JURNAL BASICEDU Volume 8 Nomor 4 Tahun 2024 Halaman 3390 - 3399 Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu Pengaruh Metode Pemecahan Masalah terhadap Hasil Belajar Ppkn pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Aprimadedi1A. Sri Yunimar Ningsih2. Endah Muyassaroh3 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Dharmas Indonesia1,2,3 E-mail: 1803011023@undhari. Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi Oleh rendahnya hasil belajar PPKN siswa. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan metode Problem Solving pada muatan pembelajaran PPKN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah metode Problem Solving berpengaruh terhadap ketercapaian hasil belajar siswa pada meteri mengenal Pancasila. Penelitian ini menggunakan pre eksperimental tipe one group pretest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 07 Sitiung. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan sampling sistematis. Teknik pengumpulan data diambil dengan memberikan Pretest dan posttest berupa soal pilihan ganda yang berjumlah 20 butir soal. Hasil uraian uji t menunjukkan bahwa taraf signifikasinya adalah 0,000<0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha Hal ini juga dapat dilihat pada rata pretest dan posttest yaitu terdapat selisih sebesar 76,344 yang artinya terdapat pengaruh metode Problem Solving terhadap hasil belajar PPKN siswa kelas IV SD Negeri 07 Sitiung. Kabupaten Dharmasraya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode Problem Solving terhadap hasil belajar PPKN siswa kelas IV SD Negeri 07 Sitiung. Kata Kunci: Muatan PPKN, metode Problem Solving. Hasil Belajar. Abstract This research is motivated by the low student learning outcomes of PPKN. Efforts to overcome these problems require the Problem Solving method in the PPKN learning content. This study aims to determine whether the Problem Solving method has an effect on student learning outcomes in terms of knowing Pancasila. This study used pre-experimental type one group pretest, posttest. The population in this study were all fourth grade students of SD Negeri 07 Sitiung. The sample in this study was taken using systematic sampling. The data collection technique was taken by giving a pretest and posttest in the form of multiple choice questions, totaling 20 questions. The results of the t-test description indicate that the significance level is 0. 000 <0. 05, so it can be concluded that H0 is rejected and Ha is accepted. This can also be seen in the average pretest and posttest, namely there is a difference of 76. 344, which means that there is an effect of the Problem Solving method on the learning outcomes of PPKN students in grade IV SD Negeri 07 Sitiung. Dharmasraya Regency. So that it can be concluded that the Problem Solving method of PPKN learning outcomes for fourth grade students of SD Negeri 07 Sitiung. Keywords: PPKN content. Problem Solving method. Learning Outcomes. Copyright . 2024 Aprimadedi. Sri Yunimar Ningsih. Endah Muyassaroh A Corresponding author : Email : 1803011023@undhari. DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Metode Pemecahan Masalah terhadap Hasil Belajar Ppkn pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Ae Aprimadedi. Sri Yunimar Ningsih. Endah Muyassaroh DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. PENDAHULUAN Pendidikan ialah suatu hal yang berbentuk investasi yang memilik waktu yang lama yang begitu berguna bagi semua insan. Pendidikan yang berhasil akan membuat manusia yang memilki watak kebaikan dilingkungan masyarakat serta tidak memiliki sifat menyulitkan bagi orang lain. Masyarakat di zaman dahulu dan masyarakat sampai dengan zaman sekarang mengakui bahwa sebuah pendidikan dan pendidik merupakan hal yang penting diantara semakin banyaknya masyarakat yang ada. Pendidikan yang berhasil tentu merupakan sebuah pendidikan yang berhasil mendidik seseorang itu berguna bagi masyarakat banyak dan memiliki daya saing serta kelasnya sendiri dalam masyarakat. Tercapai tidaknya sebuah pendidikan dari seseorang dilihat dari bagaimana