Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 141-154 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 PENGARUH EFEKTIVITAS PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI TUBERKULOSIS (SITB) TERHADAP KETERSEDIAAN LOGISTIK PADA PUSKESMAS DI KABUPATEN JEMBER Iim Suhaemi1. Abdul Rahem2*. Yunita Nita2 Program Studi Magister Ilmu Farmasi Fakultas Farmasi. Universitas Airlangga Departemen Farmasi Praktis Fakultas Farmasi. Universitas Airlangga *Email: abdulrahem@ff. Artikel diterima: 2025-06-30. Disetujui: 2025-07-28 DOI: https://doi. org/10. 36387/jiis. ABSTRAK Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) merupakan platform strategis untuk optimalisasi pengelolaan logistik TB di fasilitas kesehatan primer, namun penggunaanya masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penggunaan SITB dan dampaknya terhadap ketersediaan logistik TB pada puskesmas di Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional pada 30 puskesmas di Kabupaten Jember periode Juli-Desember 2024 dengan pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Variabel bebas terdiri dari variabel pada komponen teknologi, organisasi dan human, variabel terikat merupakan dampak Evaluasi efektivitas menggunakan model HOT-Fit (Human-OrganizationTechnolog. , hubungan antar komponen dianalisis menggunakan uji rank spearman. Berdasarkan hasil penelitian, meskipun SITB diterapkan sejak tahun 2020, ketersediaan logistik pada puskesmas di Kabupaten Jember masih belum merata, yaitu masih terjadi kekosongan lebih dari standar (> 4%), pada logistik Non-OAT ketersediaan rata-rata pada periode triwulan cenderung berlebih (> 150%). Analisis korelasi menunjukkan bahwa kualitas informasi dan kepuasan pengguna mempengaruhi dampak sistem secara signifikan . < 0,. Sehingga dapat disimpulkan bahwa implementasi SITB belum dapat menjamin pemerataan ketersediaan logistik TB di Puskesmas Kabupaten Jember, dimana pada penggunaan SITB variabel kualitas informasi dan variabel kepuasan pengguna merupakan faktor utama yang mempengaruhi dampak sistem. Kata kunci: Puskesmas. Sistem informasi tuberkulosis. Pengelolaan logistik HOT-Fit. Efektivitas sistem informasi ABSTRACT The Tuberculosis Information System (SITB) is a strategic platform for optimizing TB logistics management in primary health facilities, but its use is still not optimal. This study aims to analyze the effectiveness of SITB usage and its impact on the availability of TB logistics in community health centers in Jember Regency. This study used a cross-sectional design involving 30 community health centers from July to December Variables examined included technology, management, and organizational components affecting SITB system impact. The effectiveness of SITB was evaluated Iim Suhaemi, dkk | 141 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 141-154 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 using the HOT (Human-Organization-Technolog. - Fit model, the relationship between components is analyzed using the Spearman rank test. The results show, despite SITB implementation since 2020, logistics availability remained inequitable is still empthy beyond the standard in primary healthcare (> 4%), but Nonantituberculosis logistic have overstocked with an average availability of more than 5 months in quarterly periode (> 150%). Correlation analysis revealed that information quality and user satisfaction significantly influenced system impact . < 0,. In conclusion. SITB implementation has not ensured equitable TB logistics availability across community health centers in Jember Regency, where in the used of SITB, information quality and user satisfaction are key factors influencing system Keywords: Primary healthcare. Tuberculosis information system. Tuberculosis logistics management. HOT-Fit. Information system effectiveness PENDAHULUAN Tuberkulosis (TB) adalah penyakit Penanggulangan Tuberkulosis 2020- menular yang disebabkan oleh infeksi 2030 yaitu terdiri dari optimalisasi Mycobacterium upaya promosi kesehatan, pemberian dapat menyebar melalui udara . pengobatan pencegahan tuberkulosis ketika penderita batuk atau bersin (Handayani penguatan manajemen program yang Sumarni. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah kasus TB terbanyak di kebutuhan logistik dari kebutuhan dunia, menduduki peringkat kedua setelah India. Jawa timur menjadi salah logistik obat antituberkulosis (OAT) satu provinsi dengan angka temuan dan logistik non obat antituberkulosis kasus terbanyak Indonesia, khususnya (Non-OAT) (Kemenkes RI, 2. Kabupaten Jember pada tahun 2023 Upaya Indonesia yang memiliki angka temuan kasus memiliki tools untuk membantu dalam terbanyak kedua di provinsi Jawa Timur (Dinkes Jatim, 2. platform Sistem Informasi Tuberkulos Indonesia (SITB), Eliminasi TB tahun 2030, untuk mencapainya beberapa upaya dilakukan diagnostik TB, hingga pengelolaan dengan menerapkan Strategi Nasional logistik TB. Berdasarkan data laporan Iim Suhaemi, dkk | 142 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 141-154 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Penelitian ini dilakukan untuk Indonesia tahun 2023, implementasi mengevaluasi penggunaan SITB pada SITB dalam melakukan pelaporan dan puskesmas di Kabupaten Jember yang pencatatan masih menjadi tantangan berkaitan dengan pengelolaan logistik khususnya pada pengelolaan logistik TB menggunakan pendekatan Human TB, seperti kurangnya pencatatan dan Organization Technology (HOT)-Fit keterbatasan sarana dan prasarana serta menempatkan komponen penting dari belum optimalnya penggunaan SITB di suatu sistem informasi yaitu komponen Puskesmas (Kemenkes RI, 2. manusia, organisasi dan teknologi SITB terhadap dampak dari sistem informasi yang digunakan (Adhani, et al. , 2. kualitatif yang di lakukan oleh (Syam & Pada penelitian ini dampak sistem dari Nurfita, penggunaan SITB yang diharapkan Penggunaan Mergangsan Umbulharjo. Yogyakarta logistik, oleh karena itu, penelitian ini implementasi SITB di puskesmas masih juga dilakukan untuk menganalisis terkendala pada bagian teknologi yang profil ketersediaan logistik TB di menyebabkan adanya laporan yang Puskesmas Kabupaten Jember. tidak terlaporkan di SITB, jika dilihat dari penggunaan SITB di puskesmas belum semuanya melakukan pencatatan METODE PENELITIAN Penelitian ini sudah mendapatkan dan pelaporan melalui SITB sehingga mempengaruhi output yang diharapkan instansi Badan Kesatuan Bangsa dan yaitu terkait pelaporan kasus secara Politik (Bakesbangpo. Kabupaten keseluruhan dan jumlah kebutuhan Jember Kesehatan Kabupaten Jember. Penelitian ini juga output data SITB sesuai dengan data sudah mendapatkan sertifikat laik etik real dilapangan (Syam & Nurfita, dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Dinas dengan nomor 34/LE/2024. Penelitian Iim Suhaemi, dkk | 143 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 141-154 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 penggunaan SITB menggunakan model sectional study yang dilaksanakan di HOT-Fit pada Gambar 1. Instrumen seluruh puskesmas Kabupaten Jember. penelitian telah diuji validitas konstruk Variabel independen penelitian ini biserial . >0,. dan reliabilitas dengan (>0,. pengguna dan pengendalian sistem, pengelola logistik TB di Kabupaten Probolinggo, adalah dampak sistem. Sampel Lumajang Banyuwangi. Penilaian indikator yang digunakan sampel logistik TB dan pengelola pada penelitian ini adalah : logistik TB di Puskesmas Kabupaten Profil Pencatatan Logistik TB yaitu Jember. Kriteria inklusi untuk melihat kesesuaian pencatatan stok antara profil ketersediaan logistik TB adalah 6 fisik dan data stok pada SITB item Logistik OAT dan 4 item NonOAT Item logistik sesuai % = Total sampel logistik terbanyak pada semua puskesmas di Profil Pengelolaan Logistik TB Kabupaten Jember. Pemilihan sampel yaitu berdasarkan daftar tilik yang pengelola logistik TB berdasarkan kriteris inklusi yaitu petugas farmasi pengelolaan logistik TB tahun yang bertanggung jawab mengelola 2023, dengan persentase penilaian logistik TB minimal satu tahun dan Sehingga sampelnya adalah pengelola logistik