DESAIN RONTEK BANNER RAMADHAN UNTUK MASJID BAITURRAHIM JAKARTA TIMUR Ahmad Alberd1. Fahuzi Nazari2. Yulianto Hadiprawiro3. Ahmad Faiz Muntazori4. Salwa Nadilah5 1,2,3,4,5 Universitas Indraprasta PGRI alberdnauman@gmail. com, 2fahruzinazari@gmail. com, 3antoberlinsma@gmail. muntazori@gmail. ABSTRAK Penulis melakukan diskusi kepada Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baiturrahim terkait kebutuhan media apa saja yang dibutuhkan. DKM Baiturrahim perlu dibuatkan media-media visual untuk menyambut bulan suci Ramadhan. DKM perlu mediamedia persuasif yang menarik, untuk menarik warga datang ke masjid. Berdasarkan kebutuhan dari DKM Baiturrahim, maka penulis membuat desain Rontek Banner yang berisi ajakan untuk datang ke masjid dan mengoptimalkan ibadah di bulan suci Ramadhan. Pada tahap proses pembuatan karya, penulis menggunakan metode Design Design Thinking untuk proses pembuatan karya. Design Thinking adalah pendekatan yang berpusat pada manusia terhadap inovasi yang terdiri dari lima tahap berulang: emphatize, define, ideate, process dan Setiap tahap memainkan peran penting dalam mengembangkan solusi yang menjawab kebutuhan pengguna secara efektif. Hasilnya adalah tim membuat desain rontek dengan topik sholat berjamaah dan keutamaan puasa di bulan Ramadhan. Penulis membuah 10 buah desain yang diserahkan dan dipasang pada area dalam dan luar masjid. Kata Kunci: rontek banner dakwah. dakwah visual. media visual ramadhan ABSTRACT The author conducts discussions with the Management of the Baiturrahim Mosque Prosperity Council (DKM) regarding what media needs are needed. DKM Baiturrahim needs to make visual media to welcome the holy month of Ramadan. DKM needs attractive persuasive media, to attract residents to come to the mosque. Based on the needs of DKM Baiturrahim, the author created a Rontek Banner design that contains an invitation to come to the mosque and optimize worship in the holy month of Ramadan. At the stage of the workmaking process, the author uses the Design Design Thinking method for the work-making Design Thinking is a human-centered approach to innovation that consists of five iterative stages: empathize, define, ideate, process and test. Each stage plays an important role in developing solutions that effectively address user needs. As a result, the team created a rontek design with the topic of congregational prayer and the virtues of fasting in the month of Ramadan. The author produced 10 designs that were submitted and installed in the inner and outer areas of the mosque. Keywords: rontek banner dakwah. visual dakwah. visual media ramadhan Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 PENDAHULUAN Masjid sebagai pusat kegiatan umat Islam memiliki peranan yang sangat strategis dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan spiritual masyarakat. Secara etimologis, masjid berarti tempat sujud, dan dalam sejarahnya, masjid telah berfungsi lebih dari sekadar tempat ibadah. Sejak masa Rasulullah SAW, masjid telah menjadi pusat aktivitas umat Islam, mencakup pendidikan, dakwah, dan interaksi sosial (Karsono dkk. , 2023. Thoha dkk. , 2. Masjid berfungsi sebagai institusi yang tidak hanya menyelenggarakan ritual keagamaan, tetapi juga sebagai tempat untuk mengembangkan komunitas melalui berbagai kegiatan sosial dan ekonomi (Febriansah dkk. , 2022. Mustain, 2. Salah satu fungsi utama masjid adalah sebagai pusat pendidikan. Masjid sering kali menjadi tempat untuk mengajarkan nilai-nilai agama kepada generasi muda, serta menyediakan ruang bagi kegiatan belajar mengajar (Hamid, 2022. Rosyidi & Hasanah. Dalam hal ini, masjid berperan dalam membentuk karakter