NAHIRU: Jurnal Teologi dan Keagamaan Kristen Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Ambon Vol. 1 No. : 27-43 e-ISSN 3109-3078 Submitted, 27 April 2025. Revised, 12 Mei 2025. Accepted, 9 Juni 2025. Published, 01 Agustus 2025 DILEMA KEKUASAAN RAJA DARIUS: TAFSIR EKSEGETIS DAN IMPLIKASI KEPEMIMPINAN DALAM DANIEL 6 Yusak Christian Gereja Penyebaran Injil Bukit Hermon Blitar yc@gmail. Abstract: Daniel 6 tells the story of the dilemmatic leadership of King Darius who was forced to punish Daniel due to the deceit of his officials. This chapter is dominated by dialog and the inner conflict condition of king Darius which is interesting to study. There are three royal figures that appear in Daniel 1-6, namely Nebuchadnezzar . Belshazzar . and Darius . , but Darius is on a different side. He is a protagonist who honors Daniel and his God. Darius has received much attention in the discussion of historical aspects related to his identity, but little attention has been paid to his role. The author seeks to analyze how king Darius in his reign dealt with the dilemma of Daniel by paying attention to the important text in chapter 6. This article uses a qualitative research method with an exegetical approach. Through this research, the author found that King Darius Darius was a leader who practiced the divine attributes of God, especially loyalty to truth and justice. He was a man who believed in the righteous, grieved against evil, respected laws and statutes, believed in hope, and proclaimed the justice and greatness of God. Keywords: Darius. Dilemma. Leadership. Daniel Abstrak: Daniel 6 mengisahkan tentang peristiwa dilematis kepemimpinan raja Darius yang terpaksa menghukum Daniel akibat tipu daya para pejabatnya. Pasal ini didominasi dialog dan kondisi konflik batin raja Darius yang menarik untuk diteliti. Ada tiga tokoh raja yang muncul dalam Daniel 1-6, yakni Nebukadnezar . Belsyazar . dan Darius . , namun Darius berada disisi yang berbeda. Ia sosok protagonis yang menghormati Daniel dan Allahnya. Darius telah menerima banyak perhatian dalam diskusi aspek historis berkaitan tentang identitasnya, namun sedikit yang memberi perhatian pada perannya. Penulis berusaha menganalisa bagaimana raja Darius dalam kekuasaannya menyikapi kondisi dilema terhadap Daniel dengan memperhatikan teks yang penting pada Penulisan artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan eksegeses. Melalui penelitian ini penulis menemukan bahwa raja Darius Darius adalah pemimpin yang menerapkan sifat-sifat ilahi dari Allah, utamanya kesetiaan pada kebenaran dan keadilan. Ia sosok yang percaya kepada orang benar, bersedih terhadap kejahatan, menaruh hormat terhadap hukum dan undang-undang, percaya kepada pengharapan, menyatakan keadilan dan kebesaran Allah. Kata kunci: Darius. Dilema. Kepemimpinan. Daniel Copyright A2025 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY) license. NAHIRU: Jurnal Teologi dan Keagamaan Kristen 1. 2025: 13-26 PENDAHULUAN Topik tentang kepemimpinan bukan hal yang sulit ditemukan dalam cerita-cerita narasi di Alkitab. Kepemimpinan merupakan suatu topik yang banyak ditemui pada hampir semua disiplin ilmu yang berkaitan dekat manusia. 1 Artinya setiap disiplin ilmu sedikit banyak pasti akan berkaitan dengan topik seputar kepemimpinan. Hal ini juga berlaku dalam studi teologi Kristen. Alkitab banyak berbicara mengenai topik kepemimpinan didalamnya. Baik dalam PL maupun PB, baik tokoh pemimpin dalam bentuk raja, nabi, rasul, atau pemimpin kelompok yang lain. Kitab Daniel pasal 6, menampilkan sebuah narasi tentang suatu kerajaan yang dipimpin oleh raja Darius. Ia adalah pemimpin yang ikut andil dalam keputusannya memasukkan Daniel ke dalam gua singa. Kepemimpinan sangat berkaitan dengan pengaruh, pemimpin yang ideal adalah seseorang yang memiliki hidup dan karakter yang dapat mendorong orang lain untuk 2 Ini menjelaskan bahwa dalam semua kondisi, seorang pemimpin adalah sosok penting untuk dipandang sebab memiliki otoritas untuk menentukan nasib orang banyak, termasuk raja Darius dalam kisah Daniel. Pasal ini mengisahkan tentang peristiwa dilematis raja Darius yang terpaksa menghukum Daniel karena ia terkena tipu daya pejabatnya. Dilema adalah situasi di mana seseorang dihadapkan pada dua atau lebih pilihan, di mana setiap pilihan tampaknya memadai atau benar-benar baik dalam beberapa aspek, tetapi memerlukan pengorbanan atau mempunyai konsekuensi yang tidak diinginkan dalam aspek lain. 3 Dilema membuat pilihan tampak sulit atau tidak menguntungkan. Jadi ini merupakan konflik batin yang sedang dialami oleh Raja Darius. Ia diperhadapkan dengan penetapan yang dibuatnya dan harus dijalankan, disisi lain ia tidak rela melihat Daniel dihukum bukan karena sebuah kesalahan. Hukuman bagi Daniel disebabkan oleh keputusan raja yang melarang siapapun berdoa kepada dewa atau manusia dalam 30 hari. Dan dalam hal ini Daniel kedapatan berdoa kepada Allah, sehingga ia dipandang bersalah dan layak dihukum. Namun perlu diketahui bahwa penetapan dan larangan ini muncul karena tipu muslihat dari pejabat tinggi dan wakil raja. Orang-orang ini . ejabat dan wakil raj. datang dengan licik kepada raja Darius dan mempermainkan harga dirinya. 4 Akhirnya raja membuat ketetapan dan larangan tersebut. Jadi ini bukan sebuah inisiatif dan kemauan dari raja sendiri, melainkan suatu rencana jahat yang disusun oleh mereka. Tindakan tersebut hanya bertujuan untuk mencari kesalahan Daniel sehingga Daniel dapat dihukum. Pada pasal-pasal sebelumnya Daniel banyak tampil sebagai tokoh pemimpin yang patut Yakub Hendrawan menerangkan bahwa Daniel adalah sosok yang memiliki prinsip Agus Purwanto. AuKepemimpinan Yesus Kristus Sebagai Model Kepemimpinan Kristen,Ay Mathetes AuJurnal Teologi Dan Pendidikan KristenAy 1, no. : 133Ae40. Fernando Tambunan. AuKarakter Kepemimpinan Kristen Sebagai Jawaban Terhadap Krisis Kepemimpinan Masa Kini,Ay ILLUMINATE: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 1, no. : 81Ae104, https://doi. org/10. 