Perencanaan Ulang Struktur Bangunan Gedung Training Center (Jalan Durian Raya. Banyumanik Semaran. Febry Candra Perkasa1. Hugo Messara2. David Widianto3. Budi Setiadi4 email: 1febry. candra96@gmail. 2hugomessara@gmail. Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik Universitas Katolik Soegijapranata. Semarang Abstrak Gedung merupakan salah satu tempat yang digunakan untuk kegiatan kemahasiswaan baik untuk hiburan, perkuliahan hingga bekerja khususnya di kota-kota besar. Gedung ini difungsikan sebagai Pusat Pelatihan bagi mahasiswa dan dosen. Bangunan dengan tinggi 32 meter dengan 8 lantai dan 1 lantai atap dengan luas tanah 3192 m2 dan luas bangunan 5616 m2. Bangunan ini memiliki dinding geser pada arah x dan di tengah struktur. Struktur gedung balai pelatihan menggunakan kode indonesia SNI 1726:2019. SNI 2847:2019. SNI 1727:2019. PBI 1971 dan PPURG. Perencanaan struktur bawah meliputi pondasi, tiang pancang, dan Sedangkan perencanaan struktur atas meliputi balok, kolom, pelat lantai, tangga, dan dinding geser. Untuk menghitung momen dan reaksi pada bangunan menggunakan ETABS versi 16. Hasil perencanaan pelat lantai dan pelat atap dengan tebal 13 cm. Perencanaan desain balok BI-A = 350 x 700. BI-B = 250 x . BA = 200 x 300. Perencanaan perencanaan kolom K1 = 500 x 500. K2 = 450 x 450. K3 = 400 x 400. K4 = 350 x 350. Perencanaan perencanaan pondasi tiang pancang 30 cm dengan kedalaman 20 meter. Kata kunci : Perencanaan. Struktur Gedung. Momen. SNI 1726:2019. SNI 2847:2019. SNI1727:2019. PBI 1971 dan pURG. Abstract Building is one of the places used for student activities both for entertainment, lectures to work, especially in major cities. This building is functioned as a Training Center for students and lecturers. Building with a height of 32 meters with 8 floors and 1 roof floor with a land area of 3192 m and a building area of 5616 m2. The building has a shearwall in the directions of x and in the central of structure. A structure of training center building use indonesian code SNI 1726:2019. SNI 2847:2019. SNI 1727:2019. PBI 1971and PPURG. Planning of the lower structure includes the foundation, pilecaps, and tiebeam. While planning of the upper structure includes beam, column, floor plates, stairs, and To calculate the moments and reactions to the building using ETABS version 16. The result of planning floor slabs and roof slabs with a thickness of 13 cm. Beam design planning BI-A = 350 x 700. BI-B = 250 x . BA = 200 x 300. Column planning design K1 = 500 x 500. K2 = 450 x 450. K3 = 400 x 400. K4 = 350 x 350. Design planning of pile foundation 30 cm with a depth of 20 meters. Keywords: Planning, building structure. Moments. SNI 1726:2019. SNI 2847:2019. SNI1727:2019. PBI 1971 and pURG. G-SMART Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang | ISSN : 2620-5297 . Volume 8 | Nomor 2 | Desember 2024 1 PENDAHULUAN 1 Latar Belakang Gedung merupakan salahsatu tempat yang digunakan untuk aktivitas manusia baik untuk hiburan, perkuliahan hingga untuk tempat bekerja khususnya di kota-kota Dalam hal pendidikan. Kota Semarang diharapkan berperan sebagai pusat pendidikan di Jawa Tengah khususnya pendidikan perguruan tinggi. Tercatat terdapat 64 perguruan tinggi di Kota Semarang, dalam perkembangan pendidikan maka diperlukan tempat untuk yang akan Oleh karena itu, perencanaan pembangunan Gedung Training Center di harap dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa dan tenaga pendidik. 2 Lokasi proyek Berikut merupakan batas-batas wilayah dari gedung training center: Sebelah Utara : Jalan Durian Raya Sebelah Selatan : Perumahan warga Sebelah Timur : Jalan Durian Selatan 2 Sebelah Barat : Jalan Durian Selatan 1 3 Data Proyek Berikut data-data penunjang dalam perencanaan gedung training center: Luas bangunan : A 5. 