KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Penerapan Model Project-based Learning dalam Pembelajaran Menulis Teks Prosedur: Sebuah Studi pada Siswa Kelas VII di SMP Negeri 7 Kombi Rahel Sania Kerap1*. Intama J. Polii2. Nontje Pangemanan3 . Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia. Fakultas Bahasa & Seni. Universitas Negeri Manado. Indonesia. *) Korespondensi: rahelkerap@gmail. Sejarah Artikel: Dimasukkan: 21 Februari 2025 KATA KUNCI Derivisi: 10 April 2025 Diterima:12 Agustus 2025 ABSTRAK Project-based Learning. Model Pembelajaran. Keterampilan Menulis. Teks Prosedur. KEYWORDS Menulis teks prosedur merupakan keterampilan dasar yang penting, namun seringkali sulit dikuasai siswa sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran inovatif untuk meningkatkan pemahaman mereka secara sistematis dan Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana penerapan pembelajaran menulis teks prosedur dengan menerapkan model Project-based Learning (PjBL) pada siswa kelas VII di SMP Negeri 7 Kombi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah 9 siswa kelas VII SMP Negeri 7 Kombi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, di mana sampel dipilih berdasarkan kriteria tertentu, yaitu siswa kelas VII yang mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia. Lokasi penelitian ini berada di SMP Negeri 7 Kombi dan dilaksanakan pada bulan September 2024. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa cara, yaitu tes dan observasi. Teknik analisis menggunakan teknik persentase. Hasil observasi menunjukkan bahwa penerapan model Project-based Learning (PjBL) dalam pembelajaran menulis teks prosedur mendorong siswa lebih aktif dalam menyusun dan mengevaluasi teks sesuai kaidah kebahasaan. Hasil tes tertulis menunjukkan 91% siswa mencapai kriteria ketuntasan dengan rata-rata skor 91. Namun, beberapa aspek seperti penyusunan alat dan bahan serta kata penutup masih perlu ditingkatkan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa PjBL dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur di jenjang SMP. ABSTRACT Project-based Learning. Learning Model. Writing Skills. Procedure Text. Writing procedural texts is a fundamental skill that is often difficult for students to master, thus requiring innovative teaching approaches to enhance their systematic and structured understanding. This study aims to describe the implementation of procedural text writing instruction using the Project-based Learning (PjBL) model for seventh-grade students at SMP Negeri 7 Kombi. The research employed a quantitative descriptive method. The data source consisted of nine seventh-grade students from SMP Negeri 7 Kombi. The sampling technique used was purposive sampling, where the sample was selected based on specific criteria, namely students in grade VII who participated in Indonesian language learning. The research was conducted at SMP Negeri 7 Kombi in September 2024. Data collection methods included tests and observation. The data analysis technique used was percentage analysis. Observational results showed that the implementation of the Project-based Learning (PjBL) model in procedural text writing lessons encouraged students to be more active in composing and evaluating texts according to linguistic rules. Written test results indicated that 91% of students met the mastery criteria with an average score of However, some aspects, such as the arrangement of tools and materials and the concluding sentence, still need improvement. The findings of this study suggest that PjBL can be an effective strategy for enhancing procedural text writing skills at the junior high school level. Copyright A 2025 by Authors. Published by Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Manado This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Kerap. Polii, & Pangemanan. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 PENDAHULUAN Kurikulum Merdeka dirancang untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran siswa di abad ke-21 dengan menekankan pengembangan kompetensi, termasuk keterampilan menulis. Fase D dalam Kurikulum Merdeka berfokus pada pengembangan keterampilan menulis yang lebih kompleks, seperti mengembangkan gagasan secara sistematis, menggunakan bahasa yang efektif, serta mengedit dan merevisi tulisan agar lebih koheren dan komunikatif (Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi, 2. Pernyataan ini sejalan dengan temuan Ningsih et al. , yang menemukan bahwa penerapan literasi dalam Kurikulum Merdeka dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa melalui penggunaan media pembelajaran yang menarik dan teknik menulis yang tepat. Selain itu. Widiansyah et al. menekankan bahwa Kurikulum Merdeka mendorong fleksibilitas dalam proses pembelajaran melalui pendekatan berbasis proyek dan pembelajaran kontekstual, yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa serta memperkuat keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan Sejalan dengan itu. Yunus et al. menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis proyek dalam Kurikulum Merdeka efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks biografi siswa, dengan hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan menulis setelah penerapan model tersebut. Oleh karena itu, implementasi keterampilan menulis dan capaian pembelajaran fase D dalam Kurikulum Merdeka dapat dilakukan melalui metode pembelajaran berbasis proyek, pemanfaatan teknologi, serta pembelajaran kontekstual yang mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif, sehingga meningkatkan kualitas menulis mereka secara efektif. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VII yang mengacu pada Fase D Kurikulum Merdeka, capaian pembelajaran mencakup pengembangan keterampilan berbahasa, termasuk keterampilan menulis teks prosedur. Pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi siswa dalam menyusun teks prosedur yang jelas, sistematis, serta menggunakan kata-kata imperatif dan struktur yang logis. Siswa diharapkan mampu menyampaikan instruksi atau petunjuk dengan efektif agar mudah dipahami oleh pembaca. Penelitian ini difokuskan pada capaian pembelajaran siswa menulis teks prosedur yang sistematis dan komunikatif guna meningkatkan kemampuan siswa dalam menyusun teks secara terstruktur dan sesuai dengan kaidah kebahasaan yang tepat. Teks prosedur adalah teks yang menjelaskan langkah-langkah secara lengkap, jelas, dan terperinci tentang cara melakukan sesuatu (Kosasih, 2. Sedangkan menurut Priyatni . , teks prosedur adalah teks yang memberikan petunjuk atau instruksi tentang cara melakukan atau menggunakan sesuatu dengan langkah-langkah yang urut. Teks prosedur adalah jenis teks yang menjelaskan langkah-langkah atau cara melakukan Teks ini biasanya digunakan untuk memberikan instruksi atau petunjuk tentang cara melakukan suatu aktivitas atau pekerjaan. Berdasarkan hasil observasi, siswa kelas VII SMP Negeri 7 Kombi mengalami kesulitan dalam memahami dan menulis teks prosedur akibat berbagai kendala dari berbagai perspektif. Dari sisi siswa, kurangnya pemahaman mendalam terhadap struktur dan kaidah kebahasaan teks prosedur menyebabkan mereka kesulitan dalam menyusun instruksi yang jelas dan sistematis. Dari perspektif guru, metode ceramah yang masih sering digunakan tanpa bimbingan intensif membuat siswa kurang terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Selain itu, keterbatasan penggunaan strategi pembelajaran yang bervariasi menghambat pengembangan keterampilan menulis siswa. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih inovatif, seperti model Project-based Learning (PjBL), agar siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan dapat meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur secara efektif. Project-based Learning (PjBL) adalah model pembelajaran yang menjadikan peserta didik sebagai subjek atau pusat pembelajaran, menitikberatkan proses belajar yang memiliki hasil akhir berupa Artinya, peserta didik diberi kebebasan untuk menentukan aktivitas belajarnya sendiri, mengerjakan proyek pembelajaran secara kolaboratif sampai diperoleh hasil berupa suatu produk. Itulah mengapa kesuksesan pembelajaran ini sangat dipengaruhi oleh keaktifan peserta didik. Menurut Fathurrohman . , pembelajaran berbasis proyek adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan sebagai sarana pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Project-based Learning (PjBL) merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran dengan memberikan mereka pengalaman belajar yang lebih mendalam dan kontekstual. Model ini dianggap sebagai solusi atas permasalahan pemahaman teks prosedur di kelas VII SMP Negeri 7 Kombi karena melibatkan siswa dalam proses eksplorasi dan penerapan langsung konsep yang dipelajari. Menurut Bell . PjBL membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kolaborasi melalui proyek yang ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Kerap. Polii, & Pangemanan. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 autentik dan bermakna. Hal ini diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh Larmer et al. , yang menunjukkan bahwa PjBL meningkatkan motivasi belajar siswa dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan keterampilan akademik serta sosial. Sementara itu, menurut Harmer dan Stokes . PjBL mendorong keterlibatan siswa dalam pembelajaran berbasis pengalaman, yang memungkinkan mereka untuk memahami konsep secara lebih mendalam dan relevan dengan kehidupan nyata. Menurut Widiarso . Project-based Learning (PjBL) adalah model pembelajaran yang menekankan pada keterlibatan aktif siswa dalam menyelesaikan suatu proyek yang bermakna, sehingga mereka dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif. Model ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui eksplorasi, perancangan, dan penyelesaian tugas nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Menurut Yulianto . , langkah-langkah Project-based Learning (PjBL) diawali dengan menentukan pertanyaan mendasar yang relevan dan memotivasi siswa untuk melakukan investigasi mendalam. Kemudian, guru dan siswa merancang perencanaan proyek, termasuk tujuan, metode, dan alat yang dibutuhkan. Selanjutnya, mereka menyusun jadwal, menentukan alokasi waktu serta strategi penyelesaian proyek. Dalam prosesnya, guru