Jurnal Humayrah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Vol. No. Januari 2026. https://w. id/index. php/humayrah/index p-ISSN: x-x e-ISSN: x-x PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP MATEMATIKA AWAL MELALUI MEDIA QUIET BOOK PADA ANAK KELOMPOK A DI BA AISYIYAH II JAMALAN KLATEN Ita Septiana Fajariah Isnaini STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta ithaseptina@gmail. orcid ID: - Dwi Hastuti STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta dwikzuma900@gmail. orcid ID: https://orcid. org/0000-0003-4982-4740 Abstrak Konsep matematika awal sangat penting untuk dikaji, dan merupakan bagian dari perkembangan kognitif anak. Penelitian ini dilatarbelakangi kurangnya kemampuan matematika awal pada anak kelompok A. BA Aisyiyah II Jamalan Klaten. Berdasarkan hal tersebut, peneliti mencoba menggunakan quiet book untuk meningkatkan kemampuan anak mengenal matematika awal. Permasalahan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media quiet book untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep matematika awal pada anak kelompok A BA Aisyiyah II Jamalan Klaten, dan ingin mengetahui bagaimana peningkatan kemampuan mengenal konsep matematika awal setelah mengikuti pembelajaran dengan media quite book di BA Aisyiyah II Jamalan Klaten. Subyek penelitian adalah peserta didik kelompok A di BA AoAisyiyah II Jamalan Klaten yang berjumlah 25 anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: . pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak di BA Aisyiyah II Jamalan Klaten dilakukan dengan cara: . menyiapkan RKH, . mengucapkan salam doa dan pengkondisian anak, . menjelaskan lambang bilangan dan media quiet book, . menjelaskan ragam main, . memberikan contoh penggunaan quiet book, . memberikan kegiatan menggunakan media quiet book,. memberi reward pada anak, . menutup pembelajaran dengan doa dan salam. peningkatan kemampuan mengenal konsep matematika awal pada anak kelompok A BA Aisyiyah II Jamalan Klaten meningkat sebesar 35% dengan rincian prasiklus 48,3%, siklus I 61,3%, siklus II 83,3 %. Indikator penilaian yang digunakan adalah: dapat menyebutkan lambang bilangan 1-10, dapat berhitung, dapat mencocokkan lambang bilangan dengan benda yang jumlahnya sesuai. Kata Kunci: Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan. Quiet Book. Anak TK A. Jurnal Humayrah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Vol. No. Januari 2026. https://w. id/index. php/humayrah/index p-ISSN: x-x e-ISSN: x-x Abstract Early mathematical concepts are crucial to examine and constitute an integral component of children's cognitive development. This research was motivated by the inadequate early mathematical abilities observed among Group A children at BA Aisyiyah II Jamalan Klaten. Based on this condition, the researcher attempted to utilize quiet books to enhance children's ability to recognize early mathematical concepts. The research problems were to determine how learning implementation using quiet book media could improve the ability to recognize early mathematical concepts among Group A children at BA Aisyiyah II Jamalan Klaten, and to identify the improvement in early mathematical concept recognition ability after participating in learning activities using quiet book media at BA Aisyiyah II Jamalan Klaten. The research subjects were 25 children from Group A at BA Aisyiyah II Jamalan Klaten. The method employed in this study was Classroom Action Research (CAR). The data collection techniques utilized in this research included