616 m2 Luas tanah : A 3. Jumlah lantai : 8 lantai dan lantai 4 Tujuan Penulisan Tugas Akhir Tujuan penulisan merupakan uraian singkat yang berisi arah dari isi penulisan tugas akhir tersebut. Berikut tujuan dari penulisan tugas akhir perencanaan gedung training center: Penulis diharapkan dapat merencanakan suatu proyek pembangunan gedung. Mampu menguasai gambar detail engineering design (DED), 3. Mampu analisa struktur beton bertulang sehingga didapatkan hasil perencanaan gedung sesuai dengan kaidah yaitu kuat, aman, nyaman, ekonomis dan tahan lama. 5 Pembatasan masalah Berikut ini batasan-batasan masalah agar perhitungan perencanaan struktur tidak terlalu luas cakupannya dan juga Perencanaan gedung menggunakan sistem perhitungan rangka kaku . igid Tidak campuran beton mix design. Analisa perhitungan gaya geser . hear forc. menggunakan program ETABS Pada perhitungan analisis dan pembuatan RAB, kurva S dan jaringan pekerjaan . etwork plannin. hanya difokuskan pada pekerjaan yang bersifat struktur beton bertulang. Tinjauan Pustaka 1 Uraian Umum Perencanaan struktur merupakan proses merencanakan atau merancang suatu perhitungan struktur gedung yang stabil, kuat dan awet. Struktur bangunan disebut stabil apabila tidak mudah terguling miring, atau geser selama umur bangunan yang direncanakan. G-SMART Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang | ISSN : 2620-5297 . Volume 8 | Nomor 2 | Desember 2024 2 Modifikasi Perencanaan Gedung Perencanaan struktur bangunan gedung ini dilakukan pada beberapa bagian yaitu: Jarak antas as kolom A4-B4 dan C4D4 yang semula 3,65 m dimodifikasi menjadi 5 m. Jarak antar as kolom B4-C4 yang semula 4,7 m dimodifikasi menjadi 5 Lebar bangunan semula 12 m dimodifikasi menjadi 15 m. Panjang bangunan semula 24 m dimodifikasi menjadi 40 m. Memperbesar luasan serta melakukan modifikasi jumlah dan tata letak 3 Dasar Perencanaan Berikut peraturan dan berbagai buku yang dipakai sebagai dasar perencanaan gedung training center: SNI 1726:2019 tentang standar perencanaan ketahanan gema untuk struktur bangunan gedung. SNI 2847:2019 tentang persyaratan beton struktural untuk bangunan SNI 1727:2019 tentang beban bangunan gedung dan struktur lain. Pedoman perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung . URG). Peraturan beton bertulang Indonesia (PBI tahun 1. Buku struktur beton bertulang jilid I dan II edisi ke 5 Jack C McCormac 4 Landasan Teori Peraturan Ae peraturan Berikut ini adalah beberapa kombinasi pembebanan dalam menghitung beban U = 1,4D U = 1,2D 1,6L 0,5(Lr atau R) U = 1,2D 1,6L(Lr atau R) (L atau 0,5W) U = 1,2D 1,0W L 0,5(Lr atau R) U = 1,2D 1,0E L U = 0,9D 1,0W U = 0,9D 1,0E Dengan : = beban ultimit . g/m. = beban mati . g/m. = beban hidup . g/m. = beban hidup di atap . g/m. = beban hujan . g/m. = beban angin . g/m. = beban gempa . g/m. Pembebanan Gempa Dengan Analisis Statik Ekivalen Gaya akibat gempa pada bangunan merupakan bentuk dari gaya lateral arah horizontal yang berdampak pada tiap lantai dari gedung tersebut. Menurut SNI 1726-2019 terdapat beberapa perhitungan gempa seperti berikut Keterangan Cvx = faktor distribusi vertical V = gaya lateral desain total atau geser didasar struktur . N) Wi dan Wx = bagian berat seismik efektif total struktur (W) yang ditempatkan atau dikenakan pada tingkat i atau x G-SMART Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang | ISSN : 2620-5297 . Volume 8 | Nomor 2 | Desember 2024 Hi dan Hx = tinggi dari dasar sampai tingkat i atau x K= eksponen yang terkait dengan perioda struktur kurang dari atau sama dengan 0,5 nilai k = 1 perioda antara 0,5 - 2,5 nilai k = 2 atau dilakukan interpolasi perioda struktur