https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/skyeast Vol. No. Desember 2025 SKY EAST: Education of Aviation Science and Technology E-ISSN: 3025-2709 (Onlin. & P-ISSN - (Prin. DOI: 10. 61510/skyeast. This is an open access article under the CC BY-SA license Strategi Pemanfaatan Media Iklan sebagai Upaya Tambahan Meningkatkan Pendapatan Non - Aeronautika di Bandara Internasional Kualanamu Raden Muhammad Ilhanur Akib1. Hemi Pamuraharjo2. Ichyu Machmiyana 3. Politeknik Penerbangan Indonesia Curug. Indonesia, email: ilhanurakib@gmail. Politeknik Penerbangan Indonesia Curug. Indonesia, email: ichyu. machmiyana@gmail. 3Politeknik Penerbangan Indonesia Curug. Indonesia, email: pamuraharjo@ppicurug. Corresponding Author: ilhanurakib@gmail. Abstract: This study aims to analyze advertusung medua tactics as a non - aeronatuical revenue source at Kualanamu International Airport. Despite of existing advertising platforms such as billboards,neon boxes and videotrons is still below ideal and not effectively utilized. This research applied a descriptive qualitative method through observation and documentation during internship activities also literature study. Results indicate that advertising media in key locations such as landsides, waiting areas, and terminal entrances have a great chance of drawing in advertisers from sectors like digital services. FMCG, travel and electronic industry. Additionally, companies are more interested in advertising packages with adjustable price Kualanamu still has plenty of opportunity to increase its non-aeronautical revenue through advertising. In conclusion,the goals to maximize the airportAos commercial assets and guarantee steady non aeronautical revenue, airport marketing with a structured and flexible advertising media is essential. Keyword: advertising media, airport marketing, non-aeronautical revenue. Kualanamu Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemanfaatan media iklan sebagai sumber pendapatan non-aeronautika di Bandara Internasional Kualanamu. Permasalahan utama yang ditemukan adalah tersedia media iklan seperti billboard ,neon box dan videotron di area bandara yaitu terminal, ruang tunggu ataupun landside yang masih kosong dan belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan observasi, dokumentasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media iklan yang berada di area bandara memiliki potensi besar untuk menarik pengiklan, khususnya dari sektor FMCG, layanan digital, perusahaan elektronik dan pariwisata. Perusahaan juga lebih tertarik pada strategi pemasaran yang menggunakan paket iklan yang fleksibel. Bandara Kualanamu masih memiliki banyak ruang untuk meningkatkan kontribusi pendapatan nonaeronautika melalui media iklan. Kesimpulannya, strategi pemasaran yang terstruktur dan juga fleksibel sangat penting untuk mengoptimalkan potensi komersial bandara dan juga sebagai upaya tambahan peningkatan pendapatan non aeronautika. Kata Kunci: media periklanan, pemasaran bandara, pendapatan non-aeronautika. Kualanamu SKY EAST: Education in Aviation Science and Technology https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/skyeast Vol. No. Desember 2025 PENDAHULUAN Transportasi udara merupakan komponen penting dalam sistem transportasi global karena mampu mempercepat mobilitas manusia dan barang lintas negara dan terjangkau ke seluruh daerah (Button & Stough, 2. Dalam konteks tersebut, bandara tidak hanya berfungsi sebagai pusat transportasi, tetapi juga sebagai pusat ekonomi yang terintegrasi dengan berbagai aktivitas komersial. Seiring berkembangnya persaingan antar bandara dan dinamika industri aviasi pasca pandemi, pengelolaan bandara modern dituntut untuk tidak hanya mengandalkan pendapatan aeronautika, tetapi juga mengembangkan sumber pendapatan non-aeronautika (Graham, 2. Pendapatan non-aeronautika, yang mencakup sektor seperti periklanan, konsesi, parkir dan ritel kini menjadi pilar penting dalam keberlanjutan ekonomi bandara. Airports Council International (ACI) menunjukkan bahwa secara global, pendapatan