Journal of Elemantary School (JOES) Volume 3. Nomor 2. Desember 2020 e-ISSN : 2615-1448 p-ISSN : 2620-7338 DOI : https://doi. org/10. 31539/joes. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPLAN KERJASAMA DAN HASIL BELAJAR SISWA Sulardi SD Negeri 170 Bengkulu Utara sulardi99@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah penerapan model pembelajaran think pair share pada pembelajaran IPS dapat meningkatkan keterampilan kerjasama dan hasil belajar siswa. Desain penelitian yang digunakan merupakan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus pembelajaran. Subjek penelitian pada penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 170 Bengkulu Utara yang terdiri dari 34 orang siswa. Penelitian dilaksanakan selama dua bulan terhitung dari bulan September 2019 hingga bulan November 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran think pair share terbukti mampu meningkatkan keterampilan kerjasama siswa pada pembelajaran, dimana pada uji awal persentase tingkat keterampilan kerjasama siswa sebesar 41,18%, meningkat di siklus I sebesar 64,71% dan meningkat pada siklus II sebesar 88,24%. Penerapan model pembelajaran juga terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS, dimana pada uji awal tingkat ketuntasan klasikal sebesar 35,29%, meningkat pada siklus I menjadi sebesar 58,82% dan pada siklus II meningkat menjadi sebesar 82,35%. Simpulan, penerapan model pembelajaran think pair share pada pembelajaran IPS efektif meningkatkan keterampilan kerjasama siswa dan meningkatkan hasil belajar siswa. Kata kunci: Think Pair Share. Hasil Belajar. Keterampilan Kerjasama ABSTRACT This study aims to prove whether the application of the think pair share learning model in social studies learning can improve cooperation skills and student learning The research design used was classroom action research with two learning The research subjects in this study were fourth grade students of SD Negeri 170 Bengkulu Utara which consisted of 34 students. The research was conducted for two months starting from September 2019 to November 2019. The results showed that the application of the think pair share learning model was proven to be able to improve student cooperation skills in learning, where in the initial test the percentage level of student cooperation skills was 41. 18%, increasing in the first cycle of 64. 71% and an increase in the second cycle of 88. The application of the learning model is also proven to be able to improve student learning outcomes in social studies learning, where in the initial test the classical completeness level was 35. 29%, increased in cycle I to 58. 82% and in cycle II increased to 82. In conclusion, the application of the think pair share learning model in social studies learning is effective in improving student collaboration skills and improving student learning outcomes. Keywords: Think Pair Share. Learning Outcomes. Cooperation Skills Journal of Elemantary School (JOES)3. :73-84 PENDAHULUAN Pendidikan merupakan tonggak kemajuan dalam suatu bangsa. Melalui pendidikan, manusia dapat terbebas dari ketidak tahuan dan mengeksplorasi keadaan di sekelilingnya untuk dimanfaatkan dalam kehidupannya. Dengan adanya pendidikan, kualitas sumber daya manusia yang ada di suatu bangsa akan mengalami peningkatan kualitas sehingga bangsa tersebut dapat lebih unggul dibandingkan dengan bangsa Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, dapat dilakukan dari berbagai aspek Belajar dan pembelajaran merupakan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. belajar merupakan perubahan tingkah laku yang relatif tetap dan terjadi sebagai hasil Latihan atau pengalaman (Baharudin & Wahyudi, 2. Belajar merupakan proses yang dapat menyebabkan perubahan tingkah laku yang disebabakan oleh adanya reaksi terhadap suatu situasi tertentu atau adanya proses internal yang terjadi di dalam diri seseorang. Perubahan yang terjadi bukan krena adanya warisan generic atau respon secara alamiah, melainkan perubahan dalam pemahaman, perilaku, persepsi, motivasi, atau