Leadership: Jurnal mahasiswa manajemen Pendidikan Islam ISSN (P): 2721-7108. ISSN (E): 2715-0399 DOI : http://dx. org/10. 32478/leadership. Article Type : Review Articles MENCIPTAKAN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN SEKOLAH/MADRASAH SECARA MANDIRI DALAM BINGKAI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH/MADRASAH. Zaedun NaAoim STAI MaAohad Aly Al-Hikam Malang Corresponding author: Email: zaedunnaim82@gmail. Submission Track: Submisson : 30-06-2023 Accept Submission : 08-07-2023 Avaliable Online : 08-07-2023 Copyright @ 2023 Author This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. Abstract This paper is to explore the importance of managing education financing in order to improve the quality or quality of education in educational institutions, but in managing education financing it has not yet implemented and optimized a school- or madrasah-based management model so that it has not shown independence in the development of education in schools/ madrasas through the utilization of Education financing. Therefore, in this case, this paper needs to be raised with the aim of analyzing in depth how to implement educational financing management within the framework of school or madrasah-based management in realizing the independence of educational The method used in this paper uses the Research library approach. The results of the study concluded that financial or financial management by implementing school-based management will create school/madrasah independence in regulating the direction of educational development through the use of school finance or funding. And the efforts that can be made by schools/madrasas to obtain funding do not only depend on the central or regional government, but can optimize the school's internal circle or the surrounding community. Leadership: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam ISSN (P): 2721-7108. ISSN (E): 2715-0399 Vol. 4 No. 2 bulan Juni 2023 Keywords: Education Financing. Independence. School/Madrasah Based Management Abstrak Tulisan ini untuk mendalami akan pentingnya suatu pengelolaan pembiayaan pendidikan dalam rangka untuk peningkatan kualitas atau mutu pendidikan di lembaga pendidikan, namun dalam pengelolaan pembiayaan pendidikan masih belum menerapkan dan mengoptimalkan model manajemen berbasis sekolah atau madrasah sehingga belum menunjukkan adanya suatu kemandirian dalam pengembangan pendidikan di sekolah/madrasah melalui pemanfaatan pembiayaan Pendidikan. Oleh karenanya dalam hal ini tulisan ini perlu diangkat dengan tujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana penerapan manajemen pembiyan pendidikan dalam bingkai manajemen berbasis sekolah atau madrasah dalam mewujudkan kemandirian lembaga Pendidikan. Metode yang digunakan dalam tulisan ini menggunakan pendekatan library Research. Hasil telaah menghasilkan kesimpulan bahwa Pengelolaan pembiayaan atau keuangan dengan menerapkan manajemen berbasis sekolah, maka akan menciptakan kemandirian sekolah/madrasah dalam mengatur arah pengembangan pendidikan melalui pemanfaatan keuangan atau pendanaan sekolah. Dan upaya yang bisa dilakukan oleh sekolah/madrasah untuk memperoleh pendanaan tidak hanya bergantung dari pemerintah pusat atau daerah, namun bisa mengoptimalkan kalangan internal sekolah atau masyarakat sekitar Kata Kunci: Pembiyaan Pendidikan. Kemandirian. Manajemen Berbasis Sekolah/Madrasah PENDAHULUAN Dengan perubahan bentuk pengelolaan pendidikan di sekolah atau madrasah dari semula sentralisasi menjadi desentralisasi atau otonomi, maka sekolah atau madrasah memiliki keleluasaan secara mandiri dalam mengatur pengembangan pendidikan menjadi lebih bermutu, dan ini pula dikenal dengan istilah manajemen