lebih dari 2,5 nilai k = 2 Sedangkan beban geser dasar dari gedung merupakan gaya lateral arah horizontal yang dapat dihitung menggunakan rumus V A C s EW Keterangan = beban geser dasar nominal = berat seismic efektif . = koefisien respons seismik Keterangan : = waktu getar alami . , = berat lantai ke-i . , y = deformasi lateral akibat Fi . , = percepatan gravitasi . /det. Fi. y = gaya gempa lantai ke-i . Perhitungan Plat lantai Pada perencanaan gedung Training Center ini menggunakan pelat dua arah yang memiliki tebal 13 cm untuk masingmasing Perhitungan digunakan berdasarkan Peraturan Beton Indonesia (PBI) 1971 dengan rumusrumus sebagai berikut Luas tulang minimum Perhitungan Tangga Perhitungan momen maksimum didapat dari hasil pengolahan program ETABS Kemudian dihitung dengan rumusrumus berikut ini G-SMART Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang | ISSN : 2620-5297 . Volume 8 | Nomor 2 | Desember 2024 Perhitungan Balok Perencanaan pada gedung Training Center ini menggunakan balok berbentuk persegi. Perhitungan yang digunakan berdasarkan panduan AuDesain Beton Bertulang edisi ke-5 jilid 1Ay oleh Jack. McCormac. Dengan rumus-rumus sebagai berikut G-SMART Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang | ISSN : 2620-5297 . Volume 8 | Nomor 2 | Desember 2024 Perhitungan Kolom Kolom yang berfungsi sebagai perantara beban dari struktur atas menuju struktur Perhitungan sesuai buku panduan dengan rumus-rumus sebagai berikut G-SMART Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang | ISSN : 2620-5297 . Volume 8 | Nomor 2 | Desember 2024 Perhitungan Shearwall Perhitungan Pondasi Perhitungan pondasi menyesuaikan data tanah yang didapat dari hasil tes sondir. Perhitungan sesuai buku panduan dengan rumus-rumus sebagai berikut Perhitungan Pondasi Perhitungan pile cap berdasarkan pada buku AuDesain Pondasi Tahan GempaAy yang ditulis oleh Anugrah Pamungkas dan Erny Harianti. Dengan rumus-rumus sebagai berikut : G-SMART Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang | ISSN : 2620-5297 . Volume 8 | Nomor 2 | Desember 2024 d. Spesi . = 2100 kg/m3 y 0,02 m = 42 kg/m2 Plafon dan penggantung =11 kg/m2 Mechanical and engineering = 25kg/m2 Pasangan setengah bata = 250kg/m2. Waterproofing = 24 kg/m2 Balok Terdapat beberapa ukuran balok dalam Dimensi balok BI-A= 350 y 700 mm Dimensi balok BI-B= 250 y 500 mm Dimensi balok BA= 200 y 300 mm Dimensi balok TB= 500 y 700 mm Kolom Terdapat beberapa ukuran balok dalam perencanaan tugas ini yaitu sebagai 5 Asumsi Ae asumsi Dalam perencanaan gedung Training Center ini digunakan beberapa asumsi didalam perhitungan. Berikut asumsi yang Beton yang digunakan merupakan beton ready mix dengan mutu K-350. Beberapa ketetapan beban mati menurut pURG 1987 : Beton bertulang = 2400 kg/m3 Keramik . = 2400 kg/m3 y 0,01 m = 24 kg/m2 Pasir . = 1800 kg/m3 y 0,04m = 72 kg/m2 Dimensi kolom K1= 500 y 500 mm Dimensi kolom K2= 450 y 450 mm Dimensi kolom K3= 400 y 400 mm Dimensi kolom K4= 350 y 350 mm Tipe pondasi pada perencanaan ini menggunakan tiang pancang dengan diameter 30 cm dan panjang 20 m. Material penyusun pondasi tersebut adalah beton ready mix K-600 Metode Perencanaan Berikut ini adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam perencanaan gedung training center Semarang: Pengenalan lokasi Mengolah Membuat perhitungan struktur Membuat tabel bobot pekerjaan G-SMART Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang | ISSN : 2620-5297 . Volume 8 | Nomor 2 | Desember 2024 Tabel 4. 2 Hasil perhitungan Balok Perhitungan Struktur 1 Analisis Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 analisis beban gempa pada gedung direncanakan dengan tujuan menghindari terjadinya korban jiwa akibat gempa. Berikut distribusi gaya geser akibat gempa menurut data gedung : Tabel 4. 