Jurnal Peduli Masyarakat Volume 5 Nomor 2. Juni 2023 e-ISSN 2721-9747. p-ISSN 2715-6524 http://jurnal. com/index. php/JPM OPTIMALISASI PENCEGAHAN BULLYING DALAM MENCEGAH KEKERASAN FISIK DAN PSIKIS PADA ANAK MELALUI EDUKASI DENGAN MODUL PADA IBU DI POSYANDU Siti Mardiyah*. Deoni Vioneery. Noor Fitriyani Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Kusuma Husada Surakarta. Jl. Jaya Wijaya No 11. Kadipiro. Banjarsari. Surakarta. Jawa Tengah 57136. Indonesia *baktikitaa@gmail. ABSTRAK Bullying dapat menyebabkan dampak depresi, kesedihan, penurunan prestasi pada anak. Dampak bullying dapat diminimalisasi dengan adanya pengetahun pada individu, sehingga dapat mengubah perilaku individu. Pengetahuan dapat ditingkankan melalui edukasi. Edukasi dilakukan melalui upaya pemberian pendidikan pada individu. Ibu adalah idividu yang dekat dengan anak dan mampu melakukan edukasi dalam pencegahan bullying sehingga dapat mencegah terjadinya bullying. Lokasi pengabdian masyarakat dilaksanakan di Posyandu Sari Husada Kecik Tanon Sragen. Luaran kegiatan adalah mampu meningkatkan pengetahuan ibu tentang pentingnya pencegahan bullying pada anak. Pelaksanaan telah dilakukan tanggal 6 April 2021 dan monitoring pada 27 Mei 2021. Metode yang dilakukan adalah ceramah, roleplay, diskusi/tanya jawab. Media dan alat yang digunakan adalah modul tentang bullying. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan memberikan Hasil kegiatan pengabdian masyarakat adalah terdapat peningkatan pengetahuan tentang bullying 39,1% menjadi 66,7%. Kata kunci: bullying. OPTIMIZATION OF PREVENTION OF BULLYING IN PREVENTING PHYSICAL AND PSYCHIC VIOLENCE IN CHILDREN THROUGH EDUCATION WITH MOTHERS AT POSYANDU ABSTRACT Bullying can cause depression, sadness, and decreased achievement in children. The impact of bullying can be minimized by knowing individuals so that it can change individual behavior. Knowledge can be increased through education. Education is carried out through efforts to provide education to individuals. Mothers are individuals who are close to children and can carry out education in preventing bullying to prevent bullying. The community service location was carried out at Posyandu Sari Husada Kecik Tanon Sragen. The output of the activity can increase the mother's knowledge about the importance of preventing bullying in children. Implementation was carried out on April 6, 2021, and monitoring on May 27, 2021. The methods used were lectures, roleplay, and discussion/question and answer. The media and tools used are modules about Evaluation of activities is done by giving a questionnaire. The result of community service activities is that there is an increase in knowledge about bullying from 39. 1% to 66. Keywords: bullying. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group PENDAHULUAN Pada tahun 2021. KPAI melaporkan kejadian kasus bullying yang terjadi sebanyak 53 kasus di lingkungan sekolah, dan 168 kasus terjadi di dunia maya. Pada tahun tersebut sekolah dilaksanakan secara daring, sehingga kasus yang terjadi pada lingkungan sekolah adalah rendah daripada di dunia maya. Tahun 2022 data dari KPAI kasus bullying dengan kekerasan fisik dan mental yang terjadi di lingkungan sekolah berjumlah 226 kasus, termasuk 18 kasus bullying di dunia maya (Peren, 2. Bullying yang terjadi di sekolah biasanya dilakukan pada anak memiliki karakter tidak sama atau berbeda dengan teman lainnya seperti pendiam, serta tidak populer di sekolah (Ybarra et al. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya terdapat faktor - faktor penyebab terjadinya bullying adalah faktor keluarga sebagian besar . 3%) dikarenakan melihat adanya keributan di rumah, dari faktor sekolah kurang sebagian . 8%). Hal ini terjadi sekolah mengabaikan masalah antar sekolah, dari faktor teman sebaya sebagian besar . 