berbasis sekolah. Menurut Chapman dalam Fajrin . Sekolah sebagai lembaga pendidikan dalam model manajemen berbasis sekolah memiliki fungsi dan peran yang sangat besar. Otonomi pendidikan merupakan suatu bentuk baru yang harus dikembangkan oleh sekolah. Masalah keuangan, kegiatan atau program, sarana prasarana, dan seluruh komponen penunjang, merupakan tanggung jawab sekolah. Sekolah bukan lagi sebagai pelaksana, melainkan juga perencana, pelaksana, dan Bersama masyarakat, sekolah mempunyai hak yang sangat luas untuk mengendalikan laju pendidikan yang ada di bawah kekuasaannya1 Rakhil Fajrin. AoStrategi Implementasi Sekolah Manajemen BerbasisAo. INTIZAM: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1. , 133 Leadership: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam ISSN (P): 2721-7108. ISSN (E): 2715-0399 Vol. 4 No. 2 bulan Juni 2023 Dan salah satu elemen penting yang menjadi sorotan dalam eksistensi sekolah adalah terkait pembiayaan pendidikan, hal ini mengingat pembiayaan pendidikan sebagai sarana dalam menggapai semua pemenuhan kebutuhan operasional sekolah, sehingga dibutuhkan kreativitas dan inovasi dari kepala sekolah dan segenap stakeholder untuk berpikir secara mendalam bagaimana merancang sistem pengelolaan pembiayaan pendidikan yang lebih baik. Berkenaan hal tersebut kesempatan itu sangat terbuka luas dengan diberlakukannya manajemen berbasis sekolah, sehingga dengan sistem manajemen berbasis sekolah jika optimalkan maka permasalahan-permasalahan terkait pembiayaan pendidikan bisa teratasi dan ditemukan solusinya. Peran manajemen menjadi penting didalam mengatur dan mengelola berkenaan dengan pembiayan pendidikan agar menjadikan pembiayaan pendidikan bisa difungsikan secara efektif dan efesien. sehingga manajemen pembiayaan dapat diartikan sebagai Autindakan pengurusan/ketatausahaan keuangan yang meliputi pencatatan, perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pelaporan. Dengan demikian di dalam Depdiknas . disebutkan bahwa manajemen pembiayaan sekolah merupakan rangkaian aktivitas mengatur keuangan sekolah mulai dari perencanaan, pembukuan, pembelanjaan, pengawasan dan pertanggung-jawaban keuangan sekolahAy2 Didalam manajemen pembiayaan sekolah terdapat rangkaian aktivitas terdiri dari perencanaan program sekolah, perkiraan anggaran, dan pendapatan yang diperlukan dalam pelaksanaan program, pengesahan dan penggunaan anggaran sekolah. Untuk itu tujuan manajemen pembiayaan menurut Depdiknas . adalah: . Meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan keuangan sekolah. Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi keuangan sekolah. Meminimalkan penyalahgunaan anggaran Sekolah3 Berikut ini penulis uraikan beberapa penelitian terdahulu terkait manajemen pembiayaan pendidikan di berbagai lembaga pendidikan, seperti diuraikan dibawah ini Pertama, penelitian yang dilakukan oleh Nurul Ajima Ritonga dan Ezlina dengan judul Manajemen Pembiayaan Pendidikan Di Mts Ar-Raudhah Karimun Kepulauan Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembiayaan di MTs Ar-Raudhah melalui beberapa tahapan antara lain perencanaan pembiayaan dengan melakukan analisis kebutuhan madrasah selama satu tahun oleh komite yang dibentuk oleh kepala sekolah, kemudian pelaksanaan pembiayaan dilakukan dengan penggunaan biaya secara tepat sesuai dengan kebutuhan secara berkala, pengawasan pembiayaan dilakukan oleh pihak kemenag, evaluasi dilakukan dengan melaporkan rincian biaya yang dikeluarkan selama satu periode dengan melampirkan seluruh bukti transaksi4 Kedua, penelitian yang dilakukan oleh Endah Dwi Hayati dengan judul Manajemen Pembiayaan Berbasis Sekolah Di RSBI Smpn 3 Mranggen Demak. Hasil Irsan Habsyi. AoManajemen Pembiayaan Pendidikan Pada Smp