prestasi seseorang itu yang mereka raih. Adanya pencapaian yang baik, peserta didik sendiri memiliki yang namanya indikasi yang memiliki pengetahuan yang baik. Salah satu hal yang memiliki pengaruh dalam pencapaian siswa dilihat dari bagaimana motivasi belajarnya. (Latip, 2. mengatakan bahwa pengenalan siswa dalam pendidikan dan prestasi pembelajaranya begitu penting, karena dengan pengetahuan dari hasil belajar yang mereka gapai, maka siswa akan berusaha dalam mencapai sebuah pengetahuan tersebut. sehingga dengan mengetahui kekurangan mereka dalam belajar maka mereka akan berusaha dalam meningkatakan prestasi dari hasil belajar yang lebih baik bagi para peserta didik dikarenakan peserta didik itu bisa termotivasi dalam belajar sehingga bisa lebih meningkatkan hasil belajar siswa dari yang Pendidik maknai dengan sebuah panutan dalam berjalannya proses pembelajaran yang dilandaskan dengan pengetahuannya dan pengalamannya serta bagaimana tanggung jawab seorang pendidik tersebut dalam proses pembelajaran di dalam ruangannya. Dalam kegiatan belajar sendiri tentu memiliki beberapa hal yang harus diperhatikan hal-hal tersebut tentu memiliki hubungan dengan motivasi belajar siswa, seperti halnya hubungan siswa dengan pendidik, kemampuan verbal, rasa nyaman dan kehebatan guru dalam proses belajarnya dan bagaimana kegiatan komunikasi guru dan siswa. Dengan demikian seorang peserta didik tentu menjadi salah satu hal yang utama dalam proses belajar dan guru dalam kegiatan belajar siswa di dalam kelas. Seorang guru harus bisa memotivasi siswanya yang tidak bersemangat atau bermalas-malas belajar menjadi bersemangat untuk belajar. Pada kegiatan belajar siswa bisa di tentukan dengan sebuah kegiatan fisik dan halhal di dalam diri siswa yang dijalankan pada kegiatan interaksi yang ada pada lingkungan yang memiliki perubahan pada segi pemahaman dan nilai sikap pada siswa. Perubahan yang dimaksud kan disini seperti peruahan yang bersifat benar apa adanya dan hebat. Disini arti konstanta adalah tidak berubah sedangkan berbekas adalah ada . Sehingga guru sangat berperan penting untuk siswa dalam mengupayakan tercapaiannya sebuah perubahan prilaku peserta didik yang lebih baik bagi mereka. Pendidikan dasar merupakan landasan utama bagi pendidikan yang akan datang serta pendidikan nasional. Namun harta bangsa sendiri bukanlah dari banyaknya sumber daya alam yang ada dinegara ini, namun juga ada pada sumber daya manusianya yang memiliki kualitas. Jadi diperlukanlah sebuah perbaikan pada sumber daya manusia nya sendiri sebagai suatu kekayaan yang dimiliki negara indonesia dan untuk hal yang akan dipergunakan kedepannya untuk tercapainnya suatu kemajuan dalam negara indoensia (Warsono, 2. Sifat seorang guru memiliki sebuah pengaruh yang penting pada berkembangnya peserta didik pada jiwa siswa, maka dari itu pendidik tentu harus mempunyai sikap yang baik dan benar dengan hal yang di tentukan pada kegiatan kerjanya dan harus bertanggung jawab. Peristiwa itu merupakan hal yang berhasil atau tidak berhasilnya sebuah hal yang akan dicapai dalam tujuan pendidikan begitu banyak tergantung pada pendidik. Belajar ialah sebuah kegiatan yang memilki sebuah proses serta unsur yang begitu dalam dalam membuat semua pada jenjang pendidikan. Maka dari itu bahwa tercapainnya pendidikan atau tidak hal tersebut bergantung pada kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kegiatan belajar (Warsono, 2. Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Metode Pemecahan Masalah terhadap Hasil Belajar Ppkn pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Ae Aprimadedi. Sri Yunimar Ningsih. Endah Muyassaroh DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. Pada saat peneliti melakukan Praktek Lapangan Pendidikan, pada kelas IV SDN 07 Sitiung Kabupaten Dharmasraya diperoleh informasi pada saat mengajar di kelas, terdapat beberapa siswa yang mengabaikan guru saat mengajar didepan kelas, bahkan banyak yang bermain dan bersenang-senang pada saat pembelajaran Ada sebagian dari mereka yang tidak mau untuk menyelesaikan tugas yang di berikan oleh guru, mereka