Vol. No. 2, 2021, pp. DOI: https://doi. org/10. 32698/jhns. Contents lists available at Journal Global Econedu Journal of Health. Nursing and Society ISSN: 2807-3517 (Prin. ISSN: 2807-3509 (Electroni. Journal homepage: http://jurnal. org/index. php/jhns Relationship of peer social interaction with emotional maturity Hubungan interaksi sosial teman sebaya dengan kematangan emosi Nopa Muspita Sari1*). Afrizal Sano1 Universitas Negeri Padang. Indonesia Article Info ABSTRAK Article history: Penlitian ini bertitik tolak dari adanya siswa yang mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial teman sebaya dengan baik dan belum matang secara Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasional. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI dan XII di SMK Negeri 5 Padang. Jumlah sampel sebanyak 260 orang siswa yang ditetapkan dengan teknik Proportional Random Sampling. Instrumen penelitian ini adalah angket ditetapkan dengan skala Likert. Analisis data deskriptif dengan teknik persentase dan untuk uji korelasional dengan bantuan program SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan: . kemampuan interaksi sosial teman sebaya siswa berada pada kategori baik, . kematangan emosi siswa berada pada kategori matang, dan . terdapat hubungan positif dan signifikan dengan derajat hubungan kuat antara kemampuan interaksi sosial teman sebaya dengan kematangan emosi siswa, dengan koefisien korelasi rhitung Ou rtabel yaitu 0,759 Ou 0,138 dan nilai signifikan sebesar 0,000. Received Aug 16th, 2021 Revised Sept 19th, 2021 Accepted Oct 21th, 2021 Keyword: Interaksi sosial teman sebaya Kematangan emosi A 2021 The Authors. Published by Global Econedu. This is an open access article under the CC BY-NC-SA license . ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc-sa/4. Corresponding Author: Sari. Universitas Negeri Padang. Indonesia Email: novamuspita2431@gmail. Pendahuluan Remaja dalam bahasa aslinya disebut adolescence, berasal dari bahasa latin adolescere yang artinya tumbuh atau tumbuh untuk mencapai kematangan. Menurut Elida dan Erlamsyah . , pengertian remaja dapat dijelaskan dengan dua cara yaitu dari segi definisi dan segi umur. Dari segi definisi remaja merupakan individu yang telah mengalami masa baliq atau telah berfungsinya hormon reproduksi. Pengertian remaja dari segi umur yaitu individu yang berada dalam rentangan usia antara 13 sampai 21 tahun. Sejalan dengan itu. Pratama. Syahniar. , & Karneli. menyatakan masa remaja merupakan salah satu masa seorang individu berada dalam proses transisi antara masa anak- anak memasuki masa dewasa. Dalam masa transisi ini begitu banyak masalah yang dialami oleh diri individu, baik masalah yang berasal dari dirinya sendiri maupun masalah yang berasal dari luar dirinya. Fitri. Firman, & Karneli . , menyatakan remaja yang berkembang dengan baik adalah remaja yang tugas perkembangannya tercapai dengan sempurna, kemampuan remaja dalam memenuhi tugas perkembangan akan mengantarkannya dalam kemampuan menyesuaikan diri. Melchioriyusni. Zikra, & Said . , menyatakan remaja yang paham atas tugas perkembangan yang dimiliki akan menemukan kebahagiaan dan membawa keberhasilan saat melaksanakan tugas-tugas perkembangan. Tetapi apabila remaja tidak memahami tugas perkembangan dalam kehidupannya, maka remaja akan menemukan kegagalan, merasa tidak bahagia dan kesusahan dalam menjalani tugas perkembangannya. Salah satu tugas perkembangan remaja ialah mencapai kemandirian emosional. Menurut Illahi. Neviyarni. Said, & Ardi Sari. & Sano. Journal of Health. Nursing and Society Vol. No. 2, 2021, pp. , siswa merupakan remaja yang sedang berada pada periode peralihan dan rentan terjadinya perubahan dalam dirinya, salah satunya seperti ketidakseimbangan dan ketidakstabilan emosi, dalam arti prilaku negatif lebih mudah muncul. Mudjiran, dkk . menjelaskan seseorang yang telah mencapai kematangan emosi dapat dilihat dari ciri-ciri tingkahlaku sebagai berikut: . mandiri dalam arti emosional. Artinya orang tersebut mampu