JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 1 TAHUN 2023 (Halaman 44-. Diterima: Januari 2023 Disetujui: Mei 2023 Dipublikasikan: Juni 2023 PENYULUHAN KESEHATAN DENGAN MEDIA POSTER TERHADAP KETERAMPILAN PENANGANAN PERTAMA LUKA BAKAR DI RUMAH TANGGA DI JETIS DESA GENTAN SUKOHARJO Singgih Nugroho. Gatot Suparmanto . Jurusan Sarjana Keperawatan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Kusuma Husada Surakarta. Jl. Jaya Wijaya NO. 11 Banjarsari Surakarta Jawa Tengah * Penulis Korespodensi : masgat@yahoo. ABSTRAK Luka bakar merupakan benryuk kerusakan atau kehilangan jaringan yang terjadi karena kontak dengan sumber panas seperti api, air mendidih, minyak panas, sengatan listrik dan bahan kimia. Salah satu cara untuk mengatasi masalah agar tidak menimbulkan korban jiwa adalah dengan cara memberikan pendidikan kesehatan tentang penanganan pertama luka bakar. Pendidikan kesehatan dapat dilakukan salah satunya dengan menggunakan media poster. Poster adalah salah satu media pendidikan kesehatan yang menggunakan gambar disertai tulisan dalam bentuk yang menarik dan mudah dimengerti. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengaruh pendidikan kesehatan dengan media poster terhadap keterampilan penanganan pertama luka bakar di rumah tangga. Metode yang digunakan dalam Pengabdian ini yaitu Pendidikan Kesehatan menggunakan media Poster . dengan peserta berjumlah 45 responden. Nilai pre-test keterampilan penanganan pertama luka bakar dengan kategori memadai sebanyak 0 orang . %), kategori cukup 0 orang . %), kategori kurang sebanyak 45 orang . %). Sedangkan untuk nilai post-test keterampilan penanganan pertama luka bakar dengan kategori memadai sebanyak 35 orang . ,8%), kategori cukup sebanyak 10 orang . ,2%), dan kategori kurang sebanyak 0 orang . %). berdasarkan nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan media poster terhadap tingkat keterampilan penanganan pertama luka bakar di rumah tangga di dukuh Jetis Desa Gentan Sukoharjo. Kata Kunci: Pendidika kesehatan, luka bakar, poster, keterampilan ABSTRACT Burns are a form of tissue damage or loss that occurs due to contact with heat sources such as fire, boiling water, hot oil, electric shock and chemicals. One way to overcome the problem so as not to cause casualties is to provide health education about the first treatment of burns. One of the ways to do health education is by using poster Poster is one of the health education media that uses pictures accompanied by writing in an attractive and easy to understand form. This service aims to determine whether the effect of health education with poster media on the skills of first handling burns in the household. The method used in this service is Health Education using Poster media. with participants totaling 45 respondents. The pre-test score for the first burn wound treatment skill with adequate category was 0 people . %), enough category was 0 people . %), less category was 45 people . %). Meanwhile, the post-test scores for the first burn wound management skills were in the adequate category as many as 35 people . 8%), the sufficient category as many as 10 people . 2%), and the less category as many as 0 people . %). Based on these values, it can be concluded that there is an effect of health education with poster media on the skill level of first handling burns Keywords: Health educator, burns, posters, skills Singgih Nugroho et all Penyuluhan Kesehatan Dengan Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb . PENDAHULUAN Luka bakar merupakan bentuk kerusakan atau kehilangan jaringan yang terjadi karena kontak dengan sumber panas seperti api, air mendidih, minyak panas, sengatan listrik dan bahan kimia (Laily & Naviati. Luka bakar yaitu luka yang unik diantara bentuk Ae bentuk luka yang lain karena meliputi jaringan mati yang berada pada luka tersebut dan apabila tidak ditangani dengan tepat maka luka tersebut dapat terjadi infeksi (Herlianita et al. , 2. Luka bakar dapat menimbulkan syok hipovolemik, infeksi, ketidakseimbangan elektrolit dan distress pernafasan, apabila kebakaran diruangan tertutup dan luka terjadi diwajah dapat menyebabkan kerusakan mukosa jalan nafas karena menghirup uap panas (Afiani et al. , 2. Pertolongan pertama yang diberikan saat ditempat kejadian tujuannya untuk menyelamatkan kehidupan, mencegah kesakitan semakin parah dan karakteristik luka bakar semua luka kecuali luka bakar derajat 3 yang timbul area putih atau cokelat gelap seperti hangus pada kulit yang dapat menimbulkan syok dan infeksi (Wisnu kanita et al. , 2. Prevalensi luka bakar didunia masih tergolong tinggi, angka kematian mencapai 180. 