interviews, observations, and documentation. The research findings indicate: . the implementation of learning to enhance children's numeracy abilities at BA Aisyiyah II Jamalan Klaten was conducted through: . preparing daily lesson plans (RKH), . greeting with prayers and conditioning children, . explaining number symbols and quiet book media, . explaining play variations, . demonstrating the use of quiet books, . providing activities using quiet book media, . giving rewards to children, . closing the lesson with prayers and greetings. the improvement in early mathematical concept recognition ability among Group A children at BA Aisyiyah II Jamalan Klaten increased by 35%, with details showing pre-cycle at 48. 3%, cycle I at 61. 3%, and cycle II at 83. The assessment indicators used were: ability to mention number symbols 1-10, ability to count, and ability to match number symbols with corresponding quantities of objects. Keywords: Number Concept Recognition Ability. Quiet Book. Kindergarten Group A Children. PENDAHULUAN Taman Kanak-Kanak (TK) adalah penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini jalur formal yang di dalamnya meliputi program pendidikan diperuntukkan bagi anak usia 4-5 tahun yang memiliki masa peka, dan peletak dasar bagi berbagai aspek kemampuan anak antara lain, aspek fisik motorik baik motorik halus maupun kasar, bahasa, sosial emosional, nilai agama moral, seni dan kognitif (Atikah et al. , 2023. Prabowo & Mulyono. Pendidikan TK sebagai PAUD jalur formal bertujuan membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai agama, sosial, emosional, kemandirian, kognitif, bahasa, fisik/motorik dan seni untuk siap memasuki sekolah dasar (Atikah et al. , 2. Masa usia 4-5 tahun merupakan periode emas dalam perkembangan anak yang memerlukan stimulasi tepat untuk mengoptimalkan seluruh aspek perkembangannya (Prabowo & Mulyono, 2. Anak pada tahap awal perkembangan atau periode usia dini memerlukan stimulasi yang tepat untuk mengoptimalkan perkembangan kognitifnya sehingga dapat mengembangkan kemampuan eksplorasi terhadap diri, lingkungan sosial, dan objek-objek di sekitarnya. Aspek perkembangan kognitif dapat diklasifikasikan ke dalam tiga domain Jurnal Humayrah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Vol. No. Januari 2026. https://w. id/index. php/humayrah/index p-ISSN: x-x e-ISSN: x-x utama, meliputi: pertama, domain pengetahuan umum dan sains. kedua, domain konsep bilangan, simbol, dan literasi. serta ketiga, domain pemahaman warna, dimensi, geometri, dan pola (Jhoni Warmansyah dkk, 2. Salah satu pengembangan kemampuan kognitif pada anak usia dini adalah dengan mengenal konsep matematika. Pengenalan matematika pada anak usia dini seyogyanya dimulai dari konsep yang paling mudah dan dilakukan dengan aktifitas yang menantang, menarik dan menjadi Salah satu konsep awal matematika yang dikenalkan pada anak usia dini adalah konsep bilangan. Berdasarkan hasil pengamatan penulis bahwa kemampuan konsep matematika awal anak usia dini di BA Aisyiyah II Jamalan Klaten pada anak kelas A yang terdiri dari 25 anak belum berkembang sesuai harapan dan perlu untuk ditingkatkan. Dari hasil wawancara dengan wali kelas A ibu Dwi mengatakan bahwa pengenalan konsep matematika awal selama ini menggunakan metode klasikal, tetapi alat permainan edukatif yang digunakan pada kegiatan pembelajaran masih kurang, sebab guru hanya memanfaatkan media yang tersedia di sekolah. Dalam hal ini penulis ingin mencoba menggunakan media belajar quiet book bilangan. Salah satu cabang ilmu yang perlu