Hasil Penelitian Diserahkan: Mei 2026 / Direvisi: Juli 2026 / Diterima: Juli 2026 Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi p-ISSN: 2716-151X e-ISSN: 2722-869X Hubungan antara Tingkat Pengetahuan tentang Keanekaragaman Hayati dengan Sikap Siswa terhadap Konservasi The Relationship between the Level of Knowledge about Biodiversity and StudentsAo Attitudes toward Conservation Priska Amanda*. Tri Harsono Universitas Negeri Medan. Medan, 20221. Indonesia *Penulis Koresponden: priskaamanda1910@gmail. Abstrak. Keanekaragaman hayati merupakan salah satu komponen penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan. Namun, rendahnya kesadaran peserta didik terhadap konservasi lingkungan masih menjadi permasalahan yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang keanekaragaman hayati dengan sikap siswa terhadap konservasi pada kelas X SMA Negeri 2 Medan Tahun Pembelajaran 2025/2026 . Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian berjumlah 426 siswa dengan sampel berjumlah 70 Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dengan instrumen berupa tes pilihan ganda untuk mengukur tingkat pengetahuan keanekaragaman hayati serta tes pilihan ganda dan lembar observasi untuk mengukur sikap siswa terhadap konservasi. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang keanekaragaman hayati dengan sikap siswa terhadap Nilai koefisien korelasi 0,733 berarti bahwa hubungan antara kedua variabel berada pada kategori kuat dan memiliki arah hubungan positif. Kata Kunci: hubungan. pengetahuan_keanekaragaman_hayati. sikap_konservasi Abstract. Biodiversity is one of the important components in maintaining the balance of ecosystems and environmental sustainability. However, the low awareness of students towards environmental conservation is still a problem that needs to be considered in biology learning. This study aimed to determine the relationship between the level of knowledge about biodiversity and studentsAo attitudes toward conservation in Grade X of SMA Negeri 2 Medan. Academic Year 2025/2026. The method used in this study was quantitative research with a correlational approach. The population consisted of 426 students, while the sample consisted of 70 students. The sampling technique used was purposive The instruments used were multiple-choice tests to measure the level of biodiversity knowledge, as well as multiple-choice tests and observation sheets to measure studentsAo attitudes toward conservation. Data analysis was conducted using the Pearson Product Moment correlation test. The results of this study indicated that there was a significant relationship between the level of knowledge about biodiversity and studentsAo attitudes toward conservation. The correlation coefficient value of 0. indicated that the relationship between the two variables was categorized as strong and had a positive Keywords: relationship. biodiversity_knowledge. conservation_attitudes DOI: 10. 55241/spibio. Pendahuluan Keanekaragaman hayati merupakan salah satu aspek fundamental yang Keanekaragaman hayati mencakup variasi genetik, spesies, dan ekosistem yang menopang kehidupan, serta memberikan manfaat ekosistem yang esensial bagi keberlanjutan sosial dan ekonomi . Indonesia telah lama dikenal sebagai salah satu negara dengan julukan Mega biodiversitas karena memiliki kekayaan flora dan fauna yang sangat tinggi. Kekayaan tersebut terdiri atas 12% mamalia, 16% reptil, 17% burung dunia, serta ekosistem pesisir dengan 18% terumbu karang dunia dan ribuan spesies biota laut . Namun demikian. Kumari pada tahun 2021 mengemukakan bahwa menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati di seluruh dunia adalah konsumsi sumber daya yang tidak berkelanjutan, fragmentasi habitat, degradasi habitat, polusi, praktik monokultur, perubahan iklim, dan hilangnya tutupan hutan . Kondisi ini menunjukkan