Vol. 4 No. 2 Desember 2025 Hal 598-605 Https://ojs. PERAN APLIKASI MOBILE GOOGLE CLASSROOM TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI ERA DIGITAL Muhamad Alda1. Dini Alilmi2*. Dwi Hafizah Akbar3 . Refnaldi Prayoga4 1,2,3,4Program Studi Sistem Informasi. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara E-mail: muhamadalda@uincu. id1, dinialilmi123@gmail. com2*, dwihafizaha@gmail. refnaldiprayoga@gmail. ABSTRACT INFO ARTIKEL Sejarah Artikel Diterima : 11/10/2025 Direvisi : 13/11/2025 Diterbitkan : 01/12/2025 *Corresponding author dinialilmi123@gmail. DOI: 10. 70247/jumistik. Https://ojs. GRAPHICAL ABSTRACT The development of digital technology in the modern era has brought significant changes to the field of education, particularly through the use of mobile applications in the learning process. This study aims to analyze the role of the mobile application Google Classroom in enhancing studentsAo learning motivation in the digital era. This topic was chosen because learning motivation is a key factor determining educational success, while the integration of digital technology has become an essential part of teaching and learning activities. The research employs a qualitative descriptive method with a literature review approach, in which data were collected from various scientific sources such as journals, articles, and relevant books. The findings reveal that Google Classroom mobile plays a crucial role in increasing studentsAo intrinsic motivation, extrinsic motivation, and learning independence. Its interactive features, accessibility, and time flexibility enable students to learn more actively, independently, and responsibly. Although there are still limitations, such as unstable internet connectivity and limited face-to-face interaction, the advantages of this application outweigh its drawbacks. Overall. Google Classroom mobile has proven effective in fostering learning motivation and supporting adaptive and innovative learning processes in the digital age. Keywords: Google Classroom. Mobile Application. Learning Motivation. Digital Learning ABSTRAK Perkembangan teknologi digital di era modern telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, salah satunya melalui pemanfaatan aplikasi mobile dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran aplikasi mobile Google Classroom terhadap motivasi belajar siswa di era digital. Topik ini dipilih karena motivasi belajar merupakan faktor kunci yang menentukan keberhasilan pendidikan, sementara penggunaan teknologi digital semakin menjadi bagian integral dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka . iterature revie. , di mana data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, artikel, dan buku yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Google Classroom mobile berperan penting dalam meningkatkan motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik, dan kemandirian belajar siswa. Fiturfitur interaktif, kemudahan akses, dan fleksibilitas waktu memungkinkan siswa untuk belajar lebih aktif, mandiri, dan bertanggung jawab terhadap proses belajarnya. Meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan jaringan internet dan kurangnya interaksi langsung, kelebihan aplikasi ini lebih dominan dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran digital masa kini. Secara keseluruhan. Google Classroom mobile terbukti efektif dalam menumbuhkan motivasi belajar serta mendukung terciptanya proses pembelajaran yang adaptif dan inovatif di era digital. Kata kunci: Google Classroom. Aplikasi Mobile. Motivasi Belajar. Pembelajaran Digital A 2025 Penerbit STMIK Amika Soppeng. All rights reserved . 598Ae605 | w. id | eISSN 2964Ae3953 | PENDAHULUAN Perkembangan teknologi di masa globalisasi telah menimbulkan perubahan yang signifikan Dalam berbagai bidang kehidupan manusia, mulai dari cara bekerja, berkomunikasi, hingga memperoleh informasi. Salah satu momentum penting dari perubahan tersebut adalah hadirnya Revolusi Industri 4. 