Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 8 Nomor 11. November 2025 ISSN: 27342488 PENERAPAN STRATEGI PQRST UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MEMBACA PESERTA DIDIK SMKN 3 KOTA TASIKMALAYA Dini Juliyani1. Intan Nabila Azahra2 Email: dinijuliyani1205@gmail. com1, intannabilaazahra3@gmail. Universitas Siliwangi ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman teks deskripsi menggunakan metode PQRST . review, question, read, summarize, tes. di kelas XII-TKR 2 SMK Negeri 2 TASIKMALAYA. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca pemahaman peserta didik. Banyak peserta didik hanya membaca secara sekilas tanpa benar benar memahami makna serta pesan yang terdapat dalam teks. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan 14 siswa sebagai subjek yang ditentukan sesuai dengan kebutuhan penelitian. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi pada saat pembelajaran membaca teks deskripsi berjudul Au Sejarah Letusan Gunung GalunggungAy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi membaca PQRST mampu meningkatkan pemahaman membaca peserta didik kelas XII TKR 2 SMK Negeri 2 TASIKMALAYA. Hal ini terlihat dari jumlah jawaban benar yang dominan pada hasil tes, yang sebagian besar siswa memperoleh nilai dalam kategori baik hingga sangat baik. Penerapan strategi PQRST ini membuat kegiatan membaca menjadi terarah karena peserta didik melalui tahapan pratinjau, penyusunan pertanyaan, membaca, meringkas, dan menguji kembali Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi PQRST efektif digunakan dalam pembelajaran membaca pemahaman di tingkat SMK, terutama ketika dipadukan dengan media pembelajaran yang menarik dan pengelolaan kelas yang kreatif. Kata Kunci: Membaca. PQRST. Penelitian. ABSTRACT This study aims to improve reading comprehension skills of descriptive texts using the PQRST method . review, question, read, summarize, tes. in class XII-TKR 2 SMK Negeri 2 TASIKMALAYA. This study is motivated by the low reading comprehension skills of students. Many students only read briefly without really understanding the meaning and message contained in the text. The research method used is qualitative with 14 students as subjects determined according to research needs. Data collection was obtained through observation and documentation during learning to read descriptive texts entitled "History of the Galunggung Mountain Eruption". The results of the study indicate that the PQRST reading strategy is able to improve the reading comprehension of class XII TKR 2 This can be seen from the dominant number of correct answers in the test results, where most students obtained scores in the good to very good category. The application of this PQRST strategy makes reading activities more focused because students go through the stages of previewing, compiling questions, reading, summarizing, and re-testing understanding. Overall, this study concludes that the PQRST strategy is effective in teaching reading comprehension at the vocational high school level, especially when combined with engaging learning media and creative classroom Keywords: Reading. PQRST. Research. PENDAHULUAN Bahasa Indonesia memuat empat keterampilan berbahasa, yaitu keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. Keempat keterampilan berbahasa tersebut berhubungan erat satu dengan yang lain dan sangat penting untuk menyerap informasi dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang maju pesat. Membaca adalah salah satu dari empat keterampilan berbahasa yang sangat penting untuk memperoleh pesan yang disampaikan penulis melalui media bahasa tulis. Dalman . AuReading is the heart of educationAy yang artinya, membaca merupakan jantung Karena itu, keterampilan membaca sudah seharusnya menjadi keterampilan yang perlu dan penting untuk dikuasai. Secara teoritis, membaca tidak hanya merupakan kegiatan melihat dan mengenali lambang lambang grafis, tetapi juga melibatkan proses berpikir aktif dalam memahami makna dan pesan dari teks yang dibaca. Menurut Dalman . , membaca adalah suatu proses yang dilakukan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui kata-kata atau bahasa tulis. Membaca dapat dilihat sebagai suatu proses dan sebagai suatu hasil. Membaca sebagai suatu proses merupakan semua kegiatan dan teknik yang ditempuh oleh pembaca yang mengarah pada tujuan melalui tahaptahap tertentu (Burns dalam Khundharu dan Slamet, 2014:. Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media bahasa tulis (H. Tarigan dalam Khundaru dan Slamet, 2014:. Dengan demikian, membaca bukan hanya sekadar aktifitas melihat teks, melainkan juga memahami, menafsirkan, dan mengevaluasi makna yang tersirat di Oleh karena itu, kegiatan membaca perlu diarahkan melalui penerapan strategi yang sistematis, seperti strategi membaca PQRST ( Preview. Question. Read. Summarize. Tes. , agar peserta didik dapat memahami bacaan secara mendalam, berpikir kritis, serta memperoleh makna yang utuh dari teks yang dibaca. Permasalahan yang ditemui dalam pembelajaran membaca adalah: . peserta didik sulit memahami isi bacaan, . peserta didik mengalami kesulitan dalam menentukan ide pokok tiap paragraf, . peserta didik sulit mengenali informasi penting, . peserta didik merasa kesulitan dalam menyimpulkan isi teks dengan tepat. Hal ini menunjukan bahwa Sebagian besar siswa belum mampu membaca secara kritis dan analitis, melainkan hanya membaca sekadar untuk menjawab pertanyaan tanpa memahami makna bacaan secara Rendahnya kemampuan pemahaman bacaan ini dapat disebabkan oleh berbagai factor, seperti cara guru mengajarkan peserta didik masih monoton, dan strategi yang digunakan guru kurang sesuai dengan kondisi peserta didik dan kompetensi yang diinginkan. Akibatnya, proses membaca yang seharusnya menjadi kegiatan aktif dan bermakna justru menjadi rutinitas yang pasif dan kurang menantang. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran membaca yang mampu melibatkan siswa secara aktif dan membantu mereka memahami isi bacaan dengan cara yang lebih efektif dan menyenangkan. Menyikapi permasalahan tersebut, diperlukan inovasi baru dalam pembelajaran di Guru harus mampu menciptakan suasana belajar yang dapat meningkatkan keterampilan membaca Guru dapat mengerjakannya penggunaan strategi pembelajaran yang tepat sehingga memicu peserta didik untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran. Guru tidak terlalu banyak menjelaskan materi pelajaran di kelas (Sucipta dan Swacita, 2. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan strategi Preview. Question. Read. Summarize. Test. Strategi PQRST ini dirasa sangat tepat untuk dijadikan solusi dari permasalahan rendahnya kemampuan membaca pemahaman siswa. Hal ini dapat terjadi karena langkah69 langkah pembelajaran yang sederhana dan cukup singkat sehingga siswa dapat dengan mudah memahami isi teks bacaan dengan cepat. Seperti yang dikatakan oleh Abidin . 0, hlm. bahwa AuStrategi membaca PQRST bertujuan memberikan pemahaman yang maksimal terhadap isi buku dengan cara yang cepat, tepat, dan akurat. Selain itu, strategi membaca PQRST memberikan kesempatan kepada kita untuk mengingat informasi itu dalam jangka waktu yang lebih lama daripada membaca yang biasa kita lakukan. Dengan demikian, membaca dengan menggunakan strategi ini berarti menghemat waktu dan tenaga guna memahami informasi penting yang kita butuhkan. Ay Adapun penjelasan dari langkah-langkah pembelajaran strategi PQRST menurut Abidin . 6, hlm. sebagai berikut: . Preview (Pratinja. , pada tahap ini siswa memulai kegiatan membaca dengan meninjau atau mensurvei bahan bacaan secara keseluruhan, seperti judul, subjudul, ilustrasi, dan paragraf pembuka/penutup, untuk mendapatkan gambaran umum tentang isi teks. Question (Bertany. , tahap ini siswa membuat pertanyaanpertanyaan yang relevan dengan bahan bacaan berdasarkan hasil pratinjau. Pertanyaan ini berfungsi untuk memfokuskan perhatian dan memandu proses membaca. Read (Membac. , siswa membaca bahan bacaan secara aktif untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat pada tahap sebelumnya. Summarize (Meringkas/Menyatakan kembal. , setelah membaca, siswa meringkas poin-poin penting atau menyatakan kembali informasi yang didapat dengan kata-kata sendiri, bisa secara lisan atau . Test (Menguj. , siswa menguji pemahaman mereka sendiri dengan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan awal atau pertanyaan lain yang relevan tanpa melihat kembali teks, untuk memastikan informasi telah terserap dengan baik. Penelitian yang dilakukan oleh Salsabila dan Rahmawati . menunjukan bahwa