Penerapan metode full costing dan variable costing dalam perhitungan biaya produksi pada PT. Fortuna Inti Alam Astria Anggaria Corresponding author: astriaanggaria064@student. Sam Ratulangi University - Indonesia Natalia Y. Gerungai Sam Ratulangi University - Indonesia Meily Y. Kalalo Sam Ratulangi University - Indonesia DOI 58784/mbkk. Keywords full costing variable costing production cost JEL Classification D22 D23 Received 4 November 2024 Revised 16 November 2024 Accepted 18 November 2024 Published 19 November 2024 ABSTRACT PT. Fortuna Inti Alam is an industrial company in the field of ground coffee. The problem in this study is PT. Fortuna Inti Alam in calculating production costs using the direct costing method. The purpose of this study is to determine the comparison of the full costing method, variable costing and direct costing methods that have been used by the company. The method used in this study is qualitative using primary data. Data collection methods are carried out by observation, interviews, and The results of the study indicate that the calculation of production costs carried out by PT. Fortuna Inti Alam produces a cost of Rp 2,500,238,866. The calculation of production costs carried out using the full costing method produces a result of Rp 2,720,108,539. The calculation carried out using the variable costing method produces a result of Rp 2,450,388,866. This is because in the calculation of the variable costing method, fixed factory overhead costs are not taken into account. A2024 Astria Anggaria. Natalia Y. Gerungai. Meily Y. Kalalo This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. Pendahuluan Setiap perusahaan didirikan dengan memiliki tujuan dan target yang ingin dicapai. Tujuan utama berdirinya suatu perusahaan adalah untuk memperoleh laba. Ilmu manajemen sangat diperlukan dalam pencapaian tujuan perusahaan. Salah satu peran penting manajemen adalah untuk memastikan tujuan perusahaan tercapai Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. dengan melaksanakan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Agar manajemen dalam perusahaan dapat melaksanakan fungsinya secara efektif, maka dibutuhkan informasi yang baik, salah satunya adalah informasi biaya. Seiring perkembangan perusahaan, maka masalah yang timbul menjadi semakin kompleks termasuk penggunaan biaya produksi yang meningkat sesuai dengan aktivitas perusahaan. Harga pokok produksi memberi perbandingan biaya produksi yang realistis dari waktu ke waktu. Terdapat dua metode yang digunakan dalam perhitungan biaya produksi suatu produk yaitu full costing dan variable costing. Menurut Purwanti . , full costing adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya total produksi suatu produk atau jasa. Metode ini mengalokasikan semua biaya langsung dan tidak langsung yang terkait dengan produksi ke dalam beban pokok Pada metode full costing, biaya langsung meliputi semua biaya yang secara langsung terkait dengan produk atau jasa, seperti bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya overhead langsung. Biaya tidak langsung meliputi biaya overhead pabrik yang tidak dapat secara langsung didistribusikan ke produk tertentu, seperti biaya depresiasi peralatan, biaya listrik pabrik, dan biaya administrasi pabrik. Menurut Husain . , kelebihan full costing adalah menampilkan jumlah biaya overhead dengan sangat komprehensif sebab mengandung dua jenis biaya yaitu tetap dan Menurut Purwanti . , metode variable costing adalah suatu metode yang mengalokasikan biaya produksi hanya berdasarkan biaya variabel yang terjadi dalam proses produksi. Metode ini tidak memasukkan biaya tetap overhead ke dalam beban pokok produk. Pada metode variable costing, biaya variabel meliputi bahan baku langsung dan beberapa biaya overhead yang dianggap variabel. Menurut Husain . , kelebihan variable costing adalah