54024/illuminate. Robert Audi. The Cambridge Dictionary of Philosophy (New York City: Cambridge University Press . , 1. Rodney Stortz. PREACHING THE WORD : DANIEL, ed. General Editor R. Kent Hughes (United States of America: Crossway Books a division of Good News Publishers 1300 Crescent Street Wheaton. Illinois 60187, 2. Yabes. Prabowo kepemimpinan luar biasa dan menjadi role model kepemimpinan Kristen, sebab sejak muda ia mendapat pendidikan yang ketat dan keras. 5 Mulai pasal 1- 5. Daniel sering ditampilkan sebagai tokoh yang memiliki peran penting dalam masyarakat, serta banyak diteliti kepemimpinannya. Akan tetapi dalam pasal 6 pembaca mulai dialihkan kepada kepemimpinan raja Darius, dan Daniel ditempatkan sebagai tokoh iman saja. Ini mengakibatkan pembaca dituntun untuk memiliki sudut pandang berbeda terhadap seberapa besar peran para tokoh didalamnya. Hubungan antara raja Darius dan Daniel bukan sebuah hubungan yang saling bertentangan. Sosok Daniel sendiri bukanlah seorang asing bagi raja, kitab ini secara tidak langsung menyebut Daniel sebagai sahabat raja. 6 Benjamin dalam penelitiannya terhadap pasal 6:4 menyimpulkan bahwa Daniel memiliki karakter pemimpin yang pentakostal-kharismatik, ini ditunjukkan oleh frasa Auroh yang luar biasaAy. 7 Alasan tunggal itulah yang membuat raja berniat untuk memberikan kuasa bagi Daniel atas seluruh kerajaannya. Namun frasa tersebut tidak dapat menjelaskan banyak tentang peran kepemimpinan Daniel dalam keseluruhan pasal 6, malahan fokus dialihkan pada tokoh-tokoh diluar Daniel, terkhusus kepemimpinan raja Darius. Ada tiga tokoh raja yang muncul dalam Daniel 1-6 dalam cerita Daniel, yakni Nebukadnezar . Belsyazar . dan Darius . Hasahatan menjelaskan bahwa Daniel menunjukkan keberanian imannya dihadapan raja-raja asing tersebut. 8 Artinya pada masa pemerintahan siapapun. Daniel konsisten setia pada kebenaran dan Allahnya. Sangat jelas Nebukadnezar dan Belsyazar memainkan tokoh antagonis dalam ceritanya. Mereka secara terbuka menunjukkan sikap menentang Allah dan melakukan yang jahat. Tetapi raja Darius berada disisi yang berbeda, tidak ada catatan kejahatan secara eksplisit, pasal ini menegaskan ia bersahabat dengan orang benar seperti Daniel dan menghormati Allahnya. Jika dilihat secara keseluruhan, pasal ini didominasi dialog dan kondisi konflik batin raja Darius yang menarik untuk diteliti. Konflik batin timbul dari dalam diri manusia, utamanya saat seseorang menghadapi sebuah pilihan di antara dua atau beberapa kemungkinan yang mengandung motif atau sebab. 9 Ini membuat raja dalam pilihan sulit antara menjaga integritasnya atau menghukum sahabatnya. Kalimat-kalimat langsung yang ditampilkan pasal ini lebih banyak Yakub Hendrawan Perangin Angin. AuStudi Teologis Kepemimpinan Daniel Berdasarkan Kitab Daniel,Ay Samuel Elizabeth Journal 1, no. : 72Ae85. Benjamin D. Suchard. AuAramaic Daniel,Ay Aramaic Daniel, no. Daniel 6 . : 86, https://doi. org/10. 1163/9789004521308. Phanny Tandy Kakauhe and Fransiskus Irwan Widjaja. AuKarakteristik Kepemimpinan PentakostalKarismatik: Refleksi Daniel 6:4,Ay DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika 3, no. : 82, https://doi. org/10. 53547/diegesis. Hasahatan Hutahaean. AuMenafsir Genre Apokaliptik Kitab Daniel,Ay ILLUMINATE: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 3, no. : 26, https://doi. org/10. 54024/illuminate. Ani Diana. AuAnalisis Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Wanita Di Lautan Sunyi Karya Nurul Asmayani,Ay Jurnal Pesona 2, no. : 43Ae52, https://ejournal. id/index. php/pesona/article/view/139. NAHIRU: Jurnal Teologi dan Keagamaan Kristen 1. 2025: 13-26 menceritakan tentang perasaan, ucapan, dan tindakan dari raja Darius ketimbang Daniel sendiri . Perlu diperhatikan juga bahwa dalam cerita narasi ini raja Darius merupakan tokoh protagonis, sehingga mengambil pembelajaran dari sosok dirinya bukanlah sesuatu yang bisa dianggap keliru. Sekalipun dalam pandangan umum. Daniel dianggap sebagai tokoh utama dan raja Darius hanya merupakan tokoh kedua dalam pasal ini. Akan tetapi, besarnya tokoh Daniel tidak sebanding ruang narasi yang diberikan kepadanya dalam pasal 6, sedangkan raja Darius adalah sosok lebih banyak muncul dalam narasi. Kehadiran perannya terlihat sejak awal pasal ini, terlibat dalam keputusan memasukkan Daniel kedalam gua singa, dan terus muncul sampai akhir pasal 6. Sebab, perannya yang padat dalam cerita, serta keputusannya yang menciptakan sebuah peristiwa dilematis dalam kekuasaannya. Pasal ini banyak menggambarkan perasaan dan tindakan raja Darius sangat mengisyaratkan bahwa ia lebih berpihak kepada Daniel. Oleh karena itu, artikel ini dibuat untuk meneliti daniel pasal 6 secara khusus tentang dilema kekuasaan raja Darius melalui tafsir eksegetis. Ia telah menerima banyak perhatian dalam diskusi aspek historis berkaitan tentang identitasnya. 