Jurnal KHARISMA Tech | ISSN:1907-2317 | e-ISSN: 2810-0344 https://jurnal. id/kharismatech published by: Pusat Penelitian STMIK KHARISMA Makassar Volume: 20 no. 02 Ae Oktober 2025- hlm. ANALISIS KINERJA SISTEM MONITORING SANTRI DENGAN PENDEKATAN UJI FUNGSIONAL DAN SUS (SYSTEM USABILITY SCALE) Oleh: Lucita Aprillia1*. Yang Agita Rindri2. Tri Agusti Farma3 Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak. Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung e-mail: 1lucitaaprillia94@gmail. com, 2yang. agita@polman-babel. id, 3tri@polmanbabel. 1,2,3 Abstrak: Penelitian ini menganalisis kinerja sistem monitoring santri di pondok pesantren dengan pendekatan uji fungsional dan System Usability Scale (SUS). Sistem dirancang untuk memudahkan pengelolaan data santri, termasuk pelanggaran, prestasi, perizinan, dan kesehatan, serta memberikan akses informasi real-time kepada wali santri. Metode penelitian menggunakan model Waterfall, meliputi analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Uji fungsional memastikan seluruh fitur utama berjalan sesuai spesifikasi, sedangkan evaluasi usability dengan SUS melibatkan 30 responden wali santri. Hasil pengujian fungsional menunjukkan semua fitur beroperasi dengan baik, sedangkan skor SUS rata-rata sebesar 80 . ategori GoodAeExcellen. menandakan sistem mudah digunakan, intuitif, dan mendukung pengelolaan santri secara Penelitian ini menegaskan bahwa sistem monitoring santri tidak hanya valid secara fungsional, tetapi juga memiliki tingkat keterpakaian tinggi, sehingga berpotensi meningkatkan efisiensi manajemen pondok pesantren dan dapat dijadikan model bagi implementasi sistem serupa di lembaga pendidikan lain. Kata kunci: sistem monitoring santri. uji fungsional. SUS. pondok pesantren Abstract: This study analyzes the performance of a student monitoring system in Islamic boarding schools using functional testing and the System Usability Scale (SUS). The system is designed to facilitate the management of student data, including violations, achievements, permissions, and health, while providing real-time access for parents. The research applies the Waterfall model, covering requirements analysis, system design, implementation, testing, and maintenance. Functional testing confirmed that all main features operate as intended, while usability evaluation with SUS involving 30 parent respondents yielded an average score of 80 (GoodAeExcellen. , indicating that the system is user-friendly, intuitive, and effectively supports student management. The study highlights that the developed system not only meets operational requirements but also demonstrates high usability, offering a practical model for improving efficiency in boarding school management and potential adoption in other educational institutions. Keywords: student monitoring system. functional testing. SUS. Islamic boarding Corresponding author : Lucita Aprillia . ucitaaprillia94@gmail. Diterima : November, 2025 Disetujui : November, 2025 Dipublikasikan : November, 2025 Jurnal Ilmu Komputer KHARISMA TECH PENDAHULUAN Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam pembinaan karakter, kedisiplinan, serta penguatan ilmu agama bagi santri . Jumlah santri yang terus meningkat menimbulkan tantangan baru dalam hal administrasi dan pengawasan . Proses pencatatan yang masih dilakukan secara manual, baik untuk data pelanggaran, prestasi, izin, maupun kesehatan, sering kali menimbulkan kendala seperti keterlambatan informasi, risiko kehilangan data, serta komunikasi yang kurang efektif antara pihak pengasuhan dan wali santri. Kondisi ini berpengaruh terhadap efektivitas dan efisiensi pengelolaan santri di lingkungan pesantren. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, penerapan sistem berbasis web menjadi salah satu solusi untuk mendukung pengelolaan pesantren secara lebih terintegrasi . Sistem berbasis web memungkinkan penyimpanan data secara terpusat, lebih aman, serta dapat diakses dengan mudah oleh pihak terkait . Beberapa penelitian sebelumnya juga berupaya mengembangkan sistem informasi untuk mendukung kegiatan administrasi dan monitoring santri di lingkungan pesantren. Sutedi. Septiana, dan Halim . mengembangkan sistem informasi akademik santri berbasis web yang berfokus pada proses perancangan dan implementasi tanpa disertai evaluasi mendalam terhadap kualitas Penelitian serupa dilakukan oleh Fauzan. Khairi, dan Umar . , yang merancang sistem informasi monitoring pembayaran santri berbasis website, namun evaluasi sistem hanya dilakukan pada aspek fungsional dan performa teknis. Sementara itu. Rahmila dan Novebri . mengembangkan sistem informasi manajemen di Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, tetapi masih menekankan pada optimalisasi administrasi tanpa melibatkan analisis keterpakaian oleh pengguna akhir. Berdasarkan beberapa penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar studi masih terbatas pada tahap pengembangan sistem dan belum menitikberatkan pada evaluasi menyeluruh terhadap aspek fungsionalitas serta pengalaman pengguna, terutama dengan pendekatan terstandar seperti System Usability Scale (SUS). Dalam penelitian ini, metode System Usability Scale (SUS) digunakan untuk mengukur tingkat keterpakaian sistem. Instrumen ini dipilih karena bersifat sederhana, valid, dan banyak digunakan dalam berbagai penelitian untuk menilai pengalaman pengguna secara kuantitatif . Dibandingkan dengan metode lain seperti Heuristic Evaluation atau User Experience Questionnaire (UEQ). SUS dinilai lebih sesuai karena dapat diterapkan langsung kepada pengguna akhir yang tidak memiliki latar belakang teknis, sehingga hasil penilaiannya lebih merepresentasikan pengalaman penggunaan sistem secara nyata. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini difokuskan untuk menganalisis kinerja sistem monitoring santri melalui dua pendekatan, yaitu pengujian fungsional untuk memastikan setiap fitur berjalan sesuai kebutuhan, dan pengujian usability menggunakan metode SUS untuk mengetahui tingkat kemudahan penggunaan sistem. Dengan demikian, permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini mencakup bagaimana kinerja fungsional sistem monitoring Lucita Aprillia. Yang Agita Rindri. Tri Agusti Farma Jurnal Ilmu Komputer KHARISMA TECH santri serta bagaimana tingkat keterpakaian sistem tersebut berdasarkan hasil evaluasi Kebaruan dari penelitian ini terletak pada fokusnya terhadap analisis performa sistem dari sisi fungsional dan pengalaman pengguna menggunakan pendekatan SUS, yang masih jarang diterapkan pada sistem informasi berbasis web di lingkungan pesantren. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan sistem informasi pendidikan Islam yang lebih efektif, efisien, dan mudah digunakan oleh berbagai pihak di METODE PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian ini bersifat evaluatif kuantitatif, bertujuan menganalisis kinerja dan tingkat kegunaan sistem manajemen dan monitoring santri berbasis web yang telah dikembangkan pada proyek akhir sebelumnya. Fokus penelitian adalah pada evaluasi fungsional sistem dan penilaian usability menggunakan System Usability Scale (SUS). Model pengembangan yang digunakan adalah Waterfall, meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan . Pemilihan model ini didasarkan pada sifat sistem yang sudah terdefinisi dengan jelas dan memerlukan dokumentasi yang terstruktur. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum dengan tiga kelompok pengguna sebagai subjek evaluasi: Admin / Pihak Pengasuhan. Wali Santri, dan Petugas Kesehatan. Setiap kelompok memiliki peran spesifik dalam sistem, sehingga pengujian disesuaikan dengan fitur yang relevan untuk masing-masing role. Sistem yang dievaluasi Sistem yang dievaluasi merupakan aplikasi web berbasis PHP dan MySQL yang telah dikembangkan sebelumnya, dengan fitur utama: Admin: manajemen data santri & wali, pelanggaran, prestasi, perizinan pulang, riwayat kesehatan, rekomendasi rujukan pulang. Wali santri: pemantauan data santri, pelanggaran, prestasi, izin