EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November-Desember 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational KEEFEKTIFAN MODEL PROJECT BASED LEARNING (PJBL) BERBANTU MEDIA KONKRET TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR IPAS KELAS V SEKOLAH DASAR ISFATHIA NURHASANAH1. ARFILIA WIJAYANTI2. RYKY MANDAR SARY3 PGSD. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas PGRI Semarang E-mail: isfathianurhasanah@gmail. com1, arfiliawijayanti@upgris. id2E, rykymandarsary@upgris. ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya inovasi model pembelajaran yang digunakan guru dalam proses pembelajaran khususnya pada mata pelajaran IPAS, sehingga peserta didik menjadi pasif dan kurang tertarik dalam pembelajaran. Selain itu, kurangnya penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar akan membuat minat belajar peserta didik menurun yang mengakibatkan hasil belajar peserta didik rendah. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi dalam pembelajaran IPAS untuk menumbuhkan semangat dan antusias peserta didik dalam proses pembelajaran, salah satunya dengan model Project Based Learning (PjBL) berbantu media Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini, yaitu . mengidentifikasi efektif atau tidaknya model Project Based Learning (PjBL) berbantu media konkret terhadap minat belajar peserta didik kelas V pada pembelajaran IPAS materi perubahan kondisi bumi karena faktor alam. mengidentifikasi efektif atau tidaknya model Project Based Learning (PjBL) berbantu media konkret terhadap hasil belajar peserta didik kelas V pada pembelajaran IPAS materi perubahan kondisi bumi karena faktor alam. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu Sekolah Dasar Negeri di Desa Sonokidul. Kecamatan Kunduran. Kabupaten Blora, pada semester gasal Tahun Pelajaran 2024/2025. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas V yang berjumlah 25, terdiri dari 14 peserta didik laki-laki dan 11 peserta didik Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain eksperimen yang digunakan yaitu pre-experimental design dengan bentuk one group pretest-posttest. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil penelitian, yaitu . model Project Based Learning (PjBL) berbantu media konkret efektif terhadap minat belajar peserta didik pada pembelajaran IPAS kelas V ditandai dengan perolehan hasil persentase minat belajar peserta didik selama tiga pertemuan Ou 60%. model Project Based Learning (PjBL) berbantu media konkret efektif terhadap hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPAS kelas V ditandai dengan perolehan hasil belajar ranah afektif, kognitif, maupun psikomotorik peserta didik Ou 70. Kata Kunci: Project Based Learning. media konkret. minat belajar. hasil belajar. ABSTRACT This research is based on the lack of innovation in learning models used by teachers in the learning process, especially in science and science subjects, so that students become passive and less interested in learning. In addition, the lack of use of learning media in the learning process will make students interest in learning decrease, resulting in low student learning Therefore, innovation is needed in science and technology learning to foster the enthusiasm of students in the learning process, one of which is with the Project Based Learning (PjBL) model assisted by concrete media. The objectives to be achieved in this study are . to identify whether or not the Project Based Learning (PjBL) model assisted by concrete media is effective or not on the learning interest of class V students in learning science and science materials on changes in the earth's conditions due to natural factors. identify the Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November-Desember 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational effectiveness or not of the Project Based Learning (PjBL) model assisted by concrete media on the learning outcomes of class V students in the learning of science and science materials on changes in the earth's conditions due to natural factors. This research was carried out at one of the State Elementary Schools in Sonokidul Village. Kunduran District. Blora Regency, in the odd semester of the 2024/2025 Academic Year. The population in this study is all class V students totaling 25, consisting of 14 male students and 11 female students. This study uses a quantitative approach with an experimental method. The experimental design used is a preexperimental design in the form of one group pretest-posttest. The data collection techniques used in this study consist of interviews, observations, tests, and documentation. Based on data analysis, the results of the research were obtained, namely . the Project Based Learning (PjBL) model assisted by concrete media is effective on students learning interest in learning science science class V characterized by the acquisition of the percentage of students learning interest during three meetings Ou 60%. the Project Based Learning (PjBL) model assisted by concrete media is effective on the learning outcomes of students in class V science learning characterized by the acquisition of learning outcomes in the affective, cognitive, and psychomotor domains of students Ou 70. Keywords: Project Based Learning. concrete media. learning interest. learning outcomes. PENDAHULUAN Pendidikan memegang peranan penting dalam mengembangkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM). Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi tolak ukur pembangunan suatu negara. Tujuan pendidikan dapat terealisasikan melalui kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah. Pinatih . menjelaskan bahwa pembelajaran pada dasarnya merupakan suatu kegiatan terencana yang menuntut atau memotivasi seseorang untuk belajar dengan baik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran merupakan kombinasi dari dua hal yaitu konsep belajar dan mengajar. QurAoani . 3: . menjelaskan bahwa belajar merupakan suatu proses aktivitas seseorang melalui pelatihan atau pengalaman yang menghasilkan perubahan perilaku positif dalam jangka panjang. Kegiatan pembelajaran hendaknya dirancang responsif dan berpusat pada peserta didik untuk mencapai tujuan Keberhasilan peserta didik dalam proses pembelajaran tergantung pada faktor internal maupun ekternal. Hamalik . 3: . menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor kondisional yang dapat memengaruhi belajar efektif peserta didik, diantaranya yaitu: . belajar memerlukan waktu yang berulang-ulang. belajar memerlukan latihan secara terus menerus. belajar dilaksanakan dalam suasana senang. belajar sesuai kemampuan. belajar dengan persiapan terlebih dahulu, dan lain sebagainya. Faktor tersebut harus dipahami oleh pendidik untuk mencapai tujuan pembelajaran secara maksimal, salah satunya pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Susilowati . menyatakan bahwa pembelajaran IPAS merupakan pembelajaran ilmiah yang berkaitan dengan pengetahuan sistematis tentang Oleh karena itu, bukan hanya kemampuan mengakumulasikan pengetahuan berupa fakta, konsep, tetapi juga mengenai proses penemuan. Pembelajaran IPAS menganut sistem konstruktivisme, sehingga guru hanya sebagai fasilitator sedangkan peserta didik yang mendominasi atau berperan aktif dalam kelas. Pembelajaran ini hendaknya dirancang dengan melibatkan partisipasi aktif peserta didik untuk mengembangkan pengetahuannya. Namun faktanya banyak peserta didik merasa kesulitan dalam menerima pembelajaran IPAS. Hal ini dikarenakan guru belum menerapkan model pembelajaran inovatif, yang dapat menciptakan pembelajaran bermakna pada peserta Sebagian guru masih menggunakan model pembelajaran yang monoton seperti model pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru. Padahal seorang guru mempunyai peran Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November-Desember 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational penting dalam mendorong pembelajaran sekolah. Hendracipta . 1: . mendefinisikan bahwa model pembelajaran dapat menggambarkan atau mendeskripsikan suatu proses pembelajaran, lingkungan belajar, dan penggunaan perangkat pembelajaran yang telah dirancang secara Model pembelajaran tercipta ketika pendekatan, strategi, dan metode pembelajaran digabungkan menjadi satu kesatuan. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan minat belajar peserta didik yang akan mempengaruhi hasil belajarnya. Aminah et al. menyatakan bahwa anak usia sekolah dasar mempunyai karakteristik yang menarik. Hal ini patut dipahami oleh seorang guru dalam menentukan model pembelajaran yang tepat. Upaya yang dapat dilakukan guru adalah menerapkan model pembelajaran inovatif yang menunjang pengembangan karakteristik peserta didik, salah satunya yaitu model Project Based Learning (PjBL). Wijayanti et al. menyatakan bahwa model pembelajaran berbasis proyek mampu melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi dan lierasi sains yang menjadi ciri pembelajaran abad 21. Aziz et al. menyatakan bahwa model Project Based Learning (PjBL) memudahkan peserta didik dalam menemukan solusi dan memberi tantangan pada peserta didik dalam penyelesaian proyek yang telah dibuatnya, sehingga menuntut mereka untuk berpikir kreatif. Dengan itu, proses pembelajaran menjadi lebih interaktif dibandingkan model pembelajaran sebelumnya. Model pembelajaran yang dirancang dengan baik oleh guru dapat meningkatkan minat belajar peserta didik. Mahdalena . menjelaskan bahwa karakteristik