Received: 21 November 2024 Revised: 10 December 2024 Accepted: 18 March 2025 Available online: 25 Mei 2025 Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 Peran Kapabilitas Dinamis dan Kepemimpinan Transformasional Dalam Meningkatkan Kinerja UMKM Halal di Madura Anik Fitriyah1. Frida Fanani Rohma2,Fitri Ahmad Kurniawan3 210221100036@student. id1, frida. frohma@trunojoyo. kurniawa@trunojoyo. Jurusan Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Trunojoyo Madura1,2,3 ABSTRACT The halal industry including micro, small, and medium enterprises (MSME. plays an important role in driving economic growth. This study aims to explore the role of dynamic capabilities and transformational leadership styles in improving the performance of halal MSMEs in Madura. This study was conducted using a qualitative method with a case study approach. The results of this study indicate that the role of dynamic capabilities and transformational leadership styles with halal and ISO certification can improve the competitiveness of MSMEs amidst changes in the business Keywords: Dynamic Capabilities. MSME Performance. Transformational Leadership PENDAHULUAN Perkembangan industri halal saat ini telah berkembang pesat dan menjadi salah satu sektor ekonomi yang memiliki potensi besar, khususnya di negara-negara dengan populasi muslim yang besar seperti di Indonesia (Muyassaroh & Slamet. Industri halal berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, terutama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) (Yazid et al. UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional yang memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian, khususnya di wilayah seperti Madura yang kaya akan budaya religius dan nilai-nilai keislaman, serta berkontribusi dalam produksi dan distribusi produk halal (Wahyudin & Hidayat, 2. Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Pulau Madura dengan mayoritas penduduk muslim (Shofiyah & Qadariyah, 2. Kabupaten ini memiliki beberapa sektor industri halal sebagai potensi unggulan, seperti industri makanan dan minuman, kerajinan lokal, serta produk olahan berbasis syariah yang mendukung pengembangan ekonomi halal di daerah tersebut. Namun, meskipun peluang ini besar, banyak UMKM di Madura yang menghadapi tantangan dalam memenuhi standar halal, baik dari sisi sumber daya manusia, inovasi, maupun pengelolaan operasional (Laili & Fajar, 2. Oleh karena itu. Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 diperlukan pendekatan strategis yang mampu mendorong UMKM untuk beradaptasi secara dinamis dan meningkatkan kinerjanya. Sertifikasi halal menjadi instrumen penting bagi kinerja UMKM dalam memastikan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan untuk dapat bertahan dalam persaingan bisnis (Alim & Aziz, 2. UD Budi Jaya merupakan salah satu UMKM halal di Bangkalan Madura, yang sudah memiliki sertifikat halal. UMKM ini juga termasuk UMKM unggul dibawah dampingan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten (Shofiyah & Qadariyah, 2. Sebagai UMKM halal yang unggul, tentu memiliki banyak permintaan dari konsumen terkait produk yang dijualnya. Permintaan terhadap produk dan jasa halal terus meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran konsumen muslim untuk mengonsumsi produk yang sesuai dengan kepercayaanya (Asnawi et al. , 2018. Shahid et al. , 2018. Nurhayati & Hendar, 2. Hal ini dapat mengakibatkan meningkatnya pangsa pasar untuk UD Budi Jaya, yang menjadi peluang bagi mereka untuk memperluas distribusi dan meningkatkan produksi. Namun, meskipun UD Budi Jaya sudah memiliki sertifikat halal dan berstatus sebagai UMKM