Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . Agustus 2025 Page 197-207 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X Analisis Minat Belajar Siswa Broken Home dan Strategi Penanganannya Putri Salsabila1*. Abdul Saman2. Amirullah3 Received: June-2024. Reviewed: July-2024. Accepted: August-2024. Published: August-2024 Abstract. This study examines the learning interests of students from broken homes and how they are handled at a vocational high school in Soppeng. The objectives of this study are to: . describe the learning interest of student AIS, . identify the factors that influence AISAos learning interest, and . explain the efforts made to address AISAos learning interest issues. This study uses a qualitative approach with a case study design. The subject is one student, referred to as AIS. Data collection techniques include interviews, observation, and documentation. Data analysis involves data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that: . AISAos learning interest is categorized as low, indicated by frequent school absences, tardiness, lack of enthusiasm, indifference to lessons, and rarely completing assignments. The factors contributing to AISAos low learning interest include a lack of intrinsic motivation, limited parental support, and emotional neglect following the death of AISAos mother. The intervention to address AISAos low learning interest was carried out through reality counseling using the WDEP system, consisting of four stages: exploring Wants. Doing, self-Evaluation, and Planning. Keywords: Interest in Learning. Broken Home. WDEP Reality Couseling. Behavioral Change. Abstrak. Penelitian ini menelaah Minat Belajar Siswa Dari Keluarga Broken home dan Penanganannya yang dilakukan di salah satu SMK di Soppeng. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui : . Gambaran minat belajar pada siswa AIS . Faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar pada siswa AIS . Upaya penanganan minat belajar yang dilakukan terhadap siswa AIS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian ini sebanyak satu orang siswa berinisial AIS. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : . Gambaran minat belajar AIS yaitu kurang ditandai AIS jarang ke sekolah, sering bolos dan terlambat. AIS juga tidak menunjukkan antusiasme terhadap pelajarannya. AIS jarang mengerjakan tugas yang diberikan. Faktor yang mempengaruhi minat belajar yang rendah pada AIS adalah kurangnya minat/motivasi dalam diri AIS, kurangnya dukungan dari orang tua, kurangnya kasih sayang yang diterima karena kondisi keluarga pasca kematian ibunya. Upaya penanganan bagi siswa AIS yang mengalami minat belajar yang rendah adalah melalui pelaksanaan konseling realita dengan sistem WDEP terdiri dari 4 tahap yaitu eksplorasi want, doing, evaluasi, dan planning. Kata kunci: Minat Belajar. Broken Home. Konseling Realita WDEP. Perubahan Perilaku Bimbingan dan Konseling. Universitas Negeri Makassar Coresponden Email: putrisalsalsabila0116@gmail. PENDAHULUAN Sekolah berperan penting dalam membentuk karakter dan prestasi siswa, namun keberhasilannya turut dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kondisi keluarga. Keluarga 197 | How to cite this article: Salsabila P. Saman A. Amirullah M. Analisis Minat Belajar Siswa Broken Home dan Strategi Penanganannya. Indonesian Journal of School Counseling. Volume(Issu. , 197-207. https://doi. org/10. 26858/ijosc. 74503 A 2025 The Author. Journal: Indonesian Journal of School Counseling. Publisher: Guidance and Counseling Study Program. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar. Link: https://ojs. id/ijosc Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . Agustus 2025 Page 197-207 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X yang merupakan lingkungan pertama memiliki peran besar dalam perkembangan anak. Sayangnya, tidak semua anak tumbuh dalam keluarga harmonis atau beberapa mengalami broken home. Broken home merujuk pada kondisi keluarga yang tidak harmonis, baik karena perceraian maupun kegagalan menjalankan fungsi keluarga meskipun struktur tetap utuh (Annisa, 2. Kondisi keluarga broken home sering berdampak langsung pada pencapaian akademik siswa. Menurut Amala et al. dan Fatiha . menyatakan bahwa siswa dengan latar belakang keluarga broken home lebih rentan mengalami gangguan belajar. Studi awal di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Soppeng melalui observasi dan wawancara dengan guru Bimbingan dan Konseling (BK) menunjukkan bahwa beberapa siswa, termasuk AIS, mengalami penurunan minat belajar. AIS yang telah hidup dalam keluarga broken home sejak SD, dikenal ramah namun menunjukkan gejala seperti sering membolos, nilai rendah, dan sikap pasif di kelas. Minimnya dukungan emosional, terutama sejak kehilangan ibunya, memperburuk semangat belajarnya. Fenomena dari AIS mencerminkan bahwa ketidakharmonisan keluarga dapat berdampak luas terhadap minat belajar siswa. Rendahnya minat belajar berisiko menurunkan prestasi, meningkatkan ketidakhadiran, dan mendorong perilaku menyimpang. Karena itu, minat belajar sebagai aspek psikologis penting dalam pendidikan perlu mendapat perhatian Menurut Slameto . mendefinisikan minat belajar sebagai dorongan dalam diri untuk terlibat aktif dalam pembelajaran yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Pada siswa dari keluarga broken home seperti AIS, minimnya perhatian, komunikasi, dan lingkungan rumah yang tidak kondusif menjadi hambatan utama dalam menumbuhkan minat Kondisi keluarga broken home yang dapat berdampak besar pada semangat belajar siswa juga telah banyak di teliti pada peneliti terdahulu. Seperti pada penelitian yang dilakukan oleh Ardilla & Cholid . , namun dalam penelitian ini belum banyak mengulas secara mendalam pengaruhnya dari aspek psikologis dan perilaku. Kebanyakan studi masih bersifat umum, sehingga menimbulkan research gap yang perlu dijembatani melalui studi kasus mendalam. Mengingat kompleksitas masalah yang dialami siswa seperti AIS, maka diperlukan sebuah penanganan yang komprehensif. Salah satu upaya dalam layanan bimbingan dan konseling yaitu dengan penerapan konseling realitas sistem WDEP (Want. Doin and Direction. Evaluation. Plannin. Menurut Palmer . terapi ini menekankan perilaku saat ini dan membantu siswa membangun kembali motivasi serta menghadapi tekanan. Selain itu, konseling realitas WDEP juga lebih menyentuh aspek psikologis dan perilaku konseli, serta berfokus pada tanggung jawab individu dan tindakan konkret untuk mencapai tujuan hidup. Sehingga dengan penerapan konseling ini, siswa seperti AIS diharapkan dapat menyadari potensinya, menetapkan tujuan, dan meningkatkan motivasi serta minat belajarnya secara Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini berupaya untuk mengungkap gambaran minat belajar siswa dari keluarga broken home, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya, serta memberikan penanganan melalui pendekatan konseling yang sesuai. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi baik secara teoritis maupun praktis dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan, khususnya dalam memahami dinamika psikologis siswa dengan latar belakang keluarga yang tidak utuh. METODE Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus, 198 | Putri Salsabila. Abdul Saman. Amirullah. Analisis Minat Belajar Siswa Broken Home dan Strategi Penanganannya Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . Agustus 2025 Page 197-207 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X karena dinilai mampu memberikan gambaran yang mendalam dan menyeluruh tentang permasalahan yang diteliti. Menurut Harahap & Simarmata . , studi kasus adalah metode pengumpulan data yang bersifat integratif dan komprehensif, mencakup seluruh aspek pribadi individu. Pendekatan ini dipilih untuk merancang penanganan yang tepat melalui layanan bimbingan dan konseling bagi siswa berinisial AIS. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di salah satu SMK Negeri yang berada di Provinsi Sulawesi Selatan. Kabupaten Soppeng. Sekolah ini dipilih sebagai tempat penelitian karena berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti bahwa terdapat siswa yang mengalami minat belajar yang rendah akibat dari kondisi broken home yang dialami. Teknik pengumpulan data Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara semi terstruktur, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa berinisial AIS. Rancangan yang digunakan adalah clinical case study dengan tahapan: identifikasi kasus, identifikasi masalah, diagnosis, prognosis, treatment, evaluasi, dan tindak lanjut. Teknik Analisis Data Teknik analisis data dalam peneltian ini mengikuti model Miles dan Huberman (Sugiyono, 2. melalui tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data menyederhanakan informasi, penyajian data mengorganisirnya dalam format yang mudah dipahami, dan penarikan kesimpulan mengidentifikasi pola atau tema dari data yang telah dianalisis. Proses ini bersifat iteratif hingga data dianggap jenuh. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan siswa subjek, guru BK, wali kelas, guru mata pelajaran, orang tua/wali, dan teman dekat siswa subjek pada tanggal 06 Maret 2025 hingga 06 Mei 2025, informasi yang dikumpulkan berfokus pada gambaran minat belajar siswa dari keluarga broken home yang berinisial AIS, faktor-faktor yang mempengaruhi, serta upaya penanganan minat belajar siswa dari keluarga broken home yang berinisial AIS yang diuraikan sebagai berikut: Gambaran Minat Belajar Subjek AIS dari Keluarga Broken home Berdasarkan data yang diperoleh dari observasi dan hasil wawancara mendalam bersama subjek AIS dan informan lainnya ditemukan bahwa AIS mengalami permasalahan pada minat belajarnya. AIS tidak memiliki motivasi dalam dirinya untuk belajar dan kedepannya, kurang perhatian terhadap pembelajaran/tidak fokus dan tidak peduli/cuek pada saat jam pelajaran berlangsung. AIS sering tidak masuk disekolah tanpa alasan, sering tidak mengerjakan tugas, dan sering mengantuk di dalam kelas. Adapun kutipan hasil wawancara yang diperoleh dari siswa AIS : AuJujur saja kk, sebenarnya kurang memang minatku untuk belajar, baik itu dirumah atau di sekolah, saya tidak pernah merasa tertarik, saya susah fokus pada saat belajar. tetapi jika mata pelajaran tertentu seperti praktek, olahraga dan seni membuat saya lebih aktif dan semangatAy 199 | Putri Salsabila. Abdul Saman. Amirullah. Analisis Minat Belajar Siswa Broken Home dan Strategi Penanganannya Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . Agustus 2025 Page 197-207 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X (AIS/wwcr01/060. Data hasil wawancara dengan AIS kemudian diperkuat dengan hasil wawancara yang telah dilakukan pada orang tua siswa AIS. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut : AuKebiasaan belajarnya mungkin memang bisa dibilang rendah karena jarang sekali saya liat membaca, menulis ataupun mengerjakan tugasnya, bahkan dia tidak pernah bertanya mengenai tugasnya ataupun pelajarannya jika ada kesulitan, kemudian ditambah lagi semenjak kematian ibunya membuat minat belajar AIS menurun drastisAy (Br/wwcr02/070. Hasil wawancara menunjukkan bahwa AIS memiliki minat belajar yang rendah, cenderung tertutup terhadap keluarga, dan dipengaruhi oleh kondisi keluarganya. Guru BK menyatakan bahwa AIS beberapa kali mendapat teguran terkait kehadiran dan tugas yang tidak diselesaikan: AuAIS jarang masuk sekolah, sering terlambat, dan tanpak pasif di kelas. tidak menunjukkan minat belajar, bahkan sering tertidur saat pelajaran. Kurangnya motivasi diri dan kondisi keluarga yang tidak harmonis diduga menjadi penyebabnya. Namun. AIS terlihat lebih aktif dan bersemangat saat mengikuti