Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin MODEL PENDEKATAN SOSIO EMOSIONAL DALAM PENGELOLAAN KELAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SDN 1 TELUKJAMBE TIMUR KARAWANG Rani Nurfitri. Khalid Ramdhani. Ajat Rukajat email: raninurfitri13@gmail. Khalid. ramdhani@fai. id, ajat. rukajat@staff. (Universitas Singaperbangsa Karawan. Abstrak Penelitian ini menginvestigasi pengaruh penerapan pendekatan sosioemosional terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 1 Telukjambe Timur. Karawang. Pendekatan ini dianalisis dalam konteks interaksi sosial antarpeserta didik serta pengembangan kesejahteraan emosional. Metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa penerapan pendekatan sosioemosional meningkatkan interaksi sosial yang positif di antara peserta didik, mendorong kerjasama dalam kelompok, dan mengembangkan kemampuan mengelola konflik dengan bijaksana. Selain itu, pendekatan ini juga berkontribusi pada pengembangan kesejahteraan emosional peserta didik, meningkatkan kesadaran diri, mengatasi stres, dan membentuk hubungan yang mendukung. Kerjasama yang kuat antara guru, orangtua, dan sekolah terbukti menjadi kunci sukses penerapan pendekatan ini, dengan masing-masing pihak memberikan dukungan dan bimbingan yang mendukung perkembangan sosioemosional peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan sosioemosional memiliki dampak positif dalam membentuk karakter, keterampilan sosial, dan kesejahteraan emosional peserta didik. Rekomendasi diberikan untuk pengembangan lebih lanjut dalam menerapkan pendekatan ini di berbagai konteks pendidikan. Kata Kunci: pendekatan sosio emosional. Pendidikan Agama Islam, interaksi sosial, kesejahteraan Abstract This study investigates the effect of applying a socio-emotional approach to learning Islamic Religious Education at SDN 1 Telukjambe Timur. Karawang. This approach is analyzed in the context of social interaction between students and the development of emotional well-being. The case study method was used in this study, with data collection through observation, interviews, and document analysis. The findings show that the application of a socio-emotional approach increases positive social interactions among students, encourages cooperation in groups, and develops the ability to manage conflict wisely. addition, this approach also contributes to developing students' emotional well-being, increasing selfawareness, coping with stress, and forming supportive relationships. Strong collaboration between teachers, parents and schools has proven to be the key to the success of implementing this approach, with each party providing support and guidance that supports students' socio-emotional development. This study concludes that the socio-emotional approach has a positive impact on shaping the character, social skills, and emotional well-being of students. Recommendations are provided for further development in applying this approach in various educational contexts. Keywords: socio-emotional approach. Islamic Religious Education, social interaction, emotional well-being Pendahuluan Pendekatan sosioemosional dalam pengelolaan kelas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 1 Telukjambe Timur. Karawang merupakan salah satu aspek penting dalam 50 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin mencapai tujuan pendidikan yang komprehensif. Pendidikan tidak hanya berkutat pada aspek kognitif semata, tetapi juga harus memperhatikan perkembangan sosial dan emosional peserta didik(Pai, 2. Dengan memahami bahwa pembelajaran agama Islam bukan hanya tentang penguasaan pengetahuan, melainkan juga tentang membentuk karakter dan sikap positif dalam kehidupan sehari-hari, pendekatan sosioemosional menjadi relevan untuk diaplikasikan. Dalam konteks pendidikan agama Islam, interaksi sosial antarpeserta didik sangatlah Melalui interaksi ini, mereka dapat belajar untuk bersikap toleran, menghargai Pendekatan memungkinkan guru untuk menciptakan lingkungan kelas yang inklusif, di mana setiap individu merasa diterima dan dihargai(Rahmawati & Saptandari, 2. Selain itu, aspek emosional juga