Negeri 13 Kota TernateAo. Edukasi, 14. , 542Ae54 . Leadership: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam ISSN (P): 2721-7108. ISSN (E): 2715-0399 Vol. 4 No. 2 bulan Juni 2023 penelitian menunjukkan bahwa . perencanaan pembiayaan / budgeting di SMPN 3 Mranggen dilaksanakan dengan menyusun RAPBS. Dana penyelenggaraan pendidikan di SMP tersebut meliputi block grant dan BOS dari serta dana komite dari orang tua siswa. Dana tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan pendidikan yang diarahkan untuk penjaminan mutu RSBI yang dikelompokan berdasarkan 8 . standar nasional . Pelaksanaan/pencatatan . pembiayaan di SMPN 3 Mranggen terdiri dari dua kegiatan, yaitu pelaksanaan anggaran dan pencatatan anggaran. Pelaksanaan anggaran merupakan tanggungjawab masing-masing koordinator standar pendidikan, sedangkan pencatatan anggaran merupakan tanggungjawab bendahara yang dalam melaksanakan tugasnya menggunakan sistem akuntansi sederhana. Pertanggungjawaban/pengawasan pembiayaan dilaksanakan dengan menyusun laporan pertanggungjawaban, sedangkan pengawasan dilakukan secara internal dan eksternal dari inspektorat pendidikan. BPKP dan BPK, juga pengawasan melekat oleh kepala sekolah. Ketiga, penelitian yang dilakukan oleh Faizal Amir dengan judul Implementasi Manajemen Pembiayaan Pendidikan (Studi Kasus Di SMAN 2 Kota Cirebo. Hasil penelitian menunjukkan Sumber pendapatan di SMA Negeri 2 Kota Cirebon tercantum dalam RAPBS. Sumber pendapatan yang diperoleh dari pemerintah Pusat melalui APBN. Pemerintah Provinsi melalui APBD Provinsi, dan APBD Kota Cirebon. Sumber pendapatan dari pemerintah berupa BOS. Selain dari pemerintah, masyarakat dan orang tua murid mempunyai partisipasi yang besar terhadap pendanaan sekolah dengan cara memberikan dukungan dana untuk pelaksanaan program-program sekolah. Alokasi dana untuk pembiayaan pendidikan secara umum bertujuan untuk memeratakan pendidikan dan dilakukan untuk peningkatan mutu pendidikan. Pengalokasian dana dilakukan secara efisiensi yaitu menggunakan anggaran sesuai dengan RAPBS yang telah ditetapkan untuk mengantisipasi keterbatasan dalam anggaran, mekanisme yang ditempuh di dalam pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan benar, efektif dan efisien6 Keempat, penelitian yang dilakukan oleh Lia Roikhanatus SaAoadah dan M. Hanif Satria Budi dengan judul Manajemen Pembiayaan Pendidikan di SD Plus Al Hikmah Kediri. Hasil penelitiannya menunjukkan Pengelolaan pembiayaan di SD Al Hikmah Kediri profesional dan efektif. Soal dana yang dibutuhkan untuk kegiatan sekolah sudah cukup. Selain itu, semua tentang dana yang diterima oleh SD Al Hikmah dan pertanggungjawaban keuangan selalu dilaporkan kepada masyarakat atau lembaga yang terlibat. Dan juga semua dana tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan kegiatan sekolah. Kelima, penelitian yang dilakukan oleh Susilawaty dkk dengan judul Manajemen Berbasis Sekolah Dalam Pengelolaan Pembiayaan Sekolah Di Sd Negeri 4 Kota Banda Aceh. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa perencanaan pembiayaan di SD Negeri 4 Banda Aceh disusun berdasarkan pada rencana pengembangan sekolah dan merupakan Endah Dwi Hayati. AoManajemen Pembiayaan Berbasis Sekolah Di Rsbi Smpn 3 Mranggen DemakAo. Educational Management, 1. Faizal Amir. AoIMPLEMENTASI MANAJEMEN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN ( Studi Kasus Di SMAN 2 Kota Cirebon ) Dan Fasilitas Pembelajaran BerhubunganAo, 1. , 80Ae91. Lia Roikhanatus SaAoadah and M. Hanif Satria Budi. AoManajemen Pembiayaan Pendidikan Di SD Plus Al Hikmah Kab. KediriAo. SALIMIYA: Jurnal Studi Ilmu Keagamaan Islam, 2. , 99Ae117 . Leadership: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam ISSN (P): 2721-7108. ISSN (E): 2715-0399 Vol. 4 No. 2 bulan Juni 2023 bagian dari rencana operasional tahunan. Rencana pembiayaan di SD Negeri 4 Banda Aceh meliputi penganggaran untuk kegiatan pengembangan kompetensi lulusan, pengembangan kurikulum, pengembangan proses pembelajaran, pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan, pengembangan sarana dan prasarana sekolah, pengembangan dan implementasi manajemen sekolah, pengembangan dan penggalian sumber dana pendidikan, dan pengembangan dan implementasi sistem penilaian. Penyusunan perencanaan pembiayaan tersebut didasarkan atas susunan prioritas yang sangat mendesak dan lebih diutamakan dalam setiap tahun anggarannya. Pelaksanaan atau pemanfaatan anggaran diawali dengan serangkaian kegiatan pemeriksaan dan persetujuan untuk memastikan bahwa dana dibelanjakan sesuai rencana, dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia, dan dana tidak dihabiskan untuk kegiatan-kegiatan yang tidak disetujui atau diberikan kepada pihak penerima tanpa Pengevaluasian dilakukan setiap triwulan atau per semester. Dana yang digunakan dipertanggungjawabkan kepada sumber dana baik pemerintah kota, provinsi, pusat maupun orang tua/wali dan masyarakat. Dari beberapa penelitian diatas menunjukkan pentingnya suatu pengelolaan pembiayaan pendidikan dalam rangka untuk peningkatan kualitas atau mutu pendidikan di lembaga pendidikan tersebut, namun dalam pengelolaan pembiayaan pendidikan di lembaga pendidikan tersebut masih belum menerapkan dan mengoptimalkan model manajemen berbasis sekolah atau madrasah dan belum menunjukkan adanya suatu kemandirian dalam pengembangan pendidikan di sekolah/madrasah tersebut melalui pemanfaatan pembiayaan pendidikan, sehingga dalam hal ini tulisan ini perlu diangkat dengan tujuan untuk mencoba menganalisis secara mendalam bagaimana penerapan manajemen pembiyan pendidikan dalam bingkai manajemen berbasis sekolah atau madrasah dalam mewujudkan kemandirian lembaga pendidikan Adapun beberapa hal yang dibahas atau didiskusikan pada tulisan ini adalah bagaimana konsep manajemen berbasis sekolah, bagaimana manajemen pembiayaan pendidikan di Sekolah/madrasah, apa saja sumber-sumber pembiayaan pendidikan di sekolah/madrasah, bagaimana menciptakan kemandirian sekolah/madrasaah dalam pembiayaan pendidikan melalui manajemen berbasis sekolah/madrasah, dan bagiaman menciptakan kemandirian sekolah/madrasaah dalam pembiayaan pendidikan melalui manajemen berbasis sekolah/madrasah METODE PENELITIAN Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dan jenis studi Pustaka . ibrary researc. Sedangkan Teknik pengumpulan data dengan cara memgumpulkan semua informasi berkaitan kemandirian pembiayaan pendidikan Sekolah/Madrasah dalam bingkai Manajemen berbasis sekolah/madrasah baik berupa buku, jurnal secara online maupun literatur lainnya. Setelah semua data terkumpul selanjutnya dilakukan analisis data untuk memastikan kebenaran data dan bisa ditarik sebuah kesimpulan Susilawaty. Cut Zahri Harun, and Khairuddin. AoPengelolaan Pembiayaan Sekolah DasarAo. Jurnal Penelitian Pendidikan, 12. , 34Ae47 . Yunita. Leadership: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam ISSN (P): 2721-7108. ISSN (E): 2715-0399 Vol. 4 No. 2 bulan Juni 2023 Manajemen PBM SDM Sumber Daya Dan Administrasi Menyediakan manajemen/organisasi/ kepemimpinan sekolah Meningkatkan belajar siswa mutu Menyebarkan dan menempatkan personel yang dapat Mengidentifikasi dan sumber daya sesuai dengan kebutuhan Menyusun rencana sekolah Menyusun kurikulum Memilih staf yang Mengelola alokasi dana dan memiliki wawasan sekolah dan merumuskan kebijakan terhadap MBS kebutuhan para siswa Mengelola operasional Menawarkan pengajaran yang efektif Menyediakan Menyediakan untuk