Qanun Medika Vol. 3 No. Januari 2019 Qanun Medika Vol. 03 No 01. Januari 2019 Laporan Hasil Penelitian Qanun Medika Vol. 03 No 01. Januari 2019 Laporan Hasil TELAAH SEL BASOFIL SEBAGAI SEL PENYAJI ANTIGEN PADA MANUSIA Safari Wahyu Jatmiko TELAAH SEL BASOFIL SEBAGAI SEL PENYAJI ANTIGEN PADA MANUSIA Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta-Indonesia Safari Wahyu Jatmiko Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta-Indonesia Submitted : Mei 2018 ABSTRACT Accepted : Oktober 2018 Published : Januari 2019 The discovery of basophils as antigen presenting cells in animals tries to raise a big question ABSTRACT about the same role in humans. In order to solve the problem, the references had been searched The of National basophils Library as antigen in animals raise with a big the the US of presenting Medicine, cells National Institute of to Health web site address http://w. gov/pubmed. The search had been done in May 2018 with key through the US National Library of Medicine. National Institute of Health with the web site words: basophil, antigen presenting cell. Author used filter: publication less than 10 years and address http://w. gov/pubmed. The search had been done in May 2018 with key free full text article. Author found nine . articles that meet the criteria. Discussion from the words: basophil, antigen presenting cell. Author used filter: publication less than 10 years and existing article indicates that basophile cells are incapable of endocytosis of solid particles, free full text article. Author found nine . articles that meet the criteria. Discussion from the unable to process and present antigens through MHC molecules, and basophils cells do not existing article indicates that basophile cells are incapable of endocytosis of solid particles, express the accessory molecules either before or after activated. It can be concluded that unable to process and present antigens through MHC molecules, and basophils cells do not basophil has no role as antigen-presenting cells in humans. express the accessory molecules either before or after activated. It can be concluded that basophil has no role as antigen-presenting cells in humans. Keywords : Basophil, human, antigen presenting cell Correspondence to : :Basophil, wahyu@ums. Keywords human, antigen presenting cell Correspondence to : safari. wahyu@ums. ABSTRAK Penemuan peran basofil sebagai sel penyaji antigen pada hewan coba menimbulkan pertanyaan ABSTRAK besar mengenai Untuk Penemuan peran peran hewan coba US pada National of Medicine. Nationaltersebut Institute of Health yang sama Library Untuk menjawab http://w. gov/pubmed. Pencarian penelusuran artikel melalui US National Library of Medicine. National Institute of Health pada bulan dengan kata kunci Basophil. Pencarian antigen presenting cell dilakukan dengan filter site http://w. gov/pubmed. sumber pustaka kurang dari 10 tahun free full text article. Hasil pencarian 2018 dengan kuncidan Basophil, cell dengan Pembahasan publikasi yang berusia kurang dari 10 tahun dan merupakan free full text article. Hasil pencarian bahwa sel basofil memproses dan 9 artikel Pembahasan ada menunjukkan MHC, dan sel basofil molekul dan sel basofil padat,mengekspresikan tidak mampu memproses baik sebelum basofil tidakmolekul MHC,Dapat dan sel basofil tidakbahwa sel penyaji Dapat disimpulkan bahwa