mempertanggungjawabkan emosi yang ditampilkannya, . Mampu menerima diri sendiri dan orang lain apa Artinya orang tersebut tidak cenderung menyalahkan diri sendiri maupun orang lain atas kegagalan yang dialaminya, . Mampu menampilkan ekspresi emosi sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada, . Mampu mengendalikan emosi-emosi negatif sehingga permasalahannya tidak impulsif. Sejalan dengan itu Hurlock . alam Putri dan Taufik 2017:. mengemukakan tiga karakteristik kematangan emosi, yaitu kontrol diri, pemahaman diri dan penggunaan fungsi kritis mental. Muawanah . , menyatakan kematangan emosi adalah kemampuan remaja dalam mengekspresikan emosi secara tepat dan wajar dengan pengendalian diri, memiliki kemandirian, memiliki konsekuensi diri, serta memiliki penerimaan diri yang tinggi. Menurut Marimbuni. Syahniar, & Ahmad . , siswa yang memiliki kematangan emosi yang tinggi berarti dapat memahami dan menanggapi suatu situasi dengan baik dan objektif. Ali dan Asrori . menjelaskan, kematangan emosi remaja yang baik dapat terbentuk karena beberapa faktor yaitu: . perubahan jasmani, . perubahan pola interaksi dengan orang tua, . perubahan interaksi dengan teman sebaya, . perubahan pandangan luar, . perubahan interaksi dengan sekolah. Jadi salah satu faktor yang mempengaruhi kematangan emosi remaja adalah kemampuan interaksi sosial teman sebaya. Interaksi sosial teman sebaya adalah suatu hubungan individu yang memiliki usia yang sama dan memainkan peranan yang sama dalam perkembangan sosial emosional remaja. Fenanda dan Sano . , mengemukakan bahwa kemampuan berinteraksi sosial yang maksimal merupakan salah satu tujuan dari proses pembelajaran yang dijalani siswa di sekolah. AuJika seorang siswa berinteraksi dengan baik terutama dalam belajar maka mereka akan lebih mudah untuk diterima di lingkungan sekolah terutama dilingkungan Salah satu fungsi yang paling penting dari kelompok teman sebaya adalah untuk memberikan informasi dan perbandingan tentang dunia di luar keluarga. Dengan kata lain Kelompok teman sebaya merupakan lingkungan sosial pertama di mana remaja belajar untuk hidup bersama orang lain yang bukan anggota Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Wang. Hatzigianni. Shahaeian. Murray, & Harrison . 6: . yang berjudul AuThe Combined Effects of Teacher-Child And Peer Relationships on Children's Social-Emotional Adjustment didapatkan hasil bahwa ternyata pertemanan yang terjalin 6 sampai 7 tahun sangat mempengaruhi perkembangan emosional remaja. Interaksi antara remaja dengan peer banyak berlangsung di lingkungan sekolah. Sehingga salah satu faktor yang juga ikut berperan memicu timbulnya masalah kematangan emosi remaja adalah interaksi sosial remaja dengan teman sebaya (Ali dan Asrori. Kelly & Hansen . alam Desmita, 2016:220-. menyatakan bahwa salah satu dampak positif kelompok teman sebaya ialah remaja dapat memperoleh dukungan emosi dan dukungan sosial. Serta memberikan dorongan-dorongan positif kepada remaja, agar ia dapat tumbuh dengan mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki kematangan emosi yang tinggi. Rasa saling pengertian, saling membantu, saling percaya, saling menghargai dan menerima yang diberikan oleh teman sebaya dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap kematangan emosi remaja dalam menghadapi berbagai macam kesulitan dalam bergaul dengan keluarga, guru, teman maupun orang lain. Berdasarkan hasil observasi yang penulis lakukan dari tanggal 3-6 Maret 2021 di SMK Negeri 5 Padang masih ditemukan adanya siswa yang belum memiliki kematangan emosi, seperti masih ada siswa tidak terima atau dongkol ketika dinasehati oleh temannya, ada siswa yang mudah tersinggung oleh perkataan temannya, serta ada siswa yang tidak terima atas pendapat yang disampaikan oleh temannya ketika di dalam kelas. Kemudian dari hasil wawancara pada tanggal 6 Maret 2021 dengan empat orang siswa di SMK Negeri 5 Padang, dari hasil wawancara diperoleh keterangan bahwa ada siswa yang saling meng olok-olok temannya, ada