minat belajar adalah sesuatu yang memiliki perhatian dan ingatan berkelanjutan, memperoleh kebanggaan dan kepuasan terhadap hal yang disukai, keterlibatan dalam pembelajaran, serta ketergantungan budaya. Dengan adanya minat dalam diri peserta didik, mereka akan terus terdorong untuk tetap konsisten dan tekun dalam menunjang hasil belajar yang maksimal. Nugroho et al. menjelaskan bahwa hasil belajar dapat dicapai secara efektif apabila menghasilkan perubahan baik pengetahuan maupun perilaku sebagai hasil interaksi afektif, kognitif, dan psikomotorik. Setiawan et al. menyatakan bahwa hasil belajar merupakan keterampilan yang diperoleh peserta didik setelah melalui proses pembelajaran. Luqyana et al. menyatakan bahwa hasil belajar merupakan klimaks dari keberhasilan belajar peserta didik terhadap tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, untuk mendapatkan hasil belajar yang efektif, faktor instrumental ini dirancang sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kurikulum yang ada. Dari hasil observasi yang dilakukan peneliti, menjelaskan bahwa guru saat melakukan proses pembelajaran di kelas jarang menggunakan media pembelajaran karena lebih memilih menggunakan model pembelajaran konvensional yang sifatnya praktis. Dimana model pembelajaran ini hanya berpusat pada guru dan mengakibatkan tidak adanya keterlibatan peserta didik secara aktif. Permasalahan tersebut yang menyebabkan hasil belajar peserta didik masih terbilang rendah. Selain itu, menurunnya perhatian dan ketertarikan peserta didik dalam pembelajaran dapat disebabkan oleh kurangnya penggunaan media pembelajaran dalam proses Ditambah anggapan dari peserta didik bahwa mata pelajaran IPAS merupakan mata pelajaran yang materinya terlalu banyak dan cukup sulit untuk dipahami. Melihat adanya permasalahan dalam pembelajaran IPAS, maka pemilihan model pembelajaran yang efektif dan inovatif perlu memperhatikan karakteristik peserta didik dan menciptakan ruang eksplorasi. Salah satu model pembelajaran efektif yang dapat diterapkan dalam pembelajaran IPAS di kelas V SD yaitu model Project Based Learning (PjBL) berbantu media konkret. Wijayanti et al. menjelaskan bahwa model Project Based Learning (PjBL) atau berbasis proyek merupakan pembelajaran otonom yang dilakukan oleh peserta didik untuk menuntut mereka melaksanakan dan mendesain proyek yang dikerjakannya. Hal itu tentunya sesuai dengan prinsip learning by doing, dimana sains dibangun untuk menemukan dan mencari informasi secara individu melalui pengalaman nyata. Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November-Desember 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Adina et al. menyatakan bahwa dalam pelaksanaan model Project Based Learning (PjBL) lingkungan belajar harus didesain sedemikian rupa sehingga peserta didik dapat melakukan penyelidikan terhadap masalah nyata termasuk pendalaman materi dari suatu topik mata pelajaran. Dengan suasana belajar yang hidup dan menyenangkan akan membuat proses pembelajaran berjalan dengan efektif sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat belajar peserta didik yang akan berdampak terhadap hasil belajarnya. Berdasarkan paparan di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuKeefektifan model Project Based Learning (PjBL) berbantu media konkret terhadap minat dan hasil belajar IPAS kelas V SD pada materi perubahan kondisi bumi karena faktor alamAy. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain eksperimen yang digunakan yaitu pre-experimental design dalam bentuk one group pretestposttest. Sugiyono . 5: . menjelaskan bahwa one group pretest-posttest design akan menghasilkan perlakuan yang dapat diketahui lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberikan perlakuan. Peneliti tertarik untuk memilih penelitian dengan metode kuantitatif karena peneliti dapat mengidentifikasi pengaruh variabel bebas . terhadap variabel terikat . dalam kondisi yang terkendalikan. Variabel bebas . merupakan variabel yang memengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel terikat . (Sugiyono, 2015: . Variabel terikat . merupakan variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variabel bebas . (Sugiyono 2015: . Dalam penelitian ini, yang menjadi variabel bebas . yaitu model Project Based Learning (PjBL) berbantu media konkret sedangkan variabel terikat . yaitu minat dan hasil belajar IPAS peserta didik kelas V SD pada materi perubahan kondisi bumi karena faktor alam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2024 selama 3 kali pertemuan dengan alokasi waktu 2 x 35 menit . JP). Penelitian ini dilakukan di salah satu Sekolah Dasar Negeri di Desa Sonokidul. Kecamatan Kunduran. Kabupaten Blora. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V yang berjumlah 25 peserta didik. Teknik sampling yang diguankan dalam penelitian ini yaitu sampling jenuh. Diadaptasi dari teori pengambilan sampel, bahwa jumlah populasi kurang dari 100, maka seluruh populasi dijadikan sampel penelitian (Sugiyono, 2015: . Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik tes dan non tes. Teknik tes meliputi tes tertulis yang terdiri dari pretest dan posttest. Teknik non tes meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pada penelitian ini, teknik observasi digunakan untuk mengidentifikasi peningkatan minat peserta didik. Selain itu, teknik observasi juga digunakan untuk mengamati hasil belajar peserta didik pada ranah afektif dan ranah Teknik tes digunakan untuk mengidentifikasi hasil belajar peserta didik pada ranah kognitif. Sebelum melakukan penelitian, peneliti melakukan uji coba soal selanjutnya dilakukan olah data berupa uji validitas, reliabilitas, taraf kesukaran, dan daya pembeda soal. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji ketuntasan belajar, uji hipotesis, dan uji n-gain. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah data minat dan hasil belajar IPAS pada materi perubahan kondisi bumi karena faktor alam yang diperoleh dari hasil observasi dan hasil pretest posttest peserta didik. Hasil belajar dalam penelitian ini meliputi tiga ranah yaitu afektif, kognitif, dan psikomotorik. Ranah afektif diperoleh dari observasi sikap peserta didik selama Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November-Desember 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational proses pembelajaran. Ranah kognitif diperoleh dari hasil pretest dan posttest peserta didik. Ranah psikomotorik diperoleh dari hasil proyek peserta didik secara berkelompok. Data penelitian minat belajar peserta didik diperoleh dengan observasi atau melakukan pengamatan kepada peserta didik selama proses pembelajaran. Pengumpulan data ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pencapaian minat peserta didik saat diterapkannya model Project Based Learning (PjBL) berbantu media konkret pada proses pembelajaran. Pengumpulan data ini dilakukan selama tiga kali pertemuan dengan empat indikator minat belajar, yaitu perasaan senang, ketertarikan, perhatian, dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Berikut adalah tabel rekapitulasi hasil observasi minat belajar peserta didik selama tiga pertemuan. Tabel 1. Rekapitulasi Hasil Observasi Minat Belajar Rata-rata Pertemuan Skor Total Nilai Akhir Persentase Persentase Pertemuan I 1736,25 69,45 Pertemuan II 75,60 90,67% Pertemuan i 85,90 Berdasarkan Tabel 1. , diketahui bahwa hasil rata-rata rekapitulasi minat belajar peserta didik sebesar 90,67% termasuk dalam predikat sangat baik. Diadaptasi pada interval minat belajar yang dinyatakan oleh Suyitno dalam Gusria . , bahwa interval 80% < Pm O 100% dengan predikat sangat baik, interval 60% < Pm O 80% dengan predikat baik, interval 40% < Pm O 60% dengan predikat cukup, interval 20% < Pm O 40% dengan predikat kurang, dan interval Pm O 20% dengan predikat sangat kurang. Data penelitian hasil belajar ranah afektif diperoleh dengan observasi atau melakukan pengamatan kepada peserta didik selama proses pembelajaran. Ranah afektif merupakan ranah yang dinilai berdasarkan sikap peserta didik ketika pembelajaran. Pengumpulan data ini dilakukan selama tiga kali pertemuan dengan lima aspek pengamatan, yaitu beriman, khebinekaan global, gotong royong, bernalar kritis, dan kreatif. Berikut adalah tabel rekapitulasi hasil belajar pada ranah afektif peserta didik selama tiga pertemuan. Tabel 2. Rekapitulasi Hasil Belajar Ranah Afektif Jumlah Peserta Didik sesuai Interval RataPertemuan Persentase 91 Ae 100 81 Ae 90 71 Ae 80 <70 Pertemuan I 81,40 Pertemuan II 85,60 Pertemuan i Berdasarkan Tabel 2. , diketahui bahwa hasil rata-rata penilaian afektif pada pertemuan I memperoleh nilai sebesar 81,40, rata-rata pertemuan II memperoleh nilai sebesar 85,60, dan rata-rata pertemuan i memperoleh nilai sebesar 90. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model Project Based Learning (PjBL) berbantu media konkret terhadap proses pembelajaran karena rata-rata hasil belajar peserta didik selama tiga pertemuan Ou 70. Data penelitian hasil belajar ranah kognitif yang diperoleh dengan memberikan pretest dan posttest kepada peserta didik. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti maka diperoleh data hasil belajar peserta didik berupa nilai pretest dan posttest yang mengalami Dimana dilakukan pretest sebelum diberi perlakuan, sedangkan posttest setelah diberi perlakuan oleh peneliti. Berikut adalah tabel rekapitulasi hasil belajar pada ranah kognitif peserta didik selama tiga pertemuan. Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November-Desember 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Tabel 3. Rekapitulasi Hasil Nilai Pretest dan Posttest Jenis Tes Nilai Terendah Nilai Tertinggi Rata-rata Nilai Pretest 62,40 Nilai Posttest 82,24 Berdasarkan Tabel 3. , diketahui bahwa sebelum diberi perlakuan dan sesudah diberi perlakuan dengan nilai pretest menunjukkan nilai tertinggi 80 sedangkan nilai terendah 44 dengan rata-rata 62,40 jauh berbeda dengan nilai posttest menunjukkan nilai tertinggi 100 sedangkan nilai terendah 64 dengan rata-rata 82,24. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan model Project Based Learning (PjBL) berbantu media konkret pada proses pembelajaran. Data penelitian hasil belajar ranah psikomotorik diperoleh dengan observasi atau melakukan pengamatan langsung kepada peserta didik. Ranah psikomotorik merupakan ranah yang dinilai berdasarkan keterampilan peserta didik ketika pembelajaran. Pengumpulan data ini dilakukan selama tiga kali pertemuan dengan empat aspek pengamatan, yaitu perencanaan, proses pembuatan, hasil produk, dan penampilan saat presentasi. Berikut adalah tabel rekapitulasi hasil belajar pada ranah psikomotorik peserta didik selama tiga pertemuan. Tabel 4. Rekapitulasi Hasil Belajar Ranah Psikomotorik Jumlah Peserta Didik sesuai Interval RataPertemuan Persentase 91 Ae 100 81 Ae 90 71 Ae 80 <70 Pertemuan I 80,75 Pertemuan II Pertemuan i Berdasarkan Tabel 4. , diketahui bahwa hasil rata-rata penilaian psikomotorik pada pertemuan I yaitu memperoleh nilai sebesar 80,75, rata-rata pertemuan II memperoleh nilai sebesar 82, dan rata-rata pertemuan i memperoleh nilai sebesar 85. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model Project Based Learning (PjBL) berbantu media konkret terhadap proses pembelajaran karena rata-rata hasil belajar peserta didik Ou 70. Uji persyaratan analisis data pada penelitian ini yaitu uji normalitas. Data yang akan dipakai untuk uji normalitas yaitu hasil belajar pada ranah kognitif yang berupa nilai pretest dan posttest. Setelah memperoleh data hasil belajar pada ranah kognitif, dapat dilakukan uji normalitas terlebih dahulu sebelum dilakukan uji hipotesis. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah sampel berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas dilakukan menggunakan uji liliefors (L. dengan melihat nilai signifikansi 5% . pada kolom shapiro wilk yang diolah menggunakan bantuan program SPSS versi 24. Berikut adalah tabel hasil uji normalitas pada data pretest dan posttest. Tabel 5. Hasil Uji Normalitas Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November-Desember 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Berdasarkan Tabel 5. , dapat diketahui bahwa nilai signifikansi pretest hasil belajar pada kolom shapiro wilk sebesar 0,427 (> 0,. , sedangkan nilai signifikansi posttest hasil belajar pada kolom shapiro wilk sebesar 0,778 (> 0,. Jadi, dapat disimpulkan bahwa data pretest dan posttest hasil belajar peserta didik dinyatakan berdistribusi normal. Dengan itu persyaratan normalitas terpenuhi, sehingga dapat dilakukan analisis statistik parametrik dengan uji paired sample t-test. Uji paired samples t-test merupakan salah satu metode pengujian yang digunakan untuk mengkaji efektivitas suatu perlakuan yang ditandai adanya perbedaan nilai rata-rata dua sampel yang berpasangan (Widiyanto. , 2013: . Dua sampel yang dimaksud yaitu sampel yang sama namun memiliki dua data yaitu sebelum . dan sesudah . Hal tersebut dilakukan berdasarkan perbedaan antara hasil pretest dan posttest. Berikut adalah tabel hasil uji paired samples t-test. Tabel 6. Hasil Uji Paired Samples T-Test Berdasarkan Tabel 6. , diketahui bahwa hasil output uji paired samples t-test menunjukkan nilai signifikansi (Sig. ) . -taile. sebesar 0,000. Mengacu pedoman pengambilan keputusan, jika nilai signifikansi 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata antara hasil belajar pretest dan posttest peserta didik, yang berarti terdapat pengaruh penggunaan model Project Based Learning (PjBL) berbantu media konkret dalam proses pembelajaran. Selain membandingkan antara nilai signifikansi (Sig. ) dengan probabilitas 0,05, yaitu dengan cara membandingkan thitung dan ttabel. Adapun dasar pengambilan keputusan yaitu pertama, jika nilai thitung > ttabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima. kedua, jika nilai thitung < ttabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak. Berdasarkan output uji paired samples t-test, dapat diketahui bahwa thitung bernilai negatif yaitu sebesar -8,838. Thitung bernilai negatif karena nilai rata-rata hasil belajar pretest lebih rendah dari pada nilai posttest. Dalam konteks seperti ini maka nilai thitung negatif dapat bermakna positif, sehingga nilai thitung menjadi 8,838. Tahap