TB Instrumen penelitian terdiri dari lembar observasi pencatatan transaksi Persentase Ketersediaan Logistik OAT periode 3 Bulan pada 30 puskesmas. Skor yang didapat modul logistik SITB periode Januari Desember % = Total skor maksimal menggunakan platform SITB, serta item logistik yang tercatat lengkap pada Total stok OAT Total resep Persentase Ketersediaan Logistik Non-OAT periode 3 Bulan Ketersediaan NonOeOAT (Bula. % =Jumlah bulan periode penelitian logistik dan survei kuesioner efektivitas Iim Suhaemi, dkk | 144 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 141-154 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Efektivitas SITB Penilaian pencatatan logistik TB dilihat berdasarkan kesesuaian stok antara stok sudah divalidasi dengan skala likert yaitu penilaian 1 - 5. pengambilan data penelitian terhadap Data hasil penelitian yang diperoleh stok yang tercatat pada kartu stok atau dari kuesioner efektivitas penggunaan sisa stok pada platform SITB modul SITB Pada Tabel 1. , persentase menggunakan uji Shapiro-Wilk . ampel rata-rata < . , berdasarkan hasil uji normalitas standar (< 100%), meskipun belum ada tersebut, data tidak terdistribusi normal standar dari kementrian kesehatan . < 0,. , oleh karena itu uji statistik terkait kesesuaian stok, namun hal ini menggunkan uji rank spearman. menunjukkan bahwa keakuratan data stok yang tercatat pada platform SITB sangat kurang, berdasarkan HASIL DAN PEMBAHASAN penelitian oleh (Atmaja, et al. , 2. Profil Pencatatan Logistik TB HUMAN TECHNOLOGY Kualitas Sistem Penggunaan Kepuasan Pengguna DAMPAK SISTEM Kualitas informasi ORGANIZATION Pengendalian Sistem Gambar 1. Kerangka Human Organization Technology - Fit Model ketidaksesuaian data stok pengguna tidak menginput pemasukan menunjukkan kurangnya keakurasian dan pengeluaran logistik (Tola, et al. Berdasarkan hasil observasi demikian ada beberapa faktor yang pada penelitian ini, ditemukan masih mempengaruhi pencatatan yang tidak sesuai, yaitu seperti gangguan koneksi. Kabupaten melaporkan stok > 1 bulan, sedangkan Jember Iim Suhaemi, dkk | 145 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 141-154 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Dinkes Kabupaten tentunya hal ini perlu diperbaiki, untuk Jember adalah maksimal 2 minggu, meningkatkan akurasi data stok. Tabel 1. Kesesuaian Stok Logistik TB No. Nama Puskesmas Cakru Gumukmas Wuluhan Ambulu Sabrang Andongsari Curah nongko Mayang Kemuningsari Kidul Ajung Rambipuji Nogosari Karangduren Umbulsari Paleran Semboro Jombang Jember Rowotengah Klatakan Bangsalsari Panti Pakusari Ledokombo Sumberjambe Jelbuk Kaliwates Mangli Sumbersari Patrang Banjarsengon Rata-rata A SD Logistik OAT . sesuai 62 A31 Logistik Non-OAT . = . sesuai 46A29 Profil Pengelolaan Logistik TB pengelolaan logistik TB pada 30 Penilaian pengelolaan logistik TB Kabupaten Jember pada puskesmas di Kabupaten Jember memiliki skor 473 dari total skor berdasarkan daftar tilik terdapat dua indikator penilaian yaitu indikator 75,08% yang berarti bahwa pengelolaan pencatatan dan pelaporan logistik TB serta indikator pengelola logistik TB. Kabupaten Jember adalah baik (Dirjen Hasil penilaian skoring daftar tilik P2P, 2. Meskipun demikian ada Iim Suhaemi, dkk | 146 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 141-154 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 beberapa yang harus diperbaiki yaitu dimulai pada bulan ke-2 dan 3, kondisi ini juga menunjukkan bahwa meskipun pencatatan logistik kadaluwarsa. efektivitas pengelolaan logistik dengan Profil Ketersediaan Logistik TB . Logistik OAT Ketersediaan logistik OAT di Puskesmas Kabupaten Jember pada SITB, ketersediaan logistik OAT masih belum Tabel 2. , menunjukkan belum adanya Berdasarkan penelitian oleh (De pemerataan ketersediaan. Berdasarkan Foo, et al. , 2. kekosongan stok dan data tersebut. OAT Sensitif Obat (SO) yaitu obat lini pertama memiliki distribusi obat, yang dapat mengarah dibandingkan OAT terapi pencegehan pada kadaluwarsa obat dan efektivitas tuberkulosis (TPT). Kekosongan yang signifikan