2%) karena teman suka mengejek kepada teman lainnya (Herawati, 2. Faktor terjadinya kejadian bullying yakni faktor individu, keluarga, kelompok bermain, hingga lingkungan komunitas pelaku (Zakiyah et al. , 2. Bullying adalah perilaku negatif dalam bentuk menyakiti orang lain yang dilakukan oleh sesorang atau kelompok terhadap seseorang atau kelompok lain yang dilakukan secara berlajut atau berulang-ulang dengan cara menyakiti secara fisik maupun mental (Prasetyo. Dampak bullying pada anak dapat berdampak secara signifikan. Anak akan mengalami rasa takut, rasa tidak aman, gelisah, dendam, menurunnya semangat belajar sehingga menurunkan prestasi, hilangnya konsentrasi, menjadi pendiam, serta mental anak menjadi lemah, menurunnya rasa percaya diri, bahkan depresi yang akan mengarah pada kematian anak. Anak yang mengalami kekerasan juga sering bermimpi buruk, dan mengalami kecemasan disertai dengan rasa sakit. Perasaan tidak berdaya mengakibatkan anak merasa lemah sehingga anak merasa dirinya tidak mampu dan kurang efektif dalam Ibu memiliki peran penting bagi anak. Peran ibu sangat penting terhadap karakter anak. Berdasarkan penelitian sebelumnya didapatkan hasil bahwa peranan orang tua, terutama ibu sangat strategis dalam mengenalkan pendidikan seks sejak dini kepada anak-anak mereka (Listiyana, 2. Pengetahuan sangat penting untuk dapat diajarkan kepada anak. Semakin tinggi Pendidikan seseorang maka akan semakin mudah untuk menerima, serta mengembangkan pengetahuan dan teknologi. (Sukijo Notoatmodjo, 2. Upaya peningkatan pencegahan perilaku bullying dapat dilaksanakan dengan meningkatkan pengetahuan terhadap dampak bullying melalui pelaksanaan Edukasi dengan menggunakan Edukasi merupakan segala upaya yang dilakukan untuk mempengaruhi orang lain, baik individu, kelompok atau masyarakat, sehingga mereka melakukan apa yang di harapkan oleh pelaku pendidikan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ibu mendapatkan pengetahuan tentang pencegahan bullying serta dapat mencegah terjadinya kejadian bullying pada anak (S Notoatmodjo, 2. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group METODE Sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah ibu dengan anak balita di posyandu berjumlah 22 ibu dengan balita. Kegiatan dilakukan dengan melibatkan bidan desa serta kader desa posyandu. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yakni dengan melakukan edukasi dalam bentuk pendidikan kesehatan dengan menggunakan modul yang telah disusun. dalam edukasi dilakukan diskusi, tanya jawab pada ibu tentang pengetahuan pencegahan bullying pada anak. Setelah pelaksanaan edukasi selesai dilakukan evaluasi dengan memberikan kuisioner untuk menilai pengetahuan tentang pencegahan bullying. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat diawali dengan pertemuan dengan bidan desa untuk berkoordinasi mengenai topik kegiatan pengabdian masyarakat yang akan Setelah pertemuan dengan bidan desa dilakukan penyusunan proposal dan media pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Edukasi dilakukan pada tanggal 06 April 2021 serta monitoring dan evaluasi dilaksanakan pada tanggal 27 Mei 2021. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan pada ibu dengan anak di Posyandu Kecik Tanon Sragen. Kegiatan telah dilaksanakan pada tanggal 06 April 2021 jam 09. 30 WIB dan evaluasi pada tanggal 27 Mei 2021. Hasil pelaksanaan edukasi diikuti oleh sebanyak 21 ibu dengan anak. Kegiatan tersebut mendapatkan respon yang antusias dari kader dan bidan posyandu balita di desa Kecik Tanon Sragen. Pengukuran pengetahuan ibu yang mempunyai anak balita setelah dilakukan penyuluhan kesehatan melalui edukasi adalah dengan menggunakan instrumen tentang pengetahuan pencegahan bullying pada anak sekolah. Dari hasil evaluasi yang telah didapat ibu menjadi lebih mengetahui tentang pentingnya pencegahan bullying serta dampak yang terjadi, sehingga perilaku bullying dapat dicegah melalui pengetahuan ibu yang mencukupi yang akan diberikan pada anak anaknya. Hasil monitoring pengetahuan ibu