selanjutnya menentukan nilai ttabel, dimana ttabel dicari dari df . egree of freedom atau derajat kebebasa. dan nilai signifikansi (/. Diketahui nilai df sebesar 24 dan nilai 0,025. Nilai inilah yang akan digunakan sebagai acuan dalam mencari nilai ttabel pada kolom distribusi nilai ttabel statistik. Maka diperoleh nilai ttabel sebesar 2,064. Dengan demikian, diperoleh thitung 8,838 > ttabel 2,064, mengacu pada dasar pengambilan keputusan dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan mengenai penggunaan model Project Based Learning (PjBL) berbantu media konkret terhadap hasil belajar IPAS peserta didik kelas V SDN 02 Sonokidul. Analisis data selanjutnya yaitu uji N-gain. Uji N-gain bertujuan untuk mengetahui kategori peningkatan nilai peserta didik berkaitan dengan nilai pretest dan posttest. Kategori peningkatan adalah rendah, sedang, dan tinggi. Uji N-gain merupakan ukuran kasar terkait dengan keefektifan penggunaan suatu metode, model atau perlakuan dalam suatu penelitian (Ramadhani et al. , 2. Berikul adalah tabel hasil uji N-gain pada penelitian ini. Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November-Desember 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Tabel 7. Hasil Uji N-Gain Berdasarkan Tabel 7. , dapat diketahui bahwa nilai rata-rata . sebesar 0,5135. Jika dimasukkan dalam kategori nilai N-gain score berada pada kategori sedang yaitu antara 0,5 Ae 0,7. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Project Based Learning (PjBL) berbantu media konkret terbukti efektif terhadap hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPAS materi perubahan kondisi bumi karena faktor alam di kelas V SD. Pembahasan Berdasarkan hasil observasi dan tes yang dilakukan oleh peneliti, dapat diketahui minat belajar dan hasil belajar peserta didik, baik pada ranah afektif . , ranah kognitif . , maupun ranah psikomotorik . Berikut adalah uraian dari hasil akhir yang dilakukan peneliti dalam melakukan penelitian di kelas V SD pada pembelajaran IPAS materi perubahan kondisi bumi karena faktor alam. Penggunaan model Project Based Learning (PjBL) berbantu media konkret efektif terhadap minat belajar peserta didik kelas V pada pembelajaran IPAS materi perubahan kondisi bumi karena faktor alam. Diadaptasi oleh Suryanti . menyatakan bahwa suatu model pembelajaran dikatakan efektif terhadap minat belajar peserta didik apabila skor minat belajar peserta didik mencapai kategori Baik (B) dengan persentase Ou 60%. Hal ini ditunjukkan dalam penelitian ini bahwa model Project Based Learning (PjBL) berbantu media konkret efektif terhadap minat belajar peserta didik kelas V pada pembelajaran IPAS. Dapat dibuktikan pada hasil persentase minat belajar peserta didik selama tiga pertemuan diperoleh rata-rata persentase sebesar 90,67%. Hal ini sejalan dengan penelitian Yuniharto et al. menyatakan bahwa model Project Based Learning (PjBL) merupakan model pembelajaran yang interaktif mampu meningkatkan minat belajar peserta didik dan mengembangkan kolaborasi antar peserta didik untuk bertukar pikiran. Hal ini dapat ditunjukkan pada peningkatan minat belajar peserta didik dari keadaan awal pra siklus sebesar 62,50%, siklus I sebesar 68,75%, dan siklus II sebesar 87,50%. Selain itu, penelitian Hidayanti . menyatakan bahwa penggunaan media pembelajaran melalui model Project Based Learning (PjBL) membuat peserta didik lebih terlibat dalam pembelajaran, sehingga peserta didik tidak hanya mendengar teori, tetapi juga memahami dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media melalui model Project Based Learning (PjBL) berhasil meningkatkan motivasi dan minat belajar peserta didik yang sebelumnya Dimana pada siklus I memperoleh persentase sebesar 30,77% peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar, tetapi setelah menerapkan dan memperbaiki media yang digunakan pada siklus II memperoleh persentase sebesar 92,31%. Selain itu, penelitian Gaffar et al. menyatakan bahwa penerapan model Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan minat belajar peserta didik. Hal tersebut dapat berdampak pula pada peningkatan hasil tes formatif yang dikerjakan oleh peserta didik secara mandiri di akhir pembelajaran. Dengan model pembelajaran ini, juga memberikan dampak pengiring berupa meningkatnya kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, berinteraksi, mengorganisir kelompok, menumbuhkan jiwa kompetitif antar peserta didik, dan pembelajaran lebih bermakna serta memberikan arti terdalam bagi peserta didik. Selain Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November-Desember 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational itu, penelitian Wati et al. menyatakan bahwa model Project Based Learning (PjBL) berbantu media flashcard mampu