dikenalkan pada anak sejak dini adalah Matematika sangat penting karena merupakan cabang ilmu yang berpengaruh besar dalam kehidupan manusia. Sehari-hari manusia banyak menggunakan konsep dan pemikiran matematika untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada, misalnya, menghitung harga barang yang dibeli, melakukan pengukuran berat dan tinggi badan, mengatur keuangan rumah tangga, dll. Pentingnya pengenalan matematika pada anak usia dini telah dikonfirmasi oleh berbagai penelitian terkini. Pentingnya pembelajaran matematika bagi anak usia dini membuat orang tua ikut mengambil peran dalam menanamkan konsep matematika kepada anak disamping pengajaran di sekolah (Amalina. Pembelajaran matematika untuk anak usia dini harus dirancang sesuai dengan karakteristik perkembangan mereka, dimana anak usia dini bermain sambil belajar, belajar seraya bermain sehingga anak tidak sadar bahwa permainan yang mereka lakukan atau hal sederhana yang disampaikan orang tua kepada anak adalah pembelajaran matematika (Amalina, 2. Selain itu, penelitian terbaru juga menegaskan bahwa memperkenalkan matematika kepada anak sejak usia dini membantu mereka mengembangkan keterampilan hidup yang berguna di masa depan. Hal ini dikarenakan dasar matematika yang kuat yang diajarkan kepada anak usia dini akan menjadi dasar belajar matematika pada jenjang pendidikan berikutnya (Nurhalimah et al. , 2. Berdasarkan permasalahan yang telah disebutkan sebelumnya, dan mengingat pentingnya perkembangan konsep matematika awal sejak dini, maka penulis termotivasi untuk mengadakan penelitian dengan judul AuPeningkatan kemampuan konsep matematika awal melalui media quiet book bilangan pada anak kelompok A di BA Aisyiyah II Jamalan KlatenAy. Jurnal Humayrah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Vol. No. Januari 2026. https://w. id/index. php/humayrah/index p-ISSN: x-x e-ISSN: x-x Pengertian Matematika dan Konsep Bilangan Pengertian Matematika Beth dan Piaget dalam Feri Faila Sufa . menjelaskan bahwa matematika adalah pengetahuan yang berkaitan dengan struktur abstarak dan organisasi dari berbagai struktur. Dalam matematika terdapat unsur kegiatan yang melatih keterampilan pemecahan masalah, berpikir nalar/ logis yang dijelaskan melalui bahasa simbolik. Mengenalkan konsep matematika sejak dini dapat menstimulasi perkembangan kognitif anak . Matematika merupakan salah satu alat berpikir, selain Bahasa, logika, dan Di pihak lain matematika merupakan ilmu yang berperan ganda, yakni sebagai raja dan sebagai pelayan ilmu. Sebagai raja, matematika merupakan bentuk logika paling tinggi yang pernah diciptakan oleh pemikiran manusia, sedangkan sebagai pelayan, matematika menyediakan sistem logika serta model-model matematika dari berbagai segi keilmuan. Matematika sering disebut the queen of Definisi matematika beraneka ragam, berikut beberapa definisi atau pengertian tentang matematika, yaitu: Matematika sebagai Ilmu deduktif Matematika adalah ilmu yang menggunakan penalaran deduktif, di mana kesimpulan diturunkan secara logis dari aksioma dan teorema yang telah dibuktikan sebelumnya. Proses deduktif ini memastikan kebenaran matematis yang absolut dalam sistem formal yang telah ditetapkan (Johnson & Smith, 2. Matematika sebagai Bahasa Universal Matematika merupakan bahasa universal yang digunakan untuk mengkomunikasikan ide-ide abstrak, pola, dan hubungan kuantitatif yang dapat dipahami lintas budaya dan bahasa. Simbol dan notasi matematika memberikan cara yang presisi untuk menyampaikan konsep kompleks. Matematika sebagai ilmu