Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Agustus 2024 Hal : 90 - 109 Available Online at jurnal. id/focus ANALISIS INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT PADA PROGRAM TJSL LENTERA JIWA PT PERTAMINA PATRA NIAGA FUEL TERMINAL BANDUNG Samino1. Dike Farizan Fadhlillah1. Erick Abriandi1. Wahyu Eko Widodo1. Wandi Adiansah2 1PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Bandung 2Departemen Kesejahteraan Sosial FISIP. Universitas Padjadjaran E-mail: samino@pertamina. dikefarizan@gmail. erickabriandi@gmail. eko@sbm-itb. adiansah@unpad. Article history Received : 2024-06-08 Revised : 2024-07-26 Accepted : 2024-08-22 *Corresponding author E-mail: wandi. adiansah@unpad. No. doi: 10. 24198/focus. ABSTRAK Permasalahan mengenai Orang dengan Gangguan Jiwa merupakan salah satu masalah yang terus berkembang di Indonesia. Dalam merespon masalah ini ada banyak pihak yang turun tangan termasuk dari sektor swasta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau banyak dikenal CSR (Corporate Social and Responsibilit. , salah satunya yaitu PT Pertamina Patra Niaga FT Bandung yang menginisasi Program Lentera Jiwa untuk merespon masalah ODGJ di Desa Pangauban. Kecamatan Batujajar. Kabupaten Bandung Barat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melakukan analisis Indeks Kepuasan Masyarakat pada Program Lentera Jiwa PT Pertamina Patra Niaga FT Bandung tersebut. Survei Indeks Kepuasan Masyarakat pada Program Lentera Jiwa ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian berupa kuisioner dengan wawancara tatap muka dan diskusi kelompok terfokus. Kuisioner Survei Indeks Kepuasan Masyarakat ini terdiri dari 5 aspek pengukuran, mulai dari aspek perencanan, aspek pendanaan, aspek pendampingan, aspek pelaksaan program, dan aspek keberlanjutan program. Pengukuran dalam kuisioner ini menggunakan skala likert. Populasi dalam survei ini yaitu kelompok penerima manfaat Program Lentera Jiwa. Teknik sampling yang digunakan yaitu berupa total sampling. Pengolahan dan analisis data dilakukan melalui tahapan editing, coding, tabulasi, dan perhitungan Indeks Kepuasan Masyarakat. Hasil analisis survei Indeks Kepuasan Masyarakat pada Program Lentera Jiwa memiliki total skor mutu sebesar 3,48 dan nilai kinerja 87,04. Nilai ini menunjukkan nilai mutu pelayanan kategori B dengan kinerja unit pelayanan berada pada kategori AuBaikAy. Berdasarkan nilai tersebut, maka secara umum penerima manfaat merasa sangat puas dengan kinerja mutu pelayanan program Lentera Jiwa. Kata-kata kunci: Kualitas Pelayanan. Program CSR. TJSL. Kepuasan Masyarakat. Pemberdayaan Masyarakat. ABSTRACT The issue of People with Mental Disorders (ODGJ) is one of the continuously growing problems in Indonesia. In response to this issue, many parties, including the private sector, have stepped in through Social and Environmental Responsibility (TJSL) programs, commonly known as Corporate Social Responsibility (CSR). One such initiative is the Lentera Jiwa Program by PT Pertamina Patra Niaga FT Bandung, which aims to address the ODGJ issue in Pangauban Village. Batujajar District. West Bandung Regency. The purpose of this research is to analyze the Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Agustus 2024 Hal : 90 - 109 Available Online at jurnal. id/focus Community Satisfaction Index for the Lentera Jiwa Program of PT Pertamina Patra Niaga FT Bandung. The survey for the Community Satisfaction Index of the Lentera Jiwa Program uses a quantitative approach. The research instrument is a questionnaire administered through face-to-face interviews and focus group discussions. The Community Satisfaction Index Survey Questionnaire consists of five measurement aspects: planning, funding, assistance, program implementation, and program sustainability. The measurements in the questionnaire use a Likert scale. The population in this survey consists of the beneficiaries of the Lentera Jiwa Program, and the sampling technique used is total sampling. Data processing and analysis are carried out through the stages of editing, coding, tabulation, and calculation of the Community Satisfaction Index. The results of the Community Satisfaction Index survey analysis for the Lentera Jiwa Program show a total quality score of 3. 48 and a performance score of 87. These scores indicate a service quality rating of category B, with the service unit's performance being in the "Good" category. Based on these values, it can be concluded that, in general, the beneficiaries are very satisfied with the quality performance of the Lentera Jiwa program. Keywords: Service Quality. CSR Program. TJSL. Community Satisfaction. Community Empowerment. PENDAHULUAN Gangguan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius yang terjadi di Indonesia dan di berbagai negara di seluruh dunia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2014 menyatakan bahwa Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yaitu individu yang mengalami gangguan pada pikiran, perilaku, dan perasaan, yang ditandai menyebabkan penderitaan dan kesulitan (Pramestuti & Poerwandari 2. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023, di Indonesia 621 RT (Rumah Tangg. yang memiliki ART (Anggota Rumah Tangg. dengan gangguan jiwa. Dalam data tersebut Provinsi Jawa Barat menempati urutan pertama dengan jumlah RT yang memiliki ART dengan gangguan jiwa terbanyak yaitu 58. 