ini, yang juga disebut metode penjumlahan terbobot, berlandaskan pada konsep menjumlahkan bobot dari performa tiap alternatif untuk semua atribut yang dipertimbangkan. Metode SAW telah terbukti efisien dalam mendukung proses pengambilan keputusan, meskipun hanya alternatif dengan nilai tertinggi yang akan dipilih sebagai solusi terbaik. Untuk memastikan hasil perhitungannya tepat, alternatif yang dipilih harus sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan metode lain. SAW memiliki keunggulan tersendiri karena proses perhitungannya relatif cepat. Metode ini membutuhkan proses normalisasi terhadap matriks keputusan (X) ke dalam suatu skala yang memungkinkan semua nilai rating dapat dibandingkan secara setara. Identifikasi Kriteria SAW dalam Seleksi Karyawan: Proses identifikasi Menentukan kriteria yang tepat dan signifikan dalam metode SAW (Simple Additive Weightin. untuk proses seleksi karyawan merupakan langkah awal yang sangat penting. Kriteria yang dipilih akan menentukan kualitas hasil keputusan. Berikut adalah langkah-langkah sistematis dalam mengidentifikasi kriteria tersebut: 1. Analisis Kebutuhan Jabatan (Job Requirements Analysi. adalah proses untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan kompetensi, kualifikasi, tanggung jawab, serta karakteristik yang dibutuhkan dari seorang individu agar dapat menjalankan suatu posisi pekerjaan secara efektif. Dalam konteks seleksi karyawan menggunakan metode SAW, analisis ini bertujuan untuk menentukan kriteria yang relevan yang akan dimanfaatkan dalam proses evaluasi nilai dan Proses menentukan pilihan. Menentukan kriteria awal, proses awal dalam penerapan metode SAW yang bertujuan untuk menyusun daftar kriteria yang akan digunakan sebagai dasar penilaian terhadap calon karyawan. Kriteria ini merupakan faktor-faktor penting dan relevan yang mencerminkan kualitas, kemampuan, 18 dan kesesuaian seorang kandidat dengan posisi yang ditawarkan. Tanpa kriteria yang tepat, metode SAW tidak dapat menghasilkan keputusan yang akurat atau adil, karena penilaian alternatif . alon karyawa. sangat bergantung pada kriteria dan bobotnya. Validasi kriteria adalah proses untuk memastikan bahwa kriteria-kriteria yang telah ditentukan dalam metode SAW benar-benar relevan, akurat, dan layak digunakan dalam proses penilaian dan pengambilan keputusan seleksi karyawan. Validasi dilakukan agar setiap kriteria: Sesuai dengan tujuan seleksi. Mampu membedakan kualitas calon karyawan, dan Tidak tumpang tindih atau bersifat bias. Pemberian bobot adalah proses dalam metode SAW untuk menentukan tingkat kepentingan relatif dari setiap kriteria yang digunakan dalam menilai dan menyeleksi calon karyawan. Bobot dinyatakan dalam bentuk angka . iasanya dalam skala 0 sampai 1 atau dalam persentas. , yang menunjukkan seberapa besar pengaruh masing-masing kriteria terhadap keputusan akhir. 19 Dengan kata lain, semakin tinggi bobot suatu kriteria, semakin besar peranannya dalam menentukan siapa calon karyawan terbaik. Metode Simple Additive Weighting (SAW), yang dikenal sebagai metode penjumlahan berbobot, memiliki prinsip dasar berupa menjumlahkan bobot dari nilai kinerja masing-masing alternatif terhadap semua atribut yang tersedia. Metode ini digunakan untuk Mendukung proses penentuan keputusan dalam suatu permasalahan, di mana alternatif dengan bobot nilai tertinggi dipilih sebagai solusi yang paling optimal. Agar metode SAW menghasilkan perhitungan yang akurat, alternatif yang dipilih harus memenuhi kriteria yang telah Keunggulan metode ini terletak pada efisiensinya, karena proses perhitungannya membutuhkan waktu yang relatif Sebelum digunakan, metode SAW memerlukan normalisasi matriks keputusan (X) ke dalam skala yang memungkinkan perbandingan semua rating dari alternatif