meningkatkan minat dan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran. Melalui model pembelajaran berbasis proyek, peserta didik dapat menggali materi dengan berbagai macam cara yang bermakna. Diadaptasi oleh Ananda et al. 0: . menyatakan bahwa terdapat empat indikator pada minat belajar peserta didik, yaitu perasaan senang, perhatian, ketertarikan, dan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Dengan guru mengemas proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran inovatif akan menimbulkan perasaan senang dalam diri peserta didik. Hal ini sejalan dengan penelitian Adiarta et al. menyatakan bahwa model Project Based Learning (PjBL) mampu membuat peserta didik lebih meminati proses belajar dan menghilangkan kejenuhan saat menerima materi Selain itu, penelitian Wardani et al. menyatakan bahwa suasana belajar yang menyenangkan dapat memudahkan peserta didik dalam menyerap dan mempelajari materi yang diberikan oleh guru. Diperkuat juga dengan penelitian Israwaty et al. menyatakan bahwa model Project Based Learning (PjBL) sangat tepat untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik, terutama pada kreativitas, keaktifan, serta suasana kelas yang menyenangkan sehingga peserta didik akan lebih bersemangat dalam belajar. Model Project Based Learning (PjBL) berbantu media konkret dapat meningkatkan minat belajar peserta didik, khususnya pada indikator ketertarikan dalam pembelajaran. Hal ini sejalan dengan penelitian Prabaningrat et al. menyatakan bahwa penggunaan model Project Based Learning (PjBL) dengan media konkret mampu meningkatkan kemampuan problem sloving peserta didik, kemampuan berkomunikasi melalui kegiatan presentasi, serta suasana yang menarik dalam pembelajaran. Selain itu, penelitian Ardhani et al. menyatakan bahwa penerapan model Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan antusiasme dan hasil belajar peserta didik. Diperkuat juga dengan penelitian Fadhila et al. menyatakan bahwa respon peserta didik setelah diberi perlakuan berupa penggunaan model Project Based Learning (PjBL) berbantu media konkret mampu menarik minat dan semangat peserta didik dalam proses pembelajaran. Model Project Based Learning (PjBL) berbantu media konkret dapat meningkatkan minat belajar peserta didik, khususnya pada indikator perhatian dalam proses pembelajaran. Hal ini sejalan dengan penelitian Lion et al. menyatakan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis proyek merupakan sebuah pendekatan pembelajaran dengan menuntun kefokusan peserta didik pada pengalaman belajar yang bermakna. Diperkuat juga dengan penelitian Hadiyati & Wijayanti . meyatakan bahwa metode eksperimen berbantu media benda konkret dapat memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan penerapan metode demonstrasi. Model Project Based Learning (PjBL) berbantu media konkret dapat meningkatkan minat belajar peserta didik, khususnya pada indikator keterlibatan dalam setiap kegiatan Hal ini sejalan dengan penelitian Fadillasari et al. menyatakan bahwa proses pembelajaran berbasis proyek mampu menjadikan peserta didik terlibat dalam penyelesaian tugas proyek secara berkelompok dan penggunaan media konkret dapat memperjelas penyajian materi pelajaran. Selain itu, penelitian Wardani et al. menyatakan bahwa model pembelajaran berbasis proyek dapat menambah motivasi peserta didik untuk ikut aktif dalam pembelajaran dan berlomba-lomba untuk mendapatkan nilai sesuai dengan yang diharapkan. Diperkuat juga dengan penelitian Maulana et al. menyatakan bahwa penerapan model Project Based Learning (PjBL) berbantu media pembelajaran mempu membuat peserta didik lebih aktif dan berani dalam menyampaikan pendapat antar peserta didik lainnya. Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November-Desember 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Penggunaan model Project Based Learning (PjBL) berbantu media konkret efektif terhadap hasil belajar peserta didik kelas V pada pembelajaran IPAS materi perubahan kondisi bumi karena faktor alam. Diadaptasi oleh Agustina et al. menyatakan bahwa suatu model pembelajaran dikatakan efektif terhadap hasil belajar peserta didik apabila nilai yang diperoleh peserta didik telah memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Ou 70 dan dinyatakan tuntas dalam menguasai kompetensi tersebut. Ditunjukkan dalam penelitian ini, bahwa model Project Based Learning (PjBL) berbantu media konkret efektif terhadap hasil belajar peserta didik kelas V pada pembelajaran IPAS. Dapat dibuktikan pada pemerolehan tiga ranah hasil belajar peserta didik, baik ranah afektif . , kognitif . , maupun psikomotorik . yang mengalami peningkatan. Hal ini sejalan dengan penelitian Fahadah et al. menyatakan bahwa indikator keberhasilan penelitian