18 ___ Identifikasi Pelayanan Kesehatan Kerja. Andi Tenriola Fitri Kessi. Sri Depi IDENTIFIKASI PELAYANAN KESEHATAN KERJA DI PT. INDUSTRI KAPAL INDONESIA (PERSERO) MAKASSAR TAHUN 2017 Oleh: Andi Tenriola Fitri Kessi. Sri Depi Akademi Hiperkes Makassar ABSTRAK: Kerangka pemikiran ini adalah bahwa di tempat kerja terdapat potensi dan faktor bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta mengakibatkan Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif, yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk mengidentifikasi pelayanan kesehatan kerja di PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. Makassar. Sampel dalam penelitian ini adalah tenaga kerja bagian produksi sebanyak 50 tenaga kerja. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung dan kuesioner. Data dilakukan secara normal menggunakan komputer, kemudian disajikan dalam bentuk narasi, tabel disertai penjelasan. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa dari 50 responden berdasarkan promotif pelayanan kesehatan, yang menyatakan ada Promotif di perusahaan sebanyak 45 orang . %) dan yang meyatakan tidak ada Promotif sebanyak 5 orang ( 10% ), hasil penelitian preventif penyakit akibat kerja, yang menyatakan ada pencegahan di perusahaan sebanyak 37 orang . %) sedangkan yang tidak ada pencegahan sebanyak 13 orang . %), hasil penelitian kuratif penyakit akibat kerja, yang menyatakan ada pengobatan di perusahaan sebanyak 31 orang . %) dan yang menyatakan tidak ada sebanyak 9 oarang . %), hasil penelitian rehabilitatif, yang menyatakan ada pemulihan di perusahaan sebanyak 20 orang . %) dan yang menyatakan tidak ada sebanyak 30 orang . %). Oleh karena itu disarankan agar meningkatkan pemulihan pada tenaga kerja dan latihan pendidikan pekerja untuk dapat menggunakan kemampuannya yang masih ada secara maksimal. Kata kunci : Pelayanan kesehatan kerja, promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif PENDAHULUAN Perkembangan kemajuan teknologi dewasa ini, tidak jarang diikuti pula oleh kemungkinan timbulnya risiko lain akibat pengaruh lingkungan kerja, baik berupa faktor fisik, kimia, biologi, fisiologi, mental psikologi, maupun akibat pekerjaan itu sendiri, penyakit akibat kerja sering dianggap sebagai Authe silent killerAy yaitu membunuh secara diam-diam, tidak saja merugikan pekerja yang tanpa sadar telah mengidap penyakit akibat kerja atau mengakibatkan kerugian sosial dan ekonomi serta menurunnya produktivitas (Budiono. Pelayanan ksehatan menjadi hal yang pentingdalam organisasi pelayanan masyarakat tentang kesehatan dan pelayanan kesehatan mendorong setiap organisasi pelayanan kesehatan untuk sadar mutu dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jasa organisasi pelayanan Setiap permasalahan yang muncul dalam organisasi pelayanan kesehatan khususnya berkaitan dengan mutu layanan kesehatan, terdapat tiga konsep utama yang selalu muncul. Konsep tersebut adalah: akses, biaya dan mutu. Tentu saja akses mencakup akses fisik, keuangan, mental atau intelektual sumber daya manusia terhadap perawatan dan layanan kesehatan yang tersedia. Dari ketiga konsep tersebut, elemen kepuasan konsumen merupakan yang terpenting. Jika konsumen tidak puas dengan mutu layanan yang di berikan, pasien tidak akan kembali atau mencari layanan lainnya, walaupun layanan tersebut tersedia, mudah didapat dan mudah dijangkau (Susatyo Herlambang 2016 hal:. Berdasarkan data International Labour Organization (ILO) tahun 2013, 1 pekerja di dunia meninggal setiap 15 detik karena kecelakaan kerjadan 160 pekerja mengalami sakit akibat kerja. Tahun sebelumnya ILO mencatat angka kematian dikarenakan kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK) sebanyak 2 juta kasus setiap tahun (ILO, 2. PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. Makassar sebagai salah satu BUMN yang bergerak di bidang reparasi dan pembuatan kapal baru. Fasilitas alat produksi PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. Makassar adalah Slipway. Slide track. Graving dock dan Mobile crane. Proses produksi dilakukan dengan menggunakan alat modern dimana pengoperasiannya dilakukan malam hari, dan banyak terdapat sumber bahaya yang memiliki potensi untuk terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, jika tidak ditangani secara baik, benar dan penuh tanggung jawab mungkin saja akan merugikan semua pihak. Dari data kecelakaan yang diperoleh di PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. pada tahun 2011 tercatat terjadi kecelakaan ringan 3 kasus, kecelakaan sedang 1 kasus dan kecelakaan berat 1 kasus, tahun 2012 tercatat terjadi kecelakaan ringan 2 kasus, kecelakaan sedang 2 kasus, dan tidak terjadi kecelakaan berat. Pada tahun 2013 tidak terjadi kecelakaan ringan, kecelakaan sedang 1 kasus, dan tidak terjadi kecelakaan Pada tahun 2014 terjadi kecelakaan ringan 4 kasus dan tidak terjadi kecelakan sedang dan berat (PT. IKI, 2. Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik melakukan penelitian mengenai Identifikasi Pelayanan Kesehatan Kerjadi PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. Makassar. Jurnal Mitrasehat. Volume Vi Nomor 1. Mei 2018 ISSN 2089-2551 METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian deskriptf yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk mengidentifikasi atau mendeskriftif tentang suatu keadaan secara objektif di PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. Lokasi penelitian dilaksanakan pada Bagian Produksi di PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kerja di bagian produksi PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. sebanyak 176 pekerja. Sampel dalam penelitian ini adalah tenaga kerja yang ada di bagian produksi PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. Makassar sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling yaitu melalui kriteria yang telah Teknik Pengumpulan Data Data primer Pengumpulan dengan wawancara melalui kuesioner dan pengamatan langsung. Data sekunder Data sekunder diperoleh dari perusahaan berupa gambaran umum lokasi, tentang alat pelayanan kesehatan atau fasilitas kesehatan yang tersedia dan Hasil Penelitian Penelitian di lakukan di PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. Identifikasi Pelayanan Kesehatan Kerja di PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. Makassar. Jumlah tenaga kerja yang ada di bagian produksi yaitu sebanyak 176 pekerja dan diperoleh 50 responden yang memenuhi kriteria-kriteria. Data yang diperoleh dari kuesioner mengenai pelayanan kesehatan disusun dalam bentuk tabel dan distribusi frekuensi yang disertai dengan penjelasan dan selanjutnya dianalisis berdasarkan 20 ___ Identifikasi Pelayanan Kesehatan Kerja. Andi Tenriola Fitri Kessi. Sri Depi tujuan penelitian. Adapun hasil penelitian yang telah diperoleh diuraikan sebagai Karakteristik Responden Kelompok Umur Hasil pengolahan data yang dilakukan menurut umur pada tenaga kerja pada bagian produksi di PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. dapat dilihat pada penjelasan tabel dibawah ini : Pada tabel 1 menunjukkan bahwa dari 50 responden berdasarkan umur, paling banyak pada kelompok umur 40-49 tahun yaitu 26 orang . %), sedangkan kelompok umur yang paling sedikit yaitu umur 30-39 tahun sebesar 5 orang . %). Tingkat Pendidikan Berdasarkan tabel 2 menunjukkan bahwa tenaga kerja di PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. Makassar sebagian besar pendidikan SMA sederajat sebanyak 35 orang . %). sedangkan pendidikan Sarjana sebanyak 15 orang . %). Jenis Kelamin Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin di PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. Makassar semua tenaga kerja berjenis kelamin laki-laki sebanyak 50 orang . %). Variabel Penelitian Pelayanan Kesehatan Promotif . Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa pelayanan promotif . kesehatan keja di PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. Makassar menunjukkan bahwa dari 50 responden yang menyatakan ada Promotif . di perusahaan sebanyak 45 orang . %) dan yang . sebanyak 5 orang ( 10% ). Pelayanan Kesehatan Preventif . Hasil pengolahan data mengenai pelayanan preventif . penyakit akibat kerja pada tenaga kerja di bagian produksi di PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. dapat dilihat pada penjelasan dan tabel di bawah ini: Pada tabel 4, menunjukkan bahwa dari 50 responden berdasarkan pelayanan preventif . penyakit akibat kerja, . di perusahaan sebanyak 37 orang . %) dan yang menyatakan tidak ada preventif . sebanyak 13 orang . %). Pelayanan kesehatan kuratif . Hasil pengolahan data mengenai pelayanan kuratif . penyakit akibat kerja pada tenaga kerja di bagian produksi di PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. dapat dilihat pada tabel dan penjelasan di bawah Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa pelayanan kuratif . kesehatan keja di PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. Makassar menunjukkan bahwa dari 50 responden berdasarkan pelayanan kuratif . penyakit akibat kerja, yang menyatakan ada . di perusahaan sebanyak 31 orang . %) dan yang menyatakan tidak ada pelayanan kuratif . sebanyak 19 orang . %). Pelayanan Kesehatan . Hasil pengolahan data mengenai pelayanan rehabilitatif . penyakit akibat kerja kerja pada tenaga kerja pada bagian produksi di PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. dapat dilihat pada penjelasan dan tabel di bawah ini: Pada tabel 6, menunjukkan bahwa dari 50 responden berdasarkan pelayanan kesehatan rehabilitatif . , yang menyatakan ada rehabilitatif pemulihan di perusahaan sebanyak 30 orang . %) dan yang menyatakan tidak ada rehabilitatif . sebanyak 20 orang . %). PEMBAHASAN Berdasarkan data di atas diketahui: Karakteristik responden berdasarkan umur, tingkat pendidikan, dan jenis Hasil pengolahan data menurut umur pada tenaga kerja di PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. Makassar menunjukkan bahwa kelompok umur terbanyak dari 50 responden adalah pada kelompok umur 4049 tahun sebanyak 26 orang . %) hal ini dikarenakan umur 40-49 tahun sudah lama bekerja dan rata- rata yang bekerja masa kerjanya mencapai 20 tahun. Sedangkan kelompok umur sedikit adalah umur 30-39 tahun sebanyak 5 orang . %). Hasil pengolahan data menurut tingkat pendidikan di PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. Makassar menunjukkan bahwa pendidikan dari 50 responden yang berlatar belakang SMA/sederajat adalah sebanyak 35 orang . %) hal ini dikarenakan SMA/ berpengalaman dan mampu untuk bekerja sehingga mereka tidak melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi. Sedangkan sarjana sebanyak 15 orang . %). Hasil penelitian data menurut jenis kelamin di PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. Makassar menunjukkan bahwa dari 50 responden, sebanyak 50 orang berjenis kelamin laki-laki. Hal ini dikarenakan di PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. Makassar adalah perusahaan yang bergerak di bagian produksi dalam pekerjaan ini diperlukan tenaga yang kuat dan kebanyakan pekerjaa hanya untuk laki- laki. Pelayanan kesehatan promotif (Promos. Hasil pengolahan data pada tenaga kerja pada bagian produksi di PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. Makassar, menunjukkan bahwa dari 50 responden