basofil tidak mempunyai peran sebagai sel penyaji antigen pada manusia. Kata kunci : Basofil, manusia, antigen presenting cell Kata : :Basofil, manusia, antigen presenting cell Korespondensi wahyu@ums. Korespondensi : safari. wahyu@ums. Qanun Medika Vol. 3 No. Januari 2019 Qanun Medika Vol. 03 No 01. Januari 2019 PENDAHULUAN Sel basofil pertama kali ditemukan oleh Paul Ehrlich pada tahun 1879 sebagai sel yang memiliki granula metakromasi berwarna biru dengan pengecatan hematoxylin dan eosin (H&E) (Blank et al, 2013. Yamanishi & Karasuyama, 2. HASIL Hasil pencarian ditemukan 39 artikel. Dari artikel yang didadapatkan tersebut 9 artikel diantaranya membahas peran basofil dalam menyajikan antigen pada manusia. Hasil pencarian diolah dan disusun sedemikian rupa sehingga dapat ditarik kesimpulan untuk menjawab permasalahan. Jumlah sel basofil di darah tepi kurang dari 1% total leukosit (Jatmiko, 2. Meskipun demikian, sel basofil diketahui mempunyai peran di dalam patogenesis beberapa penyakit seperti alergi, autoimunitas, dan reaksi ketika transplantasi (Siracusa et al, 2. DISKUSI Sel penyaji antigen yang profesional menginternalisasi antigen, mengolah dan menyajikan antigen melalui molekul major histocompatibillity complex (MHC), dan mengeskpresikan molekul asesori untuk memberikan sinyal kedua saat aktivasi sel limfosit T. Peran sel basofil sebagai sel penyaji antigen akan dibahas dengan mengikuti alur karakteristik sel penyaji antigen yang profesional. Perbandingan antara sel penyaji antigen profesional dengan sel basofil manusia diasjikan pada tabel 1. Perkembangan memungkinkan terciptanya bebagai cara untuk mempelajari sel basofil, sehingga terkuak informasi-informasi baru. Salah satu informasi yang menarik adalah ditemukannya bukti bahwa basofil berperan sebagai sel penyaji antigen . ntigen presenting cel. pada model hewan coba (Sokol et al, 2. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah sel basofil juga mempunyai peran yang sama pada manusia. Telaah pustaka ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan tersebut. TABEL 1. Perbandingan sel penyaji antigen profesioal dengan sel basofil manusia Parameter METODE Untuk menjawab permasalahan pencarian sumber pustaka melalui mesin pencari yang terpercaya, dalam hal ini adalah US National Library of Medicine National Institute of Health dengan alamat web http://w. gov/pubmed. Jenis antigen yang mampu Kemampuan Kemampuan antigen melalui MHC Kemampuan molekul asesori Kemampuan polarisasi sel Th Pencarian sumber pustaka dilakukan pada bulan mei 2018 dengan Basophil, antigen presenting cell. Filter yang digunakan adalah publikasi yang berusia kurang dari 10 tahun dan merupakan free full text article. Sel Penyaji Antigen Profesional Antigen padat dan cair Sel Basofil Manusia Antigen Qanun Medika Vol. 3 No. Januari 2019 Qanun Medika Vol. 03 No 01. Januari 2019 inkubasi sel basofil manusia dengan Interleukin-3 (IL-. Granulocyte Macrophage Colony Stimulating Factor (GMCSF), dan Interferon- (IFN-) sedikit meningkatkan ekspresi HLA-DR sebesar 17% (Voskamp et al, 2. Kemampuan Sel Basofil Mengambil Antigen dari Luar Sel Syarat pertama sebuah sel disebut sebagai sel kemampuannya untuk mengenali dan mengambil antigen dari luar ke dalam sel. Antigen diinternalisasi meliputi antigen dalam bentuk partikel padat maupun cair melalui proses