tentang pola dan struktur Matematika adalah studi sistematis tentang pola, struktur, dan hubungan Matematika tidak hanya tentang angka, tetapi juga tentang mengidentifikasi keteraturan, membangun model abstrak, dan memahami struktur yang mendasari berbagai fenomena (Anderson & Lee, 2. Matematika sebagai alat pemecahan masalah Matematika adalah seperangkat alat dan metode untuk memecahkan masalah praktis dan teoritis. Melalui pendekatan matematis, masalah kompleks dapat disederhanakan, dianalisis, dan diselesaikan secara . Matematika sebagai ilmu tentang kuantitas dan ruang Definisi klasik matematika mencakup studi tentang kuantitas . ilangan dan operasiny. , ruang . eometri dan topolog. , serta hubungan di antara Jurnal Humayrah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Vol. No. Januari 2026. https://w. id/index. php/humayrah/index p-ISSN: x-x e-ISSN: x-x Matematika mengeksplorasi sifat-sifat bilangan, bentuk, dan . Matematika sebagai aktivitas manusia Matematika adalah aktivitas kreatif manusia yang melibatkan eksplorasi, penemuan, dan konstruksi pengetahuan. Perspektif ini menekankan bahwa matematika bukan hanya produk jadi, tetapi proses dinamis yang berkembang melalui investigasi dan pembuktian. Pembelajaran matematika bertujuan: Mengembangkan pola pikir analitis dan logis: Melatih kemampuan bernalar untuk menarik kesimpulan yang valid melalui berbagai kegiatan investigasi, eksplorasi, dan eksperimen. Hal ini juga mencakup pengenalan pola, perbedaan, serta konsistensi dan inkonsistensi data. Mendorong aktivitas kreatif dan inovatif: Mengembangkan imajinasi, intuisi, dan semangat penemuan. Ini mencakup pengembangan pemikiran divergen, orisinalitas, rasa ingin tahu, kemampuan membuat prediksi, dan kemauan untuk bereksperimen. Meningkatkan kompetensi dalam menyelesaikan permasalahan. Memperkuat kemampuan penyampaian gagasan: Membekali individu dengan keterampilan untuk mengomunikasikan informasi dan ide secara Ini dapat dilakukan melalui presentasi lisan atau representasi visual seperti catatan, grafik, peta, dan diagram. Dari tujuan di atas jelaslah bahwa belajar matematika tidak sekedar dapat menyelesaikan suatu soal melalui berbagai operasi hitung, tetapi lebih jauh dari itu matematika dapat meningkatkan kreativitas dan cara bernalar anak. Konten Standar Matematika untuk Anak Usia Dini Kegiatan belajar pada anak usia dini memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Pentingnya Kebutuhan Dasar: Pembelajaran pada anak akan berlangsung secara optimal ketika kebutuhan fisik dan psikologis mereka . asa aman dan nyama. telah terpenuhi. Siklus Pembelajaran yang Berkesinambungan: Proses belajar anak . mengikuti alur yang berulang: membangun kesadaran, melakukan eksplorasi, mendapatkan penemuan, dan mengaplikasikan penemuan . Pembelajaran Sosial: Anak-anak memperoleh pengetahuan dan keterampilan melalui interaksi sosial yang terjalin dengan orang dewasa serta teman sebaya mereka. dapat digunakan untuk mengembangkan berbagai macam aspek perkembangan anak usia dini. Sakah satu aspek perkembangan tersebut adalah kognitif termasuk mengenal konsep matematika awal. Jurnal Humayrah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Vol. No. Januari 2026. https://w. id/index. php/humayrah/index p-ISSN: x-x e-ISSN: x-x METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari : . menganalisa data untuk memutuskan sejauh mana kelebihan atau kekurangan tindakan tersebut . (Pahleviannur et al. , 2021. Sinaga, 2. Model Kemmis dan McTaggart dipilih karena memiliki tahapan yang sistematis