000 korban meninggal dunia dan diwilayah Afrika dan Asia Tenggara sebanyak 60% kematian setiap tahunnya (Afiani et al. , 2. Data dari American Burn Association (ABA) pada tahun 2010 sampai 2015 Amerika Serikat mengalami peningkatan dari 163. 000 kasus menjadi 558. 400 kasus, 70% pasien yaitu laki Ae laki dengan usia 32 tahun, 18% anak Ae anak usia dibawah 5 tahun dan 12% kasus pada pasien yang berusia lebih dari 60 tahun. Di Indonesia sendiri angka kejadian luka bakar sangat tinggi, lebih dari 250 jiwa pertahun meinggal dunia. Di Indonesia pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2014 sampai dengan tahun 2018 sebanyak 20,19% . , tahun 2017 sebanyak 18,64%, tahun 2016 sebanyak 17,03%, tahun 2015 sebanyak 16,46% dan pada tahun 2014 sebanyak 14,35% (Kesehatan, 2. Indonesia memiliki prevalensi luka bakar 0,7%, di Jawa Tengah sendiri memiliki prevalensi luka bakar 0,6% rata Ae rata wanita dengan prevalensi 0,8% dan laki Ae laki 0,6% terutama di kota Boyolali pada tahun 2013 terdapat 0,6% yang terkena luka bakar (Sari et , 2. Pertolongan pertama luka bakar dapat dilakukan dengan 6c yaitu clothing, cooling, cleaning, chemoprophylaxis, covering, conforting (Fauzia, 2. Cara pertolongan pertama luka bakar dengan metode clothing adalah singkirkan pakaian yang mudah panas dan terbakar, bahan pakaian yang menempel dan tidan dapat lepas maka biarkan sampai pada fase cleaning, sedangan untuk metode cooling adalah dengan cara dinginkan daerah yang terkena luka bakar dengan menggunakan air yang mengalir selama kurang lebih 20 menit, hindari hipotermia pada anak dan orang tua (Fauzia, 2. Pemberian pendidikan kesehatan tentang penanganan pertama luka bakar sangat penting dilakukan. Pemberian pendidikan kesehatan dapat dilakukan dengan berbagai media diantaranya audiovisual, leaflet, flipcart, flashcard maupun poster. Poster terbukti mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat dibandingkan dengan pemberian pendidikan kesehatan tanpa menggunakan media poster (Suparmanto & Wulandari, 2. Poster adalah salah satu media pendidikan kesehatan dengan menggunakan huruf berukuran besar dan disertai gambar. Poster dibuat dengan tata letak yang menarik, dapat dibaca banyak orang yang melewati, menggunakan kata yang provokatif sehingga dapat menarik perhatian pembaca, dan ukuran poster kecil . , poster besar . dengan dimensi poster 2 dimensi (Dharmawati & Wirata, 2. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan di dukuh Jetis Desa Gentan dengan melakukan wawancara pada 10 ibu rumah tangga diperoleh data bahwa kejadian luka bakar rumah tangga didaerah tersebut 68%. Luka bakar yang sering terjadi seperti terkena minyak goreng panas, air panas, setrika maupun tekena knalpot sepeda motor. Tindakan yang dilakukan pada penanganan luka bakar kurang tepat, dibuktikan dengan hasil wawancara yaitu sering mengoleskan pasta gigi, emnggunakan pelepah pohon pisang dan membiarkan begitu saja pada area yang terkena luka bakar. Fenomena yang terjadi di jetis desda gentan yaitu kurangnya pengetahuan terhadap tingkat keterampilan penanganan pertama luka bakar. Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan, ketidaktauan ibu rumah tangga terjadi karena sebelumnya belum pernah mendapatkan informasi bagaimana cara penanganan pertama luka bakar. Yusran et al. Pembinaan Kelompok Pemuda Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb . METODE Waktu dan Tempat. Program pengabdian ini dilaksanakan di desa Gentan Dusun Jetis Kecamatan Baki Sukoharjo Jawa Tengah waktu penelitian ini dilakukan bulan maret sampai dengan Mei Pelaksanaan. Langkah-langkahnya untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh kelompok masyarakat sasaran dalam program ini adalah: Pertemuan lintas sektoral puskesmas bersama perwakilan Program Studi Sarjana Keperawatan dan profesi ners Universitas Kusuma Husada Surakarta Pertemuan lintas sektoral puskesmas bersama perwakilan Program Studi Sarjana Keperawatan dan profesi ners Universitas Kusuma Husada Surakarta dilakukan pada tanggal 14 maret 2022 Jam 00 WIB bertempat diruang aula jetis. Pertemuan lintas sektoral dengan pihak puskesmas difokuskan pada masalah kesehatan warga panti Temuan masalah kesehatan akan dibahas bersama warga saat musyawarah warga yang dijadwalkan dilakukan pada tanggal 28 Maret 2022 Jam 14. 