0 yang ditunjukkan melalui penggunaan teknologi digital secara luas, termasuk dalam bidang Pendidikan. Kondisi ini menuntut dunia pendidikan untuk beradaptasi melalui strategi pembelajaran yang kreatif serta sesuai dengan kebutuhan generasi saat Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi di era digital telah memberikan dampak besar terhadap berbagai aspek kehidupan, salah satunya dalam bidang pendidikan. , . , . Oleh sebab itu, pendidikan pada hakikatnya tidak dapat dipisahkan dari perkembangan teknologi, melainkan harus terus menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Dalam proses pembelajaran, perkembangan teknologi menuntut guru tidak hanya sekadar menguasai keterampilan mengajar, tetapi juga mampu mengintegrasikan teknologi dalam kegiatan belajar agar tercipta pembelajaran yang inovatif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan siswa masa kini. Seiring dengan semakin majunya era digital, rancangan program pembelajaran juga diarahkan untuk memanfaatkan teknologi secara optimal, sehingga dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pendidikan bukan lagi sebuah alternatif, melainkan telah menjadi suatu kebutuhan mendesak. Saat ini, berbagai upaya telah dilakukan dunia pendidikan untuk meningkatkan kualitas melalui pemanfaatan perkembangan Revolusi Industri 4. Penerapan media pembelajaran berbasis teknologi menghadirkan pengalaman belajar yang lebih Perkembangan teknologi yang sangat pesat juga memberi peluang bagi guru untuk mengemas proses belajar menjadi lebih interaktif, kolaboratif, dan Peningkatan mutu pendidikan menjadi faktor penting dalam penentu perkembangan suatu bangsa, karena tingkat kualitas sumber daya manusia sangat bergantung pada mutu pendidikan yang Kualitas tersebut dapat ditingkatkan melalui pembelajaran yang bermakna dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Sekolah berperan sebagai lingkungan utama tempat siswa memperoleh pendidikan, mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor, serta membangun kebiasaan belajar yang positif agar siap menghadapi tantangan global. Pendidikan merupakan salah satu aspek mendasar dalam pembentukan sumber daya manusia. Tanpa kualitas pendidikan yang baik, bangsa akan sulit bersaing di era globalisasi. Dengan demikian. Upaya peningkatan kualitas Pendidikan menjadi fokus utama bagi para pendidik dan pengambil kebijakan. Salah satu faktor yang sangat Muhamad Alda et. al / Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hal 598Ae605 keberhasilan pendidikan adalah motivasi belajar siswa. Motivasi belajar menjadi perhatian utama baik bagi guru maupun pihak yang berwenang dalam penyusunan kebijakan pendidikan . Motivasi dapat dipahami sebagai dorongan psikologis yang menggerakkan siswa untuk mencapai tujuan atau hasil belajar tertentu. Dengan adanya motivasi, peserta didik terdorong untuk belajar lebih konsisten dan tidak mudah menyerah menghadapi Motivasi belajar yang tumbuh dalam lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung akan mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif, sehingga hasil belajar dapat mencapai tingkat yang optimal . Oleh karena itu, motivasi belajar dapat disebut sebagai faktor kunci yang menentukan keberhasilan sebuah proses pendidikan. merupakan hal yang tidak bisa dihindarkan karena berjalan beriringan dengan perkembangan ilmu Hal ini membuka peluang bagi dunia pendidikan untuk memperbaiki mutu pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai perangkat maupun aplikasi digital. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan era digital . Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi dalam pendidikan adalah Aplikasi kemudahan bagi guru dan siswa untuk mengakses materi di mana pun dan kapan pun, sehingga proses belajar tidak lagi terbatas ruang dan waktu. Salah satu platform yang paling sering dimanfaatkan adalah Google Classroom. Platform ini pembelajaran, mulai dari distribusi materi, pemberian tugas, pengumpulan jawaban, hingga penilaian dan forum diskusi. Google Classroom memiliki sejumlah keunggulan, antara lain kemudahan akses, tampilan antarmuka yang sederhana, serta integrasi dengan layanan Google lainnya seperti Google Drive dan Google Meet. Kehadiran aplikasi ini tidak hanya mempermudah guru dalam mengelola kelas, tetapi juga mendorong siswa untuk lebih mandiri dalam Pemanfaatan teknologi pendidikan digital, khususnya melalui Google Classroom, memberi peluang besar bagi pendidik maupun institusi untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih mudah diakses, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik generasi digital. Meski Google Classroom juga memiliki keterbatasan. Beberapa penelitian mencatat bahwa platform ini sangat bergantung pada jaringan internet yang stabil serta tidak sepenuhnya dapat menggantikan interaksi keterlibatan emosional siswa. Walaupun begitu, sebagian besar penelitian tetap menunjukkan bahwa Google Classroom memberi kontribusi positif terhadap efektivitas pembelajaran. Misalnya. Sidabutar . menemukan bahwa Google Classroom memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pencapaian hasil belajar matematika siswa. Penelitian lain juga meningkatkan capaian akademik, meskipun lebih banyak menyoroti aspek kognitif daripada aspek motivasi siswa. Hal ini memperlihatkan bahwa penelitian tentang Google Classroom sejauh ini masih dominan menitikberatkan pada hasil belajar akademik, sedangkan kajian mengenai perannya dalam meningkatkan motivasi siswa sekolah menengah masih jarang dilakukan. Padahal, motivasi belajar merupakan faktor penting yang menentukan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha meninjau secara khusus bagaimana peran aplikasi mobile Google Classroom terhadap motivasi belajar siswa di era digital, dengan demikian dapat menyajikan pandangan yang lebih komprehensif mengenai manfaat platform ini dalam mendukung dunia Berdasarkan penjelasan tersebut, penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji peran aplikasi mobile Google Classroom terhadap motivasi belajar siswa sekolah menengah di era digital. TINJAUAN PUSTAKA Mobile Learning Mobile smartphone, laptop, dan teknologi informasi lainnya yang saat ini telah menjadi bagian dari rutinitas masyarakat, dengan penekanan utama pada Penggunaan smartphone tidak hanya terbatas pada alat komunikasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung aktivitas Mengingat jumlah perangkat seluler yang tinggi, pembelajaran melalui ponsel bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi tantangan dalam Pendidikan di jenjang Sekolah Menengah secara umum, khususnya di Sekolah Menengah Atas, kesenjangan akses Informasi pendidikan. Secara sederhana, mobile learning dapat dipahami sebagai media pembelajaran berbasis aplikasi yang berjalan pada perangkat mobile, sehingga memungkinkan siswa untuk mengakses materi kapan saja dan di mana saja mereka berada . , . Konsep ini membawa sejumlah manfaat, salah satunya adalah ketersediaan materi ajar yang dapat diakses secara fleksibel, sehingga siswa tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu. Mobile learning memang tidak sepenuhnya menggantikan pembelajaran konvensional, tetapi dapat digunakan sebagai pelengkap yang mendukung efektivitas pembelajaran tatap muka di kelas. Dalam praktiknya, mobile learning juga menjadi salah satu bentuk inovasi pendidikan karena mendorong peserta didik lebih aktif, tidak sekadar menyimak pemaparan guru, tetapi juga terlibat dalam aktivitas lain seperti Muhamad Alda et. al / Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hal 598Ae605 mengamati, mendemonstrasikan, atau mengerjakan tugas secara mandiri. Dengan demikian, mobile