510 RT. Selanjutnya, data SKI Tahun 2023 juga menunjukkan bahwa sebanyak 844 RT memutuskan untuk memasung ART dengan gangguan jiwa yang ada di keluarga mereka. Kasus pemasungan ini secara umum dilakukan oleh RT dengan status ekonomi bawah (Munira, dkk, 2. Penyebab utama tingginya angka ODGJ di Indonesia terdiri dari kombinasi faktor genetik, lingkungan, dan sosial ekonomi (Arrobi, 2. Faktor genetik dapat mempengaruhi kerentanan seseorang terhadap gangguan mental, sementara mendukung, seperti paparan stres kronis, berkontribusi signifikan. Selain itu, ketidakseimbangan kimia di otak dan trauma psikologis pada masa lalu dapat memperparah kondisi tersebut (Aqil et al. ODGJ seringkali dihadapkan pada tantangan yang kompleks, baik dari segi fisik, mental, maupun sosial. Stigma terhadap gangguan mental menjadi salah satu hambatan terbesar dalam penanganan ODGJ yang seringkali mengakibatkan Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Agustus 2024 Hal : 90 - 109 Available Online at jurnal. id/focus perawatan yang diperlukan. Kurangnya akses terhadap layanan kesehatan mental yang memadai dan keterbatasan sumber daya manusia yang terlatih juga memperburuk situasi ini (Hadiansyah & Machmud, 2. Selain itu, layanan kesehatan jiwa juga belum tersedia di semua provinsi. Hal ini menunjukkan bahwa banyak individu dengan gangguan jiwa belum mendapatkan perawatan yang semestinya (Nurjanah et al, 2. Berbagai ODGJ tersebut menunjukkan bahwa masalah ini merupakan masalah yang serius dan perlu ditangani dengan pendekatan yang holistik dan terintegrasi (Bahri, 2. Saat ini, pemerintah melalui berbagai lembaga seperti Dinkes (Dinas Kesehata. dan RSJ (Rumah Sakit Jiw. telah mengembangkan program-program permasalahan ODGJ ini (Setyabudi, 2. Dalam hal ini. Kementerian Kesehatan juga berkomitmen untuk memanusiakan ODGJ melalui transisi layanan kesehatan jiwa yang berfokus pada promotif dan Upaya promotif preventif yang dimaksud yaitu memberikan edukasi kepada masyarakat secara masif terkait pentingnya menjaga kesehatan jiwa (Idaiani & Riyadi, 2. Berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah tersebut, menunjukkan bahwa terdapat peningkatan dalam layanan kesehatan mental. Namun, disisi lain ternyata masih banyak ODGJ yang tidak mendapatkan perawatan yang memadai dan terjangkau. Hal ini menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh pemerintah belum cukup untuk mengatasi masalah ODGJ ini secara efektif. Penanganan ODGJ ini idealnya tidak hanya dilakukan oleh pemerintah namun perhatian khusus dari para pemangku stakeholder terkait (Lestari & Wardhani. Kolaborasi antara pemerintah dan berbagai stakeholder ini sangat penting untuk menciptakan ekosistem yang mendukung kesehatan jiwa secara menyeluruh (Malikah, 2. Melalui sinergi yang kuat, diharapkan penanganan ODGJ dapat lebih efektif, berkelanjutan, dan inklusif sehingga kualitas hidup ODGJ di Indonesia dapat terus ditingkatkan serta permasalahan mengenai ODGJ dapat ditangani dengan baik dan benar. Keterlibatan berbagai stakeholder lain LSM (Lembaga Swadaya Masyaraka. , serta sektor swasta juga sangat penting dalam ODGJ (Leorna, 2. Keluarga dan komunitas berperan sebagai sistem pendukung utama yang dapat membantu ODGJ menjalani proses pemulihan dengan lebih baik melalui dukungan emosional dan sosial yang Selanjutnya. LSM dan sektor swasta juga dapat berkontribusi dengan menyediakan akses terhadap layanan kesehatan mental, program rehabilitasi, serta kampanye anti-stigma yang dapat meningkatkan kesadaran dan ODGJ Salah satu bentuk keterlibatan pihak swasta dalam penanganan ODGJ dapat diimplementasikan melalui program CSR (Corporate Social Responsibilit. Program CSR kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap peran sosial perusahaan, termasuk dalam aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan. Perusahaan berkomitmen melaksanakan program CSR sebagai bentuk tanggung jawabnya untuk menciptakan nilai sosial dan lingkungan yang berkelanjutan (Achmad, 2. Kewajiban program CSR bagi Perusahaan ini tercantum dalam Pasal 74 UndangUndang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, yang menyatakan bahwa perusahaan yang menjalankan usaha di bidang atau berkaitan dengan Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Agustus 2024 Hal : 90 - 109 Available Online at jurnal. id/focus sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Selain itu. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas juga menyatakan bahwa setiap perusahaan wajib melaksanakan program CSR sebagai upaya untuk menjaga keseimbangan Salah satu contoh implementasi program CSR yang signifikan dalam penanganan ODGJ adalah Program Lentera Jiwa yang dilaksanakan oleh PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal (FT) Bandung. Program ini dilaksanakan sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak untuk memberikan solusi yang berkelanjutan dalam penanganan ODGJ di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Program Lentera Jiwa adalah inisiatif CSR dari PT Pertamina FT Bandung yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup ODGJ di Desa Pangauban. Kecamatan Batujajar. Kabupaten Bandung Barat. Program ini telah dilaksanakan sejak tahun 2022 dengan melibatkan ODGJ, keluarga mereka, masyarakat setempat, serta berbagai pemangku kepentingan seperti Pemerintah Desa Pangauban. RSJ Cisarua Provinsi Jawa Barat. Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia. STIKES (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehata. Budi Luhur. UMKM JRK Eceng Gondok. Gerakan Desa Siaga Sehat Jiwa, dan masyarakat umum. Program Lentera Jiwa ini bertujuan untuk mengatasi masalah ODGJ di Desa Pangauban yaitu berupa tingginya stigma negatif di masyarakat terhadap ODGJ, keterampilan hidup sehari-hari, dan keterampilan vokasional para ODGJ dan ODGJ yang telah pulih, kurangnya dukungan keluarga dan masyarakat dalam proses pemulihan ODGJ, serta kurangnya dukungan kemitraan dari para stakeholder terkait dalam penanganan ODGJ di Desa Pangauban. Melalui kegiatan edukasi yang dilakukan secara langsung kepada masyarakat, pelatihan keterampilan untuk ODGJ, door-to-door, pembentukan kelompok dukungan, dan kemitraan dengan stakeholder. Program Lentera Jiwa telah berhasil meningkatkan ODGJ memperkuat dukungan komunitas. Dalam implementasi sebuah program CSR, program yang dilakukan harus memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama yang berada langsung di sekitar Untuk menilai efektivitas dari sebuah program CSR, perlu dilakukan evaluasi yang mencakup pelayanan sebagai prioritas utama. Evaluasi ini penting untuk menilai keberhasilan Selain itu, program CSR memiliki peran krusial karena perusahaan harus memastikan bahwa kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik pada saat ini maupun di masa depan (Oemar. Keberhasilan suatu program CSR dapat diukur melalui tingkat kepuasan masyarakat yang menerima manfaat dari Kepuasan ketidakpuasan mencerminkan sejauh mana harapan masyarakat sesuai dengan pengalaman yang mereka rasakan selama mengikuti program. Kepuasan masyarakat menentukan keberhasilan pelaksanaan program di lembaga pelayanan publik, yang memberikan