dan moral umat Islam, serta memperkuat identitas keagamaan mereka (Sarbini dkk. , 2. Selain itu, masjid juga berfungsi sebagai pusat dakwah, di mana berbagai kegiatan keagamaan dan sosial dapat dilaksanakan, seperti pengajian, seminar, dan pelatihan keterampilan (Ridwanullah & Herdiana, 2018. Zaman, 2. Di sisi ekonomi, masjid dapat berfungsi sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat. Melalui pengelolaan yang baik, masjid dapat menjadi tempat untuk mengembangkan usaha mikro, koperasi, dan berbagai inisiatif ekonomi lainnya yang mendukung kesejahteraan masyarakat (Febriansah dkk. , 2022. Maula dkk. , 2. Pemberdayaan ekonomi ini penting untuk meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat, terutama dalam konteks modern yang menuntut masjid untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman (Dewi & Renggana, 2022. Mutalib, 2. Lebih jauh lagi, masjid juga berperan sebagai pusat interaksi sosial, di mana umat Islam dapat berkumpul, berbagi informasi, dan membangun solidaritas (Rokim dkk. , 2. Dalam konteks ini, masjid menjadi tempat yang kondusif untuk membangun jaringan sosial dan komunitas yang kuat, yang pada gilirannya dapat mendukung berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan (Priyatna dkk. , 2020. Ridwanullah & Herdiana, 2. Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Ahmad Alberd. Fahuzi Nazari. Yulianto Hadiprawiro. Ahmad Faiz Muntazori. Salwa Nadilah Desain Rontek Banner Ramadhan untuk Masjid Baiturrahim Jakarta Timur Dengan demikian, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan yang integral dalam kehidupan umat Islam. Pengelolaan yang baik dan partisipasi aktif dari masyarakat sangat diperlukan untuk mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat kegiatan umat (Khaeriyah dkk. , 2022. Ramdhani dkk. , 2. Masjid Baiturrahim yang berlokasi di JL. Persahabatan IV Rt. 010/008. Kelapa Dua Wetan,Jakarta Timur, telah berfungsi sebagaimana mestinya. Masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah seperti yang telah dijelaskan di atas, namun berfungsi juga sebagai pusat pendidikan dengan menyelenggarakan Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPQ) dan juga sebagai pusat interaksi sosial. Hanya saja belum berfungsi sebagai pusat pemberdayaan ekonomi Lokasi masjid berada di kawasan perumahan warga yang secara ekonomi dapat dikelompokkan ke dalam kelas menengah atas, dengan tingkat moderasi beragama yang Berbagai kegiatan diselenggarakan untuk menyatukan warga perumahan. Termasuk di antaranya adalah peringatan hari besar umat Islam seperti Maulid Nabi Muhammad Saw. Isra MiAoraj, dan kegiatan mengisi bulan suci Ramadhan. Penulis pengabdian kepada masyarakat melakukan diskusi kepada Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baiturrahim terkait kebutuhan media apa saja yang DKM Baiturrahim perlu dibuatkan media-media visual untuk menyambut bulan suci Ramadhan. DKM perlu media-media persuasif yang menarik, untuk menarik warga datang ke masjid. Harapannya setelah melihat media yang dibuat, warga sekitar masjid akan lebih tergerak hatinya untuk datang ke masjid, terutama untuk menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan. Berdasarkan kebutuhan dari DKM Baiturrahim, maka penulis membuat desain Rontek Banner yang berisi ajakan untuk datang ke masjid dan mengoptimalkan ibadah di bulan suci Ramadhan. Desain rontek banner ini nantinya akan dicatatkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum Republik Indonesia, dan dialihkan ke Universitas Indraprasta PGRI selaku pemegang hak cipta. Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 METODE Kegiatan PkM ini dilaksanakan mulai tanggal 7 September 2024 Ae 18 Februari 2025. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa dari Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Indraprasta PGRI, denga mitra Dewan Kemakmuran Masjid Baiturrahim. Ciracas. Jakarta Timur. Kegiatan PkM ini dibagi ke dalam beberapa tahapan di antaranya adalah persiapan, proses, pelaksanaan dan evaluasi. Tahap persiapan dilakukan pada periode September Ae Oktober 2004. Tahap proses dilakukan mulai awal Oktober 2024 Ae Januari 2025. Pelaksanaan dan Penyerahan di awal Januari 2025. Evaluasi pada Januari - Februari 2025. Penulis, melakukan pertemuan tim baik secara daring maupun luring untuk koordinasi, persiapan, proses dan pelaksanaan kegiatan PkM. Penulis juga datang langsung ke lokasi dalam tahap persiapan kegiatan PkM. Pada tahap proses pembuatan karya, penulis menggunakan metode Design Design Thinking untuk proses pembuatan karya. Design Thinking adalah pendekatan yang berpusat pada manusia terhadap inovasi yang terdiri dari lima tahap berulang: emphatize, define, ideate, process dan test. Setiap tahap memainkan peran penting dalam mengembangkan solusi yang menjawab kebutuhan pengguna secara efektif. Emphatize. Tahap pertama berfokus pada pemahaman pengguna dan kebutuhan Hal ini melibatkan keterlibatan dengan pengguna melalui wawancara, observasi, dan pencelupan dalam lingkungan mereka untuk mendapatkan wawasan tentang pengalaman dan tantangan mereka. Emphatize sangat penting karena membantu desainer untuk melihat masalah dari sudut pandang pengguna, menumbuhkan pemahaman yang lebih dalam tentang motivasi dan masalah utama mereka (Kurniawanti dkk. , 2024. Suratno & Shafira, 2. Tahap ini sangat penting untuk memastikan bahwa solusi yang dikembangkan relevan dan berpusat pada pengguna. Define. Pada tahap ini, wawasan yang dikumpulkan selama tahap emphatize disintesiskan untuk mendefinisikan masalah inti atau tantangan. Hal ini melibatkan pengartikulasian pernyataan masalah yang jelas yang mencerminkan kebutuhan pengguna dan konteks tantangan. Pernyataan masalah yang terdefinisi dengan baik akan memandu proses ide dan memastikan bahwa solusi yang dikembangkan tepat sasaran dan efektif Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Ahmad Alberd. Fahuzi Nazari. Yulianto Hadiprawiro. Ahmad Faiz Muntazori. Salwa Nadilah Desain Rontek Banner Ramadhan untuk Masjid Baiturrahim Jakarta Timur (Moreno dkk. , 2023. Suratno & Shafira, 2. Tahap ini menekankan kejelasan dan fokus, sehingga tim dapat menyelaraskan tujuan dari proses desain. Ideate. Tahap ide mendorong terjadinya curah pendapat dan menghasilkan berbagai macam ide dan solusi. Di sini, kreativitas adalah yang terpenting, dan tim didorong untuk berpikir di luar kotak tanpa batasan. Teknik-teknik seperti membuat sketsa, pemetaan pikiran, dan sesi curah pendapat kolaboratif sering kali digunakan untuk mendorong pemikiran inovatif (Istikomayanti dkk. , 2024. Suratno & Shafira, 2. Tujuannya adalah untuk menghasilkan beragam ide yang dapat dieksplorasi lebih lanjut dalam tahap pembuatan Prototipe. Pada tahap ini, ide-ide yang paling menjanjikan dari tahap ideate diubah menjadi representasi nyata atau prototipe. Pembuatan prototipe dapat mengambil berbagai bentuk, mulai dari sketsa dengan ketelitian rendah hingga model dengan ketelitian tinggi, tergantung pada kompleksitas solusi yang sedang dikembangkan. Proses berulang ini memungkinkan perancang untuk mengeksplorasi berbagai aspek solusi dan membuat penyesuaian berdasarkan umpan balik (Sukma dkk. , 2024. Suratno & Shafira, 2. Prototipe berfungsi sebagai sarana untuk memvisualisasikan ide dan memfasilitasi diskusi tentang potensi perbaikan. Test. Tahap terakhir melibatkan pengujian prototipe dengan pengguna nyata untuk mengumpulkan umpan balik dan menilai keefektifannya. Tahap ini bersifat berulang, karena wawasan yang diperoleh dari pengujian dapat mengarah pada penyempurnaan lebih lanjut dari prototipe atau bahkan meninjau kembali tahap-tahap sebelumnya dari proses berpikir Pengujian membantu memvalidasi asumsi dan memastikan bahwa solusi akhir memenuhi kebutuhan pengguna secara efektif (Sukma dkk. , 2024. Suratno & Shafira, 2. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa desain berpusat pada pengguna dan Singkatnya, design thinking adalah proses yang dinamis dan berulang yang menekankan empati, kolaborasi, dan eksperimen. Setiap tahap dibangun berdasarkan tahap sebelumnya, sehingga memungkinkan penyempurnaan dan peningkatan ide dan solusi secara terus menerus. Pendekatan ini dapat diterapkan secara luas di berbagai bidang, termasuk desain produk, desain layanan, dan pendidikan, sehingga menjadikannya metodologi yang Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 berharga untuk mendorong inovasi dan mengatasi tantangan yang kompleks (Suratno & Shafira, 2022. Sutresno & Singgalen, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Sebagaimana penjelasan yang penulis berikan pada bagian sebelumnya, kegiatan ini menggunakan metode design thinking. Sehingga, semua tahapan yang dilakukan dalam kegiatan ini mengikuti tahapan yang telah dijelaskan yaitu emphatize, define, ideate, prototipe dan test. Emphatize Pada tahap ini, penulis melakukan wawancara kepada DKM Baiturrahim seperti yang terlihat dalam gambar 1. Penulis menggali informasi terkait permasalahan dan kebutuhan DKM terkait media visual, baik yang sifatnya permanen maupun insidental saat Perayaan Hari Besar Umat Islam. DKM membutuhkan media-media visual yang persuasif, untuk mengingatkan jamaah memakmurkan masjid dengan shalat berjamaah, memakai wangiwangian saat ke masjid, terutama selama bulan suci Ramadhan. Oleh karena itu tim akan membuatkan media yang sesuai dengan permintaan DKM tersebut, jenis media dan kontennya akan dibahas terlebih dahulu. Tim tidak menyodorkan langsung media apa saja yang akan dibuat. Gambar 1. Diskusi dengan DKM Baiturrahim Sumber: dokumentasi penulis Penulis juga melakukan observasi langsung untuk meninjau lokasi dan kebutuhan yang tepat untuk media desain yang akan dibuat oleh tim. Penulis juga dapat menambahkan Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Ahmad Alberd. Fahuzi Nazari. Yulianto Hadiprawiro. Ahmad Faiz Muntazori. Salwa Nadilah Desain Rontek Banner Ramadhan untuk Masjid Baiturrahim Jakarta Timur media yang akan dibuat, walaupun tidak ada permintaan secara khusus dari DKM. Penulis belum melihat ada signage pada tempat-tempat yang ada di masjid, misalnya tempat sholat laki-laki dan perempuan, tempat wudhu laki-laki dan perempuan, toilet laki-laki dan perempuan, serta petunjuk minum gratis yang disediakan oleh DKM. Kunjungan penulis ke lokasi mitra didokumentasikan pada gambar 2. Gambar 2. Gerbang depan masjid Sumber: dokumentasi penulis Define Penulis mendiskusikan permasalahan yang dialami oleh DKM Baiturrahim. Setelah itu mencarikan solusi yang tepat dengan merancang media yang sesuai dengan kebutuhan DKM Baiturrahim. Desain rontek banner dakwah merupakan aspek penting dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara efektif. Beberapa elemen desain dan strategi komunikasi perlu diperhatikan untuk memastikan bahwa banner tersebut tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga mampu menyampaikan pesan dengan jelas dan tepat. Pertama, posisi dan kompleksitas visual banner sangat mempengaruhi