00 WIB. Musyarawah warga dengan dihadiri tokoh masyarakat, kader kesehatan dan warga Desa serta perwakilan Program Studi Sarjana Keperawatan dan profesi ners Universitas Kusuma Husada Surakarta Musyawarah warga dilakukan pada tanggal 16 April 2022 Jam 14. 00 WIB. Musyawarah Warga (MW) dihadiri oleh ketua RT. Ketua RW. Lurah dan tokoh masyarakat serta kader kesehatan di Desa. Musyawarah warga membahas hasil temuan masalah kesehatan yang ditemukan saat pertemuan lintas sektoral. Selain itu akan dilakukan pendataan pada warga yang mempunyai maslah luka bakar Persiapan alat peraga dan materi penyuluhan akan dilakukan pada tanggal 18 April 2022 bertempat di Program Studi Sarjana Keperawatan dan profesi ners Universitas Kusuma Husada Surakarta. Dalam tahap ini maka koordinator beserta anggota tim akan menyusun satuan acara penyuluhan, leaflet, serta materi penyuluhan tentangluka bakar . Selain itu penyuluh akan mempersiapkan alat-alat yang diperlukan saat penyuluhan. Pelaksanaan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan maupun pengajaran tentang demam berdarah akan dilakukan pada tanggal 20 Mei 2022 Jam 08. 00 WIB bertempat di rumah Bapak Kepala Desa. Kegiatan diawalai dari pengarahan dari koordianator penyuluhan kepada anggota tim. Kegiatan berupa penyuluhan luka bakar bagi warga Desa dengan menggunakan metode ceramah dan Tanya jawab. Setelah dilakukan proses pengajaran dan penyuluhan tentang demam berdarah maka akan dilakukan monitoring dan evaluasi berupa kunjungan rumah pada tanggal 25 Mei 2022 Didalam proses monitroring kunjungan rumah maka koordinator beserta tim anggota akan mendatangi rumah warga untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan dan perilaku Gambar 1. Penyuluhan bagi Pemuda Yusran et al. Pembinaan Kelompok Pemuda Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb Penyuluhan luka bakar Pelatihan pembuatan pupuk kompos . HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1 Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Karakteristik Mean A SD Min Usia 38,96A5,92 26 Sumber : Data Primer . Max Berdasarkan tabel 1 karakteristik responden berdasarkan usia hasil pengabdian yang telah dilakukan rataAerata usia responden 38,96 A 5,92 tahun dengan usia termuda 26 tahun dan usia tertua 45 tahun. Menurut pengabdian (Dharmawati 2016. Pdf, n. ) usia seseorang yang cukup maka terjadi peningkatan kematangan dalam proses berpikir, dan bekerja, sehingga seseorang tersebut mampu dalam menerima informasi maupun semakin bertambahnya usia, maka semakin banyak pengalaman dan informasi yang didapatkan, dan kemampuan dalam menerima informasi cenderung bertambah. Usia seseorang akan mempengaruhi daya tangkap dan pola piker terhadap informasi yang didapatkan (Endiyono & Aprianingsih, 2. Menurut peneliti sendiri, semakin cukup usia seseorang maka kemampuan penerimaan informasi semakin baik, dan tingkat keterampilan dalam memberikan penanganan pertama luka bakar semakin baik, terbukti dari usia responden yang rataAerata berusia 38,96 tahun dalam proses penerimaan informasi yang diberikan dapat diterima dengan baik dan terjadi peningkatan dalam keterampilan penanganan pertama luka Tabel 2 Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan . Tingkat Pendidikan SMP SMA Frekuensi Presentase Yusran et al. Pembinaan Kelompok Pemuda Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb Sumber : Data Primer . Berdasarkan tabel 2 hasil pengabdian yang didapatkan sebagian besar responden memiliki pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 22 orang . 9%) dan sebagian kecil berpendidikan Sekolah Dasar (SD) sebanyak 5 orang . 1%) dan Sarjana (S. sebanyak 5 orang . 1%), yang berpendidikan Sekolah Menengan Pertama (SMP) sebanyak 13 orang . 