layanan baik secara (Widodo, 2. Salah satu metode untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat adalah Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). IKM digunakan untuk menilai seberapa memuaskan pelayanan publik bagi masyarakat yang menerima layanan (Sutowo, 2. IKM merupakan hasil pengukuran data dan informasi dari Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) yang bertujuan untuk mengevaluasi kualitas Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Agustus 2024 Hal : 90 - 109 Available Online at jurnal. id/focus KepMenPan Nomor KEP/25/M. PAN/2/2004 mendefinisikan Indeks Kepuasan Masyarakat sebagai informasi dan data tentang tingkat kepuasan masyarakat yang diperoleh melalui pengukuran kualitatif dan kuantitatif dari masyarakat terhadap penyelenggara layanan publik, dengan membandingkan harapan dan kebutuhan Kepuasan indikator utama dalam menilai efektivitas penyelenggara, baik dalam sektor publik maupun swasta (Kotler & Keller, 2. Kepuasan masyarakat diukur untuk menilai seberapa baik produk atau jasa memenuhi harapan masyarakat dengan memperhatikan berbagai layanan yang diberikan (Husna & Syukri, 2. Kepuasan ini penting karena berdampak langsung pada tingkat kepercayaan masyarakat yang mempengaruhi reputasi dan keberhasilan program atau layanan Dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik, terdapat 9 unsur Survei Kepuasan Masyarakat dalam mengukur IKM terhadap suatu pelayanan publik yaitu mekanisme, dan prosedur, unsur waktu penyelesaian, unsur biaya/tarif, unsur produk spesifikasi jenis pelayanan, unsur kompetensi pelaksana, unsur perilaku pelaksana, unsur penanganan pengaduan, saran dan masukan, serta unsur sarana dan Penelitian Indeks Kepuasan Masyarakat pada program TJSL Lentera Jiwa PT Pertamina Patra Niaga FT Bandung. Pada penelitian sebelumnya. Humaedi. Santoso, & Ismail . menjelaskan bahwa hasil pengukuran IKM pada Program SIBA Rosella CSR PT Bukit Asam menunjukkan pelayanan yang sangat baik karena berbagai indikator penyusunnya dapat dicapai secara keseluruhan mulai dari kepastian waktu pelayanan, akurasi pelayanan, kesopanan mendapatkan pelayanan. Sementara itu. Mustajir, dkk . melakukan analisis IKM pada Program Wisata Konservasi Penyu PT Gag Nikel berdasarkan 8 indikator yang terdiri dari unsur persyaratan, unsur sistem, mekanisme, dan prosedur, unsur biaya atau tarif, unsur produk spesifikasi jenis pelayanan, unsur kompetensi pengelola, unsur perilaku pengelola, unsur penanganan pengaduan, saran dan masukan, serta unsur sarana dan Penelitian-penelitian gambaran dan pemahaman kepada peneliti dalam melakukan penelitian ini. METODE PENELITIAN Pengumpulan data dalam Survei Indeks Kepuasan Masyarakat pada Program Lentera Jiwa ini menggunakan instrumen berupa kuisioner dengan wawancara tatap muka dan diskusi kelompok terfokus. Kuisioner Survei Indeks Kepuasan Masyarakat ini terdiri dari 5 aspek pengukuran, mulai dari aspek perencanan, aspek pendanaan, aspek pendampingan, aspek pelaksaan program, dan aspek keberlanjutan program. Aspek-aspek ini Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan survei. Populasi dalam survei ini yaitu kelompok penerima manfaat Program Lentera Jiwa. Teknik sampling yang digunakan yaitu berupa total sampling Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Agustus 2024 Hal : 90 - 109 Available Online at jurnal. id/focus dijadikan sebagai sampel. Berdasarkan hal tersebut, maka jumlah sampel dalam survei ini yaitu sebanyak 16 orang Penentuan teknik sampling ini sesuai dengan pendapat Krejcie & Morgan dalam Schreiber & Asner-Self . 1: . yang menyatakan bahwa jika populasi survei di bawah 100 orang, maka jumlah populasi tersebut harus diambil semua sebagai sampel penelitian. Pengolahan dan analisis data dilakukan melalui tahapan editing, coding, tabulasi, dan perhitungan Indeks Kepuasan Masyarakat. Pengukuran dalam kuisioner ini menggunakan skala likert dengan rentang bobot nilai 1-4 dengan bentuk alternatif jawaban sebagai berikut. Skor angka 4 untuk jawaban AuSangat SetujuAy. Skor angka 3 untuk jawaban AuSetujuAy. Skor angka 2 untuk jawaban AuTidak SetujuAy. Skor angka 1 untuk jawaban AuSangat Tidak SetujuAy. Skor total dari masing-masing jawaban kemudian di hitung nilai indeksnya untuk mengetahui skor indeksnya mula-mula harus mengetahui nila rata-rata tertimbang dengan rumus sebagai berikut : Nilai rata Oe rata tertimbang Jumlah Bobot Jumlah Aspek Unit Pelayanan Kemudian nilai IKM dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : IKM Total dari nilai persepsi per unsur x nilai penimbang Total unsur yang terisi Untuk memudahkan interpretasi, maka dilakukan konversi IKM sekala 100. Adapun rumus IKM Konversi adalah sebagai berikut : IKM Konversi = IKM x 25 Setelah diketahui nilai indeks dari masing-masing aspek kemudian hasil dijumlahkan seluruh nilai indeksnya dan diambil rata-rata. Kemudian dapat ditemukan nilai indeks keberhasilan dari program LENTERA JIWA dengan kategori sebagaimana tercantum pada Peraturan Menteri PAN dan RB No. 14 tahun 2017 sebagai berikut : Tabel 1 Kategori IKM Berdasarkan Peraturan Menteri PAN dan RB No. 14 tahun 2017 Nilai Nilai Interval Mutu Kinerja Unit Nilai Interval Persepsi Konversi Pelayanan Pelayanan 1,00 Ae 2,5996 25,00 Ae 64,99 Tidak Baik 2,60 Ae 3,064 65,00 Ae 76,60 Kurang Baik 3,0644 Ae 3,532 76,61 Ae 88,30 Baik 3,5324 Ae 4,00 88,31 Ae 100,00 Sangat Baik Sumber: Peraturan Menteri PAN dan RB No. 14 tahun 2017 HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Bandung PT Pertamina Patra Niaga FT (Fuel Termina. Bandung merupakan salah satu unit operasi Marketing Operation Region Jawa Bagian Barat. PT Pertamina Patra Niaga FT Bandung terdiri dari FT Ujung Berung dan FT Padalarang. FT BBM Ujung Berung beroperasi sejak tahun 1987 dengan luasan lahan seluas 23,4 hektar yang terletak di wilayah Kota Bandung dan FT BBM Padalarang beroperasi sejak tahun 1977 dengan luasan 11,7 hektar yang terletak di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Agustus 2024 Hal : 90 - 109 Available Online at jurnal. id/focus Proses melakukan pendistribusian BBM (Bahan Bakar Minya. jenis Pertalite. Pertamax. Solar. Bio Solar. Pertamina Dex. Dexlite, dan Pertamax Turbo di wilayah Bandung dan sekitarnya. Supply BBM ini berasal dari FT Lomanis melalui jalur pipa CB (CilacapBandun. yaitu CB I dan CB II. Dalam penerimaan FT Ujung Berung yaitu 398 KL dengan kapasitas penyaluran sebanyak 4. 