memilih asik bermain-main di dalam kelas saat pembelajaran berlangsung sedangkan siswa yang belajar dengan serius akan terganggu oleh siswa yang ribut. Kegiatan belajar akan berhasil jika semua peserta didik memiliki sebuah motivasi di dalam diri saat belajar. Maka dari itu, seorang pendidik juga perlu memberikan motivasi belajar agar siswa tersebut akan mendapatkan nilai yang maksimal, guru di haruskan memiliki sifat yang kreatif untuk bisa membangkitkan motivasi pada kegiatan belajar peserta didik itu sendiri. Sebagai guru harus mampu memahami karakter atau sifat siswa tersebut (Arvi Riwahyudi, 2. Rendahnya mutu sebuah pendidikan bisa dilihat pada beberapa peserta didik yang memiliki yang baik akan tetapi tidak bisa menggunakan pengetahuan tersebut. Adapun rendahnya hasil belajar siswa pada pelajaran matematika bisa dikarenakan oleh sulitnya siswa dalam memahami cara dalam belajarnya dan rendahnya akan dukungan siswa dalam kegiatan belajar matematika yang dilangsungkan. Hal itu disebabkan kegiatan belajar matematika yang dijalankan begitu-begitu saja. Banyak hal lainnya yang menyebabkan rendahnya hasil belajar peserta didik seperti kurangnya aktivitas peserta didik pada kegiatan belajar yang dilangsungkan serta kegiatan belajar yang dilangsungkan oleh guru hanya seperti biasa dalam memberikan sebuat materi ajar. Kurang tepatnya sasaran seorang pendidik pada kegiatan yang akan di rencanakan menjadi sebuah hal yang akan menyebabkan prestasi belajar matematikan peserta didik akan rendah (Nabillah & Abadi, 2. Hasil pada kegiatan belajar siswa ialah sebuah ketercapaian dalam proses belajar peserta didik baik secara akademik dari sebuah tugas dan latihan-latihan yang dikerjakan selain itu pada kegiatan belajar lainnya merupakan sebuah pencapaian juga bagi siswa dalam kegaiatan belajar yang berlangsung seperti bertanya dan menjawab pertanyaan yang diberikan. Pada lingkungan akademik memang sering muncul hal tersebut diberbagai hal, salah satunya hal itu tercapai dilihat dari angka yang didapatkan yang masih berupa nilai yang ada pada ijazah dan raport. Namun, untuk keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran yang dilakukan selalu dilihat dari segi kognitif peserta didik itu sendiri. Menurut (Dakhi, 2. untuk mengetahui akan tercapaianya kegiatan belajar peserta didik bisa dilihat pada Audaya serap siswa dan perilaku yang tampak pada Hasil belajar yang dimaksudkan adalah pencapaian prestasi belajar yang dicapai siswa dengan kriteria, atau nilai yang telah ditetapkanAy. Hasil belajar siswa merupakan prestasi yang dicapai siswa secara akademis melalui ujian dan tugas, keaktifan bertanya dan menjawab pertanyaan yang mendukung perolehan hasil belajar tersebut. Di kalangan akademis memang sering muncul pemikiran bahwa keberhasilan pendidikan tidak ditentukan oleh nilai siswa yang tertera di raport atau di ijasah, akan tetapi untuk ukuran keberhasilan bidang kognitif dapat diketahui melalui hasil belajar seorang siswa. Menurut (Dakhi, 2. , untuk mengetahui indikator keberhasilan belajar dapat dilihat dari Au daya serap siswa dan perilaku yang tampak pada siswa. Hasil belajar yang dimaksudkan adalah pencapaian prestasi belajar yang dicapai siswa dengan kriteria, atau nilai yang telah ditetapkanAy. Hasil pembelajaran ialah sebuah perubahan sifat dan kemampuan yang diperoleh oleh siswa sesudah mereka melakukan pembelajaran yang mana hal ini bisa berupa dari segi kognitif, afektif dan psikomotorik. Hasil belajar ialah berupa bentuk dari pengukuran sebuah nilai pada pelaksanaan belajar atau kegiatan belajar yang berlangsung yang mencerminkan akan tercapaiannya hasil yang didapat siswa dalam proses belajar. maka dari itu, seharusnya siswa bisa mendapatkan kegiatan belajar yang sesudai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan atau dikenal dengan KKM, namun dalam hal ini tidak semua siswa bisa mencapai akan hasil belajar yang di inginkan oleh guru atau hasil yang maksimal. Kurangnya tercapai hasil yang diinginkan ini dapat dilihat dari beberapa hal seperti pemakaian media belajar yang belum maksimal, gaya