dukungan administratif profesi pada semua Menjamin nya Menyediakan program Menjamin komunikasi yang efektif an- pengembangan pribadi kesejahteraan tara sekolah dan masyara siswa dan siswa . chool Mendorong Mengelola staf pemeliharaan ge dung dan sarana lainnya Mengatur pembahasan tentang kinerja sekolah Menjamin sekolah yang akuntabel Dengan melihat tabel diatas menunjukkan adanya keterkaitan dan kebermanfaatan dari terpenuhinya 4 komponen diatas, sehingga dengan optimalisasi manajemen berbasis sekolah (MBS) ini menjadikan lembaga pendidikan tersebut menjadi Manajemen Pembiayaan Pendidikan di Sekolah/Madrasah Pembiayaan dan pendanaan memiliki arti dan pengertian yang sama yaitu berasal dari kata biaya yang berarti uang yang dikeluarkan untuk mengadakan . endirikan, melakukan dan sebagainy. Dengan demikian jika dikaitkan dengan pendidikan sekolah/madrasah, maka pembiayaan itu terkait dengan operasionalisasi pendidikan sekolah/madrasah yang membutuhkan uang dalam memenuhi kebutuhannya Habsyi. Leadership: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam ISSN (P): 2721-7108. ISSN (E): 2715-0399 Vol. 4 No. 2 bulan Juni 2023 Dalam PMA No 90 Tahun 2013 Pasal 62 ayat 1 disebutkan bahwa Pembiayaan madrasah bersumber dari: a. pemerintah daerah. dan/atau e. sumber lain yang sah Pembiayaan madrasah sebagaimana dimaksud pada ayat . , terdiri dari: a. biaya operasi. dan c. biaya personal. Biaya investasi madrasah sebagaimana dimaksud pada ayat . huruf a, meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan sumber daya manusia, dan modal kerja tetap. Biaya operasi madrasah sebagaimana dimaksud pada ayat . huruf b, meliputi: a. gaji pendidik dan tenaga kependidikan madrasah serta segala tunjangan yang melekat pada gaji b. bahan atau peralatan pendidikan habis pakai. dan c. biaya operasi pendidikan tak langsung berupa daya, air, jasa telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi, dan biaya operasi pendidikan tak langsung Biaya personal sebagaimana dimaksud pada ayat . huruf c, meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk dapat mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. Setiap madrasah berhak menerima bantuan biaya operasi dari pemerintah sesuai ketentuan peraturan perundangundanga25 Sedangkan manajemen pembiayaan dapat diartikan sebagai Autindakan pengurusan/ketatausahaan keuangan yang meliputi pencatatan, perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pelaporan. Dengan demikian sebagaimana yang tertuang dalam Depdiknas . manajemen pembiayaan sekolah merupakan rangkaian aktivitas mengatur keuangan sekolah mulai dari perencanaan, pembukuan, pembelanjaan, pengawasan dan pertanggung-jawaban keuangan sekolahAy Oleh karenanya tujuan manajemen pembiayaan menurut Depdiknas . adalah: . Meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan keuangan sekolah. Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi keuangan sekolah. Meminimalkan penyalahgunaan anggaran Sekolah. Sumber-Sumber Pembiayaan Pendidikan di Sekolah/Madrasah Sumber-sumber pendapatan sekolah bisa berasal dari pemerintah, usaha mandiri sekolah, orang tua siswa, sumber lain seperti hibah yang tidak bertentangan dengan peraturan perundangan yang berlaku, yayasan penyelenggara pendidikan bagi lembaga pendidikan swasta, serta masyarakat luas. Sumber pendapatan sekolah teridir dari pemerintah bisa berasal dari pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota. Sumber keuangan pendidikan yang berasal dari pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam bentuk dana BOS, block grant, bantuan sosial dan dana dekonsentrasi ke propinsi, sementara yang berasal dari pemerintah kabupaten dan kota dialokasikan melalui Ulfih Qori Khairunnisa. AoIMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) PADA