non-aero menyumbang rata-rata 40% dari total pendapatan bandara (ACI, 2. Namun demikian, di Bandara Internasional Kualanamu, pemanfaatan media iklan sebagai salah satu bentuk pendapatan nonaero masih belum optimal. Banyak titik strategis seperti area landside, ruang tunggu, dan check-in yang tersedia media iklan namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Menurut Airports Council International . , pendapatan non-aeronautika seperti iklan dan ritel merupakan komponen strategis dalam memperkuat keuangan bandara, terutama di tengah naiknya lalu lintas penerbangan. Adapun studi terdahulu mengamati potensi besar media iklan bandara. Viswanata . menyarankan strategi promosi aktif melalui media sosial dan kerja sama lokal di Bandara Yogyakarta. Fitrani . menyarankan bahwa pemanfaatan ruang iklan dan kegiatan komersial pasca pandemi mampu meningkatkan pendapatan Bandara Ahmad Yani. Studi Graham . juga menekankan pentingnya pengelolaan sektor non-aero dalam membangun daya saing bandara secara berkelanjutan dan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam strategi pemanfaatan media iklan di Bandara Internasional Kualanamu sebagai upaya peningkatan pendapatan non-aeronautika. Fokus diberikan pada analisis jenis media, lokasi penempatan, serta penyusunan strategi pemasaran berbasis paket iklan. Optimalisasi media iklan mempunyai peran strategis dalam memperkuat keuangan bandara, khususnya di tengah ketidakpastian operasional penerbangan. Penelitian ini menjadi relevan karena belum banyak kajian ilmiah yang secara spesifik membahas strategi pemasaran media iklan di Bandara Kualanamu, khususnya melalui rencana bulanan hingga tahunan lalu terdapat analisis dari studi bandara lain dengan pendekatan paket iklan berbasis segmentasi Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemanfaatan media iklan yang efektif dalam meningkatkan pendapatan non-aeronautika di Bandara Internasional Kualanamu. KAJIAN PUSTAKA Bandar udara merupakan komponen penting dalam sistem transportasi udara yang memiliki dua fungsi utama, yaitu sebagai infrastruktur pendukung operasional penerbangan dan sebagai pusat kegiatan ekonomi yang terintegrasi. Dalam konteks ekonomi bandara, terdapat dua jenis sumber pendapatan utama, yakni pendapatan aeronautika dan pendapatan non-aeronautika. Pendapatan aeronautika berkaitan langsung dengan operasional penerbangan seperti jasa pendaratan, parkir pesawat, serta pelayanan penumpang. Sementara itu, pendapatan non-aeronautika diperoleh dari aktivitas komersial seperti sewa ritel, parkir kendaraan, periklanan, dan layanan tambahan lainnya. Kedua jenis pendapatan ini menjadi dasar dalam merancang strategi bisnis bandara modern yang tidak hanya berorientasi pada keselamatan dan efisiensi, tetapi juga keberlanjutan ekonomi jangka panjang (ICAO, 2020. Graham. Konsep pendapatan non-aeronautika semakin menjadi fokus utama ketika bandara SKY EAST: Education in Aviation Science and Technology https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/skyeast Vol. No. Desember 2025 dihadapkan pada tantangan fluktuasi jumlah penerbangan. Pendapatan ini dianggap lebih tahan banting dan menawarkan pertumbuhan berkelanjutan. ICAO . menekankan bahwa pengelolaan aset non-aeronautika secara optimal dapat memperkuat kemandirian finansial dan keberlanjutan operasional bandara. Dukungan angka datang dari Airports Council International (ACI) yang mencatat bahwa pendapatan non-aeronautika berkontribusi rata-rata 40% dari total pendapatan global bandara, dan angkanya bisa jauh lebih tinggi pada bandara besar yang secara signifikan menerapkan strategi komersialisasi (ACI, 2. Salah satu bentuk pendapatan non-aeronautika yang menunjukkan perkembangan pesat adalah sektor media periklanan. Media iklan di bandara, seperti billboard, neonbox, hingga videotron, berfungsi sebagai modernisasi bandara di era modern. Penempatan media iklan di area dengan lalu lintas tinggi seperti landside, ruang tunggu, dan area check-in memberikan nilai eksposur yang besar bagi pengiklan dan menjadi peluang bisnis yang berpotensi tinggi bagi pengelola bandara. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pemanfaatan media iklan di bandara memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan pendapatan non-aeronautika. Misalnya. Viswanata . dalam studinya di Bandara Internasional Yogyakarta menyarankan agar manajemen bandara menjalin kerja sama langsung dengan perusahaan lokal dan menggunakan media sosial untuk mempromosikan ruang iklan yang tersedia. Penelitian lain oleh Fitrani . di Bandara Ahmad Yani. Semarang, menunjukkan bahwa pemanfaatan area lahan kosong untuk iklan dan kegiatan komersial dapat meningkatkan upaya untuk pertambahan pendapatan bandara pasca pandemi. Selain itu, studi oleh Graham . menekankan bahwa pengembangan sektor nonaeronautika menjadi salah satu strategi utama bandara dalam meningkatkan daya saing dan nilai ekonominya. Strategi pemasaran yang efektif dan penempatan media yang tepat dapat memberikan dampak yang signifikan dalam menarik minat perusahaan pengiklan, terutama dari sektor konsumsi cepat, layanan digital,perusahaan elektronik dan pariwisata. Oleh karena itu, penting bagi setiap bandara untuk memiliki pendekatan pemasaran yang inovatif dan fleksiibel dalam mengelola media iklan yang tersedia. Dengan mempertimbangkan berbagai literatur dan observasi di lapangan, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media iklan sebagai bagian dari strategi pendapatan nonaeronautika bukan hanya relevan, tetapi juga krusial dalam mengembangkan model bisnis bandara yang adaptif, kompetitif, dan berkelanjutan. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yakni merujuk pada cara menggambarkan dan menganalisis fenomena secara sistematis dan faktual sesuai kondisi realitas di lapangan. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk memahami realitas sosial dalam konteks pemanfaatan media iklan di Bandara Internasional Kualanamu tanpa melakukan manipulasi terhadap variabel yang diteliti (Moleong, 2. Menurut Sugiyono . , metode deskriptif kualitatif digunakan untuk meneliti kondisi objek alamiah yang mana peneliti sebagai instrumen kunci, pengumpulan data dilakukan secara triangulasi . , analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian lebih menekankan makna daripada generalisasi. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi langsung selama kegiatan On the Job Training (OJT) di Bandara Internasional Kualanamu. Observasi dilakukan terhadap bentuk, sebaran, dan tingkat keterisian media iklan di area terminal serta akses landside. Dokumentasi berupa foto, dan peta lokasi media juga dikumpulkan untuk mendukung analisis visual dan spasial. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi (Miles & SKY EAST: Education in Aviation Science and Technology https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/skyeast Vol. No. Desember 2025 Huberman, 1. Pendekatan ini dipilih untuk menyusun dan menyederhanakan informasi lapangan sehingga dapat ditarik pola dan rekomendasi strategis terkait optimalisasi media iklan sebagai sumber pendapatan non-aeronautika. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil observasi dan dokumentasi menunjukkan bahwa pemanfaatan media iklan sebagai sumber pendapatan non-aeronautika masih belum optimal. Media iklan seperti videotron, billboard, dan neonbox telah tersedia di berbagai titik strategis, terutama di area landside terminal kedatangan dan keberangkatan, ruang tunggu penumpang, serta jalur akses Pemanfaatan ruang terminal untuk media iklan harus memperhatikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jasa bandara sesuai dengan PM 130 Tahun 2018 yang mengatur tentang standar pelayanan minimum penumpang di bandara (Kemenhub RI, 2. Akan tetapi, sebagian besar media iklan tersebut belum terisi secara penuh, dan pengelolaan pemasaran kepada pihak pengiklan masih bersifat pasif. Maka dari itu penulis mendapatkan jenis media iklan yang sudah tersedia di area Bandara Internasional Kualanamu saat ini. Berikut Jenis Media Iklan yang tersedia di Bandara Kualanamu saat ini: No. Tabel 1. Jenis Media Iklan di BIK