Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 ANALISIS PENGAKUAN PENDAPATAN DAN BEBAN MENURUT STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN DAN UNDANG Ae UNDANG PERPAJAKAN CV JATAYU DI SURABAYA Dian Fahriani* Program Studi Akuntansi. Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo *e-mail : dianfahriani87@gmail. Abstract Income and costs are important components of financial statements. The accounting treatment in recognizing the existence of income and costs greatly influences the fairness of the financial statements, so that conformity in the application of the Financial Accounting Standards and Taxation Law is very necessary. Tax is an emphasis on the transfer of wealth to the economic impact that is generated. The people as taxpayers in the government side and also those who will receive tax payments. This research is to analyze the accounting policies and taxes applied by CV Jatayu in connection with the construction contract. The analytical method used is descriptive analysis where the data is reviewed and then analyzes based on existing theories to provide an actual picture in terms of recognition of cost and tax revenues in the construction contract business field. The results of the study were obtained. CV Jatayu had applied PSAK No. 34 on Accounting for Construction Services by using completion percentages based on job progress and Government Regulation No. 51 of 2008 concerning Income Tax on Construction Services Business. Companies need a standard and effective budgeting and budgeting system so that they can estimate income with costs and according to progress progress in the completion of work should also always take into account indirect costs that do not arise directly related to the project and increase worker resources in evaluating progress progress the project so as not to experience a mismatch of progress with the income received. Keywords: Income, revenue recognition, percentage completion method. Abstrak Pendapatan dan biaya adalah komponen penting dalam laporan keuangan. Perlakuan akuntansi dalam mengakui adanya pendapatan dan biaya sangat berpengaruh pada kewajaran terhadap laporan keuangan, sehingga kesesuaian dalam penerapan Standar Akuntansi Keuangan serta Undang undang Perpajakan sangat diperlukan. Pajak merupakan penekanan peralihan kekayaan terhadap dampak ekonomi yang dihasilkan. Pihak rakyat selaku wajib pajak dalam sisi pemerintahan dan juga pihak yang akan menerima dari pembayaran pajak. Penelitian ini adalah untk menganalisis kebijakan akuntansi beserta pajak yang diterapkan oleh CV Jatayu sehubungan dengan kontrak Metode analisis yang dipakai adalah analisis deskripstif dimana data direview lalu kemudian menganalisa berdasarkan teori yang ada guna memberikan gambaran sebenarnya dalam hal pengakuan pendapatan biaya dan pajak bidang usaha Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 kontrak konstruksi. Hasil penelitian diperoleh. CV Jatayu telah menerapkan PSAK No 34 tentang Akuntansi Jasa Konstruksi dengan menggunakan presentase penyelesaian berdasarkan progress pekerjaan dan Peraturan Pemerintah No. 51 tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan atas Usaha Jasa Konstruksi. Perusahaan memerlukan adanya sistem pelapoaran dan rencana anggaran biaya yang baku dan efektif sehingga bisa mengestimasi pendapatan dengan biaya dan sesuai progress kemajuan progress penyelesaian pekerjaan juga hendaknya selalu memperhitungkan biaya yang tak langsung yang tidak muncul berhubungan langsung dengan proyek serta meningkatkan sumber daya pekerja dalam penilaian progress kemajuan proyek agar tidak mengalami ketidaksesuaian progress dengan pendapatan yang diterima. Kata kunci: Pendapatan, pengakuan pendapatan, metode presentase penyelesaian. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. Pajak adalah Pembayaran atau berhubungan dengan barang/jasa yang telah disediakan oleh Pemerintah kepada masyarakat dan badan/ organisasi yang berada dalam jangkauan pemerintah. Aturan pelaksanaan dalam perpajakan perundang undangan yang berlaku dan Dalam Undang Ae undang No 2 tahun 2017 tentang Jasa konstruksi Pasal 1. Jasa konstruksi adalah layanan jasa konsultasi konstruksi dan/atau pekerjaan konstruksi. Konsultasi keseluruhan atau sebagaian kegiatan penyelenggaraan konstruksi suatu Pekerjaan keseluruhan atau sebagian kegiatan pembongkaran dan kembali suatu bangunan. Penyelenggaraan jasa konstruksi bertujuan untuk: PENDAHULUAN Jasa dalam bidang konstruksi di Indonesia perkembangannya yang banyak faktor seperti pasar yang makin pesat berbondong-bondong melakukan investasi dalam bidang property dan program pembangunan sarana prasarana di kota, wilayah desa dan daerah. Sehingga sektor pembangunan infrastruktur. Pada kontrak konstruksi memang sangat berbeda dibandingkan jenis usaha lain, dimana perbedaan tersebut terjadi karena aktivitas yang dilakukan. Yang mana, kapan saat dilakukan aktivitas kontrak dan saat tanggal penyelesaian aktivitas biasanya berada pada periode akuntansi yang Ilmu akuntansi telah menetapkan Standar Akuntansi Keuangan atas usaha kontrak konstruksi, harus berpedoman kepada standar yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, pemahaman dan penerapan atas perlakuan akuntansi kontrak konstruksi yang sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, mengenai Kontrak Konstruksi diperlukan khususnya Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 memberikan arah pertumbungan dan perkembangan jasa konstruksi untuk mewujudkan struktur usaha yang kukuh, andal, berdaya saing tinggi , dan hasil jasa konstruksi yang penyelenggaraan jasa konstruksi yang menjamin kesetaraan kedudukan antara pengguna jasa dan penyedia jasa dalam menjalanakan hak dan kewajiban serta meningkatkan kepatuhan perundang Ae undangan mewujudkan peningkatan partisipasi masyarkat di bidang jasa konstruksi menata sistem jasa konstruksi yang mampu mewujudkan keselamatan publik dan menciptakan kenyamanan lingkungan terbangun menjamin tata kelola penyelengaraan jasa konstruksi yang baik dan menciptakan integrasi nilai tambah seluruh tahapan penyelenggaraan jasa menjaga mutu proyek. Kontrak konstruksi Kontrak konstruksi asset, misalnya pelayanan jasa untuk manajer proyek dan arsitek Kontrak untuk penghancuran atau restorasi asset dan restorasi lingkungan setelah penghancuran asset. Dalam PSAK 34 paragraf 11, pendapatan kontrak terdiri dari: Nilai pendapatan semula yang disetujui dalam kontrak dan Penyimpangan Dalam kontrak, klaim dan Sepanjang hal ini memungkinkan untuk menghasilkan pendapatan. dapat diukur secara andal. Dalam PSAK 34 paragraf 21. Biaya kontrak meliputi biaya-biaya yang dapat diatribusikan pada suatu kontrak selama periode sejak tanggal kontrak itu diperoleh sampai dengan penyelesaian akhir kontrak. Akan tetapi, biaya-biaya yang berhubungan langsung dengan suatu kontrak dan terjadi untuk memperoleh kontrak juga dimasukkan sebagai bagian dari biaya kontrak jika biaya-biaya ini dapat diidentifikasi secara terpisah, dapat diukur secara andal dan kemungkinan besar kontrak tersebut dapat diperoleh. Jika biaya Ae biaya yang terjadi untuk memperoleh kontrak diakui sebagai beban pada periode terjadinya, maka biaya Ae biaya tersebut tidak dimasukkan dalam biaya kontrak ketika kontrak tersebut diperoleh pada periode berikut. IAI dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. AuKontrak konstruksi adalah suatu