belajar yang hanya begitu-begitu saja, atau model pembelajaran yang konvensional. pKN ialah sebuah mata pelajaran Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Metode Pemecahan Masalah terhadap Hasil Belajar Ppkn pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Ae Aprimadedi. Sri Yunimar Ningsih. Endah Muyassaroh DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. yang di ajarkan disekolah dasar yang bisa memberikan sebuah peran yang bagus dalam kegiatan bermasyarakat baik dilingkungan keluarga, sahabat dan masyarakat luas serta lingkungan di sekolah. Dengan menggunakan metode problem solving . emecahan masala. kita sebagai seorang guru harus memahami karakter dan sikap, sifat siswa kita sendiri, agar lebih mudah memahaminya sebaiknya guru harus melakukan pendekatan terhadap siswa. Yang perlu kita lakukan terhadap siswa yang tidak mau mengerjakan tugas disekolah dengan cara memberikan sanksi terhadap siswa tersebut dan memberikan dorongan motivasi untuk belajar yang lebih baik, sedangkan yang selalu rajin mengerjakan tugas sekolah akan di berikan hadiah oleh guru. Tujuan ini adalah supaya siswa yang malas mengerjakan tugas sekolah akan termotivasi karena melihat temannya mendapatkan Rword dari guru. Dalam pembelajaran harus memperhatikan dan diperhatikan oleh pendidik ialah penguasaan materi, tanpa menguasai materi guru tidak akan mencapai pembelajaran yang maksimal serta hasil yang memuaskan bagi guru tersebut. Dengan itu guru mengajarkan suatu ilmu kepada siswanya agar siswa-siswa tersebut mudah dipahami dan dimengerti tentang hal-hal yang akan diajarkan oleh Hal ini sejalan dengan pendapat (S et al. , 2. yang mengatakan bahwa hasil dari penelitian yang memperlihatkan bahwa dengan menggunakan model problem solving bisa menaikan akan prestasi belajar peserta didik dalam kegiatan yang dilakukan. Penggunaan model problem solving dalam kegiatan belajar IPA di kelas IV Sekolah Dasar 020 Tembilahan Ilir. Selain itu, penelitan dari (Mutia et al. , 2. mendefenisikan bahwa kegiatan belajar dengan metode pemecahan masalah ini ialah sebuah motode pada kegiatan belajar dengan jalan memberikan latihan kepada peserta didik dalam menghadapi berbagai permasalah. Baik itu masalah sendiri dan masalah secara kelompok untuk sama-sama di cari jalan tengahnya secara bersama-sama. Maka dari inilah hasil belajar siswa bisa meningkat dalam kegiatan dan proses belajarnya. Maka dari itu bisa disimpulkan bahwa denngan menerapkan metode belajar dengan problem solving maka masalah yang terdapat dalam kegiatan belajar siswa bisa di pecahkan dengan metode ini. Selain itu penelitian ini merupakan penelitian yang penting dalam kegiatan belajar siswa kelas IV Sekolah Dasar di karenakan masih banyaknya masalah dalam kegiatan belajar salah satu masalah yang ada dan sedang dihadapi yaitu rendahnya hasil belajar siswa dari hal itu lah maka peneliti mengambil sebuah judul pengaruh metode problem solving terhadap hasil belajar PPKN pada siswa kelas IV sekolah dasar. METODE Penelitian ini menggunakan sebuah pendekatan kuantitatif. Metoode pendekatan kuantitatif dikenal juga dengan sebuah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme. Dipakai guna untuk meneliti pada sebuah populasi atau sebuah sample tertentu. Teknik yang digunakan dalam mengambil sample pada dasarnya dilaksanakan dengan cara random, pengumpulan data dengan memakai sebuah instrumen Analisis data yang dimana bersifat kuantitatif dengan tujuan supaya bisa menguji sebuah hipotesis yang sudah diadakan (Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini tidak memiliki variabel kontrol maupun sampel yang dipilih secara acak dengan bentuk desain One-Group Pretest-Posttest Design, pada desain ini ada pretest yang dilakukan sebelum diberi treatment atau perlakuan dan setelah itu diberikan posstest setalah diberikan Penelitian ini sendiri dilakukan di SD Negeri 07 Sitiung Kab. Dharmasraya penelitian ini dilaksanakan pada SD Negeri 07 Sitiung dikarenakan sudah melalui perizinin dari pihak terkait. Setelah itu waktu dalam penelitian ini dilakukan pada tahun ajaran 2021/2022 