10 Namun sedikit yang memberi perhatian pada Penulis berusaha menganalisa bagaimana raja Darius dalam kekuasaannya menyikapi kondisi dilema terhadap Daniel dengan memperhatikan teks yang penting pada pasal 6. Sehingga diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan implikasi bagi pemimpin-pemimpin Kristen bagaimana menyikapi keputusan-keputusan dilematis yang dibuat dalam kehidupan sehari-hari. METODE Penulisan artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksegesis. Dengan tahap-tahap penelitian sebagai berikut, pertama, melakukan literature review dari berbagai sumber. Sumber utama dalam penelitian adalah Alkitab Perjanjian Lama yang difokuskan pada Kitab Daniel Penulis juga menggunakan beberapa sumber pelengkap yang akan dipakai dalam penelitian ini, berupa berbagai artikel jurnal untuk berinteraksi dan buku-buku alat untuk menggali informasi seputar tema yang akan diteliti. Kedua, membuat kerangka penelitian. Tahap ini akan dilakukan eksegese sederhana pada Kitab Daniel 6, dengan memperhatikan analisis bahasa asli, struktur teks, dan analisis historis. Sehingga dapat menggali dan menemukan bagaimana kepemimpinan dari raja Darius menghadapi kondisi dilematisnya. Ketiga, merumuskan hasil penelitian. Hasil tersebut kemudian akan diuraikan secara deskriptif dan sistematis, sehingga diharapkan hasil dari penelitian ini dapat menyajikan sebuah hasil yang tajam dan memberikan suatu perspektif yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan, secara khusus bagi kepemimpinan Kristen. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Historis Daniel 6 Banyak ahli dan tradisi kuno yang meyakini kitab Daniel ditulis pada abad ke 6 SM oleh Daniel, masa ini terjadi ketika peristiwa penyerbuan pertama kepada Yehuda oleh raja William H Shea. AuA Further Note on Daniel 6: Daniel as AoGovernor,AoAy Auss 21, no. : 169. Yabes. Prabowo Nebukadnezar. Pendapat lain menyatakan kitab ini kemungkinan dapat dipastikan dituliskan dalam kurun waktu antara tahun 540- 530 SM. 11 Kitab ini dengan jelas ditulis oleh Daniel pada abad ke-6 SM. Saat Daniel diasingkan ke Babel pada saat invasi Yehuda yang pertama oleh Raja Nebukadnezar pada tahun 605 SM, ia menjalani masa pembuangan dari awal hingga akhir dan menyaksikan kembalinya bangsa Yahudi ke Yerusalem dengan persetujuan Raja Koresh pada tahun 538 SM. Kitab Daniel pasal 6 secara historis berlatar pada masa pemerintahan Raja Darius orang Media. Tidak terdapat informasi data diluar Alkitab tentang siapa sebenarnya sosok Darius orang Media ini. Berdasarkan sejumlah nubuatan menyatakan bahwa Media terlibat dalam penaklukan Babel (Yes. 13:17-18. 21:1-2. Yer. 51:11-. 13 Kemungkinan besar Media ikut membantu Persia terhadap penyerangan ke Babel, sehingga Persia menunjuk orang Media untuk menjadi gubernur di wilayah Babel sebagai bentuk balas jasa. Darius diangkat menjadi raja di Babilonia setelah terbunuhnya Belsyazar raja orang Kasdim. Darius memerintah setelah penaklukan Babel oleh Kerajaan Persia sekitar tahun 539 SM. 14 Pada masa ini, orang-orang Yahudi yang sebelumnya mengalami pembuangan di Babel mulai diizinkan kembali ke tanah mereka dan membangun kembali Bait Suci di Yerusalem. Daniel sendiri adalah salah satu dari tawanan yang dibawa ke Babilonia. 15 Ia masih seorang remaja ketika terjadi pengepungan terhadap Yehuda oleh Nebukadnezar sebagaimana diceritakan pada pasal pertama. Namun berjalannya waktu nasibnya kemudian berubah, dari zaman pemerintahan Nebukadnezar hingga menjadi seorang pejabat tinggi yang dipercayai oleh Darius karena integritas dan kebijaksanaannya. Posisinya menimbulkan kecemburuan di kalangan pejabat lain yang kemudian berkonspirasi untuk menjebaknya melalui hukum yang melarang berdoa kepada siapa pun selain raja selama 30 hari. Dari segi sosial-politik, kisah ini mencerminkan ketegangan antara kesetiaan kepada Allah dan tuntutan sistem pemerintahan asing yang otoriter. Pemerintahan Darius yang mengedepankan hukum dan aturan formal menjadi alat untuk menjebak Daniel, menampilkan konflik antara hukum manusia dan iman kepada Allah. Meskipun Darius menyayangi Daniel dan ingin melindunginya, ia terikat oleh hukum yang telah dibuatnya sendiri sehingga tidak dapat membebaskan Daniel setelah Namun, intervensi ilahi yang menyelamatkan Daniel dari gua singa menegaskan kuasa Allah Aris Antonius and Maria Titik Windarti. AuPengaruh Model Integratif Berdasarkan Daniel 6 : 1-28 Dalam Meningkatkan Pembelajaran Siswa Di SDN Cibojong Sesuai Proses a . Hakekat Model Pembelajaran Pedoman Dalam Merancanakan Pembelajaran Dikelas . Adapun Pembelajaran Menurut ParaAy 1, no. : 45. Bartholomeus Diaz Nainggolan. AuEksegesis Kitab Daniel,Ay JURNAL KOINONIA: FAKULTAS FILSAFAT UNIVERSITAS ADVENT INDONESIA 5, no. Vol. 5 No. : Koinonia. Juni 2013 . : 26, https://doi. org/10. 35974/koinonia. Lembaga Alkitab Indonesia. Alkitab Edisi Studi (Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2. , 1404. Lembaga Alkitab Indonesia, 1404. Peniel CD Maiaweng. AuPENGERTIAN KEBIJAKSANAAN DALAM KITAB DANIEL,Ay Jurnal Jaffray 14, no. : 1. NAHIRU: Jurnal Teologi dan Keagamaan Kristen 1. 2025: 13-26 yang melampaui hukum manusia dan menegakkan keadilan. Penulisan ini bertujuan menguatkan iman umat Yahudi yang mengalami penindasan dan diaspora, menegaskan bahwa kesetiaan kepada Allah lebih utama daripada ketaatan pada hukum manusia yang bertentangan dengan iman. Eksegese Daniel 6 Terdapat tiga narator dalam pasal ini yaitu. Daniel. Raja Darius, dan pejabat tinggi wakil raja. Sementara itu struktur naratif pasal ini mengikuti pola konflik - klimaks - resolusi. 