Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 17-35 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. POLA ASUH ORANG TUA TUNGGAL DALAM PENDIDIKAN AKHLAK ANAK DI MI MAAoARIF SUROTRUNAN ALIAN Wiwit Mina Nurohmah . Bahrun Ali Murtopo Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen E-mail: ginawiwit@gmail. Abstract This study aims to determine: . What type of parenting style is applied by single parents at MI Ma'arif Surotrunan Alian. What are the moral traits of students raised by single parents in terms of honesty, politeness, and responsibility at MI Ma'arif Surotrunan Alian in the Academic Year 2022/2023. What are the obstacles faced by single parents in educating their children's morals at MI Ma'arif Surotrunan Alian. In this study, the author used a qualitative method, where data collection was not guided by theory, but based on the discovery of facts during the field research. The data collection techniques employed were observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used was the Miles and Huberman model, which consists of three stages: Data Reduction, . Data Display, and . Conclusion Drawing. The results of the research conducted by the author on Single Parenting Patterns in Children's Moral Education at MI Ma'arif Surotrunan Alian can be summarized as follows: Among five single parents, four of them adopted a democratic parenting style, while one adopted a neglectful parenting style. Moreover, single parents at MI Ma'arif Surotrunan Alian were found to be quite successful in educating their children's morals, particularly in instilling values of honesty, politeness, and responsibility related to academic performance. However, the process of guiding and nurturing their children's morals did not go smoothly for all five single parents, and they faced various challenges, including limited knowledge of religious teachings, their own education level, limited time with their children, lack of support from the other parent, and economic factors. Keywords: Parenting Style. Single Parent. Children's. Morals Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: . Tipe Pola Asuh Apa Yang Dirapkan Oleh Orang Tua Tunggal di MI MaAoarif Surotrunan Alian Tahun Ajaran 2022/2023. Seperti Apa Akhlak Siswa Yang Bernotaben Orang Tua Tunggal Dalam Hal Kejujuran. Sopan Santun, dan Tanggungjawab di MI MaAoarif Surotrunan Alian Tahun Ajaran 2022/2023. Kendala Apa Saja Yang Dihadapi Orang Tua Tunggal Dalam Mendidik Akhlak Anak di MI MaAoarif Surotrunan Alian Tahun Ajaran 2022/2023. Dalam penitian ini penulis mengunakan metode kualitatif, pengumpulan data tidak dipandu oleh teori, melainkan dengan dasar penemuan faktaAefakta yang ditemukan pada saat penulis melakukan penitian dilapangan. Teknik pengumpulan data yang penulis lakukan yaitu dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik anaisis data yang penulis gunakan adalah Teknik anaisis data model Miles and Huberman, yang terdiri dari tiga tahap yaitu: . Data Reduction (Reduksi Dat. , . Data Display (Penyajian Dat. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 17-35 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Conclusion Drawing ( Menarik Kesimpula. Hasil Penelitian yang telah dilakukan penulis tentang Pola Asuh Orang Tua Tunggal Dalam Pendidikan Akhlak Anak di MI MaAoarif Surotrunan Alian Tahun Ajaran 2022/2023, dapat disimpulkan sebagai berikut: Pola asuh yang dipakai orang tua tunggal di MI MaAoarif Surotrunan Alian setelah penitian selesai dilakukan dari 5 orang tua tunggal, 4 diantaranya menggunakan pola asuh demokrasi dan 1 diantaranya menggunakan pola asuh tak peduli. Selain itu orang tua tunggal di MI MaAoarif Surotrunan Alian dalam mendidik akhlak anak terkait beberapa sifat diantaranya: Kejujuran dalam hal nilai, sopan santun dalam hal berbicara dan tanggungjawab dalam hal PR, penulis simpulkan sudah cukup Dan dari 5 orang tua tunggal dalam mendidik dan mengarahkan akhlak anak tidak serta merta berjalan dengan mulus, beberapa kendala yang dihadapi para orang tua tungal juga sangat berfariasi diantaranya: Terbatasanya ilmu agama yang dimiiki. Pendidikan orang tua. Waktu yang terbatas bersama anak. Tidak adanya dukungan dari kedua orang tua, dan faktor ekonomi. Kata Kunci: Pola Asuh. Orang Tua Tunggal. Akhlak. Anak. PENDAHULUAN Saat ini bullying, kekerasan fisik, bahkan pelecehan seksual kerap terjadi di kehidupan sehari-hari. 1 Dan tentu saja, hal ini sangat berkaitan dengan pola pendidikan akhlak seseorang. Kejadian tersebut dinilai sangat memprihatinkan, terlebih perilaku yang biasa identik dengan orang dewasa, saat ini mereka yang masih terbilang belia atau anak-anak sudah dapat melakukannya. Anak-anak yang seharusnya memiliki pemikiran yang masih polos dan serba tidak tahu, pada zaman serba modern ini menjadi tidak ada bedanya dengan mereka orang dewasa. Kurangnya pengendalian diri dan rasa keingintahuan yang tinggi terhadap sesuatu membuat mereka berbuat dengan sesuka hatinya, karena masa di fase seperti itu merupakan masa dimana seseorang sedang mencari jati diri terlebih untuk mereka yang masih terbilang anak-anak atau belia. 