cocok untuk perusahaan yang hanya merencanakan untuk mendapatkan laba dalam jangka waktu yang pendek. Selain itu, metode ini dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk order pesanan yang sifatnya khusus, terutama yang tidak membutuhkan banyak pesanan seperti pada metode full costing. Maksud et al. , dan Sengkandai et al. menemukan bahwa harga pokok produksi dengan metode full costing menghasilkan biaya produksi yang tinggi dibandingkan dengan metode perusahaan dan metode variable costing. Rembet et al. menemukan bahwa perhitungan harga pokok produksi dengan metode full costing mendapatkan hasil lebih tinggi dibandingkan hasil perhitungan menggunakan metode variable costing dan perhitungan dari perusahaan. Kartika dan Akbar . Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. menemukan bahwa perhitungan harga pokok produksi memiliki selisih antara metode variable costing dengan penerapan perusahaan. Pasapan et al. menyarankan bahwa perhitungan harga pokok produksi sebaiknya menerapkan metode full costing karena semua biaya yang berkaitan dengan proses produksi akan diperhitungkan mulai dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik tetap. Arumdalu dan Priantana . menemukan bahwa perolehan harga dengan metode full costing telah mencakup seluruh perhitungan biaya dalam proses produksi sehingga menunjukkan angka yang lebih besar. Nursukmawati dan Nurdiansyah . menunjukkan bahwa perhitungan harga pokok produksi berbasis full costing lebih tinggi dibandingkan variable costing karena perlakuan atas overhead pabrik. PT. Fortuna Inti Alam adalah perusahaan industri yang menghasilkan kopi bubuk. Produk-produk dari perusahaan ini telah dipasarkan ke berbagai kota dan terkenal dari zaman dahulu. Tata letak produksinya diatur agar proses kerja menjadi efisien dan Proses produksi menggunakan berbagai macam mesin yang menyerap biaya yang tidak sedikit. Akan tetapi, dalam menghitung biaya produksi. PT. Fortuna Inti Alam belum menghitung seluruh biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi karena menerapkan metode direct costing. Konsisten dengan Kolompoy et al. metode direct costing adalah metode ini membebankan biaya yang merupakan akibat langsung dari produksi produk dan semua biaya yang berhubungan dengan penyediaan kapasitas pabrik untuk memproduksi produk. Metode direct costing tidak sepenuhnya memperhitungkan semua biaya yang terkait dengan produksi dan kurang cocok untuk perusahaan yang beroperasi secara musiman. Berdasarkan kondisi ini, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan full costing dan variable costing dalam perhitungan biaya produksi pada PT. Fortuna Inti Alam. Tinjauan Pengertian biaya Biaya merupakan pengeluaran yang dilakukan dalam proses produksi dan diukur dalam satuan keuangan (Harahap & Tukino. Menurut Ramdhani et al. , dan Pramawati et al. biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam satuan uang yang sudah terjadi maupun yang dapat memungkinkan akan terjadi untuk suatu tujuan tertentu. Carter . menjelaskan bahwa biaya merupakan suatu nilai tukar, pengeluaran, atau pengorbanan yang dilakukan agar dapat menjamin perolehan manfaat. Biaya dan harga pokok produksi Menurut Carter . , biaya produksi atau biaya manufaktur Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. merupakan hasil penjumlahan dari tiga unsur biaya, yaitu biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead. Menurut Pramawati et al. , dan Maksud et al. , biaya produksi terbagi sebagai berikut: Biaya bahan baku langsung merupakan biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan dasar produk yang kemudian digunakan untuk menghasilkan suatu produk jadi tertentu. Biaya tenaga kerja langsung merupakan suatu biaya yang dibayarkan kepada para pekerja yang terlibat langsung pada proses produksi. Biaya overhead pabrik merupakan biaya yang tidak termasuk