JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. Desember 2021, pp. 475 - 488 p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2614-8870 . C page 475 http://journal. id/index. php/kompak Pengaruh Perencanaan Pajak. Beban Pajak Tangguhan. Aset Pajak Tangguhan dan Kepemilikan Manajerial terhadap Manajemen Laba (Studi Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2. Muhammad Mirza Rifandy1. Andy Kartika2 Fakultas Ekonomika dan Bisnis Akuntansi. Universitas Stikubank Semarang, email: rifandy. akhbar@gmail. Fakultas Ekonomika dan Bisnis Akuntansi. Universitas Stikubang Semarang, email: andikartika@edu. ARTICLE INFO Article history: Received 30 September 2022 Received in revised form 2 November 2022 Accepted 10 November 2022 Available online 1 Desember 2022 This study examines the effect of tax planning, deferred tax expense, deferred tax assets and managerial ownership on earnings management. The population in this study were all manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2018 to 2020. The sample selection used the purposive sampling method and 138 samples were The results of the research show that the variables of tax planning, deferred tax expense, deferred tax assets and managerial ownership have an effect on earnings management. The data collection method is done quantitatively and the data processing technique uses multiple linear regression The data used is obtained from financial reports reported on the Indonesia Stock Exchange and can be downloaded through the idx. website and analyzed using SPSS. The test results show that tax planning, deferred tax expense, deferred tax assets and managerial ownership have a positive effect on earnings management. Keywords: Tax Planning. Deferred Tax Expense. Deferred Tax Assets. Managerial Ownership. Earnings Management ABSTRACT Pendahuluan Manufaktur merupakan salah satu sektor industri padat karya karena mampu tenaga kerja lokal maupun asing serta memiliki andil yang cukup banyak dalam perekonomian regional maupun nasional. Tentunya industri manufaktur menjadi sektor yang sangat berdampak akibat pandemi ini. Akan tetapi angin segar perfoma industri mengalami kenaikan tren hingga periode september 2021 semenjak diumumkan oleh Presiden Jokowi bahwa Covid-19 telah masuk pada maret 2020 salah satunya dapat dijelaskan oleh nilai Purchasing ManagerAos Index (PMI) (Adhiem, 2. Industri manufaktur masih menarik untuk dilirik karena realisasi investasi pada sektor ini yang mengalami kenaikan serta banyaknya PMA masih berminat berinvestasi di industri Received Sep 30 , 2022. Revised Nov 29, 2022. Accepted Nov 12, 2022 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 manufaktur dan dorongan dari pemerintah untuk tetap bergerak dalam memacu roda perekonomian nasional. Pertumbuhan ekonomi nasional selaras dengan pergerakan IHSG, karena sentimen atau keadaan makro ekonomi Indonesia berpengaruh terhadap tindakan yang dilakukan para investor di pasar saham. Tidak hanya memperhatikan kondisi ekonomi nasional tetapi para investor juga memiliki analisis tersendiri terhadap tindakan investasi yang dilakukannya. Penyajian informasi posisi keuangan biasa disebut laporan keuangan, mampu mencerminkan besarnya suatu kekayaan perusahaan. Tujuani ilaporan keuangani iadalah iuntuk imemberikan data tentang iposisi ikeuangan yang dapat digunakan untuk mempertimbangkan keputusan keuangan pemangku kepentingan (Wikan Budi Utami, 2. Elemen penting bagi investor dalam laporan keuangan suatu perusahaan adalahi ilaporan ilaba irugi. Bagi perusahaan, ilaporan ikeuangan digunakan sebagai informasi iuntuk imelaporkan saham investor perusahaan ikepada ipihak eksternal (Achyani, 2. Laporan laba rugi dapat menjelaskan skala kinerja perusahaan yang disajikan dalam laba rugi. Profitable artinya perusahaan dapat memperoleh keuntungan. Laba berkaitan dengan pembagian dividen kepada para pemegang saham perusahaan. Olehi karena iitu, manajemen bekerja keras iuntuk mencapaii itarget ilaba iyang itelah iditetapkan perusahaan. Manajemen ilaba memiliki tujuan pengajaran umum, salah satunya adalah dugaan manajemen rekayasa manajemen keuangan perusahaan, dengan tujuan tertentu (Sulistyanto, 2. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi hal tersebut antara lain perencanaani ipajak, ibeban ipajak itangguhan, asset itangguhan, kepemilikan manajerial, maupun arus kas bebas. Pajaki merupakani biayai yangi iwajib dibayarkani ioleh iperusahaan. Di idalami dunia bisnis terdapat saingan yang sangat ketat, para manajer dituntut untuk dapat dapat melakukan efisiensi biaya, salah satunya adalah pembayaran pajak yang kecil. Dengan hal itu perusahaan dapat melakukan kegiatan operasional dengan menggunakan anggaran biaya yang seharusnya dibayarkan untuk pajak (Kiswara, 2. Perencanaan pajak merupakan bagian integral dari manajemen laba, dan peran manajemen pajak adalah memperkirakan jumlah total pajak yang terutang dan tindakan untuk mengurangi beban pajak. Langkah tersebut dilatarbelakangi oleh pengurangan belanja yang melanggar regulasi. Prevalensi kasus penghindaran pajak skala besar oleh perusahaan besar dan kecil di Indonesia menunjukkan bahwa perusahaan telah menggunakan skema pajak yang agresif untuk memanipulasi pendapatan bersih mereka melalui pembiayaan penipuan, kesepakatan ekspor palsu dan harga transfer. Penelitiani yang dilakukani oleh (Eka et al. , 2. dan (Lubis et , 2. menunjukan bahwai perencanaani pajaki berpengaruh terhadap manajemen laba. Namun berbeda dengan hasil penelitian dari (Wardani, 2. dan (Putri, 2. menunjukkan hasil bahwa perencanaan pajak tidak memiliki pengaruh terhadap manajemen laba. Faktori laini yangi dapat memberi pengaruh terhadap imanajemen ilaba iadalah ibeban ipajak itangguhan. Menurut Waluyo . bebani pajak itangguhan merupakani pajak tangguhani yang muncul ketika terdapat bukti atas liabilitas atau aseti ipajak itangguhan, dengan kata lain ibeban ipajak itangguhan iakan menimbulkani iliabilitas. Hal ini selaras dengan penelitian (Timuriana & Muhamad, 2. dan (Lori, 2. sedangkan pada penelitian (Fitriany, 2. dan (Ahmad Najihun Sobri, 2. menunjukkan hasil bahwa beban pajak tangguhan tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Selain perencanaani pajaki dani ibeban pajaki itangguhan, faktor lainnya adalah aseti ipajak itangguhan. Faktor ini iterjadi ketika iperbedaan iwaktu menyebabkani ikoreksi ipositif, membuat bebani ipajak iakuntansii lebih kecil daripada ibeban pajak iundang-undang Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PASK) No. 2017 Perubahan No. 46, aseti ipajak penghasilan tangguhani adalahi pencatatan ipajak ipenghasilan masa depan yang dapat dipulihkan sebagai kompensasi atas iperbedaan itemporer yang dapat dikurangkani dan kerugian isisa. Perusahaani selalui mendorong manajemen untuki dengan sengaja mengurangii labai kenai ipajak. Konsisten dengani temuan penelitian (Timuriana & Muhamad. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2022 : 475 Ae 488 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 C 2. dan (Widiatmoko & Mayangsari, 2. yang menunjukkan bahwa aset pajak tangguhan berpengaruh terhadap manajemen laba. Faktor terakhir yang dipakai pada penelitian ini adalah kepemilikan manajerial. Secara teori, pihak manajemen memiliki porsi yang tinggi dalam perusahaan, dengan mayoritas kepemilakn tersebut sesorang dapat mempengaruhi tindakan perusahaan. Asumsi tersebut sejalan dengan pernyataan Gede . bahwa suatu tindakan kepemilikan manajerial memiliki nilai tambah bagi perusahaan dimata masyarakat. Klaim ini didukung oleh temuan Rahmaningtyas dan Sartiti . Kusumawati dkk . , dan Mahariana dan Ramantha . , yang imenyatakan bahwai ikepemilikan imanajerial iberdampak ipada imanajemen ilaba. Penelitian ini didasarkan pada Pengaruh Perencanaan Pajak. Beban Pajak Tangguhan. Aset Pajak Tangguhan dan Kepemilikan Manajerial terhadap Manajemen Laba (Studi Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2. Berdasarkan teori yang telah dipaparkan dapat disusun model penelitian sebagai berikut: Perencanaan Pajak Beban Pajak Tangguhan Manajemen Laba Aset Pajak Tangguhan Kepemilikan Manajerial Gambar 1 Kerangka Penelitian Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap permasalahan dalam suatu penelitian. Hipotesis yang diuji dalam penelitian ini adalah: H1: Perencanaan Pajak berpengaruh positif terhadap manajemen laba H2: Beban Pajak Tangguhan berpengaruh positif terhadap manajemen laba H3: Aset Pajak Tangguhan berpengaruh positif terhadap manajemen laba H4: Kepemilikan Manajerial berpengaruh positif terhadap manajemen laba Pada penelitian ini menggunakan variabel dependen dan variabel independen. Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel independen. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah manajemen laba dan untuk variabel independen dalam penelitian ini adalah perencanaan pajak, beban pajak tangguhan, aset pajak tangguhan dan kepemilikan manajerial. Berikut pemaparan proksi dari masing-masing variabel: Perencanaan Pajak Perencanaan pajak diukur dengan menggunakan rumus tingkat retensi, yang menganalisis ukuran efektivitas pengelolaan pajak dalam laporan keuangan perusahaan untuk tahun tersebut. Ukuran efektivitas administrasi perpajakan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah ukuran efektivitas perencanaan pajak. Sumber: (Achyani, 2. Keterangan: TRRit = Tingkat retensi pajak perusahaan i pada tahun t. Pengaruh Perencanaan Pajak. Beban Pajak Tangguhan. Aset Pajak Tangguhan dan Kepemilikan Manajerial terhadap Manajemen Laba (Studi Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2. (Muhammad Mirza Rifand. C p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 Net Income = Laba bersih perusahaan i pada tahun t. PretaxIncome = Laba sebelum pajak perusahaan i pada tahun t Beban Pajak Tangguhan Beban pajak penghasilan tangguhan adalah jumlah pajak penghasilan yang terutang di masa mendatang karena perbedaan temporer kena pajak dalam laba akuntansi yang seringkali lebih besar dari penghasilan kena pajak. Sumber: (Achyani, 2. Keterangan: DTEit = Beban pajak tangguhan perusahaan i pada tahun t TAi, t-1 = Total asset perusahaan i pada tahun t-1 Aset Pajak Tangguhan Aset pajak penghasilan tangguhan mengacu pada jumlah pajak penghasilan yang dapat dikurangkan yang dipulihkan pada periode mendatang karena perbedaan temporer dan sisa kerugian yang dapat dipulihkan menurut Waluyo . Dalam penelitian ini, aset pajak penghasilan tangguhan merupakan variabel independen pengukuran yang ditentukan oleh nilai aset pajak Perubahan pajak penghasilan tangguhan pada akhir periode t dibagi dengan nilai aset pajak penghasilan tangguhan pada akhir periode t dibagi dengan nilai aset pajak penghasilan tangguhan pada akhir periode t. Sumber: (Waluyo, 2. Keterangan: CAPT it = Aset pajak tangguhan i pada tahun t Kepemilikan Manajerial Pemegang saham yang menduduki jabatan dalam pengurusan perseroan sebagai kreditur atau anggota dewan direksi dikenal sebagai kepemilikan manajemen. Adanya ekuitas manajemen akan menyebabkan pengawasan terhadap kebijakan yang diambil oleh manajemen perusahaan. Kepemilikan manajer juga dapat diartikan sebagai persentase saham yang dimiliki oleh manajer dan direktur suatu perusahaan pada setiap akhir periode pengamatan. Sumber: (Purnama, 2. Keterangan: KM = Kepemilikan Manajerial Manajemen Laba Variabel terikat adalah variabel yang disebabkan atau dipengaruhi oleh variabel bebas sebagai variabel bebas. Variabel penelitian ini adalah manajemen laba. Manajemen laba adalah tindakan yang dilakukan oleh manajer untuk mempengaruhi laporan keuangan untuk menambah atau mengurangi laporan laba. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2022 : 475 Ae 488 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 C Sumber: Pandayani . Keterangan: E = Distribusi laba, dimana bila nilai ini adalah nol atau positif, maka perusahaan menghindari penurunan laba. Sebaliknya bila nilai ini negatif, maka perusahaan menghindari pelaporan Eit = Laba perusahaan i pada tahun t. Eit-1 = Laba perusahaan i pada tahun t-1. MVEt-1 = Market Value of Equity perusahaan I pada tahun t-1 Metode Penelitian Subyek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan telah mempublikasikan laporan keuangan. Laporan keuangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk periode 2018 sampai dengan 2020, dan tanggal penutupan adalah 31 Desember. Pengambilan sampel bertujuan mengambil sampel yang termasuk dalam standar sampel, yang dipilih oleh peneliti sendiri. Untuk mendapatkan sampel yang akurat dan tepat, peneliti harus memiliki latar belakang pengetahuan tentang sampel. Kriteria pengambilan sampel termasuk: . Perusahaan dikelompokkan ke dalam jenis manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2020. Perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan selama tiga tahun berturut-turut selama periode 2018-2020. Laporan keuangan menggunakan mata uang IDR selama periode 2018-2020. Perusahaan yang secara konsisten menunjukkan laba pada laporan keuangan perusahaan periode 2018-2020. Laporan keuangan yang menyediakan informasi lengkap mengenai variabel yang akan diteliti. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif adalah proses mengubah data ke dalam bentuk tabel untuk kemudahan pemahaman dan interpretasi. Tabulasi menyajikan data dalam bentuk tabel atau grafik. Statistik deskriptif digunakan untuk memperoleh gambaran tentang sampel data. Statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan data yang dilihat dari mean, standar deviasi, nilai minimum, dan nilai maksimum (Ghozali, 2. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Normalitas data dapat diuji dengan melihat nilai kurtosis dan skewness dari residual (Ghozali, 2. Nilai z statistik untuk skewness dapat dihitung dengan Zskewness = Sedangkan nilai Z kurtosis dapat dihitung dengan rumus: Zkurtosis = Dimana N adalah jumlah sampel, jika Zskew dan Zkurt O nilai kritis, maka residual terstandarisasi berdistribusi normal. Tabel 1 Nilai kritis berdasarkan tingkat toleransi No Tingkat Toleransi Nilai Kritis 0,01 . %) A 2,58 0,05 . %) A 1,96 Pengaruh Perencanaan Pajak. Beban Pajak Tangguhan. Aset Pajak Tangguhan dan Kepemilikan Manajerial terhadap Manajemen Laba (Studi Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2. (Muhammad Mirza Rifand. p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 0,10 . A 1,65 Uji Multikolinearitas Ghozali . menyatakan bahwa uji multikoliniearitas dilakukan untuk melakukan pengujian apakah korelasi antar variabel independen terdapat dalam model regresi. Pada Variance Inflation Factor (VIF) dan tolerance dapat mengungkapkan informasi mengenai korelasi yang terdapat pada variabel tersebut. Apabila VIF bernilai lebih kecil dari 10 serta nilai tolerance melebihi 0,1 dapat disimpulkan apabila variabel yang diteliti bebas multikolinearitas. Uji Heterokedastisitas Tujuan dari uji heteroskedastisitas adalah untuk menemukan ketidaksesuaian varians dari nilai residual dalam satu pengamatan ke pengamatan lainnya dengan menggunakan model regresi. Jika varians residual dari pengamatan masih ada, itu disebut homoskedastis. Pada saat yang sama, karena varians yang berbeda dari residual dalam pengamatan, itu disebut heteroskedastisitas. Menurut Ghozali . , suatu model regresi yang baik merupakan yang terjadi homoskedastisitas atau bukan terjadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2. Untuk memprediksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat digunakan metode plot, uji park, uji glejser, dan uji white. Dalam penelitian ini ditentukan apakah uji Glejser dapat digunakan untuk menguji heteroskedastisitas, yaitu untuk menguji tingkat signifikansi. Dan sebagai acuan keputusan yaitu . Sebaliknya, apabila angka signifikan atau Sig. lebih kecil < dari 0,05 berarti disimpulkan terjadi heteroskedastisitas. Apabila angka signifikan atau Sig. lebih besar > dari 0,05 berarti disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi diperlukan untuk menentukan apakah kesalahan pengganggu pada tahun t berkorelasi dengan kesalahan pengganggu pada tahun sebelumnya . dalam model regresi Jika terjadi korelasi maka disebut masalah autokorelasi. Pengamatan berturut-turut yang berkorelasi satu sama lain dari waktu ke waktu akan menyebabkan autokorelasi. Masalah ini terjadi karena residual . esalahan interferens. tidak terpengaruh oleh pengamatan lain (Ghozali, 2. Uji Durbin-Watson, uji Lagrange Multiplier (LM Tes. , uji Statistic Q dan Run Test dapat digunakan untuk menguji ada tidaknya autokorelasi. Pengambilan keputusan ada tidaknya autokorelasi (Ghozali, 2. : . Koefisien autokorelasi sama dengan nol berarti tidak ada autokorelasi positif, jika nilai DW terletak diantara batas atas atau upper bound . -d. Koefisien autokorelasi lebih besar dari nol berarti ada autukorelasi positif, jika nilai DW lebih rendah daripada batas bawah atau lower bound . Koefisien autokorelasi lebih kecil dari nol berarti ada autokorelasi negatif, jika nilai DW lebih besar daripada batas bawah atau lower bound . -d. Hasilnya tidak dapat disimpulkan, jika nilai DW terletak antara batas atas . dan batas bawah . atau DW terlatak antara . -d. -d. Uji Koefisien Determinasi Koefisien determinasi dapat