E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 3. No 2 Desember 2023 EFEKTIVITAS KINERJA GURU PAI DALAM MENGELOLA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Yoyo Rodiya yoyorodiya@gmail. IAIN Syeckhnurjati Cirebon Abstract The aim of this research is to analyze the performance of PAI teachers in carrying out the main tasks in Islamic Religious Education learning at PUI Cikijing Vocational School and to analyze the effectiveness of PAI teacher performance in managing Islamic Religious Education learning at PUI Cikijing Vocational School. This research is a type of descriptive research with a qualitative approach and phenomenological methods. Data collection techniques use interview, observation and documentation techniques. The data analysis technique uses the Miles and Huberman model. The results of the research show that in general the performance of PAI teachers in carrying out their main duties in the aspects of competence and basic teaching skills of teachers is quite effective, however in terms of pedagogical competence related to variations in the use of learning methods and media it is considered still less than optimal. In asking questions, students who actively ask questions are still not optimal. As for the performance of PAI teachers in managing PAI learning in terms of the process which includes planning, implementation and assessment, in general it is quite effective, but there are still some PAI teachers who are less than optimal in implementing lesson plans, using discussion methods and using LCD projector or infocus media. terms of results, the formation of students' religious character of respect for teachers and congregational midday prayers at school has been very effective, however, students' interest, enthusiasm and attention to PAI learning as well as students' skills in reading and memorizing the Qur'an are still less than optimal so there is a need for more in the future. Keywords: Effectiveness. PAI Teacher Performance. Learning Management. Islamic Religious Education. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja guru PAI dalam melaksanakan tugas utamanya pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK PUI Cikijing dan untuk menganalisis efektivitas kinerja guru PAI dalam mengelola pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK PUI Cikijing. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan metode Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kinerja guru PAI dalam melaksanakan tugas utamanya pada aspek kompetensi dan keterampilan dasar mengajar guru sudah cukup efektif, namun dalam kompetensi pedagogik terkait dengan variasi penggunaan metode dan media pembelajaran dinilai masih Efektivitas Kinerja Guru Pai Dalam Mengelola Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Yoyo Rodiya Tanzhimuna Vol 3. No 2 Desember 2023 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 kurang optimal. Dalam keterampilan bertanya, siswa yang aktif bertanya juga masih kurang optimal. Adapun kinerja guru PAI dalam mengelola pembelajaran PAI dari segi proses yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan penilaian secara umum sudah cukup efektif, namun sebagian guru PAI masih ada yang kurang optimal dalam implementasi RPP, penggunaan metode diskusi dan penggunaan media proyektor LCD atau infocus. Adapun dari segi hasil, terbentuknya karakter religius siswa hormat kepada guru dan shalat dhuhur berjamaah di sekolah sudah sangat efektif, namun minat, semangat dan perhatian siswa terhadap pembelajaran PAI serta keterampilan siswa dalam membaca dan menghafal al-Qur'an masih kurang optimal sehingga perlu ditingkatkan lagi di masa mendatang. Kata Kunci : Efektifitas. Kinerja Guru PAI. Pengelolaan Pembelajaran. Pendidikan Agama Islam. Pendahuluan Kinerja guru termasuk guru PAI dalam mengelola proses pembelajaran khususnya pembelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan persoalan yang sangat penting untuk diperhatikan dan dikaji secara luas dan mendalam. Masalah kinerja guru yang sering ditemukan di sekolah antara lain soal kinerja guru yang terkait dengan pelaksanaan tugas utamanya yaitu kompetensi dan keterampilan guru dalam mengajar yang masih rendah. Selain itu, juga soal pengelolaan pembelajaran karena hal ini merupakan perilaku guru yang bersifat dinamis dan kompleks dimana tugas dan kewajiban guru bukan hanya sekadar menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga guru harus mampu mendidik, membimbing, melatih, menilai dan termasuk yang dianggap sangat penting yaitu mengelola pembelajaran serta mampu memecahkan berbagai persoalan yang terjadi dalam proses pembelajaran. Guru adalah figur sentral dan komponen yang sangat penting dalam pendidikan dan Di tangan gurulah terletak kemungkinan berhasil atau tidaknya proses pembelajaran dalam mencapai tujuan pendidikan. Terdapat sebuah studi yang mengemukakan bahwa keberhasilan pendidikan di sebuah sekolah atau madrasah terdiri dari 60% merupakan pengaruh dari kemampuan guru tampil di depan kelas, 25% tergantung kepemimpinan kepala sekolah/madrasah dan 15% dipengaruhi oleh tersedianya sarana dan prasarana. Dengan demikian, guru adalah ujung tombak keberhasilan proses dan hasil pembelajaran. Kemampuan kinerja guru tampil dengan baik di depan kelas sangatlah penting. Untuk itu, guru harus memiliki kompetensi