memantau perkembangan siswa, memberikan bimbingan, serta memastikan proyek berjalan sesuai rencana. Setelah proyek selesai, siswa mempresentasikan hasilnya untuk dinilai berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Terakhir, dilakukan evaluasi dan refleksi terhadap seluruh proses pembelajaran guna memperbaiki dan meningkatkan efektivitas proyek di masa mendatang. Menurut Zainal Aqib dan Murtadlo . , model Project-based Learning (PjBL) merupakan pendekatan pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kemandirian belajar, kreativitas, dan kolaborasi siswa. PjBL juga memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna karena siswa terlibat langsung dalam eksplorasi dan pemecahan masalah nyata. Senada dengan itu. Hosnan . menyatakan bahwa PjBL mampu meningkatkan motivasi belajar siswa karena mereka diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi dan menemukan solusi dari permasalahan yang diberikan, sehingga pembelajaran menjadi lebih aktif dan kontekstual. Selain itu. Trianto . menegaskan bahwa PjBL tidak hanya berfokus pada hasil akhir berupa produk, tetapi juga menekankan proses berpikir, kerja sama, serta keterampilan komunikasi yang sangat dibutuhkan dalam dunia nyata. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan guru dalam mengelola kelas, ketersediaan sumber daya, serta kemampuan siswa dalam bekerja secara mandiri maupun kelompok. Hal ini sejalan dengan pendapat Thomas . , yang menyatakan bahwa salah satu tantangan utama dalam penerapan PjBL adalah kompleksitas dalam perencanaan dan pelaksanaannya, terutama dalam memastikan bahwa semua siswa dapat terlibat secara aktif dan memperoleh manfaat yang sama. Oleh karena itu, penerapan PjBL memerlukan perencanaan yang matang, fasilitasi yang baik, serta dukungan infrastruktur yang memadai agar dapat mencapai hasil yang optimal dalam pembelajaran. Penelitian ini memiliki perbedaan signifikan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Simatupang . , yang menggunakan model pembelajaran Pair Checks untuk meningkatkan kemampuan menulis teks prosedur pada siswa kelas VII-1 SMP Negeri 8 Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ini efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa, sebagaimana terlihat dari peningkatan nilai rata-rata tes siswa dari 74 pada siklus I . elum tunta. menjadi 84 pada siklus II . Sementara itu. Hidayat . menggunakan metode Discovery Learning dalam pembelajaran menulis teks prosedur pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Langsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran telah berjalan dengan Metode ini memungkinkan siswa menemukan konsep secara mandiri, dengan tahapan pembelajaran yang sesuai dengan sintaks Discovery Learning dan RPP yang telah disusun. Selain itu, evaluasi yang dilakukan guru mencakup proses dan hasil belajar, sehingga membantu meningkatkan pemahaman siswa dalam menulis teks prosedur. Selanjutnya. Waworuntu. Polii, dan Wengkang . , dalam penelitian berjudul Pembelajaran Menulis Teks Deskripsi Menggunakan Model Project-based Learning pada Siswa Kelas VII: Sebuah Studi Kasus di SMP Negeri 1 Tombulu, meneliti teks deskripsi. Perbedaan utama terletak pada objek penelitian, di mana penelitian sebelumnya berfokus pada teks deskripsi, sedangkan penelitian ini meneliti penerapan model Project-based Learning (PjBL) dalam pembelajaran menulis teks prosedur di SMP Negeri 7 Kombi. Meskipun demikian, kesamaan dalam kedua penelitian ini adalah penggunaan model PjBL sebagai strategi pembelajaran. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan teori terkait penerapan PjBL dalam pembelajaran menulis, serta memberikan manfaat praktis dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa, mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif, dan membantu guru dalam meningkatkan kualitas pengajaran. ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Kerap. Polii, & Pangemanan. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memperkaya kajian teoritis mengenai pembelajaran berbasis proyek, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam praktik pendidikan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur siswa kelas VII SMP Negeri 7 Kombi melalui penerapan model Project-based Learning (PjBL). Dengan menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran, penelitian ini mengkaji efektivitas PjBL dalam membantu siswa memahami struktur dan kaidah kebahasaan teks prosedur secara lebih mendalam serta meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses belajar. Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi terhadap kendala pembelajaran yang selama ini dihadapi, seperti rendahnya pemahaman siswa dan kurangnya variasi strategi mengajar. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pendidik dalam mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif dan kontekstual, yang tidak hanya meningkatkan keterampilan menulis siswa tetapi juga melatih berpikir kritis, kreativitas, serta kerja sama dalam menyelesaikan proyek autentik. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Menurut Sugiyono . , metode deskriptif kuantitatif adalah suatu metode penelitian yang digunakan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan suatu fenomena dengan menggunakan data kuantitatif dalam bentuk angka-angka yang kemudian dianalisis secara statistik. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 7 Kombi, yang berlokasi di Desa Kombi. Kecamatan Kombi. Kabupaten Minahasa. Provinsi Sulawesi Utara. Kegiatan penelitian berlangsung pada bulan September 2024, dan disesuaikan dengan jadwal pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas VII. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 7 Kombi tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 9 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu, dalam hal ini siswa kelas VII yang mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan menggunakan pandau observasi pada Tabel 1 dan tes menulis teks prosedur. Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan siswa dalam menulis teks prosedur secara baik dan benar, sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan yang berlaku. Penilaian hasil tes dilakukan dengan memanfaatkan rubrik penilaian pada Tabel 2. Tabel 1. Panduan Observasi Penerapan Model Project-based Learning (PjBL) Skor Perolehan Langkah-langkah PjBL Aktivitas/ Kegiatan Siswa yang Dinilai Menentukan pertanyaan Siswa memahami tujuan pembelajaran dan menyimak penjelasan guru tentang teks prosedur Siswa merespons pertanyaan pemantik dari guru dan berdiskusi mengenai materi teks prosedur Siswa aktif bertanya dan menyimpulkan informasi yang Mendesain perencanaan Siswa secara mandiri menentukan topik teks prosedur yang akan ditulis. Siswa menyusun kerangka teks prosedur berdasarkan langkah-langkah yang jelas. Siswa berdiskusi dengan teman atau guru untuk memperoleh masukan terhadap rencana proyeknya. Menyusun jadwal Siswa bersama guru menyusun jadwal pengerjaan proyek secara bertahap. Siswa menentukan target waktu untuk menyelesaikan setiap bagian proyeknya secara mandiri. Memonitor siswa dan Siswa mengerjakan proyek menulis teks prosedur kemajuan proyek secara mandiri sesuai dengan rencana yang telah Siswa dapat berdiskusi dengan guru atau teman jika menemui kendala dalam proses menulis. Siswa memastikan struktur dan kaidah kebahasaan teks prosedur sudah sesuai. ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Kerap. Polii, & Pangemanan. Menguji hasil Mengevaluasi KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Siswa memeriksa kembali teks prosedur yang telah ditulis untuk memastikan kelengkapan dan ketepatan Siswa mempresentasikan hasil proyek menulis teks prosedur di depan kelas Siswa menyerahkan hasil proyek kepada guru untuk Siswa melakukan refleksi terhadap proses pengerjaan teks prosedur dan hasil yang diperoleh. Siswa mengidentifikasi cara untuk meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur di masa Jumlah Jumlah Keseluruhan Tabel 2. Rubrik Penilaian Keterampilan Menulis Teks Prosedur Kriteria Penilaian Skor Struktur Tujuan Tujuan sangat jelas dan sesuai dengan tema. Tujuan cukup jelas dan sesuai dengan tema. Tujuan kurang jelas atau tidak sesuai dengan tema. Alat dan Bahan Alat dan bahan sangat lengkap, jelas, dan relevan. Alat dan bahan cukup lengkap, jelas, dan relevan. Alat dan bahan kurang lengkap dan kurang relevan relevan. Langkah-langkah Langkah-langkah sangat jelas, runtut, dan mudah dipahami. Langkah-langkah cukup jelas dan runtut Langkah-langkah kurang jelas, tidak runtut, atau sulit dipahami. Kata Penutup Kata penutup sangat sesuai dan memberikan kesan kuat dalam teks. Kata penutup cukup sesuai dan menutup teks dengan baik. Kata penutup kurang sesuai atau tidak menutup teks dengan baik. Data yang terkumpul dari hasil tes menulis teks prosedur dianalisis dengan menghitung nilai rata-rata . ean scor. untuk menilai kemampuan siswa. Proses perhitungan nilai rata-rata dilakukan secara otomatis menggunakan Microsoft Excel, sehingga tidak memerlukan penggunaan rumus manual. Excel digunakan untuk menginput skor masing-masing siswa dan menghasilkan rata-rata secara cepat dan akurat melalui fitur Average. Untuk menafsirkan hasil skor, digunakan kriteria penilaian menurut Winata Putra . sebagai berikut: Tabel 3. Tingkat Pencapaian Responden Persentase Pencapaian 90% - 100% 80% - 89% 70% - 79% 0% - 69% Sangat Mampu Mampu Cukup Mampu Kurang Mampu HASIL PENELITIAN Penerapan Model Project-based Learning (PjBL) dalam Pembelajaran Menulis Teks Prosedur Untuk menilai keterlibatan dan perkembangan siswa dalam pembelajaran menulis teks prosedur dengan menggunakan model Project-based Learning (PjBL), dilakukan observasi terhadap enam langkah utama dalam proses pembelajaran. Observasi ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami materi, merancang proyek, menyusun jadwal, mengerjakan tugas secara mandiri, mengevaluasi hasil, serta melakukan refleksi terhadap proses yang telah dijalani. Hasil observasi disajikan dalam Tabel 4. ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Kerap. Polii, & Pangemanan. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Tabel 4. Hasil Observasi Penerapan Model Project-based Learning (PjBL) Langkah-langkah PjBL Aktivitas/ Kegiatan Siswa yang Dinilai Menentukan pertanyaan Siswa memahami tujuan pembelajaran dan menyimak penjelasan guru tentang teks prosedur Siswa merespons pertanyaan pemantik dari guru dan berdiskusi mengenai materi teks prosedur Siswa aktif bertanya dan menyimpulkan informasi yang Siswa secara mandiri menentukan topik teks prosedur yang akan ditulis. Siswa menyusun kerangka teks prosedur berdasarkan langkah-langkah yang jelas. Siswa berdiskusi dengan teman atau guru untuk memperoleh masukan terhadap rencana proyeknya. Siswa bersama guru menyusun jadwal pengerjaan proyek secara bertahap. Siswa menentukan target waktu untuk menyelesaikan setiap bagian proyeknya secara mandiri. Siswa mengerjakan proyek menulis teks prosedur secara mandiri sesuai dengan rencana yang telah Siswa dapat berdiskusi dengan guru atau teman jika menemui kendala dalam proses menulis. Siswa memastikan struktur dan kaidah kebahasaan teks prosedur sudah sesuai. Siswa memeriksa kembali teks prosedur yang telah ditulis untuk memastikan kelengkapan dan ketepatan Siswa mempresentasikan hasil proyek menulis teks prosedur di depan kelas Siswa menyerahkan hasil proyek kepada guru untuk Siswa melakukan refleksi terhadap proses pengerjaan teks prosedur dan hasil yang diperoleh. Siswa mengidentifikasi cara untuk meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur di masa Skor Perolehan Mendesain perencanaan Menyusun jadwal Memonitor siswa dan kemajuan proyek Menguji hasil Mengevaluasi Jumlah Jumlah Keseluruhan Rata-rata ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue Hasil observasi menunjukkan bahwa skor rata-rata yang diperoleh siswa adalah 3,5, yang mengindikasikan bahwa keterampilan mereka dalam menulis teks prosedur berada pada kategori baik. Kegiatan pembelajaran berlangsung selama satu bulan, yaitu pada bulan September 2024, dan disesuaikan dengan jadwal pelajaran Bahasa Indonesia. Proses pembelajaran dilaksanakan melalui enam tahapan utama sebagaimana dikemukakan oleh Aria Yulianto . , yaitu: menentukan pertanyaan mendasar, merancang perencanaan proyek, menyusun jadwal, memantau siswa dan kemajuan proyek, menguji hasil, serta mengevaluasi pengalaman. Berikut adalah uraian setiap langkah dalam penerapan model Project-based Learning (PjBL) yang digunakan dalam pembelajaran menulis teks prosedur, berdasarkan tabel yang telah disajikan sebelumnya. Langkah pertama: menentukan pertanyaan mendasar. Dalam tahap ini, siswa diberikan kesempatan untuk memahami tujuan pembelajaran serta menyimak penjelasan guru mengenai teks prosedur. Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membantu siswa memahami konsep dasar teks prosedur, seperti tujuan, struktur, dan penggunaan bahasa yang sesuai. Siswa merespons dengan berdiskusi mengenai materi yang telah disampaikan, mengajukan pertanyaan, serta menyimpulkan informasi yang diperoleh. Aktivitas ini bertujuan untuk membangun pemahaman awal siswa terhadap teks prosedur dan mengarahkan mereka dalam menyusun teks yang sesuai dengan kaidah yang berlaku. ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Kerap. Polii, & Pangemanan. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Langkah kedua: merancang perencanaan proyek. Pada tahap ini, siswa secara mandiri menentukan topik teks prosedur yang akan mereka tulis. Setelah itu, mereka menyusun kerangka teks berdasarkan langkah-langkah yang jelas dan Untuk memastikan bahwa rencana proyek yang dibuat sudah sesuai, siswa berdiskusi dengan teman atau guru guna memperoleh masukan yang dapat membantu menyempurnakan rancangan teks mereka. Proses ini bertujuan untuk melatih kemandirian dan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyusun teks prosedur yang baik. Langkah ketiga: menyusun jadwal. Pada tahap ini, siswa bersama guru menetapkan jadwal pengerjaan proyek secara bertahap. Setiap bagian proyek diberikan target waktu yang realistis agar siswa dapat mengelola waktu mereka dengan baik. Selain itu, siswa juga menentukan sendiri target waktu penyelesaian setiap bagian proyek, sehingga mereka dapat mengatur prioritas dan memastikan kelancaran dalam penyelesaian tugas yang diberikan. Dengan adanya jadwal yang terstruktur, siswa dapat lebih disiplin dan bertanggung jawab terhadap tugas yang mereka kerjakan. Tabel 5. Jadwal Pelaksanaan Proyek Tanggal Kegiatan Target Capaian Luaran Keterangan 2 September 2024 Brainstorming dan pengenalan proyel Catatan hasil diskusi awal Diskusi dan 4 September 2024 Penentuan topik dan penyusunan rencana Daftar topik Bimbingan individu dan 9 September 2024 Penyusunan kerangka teks 11 September 2024 Penyusunan draf pertama teks Kerangka Draf pertama Evaluasi awal dari guru dan teman sebaya Siswa memahami konsep teks prosedur dan tujuan Siswa dapat memilih topik teks prosedur yang akan dibuat serta menyusun rencana Siswa mampu menyusun kerangka teks sesuai dengan struktur yang benar Siswa mulai menulis teks prosedur berdasarkan kerangka yang telah disusun 18 September 2024 Revisi dan penyempurnaan teks 23 September 2024 Presentasi hasil Siswa dapat merevisi teks berdasarkan masukan dari guru dan teman sebaya Siswa dapat hasil proyek mereka di depan kelas Teks yang telah Presentasi Pengumpulan draf pertama umpan balik Umpan balik dari guru dan teman sebaya Evaluasi Langkah