dengan kuisioner adalah meningkat dari 39,1% menjadi 66,7%. Gambar 1. Hasil pengetahuan sebelum dan setelah edukasi Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group Gambar 2. pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang pencegahan bullying. Ibu mampu mengetahui tentang bullying yang terjadi pada anak. Ibu mengatakan mengetahui cara mengajarkan pencegahan bullying pada anak dan akan memberikan pemahaman tentang bullying pada anak. Bullying merupakan perilaku negatif bisa dalam bentuk menyakiti oang lain yang dilakukan oleh sesorang atau kelompok terhadap seseorang atau kelompok lain yang dilakukan secara berlajut atau berulang-ulang dengan cara menyakiti secara fisik maupun mental (Prasetyo, 2. Hasil evaluasi setelah dilakukan edukasi menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang bullying. peningkatan pengetahuan salah satunya adalah dilakukan dengan melakukan edukasi. Edukasi dalam komunitas kesehatan merupakan upaya yang dilakukan dalam bentuk proses individu atau kelompok untuk meningkatkan dan melindungi kesehatan mereka melaui peningkatan pengetahuan, kemampuan, dan meningkatkan motivasi yang didorong karena adanya faktor tertentu (Kementerian Kesehatan RI Badan Penelitian dan Pengembangan, 2. Proses edukasi meliputi sasaran, pelaksanaan edukasi, serta terjadinya perubahan perilaku pada individu (S Notoatmodjo, 2. Edukasi merupakan proses belajar untuk mendapat pengetahuan. Adanya edukasi kesehatan dapat membantu individu dalam mengambil keputusan maupun sika yang baik terhadap perilaku kesehatan dan kualitas hidup (Nurmala, 2. Edukasi dilakukan dengan memberikan pengetahuan dan berdiskusi dengan ibu secara langsung, sehingga audien antusias mengikutinya. Penelitian sebelumnya yang telah dilakukan didapatkan hasil peningkatan pengetahuan setelah dilakukan edukasi yakni terdapat pengaruh yang signifikan antara pengetahuan responden pada ibu posyandu sebelum dengan setelah diberikan pendidikan kesehatan (Usman, 2. penelitian tersebut didukung oleh penelitian yang menyatakan terdapat perbedaan tentang pengetahuan dan sikap pada ibu sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan menggunakan metode brainstorming mengenai stunting pada balita (Harleni et al. , 2. Ibu yang selalu bersemangat mengikuti edukasi beserta kader adalah sangat membantu lancaranya proses Keaktifan ibu dan antusias ibu dalam melaksanakan edukasi ini adalah hal yang mendukung ibu untuk mampu meningkatkan dalam menyerap materi edukasi yang Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group Penelitian sebelumnya yang telah dilakukan didapatkan hasil yakni terdapat perbedaan pengetahuan ibu yang signifikan mengenai stunting pada waktu sebelum dan sesudah pemberian edukasi gizi dengan menggunakan metode brainstorming. Terdapat peningkatan pengetahuan ibu setelah dilakukan edukasi dengan metode brainstorming (Wahyurin et al. Brain storming adalah metode curah pendapat atau diskusi antara peserta satu dengan peserta lainnya. Metode tersebut dap. t menjadi semangat ibu dalam mengikuti pendidikan kesehatan. Pengetahuan yang ada pada individu dapat menjadi pondasi atau dasar dalam membentuk suatu perilaku. adanya perbedaan antara pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberikan intervensi tentang stunting pada balita. Ibu meningkat pengetahuan setelah diberikan edukasi (Tindaon & Hanum, 2. Diskusi yang dilakukan pada ibu bahwa ibu akan memberikan arahan terhadap anaknya dalam pencegahan bullying. Pelaksanaan edukasi dengan menggunakan metode diskusi dapat meningkatkan motivasi peserta dalam pelaksanaan edukasi. Peserta termotivasi untuk merubah perilaku kesehatan menjadi lebih baik lagi (Rahman, 2. SIMPULAN Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan hasil yakni terdapat peningkatan pengetahuan tentang pencegahan bullying yakni sebelum dilakukan edukasi adalah 39,1%, setelah dilakukan edukasi pengetahuan menjadi 66,7%. DAFTAR PUSTAKA