daya tarik dan Penelitian menunjukkan bahwa posisi banner di halaman web dapat meningkatkan daya ingat pengguna, yang berkontribusi pada tingkat interaksi yang lebih tinggi (MuyozAaLeiva dkk. , 2. Oleh karena itu, dalam desain banner dakwah, penting Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 untuk mempertimbangkan lokasi penempatan banner agar dapat menarik perhatian audiens dengan lebih baik. Selain itu, kompleksitas visual juga harus diperhatikan. banner yang terlalu rumit dapat mengalihkan perhatian dan mengurangi pemahaman pesan yang ingin disampaikan (Bosaj & Ahtik, 2. Selanjutnya, penggunaan elemen desain yang sesuai dengan konteks budaya dan nilai-nilai Islam sangat penting. Dalam konteks banner dakwah, elemen seperti warna, tipografi, dan simbol-simbol Islam harus dipilih dengan hati-hati untuk menciptakan resonansi emosional dengan audiens (Muntazori dkk. , 2. Misalnya, penggunaan warna yang lembut dan simbol-simbol yang dikenal dalam budaya Islam dapat membantu menciptakan suasana yang lebih akrab dan menarik bagi audiens. Penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan elemen desain yang sesuai dapat meningkatkan persepsi positif terhadap pesan yang disampaikan (Fatihaddin dkk. , 2. Selain itu, penting untuk memperhatikan prinsip-prinsip komunikasi yang efektif dalam desain banner. Strategi komunikasi yang jelas dan sederhana dapat membantu audiens memahami pesan dengan lebih baik. Dalam konteks ini, penggunaan bahasa yang lugas dan langsung, serta penghindaran jargon yang kompleks, sangat dianjurkan (Lee dkk. , 2. Penelitian menunjukkan bahwa banner yang menggunakan bahasa yang mudah dipahami cenderung lebih efektif dalam menarik perhatian dan menyampaikan pesan (Qiu dkk. , 2. Akhirnya, evaluasi dan umpan balik dari audiens juga merupakan bagian penting dari proses desain banner dakwah. Dengan mengumpulkan umpan balik dari audiens, desainer dapat memahami elemen mana yang berfungsi dengan baik dan mana yang perlu diperbaiki. Ini dapat dilakukan melalui survei atau pengujian A/B untuk mengukur efektivitas berbagai desain banner (Melo dkk. , 2. Dengan cara ini, desain banner dakwah dapat terus ditingkatkan untuk mencapai hasil yang lebih baik dalam menyampaikan pesan keagamaan. Secara keseluruhan, desain rontek banner dakwah yang efektif memerlukan perhatian terhadap posisi, kompleksitas visual, elemen desain yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, serta prinsip komunikasi yang jelas. Dengan menerapkan strategi-strategi ini, banner dakwah dapat menjadi alat yang kuat dalam menyebarkan pesan-pesan keagamaan kepada Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Ahmad Alberd. Fahuzi Nazari. Yulianto Hadiprawiro. Ahmad Faiz Muntazori. Salwa Nadilah Desain Rontek Banner Ramadhan untuk Masjid Baiturrahim Jakarta Timur Ideate Pada tahap ini, penulis melakukan brainstorming untuk membuat sketsa, moodbooard rancangan desain rontek banner dan signage. Penulis mengumpulkan konten yang sesuai dengan kebutuhan DKM Baiturrahim. Tahap ide mendorong terjadinya curah pendapat dan menghasilkan berbagai macam ide dan solusi. Di sini, kreativitas adalah yang terpenting, dan tim didorong untuk berpikir di luar kotak tanpa batasan. Teknik-teknik seperti membuat sketsa, pemetaan pikiran, dan sesi curah pendapat kolaboratif sering kali digunakan untuk mendorong pemikiran inovatif (Istikomayanti et al. , 2024. Suratno & Shafira, 2. Moodboard sebagai referensi visual juga dirasa membantu memvisualkan ide-ide dasar dari pemetaan pikiran. Tujuannya adalah untuk menghasilkan beragam ide yang dapat dieksplorasi lebih lanjut dalam tahap pembuatan Peran pemetaan pikiran . ind mappin. dalam pengerjaan pengabdian kepada Masyarakat kali ini yaitu sebagai alat pemetaan dan pengelompokan ide-ide secara terstruktur, membantu mengidentifikasi elemen-elemen penting untuk diterapkan pada media informasi dari masjid, serta memudahkan pemahaman proyek secara menyeluruh, sehingga proses kolaborasi antar anggota lebih efektif dan sesuai dengan ide yang telah direncanakan. Mind map penulis sajikan pada gambar 3 di bawah ini Gambar 3. Mind map media visual Masjid Baiturrahim Sumber: dokumentasi penulis Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Dari pemetaan pikiran di atas, ide mengerucut ke dari berbagai arah, seperti: . Dari kata Masjid, didapatkan kata: ibadah, doa, ritual, . dari kata program. didapatkan kata: maulid Nabi, isramiraj, pengajian, dakwah, . dari kata promosi, didapatkan kata: media, visual, audio,poster, rontek, spanduk , flyer. Kemudian kata kunci yang bisa diambil antara lain adalah dakwah, syiar, ibadah, visual, media. Gambar 4. Moodboard media visual Masjid Baiturrahim Sumber: dokumentasi penulis Moodboard pada gambar 4 dipakai sebagai referensi visual, dan inspirasi desain utnuk media informasi pada masjid. Elemen-elemen yang diambil meliputi warna, image/ ilustrasi dan tipografi . ermasuk jenis huruf, teks/ quotes dakwah yang memotivasi. Elemen inilah yang kemudian akan diterapkan pada rontek dan atau spanduk, serta sign system Sebagian elemen diambil dari desain yang sudah ada sebelumnya, termasuk quotesnya, lalu desain dimodifikasi tanpa menghilangkan identitas aslinya seperti identitas visual komunitas, berupa logo MDC (Muslim Design Community, sehinga identitas pembuat aslinya tidak dihilangkan. Pada tahap ini, penulis juga menentukan struktur elemen visual yang akan digunakan dalam perancangan desain media. Struktur elemen disajikan pada tabel 1 berikut: Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Ahmad Alberd. Fahuzi Nazari. Yulianto Hadiprawiro. Ahmad Faiz Muntazori. Salwa Nadilah Desain Rontek Banner Ramadhan untuk Masjid Baiturrahim Jakarta Timur Tabel 1. Struktur Elemen Desain Media Visual No Elemen Desain Visual 1 Imaji 2 Shape & Form 3 Warna 4 Ruang kosong Teks 1 Headline Sub headline Bodytext Mandatori 1 Logo 2 Tagar Deskripsi Berupa foto, ilustrasi atau gambar manusia, lingkungan, alam. Bangunan sekitar, objek pendukung, garis, tekstur. Warna shape & form atau yang sengaja dibuat dalam desain. Memberi jarak agar desain tidak terlihat penuh Berupa saduran dalam bentuk klausa atau frosa yang merupakan intisari dari ayat Al-Qur'an. Hadis, atau perkataan ulama. Kalimat pendukung untuk memperkuat judul, sehingga dapat lebih mudah memahami pesan. Kalimat redaksi utuh ayat Al-Qur'an. Hadis, atau perkataan ulama yang intisarinya dijadikan sebagai judul. Logo DKM Masjid Menunjukkan tema atau konten tertentu Sumber: Muntazori dan Sunarto . 9: . Muntazori dkk. 0: 94-95. 2021: 95-. Prototipe Pada tahap ini, penulis akan menyajikan hasil desain yang sudah melalui proses tahapan sebelumnya. Desain yang dibuat berdasarkan konsep yang telah dibuat pada tahap Berikut adalah hasil karya desain yang telah dibuat. Ini adalah tahapan pembuatan karya setelah proses sebelumnya. Sesuai dengan solusi yang kami bahas pada bab sebelumnya, media yang kami buat adalah rontek banner ramadhan. Berikut contoh media yang telah dibuat oleh penulis Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Gambar 5. Rontek Banner Sandal Sumber: Dokumentasi Penulis pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Gambar 6. Rontek Banner Wangian Sumber: Dokumentasi Penulis Rontek banner yang penulis buat dengan konteks sholat berjamaan di masjid seperti pada