dan keterampilan dalam mengelola proses pembelajaran sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dan efektif, karena lingkungan ini perlu diatur, diawasi dan dikendalikan agar semua aktivitas pembelajaran terarah kepada tujuan pendidikan. Tanpa adanya pengelolaan pembelajaran yang baik, maka proses pembelajaran tidak akan tertib dan terarah dengan baik pula sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditentukan tidak akan tercapai dengan optimal. Dengan demikian, pengelolaan pembelajaran sangat erat kaitannya dengan kinerja guru yang dapat diukur berdasarkan spesifikasi kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap guru sesuai Kurniawan. Asep. Pengelolaan Pembelajaran, (Cirebon: Nurjati Press, 2. , hlm. Efektivitas Kinerja Guru Pai Dalam Mengelola Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Yoyo Rodiya Tanzhimuna Vol 3. No 2 Desember 2023 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 dengan Undang-Undang nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, 2 yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial. Menurut Farihin, 3 kompetensi tersebut terintegrasi dan terwujud secara holistik dengan kinerja guru dan sejalan dengan kriteria yang harus dimiliki oleh guru yakni kualifikasi akademik, sertifikasi pendidik dan kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional serta sehat jasmani dan Dengan adanya kenyataan bahwa mengajar itu merupakan kinerja yang bersifat kompleks dan melibatkan berbagai aspek yang saling berhubungan, maka untuk menciptakan pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan diperlukan berbagai keterampilan guru, salah satunya adalah keterampilan dasar mengajar guru. Keterampilan dasar mengajar yang sangat menentukan kualitas dan keberhasilan pembelajaran menurut Turney dalam Mulyasa, yaitu: keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan menjelaskan, keterampilan bertanya, keterampilan variasi stimulus, keterampilan memberi penguatan, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, keterampilan mengelola kelas, dan keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan. Terkait dengan pentingnya pengelolaan pembelajaran, menurut Corey dalam Sagala, 5 dikatakan bahwa pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan orang secara disengaja perlu dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu. Di dalam Sagala tersebut juga diungkapkan bahwa menurut Knirk dan Gustafson, pembelajaran tidak terjadi dengan serta merta melainkan sudah melalui tahapan perancangan pembelajaran. Oleh karenanya, pembelajaran merupakan suatu proses yang sistematis yang perlu dikelola melalui tahapan perancangan, pelaksanaan dan evaluasi. Kinerja guru PAI dalam mengelola pembelajaran PAI diawali dengan proses perencanaan Dalam Permendikbud nomor 22 tahun 2016,6 disebutkan bahwa setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan dorongan bagi inisatif, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Berdasarkan Permendikbud tersebut dapat dipahami bahwa pembuatan RPP dimaksudkan antara lain agar proses pembelajaran berlangsung secara aktif, interaktif, kreatif, inovatif, efektif dan Kewajiban guru menyusun RPP mengisyaratkan pentingnya kemampuan guru dalam membuat perencanaan pembelajaran dengan tepat karena akan berpengaruh terhadap pelaksanaan pembelajaran yang benar dan terarah guna mencapai tujuan sesuai dengan kurikulum yang telah dirumuskan. Tetapi, fenomena yang terjadi di sekolah menunjukkan bahwa masih banyak dijumpai kinerja sebagian guru PAI yang belum efektif ditinjau dari kemampuannya dalam membuat dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru Dan Dosen. Farihin. Pengembangan Profesionalisme Guru, (Cirebon: Aksara Satu, 2. , hlm. Mulyasa. Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. , hlm. Sagala. Syaiful. Konsep dan Makna Pembelajaran, (Bandung: Alfabeta, 2. , hlm. 61, 64. Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Efektivitas Kinerja Guru Pai Dalam Mengelola Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Yoyo Rodiya Tanzhimuna Vol 3. No 2 Desember 2023 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 mengimplementasikan perencanaan pembelajaran. Terkait dengan ini, menurut Mulyasa, 7 masih banyak guru dengan berbagai alasan mengambil jalan pintas dengan tidak membuat persiapan dan perencanaan ketika mau melaksanakan pembelajaran sehingga guru mengajar dengan Aotangan kosongAo tanpa persiapan. Atau mungkin sudah membuat perencanaan pembelajaran tetapi tidak digunakannya dalam kegiatan pembelajaran. Mengajar tanpa persiapan, selain melemahkan guru sebagai pendidik profesional, tetapi juga dapat mengganggu dan menghambat proses perkembangan peserta didik. Sehubungan dengan hal tersebut, di SMK PUI Cikijing Kabupaten Majalengka, berdasarkan hasil observasi awal penulis diperoleh temuan bahwa masih terdapat sebagian guru PAI yang belum optimal dalam mengimplementasikan RPP pada kegiatan pembelajaran di kelas. Selain itu, juga diperoleh temuan bahwa masih belum optimalnya minat dan perhatian sebagian siswa dalam belajar khususnya pada mata pelajaran PAI. Hal ini barangkali salah satunya diakibatkan oleh belum optimalnya implementasi RPP pada kegiatan pembelajaran di kelas, sehingga sebagian siswa merasa kurang bergairah dan kurang bersemangat dalam pembelajaran PAI. Keberhasilan pengelolaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam ditentukan juga oleh kinerja guru PAI dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran yang baik dan efektif. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran seharusnya dilakukan oleh guru PAI sesuai dengan standar pengelolaan pembelajaran sebagaimana tercantum di dalam KMA nomor 211 tahun 2011 dan Permendikbud nomor 22 tahun 2016,8 yang menyatakan bahwa pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan harus diwujudkan secara aktif, interaktif, inspiratif, menyenangkan, memotivasi dan memberikan kesempatan serta dorongan bagi munculnya inisiatif, daya cipta dan kemandirian sesuai dengan minat, bakat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Selanjutnya dalam KMA tersebut juga dinyatakan bahwa guru PAI diharuskan dapat memenuhi persyaratan dalam pelaksanaan pembelajaran PAI dengan melakukan pengelolaan kelas yang efektif, pelaksanaan kegiatan pembelajarannya harus merupakan implementasi dari RPP yang meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup yang dilakukan dengan menggunakan beragam model, metode, media dan sumber belajar yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, lingkungan dan tujuan pembelajaran. Namun, kenyataan yang terjadi di sekolah khususnya dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam, menurut penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Nurfarida, 9 Siti Khatijah, dkk. ,10 dan Asep Sulahudin, dkk. ,11 diperoleh fakta bahwa kinerja sebagian guru PAI dinilai masih belum Mulyasa. , 2019, op. , hlm. Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 211 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengembangan Standar Nasional Pendidikan Agama Islam Pada Sekolah dan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Nurfarida. Kinerja Guru PAI Dalam Pelaksanaan Pembelajaran di MTS Se-Kota Pagar Alam. Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Al-Bahtsu. Vol. No. 2, (Desember, 2. , hlm. Khatijah. Siti, & AR. Murniati. Bahrun. AuKinerja Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di SMK Negeri 1 Nagan RayaAy. Jurnal Magister Administrasi Pendidikan Islam Pascasarjana Universitas Syiah Kuala. Vol. No. 1 (Februari, 2. , hlm. Sulahudin. Asep. Sasongko. Rambat Nur. Sumarsih. AuPengelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama IslamAy. Sumber: https://ejurnal. id, diakses tanggal 18 Mei 2023, hlm. Efektivitas Kinerja Guru Pai Dalam Mengelola Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Yoyo Rodiya Tanzhimuna Vol 3. No 2 Desember 2023 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 optimal, diantaranya guru PAI masih belum menggunakan variasi dan inovasi dalam metode, media dan sumber ajar sehingga proses pembelajaran berjalan seadanya, terasa jenuh bagi siswa, kurang menarik dan tidak memancing antusiasme siswa terhadap mata pelajaran PAI. Selain itu terdapat proses pembelajaran yang bersifat monoton seperti siswa lebih banyak mencatat atau mengerjakan tugas lainnya. Terkait dengan persoalan pembelajaran tersebut, kenyataan yang terjadi dalam pengelolaan pembelajaran PAI di SMK PUI Cikijing ditemukan informasi berdasarkan hasil wawancara awal penulis dengan kepala sekolah, bapak Aang Rohani, 12 yang menuturkan bahwa masih ada guru PAI yang kinerjanya masih dinilai belum optimal, antara lain metode ceramah yang masih terlalu dominan, terlalu sering digunakan metode pemberian tugas, belum optimalmya penggunaan media pembelajaran terutama yang berbasis teknologi dan di kalangan siswa masih terdapat kurangnya minat dan semangat dalam pembelajaran PAI. Menurut bapak kepala sekolah, dikatakan bahwa pengelolaan pembelajaran di sekolah ini berjalan dengan baik dan efektif, namun masih terdapat kekurangan yang perlu diperbaiki. Selain itu, keberhasilan kinerja guru PAI dalam mengelola pembelajaran PAI ditentukan juga oleh penilaian proses dan hasil belajar peserta didik. Sebagaimana tercantum di dalam KMA nomor 211 tahun 2011 tersebut, penilaian pembelajaran Pendidikan Agama Islam dilakukan oleh guru PAI terhadap proses dan hasil belajar peserta didik untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik. Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematik dan autentik pada ranah kognitif, afektif dan psikomotor dengan menggunakan jenis tes dan non-tes. Bentuk penilaian menggunakan tes formatif dan sumatif. Penilaian pembelajaran PAI menggunakan Standar Penilaian PAI dan panduan penilaian kelompok mata pelajaran agama dan budi pekerti. Pada kenyataannya di sekolah, tidak jarang guru PAI dalam melakukan evaluasi pembelajaran hanya melakukan penilaian pada saat Penilaian Tengah Semester dan Penilaian Akhir Semester saja. Ketika kegiatan pembelajaran berlangsung atau setelah selesai proses pembelajaran/bab/kompetensi, guru tidak melakukan evaluasi sehingga yang terjadi tidak diketahui sejauh mana tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran yang sudah disampaikan saat itu. Belum lagi diketahui sejauh mana guru melakukan penilaian terhadap sikap dan keterampilan Berdasarkan permasalahan-permasalahan dan informasi-informasi awal di atas, maka peneliti tertarik mengadakan penelitian ini dengan tujuan: . untuk menganalisis kinerja guru PAI dalam melaksanakan tugas utamanya pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK PUI Cikijing kabupaten Majalengka. menganalisis efektivitas kinerja guru PAI dalam mengelola pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK PUI Cikijing kabupaten Majalengka. Dengan penelitian ini diharapkan dapat menjadi menjadi masukan dan informasi bagi guru PAI terkait efektivitas kinerja guru PAI dalam pengelolaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam khususnya di SMK PUI Cikijing kabupaten Majalengka. Penelitian ini juga diharapkan dapat berfungsi sebagai kontribusi informasi dan acuan bagi sekolah untuk dijadikan bahan evaluasi terhadap kinerja guru PAI dan dapat ditindaklanjuti misalnya melalui program pembinaan. Aang Rohani, wawancara awal. SMK PUI Cikijing, 08 Pebruari 2023. Efektivitas Kinerja Guru Pai Dalam Mengelola Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Yoyo Rodiya Tanzhimuna Vol 3. No 2 Desember 2023 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 pelatihan, supervisi dan visitasi sehingga ke depan dapat lebih ditingkatkan lagi efektivitasnya khususnya dalam hal pengelolaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK PUI Cikijing kabupaten Majalengka. Metode Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan suatu keadaan, fenomena, kegiatan atau peristiwa sebagaimana adanya tanpa dilakukan manipulasi atau tanpa diberikan perlakuan tertentu terhadap objek penelitian. Metode yang digunakan adalah metode fenomenologi yang menurut Sukmadinata, 14 studi fenomenologis mencoba mencari makna dari pengalaman dalam kehidupan. Peneliti mengumpulkan data berkaitan dengan konsep, pendapat, pendirian, sikap, penilaian dan pemberian makna terhadap situasi dan kondisi atau pengalaman-pengalaman dalam kehidupan. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari sumber data primer dan sumber data skunder. Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data dari tangan pertama kepada pengumpul data. 15 Adapun sumber data primer yang akan dipilih oleh peneliti hanyalah informan eksper yang diurut menurut keeksperannya dalam kegiatan atau masalah yang diteliti. Dalam penelitian ini urutan informan eksper tersebut adalah guru-guru PAI, beberapa murid yang dianggap memahami masalah yang sedang diteliti, kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Adapun sumber data sekunder merupakan sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data. Data tersebut biasanya sudah berupa data yang sudah diolah dan disusun oleh fihak lain atau melalui dokumen. Sumber data sekunder ini dapat berupa jurnal, buku, artikel, website atau blog, arsip, foto, dan dokumen kegiatan atau dokumen lainnya yang dianggap penting dan terkait dengan penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Adapun teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis model Miles dan Huberman. Dalam Sugiyono disebutkan, 18 teknis analisis model Miles dan Huberman meliputi: . pengumpulan data dari lapangan dan dari sejumlah literatur terkait. reduksi data dengan cara merangkum data, memilih data-data penting, baru dan unik, membuat kategorisasi dan data-data yang tidak penting dibuang atau diabaikan. penyajian atau display data dalam bentuk uraian atau deskripsi, membuat hubungan antar kategori, penafsiran, perbandingan dan sebagainya. pengambilan kesimpulan. Uji keabsahan atau validitas data perlu dilakukan dalam penelitian kualitatif untuk memastikan adanya kredibilitas, keteralihan, kebergantungan dan kepastian data serta dapat dipertanggungjwabkan sebagai penelitian ilmiah dengan teknik pemeriksaan keabsahan data, yang meliputi: . perpanjangan keikutsertaan yang berarti peneliti tinggal di lapangan dengan Sukmadinata. Nana Syaodih. Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Rosdakarya, 2. , hlm. Ibid, hlm. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2. , hlm. Sukmadinata. Nana Syaodih, op. , hlm. Moleong. Lexy J. , op. , hlm. Sugiyono, op. , hlm. Efektivitas Kinerja Guru Pai Dalam Mengelola Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Yoyo Rodiya Tanzhimuna Vol 3. No 2 Desember 2023 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 perpanjangan waktu sampai kejenuhan pengumpulan data tercapai. keajegan/ketekunan pengamatan yang berarti mencari interpretasi secara konsisten dengan berbagai cara dan proses analisis yang konsisten dan tentatif. triangulasi yang diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan waktu, yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu. pengecekan anggota atau member check yang berarti proses pengecekan data yang diperoleh peneliti kepada pemberi data. Pembahasan Efektivitas Kinerja Guru PAI Dalam Mengelola Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK PUI Cikijing Efektivitas pengelolaan pembelajaran PAI sangat erat hubungannya dengan kualitasnya baik dari segi proses maupun dari segi hasil. Hal ini sesuai dengan pernyataan Mulyasa, 22 bahwa kualitas pembelajaran dapat dilihat dari segi proses dan dari segi hasil. Dari segi proses, pembelajaran dikatakan berhasil . dan berkualitas apabila seluruhnya atau setidaknya sebagian besar . %) peserta didik terlibat secara aktif baik fisik, mental maupun sosial, menunjukkan kegairahan, semangat dan percaya diri dalam proses pembelajaran. Sedangkan dari segi hasil, pembelajaran dikatakan berhasil . apabila terjadi perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku serta