gabungan dari semuanya. Prinsip-prinsip belajar yang dapat dilaksanakan dalam situasi dan kondisi yang berbeda dan oleh setiap peserta didik secara individual adalah sebagai berikut: . Berdasar prasyarat yang diperlukan untuk belajar. Dalam belajar siswa diusahakan untuk berpartisipasi secara aktif, meningkatkan minat dan membimbing untuk mencapai tujuan intruksional. Sesuai hakikat belajar. Belajar adalah proses kontinguitas . ubungan antara pengertian yang lai. sehingga mendapat pengertian yang diharapkan stimulus yang diberikan dapat menimbulkan respon yang diharapkan. Sesuai materi atau bahan yang akan dipelajari. Belajar bersifat keseluruhan dan materi itu harus memiliki struktur penyajian yang bisa ditangkap pengertiannya. Syarat keberhasilan belajar Belajar memerlukan sarana yang cukup, sehingga peserta didik dapat belajar dengan tenang (Slameto, 2. Apabila kegiatan pembelajaran dilakukan dengan baik, maka kegiatan pembelajaran tidak hanya meningkatkan kemampuan siswa dalam bidang akademik saja, aknatetapi dapat pula meningkatkan kemampuan siswa dalam bidang non Salah satu kemampuan yang dapat dikembangkan oleh siswa selama Journal of Elemantary School (JOES)3. :73-84 mengikuti kegiatan pembelajaran adalah peningkatan keterampilan kerjasama. Kerjasama adalah suatu bentuk proses sosial, dimana didalamnya terdapat aktivitas tertentu yang ditujukan untuk mencapai tujuan bersama dengan saling membantu dan saling memahami aktivitas masing-masing (Abdulsyani, 1. Kerjasama berarti bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Kerjasama merupakan satu proses sosial yang paling dasar. Biasanya kerjasama melibatkan pembagian tugas, dimana setiap orang mengerjakan setiap pekerjaan yang merupakan tanggung jawabnya demi tercapainya tujuan bersama. Untuk meningkatkan keterampilan kerjasama dan hasil belajar siswa pada kegiatan pembelajaran, guru sebagai perencana kegiatan pembelajaran perlu menerapkan model pembelajaran yang tepat agar dapat memacu timbulnya keterampilan kerjasama di dalam diri siswa dan meningkatkan hasil belajar siswa pada kegiatan pembelajaran. Hasil observasi pra penelitian yang dilakukan di SD Negeri 170 Bengkulu Utara menunjukkan bahwa model pembelajaran yang diterapkan oleh guru masih belum mampu meningkatkan keterampilan kerjasama dan hasil belajar siswa. Terlihat bahwa tingkat keterampilan kerjasama siswa masih tergolong rendah dan hasil belajar siswa masih banyak yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal yang ditentukan oleh sekolah. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan pada kegiatan pembelajaran guna meningkatkan keterampilan kerjasama dan hasil belajar siswa di tingkat sekolah dasar adalah dengan menerapkan model pembelajaran think pair share. Model pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran dimana siswa dalam kelompok kecil Kelompok-kelompok beranggotakan siswa dengan hasil belajar tinggi, rata-rata, rendah, laki-laki dan perempuan, siswa dengan latar belakang suku berbeda untuk mencapai suatu penghargaan bersama (Nur, 1. Dalam pembelajaran kooperatif, belajar dikatakan belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran. Menurut Johnson dan Johnson, kooperatif adalah mengelompokkan siswa dalam kelas ke dalam suatu kelompok kecil agar siswa dapat bekerja sama dengan kemampuan maksimal yang mereka miliki dan mempelajari satu sama lain dalam kelompok tersebut (Trianto, 2. Journal of Elemantary School (JOES)3. :73-84 Think-Pair-Share merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. Model ini juga disebut dengan berpikir-berpasangan-berbagi. Model pembelajaran think pair share adalah suatu model pembelajaran kooperatif yang memberi siswa waktu untuk berpikir dalam dan merespon serta saling bantu sama lain. Model ini memperkenalkan ide Auwaktu berpikir atau waktu tungguAy yang menjadi faktor kuat dalam meningkatkan kemampuan sisa dalam merespon pertanyaan. Pembelajaran kooperatif model think pair share ini relative lebih sederhana karena tidak menyita waktu yang lama untuk mengatur