learning dapat dipandang sebagai sarana penting yang membantu menciptakan proses belajar yang interaktif, fleksibel, dan selaras dengan kebutuhan generasi digital saat ini. Google Classroom Google Classroom adalah salah satu platform digunakan di berbagai jenjang pendidikan. Proses belajar melalui Google Classroom dapat dianggap sebagai bentuk kemajuan dalam dunia pendidikan karena menjadi jawaban atas tantangan media pembelajaran yang semakin beragam. Aplikasi ini memberikan kemudahan bagi guru maupun siswa, salah satunya adalah sistem penilaian yang dapat dilakukan tanpa menggunakan kertas, sehingga lebih efisien. Selain itu. Google Classroom dilengkapi fitur-fitur assignment, create question, reuse post, dan create membantu guru mengembangkan materi serta memfasilitasi kegiatan pembelajaran. Lebih lanjut. Google Classroom tidak hanya diperuntukkan bagi guru sebagai pengelola kelas, tetapi juga memberikan dukungan kepada peserta didik Dalam mengatasi hambatan Belajar melaui penyediaan sarana interaksi dan akses materi yang mudah. Fitur yang ditawarkan, seperti pengaturan kelas, penyimpanan data di Google Drive, serta akses melalui perangkat mobile, menjadikan Google Classroom semakin relevan dengan kebutuhan pembelajaran di era digital. Selain itu, aplikasi ini tergolong mudah digunakan karena mayoritas pengajar serta para siswa sudah terbiasa Dalam menggunakan smartphone dan berbagai aplikasi yang terintegrasi dengannya. Dengan demikian. Google Classroom dapat dianggap sebagai salah satu tools penting dalam mendukung proses pembelajaran modern yang sederhana, efisien, dan Motivasi Belajar Motivasi adalah kekuatan pendorong yang berasa dari Dalam diri individu untuk melakukan suatu aktivitas dengan tujuan tertentu. Setiap kegiatan yang dilakukan seseorang biasanya dipicu oleh dorongan internal yang kuat, dan penggerak inilah yang disebut dengan motivasi. Dalam konteks pendidikan, motivasi untuk belajar dapat muncul dari berbagai sumber, baik yang bersumber dari Dalam diri peserta didik maupun faktor eksternal seperti lingkungan dan dukungan guru. Motivasi belajar merupakan aspek yang mutlak dimiliki oleh siswa agar dapat mencapai tujuan pembelajaran. Motivasi juga dapat dipandang sebagai kekuatan yang mengarahkan sekaligus menyelesaikan tugas yang diberikan. Oleh karena itu, siswa yang memiliki motivasi tinggi cenderung lebih konsisten dalam belajar, tekun menghadapi kesulitan, dan berupaya mencapai hasil yang lebih baik. Pada akhirnya, motivasi belajar tidak hanya menjadi dorongan semata, melainkan juga faktor pendorong utama yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran secara keseluruhan. Penelitian Terdahulu Penelitian mengenai penggunaan aplikasi Google Classroom dalam meningkatkan motivaso dan efektivitas belajar siswa telah banyak dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Destyana & Surjanti . meneliti Tingkat efektivitas pemanfaatan Google Classroom dan motivasi Belajar terhadap capaian hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi di SMAN 1 Puri Mojokerto. Hasil penelitian Google Classroom efektif dimanfaatkan Dalam proses pembelajaran dengan tingkat efektivitas 76,42% serta memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar. Sidabutar penerapan media pembelajaran interaktif berbasis Google Classroom terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI dalam menyongsong era Revolusi 4. Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelas yang menggunakan Google Classroom dengan yang tidak, di mana pembelajaran berbasis Google Classroom lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika. Tamaji dan Umroh . meneliti pemanfaatan media pembelajaran Google Classroom memberikan kemudahan akses, efisiensi waktu, dan mendukung kemandirian siswa dalam belajar melalui fitur-fitur interaktifnya. Sahputra et al. dalam pengabdiannya di Dayah Nurul Iman menemukan bahwa penerapan Google Classroom membantu menjaga kontinuitas pembelajaran jarak jauh, meningkatkan kemampuan siswa dalam menggunakan teknologi pembelajaran, serta mendorong adaptasi terhadap metode belajar digital. Sementara itu. Rafi. Kusuwamardani, & Suparmi . meninjau peran Google Classroom efektif dalam mendukung penilaian pembelajaran secara daring yang bersifat holistik dan efisien. Dari penelitian terdahulu, terlihat bahwa meskipun studi mengenai penggunaan Google Classroom telah banyak dilakukan, sebagian besar penelitian masih berfokus pada aspek efektivitas pembelajaran atau hasil belajar, bukan secara khusus pada peran aplikasi Google Classroom dalam membentuk motivasi belajar siswa di era digital. Beberapa penelitian seperti Destyana & Surjanti . serta Sidabutar . menyoroti hubungan antara efektivitas penggunaan Google Classroom dengan hasil belajar, sementara Tamaji & Umroh . lebih menekankan pada peningkatan kemandirian belajar siswa selama pandemi. Studi lainnya oleh Saputra et . menekankan pada pemanfaatan teknologi Google Classroom dalam menjaga kontinuitas pembelajaran jarak jauh, dan Rafi et al. membahas fungsinya dalam evaluasi pembelajaran Muhamad Alda et. al / Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hal 598Ae605 Namun demikian, masih terbatas penelitian yang secara komprehensif mengkaji bagaimana aplikasi Google Classroom khususnya dalam bentuk mobile berperan langsung terhadap peningkatan motivasi intrinsik maupun ekstrinsik siswa dalam konteks pembelajaran digital yang fleksibel dan dinamis. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pendekatan yang menempatkan Google Classroom bukan sekedar sebagai media pembelajaran daring, tetapi sebagai instrumen motivasional dalam pembelajaran berbasis teknologi di era digital. Penelitian ini berupaya mengintegrasikan analisis aspek teknologis dan psikologis untuk memahami sejauh mana fitur-fitur Google Classroom mobile dapat meningkatkan minat, kemandirian, dan partisipasi aktif sisea dalam kegiatan belajar. Dengan memanfaatkan data primer melalui survei langsung terhadap siswa pengguna Google Classroom mobile, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai hubungan antara penggunaan aplikasi digital dengan motivasi belajar, sekaligus menawarkan mernacang model pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, karena bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam peran aplikasi mobile Google Classroom terhadap motivasi belajar siswa berdasarkan kajian teori dan penelitian yang relevan. Metode ini dipilih sebab penelitian tidak dilakukan melalui survei atau eksperimen langsung, melainkan dengan menganalisis data dari berbagai sumber tertulis. Pendekatan yang digunakan adalah studi pustaka . iterature revie. , yaitu dengan cara mengumpulkan dan menelaah literatur berupa jurnal, artikel, dan buku yang sesuai dengan topik penelitian. Studi pustaka dianggap tepat karena permasalahan yang diangkat berkaitan erat dengan hasil penelitian terdahulu, sehingga analisis dilakukan berdasarkan temuan yang telah dipublikasikan sebelumnya. Tahapan Penelitian Penelitian ini dilakukan melelui beberapa Tahapan yang sistematis untuk memperoleh hasil yang relevan dan mendalam. Adapun Tahapan penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut: Identifikasi Masalah dan Tujuan Penelitian Pada tahap awal, peneliti mengidientifikasi permasalahan utama yang menjadi focus kajian, yaitu sejauh mana peran aplikasi mobile Google Classroom terhadap motivasi belajar siswa di era Berdasarkan Identifikasi dirumuskan tujuan penelitian dan ruang lingkup kajian agar peneliti terarah. Pengumpulan Literatur dan Sumber Data Peneliti mengumpulkan berbagai literatur yang relevan dengan topik penelitian, meliputi jurnal ilmiah nasional dan internasional, artikel akademik, membahas topik pembelajaran digital. Google Classroom, dan motivasi Belajar