Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing E-ISSN: 2746-9956. Volume 9. Edisi 2 (Juli 2. , 31 Ae 45 Faktor yang Mempengaruhi Audit Delay (Studi Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2018-2. Factors Affecting Audit Delay (Study on Manufacturing Companies Listed on the IDX in 20182. Yayang Yunita Amelia . Dwi Puryati Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ekuitas Bandung. Indonesia puryati@ekuitas. DOI 10. 55963/jraa. Abstrak- Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Ukuran perusahaan. Reputasi KAP dan Solvabilitas terhadap Audit Delay pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode tahun 2018 Ae 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan verifikatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan dan laporan tahunan. Teknik penentuan sampel adalah purposive sampling dengan hasil sampel 22 perusahaan. Analisis data menggunakan regresi data panel dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara simultan Ukuran Perusahaan. Reputasi KAP dan Solvabilitas berpengaruh terhadap Audit Delay. Secara parsial Ukuran Perusahaan berpengaruh negatif terhadap Audit Delay. Solvabilitas berpengaruh positif terhadap Audit Delay sedangkan Reputasi KAP pengaruh terhadap Audit Delay. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan perusahaan untuk memperhatikan faktor ukuran perusahaan, solvabilitas, reputasi dalam audit laporan keuangan. Kata kunci: Ukuran Perusahaan. Reputasi KAP. Solvabilitas. Audit Delay Abstract-This study aims to determine the effect of firm size. KAP reputation and solvency on audit delay for Manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2018-2020. The method used in this research is descriptive and verification method with secondary data obtained from financial reports and annual reports. The sampling technique used is purposive sampling with a sample of 22 companies. The data analysis technique used is panel data regression analysis. The results of the study show that simultaneously firm size. KAP reputation and solvency have a effect on Audit Delays. Partially Company Size has a negative effect on Audit Delay and Solvency has a positive effect on Audit Delay, while KAP's reputation has no effect on Audit Delay. The results of the study are expected to be a consideration for the company to pay attention to factors of company size, solvency, reputation in the audit of financial statements. Keywords: Firm Size. KAP Reputation. Solvency. Audit Delay. PENDAHULUAN Perkembangan pasar modal di Indonesia mendorong perusahaan-perusahaan untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan perusahaannya, karena adanya laporan keuangan yang telah di audit oleh akuntan publik. Lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. Kep431/BL/2012 mewajibkan perusahaan publik menyampaikan laporan tahunannya karena laporan tahunan perusahaan publik merupakan sumber informasi penting tentang kinerja dan prospek perusahaan bagi pemegang saham dan masyarakat sebagai salah satu dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi. Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing E-ISSN: 2746-9956. Volume 9. Edisi 2 (Juli 2. , 31 Ae 45 Menurut Zamzami & Nusa . laporan keuangan disusun guna menyediakan informasi terkait dengan posisi keuangan, perubahan posisi keuangan, dan kinerja suatu entitas sehingga laporan keuangan tersebut memberikan manfaat bagi para pengguna dalam mengambil Laporan keuangan membutuhkan laporan yang lengkap, transparan dan informasi yang disajikan harus tepat waktu, dengan demikian laporan keuangan harus memiliki kualitas yang tinggi sebelum di serahkan kepada para pengguna laporan keuangan, seperti kreditor, investor, pemerintah, masyarakat dan pihak-pihak lain sebagai dasar pengambilan suatu Salah satu pengguna laporan keuangan adalah investor, perusahaan publik yang terdaftar di pasar modal diharuskan untuk menyampaikan laporan keuangan sebagai wujud tanggung jawab manajemen kepada investor, karena dalam laporan keuangan terdapat kinerja entitas yang digunakan oleh investor sebagai dasar pengambilan keputusan untuk membeli atau menjual kepemilikannya. Perusahaan membutuhkan seorang akuntan publik yang independen, objektif dan memiliki keahlian dalam melakukan audit laporan keuangan guna menjamin kewajaran laporan keuangan perusahaan sesuai dengan kinerja perusahaan yang sesungguhnya. Salah satu karakteristik laporan keuangan adalah relevan. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia dalam Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan Tahun 2016 menyatakan bahwa agar informasi keuangan menjadi berguna, informasi tersebut harus relevan dan kegunaan informasi keuangan dapat ditingkatkan jika informasi tersebut terbanding, terverifikasi, tepat waktu dan terpaham. Salah satu aspek penting dalam laporan keuangan adalah ketepatan waktu, maka dapat disimpulkan bahwa informasi dari laporan keuangan yang diperlukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan dapat berguna jika disajikan dengan tepat waktu dan sebaliknya informasi akan kehilangan kegunaannya apabila tidak disajikan tepat waktu. Perusahaan publik sering kali mengalami kendala ketika harus menyajikan laporan keuangan secara tepat waktu, karena salah satu alasannya yaitu laporan keuangan harus di audit terlebih dahulu oleh akuntan publik. Tujuan audit laporan keuangan adalah untuk memberi opini tentang kewajaran laporan keuangan perusahaan yang didasarkan pada standar pelaporan yang diterima umum. Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor dan dalam melaksanakan audit dan penyusunan laporannya auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama, hal ini dapat dilihat dari Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) yang telah ditetapkam oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Penyusunan laporan audit ini . Sehingga apabila penyampaian laporan keuangan tidak tepat waktu akan memberikan dampak negatif pada reaksi pasar karena laporan keuangan auditan memuat informasi tentang laba yang dihasilkan perusahaan yang digunakan oleh pelaku pasar modal untuk memprediksi nilai perusahaan (Janartha & Suprasto, 2. Ketepatan waktu pelaporan keuangan merupakan faktor penting bagi perusahaan dan juga pemanfaatan laporan keuangan, maka BAPEPAM-LK mengeluarkan peraturan No. Lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Keuangan Berkala yang menyatakan laporan keuangan tahunan harus disertai dengan laporan akuntan dengan pendapat yang lazim dan disampaikan kepada BAPEPAM selambat-lambatnya pada akhir bulan ketiga setelah tanggal laporan keuangan tahunan. Selain itu juga dalam Peraturan Nomor 1-H Tentang Sanksi yang dikeluarkan oleh PT Bursa Efek Jakarta pada Sanksi Oleh Bursa II. 4 dan II. 5 menyatakan bahwa denda setinggi-tingginya Rp 500. 000 (Lima Ratus Juta Rupia. serta penghentian sementara perdagangan efek perusahaan tercatat . di bursa terhadap perusahaan tercatat yang melakukan Dapat disimpulkan dalam Peraturan Nomor 1-H Tentang Sanksi yang dikeluarkan oleh PT Bursa Efek Jakarta bahwa peringatan bagi perusahaan yang melakukan Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing E-ISSN: 2746-9956. Volume 9. Edisi 2 (Juli 2. , 31 Ae 45 keterlambatan penyampaian laporan keuangan dapat dikenakan sanksi dari peringatan tertulis I hingga diberlakukannya pemberhentian sementara . Manajemen PT Bursa Efek Indonesia akan melakukan penghapusan saham . terhadap perusahaan apabila terjadi keterlambatan penyampaian laporan keuangan dalam waktu 1-2 tahun. Perusahaan publik pasti menginginkan yang terbaik untuk keberlangsungan perusahaan dengan menyampaikan laporan keuangan tepat waktu, karena pasar modal merupakan salah satu sumber pendanaan bagi perusahaan. Dengan demikian banyak perusahaan yang melakukan upaya terbaiknya untuk menyampaikan laporan keuangan dengan tepat waktu. Berdasarkan data Buersa Efek Indonesia, terdapat penghapusan saham . terhadap perusahaan publik tahun 2020 seperti yang tercatat dibawah ini : Tabel 1. Daftar Perusahaan Delisting BEI tahun 2020 Tanggal Tanggal Kode Nama Emiten Pencatatan Penghapusan BORN Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk. 20 Nov 2010 20 Jan 2020 GREN Evergreen Invesco Tbk. 09 Jul 2010 23 Nov 2020 APOL Arpeni Pratama Ocean Line Tbk. 22 Jun 2005 06 Apr 2020 SCBD Danayasa Arthatama Tbk. 19 Apr 2002 20 Apr 2020 IITG Leo Investments Tbk. 26 Nov 2001 23 Jan 2020 CKRA Cakra Mineral Tbk. 19 Mei 1999 28 Ags 2020 Sumber : idx. id, 2020 Untuk melindungi kepentingan publik dan dalam rangka penyelenggaraan perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien. Bursa berwenang untuk menghapus pencatatan efek . dan menyetujui atau menolak permohonan kembali termasuk penempatannya pada papan pencatatan dengan mempertimbangan faktor-faktor yang menjadi penyebab delisting (BEJ : KEP-308/2. Sampai dengan bulan September 2021 terdapat 36 perusahaan yang tidak menyampaikan laporan keuangan tahun buku 31 Desember 2020 dan mendapatkan sanksi dari otoritas bursa. Sanksi diberikan kepada . 12 perusahaan dalam bentuk sanksi penghentian sementara perdagangan efek . di pasar regular dan pasar tunai sejak sesi I perdagangan efek tanggal 30 Agustus 2021, . 24 perusahaan mendapatkan sanksi memperpanjang penghentian sementara . perdagangan efek di pasar regular dan pasar tunai sejak sesi I perdagangan efek tanggal 30 Agustus 2021 karena 24 perusahaan ini sudah mendapatkan sanksi suspensi di tahun sebelumnya yaitu tahun 2019. Dari 36 perusahaan yang tidak menyampaikan laporan keuangan ini didalamnya terdiri dari 8 perusahaan yang termasuk ke dalam sektor manufaktur, yaitu PT Central Protein Prima Tbk. (CPRO). PT Eterindo Wahanamata Tbk. (ETWA). PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk. (KBRI). PT Steadfast Marine Tbk. (KPAL). PT Grand Kartech Tbk. (KRAH). PT Nipress Tbk. (NIPS). PT Tridomain Performance Materials Tbk. (TDPM) dan PT Nusantara Inti Corporat Tbk. (UNIT). Fakta-fakta diatas menunjukan bahwa masih banyak perusahaan yang belum disiplin dalam menyampaikan laporan keruangannya sehingga masih ada perusahaan yang terlambat menyampaikan laporan keuangan melebihi rentan waktu yang ditentukan . udit dela. dan bahkan tidak menyampaikan laporan keuangannya. Audit delay adalah rentang waktu yang diukur berdasarkan lamanya hari dalam menyelesaikan proses audit oleh auditor independent dari tanggal tutup buku pada tenggal 31 Desember sampai dengan tanggal yang tercantum dalam laporan auditor independent (Lestari dkk. : 2. Selain itu juga audit delay memiliki beberapa faktor yang mempengaruhinya, diantaranya adalah ukuran perusahaan, reputasi KAP dan solvabilitas. Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing E-ISSN: 2746-9956. Volume 9. Edisi 2 (Juli 2. , 31 Ae 45 Ukuran perusahaan adalah besar kecilnya suatu perusahaan yang dapat dilihat dari besarnya total aset yang dimiliki oleh perusahaan atau total aset yang tercantum dalam laporan keuangan yang telah di audit. Pada penelitian yang dilakukan oleh Nurahman Apriyana . menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap audit delay karena semakin besar ukuran perusahaan maka perusahaan tersebut memiliki sistem pengendalian internal yang baik sehingga dapat mengurangi tingkat kesalahan laporan keuangan dan juga dapat memudahkan auditor dalam melakukan audit atas laporan keuangan. Sedangkan, pada penelitian Dea Annisa . menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh negatif terhadap audit delay karena sampel perusahaan yang diteliti dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia diawasi oleh investor, pengawas permodalan dan pemerintah sehingga perusahaan dengan aset besar, sedang maupun kecil mempunyai kemungkinan yang sama dalam menghadapi tekanan atas penyampaian laporan keuangan. Reputasi Kantor Akuntan Publik (KAP) merupakan sebuah nama baik atas kepercayaan yang diberikan kepada KAP dari pemakai jasa auditor dalam mengaudit laporan keuangan. Pada penelitian yang dilakukan oleh Ni Made & Made Gede . menyatakan bahwa reputasi KAP berpengaruh negatif pada audit delay karena KAP dengan reputasi yang baik dinilai akan lebih efisien dalam melakukan proses audit dan akan menghasilkan informasi yang sesuai dengan kewajaran dari laporan keuangan perusahaan. Selain itu juga pada penelitian yang dilakukan oleh Candara, dkk. menyatakan bahwa reputasi KAP mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap audit delay karena pada penelitian tersebut terdapat dua indikator diantara tiga indikator yang memiliki perngaruh secara signifikan terhadap audit delay. Solvabilitas . everage rati. merupakan kemampuan suatu perusahaan untuk membayar semua kewajiban atau hutang-hutangnya baik jangka pendek maupun jangka Panjang. Pada penelitian yang dilakukan oleh Karina Harjanto . menyatakan bahwa solvabilitas mempunyai pengaruh terhadap audit delay karena total utang yang lebih besar dari total ekuitas akan mengindikasikan kegagalan perusahaan karena ada kemungkinan perusahaan tidak mampu membayar hutangnya, sehingga auditor akan meningkatkan perhatian bahwa kemungkinan laporan keuangan kurang dapat dipercaya. Selain itu juga pada penelitian yang dilakukan oleh Nurahman Apriyana . menyatakan bahwa solvabilitas berpengaruh terhadap audit delay karena besar kecilnya hutang yang dimiliki perusahaan akan menyebabkan pemeriksaan dan pelaporan terhadap hutang perusahaan akan semakin lama sehingga dapat memperlambat proses pelaporan audit oleh auditor. Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti termotivasi untuk melakukan penelitian ini, karena masih ada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang mengalami audit delay bahkan hingga dilakukannya suspensi hingga delisting terhadap perusahaan- perusahaan yang terlambat menyampaikan laporan keuangannya. Selain itu juga, dapat kita lihat dari peneliti terdahulu banyak yang menyimpulkan bahwa ukuran perusahaan, reputasi KAP dan solvabilitas dapat mempengaruhi audit delay. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, reputasi KAP dan solvabilitas terhadap audit delay pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa efek Indonesia Tahun 2018-2020. TINJAUAN LITERATUR Teori Kepatuhan (Compliance Theor. Kepatuhan berarti sifat patuh, taat, tunduk pada ajaran atau peraturan. Dalam kepatuhan yang dinilai adalah ketaatan semua aktivitas sesuai dengan kebijakan, aturan, ketentuan dan undang-undang yang berlaku. Selain itu, kepatuhan menentuakan apakah pihak yang diaudit telah mengikuti prosedur, standar, dan aturan tertentu yang ditetapkan oleh pihak yang Hal ini bertujuan untuk menentukan apakah yang diperiksa sesuai dengan kondisi, peraturan, dan undang-undang tertentu. Terdapat dua perspektif dasar kepatuhan pada hukum. Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing E-ISSN: 2746-9956. Volume 9. Edisi 2 (Juli 2. , 31 Ae 45 yaitu instrumental dan normatif. Perspektif instrumental berarti individu dengan kepentingan pribadi dan tanggapan terhadap perubahan yang berhubungan dengan perilaku. Perspektif normatif berhubungan dengan moral dan berlawanan dengan kepentingan pribadi. Teori kepatuhan dapat mendorong seseorang untuk mematuhi peraturan yang berlaku. Perusahaan publik mempunyai kewajiban menyampaikan laporan keuangan tepat waktu. Laporan tahunan Emiten atau Perusahaan Publik merupakan sumber informasi penting tentang kinerja dan prospek perusahaan bagi pemegang saham dan masyarakat sebagai salah satu dasar pertimbangan dalam pengembilan keputusan investasi. Berdasarkan surat keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor 346/BL/2011. Emiten atau Perusahaan Publik yang pernyataan pendaftarannya telah menjadi