unggul, tantangan tetap ada dalam mempertahankan kualitas produk, memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang, dan terus berinovasi dalam menghadapi dinamika pasar halal yang semakin kompetitif. Melihat kondisi lingkungan bisnis saat ini semakin dinamis, yang ditandai dengan pesatnya kemajuan teknologi dan globalisasi (Odonkor et al. Perubahan regulasi, persaingan pasar global, serta kemajuan teknologi memaksa pelaku UMKM untuk terus beradaptasi agar tetap kompetitif dalam Persaingan bisnis yang semakin ketat dan tuntutan pasar yang terus berkembang, membuat UMKM harus terus berinovasi dan beradaptasi dalam mempertahankan bisnisnya. Terdapat faktor yang memengaruhi kinerja UMKM, yaitu faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal berasal dari luar lingkungan bisnis, seperti peraturan pemerintah dan kondisi ekonomi yang memengaruhi kinerja UMKM (Djazuli & Fauzi, 2021. Agus et al. , 2023. Iskamto et al. , 2. Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 Selain itu, terdapat faktor internal yang lebih krusial dalam memengaruhi kinerja (Rohma & Khoirunnisa, 2. Faktor internal merujuk pada variabel yang berasal dari bisnis itu sendiri, seperti sumber daya manusia dan strategi pemasaran (Amin. Alqasa & Afaneh, 2. Lebih dari itu, terdapat faktor internal yang lebih utama dalam memengaruhi kinerja UMKM. Dalam konteks ini, kapabilitas dinamis merupakan faktor internal yang paling utama karena berperan positif dalam mempertahankan proses pembelajaran dan memanfaatkan wawasan awal untuk memperoleh keunggulan bersaing (Priyono & Hidayat, 2. Kapabilitas dinamis merupakan kemampuan suatu organisasi atau individu untuk mengintegrasikan, membangun, dan merekonfigurasi kompetensi internal serta sumber daya eksternal agar tetap responsif terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan bisnis (Teece, et al. Chowdhury & Quaddus, 2. Implementasi kapabilitas dinamis dalam kinerja UMKM memungkinkan perbaikan dan optimalisasi proses produksi, pengembangan produk baru yang memenuhi standar halal, sehingga dapat berdampak pada kinerja. Hal ini dibuktikan oleh beberapa penelitian bahwa kapabilitas dinamis dapat berdampak positif pada kinerja (Fitriati et al. , 2020. Dejardin et al. , 2023. Martins, 2. Oleh karena itu, kapabilitas dinamis ini menjadi faktor penting dalam mendorong kinerja dan keberhasilan jangka panjang UMKM. Selain itu, terdapat faktor internal lain yang dapat mendorong keberhasilan suatu kinerja. Keberhasilan suatu kinerja juga dapat disebabkan oleh gaya kepemimpinan yang diperankan oleh pemimpin (Yulianti et al. , 2. Gaya kepemimpinan merupakan faktor penting, karena memainkan peran utama dalam menentukan arah strategis UMKM dan bagaimana organisasi beradaptasi terhadap perubahan eksternal. Setiap pemimpin memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda. Gaya kepemimpinan tranformasional merupakan gaya kepemimpinan yang sering digunakan dalam memimpin sebuah organisasi khususnya UMKM (Yulianti et al. Kepemimpinan transformasional merupakan salah satu pendekatan kepemimpinan yang dapat mendorong perubahan positif dalam organisasi (Usman. Pemimpin transformasional tidak hanya menginspirasi dan memotivasi. Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 tetapi juga memberdayakan anggota organisasi untuk mencapai tujuan bersama. Dalam konteks ini, kepemimpinan transformasional dapat menjadi kunci dalam mendorong inovasi dan membantu UMKM memenuhi kebutuhan pasar halal. Implementasi gaya kepemimpinan transformasional dalam kinerja UMKM memungkinkan terciptanya lingkungan kerja yang inovatif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perubahan. Pemimpin dengan gaya ini cenderung menginspirasi karyawan untuk mencapai visi bersama, memberikan motivasi intrinsik, serta mendorong pengembangan potensi individu. Hal ini dibuktikan oleh beberapa penelitian terdahulu yang mengungkapkan bahwa kepemimpinan transformasional secara efektif dapat meningkatkan kinerja UMKM secara keseluruhan (Asad et al. , 2021. Alifah & Sukmawati, 2. Oleh karena itu, kepemimpinan transformasional ini menjadi faktor penting dalam mendorong pencapaian tujuan strategis UMKM, khususnya dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berubah. Namun, masih terbatas tentang strategi bisnis yang terintregasi untuk mendorong keberlanjutan bisnis. Fenoma di lapangan menunjukkan bahwa pengelolaan produk di UMKM ini memiliki pertumbuhan relatif stabil dengan memiliki pangsa pasar moderat dan cukup stabil. Hasil pengamatan memberikan indikasi awal bahwa pertumbuhan usaha yang cenderung stabil salah satunya didorong dengan kemampuan untuk beradaptasi. Individu yang memiliki kemampuan beradaptasi atas perubahan lingkungan yang dinamis, perlu dipertahankan guna memberikan indikasi dan dampak terhadap keberhasilan suatu Individu dengan kemampuan adaptasi yang tinggi dapat disebabkan oleh pemimpin yang berkonstribusi positif. Secara konseptual, hal ini dapat ditangkap melalui kontrsuk kapabilitas dinamis dengan gaya kepemimpinan transformasional. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kapabilitas dinamis dan kepemimpinan transformasional dalam mendorong serta mendukung peningkatan kinerja UD Budi Jaya, sekaligus memberikan pemahaman baru mengenai strategi pengelolaan UMKM halal di wilayah Madura. Hasil diharapkan dapat kontribusi teoretis pengembangan literatur tentang ekonomi halal dan manajemen strategis, serta Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 memberikan rekomendasi praktis bagi pelaku UMKM khususnya bagi industri METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk memahami secara mendalam penerapan kapabilitas dinamis dan kepemimpinan transformasional dalam mendorong kinerja industri halal, dengan fokus pada eksplorasi tindakan sosial yang alami serta cara individu memahami pengalamannya (Hennink et al. , 2. Penelitian ini dilakukan pada salah satu UMKM halal yaitu UD Budi Jaya yang dimiliki oleh kelompok tani Ambudi Makmur di Bangkalan. Madura dan dikelola oleh perempuan dari suku Madura. Penelitian ini melibatkan pemilik usaha sebagai informan utama dan Informan lainnya yaitu karyawan tetap. Penentuan informan sebagai sumber utama penelitian didasarkan pada kriteria utama, yaitu memiliki pemahaman tentang proses bisnis yang sedang berjalan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data dikumpulkan selama satu bulan melalui wawancara tidak tersruktur dan triangulasi Penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan metode yang dikembangkan oleh Miles & Huberman, . Metode ini membagi 3 tahapan utama, diantaranya. Reduksi Data yaitu menyederhanakan dan memfokuskan data yang diperoleh dari informan, . Penyajian Data yaitu menyajikan data yang telah direduksi dalam bentuk yang mudah dipahami dan dianalisis, . Penarikan Kesimpulan yaitu menginterpretasikan dan merangkum temuan-temuan utama berdasarkan data yang telah dikumpulkan, direduksi, dan disajikan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kelompok tani AuAmbudi Makmur 2Ay berdiri sejak tahun 2009. Kelompok tani ini merupakan pusat pelatihan pertanian dan perdesaan . S) Salak Rindang di Kabupaten Bangkalan. Pada tahun 2009, ketua kelompok tani mengembangkan bisnis UMKM yaitu UD Budi Jaya yang pengelolaannya bersumber