Barometer. Volume 5 No. Juli 2020, 258-260 EFEKTIVITAS LEMPUNG ALAM DAN KULIT PISANG SEBAGAI BAHAN KOMPOSIT UNTUK ADSORPSI METILEN BIRU Indri Susanti, 2Agus Santoso 1, 2 Program Studi Pendidikan IPA. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Islam Lamongan. Lamongan indri_susanti@unisla. id, 2 agus_santoso@unisla. INFO ARTIKEL ABSTRAK Diterima: 18 Juli 2020 Direvisi: 09 Agustus 2020 Disetujui: 02 September 2020 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa lempung alam dan kulit pisang sebagai bahan dasar pembuatan komposit untuk adsorpsi metilen biru. Preparasi adsorben lempung alam dan kulit pisang dilakukan dengan cara yang sederhana. Lempung alam dan kulit pisang yang telah dipreparasi selanjutnya digunakan sebagai adsorben untuk adsorpsi zat warna metilen biru. Pengujian adsorpsi metilen biru pada material lempung alam dan kulit pisang dilakukan pada variasi massa adsorben 0,05. 0,10. 0,15. 0,20 dan 0,25 gram serta variasi waktu kontak 10, 20, 30, 40 dan 50 menit. Adsorbat yang digunakan pada proses adsorpsi adalah metilen biru 20 ppm sebanyak 20 mL. Hasil penelitian menunjukkan adsorpsi metilen biru optimum pada massa adsorben lempung alam dan kulit pisang masing-masing sebesar 0,20 gram. Sedangkan pengaruh waktu kontak menunjukkan nilai presentase metilen biru yang teradsorp optimum pada waktu 50 menit, yaitu 70,15% dengan lempung alam dan 68,55% dengan kulit pisang. Kata Kunci: Adsorpsi. Kulit pisang. Lempung alam. Metilen biru DOI: http://dx. org/10. 35261/barometer. PENDAHULUAN Industri tekstil banyak menggunakan zat warna yang sulit untuk terdegradasi secara alami serta dapat menyebabkan banyak masalah di lingkungan dan ekosistem air yang terkontaminasi . Salah satu zat warna yang banyak digunakan dalam pewarna industri adalah metilen biru. Konsentrasi metilen biru yang diperbolehkan dalam air adalah 5-10 mg/L . Kelebihan jumlah metilen biru pada air dapat memberikan dampak negatif bagi Oleh karena itu dibutuhkan upaya penanganan yang serius untuk mengurangi limbah industri tekstil. Penelitian sebelumnya melaporkan bahwa metode yang menjanjikan untuk menghilangkan zat warna adalah teknik adsorpsi menggunakan bahan berpori . Salah satu bahan adsorben yang dapat digunakan untuk mengatasi limbah organik maupun anorganik adalah lempung alam. Lempung alam merupakan bahan adsorben yang banyak ditemukan di permukaan bumi. Lempung memiliki beberapa kelebihan, yakni sifat mudah mengembang, kapasitas tukar kation yang tinggi, luas permukaan yang besar, stabil secara kimia dan mekanika . Penelitian terkait adsorben dari lempung alam sampai saat ini masih terus dikembangkan untuk mendapatkan luas permukaan adsorben optimum dan kinerja adsorpsi yang maksimal. Salah satu upaya peningkatan performa adsorben lempung alam adalah dengan mengkompositkan lempung alam dan bahan biosorben . dsorben ala. yang lain. Pengunaan material dari bahan alam tidak memerlukan biaya yang mahal dan perlakuannya juga mudah. Biosorben tersebut dapat berasal dari limbah pertanian atau perkebunan yang masih banyak belum dimanfaatkan dengan baik, salah satunya yaitu kulit pisang. Pada kulit pisang terdapat asam galakturonik yang diduga berperan sebagai senyawa yang dapat mengadsorpsi zat warna . Sebagai bahan dasar pembuatan komposit, lempung alam dan kulit pisang perlu dikaji performanya dalam adsorpsi metilen Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan lempung alam dan kulit pisang terhadap adsorpsi metilen biru. Hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. kemampuan lempung alam dan kulit pisang dalam mengurangi kadar zat warna metilen biru. II. METODE PENELITIAN Pada penelitian ini, porsedur penelitian dilakukan melalui 3 