1 Hasil Perhitungan Simpangan Antar Lantai Tipe Dimensi Tulangan Tulangan kBI-A 5D25 3D25 BI-B 3D22 2D22 3D19 2D19 Tabel 4. 2 Hasil perhitungan Kolom Tipe Dimensi Tulangan Tulangan Kolo Kolom Utama Sengkang 20D25 D10-200 20D22 D10-200 16D22 D10-200 16D19 D10-200 3 Pelat Lantai 2 Perencanaan Balok dan Kolom Perencanaan balok dan kolom dilakukan dengan melihat asumsi yang telah ETABS v. Hasil yang didapat dari perhitungan menggunakan rumus yang telah ada sebagai berikut: Analisa perhitungan pelat lantai dan plat atap disesuaikan dengan beban yang telah ditentukan menggunakan beton K-350 dan baja tulangan fy 240 Mpa. Didapat hasil perencanaan pelat lantai dengan tebal 130 mm untuk lantai 1 sampai 8 dan 100 mm untuk lantai atap. G-SMART Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang | ISSN : 2620-5297 . Volume 8 | Nomor 2 | Desember 2024 Tabel 4. 3 Hasil rekap Tulangan pelat Tipe Tebal Tulangan Tulangan 130 mm D13-200 D13-200 100 mm D13-200 D13-200 4 Perhitungan Tangga Tangga pada gedung ini memiliki dimensi tipikal dengan data sebagai Tebal plat = 0,15 m Panjang tangga = 3,00 m Lebar tangga = 1,38 m Tebal keramik = 0,01 m Tebal adukan = 0,03 m Tinggi tangga = 4,00 m Lebar bordes = 2,85 m Tanjakan = 0,165 m Injakan = 0,28 m Sudut kemiringan= 31 derajat Dari hasil perhitungan menggunakan program ETABS v. 16 didapatkan desain tangga dengan tulangan arah melintang D10-125 mm dan tulangan utama D13-100 5 Perencanaan Pondasi Pondasi yang direncakan adalah pondasi Perhitungan pondasi berdasarkan data tanah yang didapat dari uji SPT dan CPT. Didapat menggunakan rumus ukuran pondasi diameter 30 cm dengan kedalaman 20 6 Perencanaan pilecap Desain pilecap yang digunakan 3 macam yaitu Pilecap ShearWall. Pilecap Lift dan Pilecap pondasi. 7 Perencanaan Tiebeam Desain perhitungan dengan pedoman SNI dan didapat ukuran dimensi tiebeam 500x700 mm dengan tulangan utama 5D29, tulangan sengkang D13-150. RAB dan Kurva S Dalam dijelaskan mengenai perhitungan harga satuan pekerjaan, menurut harga satuan pekerjaan tahun 2019 didapat hasil perhitungan RAB pada gedung ini sebesar Rp. 206 dengan harga permeter persegi Rp. Penutup Kesimpulan Hasil gaya gempa simpangan antar lantai nilai OIijin = 40,3846 mm dan nilai OIi terbesar terjadi pada lantai 6 sebesar OIi = 31,6543 mm. Pelat 120 mm dengan Mu = 19,8114 m menggunakan tulangan D13200. Elemen struktur gedung seperti kolom, balok, shear wall, tie beam dan pile cap menggunakan beton bertulang dengan mutu beton K-350 dengan mutu baja tulangan yang digunakan fy = 240 MPa untuk G-SMART Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang | ISSN : 2620-5297 . Volume 8 | Nomor 2 | Desember 2024 tulangan ulir dan polos diameter O 10 mm, dan fy = 400 MPa untuk tulangan ulir diameter Ou 10 mm. Pondasi pancang dengan diameter 30 cm dan Panjang 35 m dengan mutu beton K-600. Hasil Rencana Anggaran Biaya sebesar Rp 206 didapat harga per m2 sebesar Rp 4. Saran Data BPS Jumlah Perguruan Tinggi di Semarang diperoleh. PBI 1971. : Peraturan beton bertulang indonesi. Mc Cormac. : Desain beton bertulang jilid 1. Edisi 5. Erlangga Mc Cormac. : Desain beton bertulang jilid 2. Edisi 5. Erlangga. Wijaya. dan Tavio . : Desain rekayasa gempa berbasis kinerja (Performance based desig. Edisi 2. Andi Yogyakarta. Dalam penyelesaian perhitungan dan perkembangan pedoman terbaru pada peraturan-peraturan ditetapkan dan berlaku di Indonesia. Dalam menggunakan aplikasi ETABS 2016 tidak selalu benar, harus melakukan peninjauan kembali perhitungan lebih detail secara Rutin berdiskusi dengan dosen pembimbing supaya penyelesaian Tugas Akhir bisa terselesaikan dengan baik dan benar. DAFTAR PUSTAKA