penerapan strategi membaca PQRST dapat meningkatkan kemampuan pemahaman bacaan siswa secara signifikan. Melalui strategi ini, siswa mampu mengorganisasi informasi dengan lebih baik, memahami isi bacaan secara mendalam, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Selain itu, penelitian oleh Hasriani . juga memperkuat hasil tersebut dengan menunjukan bahwa penerapan strategi PQRST membantu peserta didik membangun koneksi antara ide utama dan informasi pendukung dalam teks, sehingga pemahaman bacaan menjadi lebih utuh dan terstruktur. Berdasarkan pandangan para ahli dan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa membaca merupakan kegiatan aktif dan kompleks yang menuntut keterlibatan mental serta kemampuan berpikir kritis dalam memahami teks. Strategi PQRST menjadi salah satu pendekatan yang efektif untuk mengoptimalkan proses tersebut karena memberikan panduan yang sistematis bagi siswa dalam memahami, menganalisis, dan mengingat informasi yang Melalui penerapan strategi ini, siswa tidak hanya belajar memahami teks secara permukaan, tetapi juga dilatih untuk berpikir mendalam, mengevaluasi isi bacaan, serta mengaitkannya dengan konteks kehidupan nyata. Oleh karena itu, penelitian tentang penerapan strategi membaca PQRST penting dilakukan sebagai Upaya meningkatkan kemampuan pemahaman bacaan peserta didik secara komprehensif, reflektif, dan berkelanjutan di era pembelajaran modern. Untuk mengatasi permasalahan rendahnya pemahaman bacaan peserta didik, penelitian ini merencanakan penerapan strategi membaca PQRST dalam proses pembelajaran sebagai solusi alternatif. Melalui penerapan langkah-langkah preview, question, read, summarize, dan test, diharapkan peserta didik dapat meningkatkan kemampuan memahami teks secara menyeluruh, menumbuhkan motivasi belajar membaca, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis terhadap isi bacaan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penerapan strategi membaca PQRST terhadap peningkatan kemampuan pemahaman peserta didik, mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi selama proses penerapan strategi tersebut dalam pembelajaran membaca pemahaman, serta mendeskripsikan langkah-langkah implementasi strategi PQRST yang dapat diterapkan secara optimal dalam kegiatan pembelajaran membaca di kelas. ME TODE PE NE LITIA N Penelitian kualitatif adalah metode yang digunakan untuk memahami suatu fenomena dalam kondisi aslinya. Metode ini lebih menekankan pada penjelasan, penafsiran, dan pemahaman mendalam terhadap makna subjektif yang ada di dalamnya (Sugiarto. Terdapat tiga tahapan utama penelitian kualitatif, yaitu tahap deskripsi atau orientasi, tahap reduksi, dan tahap seleksi. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa dengan lima tahapan yaitu preview,question,read,summarize, dan test, dengan objek penelitian adalah peserta didik kelas XII-TKR 2 SMK Negeri 3 Kota Tasikmalaya yang berjumlah 14 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan teks pada peserta didik kemudian diberikan tes untuk mengukur seberapa jauh pemahaman peserta didik. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan pada hari Selasa, 30 September 2025. Untuk memperoleh data dari penelitian ini dilakukan dengan cara menerapkan strategi PQRST yang dapat mengukur pemahaman membaca peserta didik. Dengan strategi PQRST, peserta didik memiliki kesempatan untuk mengingat informasi dengan jangka waktu yang lebih lama daripada membaca yang biasa dilakukan. Sebelum melakukan kegiatan penelitian, kami terlebih dahulu mempelajari dan melakukan uji coba untuk menerapkan strategi membaca PQRST. Setelah memahami, selanjutnya kami penyusun perencanaan untuk menerapkan strategi PQRST pada peserta didik kelas XII-TKR 2 SMKN 3 Kota Tasikmalaya. Pada tahap awal, kami menyiapkan teks berupa teks deskripsi dengan judul Sejarah Letusan Gunung Galunggung. Yang disesuaikan dengan hasil perhitungan Grafik Fry supaya cocok dengan tingkat membaca SMK. Selanjutnya, kami menyiapkan langkah-langkah pelaksanaan serta alokasi waktu untuk setiap Tahap pelaksanaan diawali pembukaan dengan menjelaskan tujuan penelitian serta menjelaskan strategi PQRST pada peserta didik. Pada tahap pertama dilakukan preview/peninjauan, bagian ini peserta didik mulai melihat serta membaca garis besar isi sebuah