endositosis, fagositosis, dan pinositosis (Sharma et al, 2. Sel basofil manusia tidak mampu memproses dan menyajikan antigen melalui molekul MHC. Kesimpulan ini diambil setelah Voskamp et al . mencampurkan sel basofil manusia dengan IL-3. GMCSF, dan IFN- selama 72 jam untuk meningkatkan ekspresi HLA-DR. HLA-DM. CD74, dan Cathepsin S dalam sel basofil. Selanjutnya sel basofil yang telah diberi perlakuan dipaparkan dengan alergen Ara h 1. Hasil yang didapat adalah tidak ditemukannya presentasi alergen oleh sel basofil meskipun perbandingan antara sel basofil dengan sel T telah dinaikkan menjadi 1:1. Publikasi Sokol dan Medzhitov . menyebutkan bahwa sel basofil tidak mampu mengenali antigen dalam bentuk partikel Hanya antigen terlarut dan antigen padat yang dikenali oleh IgE pada membran sel yang dapat dikenali dan diinternalisasi oleh sel basofil (Siracusa et al, 2. Dilihat dari sisi kemampuan dasar ini, maka sel basofil telah keluar dari kategori sel penyaji antigen profesional. Berdasarkan hal tersebut maka dapat dikatakan bahwa sel basofil manusia tidak mempunyai kemampuan sebagai sel penyaji Kemampuan Sel Basofil Mengolah dan Menyajikan Antigen Melalui Molekul MHC Syarat kedua sebuah sel disebut sebagai sel kemampuannya untuk memproses dan menyajikan antigen melalui molekul MHC. Sel yang mampu mengambil antigen namun tidak dapat mengolah dan menyajikan antigen membuat sel tersebut keluar dari kategori sel penyaji antigen profesional. Kemampuan Sel Basofil mengekspresikan molekul asesori Syarat ketiga sebuah sel dikatakan sebagai sel kemampuannya untuk mengekspresikan molekul asesori seperti CD80 dan CD86 baik sebelum maupun setelah sel basofil Molekul asesori diperlukan untuk menimbulkan dan mengirimkan sinyal kedua untuk aktivasi sel T. Terdapat penelitian yang menyimpulkan mengekspresikan HLA-DR pada saat tidak aktif (Sharma et al, 2013. Voskamp et al. Inkubasi sel basofil manusia dengan alergen Aspergillus fumigatus Asp f 1, serbuk sari Bet v 1 dan Phl p 5, dan ligan Toll-like receptor-2 (TLR. tidak meningkatkan ekspresi HLA-DR (Sharma et al, 2. , meskipun ada yang melaporkan bahwa Laporan mengekspresikan molekul asesori CD80 dan CD 86 (Sokol dan Medzhitov, 2. Akan tetapi penelitian pada sel basofil manusia menunjukkan bahwa sel basofil manusia tidak mengekspresikan CD80 dan CD 86 pada Qanun Medika Vol. 3 No. Januari 2019 Qanun Medika Vol. 03 No 01. Januari 2019 kondisi tidak teraktifkan. Bahkan setelah sel basofil diaktifkan dengan alergen Asp f 1 pun tidak terjadi peningkatan ekspresi CD 80 dan CD 86. Hal ini berbeda dengan sel penyaji antigen profesional yang mengekspresikan CD 80 dan CD 86 pada saat tidak teraktifkan dan ekspresinya meningkat ketika teraktifkan oleh alergen Asp f 1 (Sharma et al, 2. Lebih jauh lagi, sel basofil sedikit mengekspresikan intercellular adhesion molecule-1 (ICAM-. dan leukocyte functionassociated antigen--3 (LFA-. yang juga mempunyai peran sebagai molekul asesori (Voskamp et al, 2. Sel Basofil Membantu Polarisasi Sel T Migrasi sel basofil ke limfonodus dan limpa diketahui meningkat setelah paparan parasit seperti cacing (Siracusa et al, 2012. Sokol dan Medzhitov, 2. Terdapat pertanyaan besar mengenai fungsi basofil pada lokasi tersebut, apakah sebagai sel penyaji antigen profesional ataukah sebagai penolong polarisasi sel Th . ke arah sel Th2. Terdapat penelitian pada individu