Jenis Media Lokasi Penempatan Karakteristik Iklan Billboard Area luar terminal . ona Media statis landsid. Area Parkir berukuran besar. Kendaraan. Pintu masuk menampilkan iklan toll gate produk atau layanan secara visual. Neonbox Area Kedatangan Tampilan Domestik dan menggunakan lampu Internasional. Ruang LED atau neon terlihat terang, terutama di malam hari atau area redup. Videotron Depan area parkir Layar LED digital kendaraan, pick-up zone, menampilkan iklan Area Kedatangan dan video produk atau Keberangkatan Sumber: Hasil Penelitian . SKY EAST: Education in Aviation Science and Technology https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/skyeast Vol. No. Desember 2025 Sumber: Dokumentasi Penulis Gambar 1. Media Iklan Billboard Sumber: Dokumentasi Penulis Gambar 2. Media Iklan Neonbox Sumber: Dokumentasi Penulis Gambar 3. Media lklan Videotron SKY EAST: Education in Aviation Science and Technology https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/skyeast Vol. No. Desember 2025 Rencana Bulanan dan Tahunan Bandara Internasional Kualanamu (Meda. menyediakan beragam media iklan OOH . ut-of-hom. baik statis maupun digital. Contohnya, terdapat layar LED unipole besar . yang ditempatkan strategis di area checkAain/ security. Ini berarti setiap unit videotron menyajikan 10. 800 tayangan iklan per bulan. Jika kampanye berjalan terus-menerus selama 12 bulan, satu unit tersebut menghasilkan 129. 600 tayangan per tahun. Media lainnya . isalnya lightbox pilar atau billboard stati. tidak dihitung berdasarkan frekuensi tayang harian seperti itu, namun dapat diperkirakan digunakan sepanjang jam operasional bandara. Secara keseluruhan, dengan 26 unit media penuh terisi, rencana bulanan/tahunan dapat disusun berdasarkan proyeksi penumpang dan impresi iklan . Kualanamu melayani 7,39 juta penumpang per tahun, rata-rata 615. 000 per bula. Perencanaan ini akan dievaluasi rutin, dan kontrak iklan minimal disarankan 12 bulan penuh agar mencapai dampak maksimal. Studi Perbandingan dengan Bandara lain Bandara-bandara besar di bawah Angkasa Pura menunjukkan pola yang mirip dalam penggunaan media iklan. Misalnya. SoekarnoAeHatta (AP II) dengan A60 juta penumpang per tahun meluncurkan 42 unit AuSmart AdsAy layar digital di ruang tunggu Terminal 1Ae2 (Milanello. Riset Clear Channel Outdoor dalam artikel berita oleh media transformasi menungkapkan 56% penumpang . requent flye. mengingat iklan bandara dan 49% mengambil tindakan setelah melihatnya membuktikan efektivitas iklan di lingkungan bandara (Media Trans, 2. Sementara itu Adi Sucipto (Bekas Angkasa Pura I) menggunakan media seperti neon box di kedatangan domestik dan digital signage di ruang tunggu keberangkatan. Di sisi pendapatan, laporan Angkasa Pura menunjukkan pendapatan iklan PT AP II . erusahaan yang menaungi Bandar Udara Kualanamu sebelumny. pada 2023 mencapai Rp122 miliar menegaskan bahwa monetisasi media iklan merupakan sumber penting pendapatan nonAa aeronautika, maka dari itu penting untuk dilakukan pemaksimalan pemanfaatan media iklan dengan cara strategi pemasaran ke perusahaan - perusahaan yang beroptensi tinggi untuk mengiklankan produknya di Bandara Internasional Kualanamu (Ashri, 2. (Candra & Afriyanto, 2. Asumsi Strategi Paket Iklan Paket Basic Premium Tabel 2. Asumsi Strategi Paket Iklan Isi Paket (Media Asumsi Target Penjualan Iklan Gabunga. Tarif/Bulan per Bulan Neonbox statis . okasi non-prime: area kedatanga. , stiker troli. Rp20. 6 paket billboard kecil pada akses masuk. (Durasi kontrak: 1Ae 3 bula. Kombinasi lightbox pilar LCD signage indoor, branding Rp40. 000 5 paket lift/escalator . okasi strategis, rotasi SKY EAST: Education in Aviation Science and Technology Pendapatan per Bulan Rp120. Rp200. https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/skyeast Exclusive Total 2 slot Videotron LED besar . y2,5 . , 3 neonbox di terminal, branding boarding stairs . ksklusif, lokasi prime, eksposur Ae Rp75. Vol. No. Desember 2025 4 paket Rp300. Ae 15 klien/bulan Sumber: Hasil Penelitian . Rp 620. 