dari pemberdayaan kelompok tani. UD Budi Jaya merupakan industri halal rumah Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 tangga yang memproduksi sebanyak 17 produk dari bahan baku buah salak. Namun. UD Budi Jaya saat ini hanya berfokus pada 7 produk, diantaranya dodol salak, kurma, kismis, coklat salak, sirup dan manisan. Sedangkan, untuk 10 jenis produk diproduksi hanya jika melalui pesanan. UD Budi Jaya merupakan UMKM yang belum berbadan hukum, namun pemiliknya sudah memiliki NIP (Nomor Induk Pegawa. untuk keperluan UMKM UD Budi Jaya mendapat dukungan dari Dinas Tenaga Kerja melalui sertifikasi halal pada produknya. Selain itu, produk dari UMKM UD Budi Jaya telah terdaftar di sertifikasi International Organization for Standardizatioan (ISO) dan telah terverifikasi dengan nomor 22000:2005. UMKM ini juga termasuk salah satu UMKM yang masih bertahan setelah pandemi COVID-19. Terdapat dua jenis tenaga kerja pada UMKM ini. Jumlah dua tenaga kerja ini termasuk pemilik industri dan 4 orang karyawan yang merupakan orang kepercayaan yang kemudian membantunya dalam memproduksi salak. Pemilik juga sering kali memanggil tenaga kerja lepas dari kelompok tani untuk membantu hal lain dalam produksinya. Hal itu dilakukan untuk mengoptimalkan kinerjanya dan menjaga kualitas HASIL PENELITIAN Berdasarkan data yang diperoleh dari wawancara di lapangan, rincian hasilnya adalah sebagai berikut: Kapabilitas Dinamis Terdapat tiga elemen diantaranya yaitu mengindera atau mendeteksi . , mengambil peluang . , dan mentransformasi atau mengonfigurasi . econfiguration atau transformatio. , hasilnya sebagai berikut: Mengindera atau Mendeteksi Pada UMKM ini, pemilik memiliki cara efektif untuk mendeteksi peluang yang terjadi dalam lingkungannya. Semenjak tahun 2006 setelah berdirinya kelompok tani AuAmbudi Makmur 2Ay. Pada tahun 2009, pemilik berhasil mendeteksi Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 peluang baru dengan melihat bahwa di lingkungan tersebut tidak ada usahawan yang memproduksi makanan dari buah salak. Cara mendeteksi peluang dilakukan oleh pemilik setelah mendapatkan pengalaman pelatihan dari Bandung dan Bogor terkait pengelolaan salak. Kebun salak di lingkungan tersebut cukup memadai untuk dimanfaatkan sebagai pemasok bahan baku. Kebun tersebut sudah ada sejak zaman nenek moyangnya dan pertumbuhannya tidak tertata. Namun, salak di kebun tersebut relatif subur, oleh karena itu pemilik memanfaatkan kebun tersebut untuk menjalankan bisnis UMKM nya. Akan tetapi, kebun salak yang ada di lingkungan tersebut merupakan hak milik desa dan tidak murni dapat digunakan semua untuk diproduksi. Sehingga, untuk menjalankan bisnis ini, pemilik UMKM bekerja sama dengan pemasok salak lokal dari Socah. Bangkalan. Pemilik UMKM membeli salak dari Socah bulan Desember hingga Februari pada saat musim salak lokal untuk persediaan. Mengambil Peluang Setelah mendeteksi peluang baru, kemudian mengambil langkah untuk Mengambil peluang dilakukan dengan cara uji coba membuat makanan dari buah salak. Pemilik menerapkan ilmu yang diperolehnya dari hasil pelatihan yang diikuti selama di Bandung dan Bogor. Sehingga, uji coba tersebut berahasil dan pemilik mulai menjalankan bisnisnya pada tahun 2009 yaitu mendirikan UD Budi Jaya sebagai UMKM pertama yang memproduksi makanan maupun minuman yang terbuat dari bahan baku salak. Kemudian, untuk menjalankan bisnisnya pemilik memerlukan tenaga kerja. Ibu Saniyah sebagai pemilik sekaligus ketua kelompok tani AuAmbudi makmur 2Ay memanfaatkan beberapa anggotanya untuk ikut serta dalam bisnis salak yang Pemilik mengambil beberapa tenaga kerja yang dianggap kepercayaanya untuk dijadikan sebagai karyawan dalam bisnisnya. UMKM ini memproduksi sebanyak 17 produk diantaranya dodol salak, kurma, kismis, coklat salak, sirup, manisan dan lain sebagainya. Produk tersebut dijual melalui dua sistem yaitu dititipkan ke toko dan dijual secara eceran. Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 Mentransformasi atau Mengonfigurasi Pada UMKM ini telah banyak mengalami penataan ulang, mulai dari struktur organisasi hingga proses operasional dan tenaga kerja. Penataan ulang dilakukan untuk mempertahankan bisnisnya agar sesuai dengan perubahan yang terjadi. Penataan ulang sumber daya manusia atau tenaga kerja merupakan faktor utama. Strategi tenaga kerja dilakukan untuk mengurangi dampak negatif terhadap bisnis secara keseluruhan. Kemudian, terkait sistem penggajian yang digunakan pada UMKM ini adalah Gaji harian. Karyawan yang bekerja digaji setiap aktivitas yang dikerjakan setiap harinya. Sistem gaji ini diterapkan untuk keperluan efesiensi. Produksi yang dilakukan secara berkala untuk melakukan tranfromasi demi Selain itu, strategi baru juga termasuk faktor penting dalam hal ini. Mengingat bahwa kondisi lingkungan yang semakin dinamis, strategi pemasaran perlu diperbarui untuk mempertahankan daya jual agar tetap stabil. UMKM ini melakukan pemasaran secara online yaitu melalui platfom oleh-oleh khas bangkalan (Lamelleh Bangkala. Platfom tersebut merupakan platfom yang menampung segala produk UMKM khusus wilayah Bangkalan. Penjualan setiap produk dihitung berdasarkan biaya-biaya yang dikeluarkan, kemudian menentukan presentase keuntungan yang diambil. UMKM ini menentukan presentase keuntungan berdasarkan harga bahan baku pada saat itu, apakah mengalami kenaikan atau penurunan. Gaya Kepemimpinan Transformasional Pada UMKM ini, pemilik mampu menginspirasi dan memotivasi anggotanya untuk ikut serta dalam bisnis yang dijalakan guna mendorong kemajuan UMKM di lingkungan tersebut. Pemimpin meginspirasi anggotanya dengan membuktikan pencapaian dari pengalamannya saat mengikuti pelatihan di Bandung dan Bogor. Seiring berjalannya waktu, pemilik mengatakan bahwa UMKM ini sempat mengalami kebangkrutan saat pandemi COVID-19. Pandemi yang terjadi selama 2 tahun semenjak 2020 ini, menjadi faktor kebangkrutan UMKM. Karena, akses yang Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 dibatasi untuk saling tatap muka dan mahalnya bahan baku. Pemilik mengatakan bahwa banyak UMKM yang mengalami kebangkrutan dan menutup usahanya. Namun. UMKM ini tetap bertahan hingga saat ini karena kekuatan dari pemimpin yang mampu mengajak anggotanya untuk bangkit. Sehingga, sampai saat ini UMKM terus berjalan dengan 17 produknya. Pemilik mengatakan bahwa UMKM ini termasuk salah satu UMKM yang harus dipertahankan. Pemerintah desa membutuhkan UMKM ini untuk kemajuan desanya dalam bidang usaha pangan. Oleh karena itu, pemilik terus mengajak anggotanya untuk kepelatihan dalam mengembangkan produknya. Sertifikasi halal dan ISO Pada UMKM ini, pemilik mengatakan bahwa produk yang dihasilkan oleh UMKM tersebut sudah terdaftar halal semenjak 2020 melalui Dinas Tenaga Kerja. Beberapa produk akan selalu dipantau masa tenggat terverifikasi halalnya. Selain itu, seluruh produk juga di uji tingkat penggunaan atau kadaluarsanya melalui bantuan dari peserta pengabdian masyarakat. Selain itu, produk ini juga sudah bersertifikasi International Organization for Standardizatioan (ISO) melalui bantuan pendaftaran dari peserta pengabdian masyarakat Universitas Pembangunan Nasional Veteran jawa Timur. Sertifikasi standar ISO adalah bukti bahwa suatu organisasi telah memenuhi standar internasional