efektif wajib menyampaikan laporan tahunan kepada Bapepam dan LK paling lama 3 . bulan setelah tahun buku berakhir. Teori Keagenan (Agency Theor. Agency Theory menjelaskan hubungan antara agen . ihak manajemen suatu perusahaa. dengan peincipal . Agen diberi wewenang oleh pemilik untuk melakukan operasional perusahaan, sehingga agen mempunyai lebih banyak informasi dibanding dengan pemilik. Kondisi tersebut akhirnya menyebabkan terjadinya ketimpangan informasi. Ketimpangan informasi ini biasa disebut asymetri system. Baik pemilik maupun agen mempunyai rasionalisasi ekonomi dan semata-mata mementingkan kepentingan sendiri, agen mungkin takut mengungkapkan informasi yang tidak diharapkan oleh pemilik, sehingga terdapat kecenderungan untuk memanipulasi laporan keuangan tersebut. Berdasarkan asumsi tersebut, dibutuhkan pihak ketiga yang independen, dalam hal ini akuntan publik. Tugas akuntan publik . dalam hal ini memberikan jasa untuk menilai laporan keuangan yang dibuat oleh agen dengan hasil akhir opini audit. Audit Delay Audit delay adalah lamanya hari yang dibutuhkan auditor untuk menyelesaikan pekerjaan auditnya yang diukur dari tanggal penutupan tahun buku hingga terbitnya laporan keuangan Semakin lama rentang waktu audit delay maka akan semakin lama penyelesaian audit laporan keuangannya dan akan berakibat pada keterlambatan publikasi laporan keuangan yang dapat mengidentifikasikan adanya masalah dalam laporan keuangan tersebut (Dhita Alfiani dan Putri Nurmala, 2. Keterlambatan informasi akan menimbulkan reaksi negatif dari pelaku pasar modal, karena laporan keuangan yang telah diaudit memuat informasi Adanya keterlambatan penyampaian informasi akan menyebabkan kepercayaan investor menurun sehingga mempengaruhi harga jual saham (M Rizal Saragih, 2. Dampak yang dihasilkan dari ketepatan waktu penyajian laporan keuangan akan memberikan andil bagi kinerja yang efisien dari pasar saham yaitu sebagai evaluasi dan pricing terutama bagi investor perusahaan dalam mengambil keputusan. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Herni Kurniawati, dkk. menyatakan bahwa informasi yang disajikan tepat waktu dianggap dapat memberikan suatu gambaran bahwa kondisi perusahaan tersebut dalam keadaan yang cukup sehat baik dalam pengelolaan keuangan, pengendalian internal dan rutinitas kegiatan operasionalnya. Karena, ketepatan waktu merupakan salah satu karakteristik laporan keuangan relevan. Hubungan Ukuran Perusahaan dan Audit Delay Ukuran perusahaan menggambarkan besar kecilnya suatu perusahaan yang dapat dinyatakan dengan total aset ataupun total penjualan bersih (Nurahman Apriyana, 2. Semakin besar total aset maupun penjualan maka semakin besar pula ukuran suatu perusahaan (Hery . Perusahaan yang memiliki skala besar maka sistem pengendalian internal yang dimiliki akan semakin baik sehingga akan ada kemungkinan dapat meningkatkan proses audit yang lebih cepat oleh auditor. Perusahaan yang berskala besar lebih memiliki tekanan tinggi dan dimonitor secara ketat oleh pihak eksternal untuk Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing E-ISSN: 2746-9956. Volume 9. Edisi 2 (Juli 2. , 31 Ae 45 menyelesaikan laporan auditnya secara tepat waktu, sehingga kemungkinan perusahaan terlambat dalam menyampaikan laporan keuangan auditannya akan semakin kecil. Hal ini juga dibuktikan dengan beberapa penelitian tertahulu yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan dapat mempengaruhi audit delay. Pada penelitian yang dilakukan oleh Nurahmah Apriyana . menyatakan bahwa pengaruh ukuran perusahaan terhadap audit delay adalah signifikan. Hal ini dikarenakan semakin besar perusahaan maka perusahaan tersebut memiliki sistem pengendalian internal yang baik sehingga dapat mengurangi tingkat kesalahan laporan keuangan, kemudian memudahkan auditor dalam melakukan pengauditan atas laporan keuangan, sehingga semakin besar ukuran perusahaan, maka audit delaynya akan semakin pendek. Begitupun dengan penelitian yang dilakukan oleh Dhita Alfiani dan Putri Nurmala . yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap audit delay sehingga semakin besar ukuran perusahaan maka audit delay akan semakin kecil. Hal ini disebabkan karena perusahaan yang lebih besar memiliki pengendalian internal yang lebih baik. Perusahaan yang lebih besar memiliki tekanan eksternal yang lebih tinggi untuk menyelesaikan laporan auditnya secara tepat waktu karena dimonitor secara ketat oleh para investor, pemerintah, dan badan pengawas permodalan. H1 : Ukuran Perusahaan memiliki pengaruh secara parsial terhadap audit delay pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI Tahun 2018-2020. Hubungan Reputasi KAP dan Audit Delay Dalam penelitian Ni Made Adhika Verawati dan Made Gede Wirakusuma . menyatakan bahwa laporan keuangan atau informasi akan kinerja keuangan harus disajikan dengan akurat dan terpercaya. Laporan keuangan yang akurat dan terpercaya harus memiliki tingkat kredibilitas yang baik. Kredibilitas dari laporan keuangan dapat ditingkatkan dengan menggunakan jasa auditor dari Kantor Akuntan Publik (KAP) dengan reputasi yang baik. KAP yang memiliki reputasi baik cenderung akan lebih cepat menyelesaikan tugas audit yang mereka terima untuk menjaga