yang tersedia . Langkah-langkah metode Simple Additive Weighting (SAW) meliputi penentuan kriteria keputusan, pemberian rating kecocokan untuk setiap alternatif, pembuatan matriks keputusan yang kemudian dinormalisasi sesuai jenis atribut . euntungan atau biay. , serta perankingan melalui penjumlahan hasil perkalian matriks ternormalisasi dengan bobot untuk menentukan alternatif terbaik berdasarkan nilai . Metode Simple Additive Weighting (SAW) Metode ini menawarkan sejumlah keunggulan, seperti menyediakan model yang sederhana dan mudah dipahami, serta fleksibel untuk diterapkan pada berbagai permasalahan yang bersifat tidak terstruktur. Selain itu, metode ini mencerminkan pola pikir alami dalam mengelompokkan elemen-elemen sistem ke dalam berbagai tingkat atau level yang berbeda. Metode ini juga menyediakan skala pengukuran serta cara untuk menetapkan tingkat prioritas. Di samping itu. SAW memungkinkan evaluasi terhadap konsistensi logis dari pertimbangan yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan, memberikan pandangan menyeluruh terhadap berbagai alternatif, serta menyediakan alat evaluasi yang sesuai dengan sudut pandang masing-masing individu tanpa paksaan. Metode ini juga membantu individu atau kelompok untuk mempertajam kemampuan logika dan intuisi mereka dalam menangani permasalahan yang dirumuskan. Sebagai acuan penilaian, perusahaan memberikan kriteria dan bobot tertentu. Berikut merupakan tabel bobot kriteria. Kode Kriteria Soal Psikotes Soal Soft Skill Terorisme Radikalisme Pengalaman Kerja Bobot Keterangan Benefit Benefit Benevit Benevit Cost Cost Tabel Kriteria Berikut merupakan bobot subkriteria. petapan nilai bobot subkriteria dari masing-masing kriteria menggunakan rentang nilai bobot dari 1 Ae 100. Penjelasan: A ycIycn,j : Nilai rating kinerja dari setiap alternativ. A ycuycnyc: Nilai kinerja dari setiap rating A ycoycaycuycnyc Nilai terbesar dari kriteria A ycoycnycuycnyc: Nilai terkecil dari kriteria Dimana rij merupakan rating kinerja ternormalisasi dari alternatif Ai pada atribut Cj. i=1,2,A,m dan j=1,2,A,n. Nilai preferensi di setiap alternatif (V. diberikan sebagai: Penjelasan: A Vi = Nilai terakhir dari setiap alternatif A Wj = Bobot yang telah ditetapkan A rij = Normalisasi matriks Nilai Vi yang lebih tinggi mengindikasikan bahwa alternatif Ai lebih terpilih. Kriteria Soal Psikotes Soal Soft Skil Terorisme Subkriteria Sangat Baik Baik Cukup Buruk Sangat Buruk Sangat Baik Baik Cukup Buruk Sangat Buruk Sangat Baik Baik Cukup Buruk Sangat Buruk Sangat Baik Bobot Radikalisme Pengalaman Kerja Baik Cukup Buruk Sangat Buruk Sangat Baik Baik Cukup Buruk Sangat Buruk Sangat Baik Baik Cukup Buruk Sangat Buruk Tabel Sub Kriteria i. METODOLOGI PENELITIAN Dibawah ini merupakan gambar alur penelitian: dilakukan dengan menganalisis tentang proses seleksi karyawan yang dinilai kurang efektif oleh pt eternity. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa impelentasi spk dalam seleksi karyawan yang dikembangkan ini memang telah sesuai dan dapat digunakan dengan tepat. Studi Literatur Studi literatur ini bertujuan sebagai dasar pembelajaran untuk penelitian yang sedang dilaksanakan oleh peneliti karena hal tersebut membantu peneliti melakukan penelitian lebih Peneliti mengambil dari jurnal, website, skripsi, karya ilmiah dan artikel yang berhubungan dengan implementasi sitem pendukung keputusan seleksi karyawan . Oleh karena itu, diharapkan dapat bermanfaat bagi peneliti dan juga PT. Eternity Tech International. Pengumpulan Data Setelah masalah teridentifikasi, peneliti melaksanakan pengumpulan data dengan tujuan memperoleh informasi yang relevan, akurat, dan sesuai dengan pertanyaan penelitian. Pada tahap ini, peneliti menggunakan dua metode pengumpulan Wawancara