SADEWA Volume 01. Nomor 02. Tahun 2023 ISSN: 2986-0652 Jurnal Pengabdian Masyarakat . edia onlin. PEMBERDAYAN PEREMPUAN MELALUI PENDIDIKAN dan PELATIHAN PIJAT BAYI GUNA MENDUKUNG DESA RAMAH PEREMPUAN dan ANAK Rizki fitrianingtyas*, 1 Zaida Mauludiyah, 1Dini Eka Pripuspitasari Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas dr. Soebandi *email corresponding:Rizkifitrianingtyas@gmai. Received : 19-06-2023 Revised : 09-08-2023 Acepted : 30-09-2023 DOI: http://doi. org/XX. x/x Keywords: Women Empowerment. Education. Baby Massase. ABSTRACT The social group which is the smallest part in the composition of society which has a social order in which there is an adjustment process in making the right decisions to reach a mutual agreement is the family. In its implementation, household life does not always run harmoniously. Debates and arguments between husband and wife often occur so that this often encourages the possibility of divorce. This service aims to increase the knowledge of female heads of households through Baby Massage to support Women and Children Friendly villages. Baby massage is a common thing that is usually done by the community to keep babies fit and also cure Baby massage, which is mostly done by village people, is usually done by traditional massage healers. Baby massage performed by traditional massage healers with hereditary knowledge that aims to cure disease. conducting socialization and training on the benefits of infant massage, it is hoped that the community will be more aware of women and children. The community also creates a child- and women-friendly village. PENDAHULUAN Baby massase atau biasa kita sebut pijat bayi adalah salah satu bentuk kearifan lokal yang digunakan untuk pengobatan tradisional terapi sentuh yang dikenal manusia dan yang masih diterapkan. Hal ini menunjukkan bahwa pijat bayi merupakan seni perawatan di bidang kesehatan dan pengobatan tradisional yang lakukan sejak bertahun tahun silam. Pijat bayi tradisional yang sering dilakukan di desa dikerjkaan oleh dukun pijat dengan ilmu yang diturunkan dari nenek moyang yang digunakan untuk menyembuhkan suaty penyakit (Bastian. Syarifah, and Tukiman 2. Dalam pijat tradisional, pijat lebih berakar pada ilmu turun temurun daripada metode yang ditulis dalam banyak buku dan mengikuti standar kesehatan dan keselamatan pijat, pijat tradisional lebih mengarah ke Tindakan terapeutik dari tindakan Beberapa metode dan bahan yang digunakan tidak cocok yang sesuai dengan pijat bayi. Misalnya cara mengangkat kaki dan tangan bayi, bayi terus menangis dan terus dipijat, tanpa menggunakan bahan yang aman bagi kulit bayi seperti minyak goreng, kunyit misalnya, dan sedikit kasar pada kulit bayi, selain itu ada alat pemijat bayi yang menggunakan perhiasan saat memijat bayi. Selama ini pijat tidak hanya dilakukan pada bayi yang sehat, tetapi juga dilakukan pada bayi yang sakit atau rewel dan sudah menjadi rutinitas perawatan bayi setelah lahir. Menyentuh dan memijat bayi Anda tepat setelah lahir adalah kelanjutan dari http://journal. id/index. php/sadewa Rizki Fitrianingtyas, et al . SADEWA. , 11-17 kontak fisik yang dibutuhkan bayi Anda untuk menjaga rasa aman. Belaian dan tatapan kasih sayang yang diberikan ibu kepada bayinya melalui pijatan akan dibalas oleh bayi sebagai bentuk perlindungan, perhatian dan kasih sayang kepada bayi, sehingga mempererat hubungan bayi dengan bayi ibu dan anak. dan mengirimkan kekuatan ikatan cinta antara dua orang (Rusli 2. Pijat bayi modern yang kita gunakan pada pengabdian masyarakat ini merupakan pijat bayi yang sesuai dengan studi ilmiah