pulang, dan riwayat kesehatan anak. Petugas kesehatan: pencatatan rekam medis, penyakit bawaan, dan pengajuan rujukan pulang. Sebelum pengujian empiris, rancangan sistem diuji oleh pengguna melalui prototype berbasis UML dan mockup antarmuka, untuk memvalidasi alur, kebutuhan, dan kesesuaian fitur dengan proses nyata. Hasil validasi prototype digunakan sebagai dasar implementasi Lucita Aprillia. Yang Agita Rindri. Tri Agusti Farma Jurnal Ilmu Komputer KHARISMA TECH Evaluasi Fungsional Sistem Evaluasi fungsional dilakukan untuk memastikan seluruh fitur sistem berjalan sesuai kebutuhan pengguna dan spesifikasi yang telah ditetapkan. Jenis pengujian yang digunakan adalah black-box testing berbasis skenario, di mana penguji menjalankan setiap fitur tanpa melihat kode sumber, dan hasil aktual dibandingkan dengan expected output yang telah didefinisikan . Kriteria validasi fitur antara lain: Fitur dikatakan valid jika output sesuai dengan skenario penggunaan dan tidak terjadi A Fitur dikatakan tidak valid jika terjadi kegagalan fungsi, error, atau output tidak sesuai Pengujian dilakukan oleh tiga perwakilan dari masing-masing aktor utama, dengan jumlah kasus uji: Admin: 9 fitur. Wali Santri: 8 fitur. Petugas Kesehatan: 5 fitur. Hasil pengujian dicatat dalam tabel log pengujian yang memuat: fitur, skenario, input, output aktual, output yang diharapkan, dan status validasi. Data ini dianalisis secara deskriptif untuk menilai kinerja sistem. Evaluasi Usability Sistem Menggunakan SUS Selain pengujian fungsional, pengujian usability dilakukan menggunakan System Usability Scale (SUS). SUS dipilih karena mampu memberikan penilaian kuantitatif terhadap keterpakaian sistem berdasarkan persepsi pengguna. Instrumen terdiri atas 10 pernyataan dengan skala Likert 1Ae5. pernyataan ganjil bernilai positif, sedangkan pernyataan genap bernilai negatif. Mekanisme pengolahan data SUS: Skor per item dihitung dengan mengurangi 1 dari nilai responden untuk pernyataan positif, dan 5 dikurangi nilai responden untuk pernyataan negatif. Total skor per responden dijumlahkan, kemudian dikalikan 2,5 untuk mendapatkan skor akhir . entang 0Ae. Rata-rata skor seluruh responden dihitung menggunakan: Keterangan = skor rata-rata = jumlah skor SUS = jumlah responden Reliabilitas instrumen diuji menggunakan CronbachAos Alpha, dengan nilai Ou 0,7 dianggap memadai untuk menilai konsistensi internal . Berdasarkan kategori interpretasi SUS nilai 0Ae50 dikategorikan Not Acceptable, 51Ae63 sebagai Marginal, 64Ae84 sebagai Lucita Aprillia. Yang Agita Rindri. Tri Agusti Farma Jurnal Ilmu Komputer KHARISMA TECH Acceptable (GoodAeExcellen. , dan 85Ae100 sebagai Best Imaginable. Visualisasi interpretasi ini ditunjukkan pada Gambar 1. Gambar 1. Interpretasi SUS Score . Pengujian SUS dilakukan terhadap 30 wali santri, dipilih secara purposive untuk memastikan representasi pengguna utama. Data dianalisis deskriptif, kemudian dibandingkan dengan standar interpretasi SUS untuk menilai tingkat keterpakaian sistem. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Evaluasi Fungsional Pengujian fungsional dilakukan pada tiga jenis peran pengguna, yaitu Admin. Wali Santri, dan Pihak Kesehatan. Tujuannya adalah untuk memastikan setiap fitur bekerja sesuai skenario penggunaan dan kebutuhan operasional yang ditetapkan. Hasil pengujian fungsional menjadi dasar bagi evaluasi usability sistem pada pengguna nyata. Hasil pengujian fitur untuk peran Admin ditampilkan pada Tabel 1. Semua fitur utama, seperti login, pengelolaan data santri dan wali, pencatatan pelanggaran dan prestasi, proses perizinan pulang, riwayat kesehatan, serta pengelolaan rekomendasi rujukan pulang, berfungsi tanpa kendala. Admin dapat mengakses seluruh fitur sesuai hak akses. Tabel 1: Pengujian Fungsional Admin Fitur Login Hasil Deskripsi Pengujian Admin dapat menginput username dan Kelola data santri dan Admin dapat menambah, mengedit, dan wali santri menghapus data santri & wali Valid Valid Admin dapat membuat akun baru untuk Kelola akun