16 Dengan khas cerita kesetiaan dalam tekanan politik. Dalam pasal 6 banyak peneliti berfokus pada sosok Daniel, karena banyak menggambarkan tentang bagaimana iman dan penyertaan Allah nyata bagi kehidupan orang percaya. Tetapi Raja Darius memiliki porsi yang lebih banyak untuk ditampilkan dalam pasal ini. Hal ini disebabkan karena kondisi dilematis yang dihadapinya sebagai raja karena membuat penetapan dan larangan yang mengakibatkan Daniel harus dihukum. Eksposisi : Latar dan Awal Konflik (Ayat 1-. Pengangkatan Daniel Aksi pertama yang ditunjukkan Darius setelah diangkat sebagai raja adalah mengangkat 120 wakil raja dan tiga pejabat tinggi. Kemungkinan ia membagi kerajaannya menjadi beberapa daerah yang setara dengan AuprovinsiAy. Berdasarkan dokumen dari Persia, kerajaan tersebut terdiri dari sekitar 20 hingga 30 wilayah. Oleh karena itu, 120 Auperwakilan rajaAy yang disebutkan di sini tampaknya memimpin wilayah-wilayah yang lebih kecil daripada provinsi. 17 Nama Daniel langsung muncul sebagai salah satu kandidat dari tiga pejabat utama yang memimpin atau mengepalai para wakil raja tersebut. Peran Daniel dalam pemerintahan pasal 6 ini bukanlah yang pertama. Daniel diceritakan telah bekerja sejak periode pemerintahan Nebukadnezar, raja Babel, hingga masa Koresh, raja Persia, yang terjadi pada tahun 538 SM (Dan 1:. Ia juga pernah menjabat sebagai pejabat tertinggi ketiga pada masa pemerintahan Belsyazar (Dan. 5:16, . Karier Daniel terus berlanjut hingga saat Persia mengambil alih kekuasaan Babel pada tahun 536 SM (Dan. Daniel terus berperan dalam Kekaisaran Persia selama lebih dari 60 tahun sebagai pejabat tinggi, yaitu dari tahun 598 hingga 536 SM. Perlu diingat bahwa Darius telah berumur 62 tahun ketika itu, tentu dilingkungan kerajaan nama dan kisah Daniel telah dikenal hebat. Darius mengidentifikasikan Daniel sebagai orang dengan roh yang luar biasa . , maka ia ingin melibatkan orang saleh dalam pemerintahannya. Hikmat Daniel yang melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja yang lain adalah kesaksian hidup pribadi Darius. Menjadi orang yang saleh tidak berarti harus menghindar dari keterlibatan dalam politik. Jadi pengangkatan Daniel oleh Darius bukan tanpa alasan, sebuah kebetulan, atau kedekatan semata, tetapi ia seorang yang benar profesional berpengalaman di bidangnya. Daniel Marguerat dan Yvan Bourquin. How to Read Bible Stories: An Introduction to Narrative Criticism, ix (London: SCM Press, 1. , 42Ae46. Lembaga Alkitab Indonesia. Alkitab Edisi Studi, 1404. Yongky Karman. AuMenimbang Ulang Apokalips Kitab Daniel,Ay Diskursus - Jurnal Filsafat Dan Teologi Stf Driyarkara 13, no. : 164, https://doi. org/10. 36383/diskursus. Yabes. Prabowo Kecemburuan dan Konspirasi Jika dihitung peluangnya, kontestasi ini sangat sulit untuk memberikan ruang bagi kontestan dengan latar belakang tawanan dari negeri asing. Ungkapan Aumelebihi para pejabatAy dan Auroh yang luar biasaAy dalam Daniel 6:4 menjadi alasan yang disampaikan oleh penulis untuk mengindikasikan AukunciAy atau prinsip yang mendasari keberhasilan Daniel dalam persaingan untuk menjadi wakil raja . pada waktu itu. 19 Ini merupakan satu-satunya alasan yang tercatat secara eksplisit menggambarkan seperti apa sosok Daniel dimata Darius. Kalimat Au. melebihi para pejabat tinggi dan wakil rajaAy ini tidak hanya memiliki makna berbeda tetapi juga melebihi di luar pesaing lain, karena Daniel memiliki sifat yang unggul atau sangat baik. Kemudian Karaite dalam literaturnya menyatakan bahwa frasa Au. roh yang luar biasaAy adalah alasan yang sama ketika Firaun memilih Yusuf untuk mengisi kedudukan tinggi di Mesir (Kej. Dalam teks Ibrani Ao oaA A( iAruakh yattir. memiliki arti Auextraordinary, extremelyAy yang dalam Bahasa Indonesia berarti luar biasa, sangat . aik, bagu. 21 Kata ini juga muncul sebanyak tiga kali dalam Kitab Daniel (Dan. 3:22. 6:4. untuk menggambarkan seperti apa sosok Daniel. Jadi dapat disimpulkan bahwa kedua frasa tersebut saling berkaitan erat untuk menegaskan kualitas diri Daniel yang bagus sekali atau ekselen. Jumlah 120 perwakilan raja yang disebutkan dalam Daniel 6: 2-3 bukan berarti ada 120 wilayah atau daerah Kerajaan Babel yang akan dipimpin oleh satu perwakilan raja. Sebab mungkin dalam satu wilayah diisi oleh dua atau tiga wakil raja. 22 Tiga orang yang dimaksud adalah menteri yang memiliki tanggung jawab atas para gubernur tersebut. Posisi ini mungkin merujuk pada menteri dalam negeri . alam konteks Indonesi. atau perdana menteri. Secara hirarki kedudukan Daniel melebihi 120 wakil raja tersebut. Ayat 4 menjelaskan bahwa Daniel melebihi para wakil raja dan pejabat, tentu berbicara tentang Pada dasarnya, posisi yang berkaitan dengan kontes yang diselenggarakan tidak hanya bersifat politik, tetapi juga memerlukan apa yang dikenal sebagai kemampuan individu. Keterampilan atau kemampuan individu sangat diperlukan dalam persaingan pemilihan wakil raja, oleh karena itu persaingan ini adalah fair sebab Daniel telah menunjukkan kualitas daripada para Kakauhe and Widjaja. AuKarakteristik Kepemimpinan Pentakostal-Karismatik: Refleksi Daniel 6:4,Ay Nomor April and Agustin Soewitomo Putri. AuDUNAMIS ( Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani ) Menstimulasi Kualitas Kehidupan Rohani Dalam Meningkatkan Kemandirian Belajar Mahasiswa : Studi Refleksi Daniel 6 : 1-4,Ay DUNAMIS (Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristian. 1, no. : 163, http://w. id/e-journal/index. php/dunamis. Holladay. A Concise Hebrew and Aramaic Lexicon of the Old Testament. Grand Rapids. MI: Eerdmans, 1971. Lynne Newell. Tafsiran Kitab Daniel (Malang: SAAT, 2. , 168Ae70. Kakauhe and Widjaja. AuKarakteristik Kepemimpinan Pentakostal-Karismatik: Refleksi Daniel 6:4,Ay NAHIRU: Jurnal Teologi dan Keagamaan Kristen 1. 