dilakukan sebagai metode pengumpulan data guna memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam penelitian mengenai sistem pendukung keputusan untuk seleksi karyawan, peneliti melakukan wawancara langsung dan sesi tanya jawab dengan salah satu perwakilan pihak pt eternity. Observasi Peneliti melakukan observasi dilapangan langsung untuk melengkapi data dan informasi dari wawancara. Hal ini dilakukan bertujuan untuk memeperoleh data yang lebih lengkap dan akurat. Implementasi Metode waterfall Penelitian ini menerapkan metode Waterfall dalam proses rekayasa perangkat lunak. Metode ini mencakup sejumlah tahapan berurutan yang dimulai dari identifikasi kebutuhan sistem, kemudian dilanjutkan dengan tahap analisis, perancangan . , penulisan kode . , pengujian . , dan diakhiri dengan tahap pemeliharaan . Model Waterfall dipilih karena memiliki alur proses yang bersifat berurutan, di mana setiap tahap harus diselesaikan secara menyeluruh sebelum melanjutkan ke tahap Gambar Alur Penelitian Diagram alur penelitian menggambarkan langkah-langkah yang diambil untuk mendukung jalannya proses penelitian, sehingga penelitian dapat dilakukan secara lebih terarah dan Berikut adalah penjelasan mengenai tahapantahapan tersebut dalam perancangan sistem. Identifikasi masalah Pada tahap awal, setelah menentukan topik penelitian, peneliti mulai dengan mengidentifikasi permasalahan yang akan diteliti. Identifikasi masalah menjadi bagian yang penting dalam melakukan penelitian. Identifikasi masalah dapat diartikan menjelaskan masalah dan membuat penjelasan yang dapat diukur. Dalam penelitian ini proses identifikasi masalah dilakukan melalui analisis. Proses identifikasi masalah Gambar Metode Waterfall Berikut ini merupakan tahapan-tahapan dalam metode yang diterapkan proses pengembangan perangkat lunak: Analisis Kebutuhan Tahapan ini dilakukan dengan tujuan untuk menghimpun informasi yang diperlukan sebagai dasar dalam proses pengembangan sistem. Terkait kebutuhan perangkat lunak, di mana peneliti harus memahami apa saja yang diperlukan. Tujuan utamanya adalah merangkum kebutuhan dan keinginan dari pihak yang terkait. Desain Sistem Pada tahap ini, desain sistem dirancang berdasarkan kebutuhan pengguna yang telah diidentifikasi. Proses perancangan menggunakan Unified Modelling Language (UML) dengan memanfaatkan diagram seperti use case, class diagram, dan activity diagram. Implementasi Tahapan implementasi melibatkan pengembangan sistem pemrograman PHP, dengan MySQL sebagai media penyimpanan data. Pengujian Sistem Pada tahap pengujian, dilakukan serangkaian uji coba guna menilai sejauh mana sistem yang telah dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan dan berfungsi sesuai dengan yang Tujuannya adalah memastikan bahwa data masukan . menghasilkan keluaran . yang sesuai sehingga sistem dapat berfungsi dengan optimal. Pemeliharaan Tahapan ini bertujuan untuk menilai apakah hasil akhir sistem sesuai dengan proses yang telah dirancang sebelumnya. Pemeliharaan juga mencakup tanggung jawab memastikan sistem berjalan dengan lancar dan meningkatkan performanya jika diperlukan. Analisa Kebutuhan Peneliti mengindentifikasi masalah dan menganalisa kebutuhan sistem. Tahap ini terdiri dari 2 role yaitu Admin dan juga User beserta hak akses ke dalam sistem website. No. Role Hak Akses Login Melihat data pelamar Atau Admin Menambahkan Tes Soal Melihat Nilai Login Menampilkan Tampilan CV User Menampilkan Tampilan Soal Mengerjakan soal Melihat nilai dan hasil Tabel Hak Akses Desain Sistem Dalam tahapan ini, peneliti membuat perancangan sistem dalam pembuatan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dalam seleksi karyawan, berikut adalah beberapa rancangan sistem yang telah dibuat oleh peneliti dalam