turut menjadi fokus dalam pendekatan ini. Guru dapat membantu peserta didik mengelola emosi dengan baik, sehingga mereka dapat belajar dengan lebih efektif dan menjaga kesejahteraan SDN 1 Telukjambe Timur. Karawang, sebagai tempat implementasi pendekatan ini, memiliki peran krusial dalam membentuk generasi yang memiliki keseimbangan antara pengetahuan agama dan kemampuan bersosialisasi. Dengan menerapkan pendekatan sosioemosional, sekolah ini dapat menciptakan suasana belajar yang menginspirasi, di mana diskusi terbuka dan pemahaman kolektif menjadi landasan(Syamsul Hadi, 2. Para peserta didik dapat diajak untuk berempati, berkolaborasi, dan mengembangkan soft skill yang akan sangat bermanfaat dalam kehidupan mendatang. Dalam pendekatan ini, kerjasama antara guru, orangtua, dan sekolah menjadi kunci. Orangtua dapat mendukung perkembangan sosioemosional anak di rumah, sementara guru dan sekolah dapat memberikan panduan serta bimbingan yang konsisten di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, pendekatan sosioemosional dalam pengelolaan kelas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 1 Telukjambe Timur. Karawang, bukan hanya sekadar konsep, tetapi juga menjadi praktek nyata untuk membentuk generasi yang berkualitas dan berakhlak mulia. Metode Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus sebagai kerangka utama(Prihatsanti et al. , 2. Metode ini akan memungkinkan peneliti untuk memahami secara mendalam tentang penerapan pendekatan sosioemosional dalam pengelolaan kelas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 1 Telukjambe Timur. Karawang. Berikut adalah langkah-langkah metode penelitian yang akan digunakan: Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Pengumpulan Data: Peneliti akan mengumpulkan data melalui observasi langsung di kelas, wawancara dengan guru, orangtua, dan peserta didik, serta analisis dokumen terkait kurikulum, rencana pembelajaran, dan kebijakan sekolah. Analisis Temuan: Temuan yang diperoleh dari analisis data akan digunakan untuk merumuskan kesimpulan yang mendalam mengenai pengaruh penerapan pendekatan sosioemosional dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 1 Telukjambe Timur. Karawang. Interpretasi dan Diskusi: Hasil analisis akan diinterpretasikan dengan mengaitkan temuan dengan konsep teoretis yang relevan. Diskusi akan menggambarkan implikasi temuan terhadap praktik pengajaran, serta memberikan pemahaman lebih dalam terhadap dampak penerapan pendekatan sosioemosional. Hasil Dan Pembahasan Pengaruh Penerapan Pendekatan Sosio Emosional Terhadap Interaksi Sosial Antarpeserta Didik dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 1 Telukjambe Timur. Karawang Penerapan pendekatan sosioemosional dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 1 Telukjambe Timur. Karawang, memiliki dampak yang signifikan terhadap interaksi sosial antarpeserta didik. Pendekatan ini menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mempromosikan interaksi yang positif di antara peserta didik. Melalui pembelajaran yang berfokus pada aspek sosial dan emosional, peserta didik belajar untuk berinteraksi dengan penuh pengertian, membangun hubungan yang harmonis, dan menghargai perbedaan. Dalam konteks ini, pengaruh penerapan pendekatan sosioemosional tampak dalam meningkatnya kemampuan peserta didik untuk bekerja sama dalam kelompok, berbagi ide, dan saling mendukung satu sama lain(Tusyana et al. , 2. Mereka belajar untuk mendengarkan dengan empati, menghormati pandangan teman sekelas, serta memahami bahwa setiap individu memiliki pengalaman dan latar belakang yang berbeda. Dalam suasana yang mendukung, peserta didik lebih terbuka untuk berbicara, berdiskusi, dan bertukar pendapat, sehingga tercipta iklim belajar yang kondusif. Penerapan pendekatan sosioemosional juga memberikan dampak positif terhadap kemampuan peserta didik dalam mengatasi konflik dan perbedaan pendapat(Shaifudin, 2. Mereka diajarkan untuk mengelola emosi dengan bijaksana, sehingga ketika menghadapi situasi konflik, mereka cenderung menggunakan pendekatan komunikatif dan mencari solusi Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Hal