dan berulang dalam siklus spiral yang memungkinkan perbaikan pembelajaran secara berkelanjutan (Sinaga, 2. Keempat tahapan dalam model ini saling terkait dan membentuk satu kesatuan yang utuh dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas (Pahleviannur et al. , 2. Subyek penelitian yaitu siswa BA Aisyiah II Jamalan Klaten kelompok A Aisyah yang berjumlah 25 anak, 9 siswa perempuan dan 16 siswa laki-laki. Sasaran penelitian adalah peningkatan berhitung dengan media quiet book. Teknik pengumpulan data menggunakan cara observasi, dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknikanalisis kuantitatif yang didapatkan dari serangkaian hasilobservasi penelitian dalam kegiatan pre-test dan post-test menggunakan media pembelajaran quiet book untuk mengenal konsep bilangan padaanak usia 4-5 tahun, yang kemudian dianalisis secara deskriptif dengan rumus sebagai berikut: Keterangan: = Persentase tingkat pengenalan konsep bilangan = jumlah anak yang mencapai skor pada kriteria kemampuan yang sama i = skor tingkat kemampuan N = Jumlah anak keseluruhan yang menjadi subyek penelitian Setelah pada tiap indikator didapat data berupa nilai atau persentase, maka peneliti membuat rata-rata nilai yang menggabungkan ketiga indikator kemampuan mengenal konsep matematika awal guna mendapat gambaran kemampuan anak pada tiap siklus Dengan begitu peneliti dapat menganalisa peningkatan kemampuan anak dari prasiklus hingga siklus terakhir. HASIL TEMUAN DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep matematika awal dengan cara: Jurnal Humayrah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Vol. No. Januari 2026. https://w. id/index. php/humayrah/index p-ISSN: x-x e-ISSN: x-x Langkah-langkah pembelajaran melalui kegiatan berhitung dengan quiet book. Setelah alat dan bahan siap digunakan untuk pembelajaran meningkatkan kemampuan berhitung pada anak, maka peneliti bersiap untuk melakukan pembelajaran bersama anak didik, adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: Menyiapkan RKH dan pengkondisian anak. Mengajak anak untuk mengenal bilangan dengan kartu bilangan. Guru mengenalkan media quiet book bilangan. Guru mengajak anak bermain dengan quiet book bilangan . Guru memberikan ulasan kegiatan kepada anak. Guru memberi kegiatan anak dengan menggunakan media quiet book untuk menghubungkan dengan lambang bilangan, membentuk lambang bilangan seperti pada kartu bilangan, menggambar benda sejumlah lambang bilangan, dan berhitung. Guru memberi reward pada anak. Peningkatan Kemampuan Mengenal Konsep Matematika Awal pada Anak Kelompok A BA Aisyiyah II Jamalan Klaten Pra Siklus Sebelum pelaksanaan tindakan di kelas, peneliti melakukan observasi awal terhadap proses pembelajaran. Tujuan observasi ini adalah untuk mengukur tingkat perkembangan kognitif anak dalam berhitung. Data awal dikumpulkan melalui lembar observasi berbentuk checklist yang telah disusun untuk mengevaluasi kemampuan berhitung anak pada aspek-aspek perkembangan yang telah Mengenal lambang bilangan dengan menyebutkan nama lambang bilangan Mengenal konsep bilangan melalui berhitung dengan benda nyata Untuk memudahkan dalam mengidentifikasi perkembangan kemampuan berhitung anak, maka penulis menggunakan pedoman pengisian penilaian observasi sebagai berikut: Selanjutnya peneliti melakukan observasi awal yang disebut dengan prasiklus untu mengetahui kondisi awal kemampuan anak dalam mengenal konsep matematika awal. Setelah tidakan prasiklus didapat data kemampuan anak sebagai Jurnal Humayrah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Vol. No. Januari 