pada semester genap. Populasi pada penelitian ini ialah semua siswa dan siswi kelas IV SD Negeri 07 Sitiung. Kemudian sample pada penelitian ini ialah seluruh siswa dan siswi kelas IV SD Negeri 07 Sitiung yang berjumlah 18 orang siswa dan siswi dan dibagi menjadi laki-laki 8 orang dan 10 orang siswa perempuan. Instrumen yang dipakai dalam pengambilan data berupa data primer dalam penelitian ini memakai tes hasil belajar . re-test dan post-tes. Teknik pengumpulan daya yang Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Metode Pemecahan Masalah terhadap Hasil Belajar Ppkn pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Ae Aprimadedi. Sri Yunimar Ningsih. Endah Muyassaroh DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. dipakai dalam penelitian ini ialah teknik pengumpulan data berupa teknik tes, analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa uji normalitas dan uji T. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Data Penelitian ini dilakukan pada SD Ngeri 07 Sitiung di tahun ajaran baru 2021/2022 pada semester genap. Penelitian ini sendiri dilaksanakan mulai tanggal 05 sampai dengan 06 September 2022. Populasi pada penelitian ini ialah semua siswa dan siswi kelas IV SD Negeri 07 Sitiung. Kemudian sample pada penelitian ini ialah seluruh siswa dan siswi kelas IV SD Negeri 07 Sitiung yang berjumlah 18 orang siswa dan siswi dan dibagi menjadi laki-laki 8 orang dan 10 orang siswa perempuan. Instrumen yang dipakai dalam pengambilan data berupa data primer dalam penelitian ini memakai tes hasil belajar . re-test dan post-tes. Teknik samping yang dipakai dalam penelitian ini ialah sample jenuh dikarenakan seluruh anggota dalam penelitian ini dijadikan semua anggota sampling yaitu kelas IV sebagai kelas eksperimen. Jenis penelitian eksperimen yang menggunakan desain pre eksperimental design dengan bentuk the One-Group Prettest-Posttest design. Menurut Basicedu . metode eksperimen dengan menggunakan metode pre-eksperimental tipe one-group pre-test-post-test design ini ialah sebuah metode eksperimen yang dilaksanakan hanya dengan satu kali perlakuan atau dengan satu kelompok saja tanpa adanya sebuah kelas control sebagai kelas pembanding atau bisa dikenal dengan tanpa adanya pembanding hasil belajar peserta didik sebelum serta sesudah dilakukan Design pada penelitian ini berupa dua kali perlakuan yaitu saat sebelum di laksanakan perlakuan dan sesudahnya. Design di penelitian ini dilihat pada nilai pretest serta posttest guna untuk melakukan uji Deskripsi Data Rata-rata Xmax Xmin Tuntas Tidak Tuntas Persen Tuntas Persen Tidak Tuntas Tabel 1. Descriptif Statistik Pretest Sumber : Jakni Posttest Berdasarkan hasil pengujian yang dilaksanakan dan hasil yang sudah didapat pada tabel di atas analisis data pretest serta posttest peserta didik didapatlah nilai rata-rata pretest 74 kemudian nilai postest dengan skor Maka dari nilai rata-rata tersebut maka bisa dilihat pada hasil rata-rata postest lebih tinggi dari pada nilai rata-rata prestest yang mendapatkan nilai 74. Untuk lebih terlihatnya anatar nilai perbandingan antara kedua hal tersebut maka peneliti memberikan sebuah diagram yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Metode Pemecahan Masalah terhadap Hasil Belajar Ppkn pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Ae Aprimadedi. Sri Yunimar Ningsih. Endah Muyassaroh DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. Rata-rata nilai Pretest dan Postest Gambar 1. Perbandingan Pretest dan Posttest Gambar yang terdapat diatas memperlihatkan bahwa antara perbandingan nilai rata-rata pretest dan postest pada peserta didik di kelas IV SD Negeri 07 Sitiung bahwa nilai rata-rata pretest ialah 74 kemudian nilai yang diperoleh dari postest ialah 78 maka selisih angkat yang didapat pada nilai tersebut sebesar 4 angka. Maka bisa disimpulkan dari selisih nilai tersebut dapat dikatakan meningkat pada hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran problem solving. Analisis Data Sesudah melaksanakan uji hipotesis, kemudian salah satu hal yang harus dilakukan agar asumsi dapat