siswa. Seleksi dan Klasifikasi Literatur Dari literatur yang terkumpul, peneliti melakukan seleksi untuk memastikan kesesuaian dengan Literatur dilklasifikasikan berdasarkan tema, seperti: . Google Classroom Dalam pembelajaran, . pengaruh teknologi Pendidikan terhadap motivasi Belajar, dan . peran media digital Dalam pembelajaran di era industry 4. Analisis Isi (Content Analysi. Pada tahap ini peneliti menelaah isi dari setiap sumber dengan menyoroti hasil, metode, serta kesimpulan peneliti terdahulu. Analisis dilakukan untuk menemukan pola, kesamaan, maupun perbedaan hasil penelitian terkait peran Google Classroom terhadap motivasi belajar. Interpretasi dan Sintesis Data Hasil analisis kemudia diinterpretasikan secara mendalam bagaimana Google Classroom mobile berkontribusi terhadap motivasi Belajar siswa. Peneliti melakukan sintesis antar literatur untuk menghasilkan temuan baru yang komprehensif dan menjadi dasar kebaruan penelitian ini. Muhamad Alda et. al / Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hal 598Ae605 Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data Dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi, yaitu dengan menelusuri dan mengumpulkan data sekunder dari sumber tertulis yang relevan dengan topik penelitian. Sumber data yang digunakan meliputi: Jurnal ilmiah nasional yang membahas tentang pembelajaran digital, implementasi Google Classroom dan motivasi Belajar C Artikel akademik dan hasil penelitian C Laporan penelitian atau hasil seminar Pendidikan yang relevan. Pengumpulan data dilakukan secara daring Google Scholar. ResearchGate. Garuda, dan DOAJ. Analisis Data Analisis data Dalam penelitian ini dilakukan secara kualitatif deskriptif, dengan Tujuan menggambarkan hasil kajian literatur secara sistematis dan mendalam. Langkah-langkah analisis data meliputi: Reduksi Data Pada tahap ini, peneliti menyeleksi data dari berbagai sumber untuk memilih Informasi yang relevan dengan focus penelitian. Data yang tidak sesuai dengan Tujuan penelitian dieliminasi agar pembahasan lebiih terarah. Penyajian Data (Data Displa. Data yang telah direduksi disajikan Dalam bentuk Peneliti temuan-temuan penelitian terdahulu serta teori Google Classroom dan motivasi Belajar siswa. Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi Tahap terakhir adalah penarikan Kesimpulan berdasarkan hasil interpretasi dan sintesis literatur. Kesimpulan yang diperoleh kemudian diverifikasi Kembali dengan teori dan hasil penelitian terdahulu untuk memastikan keabsahan data. HASIL PENELITIAN Gambar 1. Flowchart Tahapan Penelitian Berdasarkan hasil kajian Pustaka yang dilakukan terhadap berbagai sumber ilmiah seperti jurnal dan artikel ditemukan bahwa penggunaan aplikasi mobile Google Classroom memiliki peran yang signifikan Dalam meningkatkan motivasi Belajar siswa di era Secara umum, hasil analisis menunjukkan bahwa Google Classroom berkontribusi positif terhadap tiga aspek utama motivasi Belajar siswa, yaitu: . motivasi intrinsic, . motivasi ekstrinsik, dan . kemandirian belajar. Motivasi Intrinsik Siswa Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Google Classroom menumbuhkan minat Belajar siswa karena kemudahan akses dan fleksibilitas waktu yang Siswa merasa lebih tertarik mengikuti pembelajaran yang memungkinkan mereka mengatur waktu Belajar sendiri dan mobile. Fitur interaktif seperti komentar, forum diskusi, serta integrasi dengan Google Drive dan Google Meet juga menambah daya Tarik pembalajaran sehingga siswa merasa lebih terlibat secara emosional. Motivasi Ekstrinsik Siswa Berdasarkan literatur yang dikaji . , . , penggunaan Google Classroom mempu meningkatkan motivasi ekstrinsik melalui pemberian umpan balik . langsung dari guru, system penilaian yang transparan, serta tampilan tugas yang terorganisir. Hal ini mencapai hasil Belajar yang lebih baik karena akademiknya secara mandiri. Kemandirian dan Tanggung