berdasarkan promosi pelayanan kesehatan, yang menyatakan ada promotif di perusahaan sebanyak 45 orang . %) dan yang menyatakan tidak ada sebanyak 5 orang . %). Pengetahuan tenaga kerja tentang promosi K3 terutama pada bagian produksi sudah cukup baik, yang dimana para pekerja sudah mengetahui apa itu promosi K3, jenisjenis, dan bentuk-bentuk promosi K3. Pengetahuan tenaga kerja juga didukung dengan tingkat pendidikan tenaga kerja yang rata-rata SMA sederajat, karena tingkat pendidikan juga mempengaruhi seseorang dalam pengembangan nalar, dengan daya nalar yang baik akan memudahkan seseorang untuk mampu menerima dan meningkatkan pengetahuan yang telah Disamping itu dengan pengalaman dan kesiapan kerja yang dimiliki modal dasar berupa pengetahuan yang cukup baik mengenai promosi K3. Adapun upaya promosi pelayanan kesehatan di PT. Indistri Kapal Indonesia (Perser. makassar yaitu, membuat spanduk keselamatan dan kesehatan kerja, adanya pemeliharaan dan peningkatan kondisi lingkungan kerja yang sehat, olahraga, dan Pengetahuan tentang promosi K3 adalah proses tenaga kerja mempelajari suatu kebenaran untuk mengetahui apa yang harus diketahui dan mampu untuk diingat kembali oleh tenaga kerja mengenai promosi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, sebagian besar pengetahuan seseorang diperoleh melalui indera pendengaran . , dan indera penglihatan . Dimana dalam meningkatkan pengetahuan tenaga kerja, sangat perlu diadakan suatu pelatihan di tempat kerja untuk membina sumber daya manusia dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta melatih kesiagaan tenaga kerja dalam menghadapi keadaan Pelayanan . Penyakit merupakan suatu hambatan tingkat keamanan dalam bekerja. Dalam hal ini perlu adanya pengertian serta usaha pencegahan, baik untuk Keselamatan maupun Kesehatan Kerja di samping itu adanya hubungan baik antara sesama tenaga kerja maupun pimpinan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di PT. Industri Kapal Indonesia Jurnal Mitrasehat. Volume Vi Nomor 1. Mei 2018 ISSN 2089-2551 22 ___ Identifikasi Pelayanan Kesehatan Kerja. Andi Tenriola Fitri Kessi. Sri Depi (Perser. Makassar, menunjukkan bahwa dari 50 responden berdasarkan preventif penyakit akibat kerja, yang menyatakan ada pencegahan di perusahaan sebanyak 37 orang . %) sedangkan yang tidak ada pencegahan sebanyak 17 orang . %). Pengetahuan tenaga kerja tentang preventif terutama pada bagian produksi sudah baik, yang dimana para pekerja sudah mengetahui apa itu pencegahan penyakit akibat kerja, cara pencegahan penyakit akibat kerja, dan manfaat dari pencegahan penyakit akibat kerja. Pengetahuan tenaga kerja juga didukung dengan tingkat pendidikan tenaga kerja yang rata-rata SMA sederajat, karena tingkat pendidikan juga pengembangan nalar, dengan daya nalar yang baik akan memudahkan seseorang untuk mampu menerima dan meningkatkan Disamping itu dengan pengalaman dan kesiapan kerja yang dimiliki modal dasar berupa pengetahuan yang cukup baik mengenai preventif . penyakit akibat kerja. Beberapa faktor penyebab penyakit akibat kerja (PAK) antara lain biologi . akteri, virus, jamur, binatang, tanama. , kimia . ahan beracun dan berbahaya/radioakti. , fisik . ekanan, suhu, kebisingan, cahay. , biomekanik . ostur, gerakan berulang, pengangkutan manua. , psikologi . tress, dan sebagai. Adapun upaya pencegahan penyakit akibat kerja di PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. Makassar yaitu: Pemeriksaan pemeriksaan awal adalah adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sebelum seseorang/calon pekerja mulai pemeriksaan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang status mengetahui apakah calon pekerja tersebut ditinjau dari segi kesehatannya sesuai dengan pekerjaan yang akan ditugaskan padanya. Pemeriksaan kesehatan berkala adalah dilaksakan secara berkala dengan jangka waktu berkala yang disesuaikan dengan resiko kesehatan yang dihadapi. Pemeriksaan kesehatan berkala bagi tenaga kerja sekurang-kurangnya 1 tahun sekali. Pelayanan kesehatan, penyediaan sarana dan prasarana serta perbaikan tempat kerja yang lebih aman, sehat dan ergonomis. Menggunakan alat pelindung diri secara benar dan teratur. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ginting . tentang hubungan antara pengetahuan dan cara pencegahan penyakit akibat kerja pada pekerja diperoleh hasil sebanyak 70% pekerja mempunyai tindakan yang baik terhadap preventif . Menurut Notoadmodjo . terbentuknya perilaku dimulai pada domain pengetahuan . Jika pengetahuan pekerja tentang penyakit akibat kerja baik maka secara otomatis praktik yang dilakukan untuk mencegah penyakit akibat kerja itu akan baik pula dan begitupun sebaliknya jika pengetahuan tentang penyakit akibat kerja kurang maka praktik dilakukan akan kurang maksimal. Pelayanan kesehatan kuratif . Penyakit yang diakibatkan oleh lingkungan kerja akan selamanya terus terjadi bahkan jumlah penderitanya semakin bertambah, oleh kerena itu perlu adanya suatu tindakan pengendalian. Pengendalian kecelakaan kerja melalui kesehatan merupakan suatu upaya menemukan gangguan sendiri mungkin dengan cara mengenal kecelakaan dan penyakit akibat Dengan deteksi dini, maka upaya pengendalian atau bahkan mengurangi produksi masyarakat pekerja. Hasil pengolahan data pada tenaga kerja pada bagian produksi di PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. Makassar, menunjukkan bahwa dari 50 responden berdasarkan kuratif, yang menyatakan ada pengobatan di perusahaan sebanyak 31 orang . %) dan yang menyatakan tidak ada sebanyak 19 oarang . %). Adapun upaya pengobatan penyakit akibat kerja di PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. Makassar yaitu, pengobatan terhadap penyakit umu dan kecelakaan akibat kerja. Dimana apabila terjadi kecelakaan pada tenaga kerja maka tenaga kerja tersebut di berikan pertolongan pertama di poliklinik perusahaan. Kemudian tenaga kerja tersebut di rujuk ke rumah sakit. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Rurita Sofyan di PT. Weda Bay Nikel Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara Tahun 2014 menunjukkan bahwa 50 orang . %) pelayanan kesehatan kuratif telah memenuhi syarat. Pengendalian kecelakaan kerja melalui kesehatan merupakan suatu upaya menemukan gangguan sedini mungkin dengan cara mengenal kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Dengan deteksi dini, maka upaya pengendalian atau bahkan mengurangi pendertiaan dapat dilakukan serta mempercepat pemulihan kemampuan produktivitas masyarakat pekerja. Pelayanan (Pemuliha. Menurut The National Council On Rehabilitation, rehabilitasi di definisikan sebagai proses pemulihan dari ketidak mampuan/kecacatan sehingga orang dapat berfungsi kembali secara mental, sosial, keterampilan bekerja dan ekonomi. Menekankan proses pemulihan dari aspek seseorang dari kecelakaan atau penyakit untuk dapat bekerja kembali baik di tempat kerja semula maupun di tempat kerja baru yang sesuai dengan kondisi dan Jurnal Mitrasehat. Volume Vi Nomor 1. Mei 2018 Hasil pengolahan data pada tenaga kerja pada bagian produksi di PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. Makassar, menunjukkan bahwa dari 50 responden berdasarkan rehabilitatif, yang menyatakan ada pemulihan di perusahaan sebanyak 20 orang . %) dan yang menyatakan tidak ada sebanyak 30 orang . %). Pelayanan kesehatan rehabilitatif di PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. Makassar rehabilitatif sebagai proses pemulihan dari ketidak mampuan atau kecacatan sehingga orang dapat berfungsi kembali