pembuatan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) Seleksi Karyawan. Flow Chart User Tahap perancangan sistem diagram Flowchart User. Berikut adalah perancangan diagram Flowchart User : Gambar Flow Chart User User memulai dengan mengakses halaman login, lalu jika belum memiliki akun akan melakukan registrasi, setelah itu login ke sistem, mengunggah CV, mengerjakan soal seleksi, dan akhirnya dapat melihat nilai yang diperolehnya sebelum proses berakhir. Flowchart Admin Tahap perancangan sistem diagram Flowchart Admin. Berikut adalah perancangan diagram Flowchart Admin: Gambar Use Case Seleksi Karyawan Use case diagram tersebut menggambarkan sistem pendukung keputusan seleksi penerimaan karyawan, di mana aktor Admin dapat melakukan seluruh proses seleksi mulai dari menyeleksi CV, membuat soal, menilai hasil, memvalidasi dengan metode SAW, hingga menentukan kelulusan, sedangkan User hanya dapat mengerjakan soal dan melihat nilai, dengan semua aktivitas diawali oleh proses Login. Actifity Diagram User Gambar Flowchart Admin Diagram Flow chart untuk admin tersebut menggambarkan proses seleksi pengguna yang dimulai dari login, menyeleksi CV, membuat soal, menilai pengerjaan soal pengguna, memvalidasi nilai menggunakan metode SAW, hingga menentukan apakah pengguna lolos atau tidak, yang kemudian diakhiri dengan proses selesai . Use case Tahap perancangan diagram ini sangat penting. Use case diagram adalah bentuk gambaran sistem dengan user. Berikut adalah perancangan use case diagram: Gambar Activity Diagram User Activity Diagram merupakan diagram dalam UML (Unified Modeling Languag. berguna untuk merepresentasikan proses sebuah sistem. Diagram ini memberikan gambaran visual yang membantu memahami bagaimana aktivitas berlangsung dalam Berikut adalah perancangan Activity Diagram: Diagram ini menunjukkan alur proses interaksi antara pengguna (USER) dan sistem (SISTEM), dimulai dari login, validasi akses, unggah CV, pemilihan soal, pengerjaan soal, hingga memperoleh nilai akhir. Setiap tahap mencakup respons dan proses yang dilakukan sistem untuk mendukung tindakan Class Diagram Class Diagram merupakan diagram yang digunakan untuk memodelkan struktur basis data dalam proses perancangan. Diagram ini berfungsi memberikan gambaran rinci mengenai berbagai kelas yang terdapat dalam sistem. Berikut adalah penjelasan mengenai Class Diagram. Actifity Diagram Admin Gambar Clas Diagram Class diagram tersebut menggambarkan empat entitas utama: Admin dengan atribut seperti nama. ID, username, email, password, serta kemampuan untuk mengelola soal dan nilai. User dengan atribut serupa seperti Admin tetapi juga mencakup nilai dan soal yang dikerjakan. Nilai Kriteria yang berisi jenis kriteria, bobot, dan keterangan untuk penilaian. Tes Soal yang terdiri dari ID soal, nama soal, dan nomor soal. Diagram ini menunjukkan hubungan antara Admin. User, dan komponen penilaian serta soal dalam sebuah sistem. Gambar Activity Diagram Admin Diagram aktivitas tersebut menunjukkan alur kerja admin dalam sistem, yang diawali dengan proses login dan dilanjutkan dengan validasi akses, kemudian memilih data pelamar untuk diseleksi, melakukan proses perhitungan, dan akhirnya menampilkan nilai perangkingan, sementara jika login tidak valid, admin akan kembali ke tampilan beranda. Sequence Diagram Admin Sequence diagram user menggambarkan alur interaksi antara user dan sistem, mulai dari login, unggah CV, mengikuti ujian, melihat hasil, hingga logout otomatis setelah sesi Struktur Data Base Gambar Sequence Diagram Admin Sequence diagram untuk admin menggambarkan urutan interaksi antara admin dan sistem, yang menunjukkan bagaimana setiap proses dijalankan secara berurutan sesuai dengan fungsionalitas yang dibutuhkan, mulai dari login, melihat data