Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Peningkatan Literasi Keuangan Islami Bagi Generasi Z Sebagai Upaya Mewujudkan Keluarga Islami Yang Berdaya Dan Berkelanjutan di Klinik Nikah Medan Isnan Nisa Nasution Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah. Medan. Indonesia nasution@gmail. ABSTRAK Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia yang memiliki potensi besar dalam pengembangan keuangan Islam, dikarenakan Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Namun, mayoritas penduduk muslim berbanding terbalik dengan rendahnya tingkat literasi keuangan Islami menjadi tantangan serius, terutama di kalangan Generasi Z yang sedang menuju usia Minimnya pemahaman dan pengetahuan mengenai manajemen ekonomi keluarga berbasis Islam seringkali menjadi salah satu faktor penyebab konflik bahkan perceraian dalam pernikahan muda. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan Islami bagi Generasi Z sebagai upaya membentuk keluarga yang berdaya dan berkelanjutan sesuai tuntunan Islam. Kegiatan ini dilaksanakan di Klinik Nikah Medan (KLIK) dengan pendekatan edukatif-partisipatif melalui seminar, studi kasus, simulasi perencanaan keuangan Islami, serta pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan dari 90 peserta yang terlibat, peningkatan skor mengenai literasi peserta dari rata-rata 52,6 . re-tes. meningkat menjadi 83,4 . ost-tes. Selain itu, peserta menunjukkan kemampuan dalam menyusun rencana keuangan keluarga Islami dan kemudian merespons kegiatan dengan tingkat kepuasan di atas 85%. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi literasi keuangan Islami sangat efektif untuk mempersiapkan Generasi Muslim dalam membangun keluarga Islam yang harmonis dan tangguh secara Kata kunci: Literasi Keuangan Islami. Generasi Z. Manajemen Keuangan Keluarga Islami ABSTRACT Indonesia is a country with the largest Muslim population in the world that has great potential in the development of Islamic finance, because the majority of the population in Indonesia is Muslim. However, the majority of the Muslim population is inversely proportional to the low level of Islamic financial literacy, which is a serious challenge, especially among Generation Z who are approaching marriage age. The lack of understanding and knowledge about Islamic-based family economic management is often a factor causing conflict and even divorce in young marriages. This Community Service (PKM) activity aims to improve Islamic financial literacy for Generation Z as an effort to form an empowered and sustainable family according to Islamic guidance. This activity was carried out at the Medan Marriage Clinic (KLIK) with an educational-participatory approach through seminars, case studies. Islamic financial planning simulations, and pre-tests and post-tests. The results of the activity showed that out of 90 participants involved, the increase in the score regarding participant literacy from an average of 52. re-tes. increased 4 . ost-tes. In addition, participants demonstrated the ability to prepare an Islamic family financial plan and then responded to the activity with a satisfaction level above 85%. This activity shows that Islamic financial literacy education is very effective in preparing Muslims Generation in building harmonious and economically resilient Islamic families. Keywords: Islamic Financial Literacy. Z Generation. Islamic Family Financial Management Submit: Mei 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, dengan lebih dari 87% penduduknya beragama Islam (Otoritas Jasa Keuangan [OJK], 2. Potensi ini memberikan peluang besar bagi pengembangan ekonomi dan keuangan berbasis syariah. Namun, tingkat literasi keuangan Islami di kalangan masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada tingkat inklusi keuangan syariah tetap rendah, yaitu 12,88% (OJK, 2. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap konsep keuangan syariah belum sepenuhnya diiringi dengan praktik nyata dalam kehidupan ekonomi sehari-hari. Rendahnya literasi keuangan Islami berdampak luas, tidak hanya pada aspek ekonomi makro, tetapi juga pada ketahanan ekonomi keluarga. Salah satu fenomena sosial yang patut menjadi perhatian adalah tingginya angka perceraian, khususnya pada pasangan Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Agama RI, faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab utama perceraian, termasuk pada pasangan yang menikah di usia muda (BPS, 2024. Kementerian Agama Republik Indonesia [Kemenag RI]. Minimnya pemahaman tentang manajemen keuangan keluarga, terlebih yang sesuai dengan prinsip Islam, menyebabkan banyak pasangan tidak mampu merencanakan, mengelola, dan menghadapi tantangan finansial rumah tangga secara sehat dan adil. Dalam Islam, keuangan keluarga tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas ekonomi semata, tetapi juga sebagai bentuk ibadah dan tanggung Vol. 9 No. Mei 2025 jawab moral terhadap kesejahteraan keluarga (Sukirno, 2. Konsep seperti qana'ah, syukur, tanggung jawab nafkah, penghindaran riba, perencanaan zakat dan sedekah, serta investasi halal merupakan bagian integral Islami. Sayangnya, nilai-nilai ini belum banyak dipahami oleh pasangan muda, terutama yang baru membina rumah tangga tanpa bekal edukasi ekonomi syariah yang memadai (Ahmad, 2. Dalam konteks ini. Generasi Z Ai yaitu generasi yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010an Ai menjadi kelompok strategis yang perlu mendapatkan perhatian. Saat ini. Generasi Z tengah memasuki atau akan segera memasuki usia pernikahan. Mereka hidup dalam era digital dan globalisasi ekonomi, namun masih banyak yang belum memiliki kesiapan dalam mengelola keuangan keluarga secara Islami (Mastur & Abdullah. Oleh karena itu, edukasi literasi keuangan islam menjadi kebutuhan mendesak agar mereka memiliki kesiapan ilmu, sikap, dan keterampilan yang memadai dalam membangun keluarga yang kokoh secara spiritual dan Pembekalan ini tidak hanya akan membantu mengurangi risiko konflik ekonomi dalam rumah tangga, tetapi juga mendorong terwujudnya keluarga Muslim yang mandiri, harmonis, dan berkelanjutan. Berdasarkan urgensi tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dirancang untuk memberikan edukasi dan pendampingan literasi keuangan Islami kepada calon pengantin muda, khususnya dari kalangan Generasi Melalui pendekatan edukatif dan aplikatif, diharapkan para peserta tidak prinsip-prinsip ekonomi Islam, tetapi juga mampu Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) perencanaan dan pengelolaan keuangan rumah tangga sejak awal pernikahan. Dengan demikian, literasi keuangan Islami berperan sebagai fondasi penting dalam membentuk keluarga Islami yang berdaya, tangguh, dan berorientasi jangka panjang. METODE PELAKSANAAN Rancangan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif partisipatif, di mana peserta tidak hanya menjadi penerima materi tetapi juga terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Metode ini dipilih untuk mendorong keterlibatan, refleksi, dan pemahaman mendalam peserta terhadap konsep literasi keuangan Islami serta aplikasinya dalam konteks pernikahan dan pengelolaan ekonomi keluarga. Sasaran kegiatan ini adalah Generasi Z yang berada dalam rentang usia 18Ae27 tahun, khususnya mereka yang: Beragama Islam, laki-laki dan perempuan yang masih lajang, sudah menikah ataupun janda-duda. Berada dalam tahap perencanaan kehidupan berkeluarga. Menjadi peserta program edukasi pranikah di Klinik Nikah Medan (KLIK) Chapter 18. Lokasi kegiatan ini dilaksanakan di Klinik Nikah Medan (KLIK) yang beralamat di SD Swasta NAMIRA. JL. Setia Budi Pasar I No. Tanjung Sari. Kec. Medan Selayang. Kota Medan. Sumatera Utara Waktu Pelaksanaan yaitu pada hari Minggu, 5 Mei 2025 dengan durasi kegiatan selama A4 Materi menggunakan metode ceramah, diskusi, studi kasus, dan simulasi anggaran rumah tangga. Adapun pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahap, yaitu. Persiapan Dalam tahapan awal penulis melakukan perizinan dan