gambar 5. Imaji yang digunakan adalah masjid dan sandal, ditambah dengan shape berupa persegi dengan blok warna hitam dan hijau. Headline pada desain ini adalah AuKehilangan sandal di Masjid itu tidak masalah, yang masalah adalah sandal Anda tidak pernah dipakai ke masjidAy. Mandatori berupa logo masjid Baiturrahim. Kalimat pada headline merupakan intisari dari beberapa Hadits yang menyampaikan tentang keutamaan sholat berjamaah di masjid, khususnya bagi laki-laki dan umumnya bagi seluruh umat Islam. Keutamaannya banyak sekali, sehingga Nabi Muhammad Saw menaruh perhatian pada poin sholat berjamaah di masjid ini. Konten pada rontek banner ramadhan diambil dari hadits berikut: AuBarangsiapa yang mendengar panggilan adzan kemudian dia tidak mendatanginya maka tidak ada shalat baginya kecuali karena udzur (HR. Ibnu Majah no. Ay. Selain itu juga hadits berikut: AuAku ingin sekali memerintahkan untuk ditegakkan shalat kemudian aku memerintahkan seseorang untuk mengimami manusia. Kemudian aku berjalan bersama berapa orang Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Ahmad Alberd. Fahuzi Nazari. Yulianto Hadiprawiro. Ahmad Faiz Muntazori. Salwa Nadilah Desain Rontek Banner Ramadhan untuk Masjid Baiturrahim Jakarta Timur pembawa kayu bakar untuk mendatangi kaum yang tidak menghadiri shalat berjamaah. Kemudian aku bakar rumah-rumah mereka dengan apiAy. Rontek banner pada gambar 6 berisi pesan tentang menggunakan wangian saat ke Imaji yang digunakan berupa parfum dan masjid. Headline berupa kalimat AuMari ke masjid dengan hati bersih dan wangi-wangian yang harumAy. Mandatorinya adalah logo Kalimat headline ini juga merupakan intisari dari Hadits Nabi Muhammad Saw yang menyampaikan tentang sunnah menggunakan wangi-wangian ketika datang sholat berjamaah ke masjid. AuDiriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah berkata: AoJika seseorang ditawari parfum . jangan menolaknya karena memiliki aroma yang baik dan mudah dipakaiAo. Ay (HR. Musli. Penulis hanya memberikan dua contoh rontek banner yang telah dibuat dan diserahkan dan dipasang di sekitaran masjid Baiturrahim. Ciracas. Pembuatan media ini disambut baik oleh DKM dan jamaah masjid, sebagai daya tarik dan pengingat bagi jamaah yang belum tergerak untuk memakmurkan masjid, dan rutin ke masjid tapi belum memahami perintah-perintah agama ketika ke masjid. Simbolis penyerahan rontek banner kami sajikan pada gambar 7 berikut. Gambar 7. Simbolis penyerahan rontek kepada DKM Baiturrahim Sumber: dokumentasi penulis Gambar 8 mengilustrasikan tentang penempatan rontek banner di kawasan masjid Baiturrahim. Ciracas. Jakarta Timur. Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Gambar 8. Rontek yang telah terpasang di area dalam masjid Sumber: dokumentasi tim pelaksana KESIMPULAN Masjid sebagai pusat kegiatan umat Islam perlu didukung oleh media-media visual yang menarik, sebagai bentuk edukasi bagi warga sekitar umumnya dan jamaah masjid Masjid juga memerlukan media informasi yang akan digunakan pada setiap Media ini untuk menyebarluaskan informasi tentang kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Dewan Kemakmuran Masjid. Penerapan keilmuan desain komunikasi visual menjadi sangat penting dalam memberikan edukasi dan informasi bagi warga dan jamaah masjid. Penggunaan elemenelemen visual akan membuat daya tarik bagi media edukasi dan informasi tersebut. Dengan memanfaatkan pendekatan yang berbasis pada kajian ilmiah dan nilai-nilai universal, kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat Islam, terutama dalam meningkatkan kualitas pemahaman agama dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. DAFTAR PUSTAKA