yang mempunyai berbagai manfaat. Pada bayi yang rutin melakukan baby massase mempunyai motoric halus dan kasar yang lebih baik dari pada yang tidak melakukan baby massase (Puteri. Taufik, and Nurul 2. Pendidikan dan pelatihan yang diberikan kepada masyarakat tentang baby massase dan spa akan meningkatkan keinginan masyakarat untuk melakukan halnya. Faktor penting lainnya untuk meningkatkan sikap ibu terhadap spa bayi adalah ketersediaan sumber daya medis . enyediakan layanan infant sp. Ketersediaan sumber daya medis mengacu pada adanya kemudahan akses pelayanan infant spa . arak dan kemudahan akses fasilitas spa ana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara akses pelayanan kesehatan dengan perilaku ibu saat menerima pelayanan. Peneliti tertarik untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan sikap ibu saat pergi ke baby spa. (Egziabher and Edwards 2. Berdasarkan Berdasarkan data Administrasi Pemerintahan Desa tahun 2010, jumlah penduduk Desa Kamal adalah terdiri dari 1. 449 KK, dengan jumlah total 5. 421 jiwa, dengan 628 laki-laki dan 2. 793 perempuan. Dari data di atas nampak bahwa penduduk usia produktif pada usia 20-49 tahun Desa Kamal sekitar 2. atau hampir 47 %. Hal ini merupakan modal berharga bagi pengadaan tenaga produktif dan SDM. Tingkat kemiskinan di Desa Kamal termasuk sedang. Dari jumlah 1. 449 KK di atas, sejumlah 327 KK tercatat sebagai Pra Sejahtera. 372 KK tercatat Keluarga Sejahtera I. 259 KK tercatat Keluarga Sejahtera II. KK tercatat Keluarga Sejahtera i. 109 KK sebagai sejahtera i plus. Jika KK golongan Prasejahtera dan KK golongan I digolongkan sebagai KK golongan miskin, maka lebih 46 % KK Desa Kamal adalah keluarga miskin. 15 % keluarga miskin yang ada di Desa Kamal merupakan Perempuan Kepala Keluarga yang bekerja sebagai buruh Tani dan Pembantu rumah tangga paruh waktu. Penyediaan dan peningkatan pengetahuan Pijat Bayi dan Spa di Desa Kamal Kecamatan Arjasa diharapkan mampu meningkatkan kebutuhan Pijat Bayi dan Spa. Pemanfaatkan warga lokal sendiri dalam hal ini Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran PEKKA tentang kesadaran pentingnya Pijat Bayi untuk memaksimalkan tumbuh kembang bayi. Dengan melibatkan perempuan dan Peduli Anak maka tujuan SDGAos Desa dengan mengintegrasikan perpektif gender dan hak anak dalam tata Kelola penyelenggaraan pemerintah desa, pembangunan desa serta pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa yang dilakukan secara terencana menyeluruh berkelanjutan sesuai dengan visi pembangunan Indonesia. METODE Metode pelaksanaan dengan mengadakan pendekatan, komunikasi. Edukasi dan pemberdayaan pada para perempuan kepala kepala rumah tangga. Langkah pertama yaitu sbb: Melakukan pendekatan pada lahan di Desa Kamal kecamatan Arjasa, melaksanakan survey angka PEKKA di Desa Kamal Arjasa. , membagikan kuesioner tentang Pijat Bayi di desa Kamal Kecamatan Arjasa. Melakukan Pendidikan dan Pelatihan kepada PEKKA. Melaksanakan Rencana Pelayanan Pijat bayi di Desa Kamal kecamatan Arjasa sebagai Implementasi Desa Ramah Perempuan dan Anak dan sosialisasi hasil. http://journal. id/index. php/sadewa Rizki Fitrianingtyas, et al . SADEWA. , 11-17 Pelaksan APendekatan Lahan APengumpulkan Participan APre test APelatihan ADemontrasi APost test Persiapan APraktik Pijat Bayi AEvaluasi kegiatan Evaluasi Gambar 1. Alur Metode Pelaksanan Pengabdian HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Program pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 20 Perempuan dengan rata rata usia 20-35 tahun. Sebelum melakukan Pendidikan dan pelatihan tentang tentang pijat