keterampilan yang positif pada diri siswa seluruhnya atau setidaknya sebagian besar . %). Dengan pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa efektivitas kinerja guru dalam mengelola pembelajaran PAI dapat ditinjau dari segi proses dan segi hasil. Dari segi proses, efektivitas pengelolaan pembelajaran PAI mengacu kepada standar proses pembelajaran PAI yang secara garis besar meliputi perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran PAI. Dari segi hasil, efektivitas pengelolaan pembelajaran PAI mengacu kepada hasil belajar siswa yang mencakup ranah pengetahuan, sikap dan keterampilan. timbulnya minat, motivasi dan perhatian terhadap pembelajaran PAI. terbentuknya karakter religius dan keterampilan keagamaan siswa. Adapun perinciannya secara garis besar sebagai berikut: Efektivitas Kinerja Guru PAI Dalam Mengelola Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dari Segi Proses Sebagaimana telah diungkapkan di muka menurut pendapat Siswanto, bahwa efektivitas berarti memilih dan menjalankan pekerjaan dengan benar dan tepat. Sejalan dengan pernyataan tersebut, menurut Peter,23 bahwa kinerja seseorang dapat dikatakan baik, jika menjalankan suatu tugas atau proses dengan terampil sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang ada. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa suatu aktivitas atau kinerja dapat dikatakan efektif dari segi proses apabila menjalankan tugas dan kewajibannya dengan benar sesuai ketentuan atau standar yang telah digariskan. Moleong. Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Rosdakarya, 2. , hlm. Sugiyono, op. , hlm. Ibid, hlm. Mulyasa. Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. , hlm. Salim. Peter, op. , hlm. Efektivitas Kinerja Guru Pai Dalam Mengelola Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Yoyo Rodiya Tanzhimuna Vol 3. No 2 Desember 2023 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Dengan demikian dapat dipahami bahwa kinerja guru PAI bisa dikatakan efektif secara proses apabila ia menjalankan tugasnya dalam mengelola pembelajaran PAI dengan baik dan terampil sesuai dengan prosedur, standar dan peraturan yang berlaku dengan mengacu pada Standar Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang telah ditetapkan di dalam KMA Nomor 211 tahun 2011 dan disesuaikan dengan Permendikbud nomor 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan, yang meliputi: . perencanaan pembelajaran PAI. pelaksanaan pembelajaran PAI. penilaian pembelajaran PAI. Berdasarkan pernyataan di atas bahwa efektivitas guru PAI dalam mengelola pembelajaran PAI ditinjau dari segi proses ditunjukkan dengan pelaksanaan tugas utamanya sebagai guru profesional yang secara garis besar dapat dideskripsikan sebagai berikut: Tugas merencanakan pembelajaran, meliputi pembuatan/pengembangan silabus, penyusunan program tahunan, program semester dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi kelas dan hasil wawancara dapat dikatakan bahwa kinerja guru PAI di SMK PUI Cikijing ditinjau dari aspek pembuatan perencanaan pembelajaran sudah dapat dikatakan efektif karena seratus persen guru-guru PAI sudah dapat menunjukkan semua perangkat atau administrasi pembelajaran yang harus dibuat berupa silabus atau ATP, prota, promes atau prosem dan RPP atau modul ajar. Namun demikian, walupun penyusunan RPP secara administrasif sudah bisa dikatakan seratus persen terpenuhi, tetapi tidak semua apa yang tercantum dalam RPP dapat diimplementasikan seluruhnya, apakah karena persoalan waktu yang tidak mencukupi, karena persoalan sarana dan prasarana yang masih terbatas, atau karena persoalan lain. Misalnya dalam RPP tercantum metode demonstrasi atau pendekatan discovery learning dan sebagainya, tetapi dalam kenyataanya tidak terlaksana karena waktu yang tidak mencukupi. Tugas melaksanakan pembelajaran, meliputi tugas mengelola proses dan program pembelajaran, mendayagunakan dan mengelola metode, media dan sumber pembelajaran dengan bervariasi, menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, interaktif, kreatif, inovatif, efektif dan menyenangkan, mengelola kelas dengan efektif, dan sebagainya. Realisasi penggunaan pendekatan, metode, media dan sumber ajar pada pembelajaran PAI di SMK PUI Cikijing dilakukan dengan bervariasi. Hal ini ditunjukkan berdasarkan hasil observasi kelas pada saat berlangsungnya pembelajaran PAI, peneliti melihat dan memahami bahwa dalam pembelajaran PAI di SMK PUI Cikijing sudah digunakan beberapa metode, media dan sumber ajar yang diintegrasikan dalam satu kegiatan pembelajaran PAI. Misalnya guru PAI menggabungkan metode ceramah dengan metode tanya jawab, diskusi, tahfidz, latihan, penugasan dan sebagainya. Media yang digunakan misalnya media papan tulis, media visual peta konsep dan media elektonik melalui aplikasi HP seperti QR Code dan WA group. Adapun media proyektor infocus belum bisa digunakan secara optimal karena masih terbatasnya sarana dan prasarana. Sebagian guru PAI masih ada yang jarang sekali menggunakan metode diskusi karena menurut pendapatnya dikhawatirkan akan menimbulkan konflik antar siswa yang tak terkendali. Adapun pengelolaan kelas yang dilakukan guru-guru PAI sudah cukup baik, namun siswa yang memperhatikan pembelajaran PAI perlu ditingkatkan lagi. Beberapa sumber ajar yang digunakan antara lain buku ajar, al-Qur'an