betapa pentingnya pendidikan untuk memahami konsep dan menumbuhkan kepedulian terhadap konservasi. Pendidikan biologi, khususnya di sekolah menengah, memiliki peran yang sangat krusial dalam berwawasan lingkungan. Agar dapat mengurangi dan mencegah permasalahan lingkungan, perlu adanya sikap peduli lingkungan serta perilaku hidup bersih dan sehat . Untuk mencapai pendidikan lingkungan yang efektif, komponen kognitif, diintegrasikan, sehingga peserta didik tidak hanya memahami masalah lingkungan tetapi juga menunjukkan sikap dan kelestariannya . Dalam konteks pendidikan biologi, pengetahuan tentang keanekaragaman hayati mencakup pemahaman terhadap konsep-konsep dasar seperti pengertian biodiversitas, tingkat keanekaragaman . en, spesies, ekosiste. , jenis ekosistem, keanekaragaman hayati Indonesia, manfaat keberlangsungannya, termasuk juga di dalamnya klasifikasi makhluk hidup . Namun, dalam pelaksanaan pembelajaran keanekaragaman hayati yang diperoleh siswa belum selalu tampak secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun materi keanekaragaman hayati telah diajarkan dalam mata pelajaran Biologi, diwujudkan dalam sikap dan perilaku siswa terhadap lingkungan masih menjadi fenomena yang perlu dikaji lebih lanjut. Kondisi ini menunjukkan adanya persoalan dalam implementasi pendidikan lingkungan di sekolah menengah, khususnya terkait pembentukan sikap konservasi melalui pembelajaran Biologi. Hasil observasi awal di SMA Negeri 2 Medan menunjukkan bahwa siswa kelas X telah mengikuti pembelajaran materi keanekaragaman hayati sesuai dengan tuntutan kurikulum, yang tercermin dari capaian nilai Ulangan Harian pada materi Namun, berdasarkan hasil wawancara dengan guru Biologi, masih menunjukkan perlunya perhatian lebih Guru menyampaikan bahwa sikap peduli lingkungan siswa belum tampak secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari, sehingga diperlukan upaya pembelajaran yang dapat mendorong internalisasi nilai-nilai konservasi secara pembelajaran maupun aktivitas pendukung di sekolah. Studi keanekaragaman hayati atau lingkungan tidak selalu konsisten dengan sikap dan tindakan konservasi. Penelitian yang dilakukan di Taman Nasional Way Kambas dan kota Bandar Lampung menemukan bahwa ada perbedaan yang signifikan. kawasan TNWK, pengetahuan tentang keanekaragaman hayati berhubungan positif dengan sikap peduli lingkungan siswa, namun di kawasan perkotaan, antara keduanya tidak memiliki hubungan yang signifikan . Hasil serupa ditemukan dalam penelitian yang dilakukan di Pondok Pesantren Darut Tafsir. Meskipun pengetahuan lingkungan rata-rata 73,5% serta sikap konservasi mencapai 60,5%, kontribusi keduanya terhadap perilaku 63,9%, menunjukkan bahwa pesantren perlu meningkatkan pendidikan lingkungan . Sementara itu, penelitian lain menunjukkan hubungan yang cukup kuat antara keanekaragaman hayati dan tingkat kepedulian mereka terhadap lingkungan di sekolah menengah atas . Di sisi lain, menunjukkan hubungan positif antara pengetahuan siswa tentang lingkungan hidup dan kesadaran mereka tentang lingkungan . Berdasarkan uraian tersebut, dapat keanekaragaman hayati merupakan bagian penting dalam pendidikan Biologi di sekolah menengah. Namun demikian, bagaimana pengetahuan siswa mengenai keanekaragaman hayati berkaitan dengan sikap konservasi masih perlu dikaji secara empiris, khususnya pada konteks SMA Negeri 2 Medan. Oleh karena itu, penelitian konservasi siswa penting untuk dilakukan guna memperoleh gambaran yang lebih jelas sebagai dasar pengembangan pembelajaran Biologi yang lebih integratif Metode Waktu dan Tempat Penelitian sampel mana yang paling tepat untuk memberikan informasi agar data yang diperoleh akurat serta sesuai atau paling mendekati perkiraan . Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Medan pada semester genap Tahun Pembelajaran 2025/2026. Teknik Pengumpulan Data Pendekatan Penelitian Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan disain korelasional untuk mengetahui hubungan antara variabel keanekaragaman hayati dengan sikap siswa terhadap konservasi. Salah satu tujuan penelitian korelasional ialah untuk mencari bukti dengan berlandaskan pada data yang ada, apakah benar terdapat korelasi atau hubungan antara variabel yang satu dengan variabel yang lain . Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 426 siswa kelas X SMA Negeri 2 Medan. Sampel penelitian ialah 70 siswa yang ditentukan dengan menggunakan Teknik pengambilan sampel, purposive sampling. Teknik sampling ini karakteristik tertentu yang sesuai dengan kebutuhan penelitian. Teknik pengambilan sampel pada jenis ini ditentukan dengan berdasar pada penilaian peneliti mengenai Instrumen penelitian terdiri atas tes pilihan ganda untuk mengukur tingkat pengetahuan keanekaragaman hayati serta lembar observasi dan angket pilihan ganda untuk mengukur sikap konservasi siswa. Instrumen pengertian, tingkatan keanekaragaman hayati, manfaat, ancaman, dan upaya Sementara itu, instrumen sikap konservasi mencakup aspek kesadaran pelestarian alam, dan perilaku konservasi dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum penelitian terlebih dahulu diuji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda soal. Analisis validitas dilakukan menggunakan korelasi Product Moment, menggunakan rumus Cronbach Alpha. Hasil pengujian dan analisis menunjukkan bahwa instrumen penelitian memenuhi kriteria valid dan reliabel sehingga layak digunakan dalam penelitian. mengetahui gambaran data penelitian yang mencakup nilai rata-rata . , standar deviasi, nilai maksimum, dan minimum masing-masing variabel. Uji prasyarat analisis meliputi uji normalitas dan linearitas data. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan aplikasi SPSS versi 20 pada taraf signifikansi 5%. Teknik Analisis Data Data penelitian dianalisis secara statistik deskriptif dan statistik inferensial. Analisis deskriptif digunakan untuk Hasil dan Pembahasan Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif dilakukan untuk memberikan gambaran umum mengenai data penelitian pada variabel tingkat pengetahuan keanekaragaman hayati dan sikap konservasi siswa. Hasil analisis deskriptif meliputi nilai rata-rata, standar deviasi, nilai minimum, dan nilai maksimum dari masing-masing variabel Tabel 1. Hasil Analisis Statistik Deskriptif Variabel Penelitian Variabel Minimum Maximum Berdasar pada Tabel 1 diketahui bahwa variabel tingkat pengetahuan (X) memiliki nilai minimum sebesar 8,6, nilai maksimum sebesar 100, nilai rata-rata . sebesar 79,221, serta standar deviasi sebesar 20,8895. Dari data ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan siswa mengenai materi keanekaragaman hayati tergolong cukup tinggi. Mean 79,221 72,617 Std. Deviation 20,8895 14,9236 Hasil ini menunjukkan bahwa sikap konservasi siswa tergolong pada kategori Tingkat Pengetahuan Keanekaragaman Hayati Siswa Tingkat keanekaragaman hayati siswa diperoleh berdasarkan hasil tes pilihan ganda yang Data hasil penelitian kemudian dikelompokkan ke dalam beberapa kategori untuk mengetahui distribusi tingkat pengetahuan siswa. Sementara konservasi (Y) memiliki nilai minimum sebesar 37,9, nilai maksimum sebesar 97,5, nilai rata-rata . sebesar 72,617, serta standar deviasi sebesar 14,9236. Tabel 2. Distribusi Tingkat Pengetahuan Keanekaragaman Hayati Siswa Kategori Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Total Frekuensi Berdasar pada Tabel 2 telah diketahui bahwa mayoritas siswa berada pada kategori tingkat pengetahuan yang sangat Persentase (%) tinggi dengan jumlah 42 siswa . ,0%). Selanjutnya ada 7 siswa . ,0%) berada pada kategori tinggi, 1 siswa . ,4%) berada pada kategori cukup, serta masing-masing 10 siswa . ,3%) berada pada kategori rendah