tempat duduk ataupun mengelompokkan siswa. Pembelajaran ini melatih siswa untuk berani berpendapat dan menghargai pendapat teman (Shoimin, 2. Model pembelajaran kooperatif tipe think pair share memiliki 3 tahap yaitu tahap berfikir . , pair . , dan share . Adapun penjelasan dari fase tersebut adalah sebagai berikut: . berfikir (Thinkin. Pada langkah ini, guru melanjutkan suatu pernyataan atau masalah yang dikaitkan dengan pelajaran, dan meminta siswa menggunakan waktu berapa menit untuk berpikir sendiri jawaban atau Siswa membutuhkan penjelasan bahwa berbicara atau mengerjakan bukan bagian akhir . berpasangan (Pairin. Selanjutnya pada langkah berpasangan, guru meminta siswa untuk berpasangan dan mendiskusikan apa yang telah mereka peroleh. Interaksi selama waktu yang disediakan dapat menyatukan jawaban jika suatu pertanyaan yang diajukan dapat menyatukan jawaban jika suatu pertanyaan yang diajukan atau menyatukan gagasan apabila suatu masalah khusus yang diidentifikasi. Secara normal guru memberi waktu tidak lebih dari 4 atau 5 menit untuk berpasangan . berbagi (Sharin. Pada langkah akhir, guru meminta pasangan-pasangan untuk berbagi dengan keseluruhan kelas yang telah mereka bicarakan. Hal ini efektif untuk berkeliling ruangan dari pasangan ke pasangan dan melanjutkan sampai sekitar sebagian pasangan mendapat kesempatan untuk melaporkan. Penerapan model pembelajaran think pair share dalam kegiatan pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan keterampilan kerjasama dan hasil belajar siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran. Journal of Elemantary School (JOES)3. :73-84 METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan model pembelajaran think pair share yang dilaksanakan melalui dua siklus pembelajaran Penggunaan desain penelitian tindakan kelas pada penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan menemukan solusi pemecahan masalah yang ada saat kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Pada penelitian ini, desain penelitian tindakan kelas yang digunakan merupakan desain penelitian tindakan kelas yang dikemukakan oleh Kemmis dan Taggart. Pada desain penelitian yang dikemukakan oleh Kemmis dan Taggart, tahapan penelitian tindakan kelas terdiri dari tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Di tahap perencanaan, rencana tindakan disusun sebagi upaya untuk meningkatkan keterampilan kerjasama siswa dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS di SD Negeri 170 Bengkulu Utara. Pada tahap ini, peneliti menyusun segala persiapan pelaksanaan pembelajaran yang akan diterapkan di dalam kelas. Persiapan yang dilakukan oleh peneliti terdiri dari persiapan bahan ajar, rencana pembelajaran, metode dan strategi pembelajaran, model pembelajaran yang akan digunakan, serta instrument pembelajaran dan instrument penilaian yang akan digunakan pada penelitian Di tahap pelaksanaan, peneliti melaksanakan kegiatan pembeljaran dengan menerapkan rencana yang sudah dibuat sebelumnya. Pada penelitian ini, peneliti menerapkan model pembelajaran think pair share pada kegiatan pembelajaran IPS di dalam kelas. Pada tahap pelaksanaan, hasil yang didapat pada siklus tersebut kemudian dianalisis untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan keterampilan kerjasama dan hasil belajar siswa sesuai dengan target pencapaian selama mengikuti kegiatan Di tahap observasi, peneliti melakukan pengamatan terhadap hasil atau dampak dari tindakan yang dilaksanakan atau dikenakan teradap siswa. Observasi dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung yang dilakukan oleh peneliti terhadap pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran think pair share yang bertujuan untuk mengetahui apakah ada kekurangan ataupun kesalahan yang terjadi selama proses kegiatan pembelajaran berlangsung. Pada tahap refleksi, peneliti melakukan analisis terhadap pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan mencari solusi untuk kekurangan yang terjadi pada kegiatan pembelajaran IPS dengan menerapkan Journal of Elemantary School (JOES)3. :73-84 model pembelajaran think pair share untuk dijadikan bahan perbaikan pada siklus selanjutnya apabila hasil pembelajaran belum mencapai tujuan minimum yang ingin dicapai pada penelitian pembelajaran IPS dengan menerapkan model pembelajaran think pair share. Penelitian dengan menerapkan model pembelajaran think pair share pada pembelajaran IPS terdiri dari dua siklus pembelajaran dimana pada masing-masing siklus dilakukan analisis data penelitian untuk mengukur tingkat keterampilan kerjasama siswa dan hasil belajar siswa. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 170 Bengkulu Utara dengan jumlah siswa sebanyak 34 orang siswa. Penelitian ini dilaksankan selama dua bulan terhitung dari bulan September 2019 hingga Bulan November 2019 pada semester I Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 170 Bengkulu Utara yang beralamat di Desa Air Merah. Kecamaran Arma Jaya. Kabupaten Bengkulu Utara. Provinsi Bengkulu. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik angket dan teknik tes untuk mengumpulkan dan menganalisis data hasil penelitian di tiap siklus pembelajaran dengan menerapkan model pembelajara think pair share. teknik angket digunakan untuk mengukur itngkat keterampilan kerjasama siswa pada tiap siklus pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran think pair share. Lembar angket keterampilan kerjasama yang digunakan terdiri dari tiga kategori aspek keterampilan kerjasama yang kemudian dianalisis menggunakan pedoman penskoran lembar angket keterampilan kerjasama yang sudah dibuat sebelumnya berdasarkan skala likert. Teknik tes digunakan untuk mengukur peningkatan hasil belajar siswa pada tiap siklus pembelajaran IPS dengan menerapkan model pembelajaran think pair share. Lembar tes yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari 20 soal pilihan ganda dengan empat pilihan jawaban. Hasil belajar dianalisis dengan mengukur tingkat ketuntasan klasikal yang dicapai oleh siswa pada pembelajaran IPS dengan menerapkan model pembelajaran think pair share. Indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan model pembelajaran think pair share dapat dikatakan berhasil jika mencapai target sebagai berikut: . standar ketuntasan individu dianggap telah AutuntasAy pada mata pelajaran IPS apabila nilai tes siswa mencapai 70. standar ketuntasan klasikal siswa pada pembelajaran IPS dianggap telah AutuntasAy apabila siswa yang mencapai nilai di atas Journal of Elemantary School (JOES)3. :73-84 KKM sebanyak 75% dari total keseluruhan siswa. tingkat keterampilan kerjasama siswa pada penelitian penerapan model pembelajaran think pair share dianggap memenuhi target apabila persentase tingkat keterampilan kerjasama yang dicapai siswa mencapai 75% dengan rerata skor angket keterampilan kerjasama minimal sebesar 2,5 dengan kategori baik. HASIL PENELITIAN Kemampuan Awal Siswa Hasil Angket Keterampilan Kerjasama Siswa Hasil Angket Penilaian tingkat keterampilan kerjasama siswa pada uji kemampuan awal siswa dalam penelitian dengan menerapkan model pembelajaran think pair share pada pembelajaran IPS disajikan pada Tabel 1 sebagai berikut: Tabel 1. Observasi Keterampilan Kerjasama Siswa pada Uji Kemampuan Awal Siswa No. Kategori Tinggi Rendah Jumlah Siswa Persentase 41,18% 58,82% Rerata Skor Angket Hasil Belajar Hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 170 Bengkulu Utara pada penelitian penerapan model pembelajaran think pair share pada pembelajaran IPS di uji kemampuan awal disajikan pada Tabel 2 sebagai berikut: Tabel 2. Hasil Belajar Siswa pada Uji Kemampuan Awal No. Item Pengamatan Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-rata nilai Siswa yang tuntas Siswa yang belum tuntas Ketuntasan Klasikal Pencapaian 60,88 35,29% Siklus I Hasil Angket Keterampilan Kerjasama Siswa Hasil Angket Penilaian tingkat keterampilan kerjasama siswa pada Siklus I dalam penelitian dengan menerapkan model pembelajaran think pair share pada pembelajaran IPS disajikan pada Tabel 3 sebagai berikut: Journal of Elemantary School (JOES)3. :73-84 