628 KL/Hari. Sementara penerimaan FT Padalarang yaitu sebanyak 885 KL dengan kapasitas penyaluran 172 KL/Hari. Kegiatan utama di PT Pertamina Patra Niaga FT Bandung adalah penyaluran BBM ke para pelanggan, sehingga yang menjadi core module yaitu dimulainya penerimaan BBM dari kilang dan terminal lain yang kemudian menyalurkannya ke tahap penimbunan di 15 tangki timbun BBM di FT Ujung Berung dan 11 tanki timbun BBM di FT Padalarang melalui Pada tahap penyaluran. BBM kemudian disalurkan melalui fillingshed atau loadingbay menggunakan sarana pemompaan produk melalui pipeline ke mobil tanki dan dikirimkan ke konsumen yang berada di wilayah Bandung dan Sebagai sebuah Perusahaan yang bergerak dalam bidang pemanfaatan sumber daya alam PT Pertamina Patra Niaga FT Bandung memiliki kewajiban untuk melaksanakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan atau CSR (Corporate Social Responsibilit. Kewajiban ini tercantum dalam Pasal 74 UndangUndang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, yang menyatakan bahwa perusahaan yang menjalankan usaha di bidang atau berkaitan dengan sumber daya alam harus melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Selain itu. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas juga menyatakan bahwa setiap perusahaan wajib melaksanakan program CSR sebagai upaya untuk menjaga keseimbangan Dalam upaya memenuhi kewajiban tersebut. PT Pertamina Patra Niaga FT Bandung melaksanakan beberapa program CSR. Salah satu program CSR yang menjadi program unggulan yaitu Program Lentera Jiwa yang dilaksanakan di Desa Pangauban. Kecamatan Batujajar. Kabupaten Bandung Barat. Gambaran Umum Program Lentera Jiwa Berdasarkan dokumen pemetaan sosial yang dimiliki oleh PT Pertamina Patra Niaga FT Bandung, pada tahun 2022 terdapat kelompok rentan berupa Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sebanyak 29 orang di Desa Pangauban. Kecamatan Batujajar. Kabupaten Bandung Barat. Masalah yang kemudian muncul dalam merespon ODGJ di Desa Pangauban tersebut yaitu sebagaian besar keluarga yang memiliki ODGJ tidak memiliki pengobatan ODGJ yang sifatnya rutin dan terus menerus. Hal ini disebabkan oleh faktor ekonomi keluarga yang sebagain bersar merupakan keluarga pra sejahtera. Masalah ini mendorong rendahnya angka ODGJ yang dapat memiliki keberfungsian sosialnya kembali. Pemerintah Desa Pangauban sebelumnya telah menginisiasi Gerakan Desa Siaga Sehat Jiwa yaitu pelayanan ODGJ dengan membantu memberikan akses pelayanan kesehatan menuju Rumah Sakit Cibabat Cimahi dan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat. Anggaran Gerakan ini bersumber dari anggaran yang sangat terbatas, namun gerakan ini telah berhasil mendorong 12 orang ODGJ dapat pulih dari gangguan kejiwaan yang diderita sebelumnya. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Agustus 2024 Hal : 90 - 109 Available Online at jurnal. id/focus Melalui kegiatan pemetaan sosial yang dilakukan pada tahun 2022. PT Pertamina Fuel Terminal Bandung memetakan potensi, kebutuhan, dan masalah dari fenomena ODGJ yang ada di Desa Pangauban tersebut. PT Pertamina Fuel Terminal Bandung menilai bahwa ODGJ yang ada di Desa Pangauban tersebut merupakan sebuah masalah yang perlu ditangani dengan baik. Fokus masalah utama dalam fenomena ODGJ di Desa Pangauban ini yaitu tingginya stigma negatif di masyarakat terhadap ODGJ, keterampilan hidup sehari-hari, dan keterampilan vokasional para ODGJ dan ODGJ yang telah pulih, kurangnya dukungan keluarga dan masyarakat dalam proses pemulihan ODGJ, serta kurangnya dukungan kemitraan dari para stakeholder terkait dalam penanganan ODGJ di Desa Pangauban. Pada aspek potensi, adanya Gerakan Desa Siaga Sehat Jiwa yang telah diinisiasi sebelumnya oleh pemerintah desa menjadi salah satu potensi yang dapat Keberhasilan gerakan ini dalam menangani masalah ODGJ sangat potensial untuk dilanjutkan. Selanjutnya, pada aspek kebutuhan. Gerakan Desa Siaga Sehat Jiwa ini membutuhkan berbagai dukungan kemitraan dari stakeholder terkait baik dukungan secara materi maupun non mater agar gerakan ini dapat memberikan dampak yang semakin optimal dalam penanganan ODGJ di Desa Pangauban tersebut. Berdasarkan potensi, dan kebutuhan tersebut. PT Pertamina Fuel Terminal Bandung memandang bahwa perlu adanya sebuah program yang mampu mendorong agar ODGJ yang ada di Desa Pangauban tidak hanya pulih dari gangguan kejiwaan yang dideritanya namun juga dapat mendorong agar mereka mampu kembali berfungsi secara sosial. Dalam upaya tersebut, fokus intervensi bukan hanya pada bagaimana mendorong agar para ODGJ dapat pulih, namun juga pada upaya bagaimana keluarga para ODGJ tersebut. Selain itu, dalam upaya pemulihan ODGJ ini juga perlu upaya untuk menigkatkan peran, partisipasi dan dukungan baik dari keluarga, masyarakat, serta stakeholder Selanjutnya, untuk para ODGJ yang telah berhasil pulih dari gangguan kejiwaannya, mereka juga perlu dibekali dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan baik secara sosial mupun vokasional agar mereka dapat kembali ke masyarakat dan mampu hidup secara mandiri serta dapat berfungsi secara sosial sesuai dengan status dan peranannya. Berdasarkan hasil pemetaan sosial yang telah dilakukan. PT Pertamina Fuel Terminal Bandung menginisiasi sebuah program CSR untuk menangani masalah ODGJ di Desa Pangauban dalam bentuk pemberdayaan masyarakat. Program ini dikenal dengan nama Program Lentera Jiwa. Secara filosofis. Lentera Jiwa digunakan secara metaforis untuk merujuk pencerahan, inspirasi, atau makna mendalam bagi kehidupan seseorang atau jiwa seseorang. Pada umumnya, "Lentera Jiwa" digunakan untuk menggambarkan hal-hal pemahaman diri yang lebih dalam, atau perjalanan hidup dengan lebih berarti. Dalam "Lentera" menggambarkan sesuatu yang menerangi kegelapan atau ketidakpastian, sedangkan "Jiwa" mengacu pada dimensi batiniah atau spiritualitas individu. Berdasarkan semangat yang tertuang dalam filosofi tersebut, maka program pemberdayaan masyarakat bagi ODGJ ini dinamakan Lentera Jiwa. Program Lentera Jiwa ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang inklusif, memberikan dukungan, dan meningkatkan kualitas hidup ODGJ. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Agustus 2024 Hal : 90 - 109 Available Online at jurnal. id/focus Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada Program Lentera Jiwa diantaranya sebagai Edukasi Peningkatan Kesadaran Masyarakat. Kegiatan ini berupa pemberian pemahaman kepada masyarakat lewat sosialisasi baik secara formal menghardirkan praktisi kesehatan jiwa dari Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Provinsi Jawa Barat, serta dari RSJ (Rumah Sakit Jiw. Cisarua. Jawa Barat. Pelatihan Keterampilan. Pelatihan keterampilan ini meliputi pelatihan untuk meningkatkan keterampilan sosial, keterampilan hidup sehari-hari, dan pelatihan vokasional untuk meningkatkan peluang kerja yang disesuaikan dengan kondisi ODGJ. Peningkatan Dukungan Keluarga. Peran keluarga yang bersikap positif dan mendukung sangat penting dan dibutuhkan dalam ODGJ. Namun faktanya, setiap individu dan kondisi keluarga masing-masing ODGJ berbeda, sehingga pendekatan dan dukungan yang diberikan oleh tergantung pada kebutuhan dan preferensi ODGJ tersebut. Oleh karena itu, upaya peningkatan dukungan keluarga juga dilakukan salah satunya dengan melakukan sosialisasi secara door to door berupa pemberian arahan-arahan positif oleh kader Lentera Jiwa kepada keluarga ODGJ. Kelompok Dukungan. Kelompok dukungan merupakan salah satu bentuk dukungan sosial yang sangat penting bagi ODGJ dan keluarganya. Dalam kelompok ini, mereka dapat menemukan dukungan emosional, informasi praktis, dan harapan untuk Berdasarkan tersebut, dalam Program Lentera Jiwa ini dibentuk kelompok Lentera Jiwa yang terdiri dari Pemerintah Desa. Kader Desa Siaga Sehat Jiwa, dan tentunya Pertamina Patra Niaga FT Bandung. Kemitraan. Dalam pelaksanaannya. Program Lentera Jiwa melibatkan kolaborasi kepentingan mulai dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Pemerintah Desa Pangauban. RSJ Cisarua Provinsi Jawa Barat. Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia. STIKES (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehata. Budi Luhur. UMKM JRK Eceng Gondok. Gerakan Desa Siaga Sehat Jiwa, dan masyarakat Setelah berjalan selama 2 tahun yaitu antara tahun 2022 dan 2023. Program Lentera Jiwa ini telah memberikan berbagai dampak positif baik bagi ODGJ, keluarga ODGJ, dan masyarakat. Berikut ini beberapa dampak positif yang telah dilahirkan dari adanya Program Lentera Jiwa. Meningkatnya Kesadaran Masyarakat terhadap ODGJ. Masyarakat Desa Panguban telah stigma buruk ODGJ. Setelah ODGJ, masyarakat tidak lagi mengucilkan para ODGJ. Saat ini, masyarakat telah mampu merangkul ODGJ dan keluarganya untuk ikut serta dengan beberapa kegiatan di Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Agustus 2024 Hal : 90 - 109 Available Online at jurnal. id/focus masyarakat seperti misalnya lomba 17 Agustusan, kegiatan penanaman pohon bersama, serta diterima untuk bergabung dalam UMKM Eceng Gondok untuk membantu Peningkatan Keterampilan ODGJ. Program Lentera Jiwa telah berhasil mendorong peningkatan ketermapilan secara sosial ODGJ sehingga mereka dapat berbaur dengan masyarakat dan orang Peningkatan Dukungan Keluarga. Keluarga ODGJ telah memiliki pengetahuan terhadap penanganan yang baik apabila ODGJ kambuh. Sebelumnya masih banyaknya ODGJ yang mengunci diri dikamar bahkan ada pula keluarga yang memasung ODGJ di rumah. Program Lentera Jiwa telah sehingga tidak ada lagi ODGJ yang dikurung atau dipasung oleh Meningkatnya Dukungan Kelompok. Hadirnya kelompok Lentera Jiwa membawa banyak perubahan terhadap ODGJ dan keluarga serta masyarakat di Desa Pangauban. Banyaknya pengetahuan tentang penanganan ODGJ yang didapat adanya perubahan positif pada Peningkatan pengetahuan yang diperoleh oleh ODGJ masyarakat mendorong mereka tindakan yang tepat baik untuk menangani masalah ODGJ maupun ODGJ. Hal ini menunjukkan bahwa Kelompok Lentera Jiwa telah berhasil meningkatkan dukungan masyarakat terhadap para ODGJ yang ada di Desa Pangauban. Meningkatnya Kemitraan dan Dukungan Stakeholder Adanya kemitraan dan dukungan dari para stakeholder terkait sangat aksesibilitas pelayanan kesehatan. ODGJ mendukung pemulihannya. Selain itu, kemitraan dan dukungan dari para stakeholder ini juga mampu gangguan jiwa. Analisis Indeks Kepuasan Masyarakat Pada Program Lentera Jiwa Indikator penilaian dalam analisis Indeks Kepuasan Masyarakat pada Program Lentera Jiwa ini dibagi menjadi 5 indikator utama yaitu aspek perencanaan, aspek pendanaan, aspek pendampingan, aspek pelaksanaan program, dan aspek keberlanjutan program. Berikut ini merupakan hasil analisis terhadap kelima indikator tersebut. Aspek Perencanaan Aspek perencanaan diukur dengan menggunakan tiga indikator yaitu penilaian penerima manfaat terhadap pelibatan mereka dalam perencanaan program, penilaian penerima manfaat terhadap kesesuaian antara perencanaan penilaian penerima manfaat terhadap perencanaan program yang dilakukan pada awal sebelum program tahun berjalan dimulai. Tabel 1 berikut ini menampilkan data mengenai nilai IKM Program Lentera Jiwa berdasarkan mutu pada aspek perencanaan. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Agustus 2024 Hal : 90 - 109 Available Online at jurnal. id/focus Tabel 2 Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat Program Lentera Jiwa Berdasarkan Mutu Pada Aspek Perencanaan No. Pernyataan Rata-Rata Poin IKM Penerima manfaat dilibatkan dalam 3,63 perencanaan program Perencanaan program telah sesuai dengan 3,50 3,45 86,23 Perencanaan program dilakukan pada awal sebelum program tahun berjalan 3,22 Sumber: Hasil Survei, 2024 Berdasarkan Tabel 2 nilai indeks kepuasan masyarakat berdasarkan mutu pada aspek perencanaan memperoleh nilai konversi sebesar 86,23, maka aspek perencanaan Program Lentera Jiwa mendapatkan nilai mutu pelayanan kategori B dengan kinerja unit pelayanan berada pada kategori AuBaikAy. Perencanaan merupakan salah satu aspek krusial dalam sebuah Program CSR. Idealnya, perencanaan dalam Program CSR tidak hanya dilakukan oleh pihak pemberi program, tetapi juga harus melibatkan penerima manfaat program. Penerima manfaat adalah pihak yang paling mengetahui masalah yang perlu dipenuhi, serta potensi yang dapat Berdasarkan pemahaman tersebut. PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Bandung