HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 05 | Nomor . Januari 2. E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. Efektivitas Media Permainan Edukatif Insight Full Play terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Anak Usia Dini tentang Pencegahan Kekerasan Seksual Penulis: Ranny Deserha Dwi Putri1 Anita Deborah Anwar2 Siti Sugih 3 Leri Septiani 4 Afiliasi: Program Studi Magister Kebidanan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada1. Departemen Obstetri dan Ginekologi FK UNPAD2. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada3,Departemen Obstetri dan Ginekologi FK UNPAD4,Departemen Farmakologi dan Terapi FK UNPAD5 Korespondensi: rannydeserha@gmail. Abstrak: Peran media pembelajaran dalam PAUD sangatlah penting. Dengan media yang tepat, konsep dasar belajar sambil bermain dapat terwujud. Media permainan edukatif Insight Full Play yang merupakan suatu upaya dalam menangani masalah kekerasan seksual pada usia dini melalui pengetahuan dan sikap anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media permainan edukatif Insight Full Play dibandingkan video Youtube terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap anak usia dini tentang pencegahan kekerasan seksual di PAUD Al-Masturoh Palembang pada tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan quasi experimental two group design prestest posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan baik pada kelompok video edukasi maupun kelompok Insight Full Play. Kelompok media video Youtube memperoleh nilai NGain sebesar 44,5 yang termasuk dalam kategori sedang, sedangkan kelompok media Insight Full Play memperoleh nilai N-Gain sebesar 76,5 yang juga termasuk dalam kategori sedang, namun berada pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan kelompok media video Youtube. Hasil ini menunjukkan bahwa media Insight Full Play yang diberikan lebih efektif dalam meningkatkan dibandingkan kelompok media video Youtube. Simpulan media permainan Insight Full Play lebih efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap anak usia dini tentang pencegahan kekerasan seksual. Kata kunci: Anak usia dini. Efektivitas. Insight Full Play. Kekerasan Seksual. Peningkatan pengetahuan dan sikap Histori Naskah: Diajukan: 08-09-2025 Disetujui: 30-01-2026 Publikasi: 31-01-2026 Pendahuluan Kekerasan terhadap anak merupakan masalah serius yang memengaruhi kehidupan anak-anak di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kekerasan dapat berupa fisik, psikologis, seksual, dan eksploitasi yang mengancam kesejahteraan dan hak-hak anak. Di Indonesia, upaya perlindungan anak telah dilakukan dengan berbagai kebijakan dan program untuk mencegah kekerasan, melindungi korban, dan mengatasi dampak negatif yang ditimbulkan. Anak memiliki peran penting dalam hubungan keluarga, begitu pula dalam kehidupan berbangsa, karena mereka merupakan aset berharga bagi kelangsungan suatu bangsa. Komnas Perempuan dalam Catatan Tahunan 2018 mencatat peningkatan jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dari tahun 2011 hingga 2017. Pada tahun 2017, terdapat sekitar 348. 446 kasus kekerasan. Bentuk kekerasan yang paling dominan adalah kekerasan fisik dengan persentase 41%, diikuti oleh kekerasan seksual . %), kekerasan psikis . %), dan kekerasan ekonomi . %)(Catatan Kekerasan Terhadap Perempuan Tahun 2017, 2. Isu kekerasan terhadap anak usia dini merupakan permasalahan global yang memerlukan perhatian serius dan penanganan yang tepat dalam konteks pendidikan dan (Nugraha et al. , 2. Awal masalah kekerasan lebih banyak terjadi terhadap anak yang dapat terjadi kapan saja dan dimana saja termasuk pada saat di rumah, di tempat bermain bahkan di sekolah. Padahal sekolah merupakan tempat This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 05 | Nomor . Januari 2. E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. dimana anak menerima pendidikan moral, etika dan akademik, bahkan menjadi rumah kedua bagi anak. Namun, kenyataannya justru di sebagian sekolah terjadi kasus kekerasan. Baik yang dilakukan oleh teman sepermainan, senior, guru atau penjaga kebersihan sekolah. Hal ini dikarenakan, anak-anak masih belum memahami pengetahuan tentang Pendidikan seks. Kasus ini menyadari kesadaran orang tua mengenai dampak buruk dari kekerasan yang masih rendah. Namun pada umumnya. Sebagian orang tua menganggap beberapa kekerasan yang dilakukan terhadap anak adalah bentuk solusi untuk mengasuh dan mendidik Padahal cara lebih baik mengasuh dan mendidik anak yakni dengan mengganti hukuman dengan Sebab dengan konsekuensi anak dapat belajar mengoreksi kesalahan dengan kesadaran (Seksual et al. , 2. Pengetahuan dan sikap anak usia dini merupakan proses pertumbuhan dan perkembangan anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang bertujuan untuk mengembangkan perkembangan fisik, mental, motorik, intelektual, emosi, dan sosial anak melalui rangsangan yang tepat dan akurat aspek non-fisik dan memungkinkan anak umbuh dan berkembang secara