kontrak yang dinegosiasikan secara khusus untuk konstruksi suatu aset atau suatu kombinasi aset yang berhubungan erat satu sama lain atau saling tergantung dalam hal rancangan, teknologi dan fungsi atau tujuan pokok penggunaanAy. Dari arti definisi tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa kontrak konstruksi adalah suatu ikatan perjanjian atau negosiasi antara pemilik proyek dengan agen-agen mengkoordinasikan seluruh kegiatan meminimalkan biaya dan jadwal serta Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 Pengakuan Pendapatan dan Biaya Kontrak Konstruksi. PSAK 34 paragraf 22 menyebutkan: AuJika hasil kontrak konstruksi dapat diestimasi secara andal, maka pendapatan kontrak dan biaya kontrak yang berhubungan dengan kontrak konstruksi diakui masing-masing sebagai pendapatan dan beban dengan aktivitas kontrak pada tanggal akhir periode pelaporan. Taksiran rugi pada kontrak konstruksi tersebut segera diakui sebagai beban. Ay Kontrak Harga Tetap Dalam hal kontrak harga tetap, hasil kontrak konstruksi dapat diestimasi secara andal jika semua kondisi berikut ini dapat Total pendapatan kontrak dapat diukur secara andal. Kemungkinan besar manfaat ekonomi yang berhubungan dengan kontrak tersebut akan mengalir ke entitas. Baik menyelesaikan kontrak maupun tahap penyelesaian kontrak pada akhir periode pelaporan dapat diukur secara Biaya kontrak yang dapat diatribusi pada kontrak dapat diidentifikasi dengan jelas dan diukur secara andal sehingga biaya kontrak aktual dapat Biaya kontrak yang dapat diatribusi pada kontrak, apakah dapat ditagih atau tidak ke pelanggan, dapat diidentifikasi dengan jelas dan diukur secara andal. PSAK 34 paragraf 25. Pengakuan memerhatikan tahap penyelesaian suatu kontrak sering disebut sebagai metode persentase penyelesaian. Menurut metode ini, pendapatan kontrak dihubungkan dengan biaya kontrak yang terjadi dalam mencapai tahap penyelesaian tersebut, sehingga pendapatan, beban, dan laba yang dilaporkan dapat didistribusikan menurut penyelesaian pekerjaan secara Metode ini memberikan informasi yang berguna mengenai cakupan aktivitas kontrak dan kinerja selama suatu periode. Dalam penyelesaian, pendapatan kontrak diakui sebagai pendapatan dalam laba rugi pada periode akuntansi pekerjaan dilakukan. Biaya kontrak biasanya diakui sebagai beban dalam laba rugi pada periode akuntansi pekerjaan yang berhubungan Tahap penyelesaian suatu kontrak dapat ditentukan dalam berbagai Entitas menggunakan metode yang mengukur secara andal pekerjaan yang Bergantung pada sifat kontrak, metode tersebut antara lain meliputi : Proporsi biaya kontrak yang terjadi untuk pekerjaan yang dilaksanakan dibandingkan dengan estimasi total biaya kontrak . Survey atas pekerjaan yang telah . Penyelesaian suatu bagian secara fisik dari pekerjaan kontrak Kontrak Biaya-Plus Dalam hal kontrak biaya-plus, hasil kontrak konstruksi dapat diestimasi secara andal jika kondisi berikut ini terpenuhi: Kemungkinan besar manfaat ekonomi yang berhubungan dengan kontrak tersebut akan mengalir ke entitas. Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2009 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Dari Usaha Jasa Konstruksi. Terhadap kontrak yang ditandatangani sebelum tanggal 1 Agustus 2008, untuk pembayaran kontrak atau bagian dari kontrak yang dilakukan sampai dengan tanggal 31 Desember 2008, pengenaan Pajak Penghasilan adalah sebagai berikut: atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap dari usaha di bidang jasa konstruksi ditentukan sebagai berikut: dikenakan Pajak Penghasilan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah dengan Undang- Undang Nomor 17 Tahun 2000 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan. dikenakan Pajak Penghasilan yang bersifat final bagi Wajib Pajak yang memenuhi kualifikasi sebagai usaha kecil berdasarkan sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang, serta yang mempunyai nilai pengadaan sampai dengan Rp1. 