surat menyurat kepihak Vol. 9 No. Mei 2025 Pengurus Klinik Nikah Medan dan kemudian penulis menyusun instrument yang dibutuhkan berupa silabus, materi berupa slide ppt, worksheet, anghket kepuasan materi, serta pre-test dan posttest untuk tahap evaluasi. Silabus kegiatan yang dipersiapkan Tabel 1. Silabus Kegiatan PKM Tahapan Kegiatan Penjelasan Tim PKM -Registrasi Peserta. Registrasi dan -Pembukaan serta Pembukaan kegiatan, dan Pre-Pre-Test Test mengenai pemahaman awal Pelaksanaan Kegiatan -Sosialisasi Materi, dilaksanakan -Diskusi, secara luring - Simulasi. dengan fasilitator dan moderator. Evaluasi dan Tindak Lanjut -Penilaian hasil -survei kepuasan, dan follow-up -Post-Test Memberikan umpan balik peserta dan PostTest Gambar 1. Persiapan (Registrasi peserta KLIK) Pelaksanaan Materi disusun dalam bentuk slide PowerPoint yang memuat definisi, prinsip-prinsip Islam dalam keuangan, studi kasus, dan panduan praktis membuat anggaran serta menghindari Materi yang disampaikan secara garis besar meliputi: Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) . konsep dasar literasi keuangan Islami. perencanaan keuangan keluarga. pengenalan instrumen keuangan Vol. 9 No. Mei 2025 Meningkatnya pemahaman peserta terhadap konsep dasar literasi keuangan Islami. Meningkatnya kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan dalam membangun keluarga yang harmonis dan berdaya. Kemampuan keluarga Islami sederhana. Sebagai upaya keberlanjutan kegiatan PKM, berikut rencana tindak lanjut yang telah dan akan dilakukan: Layanan Konseling Keuangan Islami Peserta dapat berkonsultasi secara daring terkait perencanaan keuangan rumah tangga Islami. Publikasi Ilmiah Tim menyusun artikel ilmiah berdasarkan laporan kegiatan dan data hasil evaluasi untuk dipublikasikan pada jurnal Replikasi Program Direncanakan pelaksanaan kegiatan serupa di lembaga/komunitas lain, seperti sekolah Islam, pesantren, dan kampus lainnya. Gambar 2. Pelaksanaan PKM Evaluasi dan Tindak Lanjut Ketersampaian materi dibahas kembali melalui worksheet yang diberikan kepada peserta untuk latihan membuat anggaran rumah tangga, menghitung zakat maal, serta refleksi pribadi terkait gaya hidup dan tujuan keuangan keluarga Islami. Materi dirancang nilai-nilai Islam disesuaikan dengan kebutuhan Generasi Evaluasi dilakukan melalui pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta dan post-test setelah pelatihan untuk melihat peningkatan pemahaman. Selain itu, umpan balik peserta dikumpulkan melalui kuesioner untuk penyampaian, dan kepuasan peserta terhadap pelatihan yang diberikan. Evaluasi dilakukan untuk mengukur sebelum dan sesudah pelatihan. Indikator keberhasilan kegiatan ini Gambar 3. Evaluasi dan Tindah Lanjut HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan pada Minggu, 5 Mei di Klinik Nikah Medan (KLIK). Kegiatan diikuti oleh sebanyak 90 peserta yang berasal dari kalangan Generasi Z . sia 18Ae27 tahu. , baik yang telah menikah Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) mempersiapkan pernikahan. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias dan menunjukkan partisipasi aktif. Kegiatan pemberian pre-test sebagai tolak ukur pemahaman awal peserta tentang literasi Keuangan Keluarga Islami. Kemudian dilanjutkan dengan sesi seminar interaktif yang membahas dasar-dasar literasi keuangan Islami, termasuk konsep nafkah, pengelolaan pendapatan keluarga, penghindaran riba, hingga prinsip-prinsip sedekah, zakat, dan investasi halal (Al-Qardhawi, 2. Penulis memaparkan materi menggunakan pendekatan kontekstual dengan contoh-contoh permasalahan ekonomi dalam keluarga muda. Sesi berikutnya adalah diskusi kelompok dan studi kasus, di mana peserta diberikan skenario konflik keuangan rumah tangga dan diminta menyusun solusi berdasarkan prinsip Islam. Kegiatan ini bertujuan melatih Kemudian dilanjutkan dengan simulasi penyusunan rencana keuangan keluarga Islami berdasarkan profil pendapatan dan pengeluaran 1 Hasil Kegiatan Hasil kegiatan dapat disajikan dalam tiga aspek