pelamar, memulai proses seleksi . erhitungan dan perankinga. , menampilkan hasil seleksi, hingga logout dari Sequance Diagram User Gambar Sequance Diagram Use Gambar Struktur Data Base Struktur database sistem ini, dimulai dengan perancangan untuk mendukung proses seleksi dan evaluasi calon karyawan berdasarkan kriteria yang ditentukan. Implementasi Sistem Tahap implementasi Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk seleksi karyawan di PT. Eternity berbasis website diimplementasikan dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Dalam proses ini, peneliti menggunakan bahasa pemrograman PHP, memanfaatkan Visual Studio Code sebagai text editor. XAMPP untuk menjalankan aplikasi pada server lokal, dan MySQL sebagai media penyimpanan data. Pengujian Sistem Setelah sistem selesai dikembangkan, peneliti melanjutkan ke tahap uji coba dengan metode pengujian Black Box. Tahapan ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana pemakaian sistem yang telah rancang. Pengujian dilakukan supaya Memastikan bahwa input yang dimasukkan menghasilkan output yang tepat, sehingga sistem dapat berjalan dengan maksimal dan sesuai dengan tujuannya. Perbaikan Sistem Perbaikan sistem fungsional tujuannya sebelum launching produk tidak adanya kesalahan fungsional atau bug aplikasi. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A) Hasil Pembahasan Tampilan Home Tahapan Pendaftaran Gambar Tahapan Pendaftaran Gambar Dashboard Home Tampilan Home Seleksi Karyawan pada PT Eternity Tech International dirancang sebagai pusat informasi dan navigasi utama bagi tim HR dalam mengelola rekrutmen secara efisien, cepat, dan akurat. Dengan desain yang modern, responsif, dan user-friendly, halaman ini memungkinkan pengguna untuk mengakses data rekrutmen secara real-time serta memantau seluruh proses seleksi dengan mudah. Tentang / About Gambar About Tampilan About / Tentang Seleksi Karyawan dalam sistem rekrutmen PT Eternity Tech International dirancang untuk memberikan informasi lengkap mengenai proses, visi, dan standar seleksi karyawan di perusahaan. Halaman ini bertujuan untuk memperkenalkan sistem seleksi yang transparan, objektif, dan berbasis kompetensi guna memastikan bahwa PT Eternity Tech International mendapatkan talenta terbaik yang sesuai dengan budaya perusahaan. Tampilan Tahapan Seleksi Karyawan pada sistem rekrutmen PT Eternity Tech International dirancang untuk memberikan transparansi dan kemudahan bagi kandidat dalam memahami dan mengikuti proses seleksi. Halaman ini memuat informasi detail mengenai setiap tahapan seleksi, mulai dari pendaftaran online hingga seleksi akhir, dengan navigasi yang interaktif dan user-friendly. FAQ Gambar FAQ Tampilan FAQ (Frequently Asked Question. dalam sistem rekrutmen PT Eternity Tech International dirancang untuk memberikan sebuah informasi yang pasti dan mudah digunakan oleh para kandidat serta pengguna lainnya. Halaman ini berisi kumpulan pertanyaan umum yang sering diajukan mengenai proses seleksi, teknis pendaftaran, dan kebijakan perusahaan, serta jawaban. Tampilan Admin Gambar Master User Admin Gambar Login Admin Tampilan Login Admin di sistem rekrutmen PT Eternity Tech International dirancang untuk memberikan antarmuka yang aman, efisien, dan mudah digunakan oleh para administrator HR dalam mengelola proses seleksi karyawan. Halaman login ini memprioritaskan keamanan, akses yang cepat, dan desain yang intuitif agar admin dapat dengan mudah mengelola akun, lowongan pekerjaan, kandidat, dan proses rekrutmen lainnya. Tampilan Master User Admin di PT Eternity Tech International merupakan tampilan yang berfungsi untuk memberikan kontrol penuh kepada admin dalam hal penambahan, pengeditan, atau penghapusan akun serta manajemen peran dan hak akses di dalam sistem. Dengan