2 Segala bentuk penasaran yang membuat hati dan pikirannya gelisah, sehingga melakukan berbagai cara yang tidak lain hanyalah untuk mencari sebuah jawaban dari apa yang ada di dalam hati dan pikirannya, dan biasanya orang tersebut kurang memperhatikan konsekuensi dan efek samping dari tindakan yang akan dilakukan. Pendidikan akhlak yang paling dibutuhkan anak diusia belia yaitu, pendidikan akhlak Anne Neufeld Rupp. Tumbuh Kembang Bersama Anak (Jakarta: Gunung Muria, 2. , 32. EuisWinarti. Pengembangan Kepribadian ( Jakarta: Lentera Printing, 2. , 35. Ibid. , 21. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 17-35 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. dalam hal kejujuran, sopan santun, dan tanggungjawab. Disinilah peran seorang pendidik sangat Seorang pendidik biasanya disebut dengan seseorang yang mengajar, mengarahkan atau pengajar. Mengajar sendiri memiliki arti sebagai kegiatan mentransfer ilmu dan pengalaman kepada mereka yang di ajar baik itu berupa informasi ataupun pengetahuan lainnya. 4 Pendidikan seorang anak pertama kali didapatkan pada keluarga khususnya ayah dan ibu. Keluarga merupakan tempat pertama kali seorang anak diperkenalkan tentang pengetahuan, lingkungan, bahasa, cinta kasih dan lainnya sebagainya. 5 Pola asuh yang seperti apa dan bagaimana sangat berpengaruh terhadap karakter anak kedepannya. Kurangnya memahami dan memilih tipe pola asuh dapat berdampak fatal bagi kepribadian anak. Sekarang ini banyak sekali konflik dalam rumah tangga yang berdampak perceraian atau Mengakibatkan orang tua menjadi tunggal . ingle paren. Dan kebanyakan konflik tersebut bermula dari beberapa faktor, salah satunya faktor terbesarnya yaitu dari faktor ekonomi. Pendapatan yang pas-pasan dan dinilai tidak membawa kebahagiaan diri menjadi alasan untuk sebuah keluarga memutuskan untuk berpisah atau cerai. Kata perpisahan ataupun perceraian dikehidupan sehari-hari melekat dengan julukan keluarga broken home. Menjadi orang tua tunggal juga bukanlah sebuah hambatan dan halangan untuk orang tua gagal dalam menjalanan tugas dan kewajiban secara sempurna untuk mendidik dan melindungi anak-anaknya. Mereka orang tua tunggal dapat dikatakan sendiri dalam mendidik dan mengasuh anak sekaligus berperan ganda dalam kehidupan sehari-hari. Dimana orang tua tunggal harus menjadi fugur yang berbeda-beda di setiap momennya. Tidak jarang juga orang tua tunggal memiliki gaya asuh dengan tempramenal atau ketegasan yang tinggi. Karena orang tua tunggal akan jauh lebih keras dalam berusaha, karena sadar terhadap keluarga yang dimilikinya tidak sama seperti keluarga pada umumnya. Hubungan anak dan orang tua yang seharusnya erat terjalin akan berubah menjadi renggang diakibatkan oleh figur ayah dan ibu hilang dari pandangannya. 7 Seorang anak tidak hanya membutuhkan uang untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Apapun kondisi dan situasi keluarga seorang anak tetap Isma Almatin. Dahsyatnya Hypnosis Learning Untuk Guru Dan Orang Tua (Yogyakarta:Pustaka Widyatama, 2. , 97. Eliyanto . Dasar Ae Dasar Ilmu Pendidikan ( Yoyakarta: Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri(UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta , 2017 ), 19. Anindya Puspita. Selamatkan Kelargamu dari Broken Home (Jkara: Saufa, 2. , 89. Sofyan S. Willis. Konseling Keluarga (Bandung:Alfabeta, 2. , 2. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 17-35 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. membutuhkan bimbingan dari kedua orang tuanya. 