digunakan ketika mengetahui sejauh mana model mampu menyimpulkan perubahan variabel dependen (Ghozali, 2. Besar kecilnya koefisien determinasi berada pada rentang 0 sampai 1. Ketika nilainya semakin dekat dan mendekati 1, variabel independen lebih mungkin untuk mempengaruhi variabel dependen. Tabel ringkasan model kolom R square akan menampilkan angka-angka yang diperoleh dengan mengolah program SPSS. Kerugian yang paling jelas dari koefisien determinasi adalah bahwa hal itu dapat dimasukkan dalam variabel independen total model. Uji Signifikansi Simultan Diperlukan menggunakan uji signifikansi simultan untuk menguji hipotesis nol dalam pengujian untuk menentukan k = 0. Dengan menghitung nilai kritis F yang diperoleh kemudian membandingkannya dengan F, maka dapat diketahui tabel distribusi statistik F hitung dari JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2022 : 475 Ae 488 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 C ANOVA pada tingkat signifikansi yang telah ditentukan. Ketika hipotesis tampak nol, konturnya adalah hipotesis tidak diterima dan dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen Dalam tes saat ini, pengobatan empiris digunakan ketika memahami pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Pengujian menggunakan uji signifikansi simultan yang menitikberatkan pada nilai signifikansi F pada taraf yang digunakan yaitu 5%. Analisis yang dilakukan didasarkan pada perbandingan antara nilai signifikansi F dengan nilai signifikansi 0,05, dengan memperhatikan ketentuan sebagai berikut: Ketika signifikansi F O 0,05, maka hipotesis teruji yang dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel-variabel independen secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Ketika signifikansi F > 0,05, maka hipotesis teruji yang dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel-variabel independen secara simultan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel idependen. Uji Signifikansi Parameter Individual Uji signifikan parameter individual mampu menggambarkan seberapa kuat pengaruh satu variabel bebas secara individual dalam memberikan kesimpulan terhadap variasi variabel dependen. Padai penelitian ini, pengujian dilakukan dengan menggunakani ketentuan significance level 0,05. Kriteria yang dipakai dalam memutuskan bahwa hipotesis diterima maupun ditolak antar lain: . Ketika nilai sig. O 0,05 maka hipotesi diterima, hal ini dapat menggambarkan informasi tentang adanya pengaruh antara variabel independen yang signifikan terhadap variabel dependen. Ketika nilai sig. > 0,05 maka hipotesis diterima, artinya antara satu variabel independen tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Analisa Regresi Linear Berganda Untuk mendapatkan hasil persamaan regresi antara pengaruh variabel independen kepada variabel dependen dengan memakai uji regresi linier berganda (Ghozali, 2. Model yang akan diuji pada penelitian ini adalah: Y = 1X1 2X2 3X3 4X4 e Dimana: = Manajemen Laba = Konstanta 1, 2, 3 dan 4 = Koefisien Regresi = Perencanaan Pajak = Bebas Pajak Tangguhan = Aset Pajak Tangguhan = Kepemilikan Manajerial = Standart error Hasil dan Pembahasan Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2018-2020. Jumlah populasi yang memenuhi kriteria penulis sejumlah 138 data perusahaan manufaktur. Pemilihan sampel dilakukan melalui purposive Hasil pemilihan sampel berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dapat dilihat pada penelitian di bawah ini: Tabel 2 Sampel Penelitian Keterangan Jumlah Data Populasi Pengaruh Perencanaan Pajak. Beban Pajak Tangguhan. Aset Pajak Tangguhan dan Kepemilikan Manajerial terhadap Manajemen Laba (Studi Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2. (Muhammad Mirza Rifand. p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 Perusahaan dikelompokkan ke dalam jenis manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2020 Sampel Perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan selama tiga tahun berturut-turut selama periode 2018-2020 Laporan keuangan menggunakan mata uang IDR selama Periode 2018-2020 Perusahaan yang secara konsisten menunjukkan laba pada laporan keuangan perusahaan periode 2018-2020 Laporan keuangan yang menyediakan informasi lengkap mengenai variable yang akan Jumlah Sampel Perusahaan Manufaktur Statististik Deskriptif Berdasarkan pemilihan data yang telah diperoleh didapatkan 138 data perusahaan. Pada pengujian statistik deskriptif data tersebut diolah untuk menentukan nilai minimum, maximum, mean serta nilai standar deviasi pada variabel dependen. Tabel 3 Uji Statistik Deskriptif Perencanaan_Pajak Beban_Pajak_Tangguhan Aset_Pajak_Tangguhan Kepemilikan_Manajerial Valid N . Minimum Maximum Mean Std. Deviation Sumber: Data diolah, 2022 Dari tabel 4 dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai minimum perencanaan pajak sebesar 0. nilai maksimum sebesar 1. 