dan sangat rendah. Data ini menunjukkan bahwa secara umum tingkat keanekaragaman hayati tergolong sangat Pengetahuan yang baik ini dapat pembelajaran di sekolah, media informasi, pengalaman belajar di lingkungan secara langsung, serta kegiatan pembelajaran yang berkaitan dengan lingkungan . Pengetahuan merupakan salah satu faktor penting yang dapat memberi dampak dalam berperilaku dan bersikap terhadap lingkungan . Sehingga seseorang yang berpengetahuan baik tentang lingkungan cenderung akan memiliki kesadaran yang lebih tinggi untuk menjaga dan melestarikan lingkungan Sikap Konservasi Siswa Sikap terhadap pelestarian alam, dan perilaku konservasi dalam kehidupan sehari-hari. Hasil pengukuran sikap konservasi siswa interval skor yang telah ditentukan. Tabel 3. Distribusi Kategori Sikap Konservasi Siswa Kategori Frekuensi Persentase (%) Sangat baik Baik Cukup Rendah Total Berdasar pada Tabel 3 diketahui bahwa sebagian besar siswa memiliki sikap konservasi pada kategori baik dengan jumlah 29 siswa . ,4%). Selanjutnya sebanyak 24 siswa . ,3%) berada pada kategori sangat baik, 16 siswa . ,9%) berada pada kategori cukup, dan 1 siswa . ,4%) berada pada kategori rendah. Hasil ini menunjukkan bahwa secara umum sikap konservasi siswa tergolong baik. Uji Prasyarat Analisis Uji Normalitas Sikap konservasi dapat tercermin melalui perilaku menghemat penggunaan sumber daya, lingkungan, tidak merusak lingkungan, serta mendukung dan berperan aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan . Uji normalitas dilakukan guna mengetahui data penelitian berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji KolmogorovSmirnov dengan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistics versi 20. Hasil uji normalitas dapat dilihat pada Tabel 4 di Sikap konservasi lingkungan siswa dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, misalnya faktor pengetahuan, lingkungan sekolah, lingkungan rumah, kebiasaan pengalaman dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar mereka . Dasar pengambilan keputusan pada uji normalitas ialah jika nilai signifikansi (Sig. > 0,05 maka data berdistribusi normal. Sebaliknya jika nilai signifikansi (Sig. ) < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal. Tabel 4. Hasil Uji Normalitas Variabel X dan Y Kolmogorov-Smirnov Z 0,650 Sig. 0,792 Berdasar pada Tabel 4 didapat nilai signifikansi sebesar 0,792. Karena nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 . ,792 > 0,. , maka dapat disimpulkan bahwa data pada penelitian ini berdistribusi normal. Uji Linearitas Uji mengetahui apakah Keterangan Normal variabel tingkat pengetahuan dengan sikap konservasi siswa bersifat linier atau tidak. Hasil uji linearitas dapat dilihat pada Tabel 6 di bawah. Dasar pengambilan keputusan dalam uji linearitas adalah jika nilai signifikansi Deviation from Linearity > 0,05 maka hubungan kedua variabel linier. Sebaliknya jika nilai signifikansi Deviation from Linearity < 0,05 maka hubungan kedua variabel tidak linier. Tabel 5. Hasil Uji Linearitas Komponen Deviation from Linearity Sig. 0,097 Berdasar pada Tabel 6 didapat nilai signifikansi pada Deviation from Linearity sebesar 0,097. Karena nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 . ,097 > 0,. , maka disimpulkan bahwa hubungan antara pengetahuan dengan sikap konservasi bersifat linier. Keterangan Linear keanekaragaman hayati dengan sikap konservasi siswa. Pengujian dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program IBM SPSS Statistics. Dasar pengambilan keputusan adalah jika nilai signifikansi (Sig. ) < 0,05 maka terdapat hubungan yang Sebaliknya jika nilai signifikansi (Sig. ) > 0,05 maka tidak terdapat hubungan yang signifikan. Hasil uji korelasi dapat dilihat pada Tabel 6 berikut: Uji Korelasi Product Moment Pearson Uji mengetahui bagaimana tingkat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Tabel 6. Hasil Uji Korelasi Pearson Product Moment Variabel Pearson Correlation Tingkat pengetahuan dengan sikap 0,733 Berdasar pada Tabel 7 didapat nilai koefisien korelasi sebesar 0,733 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 . ,000 < 0,. , maka ya0 ditolak dan yayca diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Sig. -taile. 