MADRASAH UNGGULAN TESISAo. INSTITUT PTIQ JAKARTA, 2019. Habsyi. Leadership: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam ISSN (P): 2721-7108. ISSN (E): 2715-0399 Vol. 4 No. 2 bulan Juni 2023 Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui dana sharing yang digunakan untuk membiayai pembangunan sarana dan prasarana sekolah. Sumber dana yang berasal dari orang tua siswa dapat berupa sumbangan fasilitas belajar siswa, sumbangan pembangunan gedung dan iuran komite. Sumber dana dari dunia usaha dan industri dilakukan melalui kerja sama dalam berbagai kegiatan, baik bantuan berupa uang maupun berupa bantuan fasilitas sekolah. Terkait pembiayaan/pendanaan, maka secara periodik pihak sekolah menyusun Rencana Anggaran dan Pendapatan Belanja Sekolah (RAPBS) yang bersumber dari Bantuan Operasional dan Perawatan (BOP). BP3. Bantuan Operasional Sekolah (BOS),dana Penunjang Pendidikan (DPD). Subsidi Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan (SBPP), donatur, badan usaha, serta sumbangan lain-lain. Untuk sekolah-sekolah swasta sumber dana berasal dari SPP, donatur, subsidi pemerintah, yayasan, dan masyarakat secara luas29 Perencanaan pembiayaan itu akan menjadi acuan dari penggunaan dana dalam satu tahun pelajaran. Dan rencana pembiayaan itu berkaitan dengan penjabaran pembiayaan dari program kerja tahunan sekolah atau madrasah. Kemudian di cantumkan dalam RAPBS atau RAPBM. Menurut peraturan pemerintah yang tertuang Dalam Depdiknas dijelaskan ada beberapa tahap dalam penyusunan RAPBS, yaitu: . inventarisasi program/kegiatan selama satu tahun ke depan. menentukan jenis kerja dan prioritas dalam penyusunanprogram dan kegiatan. Setiap komponen kegiatan dihitung volume, harga satuan dan kebutuhan dananya. menuangkan kertas kerja beserta sumber dana ke dalam format buku baku RAPBS/RAPBM. mempertahankan anggaran yang diajukan dengan cara menghimpun data pendukung yang akurat untuk bahan acuan30 Selain sumber-sumber pembiayan yang diuraikan diatas, lembaga pendidikan baik sekolah atau madrasah sebenarnya bisa mengoptimalkan beberapa cara untuk mengembangkan penggalangan dana, sebagaimana pendapat dari Sulistyorini . bahwa penggalangan dana yang bisa dilakukan oleh madrasah sebagai sumber anggaran antara lain dalam bentuk: . Amal Jariyah. Madrasah akan menginformasikan kepada wali siswa untuk menyumbangkan dana berupa amal jariyah sebagai dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang sifatnya tidak mengikat . Zakat Mal. Pada bulan Ramadhan pihak sekolah menyebarkan formulir yang disampaikan kepada wali siswa melalui BP3. Uang syukuran. Sebagai bentuk syukuran orang tua siswa dengan sukarela memberikan dana sukarela atas tercapainya harapan mereka. Amal JumAoatan. Merupakan sarana melatih keikhlasan dan kepedulian siswa dengan bersedekah pada setiap hari jumAoat. Habsyi. Habsyi. Asep Rahman Sudrajat. AoMADRASAH TSANAWIAH SATU ATAP ( Penelitian Di MTs SA Syifaurrahman Tasikmalaya ) Asep Rahman Sudrajat UIN Sunan Gunung Djati BandungAo, 1 . , 170. Sudrajat. Sudrajat. Leadership: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam ISSN (P): 2721-7108. ISSN (E): 2715-0399 Vol. 4 No. 2 bulan Juni 2023 Dari beberapa alternatif penggalangan dana yang diuraikan diatas menunjukkan bahwa sebenarnya kekuatan besar yang dimiliki oleh sekolah/madrasah adalah bagaimana bisa mengoptimalkan peran dari masyarakat dalam pengembangan kemajuan sekolah/madarsah. Sehingga terjalinnya dukungan penuh dari masayarakat akan menjadikan sekolah/madrasah tersebut menjadi lebih sarana agar memudahkan dalam pengumpulan dana untuk pemenuhan kebutuhan pengembangan pendidikan yang diharapkan. Menciptakan Kemandirian Sekolah/Madrasaah Dalam Pembiayaan