kegiatan praktik, dan mata pelajaran yang ia memang minati dan lebih aktif juga di ekstrakulikulernyaAy (SR/wwcr03/100. Selain permasalahan mengenai tingkat kehadiran dan keaktifan AIS di sekolah. AIS juga sering terlambat dalam mengumpulkan tugasnya. Hal ini diungkapkan oleh guru bidang studi pada saat peneliti melakukan wawancara : AuUntuk pengumpulan tugas. AIS ini bisa dikatakan sering sekali dikatakan terlambat mengumpulkan tugas bisa dikatakan kalau dia selalu terakhir dalam mengumpulkan tugasnya dibandingkan dengan teman-temannya, untuk kualitas tugasnya 50% karena ia mengerjakan seperti itulah, yang penting selesaiAy (SM/wwcr05/120. Selanjutnya AIS memiliki interaksi yang baik dengan teman-teman kelasnya dan teman diluar kelas, hal ini diungkapkan oleh teman sebaya AIS pada saat peneliti melakukan AuInteraksi AIS dengan teman-teman kelas sangat baik begitu juga dengan teman-teman yang tidak satu kelas baik juga interaksinyaAy (AB/wwcr06/130. Tabel 1. Gambaran Minat Belajar Siswa AIS Indikator Minat Belajar Rasa suka/senang Ketertarikan Perilaku Deskripsi Kurang Siswa tampak tidak senang/bersemangat antusias mengikuti saat pembelajaran pelajaran, sering ekspresi bosan atau tidak peduli/cuek Sumber Data (SR/wwcr03/100. (HK/wwcr04/110. (SM/wwcr05/120. 200 | Putri Salsabila. Abdul Saman. Amirullah. Analisis Minat Belajar Siswa Broken Home dan Strategi Penanganannya Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . Agustus 2025 Page 197-207 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X Motivasi Jarang masuk sekolah dan sering Kehadiran siswa (SR/wwcr03/100. sangat kurang dan (HK/wwcr04/110. sering tidak ada keterangan dan sering terlambat Perhatian Mudah teralihkan Fokus belajar (SR/wwcr03/100. dalam belajar sangat rendah, (HK/wwcr04/110. sering ngantuk bahkan tertidur, sering melamun dan berdiam diri Partisipasi Aktif Jarang berpartisipasi Kurangnya (SR/wwcr03/100. dalam tugas yang (HK/wwcr04/110. diberikan tetapi aktif dalam kegiatan dalam kegiatan akademik tetapi aktif dalam kegiatan non-akademik ektrakulikuler atau Pengetahuan Penurunan nilai atau Nilai siswa (HK/wwcr04/110. hasil belajar yang cenderung atau tidak stabil Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar Subjek AIS dari Keluarga Broken home Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar pada siswa AIS dapat dilihat dari hasil wawancara yang diperoleh peneliti, yaitu faktor internal . ari dalam individ. dan faktor eksternal . ari luar individ. Hal ini ditunjukkan dari kutipan wawancara berikut ini : AuMalas ka kk belajar, tidak senangka kalau belajar, merasa terbebanika, kalau belajar di kelas seringka mengantuk, merasa bosan, sedih, susahka fokus perhatikan guru mengajar dan ndak ada memang minat untuk belajar dan belum terfikir ka untuk kedepannya nanti bagaimanaAy (AIS/wwcr01/060. Hal ini diperkuat oleh hasil wawancara peneliti dengan orang tua AIS. Hal ini dapat dilihat pada kutipan wawancara berikut ini : AuSituasi keluarga saat ini memang mempengaruhi minat belajar AIS, karena AIS lebih sering bersama neneknya dibandingkan saya, karena saya bekerja saya biasanya tidak dirumah dan nenek kan juga sudah tua AIS selalu dimanja dan tidak kerasi sehingga anak ini semakin seenaknya untuk belajarAy (BR/wwcr02/0703. Hal ini diperkuat oleh hasil wawancara peneliti dengan guru BK. Hal ini dapat dilihat pada kutipan wawancara berikut ini : AuSangat banyak perannya wali kelas dan guru mapel, guru mapel selalu menyampaikan kepada wali kelas kalau AIS tidak masuk sekolah lagi, dari 201 | Putri Salsabila. Abdul Saman. Amirullah. Analisis Minat Belajar Siswa Broken Home dan Strategi Penanganannya Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . Agustus 2025 Page 197-207 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X wali kelas ke sayami ke BK, nah biasami saya telpon AIS, telpon orang tua/wali, dan sudah melakukan kunjungan rumahAy (SRwwcr02/100. Tabel 