2026. https://w. id/index. php/humayrah/index p-ISSN: x-x e-ISSN: x-x Tabel 2 Data Hasil Observasi Prasiklus INDIKATOR NAMA Menyebutkan Berhitung dengan Mencocokkan lambang bilangan bilangan 1-10 dengan benda Sakha Abi Nasya BSB BSH BSH Silla BSH BSH INDIKATOR NAMA Menyebutkan Berhitung dengan Mencocokkan lambang bilangan bilangan 1-10 dengan benda Qeena BSB BSB BSB Nindya Eza Alya Dhika Rayyan Aruna BSH BSH BSH Aqmar Azril Daffa Eryna Felicia Hagia Jurnal Humayrah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Vol. No. Januari 2026. https://w. id/index. php/humayrah/index p-ISSN: x-x e-ISSN: x-x Hammam Jeje Reynand Ata Nathan Nolan Ubai BSH BSH Berdasarkan tabel diatas pada indikator kemampuan anak Menyebutkan lambang bilangan 1-10 diperoleh hasil BB sebanyak 4 anak. MB 16 anak. BSH 3 anak, dan BSB 2 Pada indikator berhitung dengan benda diperoleh hasil BB sebanyak 6 anak. MB 14 anak. BSH 34anak, dan BSB 1 anak. Sedangan pada indikator mencocokkan lambang bilangan dengan benda yang jumlahnya sesuai diperoleh hasil BB sebanyak 12 anak. MB 10 anak. BSH 2 anak, dan BSB 1 anak. Kemudian data tersebut dikonversi menjadi nilai dengan ketentuan BB=1. MB=2. BSH=3, dan BSB=4 sehingga diperoleh tabel berikut ini. Tabel 3. Hasil Konversi Nilai Pengamatan Prasiklus Indikator penilaian BSH BSB nilai Menyebutkan bilangan 1-10 Berhitung dengan benda Mencocokkan bilangan dengan benda Rata-rata 53 50 42 % = 48,3% Selama penelitian, observasi dilakukan saat anak-anak mengikuti kegiatan harian yang telah direncanakan (RKH). Peneliti mengamati anak-anak secara langsung dan mencatat temuan sesuai dengan panduan yang ada. Data yang dikumpulkan Jurnal Humayrah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Vol. No. Januari 2026. https://w. id/index. php/humayrah/index p-ISSN: x-x e-ISSN: x-x berfokus pada perkembangan kognitif anak, dan hasilnya kemudian dianalisis untuk mengevaluasi tingkat perkembangannya. Tabel 4. Hasil Konversi Nilai Pengamatan Siklus I Indikator penilaian BSH BSB nilai Menyebutkan bilangan 1-10 Berhitung dengan benda Mencocokkan bilangan dengan benda 64 62 58 Rata-rata % = 61,3% Setelah dianalisa didapat bahwa rata-rata kemampuan mengenal konsep matematika awal pada anak kelompok A BA Aisyiyah II Jamalan setelah tindakan siklus I adalah sebesar 61,3%. Persentase hasil observasi pada siklus I jika disajikan dalam bentuk diagram batang dapat dilihat dalam grafik berikut: Persentase Kemampuan matematika awal Anak Siklus I Gambar 2 Grafik kemampuan konsep matematika awal anak siklus I Siklus II Observasi dilakukan saat anak-anak mengikuti kegiatan harian yang telah Peneliti mengamati aktivitas mereka dan mencatat temuan sesuai dengan panduan observasi yang sudah ditetapkan. Fokus utama dari instrumen penelitian ini adalah untuk mengukur kemampuan berhitung anak. Hasil dari Jurnal Humayrah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Vol. No. Januari 2026. https://w. id/index. php/humayrah/index p-ISSN: x-x e-ISSN: x-x kemampuan berhitung anak. Adapun hasil observasi setelah siklus II adalah sebagai Tabel 5. Hasil Konversi Nilai Pengamatan Siklus II Indikator penilaian BSH BSB nilai Menyebutkan bilangan 1-10 Berhitung dengan benda Mencocokkan bilangan dengan benda 86 86 78 Rata-rata Berdasarkan % = 83,3% Menyebutkan lambang bilangan 1-10 diperoleh hasil BB sebanyak 0 anak. MB 0 anak. BSH 14 anak, dan BSB 11 anak. Pada indikator berhitung dengan benda diperoleh hasil BB sebanyak 0 anak. MB 0 anak. BSH 14 anak, dan BSB 11 Sedangan pada indikator