juga melibatkan penerima manfaat dalam tahap perencanaan Program Lentera Jiwa. Berdasarkan data dari Tabel 1, dapat dipahami bahwa PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Bandung telah melibatkan penerima manfaat dalam perencanaan sejak awal sebelum program Hal menunjukkan bahwa upaya untuk mendorong partisipasi aktif penerima manfaat telah dilakukan sejak awal proses Pada tahap perencanaan program, pengurus dan masyarakat Desa Pangauban sering diundang untuk berdiskusi dan melakukan Focus Group Discussion (FGD) guna merencanakan program bersama dalam Program Lentera Jiwa. Dari hasil diskusi dan FGD ini, ditemukan berbagai masalah, kebutuhan, dan potensi yang memerlukan intervensi lebih lanjut melalui program yang akan Pelibatan penerima manfaat dalam perencanaan program mendorong pelaksanaan kegiatan Program Lentera Jiwa agar sesuai dengan kebutuhan para penerima manfaat. Selain itu, hal ini juga menumbuhkan rasa memiliki serta komitmen yang kuat dari penerima manfaat untuk mendukung keberhasilan Partisipasi aktif dan rasa tanggung jawab yang dibangun melalui pelibatan dalam perencanaan ini dapat menjadi faktor penting yang berkontribusi pada kesuksesan dan keberlanjutan program di masa mendatang. Aspek Pendanaan Aspek pendanaan diukur dengan menggunakan tiga indikator yaitu penilaian penerima manfaat terhadap pendanaan program, penilaian penerima manfaat mengenai kepuasan terhadap bantuan dana yang diberikan, dan penilaian penerima manfaat terhadap kesesuaian penggunaan dana dengan Tabel menampilkan data mengenai nilai IKM Program Lentera Jiwa berdasarkan mutu pada aspek pendanaan. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Agustus 2024 Hal : 90 - 109 Available Online at jurnal. id/focus Tabel 3 Indeks Kepuasan Masyarakat Program Lentera Jiwa Berdasarkan Mutu Pada Aspek Pendanaan No. Pernyataan Rata-Rata Poin IKM Penerima manfaat mengetahui sumber pendanaan program ini adalah dari CSR 3,69 Pertamina Penerima manfaat merasa puas dengan 3,56 89,06 3,56 bantuan dana yang diberikan Penerima manfaat merasa penggunaan 3,44 dana sesuai kebutuhan Sumber: Hasil Survei, 2024 Berdasarkan Tabel 3 nilai indeks kepuasan masyarakat berdasarkan mutu pada aspek pendanaan memperoleh nilai konversi sebesar 89,06, maka aspek Program Lentera Jiwa mendapatkan nilai mutu pelayanan kategori A dengan kinerja unit pelayanan berada pada kategori AuSangat BaikAy. Berdasarkan hasil survei, penerima manfaat Program Lentera Jiwa mengetahui bahwa sumber pendanaan program ini berasal dari CSR PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Bandung. Pengetahuan mengenai sumber pendanaan program ini membangun persepsi pada penerima manfaat untuk merasakan kehadiran dan kepedulian perusahaan dalam menangani masalah ODGJ di Desa Pangauban. Selain itu, hal ini juga melahirkan semangat dan keyakinan dalam diri para penerima manfaat bahwa mereka mampu untuk Kehadiran perusahaan sebagai sumber pendanaan utama juga menunjukkan bahwa ada banyak pihak yang peduli terhadap masalah ODGJ tersebut. Persepsi ini keseriusan dan komitmen yang kuat para penerima manfaat dalam pencapaian tujuan dan target program. Selanjutnya, dalam aspek pendanaan ini para penerima manfaat juga merasa puas dengan bantuan dana yang Kepuasan ini didasari adanya persepsi dari para penerima manfaat program bahwa berkat adanya bantuan pendanaan dari PT Pertamina Patra Niaga FT Bandung mereka mampu mengatasi masalah, memenuhi kebutuhan, serta memanfaatkan potensi yang ada dalam merespon fenomena ODGJ yang ada di Desa Pangauban tersebut. Terlebih dana yang diberikan juga telah digunakan sesuai dengan kebutuhan implementasi Aspek Pendampingan Aspek pendampingan diukur dengan menggunakan tiga indikator yaitu penilaian penerima manfaat terhadap manfaat pendampingan yang dilakukan selama program berjalan, penilaian penerima manfaat terhadap kemampuan dan tanggung jawab petugas pendamping masyarakat (CDO/Community Development Office. untuk memfasilitasi kegiatan pengembangan program, dan penilaian penerima manfaat terhadap penerimaan lingkungan kepada petugas pendamping masyarakat (CDO). Tabel 3 berikut ini menampilkan data mengenai nilai IKM Program Lentera Jiwa berdasarkan mutu pada aspek pendampingan. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Agustus 2024 Hal : 90 - 109 Available Online at jurnal. id/focus Tabel 4 Indeks Kepuasan Masyarakat Program Lentera Jiwa Berdasarkan Mutu Pada Aspek Pendampingan No. Pernyataan Rata-Rata Poin IKM Penerima manfaat merasakan manfaat 3,38 pendampingan yang dilakukan Petugas pendamping masyarakat (CDO) yang ditugaskan Pertamina mempunyai kemampuan dan tanggung jawab untuk 3,50 3,48 86,98 memfasilitasi kegiatan pengembangan Program Petugas pendamping masyarakat (CDO) yang ditugaskan Pertamina diterima 3,56 keberadaannya di lingkungan Anda Sumber: Hasil Survei, 2024 Berdasarkan Tabel 4 nilai indeks kepuasan masyarakat berdasarkan mutu pada aspek pendampingan memperoleh nilai konversi sebesar 86,98, maka aspek pendampingan Program Lentera Jiwa mendapatkan nilai mutu pelayanan kategori B dengan kinerja unit pelayanan berada pada kategori AuBaikAy. Penerima manfaat Program Lentera Jiwa menilai bahwa mereka merasakan manfaat dari dilakukan oleh petugas pendamping masyarakat (CDO) yang berasal dari PT Pertamina Patra Niaga FT Bandung. Secara umum, kegiatan pendampingan dalam program ini meliputi fasilitasi, supervisi, monitoring, serta evaluasi terhadap seluruh aktivitas yang dilakukan dalam Fasilitasi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan penerima manfaat terkait pelaksanaan program, seperti pengetahuan/keterampilan Supervisi dilakukan dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh penerima Pendampingan juga melibatkan monitoring untuk memantau hambatan, tantangan, masalah, serta kebutuhan penerima manfaat selama program Evaluasi dilakukan terhadap target capaian kelompok yang telah disepakati dalam Kegiatan pendampingan ini dirasakan manfaatnya oleh penerima manfaat, ditandai dengan keberhasilan program dalam mencapai target-target yang ditentukan. Selain itu, manfaat pendampingan ini juga terasa dengan adanya dampak positif dari implementasi Program Lentera Jiwa. Petugas (CDO) yang ditugaskan oleh PT Pertamina Patra Niaga FT