tahapan, yaitu: Preparasi lempung alam Lempung alam dikeringkan di bawah sinar matahari hingga Kemudian lempung alam ditumbuk hingga halus dan diayak hingga menjadi serbuk lempung alam. Preparasi kulit pisang Kulit pisang dicuci hingga bersih dan dikeringkan di bawah sinar matahari. Kulit pisang yang sudah kering dipotong kecilkecil dan dihaluskan. Kemudian diayak hingga menjadi serbuk kulit pisang. Pengujian adsorpsi metilen biru Pengujian adsorpsi metilen biru dilakukan pada material lempung alam dan kulit pisang yang telah dipreparasi. Material adsorben lempung alam dan kulit pisang digunakan untuk mengadsorpsi 20 mL larutan metilen biru 20 ppm dengan variasi waktu kontak 10, 20, 30, 40 dna 50 menit. Selain itu adsorpsi metilen biru juga dilakukan pada variasi massa adsorben 0,05. 0,10. 0,15. 0,20 dan 0,25 gram. Jumlah metilen biru yang teradsorp diukur menggunakan spektofotometri UV-Vis. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada penelitian ini, lempung alam dan kulit pisang yang telah dipreparasi digunakan sebagai adsorben untuk mengadsorpsi metilen biru yang bertindak sebagai adsorbat. Material lempung alam dan kulit pisang Lempung alam diperoleh dari Palangka Raya. Kalimantan Tengah, yang memiliki cadangan lempung alam cukup banyak. EFEKTIVITAS LEMPUNG ALAM DAN KULIT PISANG SEBAGAI BAHAN KOMPOSIT UNTUK ADSORPSI METILEN BIRU Adapun kulit pisang yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulit pisang hijau karena pisang hijau banyak terdapat di Indonesia. Selain itu, penggunaan kulit pisang hijau juga mengacu pada penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, dimana hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kulit pisang hijau memiliki luas permukaan yang lebih besar dibandingkan kulit pisang lainnya seperti yang tercantum pada Tabel 1 . Kulit pisang dikeringkan di bawah sinar matahari dengan tujuan untuk mengurangi kadar air yang terdapat pada kulit pisang. Kemudian kulit pisang dihaluskan dan diayak untuk mendapatkan serbuk kulit pisang dengan ukuran yang sama. Kulit pisang terdiri dari sejumlah nitrogen, sulfur dan komponen organik seperti asam karboksilat, selulosa, hemiselulosa, pigmen klorofil dan zat pektin yang mengandung asam galakturonik, arabinosa, galaktosa dan rhamnosa. Asam galakturonik yang terdapat pada kulit pisang berperan sebagai senyawa yang dapat mengadsorpsi zat warna . Komponen pada kulit pisang tersebut menjadikan kulit pisang dapat digunakan sebagai adsorben untuk mengadsorp zat warna metilen biru yang sering digunakan dalam industri. TABEL I PERBANDINGAN LUAS PERMUKAAN BERBAGAI JENIS KULIT PISANG . Jenis Kulit Pisang Luas Permukaan . Kulit Pisang Hijau Kulit Pisang Susu Kulit Pisang Kepok 36,2181 35,8378 35,5531 Adsorpsi metilen biru pada material lempung alam dan kulit pisang Pengujian adsorpsi metilen biru pada material lempung alam dan kulit pisang dilakukan pada panjang gelombang maksimum metilen biru, yaitu 664 nm. Proses adsorpsi ini dilakukan dengan variasi waktu kontak 10, 20, 30, 40 dan 50 hal tersebut bertujuan untuk mengetahui waktu optimal metilen biru teradsorpsi secara maksimal oleh adsorben kulit. Kurva standar larutan metilen biru dilakukan pada variasi konsentrasi 1, 2, 3, 4 dan 5 ppm, seperti ditunjukkan pada Gambar 1. Kurva standar pada Gambar 1 menunjukkan bahwa kenaikan konsetrasi larutan metilen biru mengakibatkan peningkatan nilai absorbansi. Persamaan regresi yang didapatkan pada kurva tersebut adalah y = 0,1875x 0,0155 dengan R2 = 0,9991, dimana y adalah nilai adsorbansi dan x adalah konsentrasi metilen biru dalam satuan ppm . g/L). Nilai koefisien regresi pada kurva tersebut mendekati 1, yang menunjukkan hubungan antara konsentrasi metilen biru dengan