2025: 13-26 Tidak ada penjelasan terkait alasan pasti para pejabat lain iri terhadap Daniel. Namun identitasnya sebagai orang asing dan haus kekuasaan bisa jadi alasan yang paling masuk akal. Satusatunya usaha mereka untuk mendapat jabatan dan menjatuhkan Daniel adalah mencari-cari kesalahannya lewat hal diluar profesionalisme pekerjaan. Kemudian menemukan celah dalam hal ibadahnya kepada Allah. Inilah yang nanti memicu konflik utama loyalitas Daniel kepada Allah yang bertabrakan dengan kepentingan politik para pejabat. Eskalasi Konflik : Dekrit Raja dan Keteguhan Daniel (Ayat 6-. Dekrit Raja Konflik cerita mulai bertumbuh ketika para pejabat menjalankan rencana jahat mereka untuk menjerat Daniel, dengan memanipulasi psikologi raja. Para pejabat menipu Darius agar mengeluarkan dekrit yang melarang doa kepada siapa pun selain raja selama 30 hari, dengan hukuman gua singa bagi pelanggar . Darius terjebak dalam arogansi sebagai raja yang memiliki kekuasaan dan meninggikan diri terhadap apapun. 24 Darius tergiur oleh itu dan menganggap dirinya sebagai satu-satunya pribadi yang harus dipuja oleh rakyat melalui undang-undang yang dibuatnya. Sekalipun pada umumnya keputusan ini dapat dipandang lumrah sebagai pemimpin tertinggi, namun ia tidak menyangka bahwa arogansi itulah yang dimanfaatkan untuk menjebak orang yang dikasihinya yaitu Daniel. Skema jahat ini diatur sedemikian rupa sehingga tidak ada celah bagi Daniel menyelamatkan Dekrit yang dipilih untuk menjalankan rencana ini bukanlah aturan yang sembarangan. Mereka memilih untuk menggunakan undang-undang menurut orang Media dan Persia yang tidak dapat dibatalkan, bahkan oleh sang pembuatnya sekalipun. Mereka juga mengusulkan gua singa sebagai bentuk hukuman terhadap aturan tersebut. Menurut catatan-catatan sejarah Persia dan lukisan kuno para singa diburu dan dijebak untuk dikurung di sebuah gua yang dapat ditutup oleh 25 Tampak jelas bahwa ini tempat pembinasaan, dan mereka memang berniat untuk menghabisi nyawa Daniel. Keteguhan Daniel Ketika undang-undang telah disahkan. Daniel tetap berdoa seperti biasa, tidak melakukan perlawanan frontal, melainkan tetap setia dengan ibadahnya kepada Allah. Sikap Daniel pada ayat 11 menjelaskan bahwa ia benar-benar telah mendengar keputusan raja, namun dengan sengaja ia memilih pulang kerumah untuk melakukan kebiasaanya beribadah kepada Allah. Ia berdoa seperti memikul beban untuk Yerusalem dan mewakili bangsanya dihadapan Tuhan. 26 Tidak dijelaskan permohonan apa yang diminta Daniel dalam doanya, namun disini tampak bahwa Daniel tidak begitu memperdulikan keselamatannya namun malah menaruh harap pada pemulihan bangsanya. Sekalipun berada di negeri asing orang Yahudi tetap melakukan ibadahnya, sebagaimana ketentuan Taurat. Orang Yahudi selama dan sesudah masa pembuangan tetap berdoa menghadap Karman. AuMenimbang Ulang Apokalips Kitab Daniel,Ay 128. Lembaga Alkitab Indonesia. Alkitab Edisi Studi, 1404. Peniel CD Maiaweng. AuPENGERTIAN KEBIJAKSANAAN DALAM KITAB DANIEL,Ay 5. Yabes. Prabowo ke arah Barat, ke arah Yerusalem. Ketika sedang berdoa, mereka biasanya dalam posisi berdiri, tetapi kadang juga berlutut ketika hendak menyampaikan sesuatu memohon kepada Allah dengan 27 Demikian juga Daniel tidak melupakan identitasnya sebagai umat Allah, sekalipun nasibnya jauh lebih baik ketika berada dalam kerajaan orang asing. Penjebakan dan Pelaporan Daniel mungkin tahu bahwa keputusan raja akan membawanya ke gua singa. Tetapi frasa Au. seperti yang biasa dilakukannyaAy pada ayat 11 menunjukkan bahwa Daniel adalah seorang yang displin rohani. 28 Teks ini menyampaikan bahwa Daniel memiliki rutinitas spiritual, di mana ia berdoa kepada Tuhan tiga kali dalam sehari. Ia menjadikan kehidupan berdoa sebagai rutinitas harian. Teks ini mengindikasikan bahwa terdapat kebiasaan yang telah dijalankan oleh Daniel selama waktu yang cukup lama. Akibat keteguhan Daniel, para pejabat memergokinya berdoa dan segera melaporkan kepada raja, menuntut agar hukum ditegakkan. Mereka melaporkan dan bahwa Daniel tidak mengindahkan keputusan raja, dan berusaha menciptakan ketegangan antara Daniel dan Darius . Darius, meski enggan, terpaksa mematuhi hukum yang tak dapat diubah. Darius menghormati hukum dan undang-undang tetapi juga bersedih terhadap kejahatan. Sepertinya kekuasaan dirinya tidak sebanding dengan kasih dan kepeduliannya terhadap kondisi tragis yang akan menimpa Daniel. Klimaks: Daniel di Gua Singa (Ayat 16-. Eksekusi Hukum Kelicikan para pejabat tinggi dan wakil raja tampaknya berjalan mulus, dengan keluarnya larangan raja menurut orang Media dan Persia. Frasa Au. tidak dapat diubahAy memberikan penegasan bahwa setelah ditetapkan, surat perintah tersebut harus dilaksanakan tanpa memperdulikan apapun yang terjadi. 29 Tidak ada penjelasan didalam Alkitab tentang apa dan bagaimana undangundang orang Media dan Persia, hingga seorang rajapun tidak dapat membatalkannya. Namun kuatnya larangan ini tentu sudah diperhitungkan dengan matang sebagai satu-satunya jalan menjatuhkan Daniel, mereka menjalankan skema tipu daya ini bukan hanya untuk menjebak Daniel tetapi juga Darius. Satu-satunya teks yang membahas ini terdapat dalam Kitab Ester 1:19, ketika Memukan . enasihat kerajaa. menyampaikan usulan kepada raja untuk mengeluarkan titah dan menuliskannya dalam undang-undang Persia dan Media. Titah itu bukan hanya diucapkan, tetapi Lembaga Alkitab Indonesia. Alkitab Edisi Studi, 1405. April and Putri. AuDUNAMIS ( Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani ) Menstimulasi Kualitas Kehidupan Rohani Dalam Meningkatkan Kemandirian Belajar Mahasiswa : Studi Refleksi Daniel 6 : 1-4,Ay 167. Lembaga Alkitab Indonesia. Alkitab Edisi Studi, 1405. NAHIRU: Jurnal Teologi dan Keagamaan Kristen 1. 2025: 13-26 ditulis dalam hukum kerajaan sehingga tidak dapat dicabut dan menimbulkan ancaman. 