AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. PENDIDIKAN AKHLAK DALAM SURAT AL-KAHFI : 60-82 Hasanah1*. Leni Marlinda2. Lisa Novita3 1hasanahana191@gmail. 2 lenimarlindaenammaret2000@gmail. 3lisanovita2910@gmail. Abstract This is a new author guidelines and article template of Jurnal Dedikasi Pendidikan since year 2019 publication. Article should be started by Title of Article followed by Authors Name and Affiliation Address and abstract. This abstract section should be typed in Italic font and font size of 10 pt and number of words of 150-200. Special for the abstract section, please use left margin of 45 mm and right margin of 30 mm. The single spacing should be used between lines in this article. If article is written in Indonesian, the abstract should be typed in Indonesian and English. Meanwhile, if article is written in English, the abstract should be typed in English only. The abstract should be typed as concise as possible and should be composed of: problem statement, method, scientific finding results, and short conclusion. The abstract should only be typed in one paragraph and one-column format. Keywords : Education. Morals, al-Kahfi 60-82. PENDAHULUAN Semakin canggihnya ilmu pengetahuan zaman semakin modern dan manusia pun hidup beragam dengan kemudahankemudahan yang di sajikan oleh moderenisasi dunia. Peradaban di era globalisasi saat ini membuat kodrat manusia sebagai hamba Allah SWT yang semata-mata hanya di wajibkan patuh dan hanya menyembah satu kepadanya, kini menjadi sedikit terasingkan dan tersingkirkan dari kehidupan sehari-hari manusia itu sendiri, yang mana di karenakan merosotnya Iman-iman manusia itu sendiri AusubhanallahAy. Kini Tindakan mereka semakin tidak terkontrol lagi, kemerosotan ahlak dan moral yang seharusnya menjadi hal HASANAH. LENI MARLINDA & LISA NOVITA Al-Mabhats with CC BY-SA license. Copyright A 20, the author. AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. yang diprioritaskan dalam menjalani kehidupan sosial mereka di dunia yang hanya sementara ini kini hanya menjadi katakata khiasan saja dalam kehidupan mereka tanpa mengetahui Kemerosotan moral dan ahlak manusia itu semakin hari semakin bertambah parah, yang dalam artian perilaku dan tindakan mereka semakin tidak terkontrol dengan ketidak tauanya dan ketidak adanya pelakon yang menggambarkan bagaimana semestinya contoh manusia yang beriman kepada Allah SWT. Pandangan bahwa kehidupan dengan landasan akhlak adalah sesuatu yang kuno dan ketinggalan zaman serta jauh dari kemodernan harus kita hapuskan dari pemikiran kita. Kemunduran moral yang terjadi di seluruh penghujung dunia seharusnya menjadi keprihatian sendiri bagi seluruh umat. Semestinya manusia sadar dan kembali kepada fitrahnya sebagai manusia yang diciptakan Allah dengan akhlak yang Orang yang paling sempurna keimannannya adalah orang yang baik akhlaknya. Akhlak Islam yang mulia ini akan membawa umat untuk selamat hidupnya di dunia dan akhirat Rasulullah saw sebagai teladan yang paling baik memberikan pengetahuan akhlak kepada para keluarga dan para sahabat Rasulullah SAW, sehingga orang-orang dekat Rasulullah SAW mampu memiliki akhlak yang tinggi di hadapan umat lain dan akhlak mulia di hadapan Allah. Sebagai umat Islam yang baik dan beriman kepada Allah, setiap langkah kita sebaiknya merupakan implementasi dari