nama baik dan reputasi yang dimiliki, karena ada kemungkinan mereka akan dinilai kurang kompeten ketika proses audit yang mereka lakukan tidak sesuai Menurut Amiril, dkk . salah satu aset strategis dan abadi yang paling penting dari perusahaan manapun adalah reputasi yang baik, karena reputasi yang baik berdampak positif terhadap kinerja perusahaan. Dengan demikian Kantor Akuntan Publik yang memiliki reputasi baik di mata masyarakat ataupun pengguna jasa secara langsung memberikan tanggung jawab yang lebih lagi terhadap auditor untuk mempertahankan reputasi tersebut sehingga dapat meningkatkan kualitas kinerja auditor dalam menjalankan tugasnya, sehingga kemungkinan auditor terlambat menyelesaikan tugas dalam mengaudit laporan keuangan akan semakin kecil. Hal ini juga dibuktikan dengan beberapa penelitian tertahulu yang menyatakan bahwa reputasi KAP dapat mempengaruhi audit delay. Pada penelitian yang dilakukan oleh Dhita Alfiani dan Putri Nurmala . dan Indah Permatasari dkk . menyatakan bahwa reputasi Kantor Akuntan Publik berpengaruh positif terhadap audit delay. KAP dengan reputasi baik berasal dari kantor akuntan publik big four ini menyebabkan KAP memberikan dampak cepatnya waktu penyampaian laporan dan cenderung memiliki kinerja yang baik sehingga dapat menyelesaikan laporan audit dengan cepat dan tepat waktu guna menjaga reputasi KAP. H2 : Reputasi KAP memiliki pengaruh secara parsial terhadap audit delay pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI Tahun 2018-2020. Hubungan Solvabilitas dan Audit Delay Solvabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya berapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya. Dalam arti luas dikatakan bahwa rasio solvabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya. Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing E-ISSN: 2746-9956. Volume 9. Edisi 2 (Juli 2. , 31 Ae 45 baik jangka panjang maupun jangka pendek (Kasmir, 2019:. Utang merupakan kewajiban yang harus dibayarkan demi keberlangsungan hidup perusahaan. Ketika tingkat hutang lebih tinggi daripada ekuitas yang dimiliki perusahaan akan muncul kemungkinan perusahaan tidak bisa membayar kewajibannya. Hal ini dapat menyebabkan tingkat resiko keuangan tinggi dan dapat mengindikasikan perusahaan mengalami kesulitan keuangan. Kondisi ini akan menjadi berita buruk di mata pemangku kepentingan dan juga masyarakat, begitupun dengan auditor yang mengaudit laporan keuangan perusahaan. Dengan demikian selain dari pihak auditor ada kemungkinan manajemen perusahaan cenderung menunda pelaporan laporan keuangan sehingga mempengaruhi audit delay. Hasil penelitian Nurul Nur Apriyani . dan Nurahman Apriyana . menyatakan bahwa solvabilitas mempunyai pengruh positif dan signifikan terhadap audit delay. Tingginya rasio utang yang dimiliki perusahaan membuat auditor semakin lama dalam menyelesaikan pekerjaan auditnya. Hal ini disebabkan karena audior dalam melakukan uji pengendalian substantif lebih lama karena auditor cenderung meningkatkan kehati-hatian karena menyangkut kelangsungan hidup perusahaan. Tingginya utang yang dimiliki perusahaan dapat membuat investor berfikir dua kali untuk menanamkan modalnya. H3 : Solvabilitas memiliki pengaruh secara parsial terhadap audit delay pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI Tahun 2018-2020. Berdasarkan kerangka pemikiran dan hipotesis tersebut, maka dapat disusun paradigma penelitian sebagai berikut : Gambar 1. Paradigma Penelitian METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Pendekatan deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan kondisi ukuran perusahaan . KAP, solvabilitas dan audit Sedangkan pendekatan verifikatif untuk menguji faktor yang mempengaruhi audit delay yaitu ukuran perusahaan, reputasi KAP, solvabilitas. Variabel penelitian terdiri dari variabel independen yaitu ukuran perusahaan, reputasi KAP, solvabilitas dan variabel dependen adalah audit delay. Operasionalisasi variabel disajikan dalam tabel berikut. Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing E-ISSN: 2746-9956. Volume 9. Edisi 2 (Juli 2. , 31 Ae 45 Tabel 2. Operasional Variabel Penelitian Variabel Definisi Variabel Penelitian Ukuran perusahaan merupakan besar kecilnya perusahaan menggunakan total aset yang Ukuran dimiliki perusahaan atau total Perusahaan (X. keuangan yang telah diaudit (Nurahman Apriyana, 2. Reputasi KAP (X. Reputasi KAP kepercayaan yang diberikan kepada KAP dari pemakai jasa laporan keuangan (Herni, dkk. Indikator Skala Firm Size = Log Natural Total Asset (M. Rizal Saragih, 2. Rasio Kode 1 diberikan untuk perusahaan yang menggunakan jasa audit KAP big four, sedangkan kode 0 diberikan untuk perusahaan yang menggunakan jasa audit KAP non big four (Herni, dkk. Nominal Solvabilitas merupakan rasio Solvabilitas mengukur sejauh mana aktiva Rasio (X. perusahaan dibiayai dengan (Kasmir, 2. (Kasmir, 2. Audit delay adalah lamanya hari yang dibutuhkan auditor untuk menyelesaikan pekerjaan auditnya yang diukur dari Tanggal Laporan Keuangan tanggal penutupan tahun buku Auditan Ae Tanggal Laporan Audit Delay Keuangan Tahunan Rasio (Y) keuangan audit yang dimana Perusahaan semakin lama rentang waktu (Ni Made, dkk. audit delay maka akan