dipenuhi paramtriknya dan supaya bisa dipakai pada sebuah penelitian ialah data yang dicari harus mengikuti sebaran normal. Maka langkah selanjutnya ialah melaksanakan uji normalitas data. Pengujian suatu data dapat dilaksanakan untuk mencari tahu apakah data yang didapatkan dalam sebuah penelitian berada pada data yang normal ataupun tidak normal. Kemudian data yang berada pada distribusi normalkemudian bisa dilaksanakn uji hipotesis. Uji normalitas yang dilaksanakan dengan berbantu aplikasi SPSS 22 dengan memakai uji tes, shapiro wilk dengan kategori jika signifikasin hasil nya lebih besar dari angkat 0,05 maka di artikan berdistribusi normal. Kemudian jika kategori nya berkriteria lebih kecil dari 0,05 maka diartikan tidak berdistribusi normal. Data yang dilakukan uji nya yaitu data pretest dan posttest data. Kemudian kategori uji yang dipakai dalam nilai p-value. ) memiliki hasil lebih besar atau sama dengan yu = 0,05. Ou 0,05 maka H0 diterima. Perolehan yang dihitung dapat dilihat pada tabel di bawah Uji Peryaratan. Tabel 2. hasil normalitas data pretest dan posttest terhadap hasil belajar siswa. Kelompok Shapiro wilk Sig. Kesimpulan Pretest 0,895 0,067 Terima H0 Posttest 0,932 0,264 Terima H0 Sumber. SPSS 20 Berdasarkan uji normalitas yang ditunjukkan pada table 4. 2 terlihat bahwa nilai signifikasi yang diperoleh pada pretest dan postest masing-masing sebesar 0,067 dan 0,264 lebih besar dari taraf yu = 0,05. Ou 0,05 maka H0 diterima. Hal tersebut yang menunjukan bahwa data yang berdistribusi normal. Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Metode Pemecahan Masalah terhadap Hasil Belajar Ppkn pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Ae Aprimadedi. Sri Yunimar Ningsih. Endah Muyassaroh DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. Pengujian Hipotesis Table 3. uji hipotesis one sample statistics pretest dan posttest Keterangan Sig. -taile. Mean Kelas dan 0,000 Sumber. SPPS 20 Untuk mengetahui apakah sebuah data yang didapat pada model pembelajaran problem solving pada hasil belajar siswa di mata pelajaran PPKN kelas IVyang memakai pretest dan posttest maka bisa dilihat pada pengujian yang dihasilkan pada tabel 4. 3 diatas. Pengujian yang dilaksanakan dengan memakai uji statistik one sample maka didapatkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Maka bisa disimpulkanbahwa pengaruh metode problem solving pada hasil belajar PPKN pada siswa kelas IV SD Negeri 07 Sitiung berdistribusi Pembahasan Metode pembelajaran problem solving pada jenis globalnya memberikan sebuah pembahasan pada konsep yang lebih didahulukan, kemudian dilanjutkan dengan sebuah penyajian pada masalah. Kemudian permasalahan yang dibahas sesudah memhami konsep, kegiatan yang dilaksanakan guna menyelesaikan sebuah masalah ialah melaksanakan sebuah sintesis pemahaman yang sudah didapatkan (Pratama et al. , 2. Metode belajar dengan problem solving begitu potensial untuk memberikan sebuah pelatihan bagi siwa untuk bisa memiliki daya pikir yang kreatif dalam menghadapi sebuah permasalahan baik itu permsalahan secara sendiri maupun permasalahan dengan kelompok untuk memberikan suatu pemecahan secara sendiri atau dengan bersama-sama. Siswa pada kegiatan belajar yang dilakukan dengan mandiri bisa melakukan suatu indentifikasi dari permasalahan serta cara terbaik bagi mereka dalam memecahkan permasalahan yang Sebagai suatu metode dalam pembelajaran, pemecahan masalah ialah sebuah hal atau cara dalam mengajar yang dilaksanakan dari suatu kegiatan masalah, mengumpulkan data dan menganalisis data. Kemudian menentukan sebuah alternative dalam memecahkan suatu permasalah. Saat kegiatan belajar yang dilaksanakan dalam pemecahan masalah oleh peserta didik, ketika seorang peserta didik dihadapkan dengan suatu permasalahan yang sedang mereka hadapi kemudian di temukan dengan cara sendiri atau masalah yang dilakukan dengan sengaja diberikan dalam proses belajar maka mereka tidak lagi heran dengan hal yang akan mereka hadapi. Pencapaian Kompetensi Siswa Belajar ialah suatu hal yang merubah sifat manusia yang mana akan merubah