2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar Faktor-Faktor Aspek Deskripsi Sumber Data minat belajar Faktor Internal Motivasi Siswa tidak memiliki semangat (AISwwcr01/060. atau dorongan pribadi untuk belajar, mungkin karena merasa tidak ada tujuan atau harapan dalam hidupnya Faktor internal Kesadaran Siswa tidak menunjukkan inisiatif belajar atau bertanya saat kesulitan, mencerminkan rendahnya dorongan belajar Faktor internal Psikologis Perasaan terbebani dan sedih (AISwwcr01/060. Faktor Keluarga Relasi Ketidakharmonisan keluarga (AISwwcr01/060. membuat siswa merasa terabaikan, kurang mendapatkan kasih sayang, perhatian, dan dukungan emosional dari orang tua Faktor Relasi guru Guru BK, wali kelas, dan guru (SRwwcr03/100. Lingkungan mata pelajaran memberikan (HKwwcr04/110. Sekolah perhatian khusus, bimbingan dan kontrol rutin terhadap perkembangan siswa Faktor Interaksi di Meskipun latar belakang (ABwwcr06/130. Lingkungan kelas atau keluarga tidak mendukung, (HKwwcr04/110. Sekolah keberadaan teman yang peduli dan membantu sedikit untuk meningkatan minat belajar AIS Faktor Teman Teman dan tetangga di sekitar (AISwwcr01/060. AIS memberi motivasi. Masyarakat dukungan moral, dan bantuan belajar sebagai penguat Upaya Penanganan Minat Belajar Rendah Subjek AIS dari Keluarga Broken home Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh subjek penilitian AIS, maka upaya penanaganan atau bantuan yang diberikan peneliti untuk membantu AIS meningkatkan minat belajarnya yaitu pendekatan realitas dengan system WDEP. Pelaksanaan konseling dimulai dari tahap pengisian lembar komitmen dan tinjuan prosedur, kemudian tahap identifikasi masalah, dilanjutkan tahp diagnosis dan prognosis, serta yang terakhir tahap treatment. 202 | Putri Salsabila. Abdul Saman. Amirullah. Analisis Minat Belajar Siswa Broken Home dan Strategi Penanganannya Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . Agustus 2025 Page 197-207 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X Adapun pelaksaan system WDEP adalah sebagai berikut : Pengembangan Keterlibatan Pada tahap awal ini dilakukan pada tanggal 17 Maret 2025 di ruang Bimbingan dan Konseling lokasi penelitian dengan durasi waktu 35 menit. Konselor membangun hubungan awal yang suportif dengan AIS melalui percakapan santai, doa bersama, dan penandatanganan komitmen. Disepakati bahwa konselor menjaga kerahasiaan, sementara AIS berjanji bersikap kooperatif dan terbuka dalam proses konseling. Keinginan (Wan. Pertemuan kedua konseling berlangsung pada 18 Maret 2025 selama 40 menit di Ruang BK lokasi penelitian, dengan fokus pada tahap "Want" dalam terapi realitas WDEP. AIS mengungkapkan lima keinginan utama: memahami kondisi keluarga, memperbaiki nilai, meningkatkan kehadiran, fokus belajar, dan membangun komunikasi dengan ayahnya. menyadari bahwa masalah belajarnya dipengaruhi oleh kurangnya dukungan emosional. Konselor membantu menanamkan harapan baru melalui refleksi nilai-nilai positif. Eksplorasi Arah dan Tindakan (Doing & Directio. Pada Kamis, 21 Maret 2025, konseling memasuki tahap Doing & Direction dalam terapi realitas WDEP, yang mengeksplorasi perilaku nyata konseli. AIS mulai menunjukkan perubahan positif seperti membuat jadwal belajar, rajin hadir di sekolah, menyelesaikan tugas, menghindari gangguan, dan memulai komunikasi dengan ayahnya. Perubahan ini merupakan respons aktif terhadap keinginannya untuk berkembang. Evaluasi (Evaluatio. Pada 24 April 2025, tahap Evaluation menunjukkan AIS merefleksikan perubahan positif seperti peningkatan disiplin, fokus, hubungan keluarga, dan semangat belajar. merasa lebih tenang, lepas dari kemarahan masa lalu, dan termotivasi membanggakan ibunya serta menjadi teladan bagi adiknya. Perencanaan (Plannin. Pada 29 April 2025, dalam sesi 40 menit. AIS bersama konselor menyusun rencana ke AIS merancang jadwal belajar, membatasi jam malam, menjaga kehadiran, rajin