sehat dan pada pasien alergi mengenai peran sel basofil sebagai sel penyaji antigen profesional. EcklDorna et al, . melakukan penelitian dengan mencampurkan sel basofil pasien alergi dengan sel T dengan perbandingan 1 : 1 pada kondisi terdapat alergen Bet v 1. Selama seminggu, tidak terjadi aktivasi sel T pada campuran sel T dengan sel basofil. Hasil tersebut tidak berubah dengan pemberian IL3 dan peningkatan rasio sel basofil: sel T. Bahkan penggantian alergen dengan Phl p 5 dan alergen jamur Alt a 1 juga tidak merubah Penelitian lain oleh Sharma et al . untuk mengetahui apakah sel basofil manusia sehat bertindak sebagai sel penyaji antigen Mereka melakukan kokultur sel basofil manusia sehat yang terpapar Asp f 1 dengan sel T CD4 autolog. Hasilnya adalah sel basofil tidak menyebabkan terjadinya produksi IL-4 oleh sel T, meskipun dengan perbandingan sel basofil : sel T CD4 adalah 1 : 40. Penelitian terbaru juga menunjukkan hasil yang mirip. Kokultur sel basofil manusia sehat dengan sel T CD4 tidak membuat sel T CD4 berproliferasi dan tidak mengekspresikan CD69. IL-2. IL-13. IL-17, maupun IFN-. Hasil tersebut tetap sama meskipun stimulus berasal dari faktor yang berbeda (Stephen-Victor, et al, 2. Menilik Kemampuan Sel Basofil Sebagai Sel Penyaji Antigen di Limfonodus. Tonsil, dan Limpa Terdapat dugaan bahwa meskipun sel basofil manusia yang terdapat di dalam sirkulasi darah tidak mempunyai kemampuan sebagai sel penyaji antigen, ada kemungkinan bahwa sel basofil mengalami perubahan fenotipe ketika telah keluar dari sirkulasi menuju limfonodus, tonsil, maupun limpa (Sharma et al, 2. Untuk menjawab hal tersebut. Stephen-Victor et al . melakukan penelitian menggunakan basofil yang bersumber dari limfonodus, tonsil, dan limpa Sel basofil kemudian diisolasi dan diaktifkan dengan memberikan IL-3. GMCSF. IFN-. Ligan untuk TLR-4 dan TLR2 . ipopolysaccharide dan FSL-. , anti IgE, dan enzim papain selama 4 Ae 24 jam. Hasilnya adalah sel basofil tersebut tidak mampu mengekspresikan molekul HLA-DR. CD80, dan CD86. Hal ini menunjukkan bahwa sel basofil yang masuk ke dalam jaringan tidak berubah menjadi sel penyaji antigen meskipun jumlah sel basofil bisa ditemui ditempat tersebut dalam jumlah yang relatif banyak. Tampaknya sel basofil manusia lebih tepat disebut sebagai pembantu polarisasi sel Th naif ke arah sel Th2. Hal ini disebabkan karena sel basofil mampu menghasilkan IL-4 Qanun Medika Vol. 3 No. Januari 2019 Qanun Medika Vol. 03 No 01. Januari 2019 dan TSLP (Thymic Stromal Lymphopoieti. Kedua zat tersebut diketahui sangat penting untuk polarisasi sel Th2 (Min, 2. Siracusa. Mark C. Kim. Brian S. Spergel. Jonathan M. , et al. , 2013. Basophils and allergic inflammation. J Allergy Clin Immunol. 132:789-801 KESIMPULAN Siracusa. Mark C. Wojno Elia D. Tait. Artis. David. , 2012. Functional heterogeneity in the basophil cell lineage. Adv Immunol. 115: 141Ae59 Berdasarkan telaah pustaka yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa sel basofil manusia tidak mempunyai peran sebagai sel penyaji antigen baik dalam kondisi fisiologis maupun Peran basofil lebih tepat dikatakan membantu polarisasi sel Th naif ke arah sel Th2. Sokol. Caroline L. Chu. Ngoc-Quynh. Yu. Shuang. , et al. , 2009. Basophils Function as Antigen Presenting Cells for an AllergenInduced TH2 Response. Nat Immunol. : 713Ae20 DAFTAR PUSTAKA