semua hal yang mereka hasilkan dari sebuah hal yang sudah mereka hadapi dahulunya maupun suatu masalah yang memiliki tujuan atau sebuah hal yang dirancang. Belajar ialah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh seluruh manusia pada semua kegiatan dalam pendidikan guna mendapatkan perubahan dalam sifat seseorang yang berguna untuk pengetahuan, kepiawaian dan sifat. Hasil belajar ialah sebuah hal yang didapat dalam diri seseorang tersebut dalam berinteraksi secara baik dan positif dengan hal-hal yang ada disampingnya. (Purwitha, 2. mengatakan bahwa keterhubungan pendidikan dengan keadaan yang seperti sekarang ini maka di perlukan sebuah perubahan atau berombakan dalam kegiatan belajar guna untuk mengatasi zaman yang semakin berkembang dengan teknologi dalam pendidikan. Salah satu hal yang harus diperbaharui dalam pendidik sekarang ini dengan adanya penerapan model pembelajaran sebagai suatu hal yang harus diganti dari pembelajaran yang biasa saja. Hasil pembelajaran sendiri ialah sebuah hal yang penting dalam kegiatan pembelajaran (Janatin et al. , n. Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Metode Pemecahan Masalah terhadap Hasil Belajar Ppkn pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Ae Aprimadedi. Sri Yunimar Ningsih. Endah Muyassaroh DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. Menurutu Nurrita, . hasil dalam pembelajaran ialah jika seseorang tersebut sudah belajar akan tetapi sifat dan prilaku seseorang tersebut tetap seperti biasanya. Maka bisa disimpulkan orang tersebut bisa dikatakan kurang berhasil dalam belajarnya. Kemudian hasil belajar sendiri ialah sebuah kemampuan dari luar yang sudah menjadi suatu hal yang bersifat sendirinya dalam diri seseorang dan memungkinkan orang itu bisa melaksanakan suatu hal yang sudah tepat dengan hal yang sudah ada pada dirinya. Hasil belajar yang digunakan dalam pengukurang pada sebuah penilaian kegiatan belajar atau proses dalam belajar dikatakan dalam sebuah hal yang ditentukan pada simbol, huruf atau kalimat yang mencerminkan hasil yang sudah digapai siswa pada suatu zaman tertentu. Maka dari itu, sudah sewajarnya bahwa siswa bisa mendapatkan hasil belajar yang sesuai dengan suatu hal yang sudah di tentukan atau sesuai dengan kriteria nya. Namun kenyataan yang terjadi tidak seluruhnya siswa bisa mengapai hasil belajar yang maksimal. Hal ini dikarenakan adanya beberapa hambatan seperti salah satunya penggunaan model pembelajaran yang belum maksimal dan hal-hal lain yang berangkutan dalam proses belajar siswa. Berdasarkan hasil analisis data akhir dari tes yang dilaksanakan dalam pembelajaran SD Negeri 07 Sitiung yang didapatkan dari nilai rata-rata belajar siswa memperlihatkan bahwa pemakaian metode belajar problem solving terhadap hasil belajar siswa di mata pelajaran PPKN. Bahwa hasil ini memperlihatkan bahwa hasil yang cukup tinggi dari nilai rata-rata hasil belajar siswa yang memakai model problem solving dapat meningkat dari 74 nilai yang didapat sebelum perlakukan menjadi niali rata-rata 78 sesudah diberikan Hasil analisis uji hipotesis penelitian memperlihatkan bahwa terdapat adanya sebuah pengaruh pada kegiatan belajar yang memakai model pembelajaran problem solving terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran PPKN pada siswa kelas IV SD Negeri 07 Sitiung. Pengaruh penggunaan motode problem solving Pada kegiatan belajar pada kelas eksperimen yang mamakai model problem solving yang dilaksanakan peneliti terlebih dahulu memberikan sebuah penjelasan tentang apa saja kegiatan yang akan dilaksanakan dalam proses belajar. Kemudian juga peneliti menjelaskan bagaimana pada kegiatan ini yaitu pada kelas eksperimen yang memakai model problem solving yang dilaksanakan peneliti terlebih dahulu peneliti memberikan penjelasan tentang apa yang akan dilakukan. Pada kegiatan ini peneliti melibakan peserta didik untuk lebih aktif dalam kegiatan belajar yang akan dilaksanakan. Kemudian terlebih dahulu peneliti memberikan penjelasakan mengenai materi yang akan diajrakan serta diberikan model pembelajaran problem solving