000/bulan Asumsi Estimasi Pendapatan Tahunan : Komponen Pendapatan Bulanan Total Pendapatan Tahunan Jumlah (R. Rp 620. Rp 7. Catatan Perhitungan : Jumlah total unit iklan yang tersedia = 26 unit . ideotron, lightbox, digital signage, stiker troli, branding eskalator/lif. Tarif disesuaikan dari studi Clear Channel. Pixel Group, dan praktik pemasangan iklan bandara AP I & II . Tarif paket mencerminkan paket bundling, bukan tarif satuan per media. Target penjualan = 15 klien/bulan . ealistis, mempertimbangkan karakter pengiklan potensial seperti maskapai, hotel, fintech, e-commerce, operator tur, brand loka. Paket ini bisa dijual rotasi, misal 3 bulan sekali klien berganti, tanpa mengubah jumlah unit iklan tetap . aksimalkan pemanfaatan slo. Meskipun Penulis tidak menetapkan tarif komersial secara mutlak karena keterbatasan data resmi, asumsi tarif dan potensi pendapatan yang disusun berdasarkan praktek pemasaran di bandara lain serta menulis referensi dari berbagai penelitian, diharapkan pembahasan ini dapat memperkuat argumentasi bahwa Pemanfaatan Media Iklan di Bandara Internasional Kualanamu masih memiliki peluang yang besar untuk dioptimalkan, baik dari sisi pemasaran maupun strategi komersial jangka panjang. Agar hal tersebut teratasi, disusun strategi pemasaran berbasis segmentasi pasar dan pengemasan produk iklan ke dalam bentuk paket iklan bulanan. Strategi ini bertujuan untuk menarik minat perusahaan dari berbagai sektor seperti fast moving consumer goods (FMCG), layanan digital, pariwisata, serta transportasi. Konsep bundling iklan . aket spot di berbagai titik selama satu bula. dinilai lebih fleksibel dan menarik secara komersial dibandingkan sistem sewa tunggal per titik. Model ini juga telah diadopsi oleh beberapa bandara besar seperti Soekarno-Hatta dan Changi Airport, yang berhasil meningkatkan pendapatan non-aeronautika secara signifikan melalui kerjasama media iklan jangka panjang. Selain itu, dari sisi tata kelola, diperlukan peran aktif dari pengelola bandara, dalam hal ini PT Angkasa Pura Aviasi, untuk menyusun tim khusus pengembangan media komersial. Tim ini dapat bertugas membuat portofolio digital, brosur promosi, dan melakukan pendekatan langsung . usiness to busines. kepada perusahaan-perusahaan potensial, baik lokal maupun Penelitian ini juga mengidentifikasi bahwa faktor visual dan lokasi sangat memengaruhi efektivitas media iklan. Videotron yang terletak pada jalur utama kendaraan lebih menarik dibandingkan yang berada di area tertutup. Oleh karena itu, penempatan media SKY EAST: Education in Aviation Science and Technology https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/skyeast Vol. No. Desember 2025 iklan harus memperhatikan arus lalu lintas penumpang dan kendaraan agar nilai eksposurnya Hasil dan strategi yang diusulkan ini selaras dengan prinsip airport marketing menurut Graham . , yang menekankan pentingnya pendekatan pelanggan . ustomer-oriente. dan diversifikasi pendapatan dalam pengelolaan bandara modern. Bandara tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga sebagai pusat bisnis yang aktif dan adaptif terhadap kebutuhan pasar. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis terhadap media iklan di Bandara Internasional Kualanamu potensi besar sebagai sumber pendapatan non-aeronautika, namun belum dimanfaatkan secara Banyak titik iklan strategis belum terisi karena lemahnya strategi pemasaran dan Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi paket iklan bulanan yang terstruktur, berbasis target pasar yang jelas, serta promosi aktif melalui pendekatan airport marketing, menjadi kunci dalam meningkatkan keterisian media dan pendapatan non aeronautika. Penempatan media iklan di Bandara sudah sesuai dengan arus penumpang yang bisa diyakini bahwa efektivitas eksposur memasang iklan di Bandara Internasional Kualanamu memiliki potensi yang tinggi. Optimalisasi sektor ini tidak hanya memperkuat keuangan bandara, tetapi juga menjadikan bandara sebagai peran ekonomi yang adaptif dan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika industri aviasi. REFERENSI