adsorbansi sesuai dengan hukum Lambert-Beer. Kurva yang ditunjukkan pada Gambar 1 y = 0,1875x 0,0155 R = 0,9991 Absorbansi Lempung alam yang telah dipreparasi memiliki sifat mudah mengembang, luas permukaan yang cukup besar dan memiliki kation yang dapat dipertukarkan . Sifat-sifat lempung alam tersebut menjadikan lempung alam dapat dimanfaatkan sebagai adsorben untuk mengurangi kadar metilen biru pada limbah zat ini digunakan sebagai acuan hasil penelitian adsorpsi metilen biru pada lempung alam dan kulit pisang. Konsentrasi Metilen Biru . Gambar 1 Kurva standar metilen biru Kapasitas adsorpsi dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti massa adsorben dan waktu kontak antara adsorben dan adsorbat. Pada penelitian ini juga membahas pengaruh massa adsorben dan waktu kontak terhadap kapasitas adsorpi MB pada material lempung alam dan kulit pisang. Adapun penentuan kapasitas adsorpsi metilen biru pada material lempung alam dan kulit pisang diperoleh dari persamaan . , dimana C0 merupakan konsentrasi metilen biru sebelum adsorpsi. Ct adalah konsentrasi metilen biru setelah proses adsorpsi . % ycAyaA ycNyceycycayccycycuycycy = . a0 Oeyayc ) ya0 ycu 100% . Pengaruh massa adsorben lempung alam dan kulit pisang terhadap kapasitas adsorpsi metilen biru ditunjukkan pada Gambar 2. Penentuan pengaruh massa adsorben dilakukan dengan perendaman adsorben dengan variasi massa pada larutan metilen biru 20 ppm sebanyak 20 mL. Kemudian filtrat hasil perendaman tersebut diuji menggunakan spektofotometri UV-Vis untuk menentukan % metilen biru yang teradsorb oleh lempung alam dan kulit pisang. % MB Teradsorp yaitu sekitar 8. 000 m3 . Lempung alam dikeringkan di bawah sinar matahari dengan tujuan untuk mengurangi kadar air yang terdapat pada lempung alam. Selanjutnya lempung alam dihaluskan dan diayak untuk mendapatkan serbuk lempung alam dengan ukuran yang sama. Lempung Alam Kulit Pisang 0,00 0,05 0,10 0,15 0,20 0,25 Massa Adsorben . Gambar 2 Pengaruh massa adsorben lempung alam dan kulit pisang terhadap adsorpsi metilen biru Pada Gambar 2 tersebut menunjukkan bahwa massa adsorben lempung alam dan kulit pisang optimum sebesar 0,20 Hal tersebut dapat diamati dari % metilen biru yang teradsorp pada lempung alam dan kulit pisang mulai konstan pada massa adsorben 0,20 gram. Jika massa adsorben lempung alam dan kulit pisang tersebut ditingkatkan lagi, maka kapasitas adsorpsi metilen biru tidak mengalami peningkatan yang Hal tersebut dikarenakan telah terjadi penjenuhan dalam adsorben lempung alam dan kulit pisang. Selain massa adsorben, waktu kontak antara adsorben dan adsorbat juga mempengaruhi kapasitas adsorpsi metilen biru. Pengaruh waktu kontak terhadap kapasitas adsorpsi metilen biru ditentukan dengan cara perendaman adsorben lempung alam dan kulit pisang dalam larutan metilen biru 20 ppm sebanyak 20 mL selama waktu tertentu seperti ditunjukkan pada Gambar 3. Gambar 3 menunjukkan bahwa peningkatan waktu kontak adsorpsi mengakibatkan % metilen biru yang teradsorb juga Lempung Alam Kulit Pisang IV. KESIMPULAN Lempung alam dan kulit pisang dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan komposit untuk adsorpsi metilen biru. Hal tersebut dikarenakan performa lempung alam dan kulit pisang dalam adsorpsi metilen biru cukup baik. Proses adsorpsi metilen biru optium tercapai pada massa adsorben lempung alam dan kulit pisang optimum sebesar 0,20 gram. Dengan massa 0,20 gram, lempung alam dan kulit pisang mampu mengadsorp larutan metilen biru berturut-turut hingga 70,15% dan 68,55%. Dengan kapasitas adsorpsi metilen biru tersebut, lempung alam dan kulit pisang efektif untuk digunakan sebagai bahan dasar pembuatan material komposit. UCAPAN TERIMA KASIH