bayi dilakukan pretest. Pada pretest diikuti 20 orang perempuan, untuk kemudian peneliti ambil yang bersedia mengikuti pelatihan pijat bayi. Karakteristik Responden berdasarkan Tingkat Pendidikan partisipan: Jumlah SMP SMA Gambar 2. Gambar karakteristik Pendidikan partisipan Gambar ini menunjukkan bahwa partisipan yang mengikuti pelatihan pijat bayi paling besar mempunya tingkat Pendidikan SMA. http://journal. id/index. php/sadewa Rizki Fitrianingtyas, et al . SADEWA. , 11-17 Kurang Cukup Sebelum Baik Sesudah Gambar 3. Gambar Pengetahuan pijat bayi Sebelum dan Sesudah Pelatihan Pada Gambar 3 di atas menunjukkan responden paling banyak dengan pengetahuan baik yaitu sebanyak 17 orang . %) dan paling sedikit dengan pengetahuan kurang yaitu sebanyak 1 orang . %). Sering kali masyarakat mengartikan Kesehatan adalah sesuatu yang hanya berfokus pada Kesehatan fisik. Kesehatan masyarakat dianggap sebagai hal yang sederhana yang kerap kali mengabaikan usaha usaha yang menjaga agar kesehatan tetap terjaga. Kesehatan masyarakat dapat menjadi komponen yang relatif kecil dari setiap sistem kesehatan dibandingkan dengan penyediaan layanan kesehatan kuratif pada tingkat individu. Namun, fungsi inti kesehatan masyarakat dan kontribusinya terhadap setiap sistem kesehatan merupakan pusat sistem yang efektif. Perempuan dianggap memiliki peran yang lebih besar dalam membesarkan dan mendidik anak dalam keluarga. Pola asuh adalah perilaku ibu dalam dari informasi baik dari pendidikan formal maupun media . on forma. , seperti radio, televisi, internet, surat kabar, majalah, dan lain-lain. Tingkat pendidikan mempengaruhi seseorang dalam menerima informasi. Orang dengan pendidikan yang lebih baik lebih mudah menerima informasi daripada mereka yang berpendidikan lebih rendah. Informasi ini digunakan untuk membantu ibu merawat anak-anak mereka dalam kehidupan (Fifi and Hendi 2. Pijat bayi juga mampu meningkatkan berat badan sangat signifikan dengan adanya karena peningkatan berat badan normal bayi usia 3 Ae 5 bulan adalah 500- 800 gram/bulan, sedangkan usia 6-12 bulan adalah 200-400 gram 10 . Pemberian treatment pijat bayi adalah suatu bentuk treatment alternatif terbaik dan murah dalam upaya menaikkan berat badan bayi secara optimal sehingga menambah bobot bayi dan meningkatkan tumbuh kembang anak di kemudian hari. Pijat bayi secara rutin memang berguna untuk mempertahankan kesehatan Apalagi karena pijat bayi murah, mudah dan sudah biasa dilakukan di Indonesia sehingga bukan merupakan hal yang baru bagi kultur kita 11 mengemukakan bahwa pijat bayi mempunyai efek biokimia dan efek fisik atau klinis bagi tubuh bayi. Bagi bayi dapat mengembangkan komunikasi, mengurangi stres atau tekanan dan mengurangi gangguan sakit atau mengurangi nyeri (Purwanti 2. Pemberdayaan perempuan dalam meningkatkan Kesehatan dalam masyarakat mempunyai kontribusi yang penting (Doss 2. Hubungan emosional anggota keluarga lainnya mengarah pada rutinitas. Adanya faktor-faktor tersebut membuat pemberian makan pada anak menjadi perhatian, karena perilaku dan sikap yang menjadi ciri kebiasaan makan dapat mempengaruhi suplai gizi anak (Duflo 2. Pemberdayaan perempuan bukan hanya proses eksternal, tetapi juga melibatkan perubahan internal di dalam diri mereka. Selama lima dekade terakhir, konsep pemberdayaan perempuan telah mengalami pergeseran besar dari pendekatan kesejahteraan menuju keadilan. Pemberdayaan perempuan merupakan konsep http://journal. id/index. php/sadewa Rizki Fitrianingtyas, et al . SADEWA. , 11-17 multidimensi dengan banyak perbedaan pendapat dalam definisi dan pengukurannya. Ini dapat