keempat: memantau kemajuan proyek Dalam tahap ini, siswa mulai mengerjakan teks prosedur sesuai dengan rencana yang telah disusun Apabila mengalami kesulitan, mereka dapat berdiskusi dengan guru atau teman untuk mencari solusi. Siswa juga memastikan bahwa struktur teks dan kaidah kebahasaan yang digunakan telah sesuai dengan ketentuan. Melalui proses pemantauan ini, siswa menjadi lebih teliti dan sistematis dalam menulis, sehingga kualitas tulisan dapat ditingkatkan sebelum dikumpulkan untuk Langkah kelima: menguji hasil Pada tahap ini, siswa diminta untuk memeriksa kembali teks prosedur yang telah mereka tulis guna memastikan kelengkapan dan ketepatan isi. Setelah melakukan pengecekan mandiri, siswa mempresentasikan hasil proyek mereka di depan kelas. Kegiatan presentasi ini memberikan kesempatan bagi guru dan teman sekelas untuk memberikan umpan balik konstruktif yang membantu siswa mengenali kekuatan dan kelemahan teks yang telah mereka buat. Sebagai penutup tahap ini, siswa menyerahkan hasil proyek kepada guru untuk dinilai berdasarkan rubrik penilaian yang telah ditentukan. ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Kerap. Polii, & Pangemanan. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Langkah keenam: mengevaluasi pengalaman Pada tahap terakhir ini, siswa melakukan refleksi terhadap proses pengerjaan teks prosedur yang telah mereka lalui. Mereka mengidentifikasi tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan proyek, serta menyusun strategi untuk meningkatkan keterampilan menulis di masa mendatang. Evaluasi ini penting agar siswa dapat memahami perkembangan kemampuan mereka secara menyeluruh dan merencanakan langkah-langkah perbaikan ke depan. Dengan penerapan model Project-based Learning (PjBL) ini, siswa tidak hanya memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang teks prosedur, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, serta kemampuan bekerja sama dalam menyelesaikan tugas berbasis proyek. Keterampilan Menulis Teks Prosedur dengan Menerapkan Model Project-based Learning (PjBL) Untuk mengumpulkan data mengenai keterampilan menulis teks prosedur pada siswa kelas VII SMP Negeri 7 Kombi yang berjumlah 9 orang, peneliti menggunakan metode tes sebagai teknik pengumpulan data. Dalam pelaksanaannya, peneliti terlebih dahulu memberikan penjelasan kepada siswa mengenai konsep teks prosedur, termasuk struktur dan kaidah kebahasaannya. Setelah itu, setiap siswa diminta untuk menulis teks prosedur berdasarkan pemahaman mereka, dengan memperhatikan aspek-aspek penting seperti judul, tujuan, alat dan bahan, serta langkah-langkah penyusunan teks. Setelah tugas selesai, siswa mengumpulkan hasil tulisan mereka kepada peneliti. Data yang diperoleh dari tes ini kemudian dianalisis untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa dalam menulis teks prosedur secara sistematis dan sesuai dengan kaidah kebahasaan yang berlaku. Siswa Jumlah Rata-rata Persentase Tabel 6. Keterampilan Menulis Teks Prosedur Siswa dengan Menerapkan Model Pembelajaran Project-based Learning Aspek yang diamati/Skor Jumlah skor Ket Tuntas Tidak Tuntas ui ui ui ui ui ui ui ui ui Keterangan Aspek penilaian yang diamati: Struktur teks Alat dan bahan Langkah-langkah Kata penutup Berdasarkan hasil analisis pada Tabel 6, penerapan model Project-based Learning (PjBL) dalam pembelajaran menulis teks prosedur menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Dari total 9 siswa yang mengikuti pembelajaran, seluruhnya mencapai kriteria ketuntasan dengan rata-rata skor keseluruhan sebesar 91%. Capaian ini mencerminkan bahwa mayoritas siswa telah memahami konsep dasar teks prosedur serta mampu menyusun teks dengan struktur yang sesuai. Model PjBL terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa melalui tahapan-tahapan proyek yang menuntut partisipasi aktif. Namun demikian, capaian yang tinggi ini tetap menyisakan ruang untuk perbaikan, terutama dalam aspek-aspek tertentu yang belum sepenuhnya dikuasai oleh semua siswa. Jika ditinjau lebih rinci berdasarkan aspek penilaian, aspek langkah-langkah menunjukkan hasil tertinggi dengan rata-rata skor 24,44 . %). Hal ini menandakan bahwa siswa telah sangat baik dalam merinci instruksi secara sistematis dan logis, sebuah kemampuan penting dalam teks prosedur. Aspek struktur teks juga memperoleh skor tinggi . ,77 atau 91%), yang menunjukkan bahwa siswa umumnya ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Kerap. Polii, & Pangemanan. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 telah mampu menyusun teks secara runtut mencakup tujuan, alat dan bahan, serta langkah-langkah. Meski demikian, masih ada beberapa siswa yang perlu pendampingan tambahan agar dapat menjaga koherensi antarbagian dan menyusun teks yang lebih terstruktur. Sementara itu, aspek alat dan bahan memperoleh skor 22,33 . %), yang walaupun tergolong tinggi, menunjukkan bahwa sebagian siswa masih kurang rinci dalam menyebutkan alat dan bahan yang digunakan. Aspek dengan skor terendah adalah kata penutup, yang hanya memperoleh rata-rata 21 . %). Hasil ini mengindikasikan bahwa beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam merumuskan penutup yang efektif, seperti menyampaikan kesimpulan, memberikan saran, atau mengajak pembaca untuk melakukan tindakan. Kekurangan ini menunjukkan perlunya bimbingan khusus pada tahap akhir penulisan teks. Secara keseluruhan, model PjBL telah berhasil meningkatkan keterampilan menulis siswa dalam teks prosedur, terutama dalam aspek inti seperti struktur dan langkah-langkah. Untuk mencapai hasil yang lebih optimal, guru dapat menindaklanjuti dengan strategi penguatan melalui latihan tambahan, penyediaan contoh teks yang variatif, serta kegiatan diskusi yang berfokus pada bagian alat dan bahan serta penutup teks. Dengan demikian, diharapkan kualitas tulisan siswa menjadi semakin utuh dan komunikatif. PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan model Project-based Learning (PjBL) dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi siswa selama proses pembelajaran menulis teks prosedur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini mendorong siswa untuk lebih aktif dalam mengeksplorasi serta menyelesaikan permasalahan nyata, sehingga pengalaman belajar menjadi lebih bermakna. Temuan ini selaras dengan pandangan Zainal Aqib dan Murtadlo . , yang menyatakan bahwa PjBL berperan dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kemandirian dalam belajar, serta kreativitas siswa. Selain itu, hasil penelitian ini juga mendukung teori yang dikemukakan oleh Hosnan . , yang menegaskan bahwa PjBL mampu meningkatkan motivasi belajar siswa dengan memberikan kebebasan untuk mengeksplorasi dan menemukan solusi atas permasalahan yang diberikan, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih aktif dan kontekstual. Temuan ini juga memperkuat pendapat Trianto . , yang menekankan bahwa PjBL tidak hanya berfokus pada hasil akhir berupa produk, tetapi juga menitikberatkan pada pengembangan keterampilan berpikir, kerja sama, serta komunikasi yang penting dalam kehidupan nyata. Namun, sejalan dengan temuan Thomas . , penelitian ini juga mengungkap tantangan dalam penerapan PjBL, khususnya terkait kompleksitas dalam perencanaan dan pelaksanaannya. Keberhasilan model ini sangat bergantung pada kesiapan guru dalam mengelola kelas, ketersediaan sumber daya, serta kemampuan siswa dalam bekerja secara mandiri maupun kelompok. Oleh karena itu, penerapan PjBL perlu dirancang dengan baik dan didukung oleh fasilitasi yang memadai agar dapat menghasilkan pembelajaran yang optimal. Penelitian ini menunjukkan hasil yang konsisten dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang menggunakan model Project-based Learning (PjBL) dalam pembelajaran menulis. Sebagai contoh. Ramadhan . menemukan bahwa PBL dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa, terutama dalam hal kreativitas dan pemahaman konsep teks. Penelitian yang dilakukan oleh Widodo . juga menunjukkan bahwa PjBL efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis teks prosedur siswa. Namun, temuan penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar siswa menunjukkan kemampuan menulis yang baik, masih ada aspek yang perlu diperbaiki, seperti penyusunan langkah-langkah yang lebih runtut dan jelas. Hal ini membuka ruang untuk penelitian lebih lanjut mengenai elemen-elemen spesifik dalam PjBL yang dapat lebih meningkatkan kemampuan teknis siswa dalam menulis teks prosedur. Penelitian oleh Hasanah . menekankan bahwa PjBL mampu meningkatkan motivasi dan kreativitas siswa dalam menulis teks prosedur, namun belum secara mendalam menganalisis pengaruhnya terhadap pemahaman siswa dalam menyusun teks yang sistematis dan sesuai dengan kaidah kebahasaan. Temuan ini menambahkan wawasan dengan menunjukkan bahwa PjBL tidak hanya meningkatkan kreativitas, tetapi juga membantu siswa memahami struktur serta urutan penyampaian informasi dalam teks prosedur dengan lebih baik. Selain itu. Yulianto . menemukan bahwa PjBL memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna karena melibatkan siswa dalam proyek yang kontekstual dan relevan, yang sejalan dengan hasil penelitian ini yang menunjukkan bahwa siswa lebih aktif dalam merancang, menulis, dan mengevaluasi teks prosedur mereka secara mandiri. Selain itu, penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan menggunakan jadwal pelaksanaan proyek yang terstruktur, memungkinkan siswa untuk mengelola waktu dan proses pengerjaan teks ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Kerap. Polii, & Pangemanan. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 secara lebih efektif. Pendekatan ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar secara bertahap dalam menulis teks prosedur, dari brainstorming hingga refleksi hasil proyek. Salah satu temuan signifikan adalah bahwa siswa dengan nilai tinggi mampu menyusun teks prosedur dengan struktur yang runtut serta penggunaan bahasa yang efektif. Sementara itu, siswa dengan nilai lebih rendah memerlukan bimbingan tambahan dalam menentukan alat dan bahan secara lebih rinci serta menyusun kata penutup yang lebih jelas dan komunikatif. Penelitian ini, meskipun memberikan temuan yang menarik mengenai penerapan Project-based Learning dalam pembelajaran menulis teks prosedur, memiliki beberapa keterbatasan yang perlu Pertama, penelitian ini hanya melibatkan sembilan siswa dari satu kelas di SMP Negeri 7 Kombi, yang membatasi generalisasi temuan. Kedua, penelitian ini tidak mempertimbangkan faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi kemampuan menulis siswa, seperti latar belakang pendidikan, dukungan keluarga, dan akses terhadap sumber daya pembelajaran. Sebagai rekomendasi untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melibatkan sampel yang lebih besar dan lebih beragam, serta mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang dapat memengaruhi hasil pembelajaran. Selain itu, penelitian lebih lanjut juga dapat mengkaji aspek lain dalam PBL, seperti waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek atau tingkat kolaborasi antar siswa, yang mungkin dapat meningkatkan hasil pembelajaran lebih efektif. KESIMPULAN Penelitian ini membuktikan bahwa penerapan model Project-based Learning (PjBL) berperan penting dalam meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur pada siswa kelas VII SMP Negeri 7 Kombi, dengan rata-rata skor keseluruhan mencapai 91%. Model ini membantu siswa memahami struktur teks prosedur, yang mencakup judul, tujuan, alat dan bahan, serta langkah-langkah penyusunan, sekaligus menerapkan kaidah kebahasaan yang sesuai. Melalui enam tahapan pembelajaran yang sistematis, mulai dari menentukan pertanyaan mendasar, merancang perencanaan proyek, menyusun jadwal, memantau kemajuan, menguji hasil, hingga mengevaluasi pengalaman, siswa dapat mengasah keterampilan menulis secara bertahap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa serta membantu mereka menyusun teks prosedur secara lebih terstruktur dan logis. Selain itu, model ini juga berkontribusi dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta keterampilan bekerja sama Dengan demikian. PjBL direkomendasikan sebagai pendekatan pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kualitas penulisan teks prosedur di tingkat SMP. UCAPAN TERIMA KASIH Diucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam proses penyusunan tulisan ini baik secara langsung maupun tidak langsung. KONFLIK KEPENTINGAN Pada penelitian ini peneliti menyatakan bahwa peneliti tidak memiliki konflik dengan pihak-pihak lain yang bersifat merugikan baik secara finansial atau non finansial. REFERENSI Aqib. , & Murtadlo. Model-model, media, dan strategi pembelajaran kontekstual . Yrama Widya. Bell. Project-based Learning for the 21st century: Skills for the future. The Clearing House: A Journal Educational Strategies. Issues Ideas, 83. , 39Ae43. https://doi. org/10. 1080/00098650903505415 Fathurrohman. Model-model pembelajaran: Inovasi dan implementasi. Penerbit. Harmer. , & Stokes. The benefits and challenges of Project-based Learning in higher Journal Applied Learning Teaching, 5. , 15Ae29. https://doi. org/10. 37074/jalt. Hasanah. Implementasi model Project-based Learning dalam meningkatkan motivasi dan kreativitas menulis teks prosedur siswa SMP. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 15. , 112Ae ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Kerap. Polii, & Pangemanan. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Hidayat. Pembelajaran menulis teks prosedur dengan metode discovery learning pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Langsa. Jurnal Samudra Bahasa, 3. , 45Ae51. Hosnan. Pendekatan saintifik dan kontekstual dalam pembelajaran abad 21. Ghalia Indonesia. Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi. Kurikulum Merdeka: Panduan Kemendikbudristek. Kosasih. Jenis-jenis teks dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Yrama Widya. Larmer. Mergendoller. , & Boss. Setting the standard for project-based learning: A proven approach to rigorous classroom instruction. ASCD. Ningsih. Suryani. , & Prasetyo. Implementasi literasi dalam Kurikulum Merdeka untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 12. , 45Ae60. Priyatni. Pedoman pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks. Bumi Aksara. Pabur. , & Mokalu. Penggunaan Written Corrective Feedback dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Descriptive Text. KOMPETENSI, 4. https://doi. org/10. 53682/kompetensi. Ramadhan. Penerapan Project-based Learning untuk meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur pada siswa sekolah menengah pertama. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 8. , 56Ae70. Simatupang. Peningkatan kemampuan menulis teks prosedur dengan model pembelajaran pair check. Jurnal Metamorfosa, 8. , 191Ae206. Thomas. A review of research on project-based learning. The Autodesk Foundation. Trianto. Model pembelajaran terpadu dalam teori dan praktik. Bumi Aksara. Waworuntu. Polii. , & Wengkang. Pembelajaran menulis teks deskripsi menggunakan model Project-based Learning pada siswa kelas VII: Sebuah studi kasus di SMP Negeri 1 Tombulu. KOMPETENSI, 4. , 284Ae292. Widiansyah. Putri. , & Hidayat. Pendekatan berbasis proyek dalam Kurikulum Merdeka dan pengaruhnya terhadap keterampilan menulis siswa SMP. Jurnal Inovasi Pembelajaran, 9. , 78Ae92. Widiarso. Implementasi model Project-based Learning dalam pembelajaran abad 21. Pustaka