mencocokkan lambang bilangan dengan benda yang jumlahnya sesuai diperoleh hasil BB sebanyak 0 anak. MB 4 anak. BSH 14 anak, dan BSB 7 anak. Jika ditampilkan dalam grafik menjadi: Kemampuan matematika awal menyebutkan meghitung benda mencocokkan lambang bilangan lambang bilangan siklus II Gambar 3. Grafik persentase hasil observasi pada siklus II Jurnal Humayrah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Vol. No. Januari 2026. https://w. id/index. php/humayrah/index p-ISSN: x-x e-ISSN: x-x Setelah dianalisa didapat bahwa kemampuan mengenal konsep matematika awal pada anak kelompok A BA Aisyiyah II Jamalan setelah tindakan siklus II adalah sebesar 83,3%. Berikut ini tabel persentase kemampuan mengenal konsep matematika awal dari pra siklus hingga siklus II. Tabel 6. Jumlah nilai pada tiap indikator per siklus Prasiklus Persentase Nilai Siklus I Siklus II No Indikator penilaian Menyebutkan lambang bilangan Menggunakan lambang bilangan untuk menghitung Mencocokkan lambang bilangan dengan benda Rata-rata Kemampuan Anak Jika tabel diatas dinyatakan dalam bentuk diagram maka dihasilkan gambar berikut ini: Kemampuan matematika awal anak lambang bilangan meghitung benda lambang bilangan siklus II Gambar 4. Grafik persentase hasil observasi pada prasiklus, siklus I, dan siklus II Jurnal Humayrah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Vol. No. Januari 2026. https://w. id/index. php/humayrah/index p-ISSN: x-x e-ISSN: x-x Jika kemampuan matematika awal anak pada tiap silklus dibuat rata-rata maka dapat digambarkan dalam bentuk grafik menjadi gambar berikut ini: Kemampuan matematika awal anak kelompok A siklus II kemampuan matematika awal Gambar 5. Grafik Rata-Rata Hasil Observasi Dari Prasiklus Hingga Siklus II Dari hasil penelitian tindakan kelas tentang penggunaan media quiet book dalam meningkatkan kemampuan mengenal konsep matematika awal terjadi peningkatan yang sangat baik di kelompok A BA Aisyiyah II Jamalan tahun ajaran 2023/2024. Hal ini terlihat dari hasil pra siklus, siklus I dan siklus II mengalami Adapun rata-rata persentase kemampuan anak pada pra siklus 48,3%, siklus I diperoleh rata-rata persentase 61,3%, dan pada siklus II diperoleh rata-rata persentase sebesar 83,3%. Jadi peningkatannya adalah 83,3% - 48,3% = 35%. SIMPULAN DAN SARAN (Times new roman, . Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa : Pelaksanaan pembelajaran berhitung menggunakan quiet book pada anak kelompok A di BA Aisyiyah II Jamalan Klaten dilakukan dengan Langkah-langkah pembelajaran meliputi kegiatan awal Guru mengucapkan salam dan doa bersama, lalu guru menyiapkan RKH dan pengkondisian anak. Guru memjelaskan lambang bilangan dan media quiet book yang akan digunakan. Guru menjelaskan ragam main yang disediakan untuk bermain. Guru memberikan contoh cara menggunakan Jurnal Humayrah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Vol. No. Januari 2026. https://w. id/index. php/humayrah/index p-ISSN: x-x e-ISSN: x-x media quiet book. Guru memberi kegiatan anak dengan menggunakan medi quiet book. Guru memberi reward pada anak, terakhir Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam. Peningkatan kemampuan berhitung pada anak kelompok A BA Aisyiyah II Jamalan Klaten dapat kita lihat penelitian pra siklus sebelum menggunakan media quiet book, hanya 48,3% setelah pelaksanan siklus 1 mengalami peningkatan menjadi 61,3% dan pada siklus II meningkat menjadi 83,3%, sehingga hasil penelitian ini menunjukkan adanya penin gkatan sebesar 35%, menunjukkan keberhasilan pada siklus II. DAFTAR PUSTAKA