dan Observasi. SMK PUI Cikijing, 23-25 Agustus 2023. Efektivitas Kinerja Guru Pai Dalam Mengelola Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Yoyo Rodiya Tanzhimuna Vol 3. No 2 Desember 2023 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 terjemahnya, tafsir al-Qur'an, internet dan perpustakaan. Selain itu, guru PAI sudah cukup baik dalam menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, interaktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan, namun siswa yang aktif bertanya masih belum optimal dan perlu ditingkatkan . Tugas menilai dan mengevaluasi, meliputi kegiatan dalam melakukan penilaian kognitif formatif dan sumatif, penilaian sikap, penilaian keterampilan, evaluasi program pembelajaran, dan sebagainya. Implementasi penilaian pembelajaran PAI di SMK PUI Cikijing sebagaimana dikemukakan oleh bapak Roni Setiawan selaku wakil kepala sekolah bidang kurikulum, sebagai berikut: AuImplementasi penilaian pembelajaran di SMK PUI Cikijing mengacu kepada peraturan dan standar penilaian yang ada sesuai dengan kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka yang keduanya masih diberlakukan di sekolah ini. Penilaian pembelajaran termasuk PAI meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Jenis penilaian meliputi tes dan non tes. Bentuk penilaian meliputi tes formatif dan sumatif, antara lain meliputi penilaian pretes, postes, tes latihan, uji kemampuan diri, penilaian harian, tengah semester, akhir semester, akhir tahun, pengukuran sikap, penilaian diri, penilaian projek, penugasan, produk, kinerja dan sebagainya. Ay26 Dengan adanya kinerja guru PAI di SMK PUI Cikijing yang sudah melakukan penilaian sesuai dengan peraturan dan standar penilaian yang ada sesuai dengan kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka dapat dikatakan efektif ditinjau dari aspek implementasi penilaian Efektivitas Kinerja Guru PAI Dalam Mengelola Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dari Segi Hasil Efektivitas kinerja guru PAI dalam mengelola pembelajaran Pendidikan Agama Islam ditinjau dari segi hasil dapat diukur dan dinilai berdasarkan tercapainya tujuan yang telah Dalam konteks pembelajaran pendidikan Agama Islam dengan mengacu kepada teori Gibson dan Steers sebagaimana telah diungkapkan di muka dapat dipahami bahwa ketercapaian tujuan pembelajaran PAI merupakan indikator keberhasilan guru PAI dalam mengelola pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah, antara lain ditunjukkan dalam bentuk sebagai . Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Efektivitas pengelolaan pembelajaran PAI sangat erat hubungannya dengan kualitasnya baik dari segi proses maupun dari segi hasil. Sebagaimana halnya dengan pendapat Mulyasa, 27 bahwa dilihat dari segi hasil, pembelajaran dikatakan berhasil . apabila terjadi perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku serta keterampilan yang positif pada diri siswa seluruhnya atau setidaknya sebagian besar . %). Dengan teori tersebut dapat dinyatakan bahwa untuk mengukur efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam dari aspek hasil belajar siswa yaitu jika keseluruhan siswa pada satuan Observasi. SMK PUI Cikijing, 23-25 Agustus 2023. Roni Setiawan, wawancara. SMK PUI Cikijing, 28 Agustus 2023. Mulyasa, op. , 2014, hlm. Efektivitas Kinerja Guru Pai Dalam Mengelola Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Yoyo Rodiya Tanzhimuna Vol 3. No 2 Desember 2023 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 pendidikan atau pada satu lingkungan kelas mencapai nilai hasil belajar PAI atau sekurangkurangnya 80% siswa mencapai nilai di atas KKM. Dari hasil wawancara, dapat dipahami dan disimpulkan bahwa hasil belajar di atas KKM yang dicapai siswa pada pembelajaran PAI di SMK PUI Cikijing semester yang lalu terdapat lebih dari 80% jumlah peserta didik. Ini menunjukkan bahwa kinerja guru PAI dalam mengelola pembelajaran PAI dari segi pencapaian tujuan atau nilai PAI sudah bisa dikatakan cukup efektif, karena sudah mencapai lebih dari 80% jumlah peserta didik yang diukur dengan KKM pelajaran PAI sebesar 76. Timbulnya Minat. Motivasi dan Perhatian Siswa Terhadap Pembelajaran PAI Karwati dan Priansa,29 mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan minat belajar adalah sesuatu keinginan yang disertai dengan perhatian dan keaktifan yang disengaja sehingga dapat menimbulkan rasa senang dalam perubahan tingkah laku, baik berupa pengetahuan, sikap dan Indikator minat belajar peserta didik antara lain terdiri dari: . keinginan yang kuat untuk mengetahui atau memiliki sesuatu. terdapat objek-objek atau jenis-jenis kegiatan yang . terdapat upaya-upaya yang dilakukan untuk mewujudkan keinginannya. Selanjutnya Karwati dan Priansa mengatakan, 30 motivasi belajar peserta didik memiliki pengaruh yang kuat terhadap keberhasilan proses dan hasil belajar peserta didik. Salah satu indikator adanya motivasi belajar siswa, antara lain: . adanya semangat dan gairah belajar dari para peserta didik. adanya ketekunan dan keuletan dalam belajar. adanya rasa senang dalam . peserta didik memiliki energi yang kuat untuk melaksanakan kegiatan belajar. Terkait hal ini. Makmun mendefinisikan, 31 motivasi adalah suatu kekuatan . atau tenaga . atau daya . atau suatu keadaan yang kompleks dan kesiapsediaan dalam diri individu untuk bergerak ke arah tujuan tertentu baik disadari maupun tidak disadari. Sedangkan pengertian perhatian menurut Suryabrata,32 adalah pemusatan tenaga psikis tertuju kepada suatu objek. Atas dasar intensitasnya, maka perhatian dibedakan menjadi perhatian intensif dan perhatian tidak intensif. Makin banyak kesadaran yang menyertai sesuatu aktivitas atau pengalaman batin berarti semakin intensif perhatiannya, dan semakin intensif perhatian yang menyertai sesuatu aktivitas, maka akan semakin sukses aktivitas itu. Dalam hubungannya dengan pembelajaran berarti semakin intensif perhatian terhadap pembelajaran maka akan semakin sukses pembelajaran tersebut. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru-guru PAI dan beberapa siswa dapat dipahami dan disimpulkan bahwa timbulnya minat dan perhatian para siswa di SMK PUI Cikijing terlepas dari pengaruh latar belakang para siswa di luar sekolah, jika diambil rata-rata maka diperkirakan terdapat 75% dari keseluruhan siswa sudah timbul minat dan perhatian yang baik terhadap RD. Moh. Toha & Reni Herdiyanti. Wawancara. SMK PUI Cikijing, 23-24 Agustus 2023. Karwati dan Priansa. Manajemen Kelas: Guru Profesional Yang Inspiratif. Kreatif. Menyenangkan dan Berprestasi, (Bandung: Alfabeta, 2. , hlm. Ibid, hlm. Makmun. Abin Syamsuddin. Psikologi Kependidikan: Perangkat Sistem Pengajaran Modul, (Bandung: Rosdakarya, 2. , hlm. Suryabrata. Sumadi. Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Rajawali Pers, 2. , hlm. Efektivitas Kinerja Guru Pai Dalam Mengelola Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Yoyo Rodiya Tanzhimuna Vol 3. No 2 Desember 2023 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Dengan demikian, minat, semangat dan perhatian peserta didik terhadap pembelajaran PAI masih kurang optimal dan perlu ditingkatkan lagi. Terbentuknya Karakter Religius Siswa Dalam konteks keagamaan, salah satu karakter yang ditentukan di dalam Peraturan Presiden nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter yaitu karakter nilai-nilai religius. Religius didefinisikan sebagai sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianut dengan ukuran baik dan buruknya didasarkan pada ajaran agamanya dengan menghormati penganut agama lain. Dalam perspektif agama Islam, pendidikan karakter memiliki kesamaan dengan pendidikan akhlak. Ciri-ciri karakter religius siswa pada jenjang SLTA yang akan menjadi ukuran efektivitas pembelajaran PAI dalam membentuk karakter siswa disesuaikan dengan KI dan KD PAI dan Budi Pekerti untuk SMA/MA/SMK/MAK sebagaiman tercantum dalam Permendikbud No. 37 tahun 2018 angka 40 tentang kompetensi dasar Pendidikan Agama Islam untuk SMA/MA/SMK/MAK. Karakter yang diharapkan terbentuk diantaranya adalah karakter persaudaraan, menjaga diri dari pergaulan bebas dan zina, disiplin, jujur, tanggungjawab, berpakaian sesuai syariat Islam, semangat mencari ilmu, taat beribadah seperti shalat, puasa dan sebagainya, mampu dan terbiasa membaca alQur'an, kerukunan, taat aturan, kompetitif dalam kebaikan, menghindari kekerasan, saling menasehati, hormat dan patuh kepada orang tua dan guru, berbuat baik kepada sesama, moderat, santun dan sebagainya. Berdasarkan hasil wawancara dan dikuatkan dengan hasil observasi lapangan pada saat tiba waktu shalat dhuhur, peneliti melihat dan memahami bahwa karakter religius peserta didik yang sudah terbentuk di SMK PUI Cikijing antara lain budaya shalat berjamaah dhuhur yang dilaksanakan di Masjid sekolah dengan dua gelombang, gelombang pertama untuk para siswa dan gelombang kedua untuk para siswi. Peneliti mengamati bahwa seluruh peserta didik melaksanakan shalat dhuhur berjamaah di masjid sekolah dengan kompak, kecuali sebagian para siswi yang sedang berhalangan secara syarAoi. Selain itu, karakter religius yang sudah terbentuk juga yaitu para siswa hormat dan taat kepada guru yang dibuktikan dengan cium tangan, bersikap sopan dan berkata santun, para siswa hidup rukun di sekolah, berukhuwah, tidak terjadi kekerasan dan pelanggaran hukum atau susila. Terbentukya Keterampilan Keagamaan Siswa Efektivitas kinerja guru PAI dalam mengelola pembelajaran Pendidikan Agama Islam secara hasil ditandai juga dengan terbentuknya keterampilan siswa dalam bidang keagamaan siswa yang terkait dengan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah. Keterampilan keagamaan ini mengacu kepada KI dan KD Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/MA/SMK/MAK sebagaiman tercantum dalam Permendikbud No. 37 tahun 2018 angka 40 tentang Kompetensi Dasar Pendidikan Agama Islam untuk SMA/MA/SMK/MAK. Di antara RD. Moh. Toha. Reni Herdiyanti. Giang Apriana. Siswa 01, 02, 03 dan 04, wawancara. SMK PUI Cikijing, 23-28 Agustus 2023. Yahya MOF. Ramadan. Willy. Implementasi Pendidikan Karakter Religius di SMA Se-Kalimantan Selatan, (Banjarmasin: Antasari Press, 2. , hlm. Observasi & Wawancara. SMK PUI Cikijing, 30 Agustus 2023. Efektivitas Kinerja Guru Pai Dalam Mengelola Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Yoyo Rodiya Tanzhimuna Vol 3. No 2 Desember 2023 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 kompetensi pada ranah keterampilan yang terdapat pada KI-KD tersebut yaitu mampu membaca ayat-ayat al-Qur'an tertentu sesuai dengan kaidah tajwid dan makharijul huruf serta mendemonstrasikan hafalannya dengan fasih dan lancar. Terkait dengan hal tersebut, temuan