semakin laporan keuangannya (Dhita, dkk. Sumber : Data diolah, 2021 Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2018-2020 yang berjumlah 196. Metode penentuan sampel menggunakan purposive dengan kriteria dan perhitungan sampel sebagai berikut: Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing E-ISSN: 2746-9956. Volume 9. Edisi 2 (Juli 2. , 31 Ae 45 Tabel 3. Kriteria Pemilihan Sampel KRITERIA JUMLAH Jumlah Perusahaan manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2018Ae2020 Perusahaan yang tidak menyampaikan laporan tahunan ditahun 20182020 secara berturut-turut. Perusahaan yang tidak menyampaikan laporan keuangan audit ditahun 2018-2020 secara berturut-turut. Perusahaan yang tidak terdaftar di tahun 2018-2020 secara berturut-turut. Perusahaan yang mengalami laba bersih negatif di tahun 2018-2020. Perusahaan yang tidak menerbitkan laporan keuangan dalam satuan mata uang rupiah. Perusahaan yang tidak memiliki data lengkap terkait variable yang diteliti . oleh peneliti. Jumlah Sampel Tahun Pengamatan Jumlah Pengamatan Sumber : Data diolah, 2021 Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi yaitu dengan memperoleh laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2018-2020. Data yang diperoleh dari w. id dan website resmi perusahaan yang dikaji. Analisis data menggunakan regresi data panel dengan persamaan regresi sebagai berikut : AD = 0 2D2019 3D2020 1UP 2RKAP 3SV e Keterangan : : Audit Delay 1- 3 : Slope atau Koefisien Regresi D2019-D2020 : Dummy Variable digunakan untuk periode tahun perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sedangkan sisanya, yaitu periode tahun perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) (D2. dipakai sebagai periode tahun pembanding (Perusahaan yang mempunyai standar deviasi terkeci. : Ukuran Perusahaan RKAP : Reputasi KAP : Solvabilitas : Standar Error TEMUAN DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Statistik Deskriptif. Tabel 4. Hasil Uji Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation Ukuran Perusahaan Reputasi KAP Solvabilitas Audit Delay Valid N . Sumber : Data diolah, 2021 Output SPSS 25 Deskripsi perkembangan variabel penelitian dapat diungkapkan sebagai beikut : Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing E-ISSN: 2746-9956. Volume 9. Edisi 2 (Juli 2. , 31 Ae 45 Perkembangan Ukuran Perusahaan pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa e fek Indonesia (BEI) tahun 2018-2020 cukup baik, hal ini dapat dilihat dari total aset yang dimiliki perusahaan cukup stabil disetiap tahunnya, walaupun di tahun 2019 hingga 2020 mengalami penurunan tetapi tidak signifikan yaitu hanya menurun sebesar 0,01. Perkembangan Reputasi KAP pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2018-2020 cukup baik, hal ini dapat dilihat dari perusahaan yang menggunakan jasa audit big four yang meningkat di tahun 2020 walaupun hanya satu perusahaan tetapi tetap tidak mengalami penurunan. Perkembangan Solvabilitas perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2018-2020 menunjukan angka yang kurang baik, karena disetiap tahunnya tingkat solvabilitas dengan perhitungan debt ratio semakin besar dan berpengaruh kurang baik bagi perusahaan. Perkembangan Audit Delay perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2018-2020 menunjukan angka yang kurang baik, karena disetiap tahunnya tingkat Audit Delay semakin besar dan berpengaruh kurang baik bagi Hasil Uji Asumsi Klasik Sebelum dilakukan analisis regresi dilakukan uji asumsi klasik dengan hasil sebagai berikut: Hasil uji statistik pada Kolmogorov- smirnov Test menunjukan bahwa Asymp. Sig. senilai 0,57 yang artinya lebih besar dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa data yang digunakan dalam penkelitian ini berdistribusi normal. Uji Uji kolinearitas menghasilkan nilai tolerance untuk variabel ukuran perusahaan0,815. variabel reputasi KAP 0,670 dan variabel solvabilitas 0,717. Sedangkan nilai Variance Inflation Factor (VIF) masing-masing 1,226. 1,493. 1,394. Hal ini menujukan semua variabel memliki nilai tolerance lebih besar dari 0,10 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) lebih kecil dari 10, maka dapat disimpukan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini tidak terjadi multikolinearitas antara variabel independen. Hasil uji heteroskedastisitas menunjukan titik-titik menyebar secara baik di atas maupun dibawah angka 0 . pada sumbu Y dan tidak membentuk pola tertentu atau tidak teratur, maka dapat disimpulkan data pada penelitian ini tidak terjadi heteroskedastisitas. Hasil uji autokorelasi bernilai Durbin Watson (DW) 1,079 dengan jumlah data . = 66 dan jumlah variabel independen . = 3 serta = 5% diperoleh angka dU = 1,6974. Dapat dilihat bahwa nilai 4-DW lebih besar dari angka dU atau . - DW) > dU yaitu 3,8921 > 1,6974. Maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini tidak terdapat autokorelasi. Artinya variabel independen dalam penelitian ini tidak terganggu atau terpengaruh oleh variabel pengganggu. Hasil Analisis Data Analisis data menggunakan regresi, uji hipotesis dan koefesien korelasi disajikan pada tabel Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing E-ISSN: 2746-9956. Volume 