Pendidikan Melalui Manajemen Berbasis Sekolah/Madrasah Dengan adanya manajemen berbasis sekolah, ini merupakan kesempatan dan peluang besar bagi lembaga pendidikan untuk menciptakan dan mengembangkan kemandirian dalam kaitannya pembiayan atau pendanaan sekolah. Hal ini bisa dilihat dari titik tekan dari MBS adalah bagaimana sekolah memiliki kewenangan dan keleluasaan dalam mengembangkan pembiayaan di lembaga pendidikan itu sendiri. Sehingga itu mendorong adanya kemandirian dalam penyelenggaranan pendidikan Kemandirian yang dimaksudkan adalah dalam melaksanakan pengambilan keputusan atau kebijakan, memilih strategi dan metode dalam memecahkan persoalan atau masalah tidak tergantung pada birokrasi yang sentralistik sehingga dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan memanfaatkan kesempatan yang Terkait pembiayaan/pendanaan yang bisa dikelola oleh sekolah/madrasah secara mandiri dan secara professional serta diperolehnya dengan mengoptimalkan peran serta semua sumberdaya yang dimilikinya merupakan ciri-ciri sekolah yang menerapkan MBS. Ciri-ciri tersebut antara lain: Upaya meningkatkan peran serta Komite Sekolah, masyarakat. DUDI . unia usaha dan dunia industr. untuk mendukung kinerja sekolah . Program sekolah disusun dan dilaksanakan dengan mengutamakan kepentingan proses belajar mengajar . , bukan kepentingan administratif saja. Menerapkan prinsip efektivitas dan efisiensi dalam penggunaan sumber daya sekolah . nggaran, personil dan fasilita. Mampu mengambil keputusan yang sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan kondisi lingkungan sekolah walau berbeda dari pola umum atau kebiasaan. Menjamin terpeliharanya sekolah yang bertanggung jawab kepada masyarakat. Meningkatkan profesionalisme personil sekolah. Meningkatnya kemandirian sekolah di segala bidang. Adanya keterlibatan semua unsur terkait dalam perencanaan program sekolah . isal: Kepala sekolah, guru. Komite Sekolah, tokoh masyarakat, dan lain-lai. Asbin Pasaribu. AoImplementasi Manajemen Berbasis Sekolah Dalam Pencapaian Tujuan Pendidikan Nasional Di MadrasahAo. EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 3. , 13 Leadership: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam ISSN (P): 2721-7108. ISSN (E): 2715-0399 Vol. 4 No. 2 bulan Juni 2023 Adanya keterbukaan dalam pengelolaan anggaran pendidikan sekolah. Dalam MBS yang menjadi komponen pendidikan garapannya adalah terkait pembiayan atau keuangan selain kurikulum, pembelajaran, kesiswaan, kepegawaian, sarana dan prasarana dalam rangka peningkatan pendidikan yang diupayakan sendiri oleh kepala sekolah bersama semua pihak yang terkait atau berkepentingan dengan mutu Hal ini bsia dikatakan bagaimana pembiayan atau keuangan Audikelola sendiriAy . elf managin. , itu berarti dirancang sendiri . elf design atau self planin. , diorganisasikan sendiri . elf organizin. , diarahkan sendiri . elf directio. , dan dikontrol/dievaluasi sendiri . elf contro. 33 Dalam MBS ini terdapat peran manajerial atau fungsi-fungsi manajemen yang berkenaan dengan keuangan atau pembiyan. Jika dibuat tabel sebagaimana hasil penelitian yang dilakukan oleh Mahyudin dan Lestari . , sebagai berikut:34 Tabel 2 Pola Pelaksanaan Peran Manajerial atau Fungsi-Fungsi Manajemen dalam Bingkai MBS Aspek Manajemen Sekolah yang Diamati Manajemen Pembiayaan Perencanaan Pola Pembagian Peran Yayasan dan Sekolah Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Sekolah mengajukan RAPBS kepada yayasan untuk Belanja Sekolah (RAPBS) direvisi, disetujui, dan disahkan menjadi RAPBS Pengorganisasian Pengadaan dan pengalokasian anggaran Yayasan (Kepala bagian keuangan yayasa. , berdasarkan RAPBS dibantu oleh guru sekolah Penggerakan Pelaksanaan anggaran sekolah Sekolah