000,00 . atu miliar atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak ditentukan sebagai berikut: dikenakan pemotongan pajak berdasarkan ketentuan Pasal 23 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan oleh pengguna jasa dalam hal pengguna jasa adalah badan Pemerintah. Subjek Pajak badan dalam negeri, bentuk usaha tetap, atau orang pribadi sebagai Wajib Pajak dalam negeri yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak sebagai pemotong Pajak Penghasilan Pasal 23 tersebut pada saat pembayaran uang muka dan . dikenakan pajak berdasarkan ketentuan Pasal 25 UndangUndang Nomor 17 Tahun 2000 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan dalam hal pemberi penghasilan adalah pengguna jasa lainnya. atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak ditentukan sebagai berikut: dikenakan pemotongan pajak yang bersifat final oleh pengguna jasa, dalam hal pengguna jasa adalah badan Pemerintah. Subjek Pajak badan dalam negeri, bentuk usaha tetap, atau orang pribadi sebagai Wajib Pajak dalam negeri yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak sebagai pemotong Pajak Penghasilan Pasal 23 UndangUndang Nomor 17 Tahun 2000 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan pada saat pembayaran uang muka dan termin. dikenakan pajak yang bersifat final, dengan cara menyetor sendiri Pajak Penghasilan yang terutang pada saat menerima Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 pembayaran uang muka dan termin, dalam hal pemberi penghasilan adalah pengguna jasa. Besarnya Pajak Penghasilan yang terutang dan harus dipotong oleh pengguna jasa atau disetor sendiri oleh Wajib Pajak penyedia jasa yang . 4% . mpat perse. dari jumlah bruto, yang diterima Wajib Pajak . 2% . ua perse. dari jumlah bruto, yang diterima Wajib Pajak . 4% . mpat perse. dari jumlah bruto, yang diterima Wajib Pajak perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Laporan keuangan disusun memenuhi kebutuhan bersama oleh sebagaian besar pemakaianya yang secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu. Laporan keuangan yang menunjukkan apa yang dilakukan manajemen atau pertanggungjawaban manajemen atas, sumber daya yang dipercayakan Feris Kristian et al . , dalam yang berjudul Analisis Penerapan Akuntansi Kontrak Konstruksi Dalam Penyajian Laporan Keuangan Pada PT Sederhana Karya Jaya di Manado. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode yang digunakan perusahaan adalah metode persentase penyelesaian dengan menggunakan kemajuan fisik. Persamaannya bagaimana metode yang digunakan pada perusahaan jasa konstruksi dalam mengakui pendapatan. Perbedaannya yaitu objek penelitian. MA Andaki et al . , dalam yang berjudul Analisis Perbandingan Pengakuan Pendapatan dan Pembebanan biaya Menurut Standar Akuntansi Keuangan dan Undang Ae undang Perpajakan pada Perusahaan Jasa Konstruksi (Studi pada PT Anugrah Adyatama. Jakart. Hasil penelitian digunakan perusahaan adalah metode menggunakan kemajuan fisik. Persamaannya yaitu menganalisis pengakuan pendapatan suatu entitas berdasarkan Standar Akuntansi yang Weigandt dan Kieso . Accounting is an information system that indentifies, record, and communicates the economic events of an organization to interested user. Akuntansi bisa dijelaskan secara tepat dengan menjelaskan tiga karakteristik penting dari akuntansi yaitu . pengidentifikasian, pengukuran dan pengkomunikasian informasi keuangan tentang . entitas ekonomi kepada . pemakai yang berkepentingan. Adalah catatan yang berisi informasi tentang keuangan suatu pemerintahan pada periode tertentu dan digunakan untuk menggambarkan kinerja pemerintahan selama periode tertentu. Tujuan laporan keuangan menurut Sujarweni . adalah digunakan sebagai: Menyediakan menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 Perbedaannya yaitu objek Ratunuman . , dalam penelitian yang berjudul Analisis Pengakuan Pendapatan dan Persentase Penyelesaian dalam Penyajian Laporan Keuangan PT. Pilar Dasar. Hasil penelitian menunjukan perusahaan adalah metode persentase kemajuan fisik. Persamaannya yaitu menganalisa bagaimana metode yang konstruksi dalam mengakui pendapatan. Perbedaannya yaitu objek penelitian. penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah. Bersifat deskriptif karena data yang dikumpulkan lebih banyak berupa kata-kata atau gambar daripada angka-angka. Dengan penelitian deskriptif kualitatif merupakan yang bermaksud mendapat gambaran yang mendalam tentang suatu kasus yang sedang diteliti (Sugiyono, 2018:. Penelitian ini mengambil perusahaan CV Jatayu lokasi diSurabaya. Penelitian yang berupa studi kasus merupakan metode penelitian mengambil objek tertentu kemudian dianalisis secara mendalam dengan cara berdasarkan data yang diperoleh di lapangan untuk mencari alternative penyelesaian masalah tersebut. Pada penelitian ini, jenis data yang digunakan bersumber pada data primer dan data sekunder: Data primer Data primer adalah data yang secara langsung pada objek yang diteliti dalam hal ini yaitu gambaran umum dan Surat Perjanjian Kerja Pelaksanaan (SPKP) CV Jatayu Proyek Pembangunan Rumah Kos ( Struktur Beton ) di Kutisari Surabaya Data sekunder Data maksudkan disini adalah data yang diperoleh dan dikumpulkan oleh lembaga pengumpul data dan dipublikasikan kepada masyarakat pengguna data seperti jurnal, artikel, referensi buku dan sebagainya METODE PENELITIAN Jenis Peneliatan kualitatif ini adalah deskriptif kualitatif. Menurut Sujarweni . yakni penelitian mengenai . apat organisasi maupun individ. , peristiwa, latar secara mendalam, tujuan dari penelitian ini mendapatkan gambaran yang mendalam tentang suatu kasus yang sedang diteliti. Pengumpulan datanya diperoleh dari wawancara, observasi, dan Penelitian ini dilakukan pada CV Jatayu yang bergerak dibidang jasa kontraktor berlokasi di Surabaya. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki semua aspek pendukung selama 4 bulan. Waktu dilaksanakan pada bulan Maret - Juni Rancangan digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian kualitatif sering disebut metode Menurut Sugiyono . teknik pengumpulan data merupakan langkah Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan. Teknik penelitian in dilakukan dengan cara: Studi literatur atau studi pustaka Penelitian ini mengumpulkan data-data dengan menggunakan literatur yang berhubungan dengan penelitian ini. Observasi Teknik mendapatkan informasi dengan cara melakukan pengamatan langsung pada kegiatan-kegiatan yang dilakukan gambaran yang jelas mengenai data yang diteliti. Wawancara Teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Dokumentasi Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumen yang akan diperoleh dengan cara dokumentasi adalah bukti, catatan dan dokumendokumen yang terkait . Validitas internal berkenaan dengan derajat akurasi desain penelitian dengan hasil yang dicapai sedangkan validitas eksternal berkenaan dengan derajat akurasi apakah hasil penelitian dapat digeneralisasikan atau diterapkan pada populasi dimana sampel tersebut diambil. Dalam hal reliabilitas berkenaan dengan derajat konsistensi dan stabilitas data atau Menurut Sugiyono Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahanbahan lain, sehingga dapat mudah diinformasikan kepada orang lain. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif penyajian data dan langkah terakhir adalah penarikan kesimpulan. Langkahlangkah tersebut sebagi berikut: Reduksi data Reduksi melalui seleksi, pemfokusan dan keabsahan data mentah menjadi informasi yang bermakna, sehingga memudahkan penarikan kesimpulan. Penyajian data Penyajian data yang sering digunakan pada data kualitatif adalah bentuk Penyajian-penyajian berupa sekumpulan informasi yang tersusun secara sistematis dan mudah Penarikan kesimpulan Penarikan kesimpulan merupakan tahap akhir dalam analisis data yang dilakukan melihat hasil reduksi data tetap mengaju pada rumusan masalah Menurut Sugiyono . uji keabsahan data sering hanya ditekankan pada uji validitas dan reliabilitas. Validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada obyek penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Terdapat dua macam validitas penelitian, yakni validitas internal dan validitas eksternal. Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 secara tujuan yang hendak dicapai. Data yang telah disusun dibandingkan antara satu dengan yanglain untuk ditarik kesimpulan sebagai jawaban dari permasalahan yang ada. oleh pengguna jasa yang telah sesuai menurut kriteria dan pengalaman kerja yang diinginkan berdasarkan kontrak kerja dengan pihak pertama atau pengguna jasa tersebut yang disampaikan berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) yang disepakati oleh pemberi kerja dengan pihak kontraktor yaitu CV Jatayu. Jika terpilih, maka perusahaan melakukan finalinasasi dan menandatangani kontrak pelaksanaan pekerjaan, yang mencakup para pihak pertama dan kedua, rumusan pertanggunggan, hak dan kewajiban kedua belah pihak, cara pembayaran, dan penyelesaian dalam konstruksi sesuai dengan UU no 17 tentang jasa konstruksi dalam paragraph ketiga tentang kontrak kerja konstruksi. Kontrak ditandatangani selama 14 hari setelah SPK diterbitkan dan memeriksa konsep kontrak meliputi substansi yang membubuhkan paraf pada setiap lembar dokumen kontrak kerja. CV Jatayu melaksanakan jasanya dalam bentuk Item Price Unit Pekerjaan yang biasanya di sampaikan kedalam bentuk Rencana Anggaran dan Biaya (RAB). Mengenai perhitungannya dalam suatu kontrak pekerjaan CV Jatayu menggunakan metode presentasi penyelesaian yang mana untuk pengakuan pendapatan atas suatu proyek bnerdasarkan tingkat pekerjaannya, yang mana artinya laba ataupun rugi dalam suatu proyek yang akan dikerjakan dapat dihitung walaupun proyek tersebut belum dikerjakan. Pengakuan pendapatan CV Jatayu mengacu pada konsep accrual basic (Akuntansi Berbasis Akrua. adalah suatu metode mempertemukan antara HASIL DAN DISKUSI CV Jatayu didirikan pada tanggal enam belas bulan september tahun dua ribu lima belas yang berdasarkan Akte pendirian oleh Notaris Suyatno. SH. MH, nomor tiga belas di Sidoarjo. CV Jatayu adalah perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan, jasa konstruksi dan juga jasa konsultasi multidisiplin lingkungan, teknik arsitektural, bidang teknik sipil. Untuk tenaga ahli professional yang didukung oleh lulusan universitas negeri dan swasta yang dibuktikan dengan sertifikat yang dikeluarkan oleh asosiasi Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK). Pengalaman pekerjaan CV Jatayu menangani berbagai bidang pekerjaan jasa konsultasi, jasa design arsitektural, perumahan, pergudangan, pengelolaan tata kota, analisis mengenai dampak lingkungan, penataan ruang wilayah kota serta jasa konstruksi baik renovasi dan pembangunan tempat tinggal rumah, gudang, jalan dan jembatan. Dalam menerima pendapatannya CV Jatayu