30 Adapun titah tersebut berisi pernyataan bahwa Wasti tidak boleh lagi datang ke hadapan raja, dengan tujuan menegakkan otoritas raja dan menghentikan pemberontakan Wasti. Setelah undang-undang dikeluarkan raja Ahasyweros mulai mencari pengganti Wasti sebagai ratu, dan mendapatkan seorang wanita Yahudi yang bernama Ester. Berdasarkan tambahan informasi tersebut sangat jelas bahwa undang-undang menurut orang Media dan Persia bukan undang-undang biasa yang dapat diubah sesuai keinginan pemerintah tertinggi, namun bersifat mutlak. Undang-undang ini ibarat seperti anak panah yang ketika sudah dilesatkan meninggalkan busurnya tidak dapat disesali kembali. Melihat situasi ini, baik Daniel maupun Darius tidak dapat berbuat apa-apa, mereka adalah pejabat profesional yang menghormati setiap undang-undang. Pada akhirnya Darius memerintahkan untuk melempar Daniel ke gua singa dengan dilema dihatinya. Konflik Batin Raja Ketaatan terhadap hukum negara adalah suatu kewajiban, karena peraturan perundangundangan negara AudibuatAy untuk tujuan AuketertibanAy dalam masyarakat, menghormati hak-hak masyarakat dan memberikan AukewajibanAy. 31 Ini bertujuan untuk mendukung negara agar berfungsi sebagaimana mestinya. Sebagai raja yang memiliki kedudukan tertinggi. Darius memegang teguh integritasnya dengan menjalankan undang-undang yang telah dibuatnya. Demikian orang-orang Kristen harus menaklukkan diri kepada pemerintah serta mentaati segala aturan yang ada. 32 Ini seperti Daniel yang menaklukkan diri kepada raja dengan segala aturan yang telah dibuatnya. Darius benar-benar menunaikan aturan tersebut dengan baik, ia memeteraikan sendiri gua singa dengan cincinnya . Cincin meterai raja merupakan benda yang melambangkan dan mewakili kekuatan suatu kerajaan. Jika raja tidak dapat hadir secara fisik dalam mengesahkan undangundang maka cap dari cincin materai sudah cukup menjadi menjadi penggantinya. 33 Biasanya meterai kerajaan dibuat dengan cara menekankan cincin raja pada tanah liat, lilin, surat atau dokumen resmi. 34 Benda ini memiliki kemampuan untuk memberikan kekuasaan dan otoritas yang sah dan jelas. Sementara itu tujuan dari segel gua singa yang dilakukan Darius adalah untuk menjaga dan mencegah gangguan pada tempat hukuman Daniel. Setelah eksekusi dilakukan, undang-undang yang kuat ini telah selesai digenapi, sehingga Darius menjadi tidak kedapatan bersalah dan tetap menjaga integritasnya sebagai raja. Akan tetapi selesainya sebuah aturan bukan berarti selesainya seluruh persoalan. Masalah lain timbul dimana ia sekarang harus berjuang dengan konflik batinnya, saat ia menghukum orang benar, rasanya tidak Anita Rushadi Simatupang. AuJANGAN PAKSA AKU ! Hermeneutik Feminis Terhadap Ester 1: 1-22,Ay Jurnal Teologi Anugerah IX, no. : 52. Karel Sosipater. Etika Pribadi, ed. Orlen Alfredy Manurung and Meike Huwae. Cetakan ke (Jakarta: Jakarta : PT. Suara Harapan Bangsa, 2016, 2. Stanley Refly Rambitan. HARUSKAH ORANG KRISTEN TAKLUK KEPADA PEMERINTAH?, ed. Stanley Rambitan (Jakarta: Cet. Jakarta: UKI Press, 2019, 2. Laura Quick and Ellena Lyell. AuDressing Daniel: Identity Formation and Embodiment in Daniel 16,Ay Journal of Ancient Judaism 13, no. : 19, https://doi. org/10. 30965/21967954-bja10019. Lembaga Alkitab Indonesia. Alkitab Edisi Studi, 1405. Yabes. Prabowo ada keadilan bagi Daniel. Tidak jarang orang yang mengira ketika berbicara tentang hukum, berarti seseorang secara implisit berbicara juga tentang keadilan. 35 Pada kenyataannya sulit sekali ketika orang berbicara hukum namun tanpa memperhatikan konteks keadilan. Dalam hal ini raja telah diperhadapkan dengan konflik internal antara hukum yang sudah ditegakkan namun disi lain harus tetap ada keadilan yang diterima oleh Daniel. Penyelesaian : Intervensi Ilahi dan Balasan (Ayat 19-. Penyelamatan Ajaib Pasca eksekusi dilakukan, raja menunjukkan kegelisahannya atas kondisi Daniel. Tidak ada yang dapat dilakukan raja, untuk menyelamatkan Daniel dengan tangannya sendiri. Sebelumnya Darius hanya memberikan dukungan moral dan berharap Allah Daniel yang akan melepaskan dari malapetaka ini . Dalam pengertiannya dukungan moral diartikan sebagai semua bentuk tindakan nyata yang bertujuan untuk memberikan dorongan atau stimulus semangat bagi orang 36 Dukungan ini merupakan wujud kepedulian dan empati yang berusaha menyentuh batin seseorang, sehingga diharapkan mampu merubah sudut pandang dan tindakan dari orang lain. Sehingga bagi Darius atau Daniel sama-sama percaya satu-satunya jalan untuk selamat adalah mengharapkan pertolongan Allah. Pada alur cerita selanjutnya, setelah Daniel dimasukkan kedalam gua singa, raja Darius tidak berhenti untuk melakukan usaha bagi keselamatan Daniel. Ia pergi ke istananya dan melakukan puasa semalam-malaman . Untuk memahami lebih jelas mengenai sebab dan tujuan puasa raja Darius, dapat merujuk pada cerita 2 Samuel 12:15-23 ketika Daud menyesal dan berdoa serta berpuasa selama 7 hari namun ia tetap menanggung akibat dosanya anaknya tetap mati. 37 Melalui penggalan teks ini dapat disimpulkan bahwa puasa dalam PL merupakan kegiatan spiritual yang dilakukan karena sebuah kondisi yang buruk, yang dalam hal ini dilakukan juga oleh raja Darius atas peristiwa Daniel. Selain itu ada dampak emosional yang digambarkan ketika ia tidak mendatangkan para penghibur dan tidak dapat tidur semalaman. Semua sikap tersebut merupakan ekspresi kegelisahan atas nasib Daniel. Setelah melalui malam yang sulit, raja Darius menyambut pagi dengan mencari kabar tentang Daniel. Teks AubangunAy dan Auburu-buruAy pada ayat 20 menunjukkan antusias raja yang besar terhadap keselamatan Daniel. Seruan sayu dari raja yang berkata "Daniel, hamba Allah yang hidup. Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?" . memperjelas kesedihan yang mendalam serta bersama dengan itu mengisyaratkan J E Sahetapy. AuKeadilan. Hukum D A N,Ay 1991. Ovillia Yana Pradipta and Imam Santoso. AuPentingnya Dukungan Moral Dan Sosial Pada Tingkay Depresi Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan,Ay Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial 8, no. : 408Ae20, http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/nusantara/index. John Rogerson. Studi Perjanjian Lama Bagi Pemula, ed. Stephen Suleeman and John Rogerson. Cetakan 3 (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. NAHIRU: Jurnal Teologi dan Keagamaan Kristen 1. 2025: 13-26 harapan besar supaya Daniel selamat. Menurut KBBI kata sayu dapat didefinisikan sebagai sangat sedih dan terharu . entang perasaan hat. atau iba. 38 Ini dapat dimengerti sebagai suatu kondisi batin yang tidak nyaman melampaui kesedihan. Namun sayu sendiri lebih identik dengan sebuah perasaan sedih yang disertai dengan empati yang mendalam. Darius menaruh pengharapan sepenuhnya pada Allah Daniel. Pagi hari itu Daniel ditemukan selamat, tidak banyak narasi yang menjelaskan apa yang terjadi selama Daniel didalam gua singa tersebut, ia hanya menyampaikan bahwa AuAllah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singaAy. Perlu diingat bahwa meterai raja berperan sebagai tanda bahwa gua ini tidak dapat diusik oleh tangan siapapun. 39 Ini menegaskan bahwa apa yang terjadi sepenuhnya merupakan intervensi Tidak ada campur tangan orang lain, juga Daniel sendiri tidak memiliki kekuatan atau kemampuan untuk luput dari singa-singa itu. Balasan bagi Penuduh Setelah Darius menarik Daniel dari gua itu dan memastikan kondisinya, raja segera mengeluarkan perintah untuk mengambil semua penuduh beserta anak dan isteri mereka untuk dilemparkan ke gua singa . Menurut tradisi saat itu, jika seseorang kedapatan melanggar hukum, maka seluruh keluarga juga akan ikut menanggung hukuman. 40 Hal ini mungkin dilakukan dengan tujuan agar keturunan pelanggar tidak dapat menuntut balas kepada raja. Dalam kacamata hukum saat ini, keputusan ini bisa dianggap terlalu berlebihan, namun perlu diingat seorang raja tidak akan mengambil sebuah keputusan tanpa dasar yang kuat dan semena-mena. Konsep hukuman ini juga dapat ditemukan pada beberapa teks lain dalam Alkitab, misal kitab Yosua. Yosua 7:20-26 menceritakan pengakuan Akhan yang telah berdosa kepada Tuhan dengan mengambil barang-barang rampasan yang seharusnya dikhususkan bagi Tuhan. 41 Sebagai akibat pelanggaran Akhan yang membawa murka Allah atas bangsa Israel. Yosua dan seluruh Israel membawa Akhan, keluarganya, serta seluruh miliknya ke Lembah Akhor. Disanan mereka melempari Akhan dan keluarganya dengan batu, membakar mereka, dan mendirikan tumpukan batu besar di atasnya. Cerita ini memberi pesan tentang ketaatan pada hukum Allah, dimana jika dalam satu kaum terdapat satu orang orang berdosa, maka seluruh kaum menjadi berdosa. Menurut tradisi Israel kuno, sebuah kesalahan tidak dapat dibatasi pada pembuat kesalahan Kesalahan itu meluas pada anggota keluarga, hewan ternak bahkan segala yang dimiliki. Tradisi menegaskan bahwa kesalahan kecil dapat membawa dampak yang besar, pelanggaran satu orang dapat membawa hukuman bagi seluruh keluarga dan harta kepunyaannya. Mengingat akibat pelanggaran itu juga membawa dampak bagi sebuah kaum atau bangsa seperti kisah Akhan, maka tradisi hukum seperti itu adalah sesuatu yang adil. Kembali pada kisah Daniel, sekilas mungkin Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). AuArti Kata AoSayu,AoAy Kamus versi online/daring, n. https://kbbi. id/sayu. Quick and Lyell. AuDressing Daniel: Identity Formation and Embodiment in Daniel 1-6,Ay 21. Lembaga Alkitab Indonesia. Alkitab Edisi Studi, 1405. D Douglas. The New Bible Dictionary (Ensiklopedi Alkitab Masa Kini:Jilid I). Jilid I (Leicester: InterVarsity Press, 1. , 23. Lembaga Alkitab Indonesia. Alkitab Edisi Studi, 356. Yabes. Prabowo Darius tampak kejam dengan menghukum keluarga pejabat dan wakil raja, yang tidak terlibat secara langsung dalam kejahatan kepada Daniel. Akan tetapi jika memusatkan pada kehormatan raja, maka perbuatan itu sungguh menciderai dan mengotori seluruh kerajaan. Mereka para pejabat dan wakil rajapun pasti tahu konsekuensinya, dan hukuman itu adalah harga yang pantas dibayar. Keadilan harus ditegakkan ketika harga diri kerajaan telah dipermainkan. Sehingga dapat disimpulkan, pembalasan dari raja Darius tidak dapat diidentifikasikan sebagai sikap jahat atau dosa, ini bukan kekejaman tetapi sebuah bentuk keadilan. Resolusi : Pemuliaan Allah dan Rehabilitasi Daniel (Ayat 26-. Dekrit Raja Raja membagikan sukacitanya kepada bangsa-bangsa atas mujizat yang terjadi di kerajaannya, sambil memerintahkankan bangsanya untuk takut dan gentar kepada Allah Daniel. Frasa Au. Allah yang hidupAy pada ayat 27 yang diucapkan oleh Darius juga muncul beberapa kali dalam teks Alkitab. Salah satu yang paling populer yaitu dalam Kisah Daud yang berperang melawan Goliat dalam 1 Samuel 17. Daud menyatakan Au. siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan dari pada Allah yang hidup?" . Sam. Daud memiliki pemikiran teosentris, ia tidak berfokus pada orang Filistin, tetapi membandingkan dewa mereka dengan Allah Israel. 