yang ditetapkan oleh manajemen ISO. Kedua sertifikasi tersebut sangat membantu kekuatan UMKM ini dalam bersaing menghadapi perubahan. Produk yang sudah terverifikasi halal dan ISO memiliki daya jual yang relatif cepat dan tinggi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan, maka dapat dibahas secara lengkap sebagai berikut: Eksplorasi Peran Kapabilitas Dinamis Dalam Meningkatkan Kinerja UMKM Halal Kapabilitas dinamis terbukti memiliki peran positif dalam meningkatkan kinerja UMKM halal. Artinya. UMKM halal yang mampu mengelola kapabilitas Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 dinamis dapat lebih adaptif dalam menghadapi perubahan pasar, regulasi, dan preferensi konsumen. Dengan kemampuan sensing. UMKM dapat mengidentifikasi peluang baru, seperti tren produk halal di pasar global. Melalui seizing, mereka dapat memanfaatkan sumber daya dan peluang tersebut secara optimal untuk menciptakan inovasi produk atau layanan berbasis nilai syariah. Selanjutnya, melalui transforming. UMKM dapat mengubah proses bisnisnya agar lebih efisien dan sesuai dengan standar halal yang berlaku. Dengan demikian, menerapkan kapabilitas dinamis pada UMKM halal tidak hanya mampu mempertahankan keberlanjutan bisnis, tetapi juga meningkatkan daya saing di tengah persaingan global yang semakin ketat. Oleh karena itu, semakin tinggi kapabilitas dinamis yang diperankan maka semakin baik dalam meningkatkan kinerja UMKM. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Moeuf et al. , . yang menjelaskan bahwa mendeteksi peluang baru dapat berdampak positif untuk keberhasilan suatu kinerja. Pengembangan kemampuan organisasi untuk mendeteksi peluang, mengalokasikan sumber daya secara efektif, mengembangkan kolaborasi strategis dapat meningkatkan daya saing UMKM. Selanjutnya. Hernyndez-Linares et al. , 2021 mengungkapkan bahwa kapabilitas dinamis berdampak positif dalam meningkatkan kinerja UMKM. Selain itu. Martins, 2023 dan Dejardin et al. , 2023 juga mengungkapkan bahwa kapabilitas dinamis berperan penting dalam mendorong kinerja UMKM, terutama dalam menghadapi dinamika pasar dan tantangan bisnis yang kompleks. Dengan demikian, kapabilitas dinamis memiliki peran penting dalam kemampuan beradaptasi, berinovasi, dan transformasi yang dimiliki UMKM. Hal ini dapat menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai performa yang lebih optimal. Implementasi kapabilitas dinamis berperan dalam memperkuat kinerja UMKM halal melalui inovasi produk dan layanan yang berbasis nilai-nilai syariah. Kapabilitas dinamis membantu UMKM untuk mengelola tantangan operasional, seperti integrasi rantai pasok halal dengan lebih adaptif dan efisien. Penguatan kapabilitas dinamis menjadi faktor utama dalam meningkatkan kinerja UMKM halal, khususnya di tengah persaingan global yang semakin ketat. Dengan demikian, kapabilitas dinamis sangat penting bagi UMKM untuk tetap relevan dan Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 kompetitif dalam lingkungan bisnis yang cepat berubah dengan memanfaatkan peluang, mengendalikan ancaman, dan mengonfigurasi ulang. Eksplorasi Peran Kepemimpinan Transformasional Dalam Meningkatkan Kinerja UMKM Halal Kepemimpinan meningkatkan kinerja UMKM halal. Pemimpin dengan gaya ini mampu menginspirasi dan memotivasi anggota tim untuk mencapai tujuan bersama melalui visi yang jelas dan nilai-nilai yang kuat. Karena, pemimpin yang menerapkan gaya kepemimpinan tranformasional cenderung memiliki daya tarik positif yang kuat (Farahnak et al. , 2. Kepemimpinan transformasional dapat menciptakan lingkungan kerja yang inovatif dan adaptif, yang sangat relevan bagi UMKM halal yang perlu menghadapi tantangan regulasi, teknologi, dan pasar global. Dengan menanamkan nilai-nilai syariah dan memberikan arahan yang jelas, pemimpin transformasional dapat memastikan bahwa proses bisnis halal dilakukan secara konsisten dan efisien. Dengan demikian, semakin baik kepemimpinan transformasional yang diperankan, maka semakin tinggi dalam meningkatkan kinerja (Bastari et al. , 2. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Asad et al. , . yang menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki peran penting dalam mempromosikan inovasi yang membantu perusahaan dalam memperoleh Kepemimpinan transformasional dapat meningkatkan kinerja UMKM melalui peningkatan inovasi dan pemberdayaan karyawan. Stimulasi intelektual, pengaruh yang diidealkan, dan motivasi yang inspiratif berdampak positif pada kinerja, menekankan pentingnya inovasi, pemodelan peran, kepercayaan, dan inspirasi tim (Gachira & Ntara, 2. Selain itu. Alifah & Sukmawati . dan Marfo et al. , . juga menegaskan bahwa gaya kepemimpinan transformasional secara positif berperan dalam meningkatkan kinerja UMKM. Dengan demikian, kepemimpinan transformasional memiliki peran penting dalam mendorong perubahan positif melalui pemberdayaan, inspirasi, dan motivasi anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 Dalam konteks penelitian ini, gaya kepemimpinan ini memungkinkan karyawan untuk memahami pentingnya integritas halal, sehingga mereka lebih termotivasi untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas produk dan layanan. Penelitian ini juga menyoroti bahwa pemimpin transformasional mampu mendorong keterlibatan karyawan dalam proses sertifikasi halal dan pengembangan produk baru yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, sehingga dapat meningkatkan daya saing UMKM di pasar lokal maupun global. Pemimpin yang visioner dan inklusif mampu membangun kerja sama yang solid di antara anggota tim, mendorong inovasi berbasis nilai-nilai halal, dan memastikan keberlanjutan bisnis. Dengan pendekatan ini. UMKM halal dapat lebih adaptif terhadap perubahan pasar dan mampu menjawab kebutuhan konsumen secara efektif. Dengan demikian, peran kepemimpinan transformasional sangatlah strategis dalam mendukung kinerja UMKM halal di tengah persaingan bisnis yang semakin kompetitif. Eksplorasi Peran Sertifikasi Halal dan ISO Dalam Meningkatkan Kinerja UMKM Halal Sertifikasi halal dan ISO menjadi instrumen penting dalam meningkatkan daya saing UMKM halal di pasar lokal maupun global. Sertifikasi halal memberikan jaminan bahwa produk yang dihasilkan memenuhi standar kehalalan yang ditetapkan oleh otoritas terkait, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen muslim. Dengan adanya sertifikasi halal. UMKM dapat meningkatkan kinerjanya melalui nilai jual produknya, sehingga dapat memperluas daya tariknya di pasar (Anggarkasih & Resma, 2. Oleh karena itu, sertifikasi halal menjadi instrumen penting bagi kinerja UMKM dalam memastikan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan untuk dapat bertahan dalam persaingan bisnis (Alim & Aziz, 2. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Lestari et al. , . yang menunjukkan bahwa UMKM yang telah memiliki sertifikasi halal cenderung mengalami peningkatan penjualan karena tingginya preferensi konsumen terhadap produk halal. Meningkatnya penjualan mampu memberikan dampak positif pada kinerja UMKM (Arthur et al. , 2. Selain itu, sertifikasi halal juga membantu Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 UMKM menjangkau pasar ekspor ke negara-negara dengan regulasi ketat terkait produk halal (Amer, 2. Dengan demikian, dengan