dengan cara mengikuti metode pemilihan penyedia jasa yaitu melalui pelelangan/ seleksi umum dan pelelangan seleksi terbatas atau pelelangan seleksi langsung dan biasanya penunjukan secara langsung yang telah ditetapkan sendiri Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 pendapatan dengan biaya, dimana terjadinya transaksi dan biaya dilaporkan pada saat biaya tersebut diperlukan untuk menghasilkan pendapatan usaha. Jatayu melaksanakan progres penyelesaian pekerjaan bersama pengawas lapangan selama proses kontrak pekerjaan berjalan dalam menetapkan besaran volume pekerjaan. Dalam pengakuan hal pendapatan CV Jatayu mengacu pada PSAK nomor 34 tentang Akuntansi Jasa Konstruksi dan Peraturan Pemerintah nomor 40 tahun 2009 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha Jasa Konstruksi. Tabel 1. Pengakuan Pendapatan dan Pembebanan Biaya menurut PSAK No 34 tentang Akuntansi Jasa Konstruksi Menurut PSAK Hasil Penelitian Ket No 34 PENDAPATAN Jika hasil kontrak CV Jatayu melaksanakan jasanya dalam bentuk Sesuai konstruksi dapat Item Price Unit Pekerjaan yang biasanya di diestimasi secara sampaikan kedalam bentuk Rencana Anggaran dan Biaya (RAB) berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) yang disepakati oleh pemberi kerja dengan pihak kontraktor yaitu CV Jatayu. Pengakuan pendapatan CV Jatayu mengacu pada konsep accrual basic (Akuntansi Berbasis Akrua. Metode yang Mengenai hasil dari perhitungannya dalam suatu Sesuai digunakan untuk kontrak pekerjaan CV Jatayu menggunakan metode presentasi penyelesaian yang mana untuk pendapatan dan pengakuan pendapatan atas suatu proyek kontrak berdasarkan konstruksi adalah penyelesaian pekerjaannya. BEBAN Biaya yang CV Jatayu melaksanakan jasanya dalam bentuk Sesuai Item Price Unit Pekerjaan yang biasanya di langsung dengan sampaikan kedalam bentuk Rencana Anggaran dan Biaya (RAB) yang didalamnya juga memperhitungkan pekerja, biaya mobilisasi dan biaya yang berhubungan dengan kontrak Biaya yang CV Jatayu melaksanakan jasanya dalam bentuk Sesuai Item Price Unit Pekerjaan yang biasanya di dengan aktivitas sampaikan kedalam bentuk Rencana Anggaran dan Biaya (RAB) yang didalamnya juga masa depan atas suatu memperhitungkan biaya yang tak langsung berhubungan dengan kontrak pekerjaan misalnya asuransi, biaya operasional Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 Biaya lain yang dapat ditagihkan sesuai isi kontrak CV Jatayu melaksanakan jasanya dalam bentuk Sesuai Item Price Unit Pekerjaan yang biasanya di sampaikan kedalam bentuk Rencana Anggaran dan Biaya (RAB) yang didalamnya juga memperhitungkan biaya administrasi dan riset pengembangan diluar kontrak pekerjaan Tabel 2. Pengakuan Pendapatan dan Pembebanan Biaya menurut UndangUndang Perpajakan Menurut Hasil Penelitian Ket Perpajakan PENDAPATAN Nilai yang CV Jatayu masih belum mengakui sebagai Sesuai diestimasi secara pendapatan bersih karena belum dikurangi dengan andal masih nilai PPN dan PPh Pasal 23 bruto/ laba kotor CV Jatayu menghitung besarnya pajak sesuai Laba bersih Sesuai nilai dengan besaran yang ditentukan UU perpajakan bruto dikurangi dengan besaran presentase pajak BEBAN Beban pajak Dalam pemotongan pajak CV Jatayu dikenakan Sesuai dipotong Pajak Penghasilan (PP. pasal 23, nilai yang pada laba bruto dikenakan adalah berdasarkan nilai SPK yang ditentukan dan Dasar Pengenaan Pajak (DPP) C PPh Pasal yang diperoleh dari nilai kerja konstruksi dikali seratus per seratus sepuluh dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar sepuluh persen C PPN dan pemotongan PPh sebeesar empat persen. Dalam pemotongan pajak CV Jatayu dikenakan Pajak Penghasilan (PP. pasal 23, nilai yang dikenakan adalah berdasarkan nilai SPK yang