9. Edisi 2 (Juli 2. , 31 Ae 45 Tabel 5. Hasil Olah Data Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Sig. Std. Error (Constan. X1_UkuranPerusahaan - 3. X2_ReputasiKAP X3_Solvabilitas DumD2019 DumD2020 R square 0,633 F hitung Dependent Variable: Y_AuditDelay Sumber : Data diolah, 2021 Ouput SPSS 25 Regresi Data panel Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa dummy variable dugunakan untuk periode tahun 2019 dan 2020 berdasarkan time series pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Busa Efek Indonesia (BEI) sedangkan periode tahun 2018 digunakan sebagai variabel pembanding karena periode tahun 2018 memiliki standar deviasi nya paling kecil. Dalam penelitian ini yang dibuat dummy variable adalah periode tahun 2018-2020 perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Busa Efek Indonesia (BEI). Contohnya dummy untuk periode tahun 2019 diberi nilai dummy 1 dan periode tahun lainnya diberi nilai dummy Dengan demikian berdasarkan hasil uji diatas maka persamaan regresi data panel sebagai berikut : Constant AD = 148,518 Ae 8,055UP 6,258RAKP 222,242SV AD = 14,837 Ae 8,055UP 6,258RAKP 222,242SV AD = 4,534 Ae 8,055UP 6,258RAKP 222,242SV Berdasarkan hasil persamaan regresi data panel diatas, maka dapat diinterpretasikan sebagai berikut : Nilai konstanta sebesar 148,518 dan bertanda positif, artinya jika variabel Ukuran Perusahaan. Reputasi KAP. Solvabilitas dan Audit Delay bernilai 0 . dan tidak mengalami perubahan, maka nilai Audit Delay akan bernilai sebesar 148,518. Nilai koefisien data panel DumD2018 (Periode tahun 2. sebesar 148,518 dan bertanda positif, karena periode tahun 2018 merupakan intersep atau pembanding yang memiliki standar deviasi paling kecil yang mana variabel Ukuran Perusahaan. Reputasi KAP. Solvabilitas dan Audit Delay bernilai 0 . dan tidak mengalami perubahan, maka nilai Audit Delay periode tahun 2018 akan bernilai sebesar 148,518. Nilai koefisien data panel DumD2019 (Periode tahun 2. sebesar 14,837 dan bertanda positif, menunjukan bahwa variabel Ukuran Perusahaan. Reputasi KAP. Solvabilitas dan Audit Delay meningkat 1 satuan nilai Audit Delay akan meningkat sebesar 14,837 dengan asumsi bahwa variabel bebas lain dari model regresi adalah tetap. Nilai koefisien data panel DumD2020 (Periode tahun 2. sebesar 4,534 dan bertanda positif, menunjukan bahwa variabel Ukuran Perusahaan. Reputasi KAP. Solvabilitas dan Audit Delay meningkat 1 satuan nilai Audit Delay akan meningkat sebesar 4,534 dengan asumsi bahwa variabel bebas lain dari model regresi adalah tetap. Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing E-ISSN: 2746-9956. Volume 9. Edisi 2 (Juli 2. , 31 Ae 45 Uji Hipotesis Berdasarkan tabel 5 dapat kita lihat bahwa nilai Fhitung 20,703 dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Dengan demikian nilai F hitung . > Ftabel . dan nilai signifikansi . ,000 < 0,. yang menunjukan bahwa variabel Ukuran Perusahaan. Reputasi KAP dan Solvabilitas sebagai variabel independen secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Audit Delay pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2018-2020. Audit Delay dipengaruhi oleh Ukuran Perusahaan. Reputasi KAP dan Solvabilitas sebesar 60,2% sedangkan sisanya 39,8% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Faktor tersebut dapat berupa tenur audit, opini audit dan sebagainya (Puryati, 2. Hasil uji hipotesis secara parsial variabel ukuran perusahaan menunjukan nilai thitung -3. dan nilai signifikansi sebesar 0,001. Dengan demikian, karena thitung (-3. > ttabel (-1,. dan nilai signifikansi . ,001 < 0,. , maka H01 ditolak dan Ha1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Ukuran perusahaan secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap Audit Delay pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2018-2020. Seperti kita ketahui dari penelitian sebelumnya, hal tersebut dapat terjadi karena semakin besar ukuran perusahaan maka perusahaan tersebut memiliki sistem pengendalian internal yang baik sehingga dapat mengurangi tingkat kesalahan laporan keuangan, sehingga semakin besar ukuran perusahaan, maka audit delaynya akan semakin pendek (Apriyana, 2. Selain itu juga, perusahaan yang lebih besar memiliki tekanan eksternal yang lebih tinggi untuk menyelesaikan laporan auditnya secara tepat waktu karena dimonitor secara ketat oleh para investor, pemerintah, dan badan pengawas permodalan (Dhita dan Putri,2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nurahman priyana . yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit delay. Untuk Reputasi KAP hasil uji hipotesis menunjukan bahwa nilai t hitung 0,108 dan nilai signifikansi sebesar 0,183. Dengan demikian, karena thitung . < ttabel . dan nilai signifikansi . ,183 > 0,. , maka H02 diterima dan Ha2 ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Reputasi KAP secara parsial berpengaruh tidak signifikan terhadap Audit Delay pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2018-2020. Hal tersebut dapat terjadi karena proses pelaksanaan audit laporan keuangan tidak dipengaruhi oleh reputasi KAP dengan menggunakan jasa audit big four. Walaupun seperti kita ketahui dari penelitian sebelumnya bahwa KAP dengan reputasi baik berasal dari