keteladanan akhlak luhur yang dimiliki Rasullullah. Oleh karena itu marilah kita bersama-sama berusaha sekeras dan semaksimal mungkin demi tercapainya keimanan yang hakiki kepada Allah SWT. Pendidikan Akhlak Dalam Surat Al-Kahfi : 60-82 AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. KAJIAN PUSTAKA Dalam pengertian pendidikan akhlak ini dijelaskan terlebih dahulu mengenai pengertian pendidikan dan pengertian akhlak. Secara etimologi, pengertian pendidikan yang diberikan oleh ahli. John Dewey, seperti yang dikutip oleh M. Arifin menyatakan bahwa pendidikan adalah sebagai suatu proses pembentukan kemampuan dasar yang fundamental, baik menyangkut daya pikir . maupun daya perasaan . menuju ke arah tabiat manusia dan manusia biasa (M. Arifin, 2. Pendidikan Akhlak Mulia Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar yang diarahkan untuk mematangkan potensi fitrah manusia, agar setelah tercapai kematangan itu, ia mampun memerankan diri sesuai dengan amarah yang disandangnya, serta mampu mempertanggung jawabkan pelaksanaan kepada Sang Pencipta. Kematangan di sini dimaksudkan sebagai gambaran dari tingkat perkembangan optimal yang dicapai oleh setiap potensi fitrah manusia ( Jalaluddin, 2. Dalam Islam, pada mulanya pendidikan disebut dengan kata AutaAodibAy. Kata AutaAodibAy mengacu kepada pengertian yang lebih tinggi dan mencakup seluruh unsur-unsur pengetahuan (Aoil. , pengajaran . aAoli. dan pengasuhan yang baik . Akhirnya, dalam perkembangan kata-kata AutaAodibAy sebagai istilah pendidikan hilang dari peredarannya, sehingga Islam istilah at tarbiyah atau tarbiyah, sehingga sering disebut tarbiyah. Sebenarnya kata ini asal katanya adalah dari AuRabba-YurobbiTarbiyatanAy yang artinya tumbuh dan berkembang (Zuhairini, dkk, 1. HASANAH. LENI MARLINDA & LISA NOVITA AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. Walaupun dalam Al-QurAoan tidak disebutkan secara jelas tentang definisi pendidikan, namun dari beberapa ayat dapat ditemukan indikasi ke arah pendidian, sebagaimana disebutkan dalam al-QurAoan surat Al-Isra 24, e AaOA e A a ca aA Ea aN aI aIa a Eac aE aIIA a AEe aI a aOCaE acA AOA U AA aA a A a eI aN aI aE aI aac aOIaOA Artinya: Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". Dari penjelasan ayat tersebut dapat diambil pengertian bahwa al-Tarbiyah adalah proses pengasuhan pada fese permulaan pertumbuhan manusia, karena anak sejak dilahirkan di dunia dalam keadaan tidak tahu apa-apa, tetapi ia sudah dibekali Allah SWT berupa potensi dasar . yang perlu dikembangkan. Maka pendidikan anak sangat penting mengingat untuk kelangsungan perkembangannya menuju ke tahap selanjutnya. Dasar Pendidikan Akhlak Dasar pendidikan akhlak adalah al-QurAoan dan al-Hadits, karena akhlak merupakan sistem moral yang bertitik pada ajaran Islam. Al-QurAoan dan al-Hadits sebagai pedoman hidup umat Islam menjelaskan kriteria baik dan buruknya suatu perbuatan. Al-QurAoan sebagai dasar akhlak menjelaskan tentang kebaikan Rasulullah SAW sebagai teladan bagi seluruh umat manusia. maka selaku umat Islam sebagai penganut Rasulullah SAW sebagai teladan bagi seluruh umat manusia, sebagaimana firman Allah SWT dalam AlQurAoan surat Al-Ahzab : 21 AacEEA ca AO aEA a AEaCa e aEIa Ea aE eI AaO aA a AacEEa a aeO U aA a ca AIaU aE aI eI aEIa Oa e aOA AOA U acEE aEA a ca AaO eEOa eO aI e a a aOa aE aA Pendidikan Akhlak Dalam Surat Al-Kahfi : 60-82 AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. Artinya: Sesungguhnya telah ada pada . Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu . bagi orang yang mengharap . Allah dan . hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. Berdasarkan ayat tersebut di atas dijelaskan bahwasannya terdapat suri teladan yang baik, yaitu dalam diri Rasulullah SAW yang telah dibekali akhlak yang mulia dan Selanjutnya juga dalam al-QurAoan surat Al-Qalam: 4 A a sOIA a ACA s aO auIac aE Ea aEa O aEA Artinya AuDan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agungAy. Dari penjelasan ayat tersebut menerangkan bahwasanya nabi Muhammad saw merupkan seorang yang berbudi luhur dan agung. Pentingnya pendidikan akhlak dalam kehidupan manusia, di mana dengan pendidikan akhlak yang diberikan dan disampaikan kepada manusia tentunya akan menghasilkan orang-orang yang bermoral, laki-laki maupun perempuan, memiliki jiwa yang bersih, kemauan yang keras, cita-cita yang benar dan akhlak yang tinggi, mengetahui arti kewajiban dan pelaksanaannya, menghormati hak-hak manusia, mengetahui perbedaan buruk dan baik, memilih satu fadhilah karena cinta pada fadhilah, menghindari suatu perbuatan yang tercela dan mengingat Tuhan dalam setiap pekerjaan yang mereka METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka . ibrary researc. dengan fokus pada makna yang terkandung dalam surat al-Kahfi ayat 60-82. Sumber data yang digunakan secara HASANAH. LENI MARLINDA & LISA NOVITA AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. garis besar penulis bagi menjadi dua, yaitu sumber primer berupa kitab-kitab tafsir klasik maupun kontemporer serta sumber sekunder berupa kajian-kajian yang relevan dengan objek kajian. Teknik yang penulis gunakan adalah konten analisis dengan metode analitis tematis dalam rangka menemukan nilai-nilai pendidikan dalam cerita Nabi Musa. Karena cerita tersebut terdiri dari 22 ayat, maka tulisan ini lebib berfokus kepada substansi pendidikan akhlak atau etika yang terkandung dalam cerita tersebut, dengan penjelasan yang ringkas tanpa menjelaskan panjang lebar kronologi secara rinci dari setiap peristiwa yang ada. Sedangkan dalam penafsiran akan ditonjolkan interaksi antara Nabi Musa kepada Nabi Khidir, namun tidak menafikan sisi-sisi linguistik serta sosio-historis. HASIL DAN PEMBAHASAN Metode Pendidikan Akhlak . Keteladanan: Metode ini merupakan metode terbaik dalam pendidikan akhlak. Keteladanan selalu menuntut sikap yang konsisten serta kontinyu, baik dalam perbuatan maupun budi pekerti yang luhur. Dengan memberikan tuntunan: Yang dimaksud di sini adalah dengan memberikan hukuman atas perbuatan anak atau perbuatan orang lain yang berlangsung di hadapannya, baik itu perbuatan terpuji atau tidak terpuji menurut pandangan alQurAoan dan Sunnah. Dengan kisah-kisah sejarah: Islam memperhatikan kecenderungan alami manusia untuk mendengarkan kisah-kisah sejarah. Di antaranya adalah kisah-kisah para Nabi, kisah orang yang durhaka terhadap risalah kenabian serta balasan yang ditimpakan Pendidikan Akhlak Dalam Surat Al-Kahfi : 60-82 AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. kepada mereka. al-QurAoan telah menggunakan kisah untuk segala aspek pendidikan termasuk juga pendidikan akhlak. Memberikan dorongan dan menanamkan