dikonseptualisasikan sebagai kekuatan untuk membuat pilihan. Ini telah digambarkan sebagai proses evolusioner di mana wanita mengembangkan kemampuan untuk menentukan nasib sendiri dan membuat pilihan hidup yang strategis di area di mana mereka sebelumnya tidak dapat melakukannya. Pemberdayaan perempuan sekalipun belum menjadi syarat yang cukup, namun tetap diperlukan untuk mencapai pembangunan yang berkeadilan dan Konferensi Internasional PBB tentang Kependudukan dan Pembangunan (ICPD) di Kairo . dan Konferensi Dunia Keempat tentang Perempuan di Beijing . menjelaskan faktor-faktor yang dianggap penting untuk pemberdayaan perempuan (UNFPA Gambar 4. Gambar Pengetahuan pijat bayi Sebelum dan Sesudah Pelatihan Pijat bayi mempunyai manfaat yang sangat banyak diantaranya adalah mencegahan Gizi buruk dan stunting merupakan masalah gizi utama yang akan berdampak pada kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat. Ada bukti kuat bahwa orang yang pendek memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi dan peningkatan morbiditas. Keterlambatan perkembangan akan mempengaruhi kinerja fisik di tempat kerja dan fungsi mental dan intelektual akan terganggu. Jackson dan Calder . juga mendukung hal ini, berpendapat bahwa stunting dikaitkan dengan gangguan fungsi kekebalan tubuh dan peningkatan risiko Dampak gangguan pada bayi dan anak kecil terutama stunting dapat menyebabkan gangguan perkembangan kognitif dan peningkatan risiko penyakit menular serta kematian lebih lanjut. Stunting atau undernutrition juga terkait dengan prestasi akademik, bahkan pada tingkat tinggi dapat menurunkan produktivitas orang dewasa. Penelitian yang dilakukan Vita dkk pada tahun 2019 manfaat pijat bayi mampu meningkatkan perkembangan motoric halus dan motorik kasar pada balita. Hal ini dikarenakan pijat bayi mampu menstimulasi otot dan syaraf sehingga berkembang dengan baik (Puteri et al. Pijat bayi mempunyai manfaat yang sangat banyak diantaranya adalah mencegahan stunting. Stunting merupakan masalah gizi utama yang mempengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Terdapat bukti kuat bahwa penderita stunting memiliki angka kematian yang lebih tinggi akibat berbagai penyebab peningkatan kejadian penyakit. Stunting mengganggu kemampuan fisik untuk bekerja dan mengganggu fungsi mental dan intelektual (Fitrianingtyas 2. Perawatan non obat untuk meningkatkan nafsu makan bayi diperlukan untuk membantu bayi menambah berat badan dan mencegah kekurangan gizi pada bayi. Pijat bayi merupakan salah satu cara yang dapat dianjurkan dan aman untuk bayi. Pijat bayi adalah bagian dari terapi sentuhan yang dilakukan pada tubuh bayi untuk memastikan kontak tubuh http://journal. id/index. php/sadewa Rizki Fitrianingtyas, et al . SADEWA. , 11-17 yang berkelanjutan, menjaga rasa aman bayi dan mempererat ikatan orangtua-anak (Marwang et al. KESIMPULAN Pendidikan dan Pelatihan tentang Pijat Bayi di desa Arjasa mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pijat bayi yang sesuai dengan pijat bayi yang Pemberdayaan perempuan untuk pelatihan pijat bayi diharapkan mampu meningkatkan Kesehatan bayi dan balita kususnya pemantauan tumbuh kembang balita. Kegiatan Pengabdian selanjutnya diharapkan bisa melibatkan masyarakat lebih banyak dan ikut menyediakan sarana dan prasarana kegiatan pijat bayi di desa Kamal Arjasa. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kami sampaikan kepada Mitra Pengabdian Masyarakat yaitu Masyarakat desa Arjasa dan LPPM Universitas dr Soebandi yang telah mendanai kegiatan ini sehingga bisa terlaksana kegiatan ini dengan baik. DAFTAR PUSTAKA