Jawab Belajar Sejalan dengan hasil penelitian Tamaji & Umroh Google Classroom mobile mendorong siswa untuk Belajar secara mandiri karena seluruh aktivitas pembelajaran, mulai dari pengumpulan tugas hingga diskusi, dapat dilakukan secara online. Aksesibilitas yang tinggi memungkinkan siswa untuk bertanggung jawab terhadap waktu dan hasil Dengan demikian. Google Classroom mobile tidak hanya memfasilitasi pembelajaran jarak jauh, tetapi juga membentuk sikap Belajar mandiri yang menjadi ciri khas pembelajaran abad PEMBAHASAN Hasil penelitian ini sejalan dengan berbagai temuan terdahulu yang menunjukkan bahwa integrasi teknologi Pendidikan, khususnya Google Classroom, dapat meningkatkan efektivitas proses Belajar. Namun, penelitian ini memberikan sudut pandang baru dengan menitikberatkan pada peran aplikasi mobile Dalam memengaruhi motivasi Belajar siswa secara psikologis dan pedagogis. Dari sisi psikologis. Google Classroom mobile mampu menumbuhkan motivasi intrinsik siswa karena sifatnya yang fleksibel dan mudah diakses. Aplikasi ini memberikan kebebasan bagi siswa untuk Belajar kapan pun dan di mana pun, sesuai dengan ritme dan preferensi masing-masing individu. Hal ini sesuai dengan teori motivasi Self-Determintaion Theory yang dikemukakan oleh Deci dan Ryan . , bahwa Muhamad Alda et. al / Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hal 598Ae605 motivasi intrinsik akan tumbuh ketika individu diberikan otonomi dan kontrol terhadap proses belajarnya. Dari sisi pedagogis, penggunaan Google Classroom mobile juga memberikan peluang bagi guru untuk menerapkan pembelajaran berbasis umpan balik . eedback-based learnin. Fitur notifikasi tugas, kolom komentar, dan pengumpulan otomatis mendorong terjadinya komunikasi dua arah antara guru dan siswa, yang berdampak pada peningkatan keterlibatan siswa. Temuan ini mendukung hasil penelitian Sidabutar . , yang menegaskan bahwa pemanfaatan Google Classroom secara interaktif meningkatkan keaktifan siswa Dalam pembelajaran Selain itu, penggunaan Google Classroom mobile juga membantu Dalam pembentukan kemandirian Siswa terbiasa untuk mencari sumber belajar pengerjaan tugas, serta memenfaatkan teknologi secara produktif. Kondisi ini menggambarkan bahwa motivasi Belajar tifak hanya dipengaruhi oleh factor eksternal . uru dan lingkunga. , tetapi juga berkembang dari kesadaran diri siswa Dalam mengelola belajarnya. Namun hasil kajian juga menemukan beberapa kelemahan Dalam Penerapan Google Classroom Pertama, keterbatasan akses internet di beberapa wilayah menyebabkan siswa kesulitan mengikuti pembelajaran daring secara konsisten. Kedua, kurangnya interaksi tatap muka dapat menurunkan kedekatan emosional antara guru dan siswa, sehingga berpotensi menurunkan motivasi Belajar bagi siswa dengan gaya belajar sosial. Ketiga, tidak semua guru mampu memanfaatkan fitur-fitur Google Classroom keterbatasan kompetensi digital. Meski demikian, kelebihan Google Classroom mobile jauh lebih dominan, terutama Dalam konteks era digital yang menuntut pembelajaran fleksibel dan Aplikasi ini menjadi salah satu media pembelajaran yang relevan dengan karakteristik generasi milenial dan digital native yang terbiasa dengan perangkat mobile. Secara keseluruhan, hasil kajian ini menegaskan bahwa peran aplikasi mobile Google Classroom terhadap peningkatan motivasi belajar siswa sangat Dalam kedisiplinan, maupun kemandirian Belajar. Dengan dukungan literatur yang kuat, dapat disimpulkan bahwa Google Classroom mobile merupakan inovasi pembelajaran yang mampu mengintegrasikan teknologi dengan kebutuhan psikologis siswa untuk tetap termotivasi dalam belajar di era digital. KESIMPULAN Berdasarkan hasil kajian dan pembahasan yang penggunaan aplikasi mobile Google Classroom memiliki peran penting Dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di era digital. Aplikasi ini berkontribusi positif terhadap peningkatan motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik, dan kemandirian belajar siswa. Melalui kemudahan akses, fleksibilitas waktu, serta fitur interaktif yang ditawarkan. Google Classroom mobile mampu menumbuhkan minat Belajar, meningkatkan partisipasi aktif, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa terhadap proses pembelajarannya. Secara pedagogis. Google Classroom mobile juga mendukung Penerapan pembekajaran yang berpusat pada siswa . tudent-centered learnin. melalui komunikasi dua arah dan sistem umpan balik yang cepat. Dari sisi psikologis, penggunaannya sejalan dengan teori motivasi Belajar modern yang menekankan pentingnya otonomi dan keterlibatan siswa dalam proses Belajar. Temuan ini memberikan sudut pandang baru karena menyoroti aspek motivasional dan psikologis siswa Dalam penggunaan teknologi pembelajaran, sementara sebagian besar penelitian sebelumnya lebih menekankan pada hasil Belajar kognitif dan efektivitas penggunaanya. Namun, penelitian ini beberapa kelemahan Dalam Penerapan Google Classroom mobile, antara lain keterbatasan akses internet, kurangnya interaksi emosional antara guru dan siswa, serta kemampuan guru yang belum merata Dalam mengoptimalkan fitur aplikasi. Meskipun demikian, kelebihan yang dimiliki aplikasi ini lebih dominan dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran di era digital. Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwa Google Classroom mobile berperan signifikan Dalam mendukung pembelajaran yang efektif, fleksibel, dan memotivasi siswa untuk belajar mandiri secara berkelanjutan. SARAN Berdasarkan hasil dan temuan penelitian ini, beberapa saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: Bagi Guru dan Pendidik, disarankan untuk meningkatkan kompetensi digital agar mampu memanfaatkan fitur-fitur Google Classroom mobile secara maksimal, terutama Dalam memberikan umpan balik yang konstruktif dan menciptakan interaksi yang mendorong motivasi Bagi Sekolah dan Lembaga Pendidikan, perlu disediakan dukungan infrastruktur yang memadai, seperti jaringan internet yang stabil dan pelatihan rutin bagi guru, agar proses pembelajaran berbasis aplikasi mobile dapat berjalan optimal. Bagi Siswa, diharapkan mampu memanfaatkan aplikasi Google Classroom mobile sebagai saran pembelajaran mandiri yang tidak hanya bergantung pada guru, tetapi juga mendorong inisiatif dan tanggung jawab pribadi Dalam Belajar. Bagi Peneliti selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan metode kuantitatif atau campuran . ixed method. untuk mengukur Tingkat motivasi Belajar secara Muhamad Alda et. al / Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hal 598Ae605 empiris melalui survei atau eksperimen. Penelitian di masa mendatang juga dapat mengkaji perbandingan efektivitas Google Classroom dengan aplikasi pembelajaran mobile lainnya, atau meninjau faktor-faktor psikologis yang lebih spesifik seperti minat, disiplin, dan keterlibatan emosional siswa. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dunia pendidikan semakin mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal Dalam mencipatakan proses belajar yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan motivasi serta kualitas belajar siswa di era UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada Muhamad Alda. Kom. selaku dosen mata kuliah Pemrograman Aplikasi Mobile Lanjutan, yang telah memberikan bimbingan, arahan, dan dukungan selama proses penyusunan penelitian ini. Melalui bimbingan beliau, penulis memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai penerapan teknologi pembelajaran digital, khususnya terkait penggunaan aplikasi mobile dalam konteks pendidikan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga penelitian berjudul AuPeran Aplikasi Mobile Google Classroom Peningkatan Motivasi Belajar Siswa di Era DigitalAy ini dapat terselesaikan dengan baik. DAFTAR PUSTAKA