rasa takut . ada Alla. : Tuntunan yang disertai motivasi dan menakut-nakuti yang disandarkan pada keteladanan yang baik mendorong anak untuk menyerap perbuatan-perbuatan terpuji, bahkan akan menjadi . Memupuk hati nurani: Pendidikan akhlak tidak sasarannya tanpa pemupukan hati nurani yang merupakan kekuatan dari dalam manusia, yang dapat menilai baik buruk suatu perbuatan. Bila hati nurani merasakan senang terhadap perbuatan tersebut, dia akan merespon dengan baik, bila hati nurani merasakan sakit dan menyesal terhadap suatu perbuatan, ia pun akan merespon dengan buruk. Akhlak dalam Surat al-Kahfi ayat 60-82 Dalam al-QurAoan Allah SWT menjelaskan tentang kisah Nabi Musa As dan Nabi Khidir As yang diceritakan dalam Surat al-Kahfi ayat 60-82, maka dari itu penulis mencoba menyimpulkan beberapa penerapan akhlak yang telah dikemukan dan dapat kita terapkan untuk anak-anak ketika berinteraksi dengan guru-guru mereka, antara lain: Semangat dalam mencari ilmu Dalam kandungan ayat 60-64 menceritakan tentang perjuangan Nabi Musa as untk mencari Nabi Khaidir as. Allah SWT menceritakan tentang keteguhan dan kekerasan hati Musa HASANAH. LENI MARLINDA & LISA NOVITA AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. untuk mencari hamba Allah yang sholih. Keinginan Nabi Musa itu disebabkan oleh teguran Allah padanya, karena merasa dirinya paling pandai dan mulya. Akhirnya Allah menegurnya dengan memberitahukan bahwa ada yang lebih pandai dan mulya dari Musa. Yaitu seorang hamba yang bisa ditemui di pertemuan dua laut. Hal itu akhirnya yang memunculkan keinginan keras Nabi Musa untuk mencari hamba yang sholih tersebut, sekaligus juga akan menimba ilmu darinya. Maka setelah mendapat petunjuk dari Allah tentang keberadaan hamba Allah yang shalih itu, berangkatlah Musa bersama muridnya. YusaAo bin Nun, yang memakan waktu perjalanan jauh untuk mencari Nabi Khaidir as, maka sebagai seorang murid harus mempunyai semangat yang tinggi dan tidak pernah putus asa dalam mencari ilmu, meskipun jarak yang ditempuh jauh dan membutuhkan waktu yang lama. Harus bersikap sopan kepada gurunya Dalam ayat 65-67, diceritakan bahwa Nabi Musa meminta kesediaan Khidir untuk mengajarkan sebagian ilmu yang dianugerahkan Allah padanya, ilmu yang bermanfaat dan amal Dalam ayat ini Allah menggambarkan secara jelas sikap Nabi Musa kepada Khidir yang sangat menjaga kesopanan dan memohon agar diperkenankan untuk mengikutinya, supaya Khidir memberikan sebagian ilmunya. Seorang murid harus bersikap sopan kepada gurunya, dalam cerita tersebut menggambarkan ketika Nabi Musa as meminta izin untuk mengikuti . aca: belaja. kepada Nabi Khaidir as. A a eUA a A aE eIA a AEa O aI a a aE aI aI aI acIA a A O N eaE a ac aa aEA a ACa aE EaNa aIOA Artinya: (Musa berkata kepada Khidhir, "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?)" yakni ilmu Pendidikan Akhlak Dalam Surat Al-Kahfi : 60-82 AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. yang dapat membimbingku. Menurut suatu qiraat dibaca Rasyadan. Nabi Musa meminta hal tersebut kepada Khidhir. karena menambah ilmu adalah suatu hal yang dianjurkan. Berbaik sangka dan tidak mudah tersinggung kepada gurunya Dalam ayat 68-69 menceritakan tentang perkataan Nabi Khaidir as kepada Nabi Musa as. Berbaik-sangka dan meyakini bahwa guru lebih pandai dari murid. Dengan melakukan hal