secara mental, sosial, keterampilan bekerja dan Adapun upaya pemulihan penyakit akibat kerja di PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. Makassar seperti pemulihan fisik, kecelakaann, patah kaki,maka perlu mendapat pemulihan dari kaki yang patah yaitu dengan mempergunakan kaki buatan yang fungsinya sama dengan kaki KESIMPULAN Berdasarkan identifikasi pelayanan kesehatan kerja di PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. Makassar dapat disimpulkan sebagai berikut: Pelayanan . di bagian Produksi pada PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. Makassar menyatakan ada adalah sebanyak 54 presentase yang menyatakan tidak ada promosi pelayanan kesehatan adalah sebanyak 5 orang . %). Sehingga pengetahuan tentang Promosi K3 dikategorikan baik yaitu mencapai 45 orang . %) dari 50 responden. Pelayanan . penyakit akibat kerja di bagian Produksi pada PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. presentasenya yang ISSN 2089-2551 24 ___ Identifikasi Pelayanan Kesehatan Kerja. Andi Tenriola Fitri Kessi. Sri Depi menyatakan ada adalah sebanyak 37 orang . %) sedangkan tingkat presentase yang menyatakan tidak ada promosi pelayanan kesehatan adalah sebanyak 13 orang . %). Sehingga . dikategorikan baik yaitu mencapai 37 orang . %) dari 50 Pelayanan kesehatan kuratif . penyakit akibat kerja di bagian Produksi pada PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. menyatakan ada adalah sebanyak 31 presentase yang menyatakan tidak ada pengobatan adalah sebanyak 19 orang . %). Sehingga pengetahuan tentang kuratif . dikategorikan baik yaitu mencapai 31 orang . %) dari 50 Pelayanan . penyakit akibat kerja di bagian Produksi pada PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. presentasenya yang menyatakan ada adalah sebanyak 20 presentase yang menyatakan tidak ada promosi pelayanan kesehatan adalah sebanyak 30 orang . %). Sehingga . dikategorikan kurang baik yaitu mencapai 20 orang . %) dari 50 kepada setiap tenaga kerja sesering Dan masih perlu mengajak tenaga kerja untuk dapat mengikuti atau berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang berkaitan dalam pelaksanaan promosi K3. Pelayanan kesehatan preventif di PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. Makassar dikategorikan baik, tapi masih perlu melakukan upaya pencegahan penyakit akibat kerja seperti melakukan pelayanan kesehatan, dan penyediaan sarana dan prasarana serta perbaikan temat kerja yang lebih aman, sehat dan Karena masih ada tenaga pemeriksaan kesehatan baik itu pemeriksaan kesehatan awal maupun pemeriksaan kesehatan berkala. Jadi benar-benar memperhatikan pemeriksaan kesehatan bagi semua tenaga kerja agar tidak lagi timbul masalah penyakit akibat kerja. Pelayanan kesehatan kuratif di PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. Makassar ini dikategorikan baik, tapi masih perlu mengajak tenaga kerja untuk dapat mengikuti suatu kegiatan atau usaha serangkaian kegiatan pengobatan yang ditujukan untuk penyembuhan penyakit, atau pengendalian kecacatan agar kualitas penderita dapat terjaga seoptimal mungkin. Pelayanan kesehatan rehabilitatif di PT. Industri Kapal Indonesia (Perser. Makassar ini masih perlu ada pengembangan yang lebih tentang rehabilitatif sebagai proses pemulihan dari ketidak mampuan atau kecacatan sehingga orang dapat berfungsi kembali secara mental, sosial, keterampilan bekerja dan ekonomi. SARAN Berdasarkan kesimpulan di atas maka saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: Pelayanan kesehatan promotif sudah dikategorikan baik, tapi masih perlu melakukan pelatihan yaitu pembinaan kompetensi kerja guna meningkatkan kemampuan dan pengetahuan tenaga kerja dalam hal apapun yang berkaitan dengan K3 terutama penggunaan APD DAFTAR PUSTAKA