sistem yang terstruktur, halaman ini memastikan keamanan dan organisasi data pengguna yang lebih baik. Gambar Master Kriteria Gambar Dashboard Admin Tampilan Dashboard Admin di PT Eternity Tech International merupakan tampilan utama yang digunakan oleh admin atau tim HR untuk mengelola dan memantau proses rekrutmen. Dashboard ini berfungsi sebagai pusat kontrol, memberikan admin akses cepat ke data dan informasi yang relevan, serta memungkinkan mereka untuk mengelola berbagai tahapan dalam proses seleksi karyawan. Desain dashboard ini dirancang agar intuitif, efisien, dan mudah digunakan. Tampilan Master Kriteria Admin di PT Eternity Tech International merupakan tampilan yang digunakan oleh admin untuk mengelola kriteria seleksi yang akan diterapkan selama proses rekrutmen dan seleksi karyawan. Halaman ini sangat penting karena memungkinkan admin untuk mengonfigurasi parameter-parameter kunci yang digunakan untuk menilai dan memilih kandidat yang sesuai dengan posisi yang tersedia. Kriteria seleksi ini bisa meliputi kualifikasi pendidikan, keterampilan teknis, pengalaman kerja, serta soft skills dan Dengan desain yang user-friendly, halaman ini memungkinkan admin untuk menambahkan, mengedit, menghapus, dan menyesuaikan kriteria seleksi sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Gambar Master Sub Kriteria Gambar Riwayat Pengisian Tampilan Master Sub Kriteria Admin di PT Eternity Tech International merupakan tampilan yang digunakan oleh admin untuk mengelola sub-kriteria yang mendetail dalam sistem seleksi karyawan. Sub-kriteria ini digunakan untuk memperinci dan mengelompokkan kriteria seleksi lebih lanjut, memberikan sistem seleksi yang lebih mendalam dan spesifik untuk menilai kemampuan kandidat pada berbagai aspek. Tampilan Riwayat Pengisian Soal di PT Eternity Tech International merupakan halaman yang dirancang untuk memberikan rekaman lengkap tentang setiap pengisian atau perubahan yang dilakukan pada soal-soal ujian dalam sistem seleksi karyawan. Halaman ini sangat penting untuk memastikan transparansi, keamanan, dan pengelolaan data yang akurat terkait dengan soal-soal yang digunakan dalam proses seleksi. Gambar Master Soal Admin Gambar Perangkingan Tampilan Master Soal Admin di PT Eternity Tech International merupakan tampilan yang digunakan oleh admin untuk mengelola soal ujian yang akan digunakan dalam proses seleksi Halaman ini memungkinkan admin untuk membuat, mengedit, dan mengelola soal-soal ujian yang akan diujikan kepada kandidat selama tahap seleksi akademik atau tes Tampilan Perangkingan Seleksi Karyawan di PT Eternity Tech International merupakan halaman yang memungkinkan admin untuk melihat dan mengelola peringkat kandidat yang mengikuti seleksi berdasarkan hasil ujian, keterampilan, dan kriteria evaluasi lainnya. Halaman ini membantu admin untuk memantau kinerja kandidat selama proses seleksi dan memastikan bahwa pemilihan kandidat terbaik dilakukan secara objektif dan transparan. Tampilan User Gambar Data User Gambar Tampilan User Tampilan User Register Seleksi Karyawan di PT Eternity Tech International merupakan halaman yang memungkinkan calon kandidat untuk mendaftar dan membuat akun pada sistem Halaman ini dirancang untuk memberikan pengalaman pendaftaran yang mudah, jelas, dan terstruktur, serta memastikan bahwa kandidat dapat mengikuti proses seleksi dengan lancar. Gambar User Dashboard Tampilan Dashboard User Seleksi Karyawan di PT Eternity Tech International merupakan halaman utama yang dilihat oleh calon kandidat setelah mereka berhasil mendaftar dan masuk ke dalam sistem seleksi. Halaman ini memberikan gambaran umum tentang status pendaftaran, informasi lowongan pekerjaan, tahapan seleksi, dan hasil evaluasi kandidat. Desain dashboard ini dibuat untuk memberikan