ini akan muncul sifat ketawaduAoan kepada guru serta dengan sendirinya akan menghilangkan sifat sombong. Nilai tersebut diisyaratkan dalam frasa mimma ullimta rusydan . i antara ilmuilmu yang telah diajarkan kepadam. Ini selaras dengan filosofi gelas kosong. Kesombongan pelajar ibarat gelas yang merasa penuh sehingga tidak akan dapat diisi lagi tambahan ilmu dari AeAO Ea aE a eI UA ca A aa aIaO ua eI a aA a a U aO aaE aA a ACa aEA a acEEA Artinya AuMusa berkata: AoInsya Allah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun. Ay (Al-Kahfi: . Ayat tersebut merupakan respon dari perkataan Nabi Khidir As yang telah melemahkan Nabi Musa As dengan AA UeA a AaCA a AOA a AE au acI aE aEI a e a a AO aI aA e a a a a aE O aI aE eI a aA A a aN a UeA e AeA A a AaO aEOA Artinya AuSesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku. Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu? (Al-Kahfi: 67-. HASANAH. LENI MARLINDA & LISA NOVITA AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. Jadi dapat kita simpulkan bahwa ketika guru mengatakan hal seperti melemahkan seorang murid, sesungguhnya hal dikarenakan oleh keadaan guru yang lebih mengertahui suatu perkara, maka sebagai murid ketika dalam proses pembelajaran tidak akan mudah tersinggung, di sisi lain ayat tersebut dapat dipahami sebagai motivasi Nabi Musa as untuk lebih bersabar giat dalam belajar agar dapat memahami perkataan gurunya. Komitmen dalam menjalankan perintah guru . yat a AE a a aI uI a a NA a AaCA UAacEE aA U aO aaE a e aA aE aE a eIA a Aa aOA AOA Artinya. (Musa berkata, "Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai seorang yang sabar, dan aku tidak akan menentan. yakni tidak akan mendurhakai . amu dalam sesuatu urusan pu. " yang kamu perintahkan kepadaku. Nabi Musa mengungkapkan jawabannya dengan menggantungkan kemampuannya kepada kehendak Allah, karena ia merasa kurang yakin akan kemampuan dirinya di dalam menghadapi apa yang harus ia Hal ini merupakan kebiasaan para nabi dan para wali Allah, yaitu mereka sama sekali tidak pernah merasa percaya terhadap dirinya sendiri walau hanya sekejap, sepenuhnya mereka serahkan kepada kehendak Allah. Dalam ayat ini. Nabi Musa berjanji tidak akan mengingkari dan tidak akan menyalahi apa yang dikerjakan oleh Khidir, dan berjanji pula akan melaksanakan perintah Khidir selama perintah itu tidak bertentangan perintah Allah. Janji yang beliau ucapkan dalam ayat ini didasari dengan katakata "Insya Allah" karena beliau sadar bahwa sabar itu perkara yang sangat besar dan berat, apalagi ketika menyampaikan Pendidikan Akhlak Dalam Surat Al-Kahfi : 60-82 AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. kemungkaran, seakan-akan panas hati beliau tak tertahan lagi. Bertanya sesuai siatuasi dan kondisi . a a a e a cac a e a a e a e a a a a e a ca a a a A s I a EEA ACE A a eu aI a OI AaE E a OI I OA ae AaIIN aE UA Dalam ayat tersebut mengisahkan tentang Nabi Khidir as menerima Nabi Musa as dengan berpesan: AuJika kamu bersamaku, maka jangan tanyakan apa yang aku lakukan dan rahasianya, sampai aku sendiri yang menjelaskannya padamu. Jangan kamu menegurku atas perbuatanku yang tidak dapat kau benarkan, sampai aku sendiri yang menjelaskan keadaan yang sebenarnya. Ay Nabi Musa menerima persyaratan itu. Dia berkata: AuJika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apapun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu. Ay (Al-Kahfi:. Adanya sikap menyesal meminta maaf ketika bersalah . Dalam ayat ini mencerikan tentang Nabi Musa as insaf dan mengetahui kealpaan atas janjinya. Dia minta maaf pada Khidir dan memohon agar tidak memberi hukuman atas kesalahannya itu. e aa a a a a a U e AO aO aaE a e aN eCI aI eI a eIO aA AeA AIA AIA AIA a a a ACE aE aA Musa berkata: AuJanganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku. Ay (Al-Kahfi:. Menerima konsekuensi atas pelanggaran . A a aA a ACa aE a aNa Aa aA e a AaIa a aEa aa e aOO aE aI Ea eI A a o aAC a eOIaO aOa eOIaEA AA e UA a AEa eO aNA HASANAH. LENI MARLINDA & LISA NOVITA AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. Dalam ayat tersebut Allah SWT menjelaskan tentang Khidir berkata kepada Musa: Pertanyaanmu yang ketiga kalinya ini adalah sebab perpisahan antara aku dan kamu". Sebagian UlamaAo Tafsir mengatakan bahwa sebab perpisahan itu tidak terjadi setelah pertanyaan yang pertama dan kedua, oleh karena pertanyaan pertama dan kedua itu pada akhirnya adalah perbuatan yang mungkar yaitu membunuh anak yang tidak berdosa dan membuat lubang . pada dinding kapal maka wajarlah bila dimaafkan. Adapun pertanyaan yang ketiga adalah Khidir berbuat baik kepada orang yang kikir, yang tidak mau memberi jamuan kepadanya, dan perbuatan itu adalah perbuatan yang baik yang tidak perlu disangkal. Beberapa penjelasan diatas telah penulis jelaskan sedikit banyak mengenai pendidikan akhlak murid terhadap guru sebagaimana yang tertuang dalam alQurAoan surat al-Kahfi ayat 60-82. KESIMPULAN Metode pendidikan akhlak terbagi kedalam beberapa hal antara lain. keteladanan, . dengan memberikan tuntunan, . dengan kisah-kisah sejarah, . dengan memberikan dorongan dan menanamkan rasa takut kepada Allah SWT, dan . memupuk hati Sedangkan metode akhlak yang terkandung dalam surat alKahfi ayat 60-82. Allah menyebutkan bahwa akhlak yang harus ditanamkan seorang guru kepada muridnya yaitu: Semangat dalam mencari ilmu Harus bersikap sopan kepada gurunya Berbaik sangka dan tidak mudah tersinggung kepada Komitmen dalam menjalankan perintah guru Pendidikan Akhlak Dalam Surat Al-Kahfi : 60-82 AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. Bertanya sesuai situasi dan kondisi Adanya sikap menyesal dan meminta maaf ketika bersalah Menerima konsekuensi atas pelanggaran. Kepustakaan Abdullah bin Muhammad Alu Syaikh. Tafsit Ibni Katsir Jilid 4. Jakarta: Pustaka Imam Asy-SyafiAoI. Abdullah bin Muhammad bin Abdurrahman bin Ishaq AlSyeikh. Tafsir Ibnu Katsir Jilid 5. Bogor: Pustaka Imam Syeikh Departemen Agama Republik Indonesia. Al-QurAoan dan Terjemahnya, (Semarang : PT. Kumudasmoro Grafind. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta : Balai Pustak. Jalaluddin. Teologi Pendidikan, (Jakarta . PT. Raja Grafindo Persad. Kisah Nabi Musa Dalam Upayamenghadapi Dekadensi Moral Pelajar. Jurnal el-Tarbawi. XI . Mutaqin Al-Zamzami. Etika Menuntut Ilmu Dalam Qs. Al-Kahfi Ayat 60-82 Reinterpretasi Arifin. Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta : Bumi Aksar. Rahmat Djatnika. Sistem Ethika Islami (Akhlak Muli. , (Jakarta : Balai Pustak. Shihab M. Quraish. Tafsir Al-Misbah. Jakarta : Lentera Hati Zuhairini, dkk. Metodologi Pendidikan Agama, (Bandung : Ramadhan. HASANAH. LENI MARLINDA & LISA NOVITA