GENTA MULIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan eissn: 25806416 pISSN: 23016671 PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS MATERI POKOK EXPRESSIONS OF STATING INTENTION AND PLAN PADA SISWA KELAS X MIA 1 SMA NEGERI 1 KAWAY XVI Elfi Dawiyah1 1Guru SMA Negeri 1 Kaway XVI Aceh Barat. Indonesia 1Coresponding Email: Elfidawiyah62@gmail. Abstract Penelitian bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Inggris pada siswa kelas X Mia 1 Semester genap SMA Negeri 1 Kaway xvi Tahun Pelajaran 2021/2022. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Alat pengumpul data yang digunakan terdiri instrumen pembelajaran, tes formatif serta instrumen observasi. Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus pembelajaran dan setiap siklus terdiri dari 2 Subyek yang di teliti adalah siswa kelas X Mia 1 SMA Negeri 1 Kaway XVI yang terdiri dari 21 siswa laki Ae laki dan 19 siswa perempuan dengan jumlah 40 siswa. Hasil penelitian menunjukkan sebelum perbaikan pembelajaran siswa yang tuntas KKM . dalam pembelajaran IPA hanya 16 siswa . %) dari 40 siswa. Pada perbaikan pembelajaran siklus I siswa yang tuntas KKM meningkat menjadi 38 siswa . %) dari 38 siswa. Dan pada perbaikan pembelajaran siklus II siswa yang tuntas KKM meningkat lagi menjadi 38 siswa . %) dari 40 Jadi penerapan pendekatan pembelajaran inquiry dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Inggris materi pokok Expressions of Stating Intention and Plan siswa kelas X Mia 1 Semester 1 SMA Negeri 1 Kaway XVI Tahun Pelajaran 2021/2022. Kata-kata kunci: Pendekatan Inquiry. Keaktifan Siswa. Hasil Belajar. Bahasa Inggris Pendahuluan Keberhasilan dalam proses pembelajaran yang dilakukan guru di dalam kelas ialah menggunakan pendekatan pembelajaran sebab kegiatan belajar mengajar pada hakekatnya adalah komunikasi, dalam proses eissn: 25806416 pISSN: 23016671 GENTA MULIA- JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN Penerapan Pendekatan Pembelajaran Inquiry Elfi Dawiyah komunikasi ini guru berperan sebagai komunikator yang akan menyampaikan pesan kepada siswa, agar pesan itu dapat diterima dengan baik oleh siswa, maka perlu suatu metode pembelajaran yang Pendidikan Bahasa Inggris diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan kecakapan dalam berkomunikasi, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari Ae hariPendahuluan merupakan pernyataan dari gambaran umum suatu kasus yang sedang diselidiki yang diinformasikan kepada pembaca untuk memahami tujuan dalam melakukan penelitian. Informasi yang diberikan berisi . paparan perkembangan terkini bidang ilmu yang diteliti yang argumentasinya didukung oleh hasil kajian pustaka primer dan mutakhir. argumentasi peneliti dalam menutup kesenjangan tersebut sebagai janji kontribusi penelitian ini bagi perkembangan ilmu. paparan tujuan penelitian. Pembelajaran Bahasa Inggris sebaiknya dilaksanakan secara inquiry ilmiah . cientific inquir. untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikan sebagai aspek penting kecakapan hidup. Oleh karena itu pembelajaran Bahasa Inggris di SMA menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan ketrampilan proses dan kemampuan berkomunikasi dengan lancar. Pengetahuan dan pemahaman tentang media pendidikan harus dimiliki oleh seorang guru. Oemar Hamalk . , mengemukakan bahwa media pendidikan adalah alat, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah Hasil Observasi memperlihatkan siswa kurang mendapat hasil belajar yang baik, hasil belajarnya juga sering dibawah KKM, siswa kurang aktif pada waktu proses pembelajaran, dan siswa ramai sendiri pada waktu diterangkan. Setelah adanya penerapan pendekatan pembelajaran inquiry hasil belajar siswa semakin meningkat. Pembelajaran Inquiry adalah suatu proses untuk memperoleh dan mendapatkan informasi dengan melakukan observasi dan atau eksperimen untuk mencari jawaban atau memecahkan masalah terhadap pertanyaan atau rumusan masalah dengan menggunakan kemampuan berpikir kritis dan logis (Schmidt, 2. Inquiry sebenarnya merupakan prosedur yang biasa di lakukan oleh ilmuan dan orang dewasa yang memiliki motivasi tinggi dalam upaya memahami fenomena alam. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan . Penerapan Pendekatan Pembelajaran Inquiry Elfi Dawiyah memperjelas pemahaman, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari Ae hari (Herbrank, 2000. Butnitz, 2003. Chiapetta dan Adams, 2. Metode Inquiry adalah metode yang mampu mengiring peserta didik untuk menyadari apa yang telah didapatkan selama belajar. Inquiry menempatkan peserta didik sebagai subyek belajar yang aktif (Mulyasa, 2003:. Pembelajaran berbasis Inquiry meliputi kegiatan observasi, mengajukan pertanyaan, memeriksa buku Ae buku dan sumber Ae sumber lain untuk melihat informasi yang ada, merencanakan penyelidikan, merangkum apa yang sudah diketahui dalam bukti eksperimen, menggunakan alat untuk mengumpulkan, menganalisis dan interpretasi mengkomunikasikan hasil (Menurut NRC, 1. Menurut Slameto . , belajar adalah Ausuatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Ay Selanjutnya Winkel . , berpendapat belajar adalah Ausuatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi yang aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan dan nilai sikap. Perubahan itu bersifat secara relatif constant. Kemudian Hamalik . , mendefinisikan belajar adalah Ausuatu pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan Ay Ada lagi yang lebih khusus mengartikan bahwa belajar adalah menyerap pengetahuan. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam tingkah laku manusia. Proses tersebut tidak akan terjadi apabila tidak ada suatu yang mendorong pribadi yang bersangkutan. Penerapan Strategi pembelajaran Inquiry sesuai dengan teori Teori ini menyakinkan guru bahwa proses belajar merefleksikan pengalaman siswa membangun pemahaman dirinya Tiap siswa menghasilkan sendiri AuaturanAy dan Aumodel mentalAy yang digunakannya untuk membangun pengalaman dan memperoleh Pengetahuan siswa dibangun dengan informasi yang diperoleh secara alami. Proses belajar siswa merupakan bagian dari pengembangan pengalaman melalui pertemuan mereka dengan guru dan rekan Ae rekan mereka, dan mengkaji apa yang telah mereka pelajari dari sumber belajar yang terpercaya. Karena itu pula, ilmu pengetahuan harus dibangun secara bertahap dan sedikit demi sedikit. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Penerapan Pendekatan Pembelajaran Inquiry Elfi Dawiyah Pembelajaran berbasis inquiry adalah strategi mengajar yang mengkombinasikan rasa ingin tahu siswa dan metode ilmiah. Inquiry dapat dimulai dengan pertanyaan AuApa?Ay atau AuBagaimana?Ay untuk membangkitkan rasa ingin tahu siswa terhadap suatu gejala alam atau pun sosial. Penelitian ini dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Inggris materi pokok Expressions of Stating Intention and Plan siswa kelas X Mia 1 semester genap SMA Negeri 1 Kaway XVI tahun 2021/2022. Metode Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari s/d Februari 2022. Tempat penelitian adalah SMA Negeri 1 Kaway XVI. Penulis mengambil tempat penelitian ini adalah karena penulis menjadi pengajar di SMA Negeri 1 Kaway XVI. Lokasi pelaksanaan perbaikan pembelajaran dilaksanakan di kelas X Mia 1 SMA Negeri 1 Kaway XVI. Karakteristik siswa Kelas X Mia 1 SMA Negeri 1 Kaway XVI adalah sebagai berikut : jumlah siswa 40 orang, siswa laki Ae laki 21 orang dan jumlah siswa perempuan 19 orang. Data Primer yaitu data yang langsung dikumpulkan dari objek. Data ini diperoleh melalui wawancara dengan objek dan informasi dilapangan. Objek dalam hal ini adalah SMA Negeri 1 Kaway XVI sedangkan informasi dalam penelitian ini adalah guru SMA Negeri 1 Kaway XVI. Data yang telah dikumpulkan pada kesempatan lain dengan tujuan yang berada dari tujuan penelitian yang sedang dijalankan. Data ini diperoleh dari buku Ae buku, hasil penelitian, dokumen dan sumber lain yang relevan. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Tahapan analisis yaitu Validasi data dan Teknik analisi Proses analisis data ada tiga komponen pokok yang harus disadari sepenuhnya oleh peneliti. Ketiga komponen analisis data tersebut adalah : Reduksi Data Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemfokuskan, penyederhanaan, dan transformasi data kasar yang dikumpulkan dari lapangan. Penyajian Data Penyajian data merupakan informasi yang tersusun berupa berita yang sistematis. Berdasarkan sajian data memungkinkan untuk mengadakan penarikan kesimpulan Penarikan Kesimpulan Penarikan kesimpulan merupakan langkah terakhir dari analisis data. Dalam penarikan kesimpulan harus didasarkan pada sajian data. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan . Penerapan Pendekatan Pembelajaran Inquiry Elfi Dawiyah Indicator kinerja adalah Tercapainya ketuntasan belajar sebesar 85% semakin meningkatnya ketuntasan belajar siswa diharapkan meningkatnya hasil belajar. Dalam penelitian, peneliti membagi dalam empat tahap, yaitu tahap perencanaan (Pra-Siklu. , pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Pada tahap Pra-Siklus, peneliti mempersiapkan segala macam yang dibutuhkan atau diperlukan peneliti sebelum melakukan perbaikan Per-Siklus, yaitu : Menyusun rancangan penelitian . Membuat format kesediaan teman sejawat dalam penyelenggaraan PTK. Melakukan koordinasi dengan kepala SMA Negeri 1 Kaway XVI. Pada tahap kedua yaitu pelaksanaan. Peneliti melaksanakan penelitian dengan melaksanakan mengajar kelas X Mia 1 di SMA Negeri 1 Kaway XVI. Di dalam pelaksanaan peneliti mengacu pada RPP yang sudah dipersiapkan. Tahap ketiga yaitu pengamatan. Pada waktu peneliti sedang mengajar akan diamati oleh teman sejawat sebagai hasil Penelitian Tindakan Kelas. Untuk sebagai pedoman pengamatan sudah dipersiapkan sebelumnya yaitu lembar pengamatan dan diberikan oleh teman sejawat yang menjadi pengamat. Dalam tahap ini peniliti akan mengetahui seberapa besar pengaruh penerapan pendekatan pembelajaran inquiry untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Inggris materi pokok Expressions of Stating Intention and Plan siswa kelas X Mia 1 semester genap SMA Negeri 1 Kaway XVI tahun pelajaran 2021/2022. Tahap keempat yaitu refleksi. Dalam tahap ini peneliti akan memaparkan hasil dari per-siklus yang sudah dilaksanakan. Berikut adalah deskripsi dari setiap prosedur kegiatan : Perencanaan Siklus I (Pertam. Pada pelaksanaan Siklus I . yang didasarkan pada identifikasi penyebab masalah pada pembelajaran dimana guru, rekan sejawat dan supervisor yang selanjutnya disebut tim peneliti melakukan kegiatan sebagai berikut : Merancang strategi dan skenario kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan pembelajaran yang disesuaikan dengan pendekatan inquiry berbasis materi dan media yang nyata dan dekat dengan siswa, dengan penekanan pada metode penyelidikan. Menetapkan indikator ketercapaian dan menyusun instrument pengumpul data. Siklus II . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Penerapan Pendekatan Pembelajaran Inquiry Elfi Dawiyah Sedangkan pada rencana tindakan siklus II . yang dirumuskan berdasarkan refleksi dari siklus I . tim peneliti melakukan kegiatan sebagai berikut : Melakukan review . dan re-planning . rancangan pembelajaran dimana pada siklus I . terfokus kegiatan belajarnya terletak pada teknik menyampaikan materi pokok Expressions of Stating Intention and Plan dalam pembelajaran diketahui masalah. Mengembangkan Lembar Kerja Siswa. Mengembangkan instrument observasi. Pelaksanaan Tindakan Siklus I . Pada kegiatan pelaksanaan siklus I . , rincian kegiatan yang dilakukan peneliti, rekan sejawat dan supervisor ialah : Peneliti sehari sebelum melaksanakan perbaikan pembelajaran terlebih dahulu melakukan semacam micro teaching . imulasi tentang pembelajaran inquiry dengan rekan sejawa. Melaksanakan perbaikan pembelajaran di kelas yang sesuai langkah Ae langkah pada perencanaan perbaikan pembelajaran. Secara garis besar prosedur pembelajaran yang dilaksanakan sebagai berikut : Mengajukan pertanyaan hewan pemakan rumput kepada siswa untuk menggali pemahaman mereka tentang materi pokok Expressions of Stating Intention and Plan. Mengenalkan terlebih dahulu konsep materi pokok Expressions of Stating Intention and Plan. Membagi siswa menjadi kelompok untuk menganalisis materi pokok Expressions of Stating Intention and Plan. Membimbing siswa untuk mengakurasi hasil penyelidikannya dengan konsep materi pokok Expressions of Stating Intention and Plan. Rekan sejawat dan supervisor di belakang kelas melakukan . Mengantisipasi dengan melakukan solusi apabila menemui kendala saat melakukan tahap tindakan. Siklus II . Sedangkan pada siklus II . garis besar prosedur pelaksanaan perbaikan pembelajaran adalah sebagai berikut : Kegiatan siswa menjawab pertanyaan guru dengan menyebutkan hewan pemakan rumput dari pengetahuan awal mereka. Mendemonstrasikan pendekatan inquiry dalam pembelajaran GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan . Penerapan Pendekatan Pembelajaran Inquiry Elfi Dawiyah persamaan dan perbedaan ungkapan niat melakukan sesuatu. Memberikan penguatan, dengan menjelaskan menggunakan berbagai cara mengungungkapkan niat melakukan sesuatu berdasarkan situasi yang diberikan. Pengamatan atau Observasi Pada kegiatan pengamatan, rekan sejawat dan supervisor mengamati peneliti dalam melaksanakan perbaikan pembelajaran dan mengamati perilaku siswa pada proses pembelajaran dengan menggunakan instrument lembar observasi . Refleksi Refleksi adalah mengingat dan merenungkan kembali suatu tindakan persis seperti yang telah dicatat dalam observasi. Hasil dan Pembahasan Hasil Pelaksanaan Siklus I Perencanaan Kegiatan perencanaan ini digunakan untuk mempersiapkan yang akan digunakan di dalam proses perbaikan pembelajaran pada siklus I, yang peneliti siapkan sebagai berikut : Pemilihan materi dan penyusunan rencana pelaksaan pembelajaran materi yang dipilih dalam penelitian ini adalah Standar Kompetensi : 3. 3 menerapkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi transasksional lisan dan tindakan, memberi tindakan/kegiatan, sesuai dengan konteks penggunaannya berdasarkan materi yang dipilih tersebut kemudian disusun ke dalam Rencana Pelaksaan Pembelajaran (RPP). Masing-masing RPP diberikan alokasi waktu 4 x 35 menit, artinya setiap RPP disampaikan dalam 2 kali pertemuan. Dengan demikian , selama siklus I terjadi 2 kali pertemuan (RPP terlampi. Pembentukan kelompok-kelompok belajar pada siklus I, siswa dalam satu kelas yang berjumlah 40 anak dibagi menjadi 6 kelompok . Persiapan anak masing-masing kelompok melakukan percakapan tentang Expressions of Stating Intention and Plan. Menyusun lembar observasi sebagai panduan bagi observer dalam mengobservasi pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang di fokuskan pada kegiatan guru dalam memberikan layanan bimbingan . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Penerapan Pendekatan Pembelajaran Inquiry Elfi Dawiyah sesuai dengan analisa masalah. Merancang tes formatif. Pelaksanaan Siklus I dilaksanakan pada tanggal 12 dan 14 Januari 2022 dengan ketentuan mata pelajaran Bahasa Inggris Standar Kompetensi : 3. menerapkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi transasksional lisan dan tindakan, memberi dan meminta informasi terkait niat melakukan suatu tindakan/kegiatan, sesuai dengan konteks penggunaannya. Pelaksanaannya adalah sebagai berikut : Kegiatan Awal Pelaksanaan tindakan di pertemuan I dan II, guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, guru melakukan pengecekan kehadiran siswa secara klasikal. Kemudian guru memotivasi siswa agar lebih semangat untuk memulai pelajaran dengan memberikan contoh mengungkapkan beberapa contoh interaksi terkait niat melakukan sesuatu tindakan dengan tampilan visual. Dalam proses apersepsi guru juga memberikan soal Ae soal yang gunanya untuk menggali pengetahuan awal siswa. Apersepsi ini diharapkan agar siswa mendapat gambaran tentang materi yang akan di Hal ini siswa akan lebih mudah mempelajari materi yang akan di sajikan oleh guru. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran cakupan materi dan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Guru merangsang dan mengajak siswa untuk berpikir memecahkan masalah. Kemudian siswa didorong untuk mencari jawaban yang tepat. Kegiatan Inti Di kegiatan inti guru akan menjabarkan tentang kegiatan apa saja yang akan dilakukan siswa. Sebelum memasuki pembelajaran siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu menjadi 6 kelompok dari 40 Tahap-tahap pembelajarannya sebagai berikut : Tahap Observing . Pertemuan I dan II guru membimbing siswa untuk mengidentifikasi berbagai cara mengungkapkan niat melakukan sesuatu berdasarkan tampilan visual. Guru memberikan lembar kerja kemudian siswa di arahkan keluar kelas untuk mengungkapkan niat melakukan sesuatu berdasarkan tampilan visual. Setelah pengamatan selesai siswa masuk kelas kemudian mendiskusikan bersama kelompoknya dari hasil pengamatan yang telah dilakukan. Tahap Questioning (Mempertanyaka. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan . Penerapan Pendekatan Pembelajaran Inquiry Elfi Dawiyah Guru membimbing siswa mempertanyakan antara lain persamaan dan perbedaan ungkapan niat melakukan suatu tindakan dari contoh-contoh yang ada di video atau gambar tersebut, dilihat dari isi dan cara pengungkapannya. Setelah guru mengorganisasikan siswa kedalam kelompok setiap siswa menyimpulkan jawaban kelompok masing Ae masing. Setiap kelompok diberi tugas mempresentasekan hasil mengidentifikasi. Diteruskan setiap kelompok menanggapi hasil pengamatan dari kelompok lain yang sudah dipresentasikan. Hasil pangamatan di pajang di kelas. Guru memberikan tugas individu ke siswa berupa tes formatif. Tahap Exploring (Mengeksploras. Guru memberikan penguatan terhadap hasil kelompok dan tes formatif serta memberikan penegasan dan pematangan terhadap materi . Kegiatan Akhir Dalam kegiatan penutup guru menyimpulkan ke siswa bahwa Expressions of Stating Intention and Plan. Di kegiatan ini guru juga memberikan rangkuman ke siswa, tanya jawab umpan balik, menginformasikan remedial/perbaikan/ pengayaan/pemberian PR dan menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan datang. Observasi Observasi dilakukan oleh observer yang mangamati pada waktu pembelajaran berlangsung, yang menjadi observer adalah teman sejawat. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui keaktifan siswa, kerjasama antar kelompok tentang memahami Expressions of Stating Intention and Plan. Hasil observasi digunakan sebagai bahan refleksi dan untuk merencanakan rencana tindakan pada siklus II. Pertemuan I dan II di buat menjadi I RPP untuk melaksanakan kegiatan siklus I. RPP ini di buat dengan alokasi waktu 4 x 35 menit untuk II pertemuan. Hasil pengamatan pada pertemuan I menunjukkan 65% siswa terlihat aktif, semua siswa sudah menunjukkan kemajuan belajar, namun metode penyelidikan membuat siswa kurang menantang sehingga keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran perlu ditingkatkan. Langkah pembelajaran belum terurut secara keseluruhan, sehingga setiap langkah perlu