experience pengguna yang informatif, terorganisir, dan mudah dinavigasi. Tampilan Data User Seleksi Karyawan di PT Eternity Tech International merupakan halaman yang menampilkan informasi lengkap mengenai calon kandidat yang telah mendaftar dan mengikuti proses seleksi. Halaman ini ditujukan untuk pihak admin atau tim HR untuk memonitor, mengelola, dan menganalisis data setiap kandidat yang terlibat dalam seleksi. Tampilan ini mempermudah pengelolaan informasi pendaftar dan memungkinkan admin untuk melakukan evaluasi yang lebih baik selama proses rekrutmen. Gambar Pengerjaan Tes Tampilan Pengerjaan Tes Seleksi Karyawan di PT Eternity Tech International merupakan halaman yang digunakan oleh kandidat untuk mengikuti tes seleksi yang diadakan sebagai bagian dari proses rekrutmen. Halaman ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang terstruktur, user-friendly, dan informatif, sehingga kandidat dapat menyelesaikan tes dengan Pengerjaan tes ini mencakup berbagai jenis tes, seperti tes akademik, soft skill, dan kepribadian, tergantung pada tahapan seleksi yang sedang diikuti. Kemudian gambar di bawah ini merupakan tampilan user ketika selesai mengerjakan test / soal di website Nilainya lebih rendah dibandingkan peserta lain yang lolos, dan tidak memenuhi batas minimal kelulusan. Kesimpulan A Batas minimal kelulusan berada di sekitar 0,80 atau 0,85 . arena Fitri Ariani dengan 0,79 tidak lolos, sementara Regina Putri dengan 0,85 lolo. A Faradila Ayu Rinjani mendapatkan nilai tertinggi, yaitu 0,90. A Fitri Ariani adalah satu-satunya peserta yang tidak lolos karena nilainya di bawah batas kelulusan. Gambar Hasil Pengujian Aplikasi B) Tampilan Proses Analisa dan Hasil Pengujian Gambar Perangkingan Dari data ini, dapat dijelaskan bahwa pemeringkatan atau seleksi ini didasarkan pada nilai . yang diperoleh masingmasing peserta. Berikut adalah interpretasi dari hasil tersebut: Faradila Ayu Rinjani Ie 0,90 Ie Lolos (Nilai Tertingg. o Memiliki nilai tertinggi di antara semua peserta dan dinyatakan lolos. Agung Nurohman Ie 0,89 Ie Lolos o Nilainya lebih rendah dari Faradila Ayu Rinjani tetapi tetap memenuhi syarat Reno Atutik Ie 0,87 Ie Lolos o Skornya lebih rendah dari Agung Nurohman, tetapi tetap berada dalam batas kelulusan. Regina Putri Ie 0,85 Ie Lolos o Memenuhi syarat kelulusan dengan skor yang lebih rendah dari Reno Atutik. Fitri Ariani Ie 0,79 Ie Tidak Lolos KESIMPULAN Hasil penelitian dan implementasi yang telah dilakukan memperlihatkan bahwa metode (SAW) ini dapat diterapkan secara efektif untuk pengembangan aplikasi. Metode SAW memungkinkan perusahaan melakukan penilaian calon karyawan secara objektif dan transparan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Dengan demikian, sistem ini mampu memberikan rekomendasi yang lebih tepat dalam menentukan kandidat terbaik sesuai kebutuhan perusahaan. Berdasarkan tabel peringkat dalam sistem, metode SAW berhasil menyusun prioritas fitur berdasarkan skor dari tertinggi ke terendah. Seperti: Faradila Ayu Rinjani dengan skor 0. 90 berada di peringkat tertinggi, menunjukkan tingkat kelayakan atau prioritas tertinggi. Fitri Ariani Proyek, dengan skor lebih rendah yaitu 0. 79, dinyatakan Tidak Lulus. Hasil Pengujian yang dilakukan mengindikasikan bahwa sistem mencapai tingkat akurasi sebesar 80% dalam mencocokkan hasil seleksi dengan keputusan HRD. Akurasi ini menunjukkan bahwa metode SAW dapat menjadi alternatif yang andal untuk mendukung pengambilan keputusan dalam proses seleksi karyawan, meskipun masih terdapat ruang untuk perbaikan dalam menyelaraskan hasil sistem dengan penilaian Pengujian menunjukkan akurasi sebesar 80%, yang berarti 4 dari 5 karyawan yang terdaftar dalam sistem menghasilkan keputusan yang sesuai dengan keputusan HRD. REFERENSI