siswa yang iri hati / cemburu dengan temannya ketika temannya mendapatkan nilai yang bagus, ada siswa yang sering bertengkar dengan temannya dan ada siswa yang mudah tersinggung oleh perkataan temannya. Hal ini menunjukkan bahwa kematangan emosi siswa di SMK Negeri 5 Padang cenderung kearah yang negatif. Selanjutnya, berdasarkan hasil wawancara, pada tanggal 8 Maret 2021 dengan salah satu guru mata pelajaran Dasar Listrik dan Elektronika di SMK Negeri 5 Padang, bahwa masih ada siswa yang tidak menghargai pendapat teman nya ketika didalam kelas, ada siswa yang tidak diterima di kelas dalam kelompok belajar dan bermain, ada siswa yang tidak mau membantu temannya ketika ada kesulitan, ada siswa yang suka menyendiri dengan tidak mau bergabung bermain dengan teman sebayanya. Hal ini membuktikan bahwa interaksi sosial teman Journal homepage: http://jurnal. org/index. php/jhns Relationship of peer social interaction . sebaya di SMK Negeri 5 Padang cenderung kearah yang negatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kemampuan interaksi sosial teman sebaya dengan kematangan emosi siswa. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasional. yang bertujuan mendeskripsikan kemampuan interaksi sosial teman sebaya (X) dan kematangan emosi (Y), serta mencari hubungan kemampuan interaksi sosial teman sebaya dengan kematangan emosi siswa. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI dan XII di SMK Negeri 5 Padang. Jumlah sampel sebanyak 260 orang siswa SMK Negeri 5 Padang yang dipilih dengan teknik Proportional Random Sampling. Instrumen penelitian ini adalah angket kemampuan interaksi sosial teman sebaya dan kematangan emosi siswa skala Likert. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dengan teknik persentase dan menggunakan uji korelasional dengan bantuan program SPSS versi 20. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan hasil pengolahan data, maka hasil penelitian tentang hubungan kemampuan interaksi sosial teman sebaya dengan kematangan emosi siswa, dijelaskan sebagai berikut: Kemampuan Interaksi Sosial Teman Sebaya Berdasarkan penelitian dari kriteria yang digunakan, dapat digambarkan kemampuan interaksi sosial teman sebaya siswa SMK Negeri 5 Padang, sebagai berikut: Tabel 1. Deskripsi Kemampuan Interaksi Sosial Teman Sebaya Siswa . Variabel/ Sub Variabel Kemampuan Interaksi Sosial Teman Sebaya Kemampuan Bekerjasama Kemampuan Bersaing dalam Mencapai Tujuan Kemampuan Menyelesaikan Konflik Rata rata STB Kategori/ Persentase 0, 0 Ket Baik Baik Baik Baik Berdasarkan tabel 1, diketahui bahwa 2,3% siswa SMK Negeri 5 Padang memiliki kemampuan interaksi sosial teman sebaya, 63,2% siswa berada pada kategori baik, 27,8% siswa berada pada kategori cukup baik, 6,0% siswa berada pada kategori tidak baik dan 0,8% siswa berada pada kategori sangat tidak baik Jadi dapat disimpulkan, secara keseluruhan memiliki kemampuan interaksi sosial teman sebaya siswa SMK Negeri 5 Padang berada pada kategori baik. Deskripsi Kematangan Emosi Berdasarkan penelitian dari kriteria yang digunakan, dapat digambarkan kematangan emosi siswa SMK Negeri 5 Padang, sebagai berikut Tabel 2 Variabel/ Sub Variabel Kematangan Emosi Kontrol Emosi Penggunaan Fungsi Krisis Mental Pemahaman Diri Rata rata STM 0, 0 Kategori/ Persentase Ket Matang Matang Matang Matang Berdasarkan tabel 2, diketahui bahwa 1,7% siswa SMK Negeri 5 Padang memiliki emosi yang berada pada kategori sangat matang, 62,9% siswa berada pada kategori matang, 30,4% siswa berada pada kategori cukup matang, dan 5,0% siswa berada pada kategori tidak matang. Jadi dapat disimpulkan, secara keseluruhan memiliki siswa SMK Negeri 5 Padang memiliki emosi yang berada pada kategori matang. Hubungan Kemampuan Interaksi Sosial Teman Sebaya dengan Kematangan Emosi Siswa Setelah dilakukan analisis uji korelasi dengan menggunakan bantuan SPSS versi 20. 