ditentukan dan Dasar Pengenaan Pajak (DPP) yang diperoleh dari nilai kerja konstruksi dikali seratus per seratus sepuluh dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar sepuluh persen dan pemotongan PPh sebeesar empat persen. Metode presentase penyelesaian dalam pengakuan pendapatan dapat menghasilkan pencatatan dan nilai pendapatan yang dapat terukur dengan andal serta presentase penyelesaian progress pekerjaan dapat diakui sebagai pendapatan periode tersebut. Dalam Surat Perjanjian Kerja Pelaksanaan (SPKP) Proyek Pembangunan Rumah Kos (Struktur Beto. di Kutisari Surabaya Jumlah harga borongan pekerjaan sesuai dengan Bestek dan Gambar Kerja Teknis dan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian Kerja Pelaksanaan (SPKP) ini adalah sebesar Rp. 000,- (Tujuh Ratus Empat Puluh Lima Juta Rupia. Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 Berikut perhitungan yang dilakukan dengan metode presentase penyelesaian dari uang muka yang telah diterima: Down Payment (DP) / Pembayaran pertama sebesar 25% (Dua Puluh Lima Perse. dari jumlah harga borongan pekerjaan sesuai yang tersebut pada SPK Pasal 4, yaitu sebesar Rp. 000,dibayarkan pada saat penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Pelaksanaan (SPKP). Tabel 5. Jurnal Penerimaan Termin II Pada CV Jatayu . alam ribua. Tangga Novem Keterangan 15 Mei Kas Pendapatan Debit (R. Kredit (R. Selanjutnya. Termin I Pembayaran kedua sebesar 35% (Tiga Puluh Lima Perse. dari jumlah harga borongan pekerjaan sesuai yang tersebut pada SPK Pasal 4, yaitu sebesar Rp260. 000,dibayarkan pada saat penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Pelaksanaan (SPKP). Tabel 4. Jurnal Penerimaan Termin I Pada CV Jatayu . alam ribua. Tanggal Keterangan Agustus Kas Pendapatan Debit (R. Kas Pendapatan Debit (R. Kredit (R. Diketahui disepakati yaitu selesai pada 10 Maret pekerjaan yang telah terselesaikan. Termin i Pembayaran keempat sebesar 15% (Lima Belas Perse. dari jumlah harga borongan pekerjaan sesuai yang tersebut pada SPK Pasal 4, yaitu sebesar Rp 111. 000,- dibayarkan pada saat penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Pelaksanaan (SPKP). Tabel 3. Jurnal Penerimaan Uang Muka Pada CV Jatayu . alam ribua. Tanggal Keterangan Tabel 6. Jurnal Penerimaan Termin i Pada CV Jatayu . alam ribua. Tanggal Keterangan Februari Kas Pendapatan Debit (R. Kredit (R. Tabel 7. Rekapitulasi Penerimaan pendapatan Pada CV Jatayu . alam Kredit (R. Tanggal Transaksi 15 Mei 5 Agustus November Februari Termin II Pembayaran ketiga 25% (Dua Puluh Lima Perse. dari jumlah harga borongan pekerjaan sesuai yang tersebut pada SPK Pasal 4, yaitu sebesar Rp. 000,- dibayarkan pada saat penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Pelaksanaan (SPKP). Periode Pembayaran Jumlah (R. Uang Muka Termin I Termin II Termin i Total Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 Berdasarkan data hasil penelitian dan metode presentase penyelesaian yang sesuai dengan PSAK No 34 tentang Kontrak Kontruksi yang mana perolehan pendapatan yang diterapkan tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya pada perusahaan yang menyebabkan pencatatan yang akurat, mencermiinkan keadaan keuangan yang sesungguhnya terjadi pada perusahaan. CV Jatayu merupakan perusahaan yang menjadi Wajib Pajak dan memiliki usaha dibidang jasa konstruksi dalam hal perencanaan dan pengawasan konstruksi besaran pajak terutang sebesar empat persen dan PPN sebesar sepuluh persen. Dimana CV Jatayu mencatat Jurnal Pengakuan pendapatan sebagai berikut: Kas/Bank x PPh Ps 23 Pendapatan Jasa x PPN Keluaran x CV Jatayu melakukan estimasi biaya yang digunakan mengetahui besarnya biaya itu dibayar secara tunai DAFTAR PUSTAKA