terjadi pada OAT TPT, khususnya pada Rifapentin dan HR (Needamangalam, et al. , 2. Pada . /75 m. , yang sering terjadi pada pengiriman stok pada platform SITB ketersediaan OAT meningkat pada menjadi salah satu kendala pengadaan triwulan keempat, hal ini terjadi karena distribusi obat meningkat pada triwulan Kabupaten/Kota akhir karena pada periode tersebut pengecekan stok, jika stok tidak di proses perencanaan untuk pengadaan update maka distribusi logistik tidak obat di tahun berikutnya, sedangkan akan sesuai dengan permintaan dari pada triwulan pertama distribusi obat puskesmas yang merupakan kebutuhan. TB, Dinkes Tabel 2. Ketersediaan Logistik OAT pada Puskesmas di Kabupaten Jember Nama OAT OAT KDT Kategori 1 OAT KDT Kategori Anak Isoniazid (H)100 mg Isoniazid (H)300mg/ Rifapentine(P) 300mg Rifapentine 150 mg HR . OAT KDT Kategori 1 TW 1 TW 2 TW 3 TW 4 Iim Suhaemi, dkk | 147 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 141-154 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Logistik Non-OAT Logistik pengadaan berdasarkan alokasi dari Non-OAT . eralatan Dinkes Kabupaten Jember. diagnostik dan alat penunjang lainny. Puskesmas Kabupaten Alokasi Dinkes Jember Kabupaten Jember lebih berdasarkan menunjukkan hasil yang lebih baik target kasus yang ingin dicapai dari dalam hal ketersediaan stok, tetapi banyak terjadi kelebihan stok yang Jember. Non-OAT perhitungan kebutuhan puskesmas. Hal pada Tabel 3. , menunjukkan bahwa ini menyebabkan kelebihan stok di terjadi fluktuasi sepanjang tahun 2023, beberapa puskesmas, yang berdampak meskipun cenderung meningkat pada pada distribusi yang tidak tepat dan triwulan keempat, yang bertepatan pengelolaan yang kurang efisien. Platform SITB sebagai alat untuk Kabupaten memantau logistik TB menjadi kurang Jember sama halnya dengan logistik efektif jika alokasi logistik Non-OAT OAT. Namun, distribusi logistik Non- tidak didasarkan pada data kebutuhan OAT dan analisis yang baik (Nkirote, et ,2. , (Mhazo, et al. , 2. Ketersediaan perencanaan logistik dilakukan oleh Dinkes Dinkes Kabupaten Tabel 3. Ketersediaan Logistik OAT pada Puskesmas di Kabupaten Jember Nama Non-OAT Reagen Zn Pot Dahak Tuberkulin / TST Kaca sediaan TW 1 penggunaan dan kepuasan pengguna. Hubungan Variabel Komponen Teknologi terhadap Variabel Komponen Manusia (Huma. Komponen teknologi terdiri dari variabel kualitas sistem dan kualitas manusia . terdiri dari variabel TW 2 TW 3 TW 4 Pada Tabel 4. merupakan hasil uji Rank Spearman. Variabel kualitas sistem dan kualitas hubungan signifikan . -value < 0,. Iim Suhaemi, dkk | 148 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 141-154 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 komponen manusia . dengan kekuatan hubungan sedang dan searah, meningkatkan penggunaan dan kualitas Kualitas output yang dihasilkan oleh sistem informasi berdasarkan apa yang di input, kualitas informasi dapat mempengaruhi penggunaan karena apabila data dan informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat memenuhi kebutuhan pencatatan dan pelaporan logistik TB SITB meningkatkan penggunaan SITB serta meningkatkan kinerja pengelola logistik TB (Arif, et al. , 2. , (Bahrudin, et al. Hubungan Variabel pada Komponen Teknologi Variabel pada Komponen Organisasi Variabel pengendalian sistem merupakan komponen organisasi yang memiliki kebijakan dalam penggunaan sistem yaitu Dinkes Kabupaten Jember. Pada Tabel 4. , variabel kualitas sistem dan kualitas informasi tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap variabel pengendalian sistem, artinya mempengaruhi komponen organisasi secara langsung. Komponen organisasi yang merupakan pemegang kebijakan terhadap penggunaan SITB bukan yang dapat mengendalikan sistem informasi secara langsung, karena pengendalian sistem pada penelitian ini merupakan crontoling system internal. (Meraji, et , 2. , (Apridiyanti, et al. , 2. Tabel 4. Hasil Uji Korelasi antara Variabel pada Kualitas Komponen Teknologi terhadap Variabel pada Komponen Manusia (Huma. Variabel Penggunaan Korelasi p-value . 