dan kondisi mengenai keterampilan keagamaan siswa di SMK PUI Cikijing berdasarkan hasil wawancara baik dengan guru PAI maupun dengan siswa, maka dapat dipahami dan disimpulkan bahwa kemampuan keterampilan keagamaan siswa khususnya dalam membaca dan menghafal al-Qur'an di SMK PUI Cikijing masih perlu ditingkatkan lagi. Hal ini secara logis dapat dipahami bahwa mungkin terdapat faktor latar belakang, kondisi, minat dan tujuan para peserta didik di SMK yang berbeda dengan di Madrasah Aliyah atau pendidikan keagamaan lainnya, misalnya alokasi waktu untuk pembelajaran PAI di MA lebih banyak dibandingkan dengan di SMK. Selain itu, minat, motivasi dan tujuan belajar siswa di SMK secara umum kemungkinan besar bukan untuk mempelajari bidang agama secara khusus atau bukan untuk menjadi ahli agama, berbeda dengan anak yang masuk ke Madrasah Aliyah atau pendidikan keagamaan lainnya. Kesimpulan Kinerja guru PAI dalam melaksanakan tugas utamanya yaitu mengajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK PUI Cikijing dengan mengimplementasikan kompetensi yang harus dimiliki oleh guru PAI dalam proses belajar mengajar yang meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, profesional, spiritual dan keterampilan leadership. Pada umumnya guru-guru PAI di SMK PUI Cikijing sudah menerapkan kompetensi-kompetensi tersebut dengan baik dalam pembelajaran PAI, namun dalam kompetensi pedagogik masih terdapat guru PAI yang belum menggunakan metode diskusi dan belum menggunakan media LCD atau infocus dengan optimal. Dalam proses pembelajaran di SMK PUI Cikijing, guru-guru PAI sudah menerapkan keterampilanketerampilan dasar mengajar dengan baik, namun dalam aspek keterampilan bertanya, para siswa masih sedikit yang aktif bertanya. Hal ini mungkin disebabkan oleh sebagian guru PAI yang belum optimal dalam menstimulasi, membimbing dan memantik peserta didik untuk aktif bertanya. Efektivitas kinerja guru PAI dalam mengelola pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK PUI Cikijing ditinjau dari segi proses dan dari segi hasil. Efektivitas pengelolaan pembelajaran PAI ditinjau dari segi proses ditunjukkan dengan adanya perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran PAI. Kinerja guru PAI dalam merencanakan pembelajaran PAI sudah dapat dikatakan efektif karena guru-guru PAI sudah dapat menunjukkan administrasi pembelajaran berupa silabus/ATP, prota, promes/prosem dan RPP/modul ajar. Namun, tidak semua yang tercantum di dalam RPP dapat diimplementasikan, misalnya dalam penggunaan model discovery learning. PBL, media LCD atau infocus dan sebagainya, karena durasi pembelajaran PAI yang sangat terbatas atau karena sarana dan prasarana yang tidak mendukung. Dalam pelaksanaan pembelajaran PAI, guru-guru PAI di SMK PUI Cikijing sudah mengimplementasikan kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup dengan baik. RD. Moh. Toha. Reni Herdiyanti. Giang Apriana. Siswa 01, 02, 03 dan 04, wawancara. SMK PUI Cikijing, 23-28 Agustus 2023. Efektivitas Kinerja Guru Pai Dalam Mengelola Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Yoyo Rodiya Tanzhimuna Vol 3. No 2 Desember 2023 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Namun, dalam kegiatan inti terkait dengan metode pembelajaran PAI, masih terdapat sebagian guru PAI yang belum optimal dalam menggunakan metode diskusi. Media proyektor LCD atau infocus belum bisa digunakan secara optimal karena masih terbatasnya sarana dan prasarana. Dalam menciptakan suasana pembelajaran PAI yang aktif, interaktif, kreatif, inovatif, efektif dan menyenangkan, secara umum guru PAI sudah merealisasikannya dengan baik, namun siswa yang aktif bertanya masih belum optimal. Dalam pengelolaan kelas, guru PAI sudah dapat merealisasikannya dengan cukup baik, namun siswa yang memperhatikan materi pelajaran yang sedang disampaikan perlu lebih ditingkatkan lagi. Adapun penilaian pembelajaran termasuk PAI dilakukan secara autentik dan holistik yang meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Jenis penilaian meliputi tes dan non tes. Bentuk penilaian meliputi tes formatif dan sumatif, antara lain meliputi penilaian pretes, postes, tes latihan, uji kemampuan diri, penilaian harian, tengah semester, akhir semester, akhir tahun, pengukuran sikap, penilaian diri, penilaian projek, penugasan, produk, kinerja dan sebagainya. Efektivitas kinerja guru PAI dalam mengelola pembelajaran PAI di SMK PUI Cikijing dari segi hasil ditunjukkan dengan timbulnya minat, semangat dan perhatian peserta didik terhadap pembelajaran PAI mencapai sekitar 75% dari jumlah peserta didik. Hasil belajar peserta didik pada pembelajaran PAI semester yang lalu berdasarkan KKM sudah tercapai lebih dari 80% peserta Karakter religius peserta didik sudah terbentuk dengan baik yaitu budaya shalat berjamaah dhuhur yang sudah dilakukan oleh hampir 100% peserta didik setiap hari masuk sekolah. Selain itu, karakter religius hormat dan taat kepada guru yang ditunjukkan dengan cium tangan, bersikap sopan dan berkata santun terhadap guru, para siswa menjalin ukhuwah islamiyah dan tidak pernah terjadi kekerasan dan pelanggaran hukum atau susila. Adapun kemampuan keterampilan keagamaan siswa khususnya dalam membaca, menulis dan menghafal al-Qur'an di SMK PUI Cikijing masih perlu ditingkatkan lagi pembelajaran dan pembinaannya. Daftar Pustaka