kantor akuntan publik big four ini menyebabkan KAP memberikan dampak cepatnya waktu penyampaian laporan dan cenderung memiliki kinerja yang baik sehingga dapat menyelesaikan laporan audit dengan cepat dan tepat waktu guna menjaga reputasi KAP (Indah, dkk. , 2. Walaupun kinerja auditor sudah maksimal, masih ada kemungkinan auditor tetap terlambat menyampaikan laporan keuangan dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, seperti solvabilitas yang dimana ketika perusahaan yang memiliki proporsi total utang yang tinggi dibandingkan dengan total aset akan meningkatkan kecenderungan kerugian. Hal ini akan membuat auditor berhati-hati terhadap laporan keuangan yang akan diaudit demi kelangsungan hidup perusahaan (Apriyana, 2. Dengan demikian selain dari pihak auditor ada kemungkinan manajemen perusahaan cenderung menunda pelaporan laporan keuangan sehingga mempengaruhi audit delay. Hal ini dapat dibuktikan oleh perusahaan-perusahaan yang menggunakan jasa audit big four tetapi masih mengalami Audit Delay. Sedangkan, terdapat pula perusahaan yang tidak mengalami Audit Delay tetapi menggunakan jasa audit non big four. Hasil uji hipotesis variabel solvabilitas memiliki nilai t hitung 8,494 dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Dengan demikian, karena thitung . > ttabel . dan nilai signifikansi . ,000 < Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing E-ISSN: 2746-9956. Volume 9. Edisi 2 (Juli 2. , 31 Ae 45 0,. , maka H03 ditolak dan Ha3 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Solvabilitas secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap Audit Delay pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2018-2020. Hal ini dapat terjadi karena, tingginya rasio utang yang dimiliki perusahaan membuat auditor semakin lama dalam menyelesaikan pekerjaan auditnya. Hal ini disebabkan karena audior dalam melakukan uji pengendalian substantif lebih lama karena auditor cenderung meningkatkan kehati-hatian karena menyangkut kelangsungan hidup perusahaan (Apriyani, 2. Selain itu juga Nurahman Apriyana . menyatakan bahwa ketika perusahaan yang memiliki proporsi total utang yang tinggi dibandingkan dengan total aset akan meningkatkan kecenderungan kerugian. Hal ini akan membuat auditor berhati-hati terhadap laporan keuangan yang akan diaudit demi kelangsungan hidup perusahaan. Ketika tingkat hutang lebih tinggi daripada ekuitas yang dimiliki perusahaan akan muncul kemungkinan perusahaan tidak bisa membayar kewajibannya. Hal ini dapat menyebabkan tingkat resiko keuangan tinggi dan dapat mengindikasikan perusahaan mengalami kesulitan keuangan. Kondisi ini akan menjadi berita buruk di mata pemangku kepentingan dan juga masyarakat, begitupun dengan auditor yang mengaudit laporan keuangan perusahaan. Dengan demikian selain dari pihak auditor ada kemungkinan manajemen perusahaan cenderung menunda pelaporan laporan keuangan sehingga mempengaruhi audit delay. Karena, salah satu tanggung jawab seorang manajer yaitu meningkatkan nilai perusahaan atau dengan kata lain meningkatkan kesejahteraan para pemegang saham perusahaan (M. Fuad, dkk. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Herni Kurniawati. Andriani Setiawan dan Septian Bayu Kristianto . yang menyatakan bahwa solvabilitas secara parsial berpengaruh signifikan dan positif terhadap audit delay. KESIMPULAN. IMPLIKASI DAN SARAN Audit delay pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Buera Efek Indonesia periode tahun 2018-2020 dipengaruhi oleh Ukuran Perusahaan. Reputasi KAP dan Solvabilitas. Audit Delay dipengaruhi oleh Ukuran Perusahaan. Reputasi KAP dan Solvabilitas sebesar 65,5 % sedangkan sisanya 34,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Secara parsial Ukuran Perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap Audit Delay, artinya, semakin besar ukuran perusahaan akan mengurangi tingkat audit delay. Reputasi KAP secara parsial berpengaruh tidak signifikan terhadap Audit Delay dan solvabilitas secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap Audit Delay. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan untuk mengelola asset dan hutang dengan lebih baik agar bisa meminimalisir kemungkinan terjadinya keterlambatan menyampaikan laporan keuangan atau audit delay antara lain dengan meningkatkan good corporate governance. Dengan GCG yang baik maka tata kelola perusahaan akan lebih baik sehingga dapat value perusahaan akan meningkat termasuk didalamnya mempublikasikan laporan keuangan audited tepat waktu. Penelitian ini hanya meneliti perusahaan manufaktur dengan mengambil data yang dipublikasikan dalam kurun waktu tiga tahun, sehingga informasi ini sepenuhnya belum mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Oleh karena itu, disarankan untuk penelitian selanjutnya dapat menggunakan perusahaan sektor/objek penelitian lain atau menambahkan jumlah sampel dan tahun penelitian sehingga hasil penelitian dapat lebih berkembang. Juga menambah variabel yang dipredisksi mempengaruhi audit delay misalnya profitabilitas, komite audit, segmen operasi, opini audit dan audit tenur. Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing E-ISSN: 2746-9956. Volume 9. Edisi 2 (Juli 2. , 31 Ae 45 REFERENSI