adanya serifikasi halal dapat memberikan kontribusi positif pada peningkatan penjualan, sehingga dapat meningkatkan kinerjanya. Di sisi lain, penerapan standar ISO 22000 terkait rantai pasokan makanan dan minuman memberikan nilai tambah bagi UMKM halal. Sertifikasi ini memastikan bahwa proses produksi berjalan sesuai dengan standar internasional, meningkatkan efisiensi operasional, dan meminimalkan potensi kesalahan produksi. Dengan adanya sertifikasi ISO. UMKM di industri makanan dapat meningkatkan kredibilitas dan profesionalisme dalam menjalankan bisnis. Penerapan standar ISO juga membuka peluang bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar, baik lokal maupun internasional. Banyak mitra bisnis dan konsumen global yang menjadikan sertifikasi ISO sebagai salah satu persyaratan utama dalam menjalin kerja sama. Oleh karena itu, sertifikasi ini tidak hanya meningkatkan daya saing UMKM, tetapi juga memberikan akses ke pasar yang lebih besar dengan potensi pertumbuhan yang Johnstone & Hallberg, . menunjukkan bahwa penerapan ISO membantu organisasi dalam meningkatkan kinerja perusahaan. ISO berkontribusi untuk meningkatkan hasil operasi dan organisasi internal perusahaan (Teoman & Ulengin. Implementasi yang baik dapat membawa dampak positif terhadap kinerja dan daya saing UMKM, dengan konsekuensi positif pada pemangku kepentingan dan pelanggan (Darliah et al. , 2. Dengan demikian, dengan adanya serifikasi ISO dapat memberikan kontribusi positif pada kinerja UMKM. Kombinasi antara sertifikasi halal dan ISO tidak hanya memperkuat citra produk, tetapi juga memperluas akses pasar melalui peningkatan kepercayaan dari berbagai segmen konsumen, termasuk konsumen non-muslim yang mencari produk berkualitas tinggi. Sertifikasi halal dan ISO mampu mendukung keberlanjutan bisnis UMKM serta mampu menciptakan keunggulan kompetitif yang positif dibandingkan dengan UMKM yang belum bersertifikasi. Hal ini disebabkan oleh integrasi antara prinsip kehalalan yang mencakup aspek etika, kesehatan, dan keamanan produk, dengan standar ISO yang menekankan manajemen kualitas dan Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 Dengan demikian, sertifikasi halal dan ISO secara positif memiliki dampak positif pada kinerja UMKM halal. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa kapabilitas dinamis memiliki peran penting dalam mendorong kinerja industri halal, khususnya pada Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) seperti UD Budi Jaya. Melalui penerapan sertifikasi halal dan ISO. UMKM tidak hanya dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, tetapi juga memperluas pangsa pasar dan meningkatkan penjualan. Gaya kepemimpinan transformasional yang diterapkan oleh pemilik UMKM turut berkontribusi dalam menjaga motivasi dan ketahanan tim, terutama dalam menghadapi tantangan yang muncul akibat perubahan lingkungan bisnis. Berdasarkan temuan penelitian, penguatan kinerja UMKM di sektor industri halal, seperti pada UD Budi Jaya, dapat dilakukan melalui peningkatan aksesibilitas sertifikasi halal dan ISO dengan dukungan program subsidi, penyederhanaan prosedur, dan pelatihan teknis dari pemerintah. Pelaku UMKM juga perlu mengembangkan kapabilitas dinamis dengan diversifikasi produk halal, adopsi teknologi digital, serta partisipasi dalam pelatihan Selain transformasional pemilik usaha harus diperkuat melalui visi yang jelas, kolaborasi tim, dan jejaring komunitas bisnis halal untuk berbagi strategi sukses. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing, kualitas produk, dan keberlanjutan UMKM dalam menghadapi tantangan industri halal yang berkembang. DAFTAR PUSTAKA