9%). Menurut juaryah pendidikan merupakan faktor penting yang berpengaruh dalam tingkat pengetahuan seseorang, semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin mudah dalam mendapatkan dan menerima Pendidikan akan mempengaruhi seseorang dalam berperilaku dan perbedaan dalam tingkat pengetahuan, seseorang yang memiliki pendidikan rendah akan cenderung lebih pasif dalam mencari informasi, karena disebabkan rendahnya kesadaran tentang pentingnya informasi dan keterbatasannya dalam memahami informasi(Juariah, n. Menurut peneliti, pendidikan seseorang berpengaruh terhadap proses pemahaman dan penerimaan informasi, dibuktikan dengan hasil pengabdian yang dilakukan, pada responden dengan tingkat pendidikan mayoritas SMA mendapatkan nilai post Ae test dengan kategori memadai sebesar 77. Tabel 3 Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan . Kategori Frekuensi Kurang Cukup Memadai Sumber : Data Primer . Presentase (%) Berdasarkan tabel 3 hasil pengabdian yang didapatkan bahwa sebagian responden bekerja sebagai karyawan swasta sebanyak 22 orang . 9%), ibu rumah tangga sebanyak 20 orang . 4%) dan PNS sebanyak 3 orang . 7%). Hasil pengabdian yang dilakukan oleh Purwoko . menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan dengan tingkat pengetahuan responden karena pengetahuan seseorang bisa didapatkan dengan cara mendengar, melihat, merasa dan bertukar pikiran. Didukung oleh (Buston et al. , 2. didapatkan hasil bahwa mayoritas responden memiliki pekerjaan sebagai ibu rumah tangga yaitu sebanyak 23 responden . %). Sejalan dengan pengabdian Septyanto . menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah ibu rumah tangga yaitu sebanyak 32 responden . ,4%). Analisis Tabel 4 Keterampilan Penanganan Pertama Luka Bakar Sebelum dan Sesudah dilakukan Intervensi . Post Test Cukup Pre Test Total Kurang Count % Of Total Memadai Count % Of Total Total p value Yusran et al. Pembinaan Kelompok Pemuda Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb 0,000 Sumber : Data Primer . Berdasarkan tabel 4 menyatakan bahwa sebelum mendapatkan intervensi, nilai keterampilan penanganan pertama luka bakar dengan kategori memadai sebanyak 0 orang . %), kategori cukup sebanyak 0 orang . %), dan kategori kurang sebanyak 45 orang . %). Setelah diberikan intervensi mendapatkan nilai keterampilan penanganan pertama luka bakar dengan kategori memadai sebanyak 35 orang . 8%), kategori cukup sebanyak 10 orang . 2%), dan kategori kurang sebanyak 0 orang . %). Hal ini sejalan dalam pengabdian yang dilakukan oleh (Buston, 2. menunjukkan rataAerat pengetahuan diberikan pendidikan kesehatan dengan media poster adalah 3,57 sedangkan setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan menggunakan media poster 6,57. Pengabdian yang dilakukan oleh (Buston et al. , 2. didapatkan hasil sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan media poster sebagian besar tingkat pengetahuan responden cukup 55,6% dan setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan media poster tingkat pengetahuan responden baik yaitu 80,6%. Menurut (Laily & Naviati, 2. poster adalah media visual yang berisi tulisan disertai gambarAegambar Penggunaan media poster memiliki tujuan untuk menyajikan suatu informasi dengan bentuk yang menarik dan mudah dimengerti. Media poster dapat ditembel ditempatAetempat strategis, sehingga dapat memudahkan seseorang dalam membaca informasi yang ada di poster. Hasil pengabdian yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan media poster terhadap keterampilan penanganan pertama luka bakar di rumah tangga. Dapat dilihat dari hasil preAetest dan postAe test yang menunjukkan terdapat peningkatan adalah menyatakan bahwa sebelum mendapatkan intervensi, keterampilan responden dalam memberikan penanganan pertama luka bakar dengan kategori kurang sebanyak 45 orang . %). Dan setelah diberikan intervensi responden dengan kategori memadai sebanyak 35 orang . 8%), kategori cukup sebanyak 10 orang . 2%), dan kategori kurang KESIMPULAN Hasil pengabdian ini menunjukkan responden sebelum mendapatkan intervensi keterampilan penanganan pertama luka bakar dengan kategori memadai sebanyak 0 orang . %), kategori cukup sebanyak 0 orang . %), dan kategori kurang sebanyak 45 orang . %). Hasil pengabdian ini menunjukkan responden setelah mendapatkan intervensi keterampilan penanganan pertama luka bakar dengan kategori memadai sebanyak 35 orang . 8%), kategori cukup sebanyak 10 orang . 2%), dan kategori kurang sebanyak 0 orang . %). Hasil pengabdian ini menunjukkan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan media poster terhadap keterampilan penanganan pertama luka bakar di rumah tangga dengan SARAN