0 for windows diperoleh besarnya nilai koefisien korelasi antara variabel kemampuan interaksi sosial teman sebaya (X) dengan kematangan emosi (Y) diperoleh hasil sebagai berikut: Journal homepage: http://jurnal. org/index. php/jhns Sari. & Sano. Journal of Health. Nursing and Society Vol. No. 2, 2021, pp. Tabel 3. Korelasi Kemampuan Interaksi Sosial Teman Sebaya dengan Kematangan Emosi Siswa No. Aspek Kemampuan sosial teman sebaya (X) Kematangan emosi (Y) r-tabel r-hitung Sig 0,138 0,759 0,000 Keterangan Terdapat hubungan positf dan signifikan antara variabel X dan Y Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui terdapat hubungan positif dan signifikan dengan derajat hubungan kuat antara kemampuan interaksi sosial teman sebaya dengan kematangan emosi siswa, dimana koefisien korelasi r-hitung Ou r-tabel yaitu 0,759 Ou 0,138 dan nilai signifikansi 0,000. Artinya semakin baik kemampuan interaksi sosial teman sebaya maka semakin matang emosi siswa, begitupun sebaliknya semakin tidak baik kemampuan interaksi sosial teman sebaya maka semakin tidak matang emosi siswa. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan kemampuan interaksi sosial teman sebaya siswa berada pada kategori baik dan kematangan emosi berada pada kategori matang, kemudian terdapat hubungan positif dan signifikan de ngan derajat hubungan kuat antara kemampuan interaksi sosial teman sebaya dengan kematangan emosi siswa. Pada bagian berikut akan dijelaskan hasil penelitian sebagai berikut: Kemampuan Interaksi Sosial Teman Sebaya Hasil penelitian mengenai kemampuan interaksi sosial teman sebaya SMKN Negeri 5 Padang secara umum berada pada kategori baik sebesar 63,2%. Selanjutnya untuk hasil penelitian dari ke tiga aspek kemampuan interaksi sosial teman sebaya yaitu: . Kemampuan bekerjasama sebesar 66,2% siswa berada pada kategori baik, . Kemampuan bersaing dalam mencapai tujuan sebesar 71,5% siswa berada pada kategori baik, . Kemampuan menyelesaikan konflik sebanyak 51,9% siswa berada pada kategori baik. Namun, masih ada siswa yang memiliki masalah dalam kemampuan berinteraksi sosial dengan teman sebaya nya, hal ini terjadi karena masih ada siswa yang takut tidak diterima oleh teman sebaya, memiliki konsep harga diri yang rendah, hal ini sesuai dengan pendapat Knapp . alam Widodo, 2. , yang mengatakan bahwa harga diri merupakan salah satu aspek yang menentukan keberhasilan seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Bagaimana individu berinteraksi dengan lingkungannya dan bagaimana individu melakukan penyesuaian sosial akan dipengaruhi oleh bagaimana individu tersebut menilai keberhargaan dirinya. Individu yang menilai tinggi keberhargaan dirinya merasa puas atas kemampuan diri dan merasa menerima penghargaan positif dari lingkungan. Hal ini akan menumbuhkan perasaan aman dalam diri individu sehingga dia mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh maka layanan bimbingan dan konseling yang dapat diberikan kepada siswa berkaitan dengan kemampuan interaksi sosial adalah layanan informasi tentang cara menjadi pribadi yang menyenangkan, layanan penguasaan konten tentang cara beretika atau berkomunikasi yang baik dengan teman sebaya, layanan konseling individual dan konseling kelompok tentang permasalahan yang dialami mahasiswa perihal kemampuan interaksi sosial teman sebaya, layanan bimbingan kelompok tentang bagaimana meningkatkan kemampuan interaksi sosial teman sebaya. Kematangan Emosi Hasil penelitian mengenai kematangan emosi siswa SMK N 5 Padang secara umum berada pada kategori matang dengan persentase 62,9%. Selanjutnya hasil penelitian dari ke tiga aspek kematangan emosi yaitu: . kontrol emosi sebesar 33,5% siswa berada pada kategori matang, . penggunaan fungsi krisis mental sebesar 37,5% siswa berada pada kategori matang, . pemahaman diri sebesar 20,0% siswa berada pada kategori matang. Namun, masih ada siswa yang memiliki emosi yang tidak matang, hal ini disebabkan karena perubahan fisik dan psikis pada remaja. Hal ini sependapat dengan Fitri . alam Mulia dan Said, 2009:. , bahwa ketegangan emosi tinggi yang terjadi pada masa remaja umumnya disebabkan oleh perubahan fisik dan psikis. Hal ini disebabkan karena masa remaja berada di bawah tekanan sosial dan menghadapi kondisi baru, selain itu ketika masa kanak-kanak mereka kurang mempersiapkan diri untuk menghadapi keadaan-keadaan yang terjadi pada masa remaja Journal homepage: http://jurnal. org/index. php/jhns Relationship of peer social interaction . Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, layanan bimbingan dan konseling yang dapat diberikan kepada siswa terkait kematangan emosi adalah layanan informasi tentang apa itu plagiat dan kiat-kiat terhindar dari emosi yang cenderung ke arah negatif, layanan penguasaan konten, layanan bimbingan kelompok dengan topik bagaimana meningkatkan kematangan emosi siswa Hubungan Kemampuan Interaksi Sosial Teman Sebaya Dengan Kematangan Emosi Siswa Diketahui dari hasil penelitian kemampuan berinteraksi sosial dengan teman sebaya dengan kematangan emosi siswa memiliki derajat hubungan kuat dengan bentuk hubungan positif dan signifikan, artinya Artinya semakin baik kemampuan interaksi sosial teman sebaya maka semakin matang emosi siswa, begitupun sebaliknya semakin tidak baik kemampuan interaksi sosial teman sebaya maka semakin tidak matang emosi siswa. Interaksi sosial remaja dengan teman sebaya merupakan bagian terpenting dalam pembentukan kematangan emosi remaja. Melalui kelompok teman sebaya, remaja dapat memperoleh dukungan emosi dan dukungan sosial. Salah satu fungsi teman sebaya adalah memberikan dorongan-dorongan positif kepada remaja, agar ia dapat tumbuh dengan mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki kematangan emosi yang Rasa saling pengertian, saling membantu, saling percaya, saling menghargai dan menerima yang diberikan oleh teman sebaya dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap kematangan emosi remaja dalam menghadapi berbagai macam kesulitan dalam bergaul dengan keluarga, guru, teman maupun orang Hal ini sejalan dengan faktor penyebab kematangan emosi yang dikemukakan oleh Ali dan Asrori . , yaitu perubahan interaksi sosial teman sebaya mempengaruhi kematangan emosi remaja. Selanjutnya, kemampuan interaksi sosial teman sebaya dan perkembangan emosi siswa perlu ditingkatkan dengan bantuan dari berbagai pihak, tidak hanya teman sebaya ataupun orang tua, namun konselor juga berperan penting memberikan layanan, menurut Yendi. Ardi, & Ifdil . , layanan bimbingan dan konseling adalah proses pemberian bantuan oleh seorang konselor kepada klien dengan tujuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki klien dan mengentaskan masalah yang dialami klien. Konseling itu sendiri menurut Prayitno & Amti . adalah bantuan yang diberikan konselor kepada klien, dengan tujuan agar permasalahan klien dapat terentaskan dan klien dapat menjalani kehidupan sehari-hari secara efektif. Selanjutnya Purwanti. Firman, & Afrizal . juga menjelaskan bahwa konseling bertujuan untuk mengentaskan permasalahan klien. Mengenai hal tersebut menurut Ardi. Ibrahim, & Said . upaya yang dapat dilakukan konselor untuk pengoptimalan tugas perkembangan sosial yang menerapkan berbagai jenis layanan bimbingan dan konseling salah satunya program bimbingan sosial. Simpulan Berdasarkan hasil analisis data yang telah dibahas mengenai hubungan kemampuan interaksi sosial teman sebaya dengan kematangan emosi siswa dapat disimpulkan: . Secara umum hasil penelitian mengungkapkan kemampuan interaksi sosial teman sebaya siswa SMK Negeri 5 Padang berada pada kategori baik dan . secara umum hasil penelitian mengungkapkan kematangan emosi siswa SMK Negeri 5 Padang berada pada kategori matang. Terdapat hubungan positif dan signifikan dengan derajat hubungan kuat antara kemampuan interaksi sosial teman sebaya dengan kematangan emosi siswa, dimana koefisien korelasi r-hitung Ou r-tabel yaitu 0,653 Ou 0,759 dan nilai signifikansi 0,000 artinya semakin baik kemampuan interaksi sosial teman sebaya maka semakin matang emosi siswa, begitupun sebaliknya semakin tidak baik kemampuan interaksi sosial teman sebaya maka semakin tidak matang emosi siswa. Referensi