dalam biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung, yaitu: - Biaya bahan baku penolong . iaya bahan baku tidak langsun. merupakan biaya yang digunakan pada saat pembelian bahan tambahan atau bahan habis pakai yang dibutuhkan dalam memproduksi produksi tertentu. - Biaya tenaga kerja tidak langsung merupakan biaya yang dikeluarkan untuk membayar tenaga kerja dalam memproduksi barang akan tetapi tidak terlibat langsung dalam proses produksi suatu produk. - Biaya pabrikasi lain adalah biaya tambahan yang dibutuhkan agar dapat menghasilkan suatu produk selain biaya bahan baku penolong dan biaya tenaga kerja tidak langsung seperti biaya listrik dan air, biaya telepon, biaya penyusutan bangunan dan lainnya. Menurut Yunita et al. , harga pokok produksi merupakan pengorbanan sumber ekonomi yang di ukur dengan satuan uang, yang telah terjadi untuk memperoleh suatu produk. Produk merupakan suatu output dari suatu proses produksi. Biaya-biaya yang terjadi pada suatu proses produksi umumnya terjadi dari biaya material ditambah dengan conversion cost sehingga harga pokok produksi meliputi unsur biaya yang sama. Metode full costing Purwanti . menjelaskan bahwa metode full costing mengalokasikan semua biaya langsung dan tidak langsung yang terkait dengan produksi ke dalam beban pokok produk. Pada metode full costing, biaya langsung meliputi semua biaya yang secara langsung terkait dengan produksi suatu produk atau jasa, seperti bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead Biaya tidak langsung meliputi biaya overhead pabrik yang tidak dapat secara langsung didistribusikan ke produk tertentu, seperti biaya depresiasi peralatan, biaya listrik pabrik, dan biaya administrasi pabrik. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. Metode full costing digunakan untuk memberikan gambaran komprehensif tentang biaya produksi suatu produk atau jasa, termnasuk biaya overhead yang tidak dapat didistribusikan secara Metode ini juga sering digunakan dalam pengambilan keputusan manajemen, perencanaan anggaran, dan penentuan harga jual produk. Kojo et al. menjelaskan bahwa penghitungan beban pokok produksi dengan metode full costing adalah menjumlahkan seluruh biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik . ariabel dan teta. Metode variable costing Purwanti . menjelaskan bahwa metode variable costing mengalokasikan biaya produksi hanya berdasarkan biaya variabel yang terjadi dalam proses produksi. Metode ini tidak memasukkan biaya tetap overhead produksi ke dalam beban pokok produk. Pada metode variable costing, salah satu biaya variabel adalah biaya overhead yang dianggap variabel, seperti biaya listrik yang berhubungan langsung dengan produksi. Sementara itu, biaya tidak langsung yang bersifat tetap akan disajikan ke dalam biaya yang dibebankan secara periodik. Secara sistematis, penentuan beban pokok produksi dengan metode variable costing adalah menjumlahkan seluruh biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik variabel. Metode Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif. Deskriptif kualitatif dilakukan dengan cara mengumpulkan data dari hasil observasi dan wawancara. Penelitian ini menghitung biaya produksi pada PT. Fortuna Inti Alam dengan metode full costing dan variable costing. Hasil kedua metode tersebut akan dibandingkan dengan metode direct costing yang telah diterapkan oleh perusahaan. Berikut langkah-langkah yang dilakukan dalam proses analisis adalah: Pengamatan langsung atas seluruh proses produksi PT. Fortuna Inti Alam. Pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan Pemilahan data sesuai kebutuhan penelitian. Pengelompokkan data dalam biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik tetap, dan biaya overhead pabrik variabel. Penerapan metode full costing dan variable costing. Membandingkan hasil metode full costing, metode variable costing, dan metode direct costing dari perusahaan. Penarikan kesimpulan. Pemberian saran. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. Hasil dan Hasil Proses produksi kopi bubuk pada PT Fortuna Inti Alam menggunakan mesin-mesin yang berenergi listrik. Mesin yang digunakan terdiri dari tiga mesin yaitu dua mesin sangrai dan satu mesin giling. Saat ini PT Fortuna Inti Alam telah mengembangkan produknya, sehingga memiliki tiga jenis merek kopi yaitu Formula1. Fortuna-1, dan Fortorang. Saat ini PT Fortuna Inti Alam telah memiliki karyawan sebanyak 25 orang yang terdiri dari 10 orang tenaga kerja langsung dan 15 orang lainnya merupakan karyawan tetap yang terdiri dari berbagai divisi. Proses produksi kopi bubuk pada PT Fortuna Inti Alam terdiri dari beberapa langkah yaitu diawali dengan penggorengan biji kopi, penggilinan, pengemasan, dan pergudangan. Perhitungan biaya produksi menggunakan metode direct costing dimana biaya overhead pabrik tidak dibebankan seluruhnya ke dalam perhitungan karena pada metode ini hanya membebankan biaya-biaya yang berhubungan langsung dengan Tabel 1 menyajikan biaya produksi tahun 2023 dengan menggunakan metode direct costing. Biaya overhead pabrik yang dibebankan dalam perhitungan untuk biaya produksi dengan menggunakan metode direct costing yaitu terdiri dari biaya penyusutan mesin, biaya listrik, biaya pemakaian bahan penolong . , biaya pemakaian bahan baku khusus . , dan biaya pemeliharaan mesin. Komponen-komponen biaya tersebut termasuk dalam kategori biaya langsung karena dapat ditelusuri secara mudah ke dalam produk. Biaya penyusutan mesin dimasukkan pada perhitungan ini karena mesin berhubungan langsung dengan proses produksi. Saat volume produksi semakin besar akan mempengaruhi kondisi atau kualitas mesin-mesin yang ada dalam perusahaan. Tabel 1. Biaya produksi . etode direct costin. Keterangan Biaya bahan baku langsung Persediaan bahan baku . Pembelian bahan baku Persediaan bahan baku siap digunakan Persediaan bahan baku . Pemakaian bahan baku Biaya tenaga kerja langsung Upah tenaga kerja langsung Jumlah biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Biaya penyusutan mesin Biaya listrik Biaya pemakaian bahan penolong Biaya pemakaian bahan baku khusus Biaya pemeliharaan mesin Jumlah biaya overhead pabrik Total biaya produksi Total biaya (Rp. Sumber: data perusahaan, 2023 Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. Pembahasan Tabel 2 menunjukkan perbandingan perhitungan biaya Pada ketiga metode perhitungan biaya produksi dapat dilihat bahwa perhitungan biaya produksi menurut perusahaan dan variable costing diperoleh selisih yang tidak terlalu jauh. Metode direct costing yang diterapkan oleh PT. Fortuna Inti Alam adalah perhitungan yang menghitung hanya biaya yang berhubungan langsung dengan produk. Berdasarkan perbandingan ketiga metode tersebut, penerapan metode full costing memiliki keunggulan. Hal ini karena metode tersebut memperhitungkan semua biaya yang digunakan dalam proses produksi. Kelebihan lainnya adalah metode full costing dapat digunakan sebagai acuan dalam membuat ataupun mengambil keputusan khususnya penentuan harga pokok Tabel 2. Perbandingan perhitungan biaya produksi Keterangan Direct Costing (Rp. Persediaan bahan baku . Pembelian bahan baku Persediaan bahan baku siap digunakan Persediaan bahan baku . Pemakaian bahan baku Biaya tenaga kerja langsung Upah tenaga kerja langsung Biaya bahan baku dan tenaga kerja Biaya overhead pabrik Biaya gaji karyawan tetap Biaya pemeliharaan mesin Biaya pemeliharaan gedung . erbaikan Biaya penyusutan: Mesin Kendaraan Bangunan Biaya pemakaian bahan penolong Biaya pemakaian bahan baku khusus Biaya Overhead pabrik lainnya Biaya Listrik Jumlah Biaya Overhead Pabrik Total Biaya Produksi Sumber: data diolah,2024 Kesimpulan Full Costing (Rp. Variable Costing (Rp. Perhitungan biaya produksi menggunakan metode full costing lebih tinggi dibandingkan dengan metode variable costing dan metode yang digunakan perusahaan. Perhitungan biaya produksi dengan metode perusahaan mendapatkan hasil sebesar Rp 866 dimana biaya-biaya yang dibebankan terkait langsung dengan produk. Menurut metode full costing, perhitungan biaya produksi adalah sebesar Rp 2. Perhitungan menggunakan metode full costing sangat tinggi karena memasukkan secara keseluruhan biaya baik yang bersifat variabel maupun tetap. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. Menurut metode variable costing, perhitungan biaya produksi pada adalah sebesar Rp 2. Metode variable costing hanya menghitung biaya yang bersifat variabel yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik variabel. Adanya pemisahan biaya tetap dan biaya variabel, dapat memberikan informasi akuntansi yang relevan dalam perencanaan laba jangka pendek. Daftar Arumdalu. , & Priantana. Analisis perbandingan harga pokok produksi dengan metode full costing dan variable costing pada UMKM di Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi, 7. , https://doi. org/10. 24815/jimeka. Carter. Akuntansi biaya. Salemba Empat. Harahap B. , & Tukino. Akuntansi biaya. Batam Publisher. Husain. Buku ajar akuntansi biaya. CV. Cahaya Arsh Publisher dan Printing. Kartika. , & Akbar. Analisis perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing dan variable costing untuk menentukan harga jual pada UMKM Java Bakery. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan, 5. , 34473448. https://journal. id/index. php/fairvalue/article/view /2991/ Kojo. Pusung. , & Mintalangi. Analisis perhitungan harga pokok produksi dalam penentuan harga jual pada Reidy Bakery di Desa Pangu Dua Kabupaten Minahasa Tenggara. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat, 2. , 305Ae315. https://doi. org/10. 58784/mbkk. Kolompoy. Pusung. , & Maradesa. Penentuan biaya produksi dengan metode direct costing sebagai dasar penetapan harga jual pada UD Lourdes Tompasobaru. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat, 2. , 26Ae34. https://doi. org/10. 58784/mbkk. Maksud. Manossoh. Maradesa. Analisis perhitungan biaya produksi menggunakan metode full costing dan variable costing dalam menetapkan harga pokok produksi roti pada Toko Kartini. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat, 2. , 84-90. https://doi. org/10. 58784/mbkk. Nursukmawati. , & Nurdiansyah. Perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing dan metode variable costing produk P3XX pada PT. Yushiro Indonesia. Invoice: Jurnal Ilmu Akuntansi, 3. , 222-230. https://journal. id/index. php/invoice/article/view /6028 Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. Pasapan. Pusung. Maradesa. Analisis metode full costing dan variable costing dalam penentuan harga pokok produksi boba biji nangka pada UMKM Subin Mood Boba. Jurnal Riset Ekonomi. Manajemen. Bisnis dan Akuntansi, 11. , 453463. https://doi. org/10. 35794/emba. Pramawati. Sidharta. Astuti. Simbolon. Mashud, . Kartikasari. Manurung. Akuntansi Media Sains Indonesia. Purwanti. Akuntansi manajemen. Salemba Empat. Ramdhani. Marida. Hendrani. Suheri. Akuntansi biaya . onsep dan implementasi di Industri Manufaktur. CV Markumi. Rembet. Tirayoh. , & Kalalo. Analisis penentuan harga pokok produksi menggunakan metode full costing dan variable costing dalam penetapan harga jual Sambal Roa Chef Kenneth (Studi pada UD Cinta Kasih Manad. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat, 2. , 139Ae148. https://doi. org/10. 58784/mbkk. Sengkandai. Alexander. , & Gerungai. Metode pembebanan biaya dan penentuan harga jual: studi kasus pada CV Emilysia Indo Bahari. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat, 2. , 248Ae258. https://doi. org/10. 58784/mbkk. Yunita. Wardhani. , & Julia. Akuntansi biaya. K-Media.