mengerjakan tugas, mempersiapkan kuliah, dan bertekad lebih terbuka dengan ayahnya. Rencana ini menunjukkan kesiapan AIS untuk hidup lebih terarah dan bertanggung jawab. Tindak Lanjut Pada tahap akhir, peneliti meninjau keberhasilan AIS dalam menjalankan tugas, memberi penguatan berupa motivasi dan reward atas pencapaiannya, serta mengakhiri sesi konseling dengan ucapan terima kasih. Sesi konseling realitas dengan pendekatan WDEP dinyatakan selesai setelah enam pertemuan. Tabel 3. Hasil Konseling EVALUASI Pertemuan Understanding Comfort Action (Tahap Konselin. Pertama Konseli memahami Konseli merasa Konseli kemudian bahwa ia belum bisa senang karena menyadari bahwa ia untuk menyelesaikan ada yang dapat harus bisa mencari 203 | Putri Salsabila. Abdul Saman. Amirullah. Analisis Minat Belajar Siswa Broken Home dan Strategi Penanganannya Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . Agustus 2025 Page 197-207 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X (Tahap Pengembangan Keterlibata. Kedua (Tahap Eksplorasi Keingina. Ketiga (Tahap Eksplorasi Arah dan Tindaka. Tahap Ketiga (Tahap Evaluas. Tahap Ke-Lima Planning (Tahap Perencanaa. sendiri dan membutuhkan bantuan dari orang lain Konseli menyadari keinginan utamanya, yaitu memahami kondisi memperbaiki nilai dan tugas sekolah, kehadiran, fokus saat belajar, serta komunikasi dengan AIS menunjukkan keseriusan untuk berubah dengan menyusun jadwal belajar, rajin hadir, menyelesaikan tugas, lebih fokus, menghindari distraksi, dan mulai membangun komunikasi dengan Konseli menyadari bahwa tindakannya selama ini keliru dan memperburuk keadaan, serta memahami pentingnya menerima realitas dan berusaha yang dialaminya Merasa bingung caranya ia solusi dalam permasalahan yang Konseli kemudian menyadari bahwa ia harus mencoba untuk kebiasaan negatifnya Konseli memulai Tindakan untuk Konseli kemudian menyadari Tindakan yang dilakukannya Konseli senang karena ia telah mulai melakukan dan perilaku di Konseli mulai fokus pada keadaan saat ini, keadaannya dan keluarganya yang broken home Konseli memahami apa yang akan dilakukannya untuk perencanaannya kedepan nanti Konseli Menyusun planning atau Konseli mulai fokus perilaku positif dengan meningkatkan minat belajar, membuka diri pada keluarga, dan mempersiapkan diri masuk universitas 204 | Putri Salsabila. Abdul Saman. Amirullah. Analisis Minat Belajar Siswa Broken Home dan Strategi Penanganannya Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . Agustus 2025 Page 197-207 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X Tahap Ke-enam Konseli memahami (Tahap Terminas. bahwa perilaku yang dilakukannya adalah salah dan konseli berubah menjadi lebih baik lagi Konseli merasa telah banyak perubahan yang dialami sejak awal konseling tahap akhir kons Konseli berusaha keinginannya dan memiliki pandangan baru terkait kehidupan yang Konseli menerima realitas. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa AIS memiliki minat belajar yang tergolong Hal ini teridentifikasi melalui wawancara dengan AIS, guru BK, wali kelas, guru mata pelajaran, orang tua, dan teman sebaya. AIS menunjukkan perilaku seperti malas belajar, jarang mengerjakan tugas, sering absen atau terlambat ke sekolah, tidak aktif dalam kegiatan belajar mengajar, serta mengalami penurunan nilai akademik. Ia juga mengaku tidak memiliki semangat belajar dan sering merasa bosan saat mengikuti pelajaran. Hal yang mendasari rendahnya minat belajar AIS adalah kondisi keluarganya yang broken home. Broken home merupakan keretakan dalam keluarga yang ditandai oleh rusaknya hubungan antaranggota keluarga (Hasanah & MaAoarif, 2. Selain itu, broken home juga diartikan sebagai hilangnya perhatian atau kurangnya kasih sayang dari orang tua akibat perceraian atau ketidakharmonisan dalam keluarga (Retnowati, 2. Penelitian Abi et al. menunjukkan bahwa siswa dari keluarga broken home cenderung mengalami penurunan