wali wali santri dan memperbarui password jika Valid Catat pelanggaran Admin dapat menambahkan data pelanggaran santri. Catat prestasi santri Proses perizinan Admin dapat mencatat prestasi santri dalam sistem. Admin dapat meninjau, menyetujui dan Lucita Aprillia. Yang Agita Rindri. Tri Agusti Farma Valid Valid Valid Jurnal Ilmu Komputer KHARISMA TECH menolak izin pulang yang diajukan oleh wali santri. Lihat riwayat Admin dapat melihat riwayat kesehatan santri yang dicatat pihak kesehatan. Valid Admin dapat meninjau & memproses Proses rujukan pulang Valid rekomendasi rujukan dari pihak kesehatan. Admin dapat menekan tombol logout dan Logout sistem mengarahkan kembali ke halaman Valid login tanpa error. Pengujian peran Wali Santri menunjukkan hasil serupa. Semua fitur, termasuk akses data santri, daftar pelanggaran dan prestasi, pengajuan izin pulang, riwayat kesehatan, dan status rujukan pulang, berfungsi sesuai kebutuhan (Tabel . Tabel 2: Pengujian Fungsional Wali Santri Fitur Login Deskripsi Hasil Pengujian Wali santri dapat menginput username dan Valid Wali dapat melihat informasi lengkap santri. Data Santri termasuk nama, alamat, nomor HP, serta Valid data wali yang bersangkutan. Pelanggaran Santri Prestasi Santri Pengajuan Izin Pulang Wali dapat melihat daftar pelanggaran yang pernah dilakukan santri. Wali dapat melihat daftar prestasi santri. Wali dapat mengisi dan mengajukan permohonan izin pulang untuk santri. Riwayat kesehatan Wali dapat melihat data riwayat kesehatan Santri santri yang dicatat pihak kesehatan. Lihat riwayat Rujukan Pulang Santri Logout Valid Valid Valid Valid Wali dapat meninjau status rujukan pulang santri yang direkomendasikan pihak Valid kesehatan dan disetujui admin. Wali santri dapat keluar dari sistem dan kembali ke halaman login. Valid Pengujian peran Pihak Kesehatan (Tabel . menunjukkan bahwa fitur pencatatan rekam medis, penambahan penyakit bawaan, dan pengajuan rujukan pulang berfungsi dengan baik. Sistem mendukung kebutuhan operasional bidang kesehatan santri. Lucita Aprillia. Yang Agita Rindri. Tri Agusti Farma Jurnal Ilmu Komputer KHARISMA TECH Tabel 3: Pengujian Fungsional Pihak Kesehatan Fitur Login Data Santri Hasil Deskripsi Pengujian Pihak kesehatan dapat menginput username Valid dan password. Pihak kesehatan dapat mengakses detail Valid data santri. Pihak kesehatan dapat mencatat kondisi Rekam Medis Santri kesehatan santri seperti diagnosa dan Valid Pihak kesehatan dapat menambahkan Riwayat Sakit catatan penyakit bawaan santri sejak awal Bawaan Pihak kesehatan dapat mengajukan rujukan Pengajuan Rujukan Valid santri ke admin jika santri butuh Pulang Valid istirahat/dirujuk. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem telah memenuhi kebutuhan operasional untuk setiap peran pengguna. Semua aktor mampu menggunakan fitur sesuai hak akses tanpa error, konsisten dengan prinsip desain berbasis peran . ole-based syste. yang meningkatkan efisiensi dan akurasi penggunaan. Hasil Evaluasi Usability (SUS) Pengujian usability dilakukan terhadap 30 responden yang merupakan wali santri, menggunakan kuesioner System Usability Scale (SUS). Setiap responden diminta menjawab 10 pernyataan SUS berdasarkan pengalaman mereka saat menggunakan sistem. Data mentah hasil kuesioner ditampilkan pada Tabel 4, yang memuat skor setiap pertanyaan beserta identitas responden, memberikan gambaran awal mengenai variasi penilaian Tabel 4: Rekapitulasi Skor Asli Kuesioner SUS Responden Reponden Usia Responden1 Skor Asli Q10 Responden2 Responden3 Responden4 Responden5 Responden6 Responden7 Responden 8 Lucita Aprillia. Yang Agita Rindri. Tri Agusti Farma Jurnal Ilmu Komputer KHARISMA TECH Reponden Usia Responden 9 Skor Asli Q10 Responden10 Responden11 Responden12 Responden13 Responden14 Responden15 Responden16 Responden17 Responden18 Responden19 Responden20 Responden21 Responden22 Responden23 Responden24 Responden25 Responden26 Responden27 Responden28 Responden29 Responden30 Selanjutnya, data mentah ini diolah menggunakan prosedur