berikut: Peningkatan Pemahaman Literasi Keuangan Islami Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang diberikan kepada peserta: Rata-rata skor pre-test peserta adalah 52,6 . ari 100 poi. Rata-rata skor post-test meningkat menjadi 83,4. Artinya terjadi peningkatan pemahaman sebesar 30,8 poin atau sekitar 58,6%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang signifikan setelah mengikuti kegiatan PKM. Vol. 9 No. Mei 2025 Tabel 2. Perbandingan Nilai Pre Test dan Post Test No. Jenis Tes Jumlah Peserta Pretest Post- 90 Skor Ratarata Pening 30,8 Penerapan Nilai-Nilai Keuangan Islami Dalam sesi diskusi dan simulasi, 90% peserta mampu: Mengidentifikasi keuangan yang bertentangan dengan syariah . isalnya riba dalam pinjaman konsumti. Menyusun rencana keuangan rumah tangga sederhana berbasis prinsip qana'ah, amanah, dan Menyebutkan alokasi dana untuk ibadah sosial seperti zakat, infak, dan sedekah. Respons dan Kepuasan Peserta Dari hasil survei kepuasan peserta: 85% peserta merasa kegiatan sangat relevan dengan kebutuhan kegiatan membantu mereka memahami pentingnya literasi Islami 88% menyatakan akan mencoba Islami kehidupan pribadi dan rumah 2 Pembahasan Hasil PKM memperkuat temuan bahwa rendahnya literasi keuangan Islami berkontribusi terhadap ketidaksiapan pasangan muda dalam mengelola keuangan rumah Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) tangga, yang pada akhirnya dapat berdampak pada konflik dan perceraian. Dengan memberikan edukasi kepada Generasi Z sejak sebelum menikah, mereka dibekali pemahaman dan keterampilan yang lebih matang dalam mengelola keuangan secara Islami. Selain itu, keterlibatan peserta dalam simulasi dan studi kasus terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan praktis mereka. Aktivitas ini tidak hanya memperluas pengetahuan, tetapi juga melatih sikap reflektif dan tanggung jawab dalam konteks ekonomi keluarga Islami. Kegiatan ini menunjukkan bahwa PKM yang menggabungkan pendekatan edukatif, partisipatif, dan kontekstual dapat menjadi model pemberdayaan membangun generasi muda Muslim yang siap menghadapi kehidupan rumah tangga secara lebih bijaksana dan Vol. 9 No. Mei 2025 akibat konflik finansial. Ke depan, kegiatan serupa dapat dikembangkan dalam bentuk pelatihan bersertifikat, pengembangan modul digital, atau integrasi kurikulum pada pendidikan pra-nikah untuk memperluas dampak dan jangkauan manfaatnya secara UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih yang sebesarbesarnya penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini. Terima kasih kepada Klinik Nikah Medan (KLIK) sebagai mitra pelaksana yang telah memberikan dukungan penuh, fasilitas, dan ruang dialog dalam Penghargaan juga diberikan kepada para peserta Generasi Z yaitu peserta Klinik Nikah Medan Chapter 18 yang telah berpartisipasi aktif dan antusias selama kegiatan berlangsung. Penulis juga Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah, khususnya Program Studi Pendidikan Ekonomi, yang telah memberikan kesempatan, dukungan administrasi, dan semangat dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga kegiatan ini menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat pemahaman keuangan Islami di kalangan generasi muda dan menjadi langkah kecil menuju terbentuknya keluarga Muslim yang harmonis, mandiri, dan berkelanjutan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini, dapat disimpulkan bahwa peningkatan literasi keuangan Islami terbukti efektif dalam menjawab keluarga di kalangan Generasi Z yang sedang atau akan memasuki usia Tujuan pengabdian adalah untuk membekali generasi muda Muslim dengan pemahaman serta keterampilan dalam mengelola keuangan rumah tangga secara Islami berhasil dicapai, yang ditunjukkan melalui peningkatan skor rata-rata literasi dari 52,6 menjadi 83,4. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa edukasi literasi keuangan berbasis syariah dapat menjadi salah satu solusi preventif terhadap tingginya angka perceraian pernikahan muda REFERENSI