Bandung dinilai memiliki kemampuan dan tanggung jawab untuk memfasilitasi kegiatan pengembangan Misalnya, kemampuan CDO pendampingan program, kemampuan bantu/media, menerapkan teknologi, dan mendorong inovasi selama implementasi program. Selanjutnya, penerima manfaat juga menyatakan bahwa petugas pendamping masyarakat (CDO) diterima di lingkungan masyarakat Desa Pangauban. Penerimaan ini tidak terlepas dari kesan positif yang diberikan oleh petugas CDO selama Petugas pendamping selalu berperilaku sopan, ramah, dan memperlakukan penerima manfaat tanpa diskriminasi. Penerimaan ini juga didukung oleh pemahaman penerima manfaat terhadap fungsi CDO yang berasal dari PT Pertamina Patra Niaga FT Bandung, yakni untuk Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Agustus 2024 Hal : 90 - 109 Available Online at jurnal. id/focus implementasi Program Lentera Jiwa agar berbagai tujuan dan target yang telah disepakati dapat dicapai dengan baik sesuai jadwal. Penerimaan terhadap petugas CDO berimplikasi positif pada kemudahan koordinasi dengan penerima manfaat selama pelaksanaan program. Selain itu, berbagai arahan, tugas, maupun instruksi yang diberikan oleh petugas CDO juga akan dijalankan dengan penuh dedikasi oleh anggota kelompok penerima Aspek Pelaksanaan Program Aspek pelaksanaan program diukur dengan menggunakan sembilan indikator yaitu penilaian penerima manfaat terhadap kesesuaian antara program yang diterima dengan perencanaan yang telah dilakukan, pengetahuan terhadap jadwal pelaksanaan program, partisipasi aktif penerima manfaat dalam pelaksanaan program, pemahaman penerima manfaat terhadap pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan yang diikuti, penerapan pengetahuan dari pelatihan yang diikuti, pendapat, penerimaan pengaduan ketika masalah/complain, potensi usaha setelah dilakukan proses pendampingan, dan penyebarluasan pengetahuan yang diterima dalam program kepada orang lain. Tabel 4 berikut ini menampilkan data mengenai nilai IKM Program Lentera Jiwa pelaksanaan progam. Tabel 5 Indeks Kepuasan Masyarakat Program Lentera Jiwa Berdasarkan Mutu Pada Aspek Pelaksanaan Program No. Pernyataan Rata-Rata Poin IKM Program yang diterima sesuai dengan 3,38 perencanaan yang dilakukan Penerima manfaat mengetahui jadwal 3,19 pelaksanaan program Penerima manfaat berpartisipasi aktif 3,36 dalam pelaksanaan program Penerima manfaat memahami pengetahuan dari pelatihan yang saya 3,31 Penerima manfaat menerapkan pengetahuan dari pelatihan yang saya 3,38 3,35 83,85 Penerima manfaat diberikan kesempatan 3,38 untuk menyampaikan pendapat Apabila terdapat masalah/komplain, perusahaan menerima pengaduan dengan 3,31 Penerima manfaat merasa ada potensi usaha yang dikembangkan setelah 3,44 dilakukan proses pendampingan Pengetahuan yang diterima dalam program sudah saya sebarluaskan kepada 3,44 orang lain Sumber: Hasil Survei, 2024 Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Agustus 2024 Hal : 90 - 109 Available Online at jurnal. id/focus Berdasarkan Tabel 5 nilai indeks kepuasan masyarakat berdasarkan mutu memperoleh nilai konversi sebesar 83,85 maka aspek pelaksanaan Program Lentera Jiwa mendapatkan nilai mutu pelayanan kategori B dengan kinerja unit pelayanan berada pada kategori AuBaikAy. Penerima manfaat Program Lentera Jiwa menilai bahwa program yang Sebelum dilaksanakan, penerima manfaat sudah dilibatkan dalam proses perencanaan dan memberikan masukan mengenai jenis Kegiatan yang disepakati dalam program ini mencakup edukasi, peningkatan keterampilan bagi ODGJ, dukungan keluarga, serta pembentukan kemitraan dan kelompok dukungan. Implementasi dari kegiatan-kegiatan ini telah terlaksana dengan baik, dan para penerima manfaat turut berperan aktif dalam setiap kegiatan yang diadakan. Selain itu, mereka juga memahami dengan baik jadwal kegiatan yang telah ditentukan. Melalui pelaksanaan Program Lentera Jiwa, penerima manfaat memperoleh berbagai pengetahuan dan keterampilan, khususnya mengenai penanganan ODGJ. Pengetahuan ini diperoleh melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan pelatihan, baik yang bersifat formal maupun informal, yang melibatkan tenaga ahli dari Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Provinsi Jawa Barat dan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua. Jawa Barat. Pemahaman ini tidak hanya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh penerima manfaat, tetapi juga disebarluaskan kepada anggota masyarakat lainnya. Hasil dari penyebaran pengetahuan ini berdampak positif pada lingkungan sekitar, di mana keluarga ODGJ maupun masyarakat secara umum menjadi lebih siap dan mampu untuk menangani ODGJ secara lebih baik. Penerima manfaat juga menilai bahwa dalam pelaksanaan program ini, mereka menyampaikan pendapat, saran, maupun Pendamping masyarakat (CDO) yang ditugaskan oleh PT Pertamina Patra Niaga FT Bandung selalu membuka ruang dialog bagi penerima manfaat untuk berkontribusi dalam mengembangkan Pendapat ini dapat disampaikan melalui berbagai saluran seperti telepon. WhatsApp, atau langsung ketika petugas Ruang untuk menyampaikan pendapat ini mendorong partisipasi aktif penerima manfaat dalam pengembangan Selain itu. PT Pertamina Patra Niaga FT Bandung juga menyediakan mekanisme pengaduan untuk menangani masalah atau keluhan yang dialami penerima manfaat selama pelaksanaan program. Layanan pengaduan ini dapat diakses melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk telepon. WhatsApp, atau langsung saat monitoring oleh petugas Respons pengaduan ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas pelaksanaan program. Dalam proses pelaksanaan program, penerima manfaat juga merasakan adanya potensi usaha yang bisa dikembangkan setelah menerima pendampingan. Salah dikembangkan bersama UMKM JRK Eceng Gondok dan inovasi pembuatan Teh Sang Penenang. Kegiatan ini awalnya bertujuan untuk membantu ODGJ yang sudah pulih agar bisa berbaur kembali dengan masyarakat. Namun, kegiatan ini juga berkembang menjadi potensi usaha yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan bagi keluarga ODGJ yang Aspek Keberlanjutan Program Aspek keberlanjutan program diukur dengan menggunakan tiga indikator yaitu Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Agustus 2024 Hal : 90 - 109 Available Online at