Tabel 3. Observasi Keterampilan Kerjasama Siswa pada Siklus I No. Kategori Tinggi Rendah Jumlah Siswa Persentase 64,71% 35,29% Rerata Skor Angket Hasil Belajar Hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 170 Bengkulu Utara pada penelitian penerapan model pembelajaran think pair share pada pembelajaran IPS di siklus I disajikan pada Tabel 4 sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Belajar Siswa pada Siklus I No. Item Pengamatan Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-rata nilai Siswa yang tuntas Siswa yang belum tuntas Ketuntasan Klasikal Pencapaian 58,82% Siklus II Hasil Angket Keterampilan Kerjasama Siswa Hasil Angket Penilaian tingkat keterampilan kerjasama siswa pada Siklus II dalam penelitian dengan menerapkan model pembelajaran think pair share pada pembelajaran IPS disajikan pada Tabel 5 sebagai berikut: Tabel 5. Observasi Keterampilan Kerjasama Siswa pada Siklus II No. Kategori Tinggi Rendah Jumlah Siswa Persentase 88,24% 11,76% Rerata Skor Angket Hasil Belajar Hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 170 Bengkulu Utara pada penelitian penerapan model pembelajaran think pair share pada pembelajaran IPS di siklus II disajikan pada Tabel 6 sebagai berikut: Journal of Elemantary School (JOES)3. :73-84 Tabel 6. Hasil Belajar Siswa pada Siklus II No. Item Pengamatan Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-rata nilai Siswa yang tuntas Siswa yang belum tuntas Ketuntasan Klasikal Pencapaian 79,56 82,35% PEMBAHASAN Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di dalam kelas perlu dilakukan dengan efektif dan semaksimal mungkin agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Dengan terlaksananya kegiatan pembelajaran dengan baik, siswa akan meningkatkan kemampuan yang ada di dalam dirinya dan tidak terbatas pada kemampuan akademik Pada penelitian ini, peneliti menerapkan model pembelajaran think pair share sebagai strategi pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan kerjasama dan hasil belajar siswa di kelas IV SD Negeri 170 Bengkulu Utara pada pembelajaran IPS. Hasil data penelitian pada tiap siklus kemudian dianalisis utuk dilakukan pengukuran tingkat keterampilan kerjasama siswa dan hasil belajar siswa pada tiap siklus. Pada pembelajaran di uji kemampuan awal, data angket dan tes siswa dianalisis untuk mengetahui tingkat keterampilan kerjasama wawal siswa dan tingkat hasil belajar siswa pada fase awal sebelum diterapkannya kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran think pair share pada pembelajaran IPS di kelas IV SD negeri 170 Bengkulu Utara. Pada fase uji kemampuan awal siswa, tingkat keterampilan kerjasama siswa tergolong rendah dimana dari 34 orang siswa, hanya 14 orang siswa yang tingkat keterampilan kerjasamanya termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase tingkat keterampilan kerjasama di uji kemampuan awal sebesar 41,18%. Rerata skor angket keterampilan kerjasama siswa pada uji kemampuan awal hanya sebesar 2,1 dengan kategori cukup. Hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS di fase uji kemampuan awal juga tergolong rendah dimana dari 34 orang siswa, hanya sebanyak 12 orang siswa yang hasil belajarnya termasuk dalam kategori tuntas tingkat ketuntasan klasikal yang dicapai siswa pada fase uji kemampuan awal sebesar 35,29% dengan rerata nilai yang dicapai siswa pada pembelajaran IPS di uji kemampuan awal mencapai 60,88. Journal of Elemantary School (JOES)3. :73-84 Pembelajaran pada siklus I dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran think pair share pada pembelajaran IPS di kelas IV SD Negeri 170 Bengkulu Utara. Pada siklus I, tingkat keterampilan kerjasama siswa mengalami peingkatan dimana dari 34 orang siswa, sebanyak 22 orang siswa yang tingkat keterampilan kerjasamanya termasuk dalam kategori tinggi. Persentase tingkat keterampilan kerjasama siswa yang dicapai pada pembelajaran di siklus I sebesar 64,71% dengan rerata skor angket ekterampilan kerjasama siswa pada pembelajaran di siklus I sebesar 2,8 dengan kategori Hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS di siklus I juga mengalami penignkatan, dimana dari 34 orang siswa, sebanyak 20 orang siswa yang hasil belajarnya termasuk dalam kategori tuntas. Tingkat ketuntasan kalsikal yang dicapai oleh siswa pada pembelajaran di siklus I dengan menerapkan model pembelajaran think pair share sebesar 58,82% dengan rata-rata nilai yang dicapai siswa sebesar 67,50. Meski mengalami peningkatan, akan tetapi hasil belajar siswa dan tingkat keterampilan kerjasama siswa yang dicapai pada pembelajaran di siklus I belum mencapai target penelitian yang ingin dicpai pada pembealajaran IPS di kelas IV SD Negeri 170 Bengkulu Utara dengan menerapkan model pembelajaran think pair share. Pembelajaran di siklus II dilakukan dengan menerapkan hasil refleksi dan observasi pada siklus I sebagai acuan perbaikan pada kegiatan pembelajaran di siklus II untuk mencapai tujuan penelitian. Pada siklus II, tingkat keterampilan kerjasama siswa mengalami peningkatan dimana dari 34 orang siswa, sebanyak 30 orang siswa yang tingkat keterampilan kerjasamanya termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase tingkat keterampilan kerjasama yang dicapai pada siklus II sebesar 88,24%. Rerata skor angket pada kegiatan pembelajaran di siklus II sebesar 3,5 dengan kategori sangat baik. Pada pembelajaran di siklus II, hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS juga mengalami peningkatan dimana dari 34 orang siswa, sebanyak 28 orang siswa yang hasil belajarnya termasuk dalam kategori tuntas. Tingkat ketuntasan klasikal yang dicapai siswa pada pembelajaran di siklus II sebesar 82,35% dengan rata-rata nilai yang dicapai siswa sebesar 79,56. Dengan demikian, tingkat keterampilan kerjasama dan hasil belajar siswa yang dicapai pada pemelajaran di siklus II sudah mencapai target penelitian yang ingin dicapai pada penelitian penerapan model pembelajaran think pair Journal of Elemantary School (JOES)3. :73-84 Grafik peningkatan kerjasama siswa pada tiap siklus penelitian penerapan model pembelajaran think pair share pada pembelajaran IPS di kelas IV SD Negeri 170 Bengkulu Utara disajikan pada Gambar 1 sebagai berikut: Gambar 1. Grafik Peningkatan Kerjasama Siswa pada Tiap Siklus Adapun grafik peingkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS di tiap siklus penelitian penerapan model pembelajaran think pair share disajikan pada Gambar 2 sebagai berikut: Gambar 2. Grafik Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Tiap Siklus Journal of Elemantary School (JOES)3. :73-84 Penerapan model pembelajaran think pair share yang berpasangan membuat siswa secara aktif melakukan kegiatan kerjasama dengan teman di dekatnya. Pada penerapan model pembelajaran think pair share, kegiatan belajar berpasangan membuat siswa meningkatkan keterampilan kerjasama yang ada di dalam dirinya. Proses berbagi informasi antar siswa juga membuat siswa lebih memahami materi pembelajaran sehingga hasil belajar siswa jug aikut meningkat. Penerapan model pembelajaran think pair share terbukti mampu meningkatkan keterampilan kerjasama dan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 170 bengkulu Utara pada pembelajaran IPS. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada penelitian penerapan model pembelajaran think pair share pada pembelajaran IPS di kelas IV SD Negeri 170 Bengkulu Utara dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: . model pembelajaran think pair share terbukti mampu meningkatkan keterampilan kerjasama siswa pada pembelajaran IPS di kelas IV SD Negeri 170 Bengkulu Utara, dimana pada uji awal persentase tingkat keterampilan kerjasama siswa sebesar 41,18%, meningkat di siklus I sebesar 64,71% dan meningkat pada siklus II sebesar 88,24%. model pembelajaran think pair share terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS di kelas IV SD Negeri 170 Bengkulu Utara, dimana pada uji awal tingkat ketuntasan klasikal sebesar 35,29%, meningkat pada siklus I menjadi sebesar 58,82% dan pada siklus II meningkat menjadi sebesar 82,35%. DAFTAR PUSTAKA