peningkatan untuk mempermudah pemahaman siswa. Pada hasil pengamatan pertemuan II peneliti sudah melaksanakan sesuai RPP yang telah dibuat. Anak Ae anak sebagian besar sudah antusias mengikuti proses pembelajaran. Di dalam proses pembelajaran keaktifan siswa menunjukkan meningkat menjadi 95%. Pembelajaran pada siklus I dengan penerapan pendekatan inquiry siswa lebih aktif. Ini bisa di lihat pada waktu proses pembelajaran siswa GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Penerapan Pendekatan Pembelajaran Inquiry Elfi Dawiyah di suruh untuk mengamati langsung objek yang telah ditentukan. Dengan adanya pendekatan inquiry ini siswa dapat lebih jelas mengetahui tentang materi yang sedang dipelajari. Refleksi Berdasarkan lembar observasi masih terjadi kelemahan Ae kelemahan mendasar pada waktu pembelajaran siklus I antara lain : Contoh yang disajikan guru masih kurang. Sistematika penyajian perlu diperbaiki. Pada saat tahap pengenalan konsep mestinya peneliti menggunakan pengetahuan siswa yang dikuasai tentang konsep Expressions of Stating Intention and Plan dalam pemecahan masalah. Sebagian siswa masih belum memahami penjelasan guru. Sedangkan arah kekuatan perbaikan pembelajaran yang di laksanakan pada siklus I yaitu meliputi : Pembelajaran dengan pendekatan inquiry berimbas positif terhadap perubahan aktifitas dalam keaktifan siswa. Pengamatan langsung cukup komunikatif dalam menyampaikan pesan pembelajaran. Hasil refleksi siklus I di gunakan sebagai tindak lanjut untuk perbaikan pada siklus II. Yang akan diperbaiki dengan penerapan pendekatan inquiry. Hasil Siklus 1 memperlihatkan dari 40 siswa 37 siswa . %) yang dapat mencapai ketuntasan KKM sedangkan 3 siswa . %) belum mencapai KKM (Gambar . Dengan Nilai Rata-Rata 79,21. Pelaksanaan Siklus II Perencanaan Kegiatan perencanaan ini digunakan untuk mempersiapkan yang akan digunakan di dalam proses perbaikan pembelajaran pada siklus II, yang peneliti siapkan sebagai berikut : Disusun kedalam Rencana Pelaksaan Pembelajaran (RPP). Masingmasing RPP diberikan alokasi waktu 4 x 35 menit, artinya setiap RPP disampaikan dalam 2 kali pertemuan. Dengan demikian , selama siklus 1 terjadi 2 kali pertemuan (RPP Terlampi. Pembentukan kelompok belajar pada siklus II, siswa dalam satu kelas yang berjumlah 40 anak dibagi menjadi 6 kelompok . Persiapan anak masing-masing kelompok melakukan praktek percakapan Expressions of Stating Intention and Plan. Menyusun lembar observasi sebagai panduan bagi observer dalam mengobservasi pelasksanaan perbaikan pembelajaran yang difokuskan pada kegiatan guru dalam memberikan layanan GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan . Penerapan Pendekatan Pembelajaran Inquiry Elfi Dawiyah bimbingan sesuai dengan analisa masalah. Merancang tes formatif. Pelaksanaan Siklus II dilaksanakan pada tanggal 19 dan 21 Januari 2022 dengan ketentuan mata pelajaran Bahasa Inggris Standar Kompetensi : 4. Menyusun teks interaksi transaksional lisan dan tulis pendek dan sederhana yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait niat melakukan suatu tindakan/kegiatan, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai Pelaksanaannya adalah sebagai berikut : Kegiatan Awal Guru menyampaikan tujuan pembelajaran cakupan materi dan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Guru merangsang dan mengajak siswa untuk berpikir memecahkan masalah. Kemudian siswa didorong untuk mencari jawaban yang tepat. Kegiatan Inti Di kegiatan inti guru akan menjabarkan tentang kegiatan apa saja yang akan dilakukan siswa. Sebelum memasuki pembelajaran siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu menjadi 6 kelompok dari 40 Tahap Ae tahap pembelajarannya sebagai berikut : Tahap Observing (Mengamat. A Siswa mencermati beberapa contoh interaksi terkait niat melakukan suatu tindakan/kegiatan