0,000 keanekaragaman hayati konservasi siswa. Keterangan Signifikan Nilai koefisien korelasi 0,733 berarti bahwa hubungan antara kedua variabel berada pada kategori kuat dan memiliki arah hubungan positif. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat pengetahuan siswa tentang keanekaragaman hayati maka cenderung semakin baik pula sikap siswa terhadap konservasi. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian terdahulu yang melaporkan adanya hubungan yang keanekaragaman hayati dengan sikap terhadap konservasi . Secara teoritis, hasil penelitian ini mendukung pendapat peneliti terdahulu yang menyatakan bahwa pengetahuan merupakan salah satu faktor penting dalam seseorang . ycu = 70 Maka: yc= Oo1 Oe . 2 Hasil perhitungan diperoleh ycEaycnycycycuyci = 8,88 Berdasarkan tabel distribusi t pada taraf signifikansi 5% diperoleh nilai ycycycaycayceyco = Karena ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco . ,88 > 1,. maka ya0 ditolak dan yayca diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara keanekaragaman hayati dengan sikap Untuk memperjelas hasil analisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang keanekaragaman hayati dengan sikap siswa terhadap konservasi, data penelitian disajikan dalam bentuk diagram pencar . catter plo. Grafik tersebut menunjukkan pola sebaran data serta kecenderungan arah hubungan antara kedua variabel Uji Hipotesis Untuk pengetahuan tentang keanekaragaman hayati dengan sikap siswa terhadap konservasi, maka dilakukan uji signifikansi koefisien korelasi menggunakan uji t dengan rumus: yc= 0,733Oo70 Oe 2 ycOoycu Oe 2 Oo1 Oe yc 2 Diketahui: yc = 0,733 Gambar 1. Diagram pencar . catter plo. hubungan antara tingkat pengetahuan tentang keanekaragaman hayati dengan sikap siswa terhadap konservasi. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,733 berarti bahwa hubungan antara kedua variabel berada pada kategori kuat dan memiliki arah hubungan positif. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat keanekaragaman hayati maka semakin baik pula sikap mereka terhadap konservasi. Pengetahuan mempengaruhi pola pikir, kesadaran, dan terhadap suatu objek tertentu, termasuk terhadap lingkungan . Selain itu, hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa pengetahuan lingkungan dengan sikap konservasi maupun perilaku peduli lingkungan siswa . Dengan demikian, hasil penelitian ini memperkuat bahwa pendidikan lingkungan memiliki peranan konservasi siswa. Simpulan dan Saran Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang keanekaragaman hayati dengan sikap siswa terhadap konservasi pada kelas X SMA Negeri 2 Medan Tahun Pembelajaran 2025/2026. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,733 menunjukkan hubungan yang kuat dan positif, yang berarti semakin tinggi tingkat pengetahuan siswa mengenai keanekaragaman hayati maka semakin baik sikap konservasi yang dimiliki siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran keanekaragaman hayati memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran dan sikap peduli lingkungan pada peserta didik. Selain itu, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pendidikan, khususnya dalam bidang pendidikan biologi dan pendidikan lingkungan, dengan pengetahuan lingkungan berhubungan dengan pembentukan sikap konservasi Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji faktor lain yang dapat memengaruhi sikap konservasi siswa, seperti lingkungan keluarga, media sosial, dan budaya sekolah. Daftar Pustaka