ini menghindarkan terjadinya konflik yang merugikan dan memungkinkan terciptanya atmosfer kerjasama yang erat. Selain itu, penerapan pendekatan ini juga memberikan dampak pada pengembangan sikap empati dan kepedulian terhadap sesama. Peserta didik belajar untuk memahami perasaan dan situasi orang lain, serta merespons dengan sikap yang bijaksana dan mendukung. Mereka menjadi lebih peka terhadap kebutuhan dan kesulitan teman sekelas, yang pada gilirannya memperkuat hubungan antarpeserta didik. Penerapan pendekatan sosioemosional dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 1 Telukjambe Timur. Karawang, berpengaruh secara positif terhadap interaksi sosial antarpeserta didik. Lingkungan belajar yang inklusif dan penuh pengertian mendorong terbentuknya hubungan yang harmonis, meningkatkan keterampilan dalam mengelola konflik, serta mengembangkan sikap empati dan kepedulian terhadap sesama. Hal ini tidak hanya memberikan dampak positif dalam konteks pembelajaran, tetapi juga membekali peserta didik dengan keterampilan sosial yang penting dalam kehidupan sehari-hari dan masa depan. Dampak Penerapan Pendekatan Sosio Emosional Terhadap Pengembangan Kesejahteraan Emosional Peserta Didik dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 1 Telukjambe Timur. Karawang Penerapan pendekatan sosioemosional dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 1 Telukjambe Timur. Karawang, memberikan dampak yang positif terhadap pengembangan kesejahteraan emosional peserta didik. Pendekatan ini memperhatikan aspek emosional peserta didik secara komprehensif, membantu mereka dalam mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi dengan bijaksana. Salah satu dampak utama dari penerapan pendekatan sosioemosional adalah peningkatan kesadaran diri peserta didik terhadap emosi mereka sendiri(Andriani, 2. Melalui refleksi dan diskusi dalam pembelajaran, peserta didik diajarkan untuk mengenali perasaan mereka sendiri dan meresponnya dengan cara yang sehat. Ini membantu mereka menghindari penekanan emosi negatif yang dapat mengganggu kesejahteraan mental. Pendekatan sosioemosional juga berkontribusi pada kemampuan peserta didik dalam mengelola stres dan tekanan. Mereka diberdayakan dengan strategi pemecahan masalah, relaksasi, dan teknik pernapasan yang membantu mereka meredakan stres. Ini menjadi penting dalam menjaga keseimbangan mental dan menjalani kehidupan yang lebih produktif. Selanjutnya, penerapan pendekatan ini memfasilitasi pembentukan hubungan yang mendukung dan saling peduli antarpeserta didik(Shaifudin, 2. Lingkungan yang 53 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin mendorong pengungkapan emosi dan perasaan dengan bebas menciptakan rasa aman dan dukungan sosial di antara mereka. Ini membantu dalam mengatasi perasaan kesepian dan meningkatkan kesejahteraan emosional secara keseluruhan. Dampak positif lainnya adalah pengembangan kemampuan berempati. Peserta didik belajar untuk memahami perasaan dan pandangan orang lain, yang pada gilirannya meningkatkan hubungan interpersonal mereka(Nauli Thaib, 2. Mereka menjadi lebih peka terhadap kebutuhan dan kesulitan orang lain, dan siap memberikan dukungan ketika diperlukan. Peran Kerjasama Antara Guru. Orangtua, dan Sekolah Dalam Mendukung Efektivitas Penerapan Pendekatan Sosio Emosional dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 1 Telukjambe Timur. Karawang Kerjasama yang erat antara guru, orangtua, dan sekolah memiliki peran yang krusial dalam mendukung efektivitas penerapan pendekatan sosioemosional dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 1 Telukjambe Timur. Karawang. Sinergi di antara tiga pihak ini menciptakan lingkungan belajar yang holistik dan mendukung perkembangan sosioemosional yang lebih baik bagi peserta didik. Pertama-tama, guru memegang peran sentral dalam mengaplikasikan pendekatan sosioemosional di kelas. Mereka memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang inklusif, mendukung, dan penuh pengertian. Dengan menggunakan pendekatan yang tepat, guru dapat memfasilitasi diskusi terbuka, mendorong peserta didik untuk berbagi