13115, nilai mean 0. 73912 dan nilai standar deviasi sebesar 0. Lalu nilai minimum beban pajak tangguhan sebesar -0. 965, nilai maksimum sebesar 1. 495, nilai 2412 dan nilai standar deviasinya sebesar 0. Pada aset pajak tangguhan memiliki nilai minimum sebesar -2. 359, nilai maximum 0. 854, nilai mean -0. 7245 dan standar deviasi Variabel terakhir yaitu kepemilikan manajerial memiliki nilai minimum 0. 000, nilai 484, nilai mean 0. 4900 dan nilai standar deviasi sebesar 0. Uji Normalitas Uji normalitas memiliki tujuan guna meneliti apakah didalam model penelitian variabel yang diuji telah berdistribusi normal atau tidak. Salah satunya dapat dilihat dari hasil Skewness & Kurtosis sebagai berikut: Tabel 4 Uji Normalitas metode Skewness & Kurtosis Standardized Residual Valid N . Descriptive Statistics Skewness Statistic Std. Error -,215 ,289 Kurtosis Statistic Std. Error ,334 ,570 Sumber: Data diolah, 2022 Dari tabel diatas kita dapat melihat normalitas secara residual yang dapat dihitung dari nilai Skewness dan nilai Kurtosis yang terdapat dalam tabel. Untuk nilai Skewness adalah -0,215 dan uji normalitas dapat dihitung dengan rumus: ZSkewness = = -1,0311 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2022 : 475 Ae 488 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 C Nilai Skewness hitung lebih kecil dari Z tabel = -1,96 dan ini menandakan bahwa data berdistribusi normal. Kemudian melihat nilai Kurtosis dari tabel adalah 0,334 dan uji normalitas dapat dihitung dengan rumus: ZKurtosis = 0,4202 Hasil hitung Zkurtosis menunjukkan 0,4204 menandakan lebih kecil dari Z tabel yaitu 1,96, hal ini menandakan bahwa data berdistribusi normal. Uji Multikolonieritas Uji multikolinieritas memiliki tujuan untuk mencari ada atau tidaknya hubungan antara variabel Model regresi yang digunakan dapat dikategorikan baik apabila variabel bebasnya tidak saling berhubungan. Kriteria baik yang dimaksud adalah jika nilai VIF <10 dan nilai tolerance > 0,1. Tabel 5 Uji Multikolonieritas Model (Constan. Perencanaan_Pajak Beban_Pajak_Tangguhan Aset_Pajak_Tangguhan Kepemilikan_Manajerial Dependent Variable: Manajemen Laba Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Collinearity Statistics Tolerance VIF Sumber: Data diolah, 2022 Berdasarkan tabel diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel bebas di model regresi ini tak saling berhubungan atau dapat diasumsikan tidak terjadi multikolinearitas pada variabel bebas. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui apakah suatu model regresi terjadi perbedaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Berikut ini hasil dari pengujian Tabel 6 Tabel Uji Heteroskedastisitas Model ANOVAa Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: Manajemen Laba Predictors: (Constan. Perencanaan_Pajak. Beban_Pajak_Tangguhan. Aset_Pajak_Tangguhan. Kepemilikan_Manajerial Sig. Sumber: Data diolah, 2022 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas karena sig 0,588 lebih besar dari 0,05. Uji Autokorelasi Pengaruh Perencanaan Pajak. Beban Pajak Tangguhan. Aset Pajak Tangguhan dan Kepemilikan Manajerial terhadap Manajemen Laba (Studi Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2. (Muhammad Mirza Rifand. C p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 Uji autokorelasi perlu dipergunakan guna menentukan apakah terdapat korelasi variabel didalam model prediksi dengan perubahan waktu. Hasil penguian autokorelasi dapat dilihat pada tabel sebagai berikut: Tabel 7 Uji Autokorelasi Model R Square Model Summaryb Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Perencanaan_Pajak. Beban_Pajak_Tangguhan. Aset_Pajak_Tangguhan. Kepemilikan_Manajerial Dependent Variable: Manajemen Laba Durbin-Watson