optimal. Anak usia dini harus dirancang dengan kegiatan yang aktif seperti bermain sambil belajar. Hal ini sesuai dengan prinsip pedagogik anak usia dini yaitu bermain sambil belajar. Artinya kegiatan bermain merupakan inti kegiatan anak. Melalui bermain, anak mampu menunjukkan beragam potensi, keterampilan, dan bakatnya sehingga aspek perkembangan anak usia dini dapat berkembang secara optimal. (Adikusuma et al. , 2. Penggunaan media permainan edukatif insight full play ini dapat menambah bounding antara ibu dan anak ketika permainan tersebut dilakukan. Dalam permaian Insight full play menggunakan permainan ular tangga juga termasuk permainan populer dikalangan anak-anak. Permainan ular tangga dapat merangsang anak belajar menghitung. Lewat permainan ini, anak juga bisa mengetahui dan belajar cara memecahkan masalah, mengingat dan menghafal. Media permainan edukatif insight full play yang merupakan suatu upaya dalam menangani masalah kekerasan seksual pada usia dini melalui pengetahuan dan sikap anak. Seiring dengan kemajuan teknologi media merupakan suatu cara untuk meningkatkan semangat anak dan rasa ingin tahu yang tinggi. Dengan penggunaan media yang baik maka anak tidak mudah bosan dan suasana belajar lebih menarik serta permainan diharapkan dapat merangsang imajinasi anak mengemukakan ketika bermain anak menjalin kemampuan sosial, kognitif, spiritual, moral, emosional secara bersamaan serta mengungkapkan pemikiran, keinginan, perasaan dan menjelajahi lingkungannya Orang dewasa yang memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi mengenai pengetahuan seks Pengetahuan seks pada anak usia dini dapat menjadi bekal dan merupakan salah satu modal utama agar anak dapat menjaga diri dari berbagai penyimpangan dan kekerasan seksual yang bisa saja terjadi di lingkungan terdekat anak. (Diorarta et al. , 2. Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang menggunakan desain quasi eksperimental dengan rancangan yang digunakan adalah pretest posttest two group design. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Consecutive Sampling yaitu dengan cara mengambil sampel dari suami ibu nifas yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sampai kurun waktu tertentu sampai jumlah sampel Eksperimen dilakukan kepada anak usia PAUD 3-5 Tahun yang terbagi menjadi dua group dimana group eksperimen diberikan perlakuan berupa pemberian media permainan insight full play sedangkan pada group kontrol diberikan video Youtube tentang pencegahan seksual. This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 05 | Nomor . Januari 2. E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. Sebelum eksperimen dilakukan tes awal . terlebih dahulu kemudian setelah diberikan perlakuan dilakukan pengukuran . lagi untuk mengetahui akibat dari perlakuan itu, sehingga besarnya efek dari eksperimen dapat diketahui dengan pasti. Hasil Tabel 1. Perbedaan Pengetahuan Anak Usia Dini Tentang Pencegahan Seksual Pada Kelompok Media Permainan Insight Full Play dan Video Youtube Posttest Pengetahuan Kelompok Rata-rata Intervensi 89,73 Kontrol 74,86 P-value 0,000 Berdasarkan hasil Tabel 1. Menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dalam hal pengetahuan. Rata-rata pengetahuan kelompok intervensi setelah diberikan perlakuan menjadi 89,73 lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol 74,86 dengan pvalue 0,000. Pengetahuan hasil tersebut menunjukkan bahwa intervensi yang diberikan secara signifikan meningkatkan pengetahuan anak usia dini. Tabel 2. Perbedaan Sikap Anak Usia Dini Tentang Pencegahan Seksual Pada Kelompok Media Permainan Insight Full Play dan Video Youtube Kelompok Rata-rata Posttest Insight Full Play 44,15 Sikap Media video Youtube P-value 0,001 Berdasarkan hasil Tabel 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dalam hal sikap. Rata-rata sikap kelompok intervensi setelah diberikan perlakuan menjadi 44,15 lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol 28,7 dengan p-value 0,001. Sikap hasil tersebut menunjukkan bahwa intervensi yang diberikan secara signifikan meningkatkan pengetahuan anak usia dini. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam sikap antara kelompok setelah perlakuan. Hal ini mengindikasikan bahwa perlakuan atau intervensi yang diberikan berdampak terhadap peningkatan sikap. This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 05 | Nomor . Januari 2. E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. Tabel 3. Uji efektivitas penggunaan media Insight Full Play dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap anak usia dini Variabel Pengetahuan Sikap Kelas Nilai N-Gain Kategori Insight Full Play Efektif Video edukasi Kurang efektif Insight Full Play Efektif Video edukasi Kurang efektif Berdasarkan Tabel 4. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan baik pada kelompok insight full play. Kelompok media video Youtube memperoleh nilai N-Gain sebesar 44,5 yang termasuk dalam kategori kurang efektif, sedangkan kelompok media insight full play memperoleh nilai N-Gain sebesar 76,5 yang termasuk kategori efektif. Hal ini menunjukkan bahwa kelompok media insight full play lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan dibandingkan kelompok media video Youtube. Perbedaan yang paling signifikan terdapat pada variabel sikap. Kelompok media video Youtube hanya menunjukkan nilai N-Gain sebesar 55,8 yang berada dalam kategori kurang efektif, sedangkan kelompok media insight full play menunjukkan nilai N-Gain sebesar 78,5 yang termasuk dalam kategori lebih tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa media insight full play yang diberikan lebih efektif dalam meningkatkan dibandingkan kelompok media video Youtube. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dalam hal pengetahuan. Rata-rata pengetahuan kelompok intervensi setelah diberikan perlakuan menjadi 89,73 lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol 74,86 dengan p-value 0,000. Pengetahuan hasil tersebut menunjukkan bahwa intervensi yang diberikan secara signifikan meningkatkan pengetahuan anak usia dini. Kerjasama tim dan kekompakan anak serta pengetahuan kognitif anak lebih mengenai pendidikan seks Hal ini didukung dengan teori bahwa bermain ular tangga membutuhkan kerja sama tangan dan mata, sehingga anak-anak dapat mempelajari sesuatu sesuai dengan kemampuan dan minat mereka. (Fitranto et al. , 2. This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 05 | Nomor . Januari 2. E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi berupa sexual health education metode GA VIS berpengaruh terhadap sikap anak sekolah tentang pencegahan kekerasan seksual dan nilai rata-rata sikap mengalami peningkatan setelah anak mendapatkan Penelitian sebelumnya melaporkan bahwa edukasi melalui permainan ular tangga mempengaruhui sikap anak. Penelitian lain melaporkan bahwa terdapat pengaruh menggunakan permainan ular tangga dapat menjadi salah satu pilihan media yang efektif untuk penyampaian permainan ular tangga terhadap sikap siswa dalam upaya pencegahan seks pra nikah. informasi atau edukasi pada anak usia Metode pembelajaran Hasil penelitian sebelumnya menyimpulkan bahwa penggunaan media ular tangga lebih efektif untuk meningkatkan sikap siswa tentang kesehatan reproduksi. Sedangkan penelitian lain melaporkan permainan ular tangga berpengaruh terhadap sikap remaja dalam upaya pencegahan (Ambarwati et al. ,2. Sikap menggambarkan suka atau tidak suka seseorang terhadap objek. Sikap sering diperoleh dari pengalaman sendiri atau dari orang lain yang paling dekat. Adanya media permainan insight full play yang lebih realistis dan meningkatkan percaya diri anak dalam memahami pencegahan seksual menjadikan peningkatan sikap yang positif kepada tindakan dari yang diberikan contoh oleh guru saat melakukan (Mawardi et al. ,2. Dari uraian diatas, maka disimpulkan permainan ular tangga merupakan media yang memanfaatkan sistem penginderaan dalam meningkatkan pengetahuan anak. permainan ular tangga dapat mempengaruhi pengetahuan anak dalam belajar melalui kerja sama dan permainan sehingga anak lebih tertarik dalam mengikuti proses pembelajaran yang diberikan. Media permainan ular tangga memiliki dampak positif dalam pemberian informasi pada anak usia sekolah tergantung dari kemampuan masing-masing responden dalam memperoleh informasi dari permainan ular tangga. Metode dan media yang digunakan untuk menyampaikan informasi juga memengaruhi penyampaian informasi. media yang digunakan dapat secara signifikan memengaruhi peningkatan pengetahuan. Analisis penelitian di atas menunjukkan bagaimana penggunaan ular tangga mempengaruhi pemahaman anak tentang pendidikan seks serta dapat melatih anak berkonsentrasi memecahkan masalah serta bekerjasama dengan tim melalui sistem permainan sehingga dapat memberikan pengetahuan pada anak. (Fauziddin et al. , 2. Hasil analisis N-Gain juga menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan pada kelompok insight full play. Kelompok media video Youtube hanya memperoleh nilai N-Gain sebesar 44,5 yang termasuk This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 05 | Nomor . Januari 2. E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. dalam kategori kurang efektif, sedangkan kelompok media insight full play memperoleh nilai N-Gain sebesar 76,5 yang juga termasuk dalam kategori efektif, namun berada pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan kelompok media video Youtube. Hal ini menunjukkan bahwa kelompok media insight full play lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan dibandingkan kelompok media video Youtube. (Fitranto et al. , 2. Kesimpulan Media Insightful Play dapat memperkaya teori pembelajaran berbasis pengalaman . xperiential learnin. dan konstruktivisme, karena anak aktif membangun pengetahuannya melalui permainan Penelitian ini juga menguatkan pendekatan bahwa pendidikan seksual pada anak usia dini sebaiknya disampaikan secara interaktif, kontekstual, dan sesuai perkembangan usia, bukan melalui ceramah atau penjelasan yang abstrak. Referensi