0,465 0,010* Kepuasan Pengguna Korelasi p-value . 0,577 0,001* Kualitas SITB Kualitas 0,518 0,003* 0,476 Informasi SITB Keterangan : Uji Korelasi menggunakan uji rank Spearman (*) : Signifikan 0,008* Pengendalian SITB Korelasi p-value . 0,254 0,176 0,288 0,123 Iim Suhaemi, dkk | 149 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 141-154 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Hubungan Variabel pengandalian sistem yang kuat, yaitu Komponen Organisasi terhadap Variabel Komponen Manusia (Huma. Tabel 5. , memiliki hubungan dengan memiliki hubungan dengan variabel kepuasan pengguna. Hubungan variabel pengendalian sistem terhadap variabel hubungan yang sedang dan searah, artinya semakin tinggi pengendalian organisasi dalam hal ini adalah Dinas Kesehatan punishment maka akan meningkatkan Variabel pengendalian sistem pada Kabupaten Jember penggunaan SITB sehingga pengguna SITB pelaporan dan pencatatan logistik TB yang selanjutnya dapat berdampak pada (Mhazo, et al. , 2. Berbeda dengan pengendalian sistem. Tabel 5. Hasil Uji Korelasi antara Variabel pada Komponen Organisasi terhadap Variabel pada Komponen Manusia (Huma. Penggunaan Korelasi . p-value Pengendalian Sistem 0,537 0,002* Keterangan : Uji Korelasi menggunakan uji rank Spearman (*) : Signifikan Variabel Hubungan Variabel Dampak Kepuasan Pengguna Korelasi . p-value 0,315 0,090 . et Benefi. Komponen Teknologi. Manusia merupakan manfaat yang dihasilkan (Huma. Organisasi pada penggunaan SITB modul logistik. Variabel Dampak hubungan antara komponen teknologi. Sistem manajemen dan organisasi terhadap Iim Suhaemi, dkk | 150 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 141-154 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 signifikan terhadap dampak sistem, hal mengetahui komponen mana yang paling mempengaruhi dampak sistem baik peningkatan maupun penurunan. mempengaruhi dampak sistem begitu Pada Tabel 6. , merupakan hasil uji korelasi antara semua variabel terhadap sehingga jika kualitas informasi yaitu Kualitas berhubungan dengan ketepatan akurasi informasi dan kepuasan pengguna dan konsistensi data yang dihasilkan memiliki hubungan yang SITB, maka kepuasan pengguna akan meningkat karena dapat meningkatkan SITB dan juga akan mempengaruhi peningkatan manfaat dari penggunaan SITB, peningkatan dampak sistem penggunaan SITB pada puskesmas di Kabupaten Jember (Syam & Nurfita, 2. , (Faigayanti, et al. , 2. Tabel 6. Hasil Korelasi antara Variabel pada Komponen Teknologi. Manusia (Huma. , dan Organisasi terhadap Variabel Dampak Sistem Variabel Kualitas Sistem Kualitas Informasi Penggunaan Kepuasan Pengguna Pengendalian dan Pengawasan Sistem Keterangan : Uji Korelasi menggunakan uji rank Spearman (*) : Signifikan Dampak Sistem Korelasi . p-value 0,305 0,102 0,513 0,004* 0,274 0,189 0,365 0,047* 0,255 0,174 Iim Suhaemi, dkk | 151 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 141-154 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 KESIMPULAN memperoleh akurasi data stok yang Kesimpulan pada penelitian ini SITB pengelolaan logistik TB di puskesmas Kabupaten Jember dikatakan efektif dalam menjamin akurasi data pencatatan dan pemerataan ketersediaan logistik TB, dimana masih informasi yang baik. Perlu SITB, performa platform SITB dari pemegang Kementrian Kesehatan RI, pengetahuan terkait platform SITB oleh Dinkes Kabupaten Jember, dua hal Pada baik, sehingga menghasilkan kualitas meningkatan sikap dan penerimaan dari pengaruh yang signifikan . < 0,. terhadap komponen manusia . , yaitu kebijakan dan pengawasan dari Dinkes Kabupaten Jember UCAPAN TERIMAKASIH Terimakasih kepada seluruh civitas akademika Program Studi Magister penggunaan SITB dapat mempengaruhi Ilmu Universitas menggunakan SITB. Farmasi. Kesehatan Fakultas Farmasi Airlangga. Dinas Kabupaten Jember dan Puskesmas dampak sistem adalah variabel kualitas Jember informasi pada komponen teknologi dukungan terhadap penelitian ini. Variabel Kabupaten dan variabel kepuasan pengguna pada komponen manusia . Oleh karena itu, peningkatan efektivitas SITB DAFTAR PUSTAKA