ini ditandai dengan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik dengan minimal 75% mencapai nilai KKM yaitu 70. Dengan diterapkannya model Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada ranah afektif ditandai dengan sikap disiplin, rasa ingin tahu, dan tanggung jawab yang tinggi. Pada ranah kognitif mengalami peningkatan pada siklus I sebesar 70%, pada siklus II sebesar 87,5%. Pada ranah psikomotorik, dengan diterapkannya model pembelajaran berbasis proyek dapat menciptakan suasana lingkungan kelas yang kondusif, aktif, kreatif, dan menyenangkan, serta membentuk kepribadian pada diri peserta didik. Selain itu, hasil penelitian ini sejalan juga dengan penelitian Ardhani et al. menyatakan bahwa model Project Based Learning (PjBL) sangat efektif dalam meningkatkan antusiasme dan hasil belajar peserta Hal ini dapat ditunjukkan pada siklus I memperoleh persentase sebesar 57% peserta didik tuntas mencapai KKM Ou 70 dan pada siklus II memperoleh persentase sebesar 86% peserta didik tuntas KKM Ou 70. Jadi, persentase hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan sebesar 29%. Selain itu, penelitian Suardika et al. menyatakan bahwa proses pembelajaran dengan menerapkan model Project Based Learning (PjBL) mampu meningkatkan keaktifan setiap peserta didik dalam menyelesaikan masalah, saling kerjasama, memberikan informasi kepada kelompok lain, dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi antar satu sama lainnya, sehingga hasil belajar peserta didik dapat meningkat. Tidak hanya kemampuan kognitif, tetapi juga kemampuan afektif dan psikomotoriknya sehingga proses pembelajaran yang diciptakan dapat mencerminkan pembelajaran yang efektif. Penelitian Kusumaningrum et al. menyatakan bahwa model Project Based Learning (PjBL) berbantu media montase menciptakan pembelajaran yang berbeda dari sebelumnya. Dimana pembelajaran ini menjadi lebih efektif, menyenangkan, dan membuat peserta didik lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, peserta didik juga lebih mudah dalam mengasah kemampuan berfikirnya sehingga dapat berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik. Penelitian Farihatun et al. menyatakan bahwa pembelajaran menggunakan model Project Based Learning (PjBL) mampu meningkatkan dan membangkitkan dorongan kepada peserta didik untuk lebih berani dan leluasa dalam mengeksplor serta mengaktualisasikan keinginan peserta didik dalam belajar melalui pembuatan proyek. Dimana dalam membuat proyek atau bereksperimen, peserta didik lebih mudah dalam memahami pelajaran serta dapat melakukan eksperimen tersebut secara langsung. Penelitian Herawati et al. menyatakan bahwa penerapan model Project Based Learning (PjBL) sangat cocok digunakan guru dalam proses pembelajaran di kelas. Hal ini disebabkan karena esensi dari model pembelajaran ini adalah peserta didik dapat mengaplikasikan pengetahuannya, yang pada gilirannya mampu meingkatkan pencapaian peserta didik pada Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November-Desember 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Suryantari et al. menyatakan bahwa adapun media konkret juga berperan dalam memberi peluang untuk mendorong peserta didik memahami sekaligus mengajarkan peserta didik tentang keteraturan dalam bekerja sama. KESIMPULAN Berdasarkan pada penelitian yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: . model Project Based Learning (PjBL) berbantu media konkret efektif terhadap minat belajar peserta didik kelas V pada pembelajaran IPAS materi perubahan kondisi bumi karena faktor alam ditandai dengan perolehan hasil persentase minat belajar selama tiga pertemuan Ou 60%. Hal ini dapat ditunjukkan pada perolehan persentase minat belajar peserta didik pada pertemuan I sebesar 80%, pertemuan II sebesar 92%, dan pertemuan i sebesar . model Project Based Learning (PjBL) berbantu media konkret efektif terhadap hasil belajar peserta didik ditandai dengan perolehan ketiga ranah hasil belajar, baik ranah afektif, psikomotorik, maupun kognitif peserta didik Ou 70. Hal ini dapat ditunjukkan pada hasil belajar ranah afektif . peserta didik memperoleh nilai rata-rata pada pertemuan I sebesar 81,40, pertemuan II sebesar 85,60, dan pertemuan i sebesar 90. Hasil belajar ranah psikomotorik . peserta didik memperoleh nilai rata-rata pada pertemuan I sebesar 80,75, pertemuan II sebesar 82, dan pertemuan i sebesar 85. Hasil belajar ranah kognitif . pada pretest peserta didik menunjukkan nilai rata-rata sebesar 62,40 dengan peserta didik yang mencapai ketuntasan sebanyak 6 peserta didik dengan persentase 24%. Pada posttest peserta didik menunjukkan nilai rata-rata sebesar 82,24 dengan peserta didik yang mencapai ketuntasan sebanyak 23 peserta didik dengan persentase 92%. DAFTAR PUSTAKA