Sumber: Data diolah, 2022 2,663 1,6628 1,7819 4-dL 2,3372 4-Du 2,2181 Kesimpulan Tidak terdapat kesimpulan Berdasarkan hasil tabel pengujian tersebut dilakukan analisis Durbin-Watson (D-W) dapat dilihat bahwa nilai DW sebesar 2. Maka dapat disimpulkan bahwa terjadi autokorelasi negatif karena DW lebih besar daripada batas bawah atau lower bound yaitu 2,663 > 2,3372. Hasil Uji Koefisien Determinasi Koefisien determinasi mempunyai maksud guna melihat seberapa jauh pengaruh yang ditimbulkan seluruh variabel independen terhadap variabel dependen. Pengujian koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel sebagai berikut: Tabel 8 Tabel Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Perencanaan_Pajak. Beban_Pajak_Tangguhan. Aset_Pajak_Tangguhan. Kepemilikan_Manajerial Dependent Variable: Manajemen Laba Sumber: Data diolah, 2022 Berdasarkan tabel diatas jika disimpulkan menunjukan hasil Adjusted R Square (R. 39 artinya bahwa 39% variabel terikat yaitu manajemen laba dapat diterangkan oleh keempat variabel bebas yaitu perencanaan pajak, aset pajak, aset pajak tangguhan dan kepemilikan manajerial. Selebihnya 71% dapat diterangkan oleh variabel lain. Uji Signifikansi Simultan Pengujian ini memiliki tujuan guna mendapatkan hasil tentang apakah variabel-variabel independen dengan bersamaan mempunyai pengaruh pada variabel dependen. Pengujian anova dapat dilihat pada tabel sebagai berikut: Tabel 9 Tabel Uji Signifikansi Simultan Model ANOVAa Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: Manajemen Laba Predictors: (Constan. Perencanaan_Pajak. Beban_Pajak_Tangguhan. Aset_Pajak_Tangguhan. Kepemilikan_Manajerial Sig. Sumber: Data diolah, 2022 Berdasarkan tabel 10 uji tersebut menampilkan bahwa hasil score signifikansi sebesar 0,009 yang artinya lebih kecil dibandingkan dengan batas normal nilai signifikansi dengan angka 0,05 sehingga dapat ditarik kesimpulan keempat variabel yaitu Perencanaan Pajak. Beban Pajak JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2022 : 475 Ae 488 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 C Tangguhan dan Aset Pajak Tangguhan. Kepemilikan Manajerial secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan pada Manajemen Laba. Uji Signifikansi Parameter Individual Uji signifikansi parameter individual digunakan guna melihat informasi tentang pengaruh variabel-variabel independen secara individu mempengaruhi dependen. Pengujian secara parsial dilakukan dengan uji t dengan tingkat signifikansi sebesar 0,05 sebagai berikut: Tabel 10 Uji Signifikansi Parameter Individual Model (Constan. Perencanaan_Pajak Beban_Pajak_Tangguhan Aset_Pajak_Tangguhan Kepemilikan_Manajerial Dependent Variable: Manajemen Laba Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber: Data diolah, 2022 Berdasarkan tabel 11 pada kolom signifikansi bisa diketahui hubungan antara masing variabel X pada variabel Y yang dijelaskan berikut : Perencanaan pajak nilai t hitung sebesar 0. 402 serta nilai signifikannya terletak di angka 0,014 yang artinya lebih kecil dari taraf normal signifikan yaitu hanya sebesar 0,05. Sebab itu, secara parsial hipotesis pertama yang menyatakan bahwa AuPerencanaan pajak memiliki pengaruh terhadap manajemen labaAy Hipotesis diterima. Beban Pajak Tangguhan memiliki nilai t hitung sebesar 0,210 serta nilai signifikannya terletak di angka 0,040 artinya lebih kecil dari taraf normal signifikan yaitu hanya sebesar 0,05. Oleh sebab itu, secara parsial hipotesis kedua yang menyatakan bahwa AuBeban pajak tangguhan memiliki pengaruh terhadap manajemen labaAy Hipotesis diterima. Aset pajak tangguhan mempunyai nilai t hitung sebesar 0,523 serta nilai signifikannya terletak di angka 0,022 artinya lebih besar dari taraf normal signifikan yaitu bernilai sebesar 0,05. Sebab itu, secara parsial hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa AuAset pajak tangguhan memiliki pengaruh terhadap manajemen labaAy Hipotesis diterima. Kepemilikan manajerial memiliki nilai t hitung sebesar 0,604 serta nilai signifikannya terletak di angka 0,015 artinya lebih besar dari taraf normal signifikan yaitu bernilai sebesar 0,05. Sebab itu, secara parsial hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa AuKepemilikan manajerial memiliki pengaruh terhadap manajemen labaAy Hipotesis Analisa Regresi