menerima dari bendahara yayasan Pembukuan keuangan sekolah Sekolah bekerja sama dengan bendahara yayasan Pertanggungjawaban keuangan sekolah Sekolah kepada yayasan, dan penggunaan BOS kepada dinas pendidikan Pengawasan Pemantauan keuangan sekolah Dilakukan oleh auditor yayasan bekerja sama dengan kepala bagian keuangan Penilaian kinerja manajemen keuangan Biro administrasi umum yayasan Erta Mahyudin and Ambar Sri Lestari. AoImplementasi Manajemen Berbasis Sekolah Dalam Rangka Pemberdayaan Sekolah ( Studi Kebijakan Di Sekolah Dasar Dua MeiAo. Indonesian Journal Of Education Management, 3. Mahyudin and Lestari. Leadership: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam ISSN (P): 2721-7108. ISSN (E): 2715-0399 Vol. 4 No. 2 bulan Juni 2023 Tabel diatas menunjukkan pola interaksi dan kerjasama antara pihak sekolah dan yayasan dalam sistem pengelolaan keuangan atau pembiyaan dan itu merupakan sebuah alur dalam pengoperasionalisasi keuangan pendidikan. Walaupun memang jika diamati secara seksama pada tabel diatas peran yayasan masih mendominasi didalam pengelolaan keuangan, hal ini dikarenakan yayasan selaku penanggungjawab penuh akan keberlangsungan penyelenggaraan kegiatan pendidikan yang ada di sekolah/madrasah tersebut dan peran sekolah/madrasah dalam optimalisasi keuangan masih minim. Namun demikian adanya kerjasama yang baik atau sinergitas antara kedua belah pihak baik sekolah/madrasah maupun yayasan menjadi kekuatan penting untuk pengembangan lembaga pendidikan yang Oleh karenanya manajemen bidang keuangan dalam MBS diperlukan pengelolaan keuangan yang transparan. keuangan sekolah harus dapat menentukan target dan pencapaian tujuan seefisien mungkin. Pengelolaan keuangan yang transparan dan seefisien mungkin akan mempermudah dalam mencapai tujuan pendidikan sekolah. Dengan demikian pengelolaan pembiayaan atau keuangan dengan menerapkan manajemen berbasis sekolah, maka akan menciptakan kemandirian sekolah/madrasah dalam mengatur arah pengembangan pendidikan melalui pemanfaatan keuangan atau pendanaan Dan upaya yang bisa dilakukan oleh sekolah/madrasah untuk memperoleh pendanaan tidak hanya bergantung dari pemerintah pusat atau daerah, namun bisa mengoptimalkan kalangan internal sekolah atau masyarakat sekitar Penutup Dara uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa Manajemen berbasis sekolah merupakan suatu bentuk pengelolaan pendidikan yang lebih menekankan pada otonomi atau disentralisasi dalam penyelenggaraan aktivitas di sekolah, sehingga sekolah memiliki kewenangan dalam sistem pengelolaannya sesuai ketentuan yang ada. Sedangkan manajemen pembiayaan pendidikan di sekolah dapat diartikan sebagai Autindakan pengurusan/ketatausahaan keuangan pendidikan di sekolah yang meliputi pencatatan, perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pelaporan. Adapun Sumber-sumber pembiayaan di sekolah bisa berasal dari pemerintah, usaha mandiri sekolah, orang tua siswa, sumber lain seperti hibah yang tidak bertentangan dengan peraturan perundangan yang berlaku, yayasan penyelenggara pendidikan bagi lembaga pendidikan swasta, serta masyarakat luas. Oleh karenanya Pengelolaan pembiayaan atau keuangan dengan menerapkan manajemen berbasis sekolah, maka akan menciptakan kemandirian sekolah/madrasah dalam mengatur arah pengembangan pendidikan melalui pemanfaatan keuangan atau pendanaan sekolah. Dan upaya yang bisa dilakukan oleh sekolah/madrasah untuk memperoleh pendanaan tidak hanya bergantung dari pemerintah pusat atau daerah, namun bisa mengoptimalkan kalangan internal sekolah atau masyarakat sekitar Pasaribu. Leadership: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam ISSN (P): 2721-7108. ISSN (E): 2715-0399 Vol. 4 No. 2 bulan Juni 2023 REFERENSI