sebagai sebuah bukti dari sebuah pembelajaran yang akan dilaksanakan. Setelah proses belajar yang sudah dilaksanakn, peneliti kemudian memberikan sebuah evaluasi berupa pretest dan posttest kepada peserta didik saat kegiatan akhir pada pembelajaran yang akan dilaksanakan baik pada kelas eksperimen. Sesudah selesainya kegiatan dalam pembelajaran yang dilangsungkan dan hasil belajar pada posttest peserta didik sudah didapatkan hasilnya kemudian peneliti melaksanakan pengelolaan uji data dan analisis data. Pengupayaan dalam menerapkan hasil belajar siswa bisa dilaksanakan dengan memakai metode pembelajaran problem solving karena metode ini cukup efektif digunakan dalam kegiatan belajar siswa penelitian terhadap hasil belajar siswa kelas IV. Perhitungan hipotesis yang menyatakan bahwa hasil yang diberikan diterima dengan pemakaian model pembelajaran problem solving terhadap hasil belajar siswa kelas IV. Metode problem solving umumnya dimulai dari suatu pembahasan konsep yang didahulukan kemudian dilanjutkan dengan pembahasan dari sebuah permasalahan. Jika suatu permasalahan yang pelajari sesudah mempelajari konsep maka kegiatan yang dilakasanakan guna menyelesaiakan masalah ialah melaksanakan sintesis pengetahuan yang sudah didapatkan. Hal itulah yang dikarenakan peneliti memakai model problem solving sesudah prettest dan hasil posttest lebih bisa meningkat pada hasil posttest yang mana nilai yang didapatkan memperlihatkan bahwa hasil yang diperoleh meningkat. Nilai prettest peserta didik yang tuntas 69% dan prettest 25% maka bisa dikatakan bahwa selisis dari nilai pretest ke posttest yaitu 44%. Pemakaian model problem solving bisa dikatakan meningkat pada hasil Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Metode Pemecahan Masalah terhadap Hasil Belajar Ppkn pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Ae Aprimadedi. Sri Yunimar Ningsih. Endah Muyassaroh DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. belajar peserta didik selama peneliti melaksanakn penelitian dengan mata pelajaran PPKN karena dengan penggunaan model ini siswa bisa dibentuk dalam kelompok untuk melaksanakan diskusi. Pada kegaiatan evaluasi pun siswa bisa bekerja sama dengan kelompoknya supaya bisa memberikan hasil yang lebih baik. Model problem solving yakni guna memberikan latihan kepada siwa supaya lebih bekerja sama dan lebih hebat dalam memahami suatu kegiatan dalam proses pembelajaran yang dilangsungkan. KESIMPULAN Tujuan pada penelitian yang dilakukan ini ialah guna untuk mengetahui apakah metode problem solving ini memiliki pengaruh pada hasil belajar PPKN siswa kelas IV SD Negeri Sitiung. Pada pelaksanaan kegiatan belajar yang sudah dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran problem solving yang sudah Peneliti memberikan sebuah penjelasan terlebih dahulu kepada peserta didik tentang apa saja yang akan dilaksanakn agar siswa lebih mudah untuk diberikan pemahaman. kemudian peneliti juga memberikan penjelasan tentang apa saja tahapan-tahapan yang akan peneliti laksanakan terutama saat peneliti memberikan penjelasan terlebih dahulu tentang apa yang akan dilaksanakn dalam penelitian. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan tiga bagian dari sebuah penelitian yaitu pretest, perlakuan dan posttest. Maka berdasarkan hasil yang diperolah pada analisis data prettst serta posttest peserta didik didapatlah nilai rata-rata pretest yakni 74 dan nilai pada posttest 78, maka berdasarkan hasil nilai rata-rata itulah maka dilihatlah bahwa nilai rata-rata posttest lebih tinggi dari pada penilaian pada hasil pretest. Seudah dilaksanakan penelitian dengan model pembelajaran problem solving terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran PPKN di kelas IV SD Negeri 07 Sitiung kemudian dilaksanakan lah pengelolaan data yakni uji normalitas serta uji T. Hasil uji T yang didapatkan dengan tarap signifikan 0, 000<0,05 maka bisa dikatakan bahwa bisa ditarik sebuah kesimpulan bahwa terdapat pengaruh metode problem solving pada hasil belajar siswa mata pelajaran PPKN di kelas IV SD Negeri 07 Sitiung. DAFTAR PUSTAKA