43 Tujuan dari pernyataan ini mengingatkan orang-orang disekitarnya bahwa dewa Filistin berbeda dengan Allah mereka. Orang Israel adalah bangsa bersunat milik Allah yang telah membuat perjanjian dengan mereka. Sama seperti Daud, pernyataan AuAllah yang hidupAy oleh Darius adalah bentuk pengakuan diri serta pesan pengingat bagi seluruh kerajaan, bahwa Allah Daniel adalah Allah yang berbeda dengan allah yang selama ini mereka sembah. Darius juga menyatakan bahwa pemerintahan dan kekuasanNya akan abadi . Kekuasaan Allah Daniel tidak dapat dibandingkan dengan kekuasaannya. Mujizat gua singa menciptakan iman pada seorang raja Darius, keraguannya berubah menjadi kekaguman, sehingga ia pada akhirnya ia mengeluarkan dekrit baru yang memuliakan Allah Daniel di seluruh kerajaan, mengakui kekuasaan dan keabadian-Nya. Pemulihan Daniel Pada akhir cerita ini narator menyatakan bahwa Daniel memiliki kedudukan yang tinggi sesuai rencana awal pasal ini. Bahkan kekuasaan berlanjut sampai pemerintahan Koresh. Koresh adalah pemimpin yang simpatik terhadap orang-orang Yahudi. Nabi Yesaya menubuatkan bahwa Koresh apadal pembebas Yahudi dari pembuangan Babel dan bertanggung jawab atas pembangunan kembali bait Yerusalem. 44 Nampaknya kehidupan Daniel di masa selanjtnya menjadi lebih mudah. Abraham Kuruvilla. AuDavid V. Goliath . Samuel . : What Is the Author Doing with What He Is Saying?,Ay Journal of the Evangelical Theological Society 58, no. : 501. Douglas. The New Bible Dictionary (Ensiklopedi Alkitab Masa Kini:Jilid I), 582. NAHIRU: Jurnal Teologi dan Keagamaan Kristen 1. 2025: 13-26 sebab Koresh adalah sosok protagonis seperti Darius. Cerita Daniel menjadi indah sebab Allah sengaja memilih raja-raja yang akan menjadi alat untuk memulihkan umat-Nya. Setelah peristiwa gua singa selesai dan nama Allah Daniel diberitakan ke bangsa-bangsa, kehidupan Daniel kembali dipulihkan dan makmur di bawah pemerintahan Darius dan Koresh. Dalam kisah Alkitab. Daniel tidak pernah kembali ke negeri asalnya yaitu Yerusalem. 45 Ia tetap tinggal di Babel melayani raja-raja Persia, termasuk Koresh yang membebaskan orang-orang Yahudi dari Ini menegaskan bahwa penyertaan Allah bagi umatnya tidak dapat dibatasi oleh tempat dan kondisi apapun. Implikasi Kepemimpinan Raja Darius dalam Kitab Daniel 6 memberikan implikasi penting bagi kepemimpinan Kristen masa kini, khususnya dalam hal kesetiaan dan keadilan. Darius dikenal sebagai raja yang membangun sistem pemerintahan yang terstruktur dan mempercayakan jabatan tinggi kepada orang yang berintegritas seperti Daniel. Namun, kepemimpinan Darius juga diuji ketika ia terjebak oleh konspirasi pejabat-pejabat iri hati yang memanfaatkan hukum kerajaan untuk menjatuhkan Daniel. Dalam situasi ini. Darius menunjukkan bahwa seorang pemimpin harus berani menghadapi risiko dan tetap menjunjung keadilan, meskipun terikat oleh aturan yang telah dibuatnya sendiri. Pemimpin yang baik harus memiliki konsistensi antara kata-kata dan tindakan seseorang yang menjadikannya dapat dipercaya. 46 Dalam hal ini raja Darius menunjukkan konsistensinya terhadap kebenaran, yakni setia kepada Daniel. Sikap kepedulian dan empati yang ditampilkan dalam cerita ini merupakan bukti nyata bahwa sejak awalnya raja Darius memang tidak akan meninggalkan Daniel. Meskipun ia seorang raja, sikap hatinya kepada Daniel tidaklah berubah, baik ketika Daniel dalam keadaan aman atau bahaya. Sikap dan ucapan kepada Daniel bukanlah perasaan yang palsu dan sementara, tetapi lahir dari hati yang dalam. Dalam semua kondisi, kesetiaan terhadap kebenaran adalah prinsip yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin Kristen. Seorang pemimpin haruslah seorang komunikator yang baik dan pengambil keputusan yang Ia menghukum Daniel untuk menghormati undang-undang dan kepentingan yang lebih besar. Ia juga menghukum penuduh Daniel untuk menghormati kebenaran dan bentuk perlawanan terhadap kejahatan. Semua itu dilakukan untuk mempertahankan prinsip keadilan sekaligus kebenaran dalam kerajaannya. Demikian juga ketika berbicara tentang keadilan Allah, keadilan-Nya itu selalu berkaitan erat dengan kebenaran-Nya. Tidak ada ruang bagi keadilan Allah yang tidak berdasarkan kebenaran-Nya. Keadilan Allah tidak akan melahirkan sesuatu yang jahat. Keadilan Allah adalah ekspresi dari karakter-Nya yang kudus. 47 Sehingga kepemimpinan Darius memiliki nilainilai kepemimpinan ilahi yang dapat diteladani. John David Pawson. Membuka Isi Alkitab Perjanjian Lama. Pertama (Jakarta: 1, 2. , 797. Jane Lestari Darinding and Merline Mesti Kukus. AuGaya Kepemimpinan Musa Sebagai Karakter Pemimpin KristenAy 3, no. : 82Ae88. Stanley J Grenz and Richard Dawkins. AuAPAKAH ALLAH ITU KEJAM ?: SEBUAH TINJAUAN DOKTRIN DOSA DAN KEADILAN ALLAH UNTUK MENJAWAB TUDUHAN KEKEJAMAN ALLAH DALAM KEJADIAN 19 : 26 Yabes. Prabowo KESIMPULAN Raja Darius adalah salah satu pemimpin yang menerapkan sifat-sifat ilahi dari Allah. Rangkaian cerita dalam Daniel pasal 6 dapat disimpulkan sebagai cerita atas keberhasilan raja Darius dalam menghadapi peristiwa dilematis yang penuh ironi. Meskipun dalam konflik batin yang berat, namun keteguhan hati terhadap kesetiaan dan keadilan terhadap Daniel menggambarkan gaya kepemimpinan yang sejati. Langkah-langkah yang diambil telah melahirkan pertolongan dan pengenalan Allah bagi dirinya sendiri. Gaya yang seperti inilah yang dapat dijadikan pedoman bagi pemimpin-pemimpin Kristen masa kini untuk dapat menemukan dan mengalami Tuhan. Sosok Darius tidak dapat diabaikan dalam kisah Daniel dan gua singa. Penulis menemukan bahwa raja Darius dalam dilema kekuasaannya merupakan sosok pemimpin yang percaya kepada orang benar, bersedih terhadap kejahatan, menaruh hormat terhadap hukum dan undang-undang, percaya kepada pengharapan, menyatakan keadilan dan kebesaran Allah. Seorang pemimpin Kristen harus memimpin dengan kesetiaan pada prinsip-prinsip kebenaran dan keadilan. Sehingga setiap keputusan yang diambil dan juga sikap-sikap yang ditunjukkan merupakan representasi gaya kepemimpinan Allah di bumi. DAFTAR PUSTAKA