dalam/dengan tampilan visual. ambar, vide. yang diperagakan guru/rekaman, dengan ucapan dan tekanan kata yang benar A Dengan bimbingan dan arahan guru, siswa mengidentifikasi mpilan visual dan menyebutkan ungkapa. ungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaa. Tahap Questioning . A Dengan bimbingan dan arahan guru, siswa mempertanyakan antara lainpersamaan dan perbedaan ungkapan niat melakukan suatu tindakan/kegiatan dari contoh-contoh yang ada dalam video atau gambar tersebut, dilihat dari isi dan cara A Perbedaan antara ungkapan yang tepat secara lisan/tulis dari berbagai situasi lain yang serupa yang ada dalam bahasa Inggris, dan perbedaan ungkapan dalam bahasa Inggris dengan yang ada dalam bahasa Indonesia GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Penerapan Pendekatan Pembelajaran Inquiry Elfi Dawiyah . Tahap Konfirmasi A Siswa mementukan ungkapan yag tepat secara lisan/tertulis pada berbagai situasi dengan beberapa teman di kelasnya dalam bahasa Inggris dalam konteks simulasi, role-play, dan kegiatan lain yang A Siswa menggunakan berbagai cara mengungkapkan niat melakukan sesuatu berdasarkan situasi yang diberikan . Kegiatan Akhir Dalam kegiatan penutup guru menyimpulkan ke siswa bahwa Expressions of Stating Intention and Plan. Di kegiatan ini guru juga memberikan rangkuman ke siswa, tanya jawab umpan balik, menginformasikan remedial/ perbaikan/ pengayaan/pemberian PR dan menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan datang. Observasi Hasil pengamatan pada pertemuan I menunjukkan 80% siswa terlihat aktif, semua siswa sudah menunjukkan kemajuan belajar. Langkah pembelajaran sudah terurut secara keseluruhan, sehingga mempermudah pemahaman siswa. Pada hasil pengamatan pertemuan II peneliti sudah melaksanakan sesuai RPP yang telah dibuat secara Anak Ae anak sebagian besar sudah antusias mengikuti proses Di dalam proses pembelajaran keaktifan siswa menunjukkan meningkat menjadi 100%. Pembelajaran pada siklus II dengan penerapan pendekatan inquiry siswa lebih aktif untuk mengikuti proses pembelajaran. Dengan adanya pendekatan inquiry ini siswa dapat lebih jelas mengetahui tentang Expressions of Stating Intention and Plan. Refleksi Selain hal agar kemampuan siswa dapat diukur, pada penugasan kelompok ada perintah untuk pengerjaan secara individual. Pada siklus II berdasarkan hasil observasi terlampir yang dilakukan rekan sejawat, didapati kekuatan Ae kekuatan perbaikan pembelajaran siklus II antara lain . Penjelasan guru menjadi lebih jelas dan mudah dipahami siswa. Contoh dan latihan disampikan relevan dengan pendekatan pembelajaran yang digunakan. Sistematikanya penyajian terurut dengan baik. Hasil Siklus II Menunjukkan, 40 siswa tuntas dalam pembelajaran. Dengan nilai rata-rata 87,76. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan . Penerapan Pendekatan Pembelajaran Inquiry Elfi Dawiyah Pembahasan Dalam pembelajaran Bahasa Inggris banyak materi yang perlu di amati secara langsung. Seperti halnya materi yang dibahas ini tentang standar kompetensi Expressions of Stating Intention and Plan perlu sekali siswa untuk melakukan praktek langsung. Karena dengan praktek langsung siswa akan lebih bisa paham dan jelas. Dengan penerapan pendekatan inquiry ini siswa akan di arahkan mengamati objeknya secara langsung. Karena dalam pembelajaran inquiry siswa di harapkan menemukan dan memecahkan permasalahan Ini telah terbukti dalam penelitian adanya peningkatan hasil belajar dan meningkatnya motivasi dalam mengikuti proses Kesimpulan Dari hasil penelitian dapat diberi kesimpulan bahwa penerapan pendekatan pembelajaran inquiry dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Inggris standar kompetensi Expressions of Stating Intention and Plan kelas X Mia 1 semester genap SMA Negeri 1 Kaway XVI tahun pelajaran 2021/2022 Daftar Pustaka