minat belajar, terlihat dari sikap apatis, kurang partisipasi, dan ketidakpedulian terhadap tugas. Berdasarkan teori Slameto dan Djamarah, indikator minat belajar seperti perhatian, motivasi, ketertarikan, dan kesadaran tidak tampak pada diri AIS. Kondisi ini dipicu oleh kurangnya motivasi internal akibat kehilangan ibu dan minimnya perhatian dari keluarga. Hal ini memengaruhi stabilitas emosional dan semangat belajarnya, sejalan dengan temuan Wahyu (Merlin, 2. tentang dampak broken home terhadap motivasi dan konsentrasi belajar. Slameto . menyatakan bahwa minat belajar dipengaruhi faktor internal dan Dalam kasus AIS, kurangnya motivasi pribadi dan minimnya dukungan emosional dari keluarga menghambat semangat belajarnya. Namun, dukungan dari guru, teman sekolah, dan lingkungan sekitar justru menjadi penguat emosional. Hal ini sejalan dengan temuan Bua et al. dan Putri et al. bahwa keluarga tidak harmonis dapat melemahkan minat belajar, sedangkan dukungan sosial mampu menumbuhkan motivasi siswa. Untuk mengatasi rendahnya minat belajar AIS, peneliti menerapkan konseling realita dengan teknik WDEP. Sesuai penjelasan Corey . , pendekatan ini menekankan tanggung jawab pribadi, kesadaran akan kenyataan, serta pengambilan keputusan yang sehat. Berdasarkan prinsip 3R (Right. Responsibility. Realit. , konseling ini bertujuan membantu individu memenuhi kebutuhan tanpa merugikan diri sendiri atau orang lain, sehingga dapat mencapai identitas sukses dan bertindak mandiri. Hal ini sejalan dengan pendapat Adibah & Priyambodo . yang menyatakan bahwa konseling realita bertujuan mengembangkan tanggung jawab dan kontrol diri siswa. Sudah banyak penelitian sebelumnya yang menggunakan teknik serupa untuk menyelesaikan persoalan akademik siswa misanya saja penelitian yang dilakukan oleh Salsabila & Harahap . dan Rasdiany & Karneli . yang menggunakan teknik WDEP untuk meningkatkan keterampilan belajar siswa, juga penelitian Rauf . yang menunjukkan bahwa penerapan teknik WDEP terbukti efektif dalam 205 | Putri Salsabila. Abdul Saman. Amirullah. Analisis Minat Belajar Siswa Broken Home dan Strategi Penanganannya Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . Agustus 2025 Page 197-207 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa, khususnya mereka yang menghadapi hambatan internal dan eksternal. Penerapan teknik WDEP menunjukkan perubahan bertahap pada AIS. Pada tahap Wants. AIS mengungkapkan keinginannya untuk memperbaiki nilai, kehadiran, fokus belajar, dan hubungan dengan ayahnya. Tahap Doing memperlihatkan tindakan nyata seperti membuat jadwal belajar dan komunikasi dengan ayah. Di tahap Evaluation. AIS menyadari bahwa perilaku lamanya memperburuk keadaan, dan kini merasa lebih tenang serta Pada tahap Planning, ia merancang langkah konkret untuk masa depan, termasuk menjaga konsistensi belajar dan mempersiapkan pendidikan lanjut. Seluruh proses menunjukkan bahwa teknik WDEP efektif dalam menangani minat belajar siswa dari keluarga broken home. Meski terdapat hambatan teknis, proses konseling tetap berjalan lancar. Setelah enam sesi. AIS menunjukkan peningkatan semangat belajar, keterbukaan pada keluarga, tidak lagi bolos, dan memiliki pandangan positif ke depan. Konseling ditutup dengan motivasi dan apresiasi, dan teknik WDEP terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar serta membantu AIS berdamai dengan kondisi keluarganya. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan penelitian terhadap AIS, disimpulkan bahwa: . Minat belajarnya rendah, terlihat dari ketidakhadiran, kurang disiplin, dan minimnya antusiasme belajar. Penyebabnya meliputi faktor internal seperti motivasi lemah dan emosi tidak stabil, serta faktor eksternal seperti kurangnya dukungan keluarga. Pendekatan konseling realita dengan teknik WDEP terbukti efektif meningkatkan semangat belajar, rasa tanggung jawab, dan kesiapan menghadapi masa depan secara positif. Saran