perasaan dan pemikiran, serta mengajarkan keterampilan sosial dan emosional yang penting(Sosial, 2. Mereka juga bertugas untuk memberikan panduan kepada peserta didik dalam mengelola emosi dan konflik dengan cara yang sehat. Orangtua memiliki peran penting dalam melengkapi pendekatan sosioemosional di lingkungan sekolah. Komunikasi yang baik antara orangtua dan guru dapat membantu dalam memahami perkembangan emosional peserta didik di rumah dan di sekolah. Orangtua juga bisa mendukung pendekatan ini dengan melibatkan diri dalam aktivitas yang mempromosikan kesejahteraan sosioemosional, seperti diskusi keluarga dan kegiatan sosial(Qomariah et al. Selain itu, mereka dapat memberikan dukungan emosional dan bimbingan untuk menghadapi situasi yang menantang. Sekolah sebagai institusi memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang mendukung penerapan pendekatan sosioemosional. Ini termasuk dalam pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan aspek sosioemosional, pelatihan bagi guru dalam strategi pengajaran yang mendukung perkembangan keterampilan sosial dan emosional peserta didik, 54 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin serta mengadakan kegiatan ekstrakurikuler yang memperkaya pengalaman sosial mereka. Dalam sinergi antara guru, orangtua, dan sekolah, informasi dan pengalaman dapat saling dipertukarkan untuk meningkatkan penerapan pendekatan sosioemosional. Rapat berkala antara ketiga pihak ini dapat membahas perkembangan peserta didik secara menyeluruh, mengidentifikasi area yang perlu diperkuat, dan merumuskan strategi bersama dalam mendukung kesejahteraan emosional mereka. Secara keseluruhan, kerjasama yang efektif antara guru, orangtua, dan sekolah menjadi sosioemosional dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 1 Telukjambe Timur. Karawang. Dengan kolaborasi yang kuat, peserta didik akan mendapatkan dukungan holistik dalam mengembangkan keterampilan sosial dan emosional yang akan membawa manfaat jangka panjang dalam kehidupan mereka. Kesimpulan Penerapan pendekatan sosioemosional dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 1 Telukjambe Timur. Karawang, memiliki dampak yang positif dan signifikan terhadap interaksi sosial antarpeserta didik, pengembangan kesejahteraan emosional, dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung. Dengan memperhatikan aspek sosial dan emosional, pendekatan ini mampu membentuk karakter yang kuat dan sikap positif dalam kehidupan sehari-hari. Melalui interaksi sosial yang dipromosikan oleh pendekatan ini, peserta didik belajar untuk bersikap toleran, menghargai perbedaan, dan membangun hubungan yang harmonis di kelas. Mereka juga mampu mengelola konflik dengan cara yang sehat, memupuk kemampuan berempati, dan mengembangkan keterampilan kerjasama yang penting dalam masyarakat yang semakin kompleks. Pengembangan kesejahteraan emosional peserta didik juga menjadi fokus penting dalam penerapan pendekatan sosioemosional ini. Mereka belajar mengenali dan mengelola emosi dengan bijaksana, serta mengatasi stres dan tekanan dengan strategi yang tepat. Lingkungan belajar yang mendukung juga mendorong terbentuknya hubungan yang mendukung dan saling peduli di antara peserta didik. Kerjasama antara guru, orangtua, dan sekolah menjadi fondasi yang penting dalam mendukung efektivitas penerapan pendekatan sosioemosional. Melalui sinergi ini, peserta didik mendapatkan dukungan yang holistik dalam mengembangkan keterampilan sosial dan emosional 55 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Guru berperan dalam menciptakan lingkungan kelas yang inklusif, orangtua memberikan dukungan di rumah, dan sekolah menciptakan kerangka yang mendukung penerapan pendekatan Dengan kesimpulan ini, jelaslah bahwa pendekatan sosioemosional memiliki potensi untuk memberikan dampak positif dan menyeluruh dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 1 Telukjambe Timur. Karawang. Pengembangan aspek sosial dan emosional membentuk peserta didik yang lebih siap menghadapi tantangan kehidupan, menjaga keseimbangan mental, dan berkontribusi dalam masyarakat secara positif Daftar Pustaka