perhitungan SUS standar untuk memperoleh nilai skor yang lebih representatif. Hasil perhitungan untuk masing-masing responden ditampilkan pada Tabel 5, yang menunjukkan total skor SUS setelah dikalikan dengan faktor konversi 2,5. Dari pengolahan ini diperoleh skor rata-rata sebesar 80, yang termasuk dalam kategori Acceptable (Goo. dan mendekati Excellent. Nilai rata-rata ini menunjukkan bahwa mayoritas pengguna menilai sistem cukup mudah digunakan, dengan alur yang intuitif, tampilan yang jelas, dan interaksi yang nyaman. Tabel 5: Hasil Perhitungan Skor SUS Skor Hasil Hitung Jumlah Nilai Q10 Lucita Aprillia. Yang Agita Rindri. Tri Agusti Farma (Jumlah x 2. Jurnal Ilmu Komputer KHARISMA TECH Skor Hasil Hitung Jumlah Nilai Q10 Skor Rata-rata (Hasil Akhi. (Jumlah x 2. Analisis lebih mendalam menunjukkan pola persepsi yang menarik. Responden berusia lebih muda, yakni sekitar 22Ae30 tahun, cenderung memberikan skor yang lebih tinggi, berkisar antara 85 hingga 100, menandakan pengalaman digital yang lebih baik dan kemampuan adaptasi yang lebih cepat terhadap sistem. Sebaliknya, responden berusia lebih tua, terutama yang berusia 40Ae58 tahun, memberikan skor yang lebih bervariasi, mulai dari 60 hingga 93. Perbedaan ini paling terlihat pada pertanyaan yang berkaitan dengan kemudahan navigasi, kontrol interaksi, dan kecepatan memahami alur sistem (Q2. Q4. , menunjukkan bahwa kelompok usia ini mungkin membutuhkan sedikit waktu adaptasi lebih untuk menggunakan antarmuka dengan optimal. Pertanyaan lain seperti Q3 . emampuan memahami alur siste. Q5 . eyakinan saat menggunakan siste. , dan Q7 . ecocokan interaksi sistem dengan harapan penggun. menunjukkan skor tinggi secara konsisten di seluruh responden, menandakan bahwa sistem secara umum dirancang dengan tata letak dan alur fitur yang intuitif, memudahkan wali santri dalam mengakses data anaknya serta memantau status kesehatan dan rujukan pulang. Hasil ini sejalan dengan literatur sebelumnya. Brooke . menyatakan bahwa sistem dengan skor SUS Ou 80 menunjukkan tingkat keterpakaian yang baik dan dapat diterima secara luas oleh pengguna. Selain itu, penelitian terdahulu oleh Saracostti dkk. menunjukkan bahwa sistem berbasis web yang sederhana, intuitif, dan mudah digunakan meningkatkan kepuasan dan keterlibatan pengguna . Hasil pengujian ini juga mendukung temuan tersebut, karena wali santri dapat berinteraksi dengan sistem tanpa mengalami Lucita Aprillia. Yang Agita Rindri. Tri Agusti Farma Jurnal Ilmu Komputer KHARISMA TECH kesulitan berarti, merasa percaya diri saat menggunakan fitur, dan mampu menyelesaikan tugas-tugas operasional dengan efisien. Kesimpulannya, hasil evaluasi usability menunjukkan bahwa sistem monitoring santri memiliki tingkat keterpakaian yang baik, memberikan pengalaman positif, dan memungkinkan pengguna menyelesaikan tugasnya secara efektif. Mayoritas responden merasa mudah memahami alur sistem, percaya diri saat mengoperasikan fitur, dan tidak mengalami kesulitan signifikan selama interaksi. Namun, analisis lebih lanjut terkait performa sistem dan pengaruh faktor demografis dapat memperkuat pemahaman tentang usability dan membantu pengembangan versi sistem berikutnya agar lebih optimal untuk semua kelompok pengguna. KESIMPULAN Sistem monitoring santri yang dikembangkan telah berfungsi sesuai kebutuhan operasional di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Sungailiat. Pengujian fungsional menunjukkan seluruh fitur utama berjalan dengan baik sesuai peran pengguna, sedangkan evaluasi usability dengan 30 responden wali santri menghasilkan skor rata-rata SUS 80 . ategori GoodAeExcellen. , menunjukkan sistem mudah digunakan dan intuitif. Penelitian ini terbatas pada satu pondok pesantren dan uji jangka pendek, sehingga generalisasi perlu studi lebih lanjut. Pengembangan selanjutnya dapat mencakup peningkatan keamanan data, antarmuka mobile, serta uji lapangan jangka panjang untuk meningkatkan keterpakaian dan cakupan sistem, termasuk kemungkinan adaptasi ke lembaga lain. DAFTAR PUSTAKA