teks. Tahap kedua yaitu Question/Pertanyaan, peserta didik diminta untuk membuat pertanyaan dari isi bacaan. Pertanyaan ini menjadi panduan kita untuk membaca nantinya. Tahap ketiga yaitu Read/Membaca. Peserta didik diminta untuk menyeleksi bacaan yang nantinya dapat memberikan jawaban dari pertanyaan yang telah dibuat pada tahap kedua. Apabila jawaban yang ditemukan sulit untuk dihafal, peserta didik diperkenankan untuk menulis jawaban tersebut. Selanjutnya adalah tahap Summary/Merangkum, tahap ini peserta didik harus mampu meringkas informasi dari yang diperoleh dari tahap membaca. Hal ini menjadi persiapan untuk menjawab pertanyaan pada tahap selanjutnya. Terakhir adalah tahap Tes/Ujian, peserta didik menjawab beberapa pertanyaan yang disediakan oleh kita untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mengenai informasi yang ada dalam teks. Berikut merupakan tabel hasil penelitian pemahaman membaca dengan strategi PQRST. No Nama Benar Salah Jumlah Gelsa Akbar Ozi Zaky Agnia Ragi Angga Nuriman Gani Ikhwan Hilmi Sendi Fajar Fardan Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian peserta didik kelas XII-TKR 2 SMKN 3 Kota Tasikmalaya yang menjadi subjek berhasil menjawab kuis dengan benar dan memperoleh nilai sempurna, dibuktikan dengan lebih dominannya jawaban benar daripada jawaban salah. Hal ini menandakan bahwa penerapan teknik PQRST mampu meningkatkan pemahaman membaca secara efektif. PQRST membantu siswa lebih terarah karena mereka membaca dengan tujuan, merangkum, dan menguji kembali pemahamannya. Temuan ini selaras dengan penelitian sebelumnya yang menegaskan bahwa PQRST berkontribusi positif terhadap keterampilan membaca pemahaman siswa. Selain itu, kehadiran media gambar pada tahap Preview serta ice breaking di tengah pembelajaran membuat siswa lebih antusias, meskipun pada awalnya mereka tampak enggan Kondisi ini memperlihatkan bahwa strategi PQRST akan lebih optimal jika dikombinasikan dengan media visual dan pengelolaan kelas yang baik. Dengan demikian, meski penelitian ini memiliki keterbatasan dari segi jumlah subjek, hasilnya tetap menguatkan bukti bahwa PQRST efektif sebagai alternatif strategi pembelajaran membaca di SMK. Secara keseluruhan hasil penelitian ini tetap menegaskan bahwa metode PQRST efektif untuk meningkatkan pemahaman membaca. Strategi ini terbukti mampu melatih siswa membaca dengan tujuan yang jelas, menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, serta membantu mereka menguasai isi bacaan secara lebih sistematis. Penerapan media berbasis digital seperti Google Form pada tahap evaluasi juga memberi nilai tambah karena praktis, efisien, dan memberikan hasil yang dapat diukur secara objektif. Dengan demikian, penelitian ini memberikan gambaran bahwa PQRST dapat diterapkan baik di SMK, namun perlu adaptasi strategi sesuai dengan karakteristik peserta Bagi siswa yang motivasi membacanya rendah, guru dapat menambahkan media visual, diskusi kelompok, atau ice breaking untuk meningkatkan antusiasme. Hal ini sejalan dengan temuan sebelumnya yang menegaskan bahwa keberhasilan strategi membaca bukan hanya ditentukan oleh metode, tetapi juga oleh kreativitas dalam mengelola kelas. KESIMPULAN Dari keseluruhan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, penerapan strategi membaca PQRST pada pembelajaran teks deskripsi di kelas XII-TKR 2 SMK Negeri 3 Kota Tasikmalaya terbukti cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman membaca peserta didik. Strategi ini tidak hanya membantu peserta didik memahami isi teks secara lebih mendalam, tetapi juga melatih mereka untuk berpikir kritis melalui tahapan pratinjau, penyusunan pertanyaan, membaca terarah, merangkum, dan menguji kembali pemahaman. Penyesuaian tingkat keterbacaan teks menggunakan Grafik Fry turut mempermudah peserta didik dalam memahami isi bacaan tanpa merasa terbebani, meskipun strategi ini memerlukan waktu yang relatif lebih lama sehingga kurang sesuai untuk situasi yang menuntut kecepatan tinggi, seperti ujian. Namun secara umum, strategi PQRST dapat direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran membaca yang lebih terstruktur, interaktif, dan bermakna karena mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam memahami, mengolah, serta menyimpulkan makna dari teks yang dibaca. DAFTAR PUSTAKA