jurnal. id/focus penilaian penerima manfaat terhadap kepuasan mereka terhadap program yang keberlanjutan program, dan komitmen usaha/program walaupun tidak dibantu oleh Perusahaan. Tabel 5 berikut ini menampilkan data mengenai nilai IKM Program Lentera Jiwa keberlanjutan program. Tabel 6 Indeks Kepuasan Masyarakat Program Lentera Jiwa Berdasarkan Mutu Pada Aspek Keberlanjutan Program No. Pernyataan Rata-Rata Poin IKM Penerima manfaat merasa puas dengan 3,63 Penerima manfaat berharap program ini 3,69 3,56 89,06 Penerima manfaat akan melanjutkan usaha saya/program walaupun tidak 3,36 dibantu perusahaan Sumber: Hasil Survei, 2024 Berdasarkan Tabel 6 nilai indeks kepuasan masyarakat berdasarkan mutu pada aspek keberlanjutan program memperoleh nilai konversi sebesar 89,06, maka aspek perencanaan Program Lentera Jiwa mendapatkan nilai mutu pelayanan kategori A dengan kinerja unit pelayanan berada pada kategori AuSangat BaikAy. Penerima manfaat Program Lentera Jiwa menyatakan bahwa mereka merasa puas dengan program yang telah diberikan oleh PT Pertamina Patra Niaga FT Bandung ini. Kepuasan ini didasari oleh adanya berbagai manfaat serta dampak positif yang dirasakan oleh para penerima manfaat maupun masyarakat secara umum di Desa Pangauban. Manfaat dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap ODGJ, peningkatan keterampilan ODGJ dalam aspek sosial dan vokasional, meningkatnya dukungan keluarga dan dukungan kelompok terhadap ODGJ, serta meningkatnya kemitraan dan dukungan stakeholder dalam penanganan ODGJ di Desa Pangauban. Berbagai manfaat dan dampak positif tersebut selanjutnya mendorong para penerima manfaat memiliki harapan agar Program Lentera Jiwa ini dapat Keberlanjutan program ini akan mendorong adanya hubungan simbiosis mutualisme antara perusahaan Disatu perusahaan membutuhkan program ini untuk memenuhi kewajiban melaksanakan Program CSR. Di sisi yang lain, masyarakat juga membutuhkan program ini dengan harapan berbagai manfaat serta dampak positif dari Program Lentera Jiwa dapat terus dirasakan dan terus dikembangkan baik oleh penerima manfaat maupun oleh masyarakat secara luas. Selanjutnya, berkaitan dengan aspek keberlanjutan program, para penerima manfaat juga menyatakan bahwa mereka berkomitmen untuk melanjutkan berbagai kegiatan dalam Program Lentera Jiwa meskipun tidak dibantu oleh perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa dalam implementasi program Lentera Jiwa ini. PT Pertamina Patra Niaga FT Bandung telah menanamkan kemandirian dalam diri para penerima manfaat sehingga ketika pada saatnya program akan diterminasi para penerima manfaat ini dapat secara mandiri Keberlanjutan ini akan mendorong berbagai manfaat dan dampak Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Agustus 2024 Hal : 90 - 109 Available Online at jurnal. id/focus positif dari Program Lentera Jiwa dapat terus dirasakan oleh masyarakat meskipun intervensi dari perusahaan telah berakhir. Total Skor Indeks Kepuasan Masyarakat Program Lentera Jiwa Pada Setiap Aspek Berdasarkan pembahasan mengenai analisis Indeks Kepuasan Masyarakat pada Program Lentera Jiwa pada aspek perencanaan, aspek pendanaan, aspek program, dan aspek keberlanjutan sebelumnya. Tabel 6 berikut ini merupakan tabel yang menampilkan data mengenai total skor Indeks Kepuasan Masyarakat pada Program Lentera Jiwa pada setiap aspek. Tabel 7 Total Skor Indeks Kepuasan Masyarakat Program Lentera Jiwa Pada Setiap Aspek No. Aspek IKM Nilai Indeks Nilai IKM Setelah Dikonversi Aspek Perencanaan 3,45 86,23 Aspek Pendanaan 3,56 89,06 Aspek Pendampingan 3,48 86,98 Aspek Pelaksanaan Program 3,35 83,85 Aspek Keberlanjutan Program 3,56 89,06 Nilai Indeks 3,48 87,04 Nilai Mutu 3,48 Kinerja 87,04 Sumber: Hasil Survei, 2024 Berdasarkan Tabel 7, total skor Indeks Kepuasan Masyarakat pada Program Lentera Jiwa mendapatkan nilai mutu sebesar 3,48 dan nilai kinerja sebesar 87,04. Maka secara keseluruhan Program Lentera Jiwa mendapatkan nilai mutu pelayanan kategori B dengan kinerja unit pelayanan berada pada kategori AuBaikAy. Berdasarkan nilai tersebut, maka penerima manfaat program menilai bahwa secara umum Program Lentera Jiwa telah dilaksanakan dengan baik dilihat dari pendampingan, pelaksanaan program, dan keberlanjutan program. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dari survei yang telah dilakukan, maka terdapat beberapa kesimpulan dalam Indeks Kepuasan Masyarakat pada Program Lentera Jiwa PT Pertamina Patra Niaga FT Bandung ini. Kesimpulan dari hasil anaisis survei tersebut yaitu sebagai berikut. Indeks Kepuasan Masyarakat pada Program Lentera Jiwa memiliki total skor nilai mutu sebesar 3,48 dan nilai kinerja 87,04. Nilai ini menunjukkan nilai mutu p elayanan kategori B dengan kinerja unit pelayanan berada pada kategori AuBaikAy. Secara perencanaan, aspek pendanaan, pelaksanaan program, dan aspek keberlanjutan program Lentera Jiwa mendapatkan nilai mutu pelayanan kategori B dengan kinerja unit pelayanan berada pada kategori AuBaikAy. Secara umum penerima manfaat merasa sangat puas dengan kinerja mutu pelayanan program Lentera Jiwa. Saran Berikut ini merupakan saran yang dapat diberikan oleh tim peneliti untuk keberlanjutan program Lentera Jiwa. Saran Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Agustus 2024 Hal : 90 - 109 Available Online at jurnal. id/focus ini diperoleh berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan serta berdasarkan saran, masukan serta kritik yang diberikan oleh penerima manfaat program yang telah dihimpun oleh tim peneliti. Peningkatan kerjasama dengan memperkuat program, khususnya Desa Pangauban terbentuknya Mou (Kontrak kerj. Peningkatan optimalisasi program hingga jaminan sosial ODGJ, seperti pendaftaran ODGJ pada Jamsostek Ketenagakerjaan. Peningkatan penyaluran usaha bagi penerima Perlu penerima manfaat program dan kemasyarakatan yang lain. UCAPAN TERIMA KASIH Tim penulis mengucapkan terima kasih kepada Tim Community Development Officer PT Pertamina Patra Niaga FT Bandung serta seluruh stakeholder dalam Program Lentera Jiwa. Ucapan terima kasih juga Departemen Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Padjadjaran serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dan mendukung kelancaran penelitian dan penyusunan artikel ini. DAFTAR PUSTAKA