Linear Berganda Uji ini dilakukan agar diketahui dampak dari variabel independen pada variabel dependen, serta merumuskan persamaan regresi dari perencanaan pajak, beban pajak tangguhan, aset pajak tangguhan dan kepemilikan manajerial pada manajemen laba. Analisis regresi berganda dilakukan dengan SPSS adalah sebagai berikut: Tabel 11 Analisa Regresi Berganda Model (Constan. Perencanaan_Pajak Beban_Pajak_Tangguhan Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Pengaruh Perencanaan Pajak. Beban Pajak Tangguhan. Aset Pajak Tangguhan dan Kepemilikan Manajerial terhadap Manajemen Laba (Studi Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2. (Muhammad Mirza Rifand. C Aset_Pajak_Tangguhan Kepemilikan_Manajerial Dependent Variable: Manajemen Laba p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 Sumber: Data diolah, 2022 Dari tabel 12 maka dapat disusun persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: Manajemen Laba = 228 0,211 Perencanaan Pajak 0,433 Beban Pajak Tangguhan 0,172 Aset Pajak Tangguhan 0,392 Kepemilikan Manajerial e Dari persamaan regresi linear berganda tersebut dapat diketahui: Jika nilai suatu konstanta sebesar 0,228 dalam persamaan regresi menunjukan jika nilai variabel perencanaan pajak, beban pajak tangguhan, asset pajak tangguhan dan kepemilikan manajerial tidak mengalami perubahan atau menunjukkan angka 0, maka terdapat kecenderungan bahwa manajemen laba mengalami kenaikan sebesar 0,228. Jika nilai Koefisien regresi perencanaan pajak sebesar 0,211 dan mempunyai arah yang positif pada manajemen laba, tiap peningkatan perencanaan pajak sebesar 1 satuan maka berdampak pada kenaikan manajemen laba sebesar 0,211 begitu juga sebaliknya. Jika suatu Koefisien regresi beban pajak tangguhan sebesar 0,443 dan mempunyai arah yang positif pada manajemen laba, tiap peningkatan beban pajak tangguhan sebesar 1 satuan maka berdampak pada kenaikan manajemen sebesar 0,443 begitu juga sebaliknya. Jika suatu Koefisien regresi aset pajak tangguhan sebesar 0. 172 dan mempunyai arah yang positif pada manajemen laba, tiap peningkatan asset pajak tangguhan sebesar 1 satuan maka berdampak pada kenaikan manajemen laba sebesar 0,172 begitu juga Jika suatu Koefisien regresi kepemilikan manajerial sebesar 0,392 dan mempunyai arah yang positif pada manajemen laba, tiap peningkatan kepemilikan manajerial sebesar 1 satuan maka berdampak pada kenaikan manajemen laba sebesar 0,392 begitu juga Kesimpulan Berdasarkan dari observasi yang sudah dikerjakan melalui berbagai tahapan seperti mengumpulkan data, mengolah data, menganalisa data serta yang terakhir menginterpretasikan hasil analisis dibawah ini: Dari hasil analisis data diperoleh variabel perencanaan pajak memiliki pengaruh positif terhadap manajemen laba. Dari hasil analisis data diperoleh variabel beban pajak tangguhan memiliki pengaruh positif terhadap manajemen laba. Dari hasil analisis data diperoleh variabel aset pajak tangguhan memiliki pengaruh positif terhadap manajemen laba. Dari hasil analisis data diperoleh variabel kepemilikan manajerial memiliki pengaruh positif terhadap manajemen laba. Dari observasi yang sudah dikerjakan diperoleh keterbatasan bahwa pada observasi ini sektor manufaktur masih banyaknya perusahaan yang membukukan rugi, dan beberapa perusahaan yang delisting maupun suspend. Hal tersebut akan berdampak pada hasil data yang kurang Dari kesimpulan diatas, saran yang dapat diberikan kepada penelitian selanjutnya yaitu dapat menambahkan subsektor lain seperti pertambangan atau telekomunikasi agar data yang dikumpulkan mempunyai jumlah yang banyak sehingga akan mendapatkan hasil penelitian yang lebih variatif dan akurat. Selain itu disarankan kepada peneliti selanjutnya agar menambah dan memberikan literatur tambahan yang dapat digunakan untuk menunjang dalam penelitian. Dalam penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan improvisasi dalam menentukkan variabel independen terhadap manajemen laba, hal ini dimaksudkan agar hasil yang didapatkan JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2022 : 475 Ae 488 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 C memiliki nilai adjusted r square yang lebih tinggi lagi agar manajemen laba dapat dijelaskan dengan lebih baik oleh variabel independen yang telah dipilih. Daftar Pustaka