8 Dan disini tidak ada keluarga yang sempurna, buatlah ketidaksempurnaan sebagai pembuktian lebih dari mereka keluarga yang sempurna atau utuh . Berdasar observasi sebelumnya peneliti menjumpai beberapa permasalahan yang berkaian dengan judul penelitian yaitu Pola Asuh Orang Tungal Dalam Pendidikan Akhlak Anak di Mi MAoarif Surotrunan Alian. Terlihat bahwa kebanyakan orang tua tunggal menitipkan anak-anaknya kepada sanak saudara yang lain seperti nenek, kakek, bibi, paham dan sebagainya, dengan dalih orang tua tunggal merantau sibuk bekerja dan mengatas namakan kasih sayang untuk mencukupi kebutuhan anak anaknya. Tentunya pola asuh orang tua seperti ini hanya sedikit waktu, arahan, pendidikan akhlak, perlidungan, dan tidak sempat mengawasi perkembangan anak. Serta mengakibatkan renggangnya hubungan anak dan kedua orang tua. Menjadi tanda-tanda besar dengan adanya kerenggangan dan waktu yang sangat sedikit untuk buah hatinya, lalu bagaimana pola asuh orang tua tunggal dalam pendidikan akhlak terkait sifat jujur, sopan santun dan tanggungjawab anak di Mi MaAoarif Surotrunan Alian. Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti ingin sekali menggali lebih dalam seperti apa pola asuh yang selama ini yang diterapkan dalam membimbing dan mengarahkan anakanaknya terkait akhlak anak dengan tiga kategori yaitu kejujuran, sopan santun dan Sebagai penelitian, peneliti memilih judul Pola Asuh Orang Tungal Dalam Pendidikan Akhlak Anak di MI MaAoarif Surotrunan Alian. METODE PENELITIAN Penelitian kali ini dilakukan di MI MaAoarif Surotrunan Alian. Kabupaten Kebumen, meliputi objek yang berkaitan dengan penelitian yaitu pola asuh orang tua tunggal . ingle paren. Penelitian kali ini menggunakan pendekatan kualitatif, pendekatan kualitatif adalah pendekatan yang sifatnya masih sementara dan akan berganti-ganti. 9 Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang menggambarkan fenomena baik yang sifatnya alam maupun buatan manusia. Dalam penelitian deskriptif, peneliti tidak Hamdani Hamid. Pendidikan Karakter Islam (Bandung: CV. Pustaka Seti. , 174. Sugiyono. Metode Penelitian Kuanlitatif Kualitatif (Bandung: ALFABETA, 2. , 272. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 17-35 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. mengubah atau melakukan usaha perubahan tertentu terhadap keseluruhan kegiatan, kejadian, keadaan, sudut pandang dan variabel berjalan apa adanya. Penelitian ini akan menjelaskan, mendeskripsikan ataupun menguraikan mengenai pendidikan akhlak anak-anak, serta pola asuh orang tua tunggal terhadap pendidikan akhlak anak, serta bagaimana gambaran orang tua tunggal anak-anaknya. Adapun teknik observasi , wawancara, dan dokumentasi. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pola Asuh Orang Tua Tunggal Dalam Pendidikan Akhlak Anak di MI MaAoarif Surotrunan Alian Pendidikan kepada anak tidak hanya diberikan wajib untuk orang tua utuh terhadap anaknya, namun wajib juga bagi mereka yang bernotaben orang tua tunggal terhadap anakanaknya. 10 Karena nantinya hasil dari pendidikan itu sendiri akan berubah menjadi sebuah kepribadian atau karakter seseorang. 11 Seperti halnya di MI MaAoarif Surotrunan Alian pendidikan dari orang tua tunggal terhadap anak dilihat dari 2 faktor yaitu kematian dan Orang Tua Tunggal di Mi MaAoarif Surotrunan Alian Orang Tua Tunggal dapat dilakukan sendiri tanpa partner hidup dalam mengarahkan dan mendidik anak-anaknya. Dan jumlah ini sangat banyak di Indonesia. Orang tua tunggal juga sangat familiar dengan julukan janda atau duda di lingkungan tempat ia tinggal. Dan tentu saja kondisi ini menjadikan keluarga tersebut menjadi berbeda daripada keluarga yang lainnya dan itulah keistimewaan dari keluarga tunggal. Berikut orang tua tunggal di Mi MaAoarif Surotrunan Alian Tahun ajaran 2023, yang dapat penulis paparkan melalui proses observasi, wawancara dan dokumentasi: Desy. Pola Asuh Orang Tua Tunggal Dalam Mendidik Agama (Isla. (Studi Kasus di Desa Rejosari Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosob. Jurnal Pendidikan Agama Islam. Vol. XII. No. Juni 2015, hal 91. Euis Winarti. Pengemabngan Kepribadian (Jakarta: Lentera Printing, 2. , 3. Titin Suprihatin. Dampak Pola Asuh Orang Tua Tunggal (Single Parent Parentin. Terhadap Perkembangan Remaja. Prosiding Seminar Nasional Psikologi. Unissula: penguatan keluarga di zaman now: Fakultas Psikologi Lt. 3, 12 Mei 2018, l 146. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 17-35 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Bapak Astoni, ia merupakan seorang ayah dari 4 anakAeanaknya. Ia termasuk dalam kategori orang tua tunggal dengan faktor istrinya meninggal 2 tahun yang lalu. Ibu Ambar, beliau merupakan seorang ibu rumah tangga dengan umur sudah berkepala 4, yang kesehariannya bekerja secara serabutan di ladang dan sebagai ibu rumah tangga Ibu Ambar dalam hal ini termasuk kategori orang tua tunggal dari Egi Radiastra Saputra dengan faktor salah satu dari orang tuanya yaitu suami ibu Ambar meninggal dunia. Mas Tus, merupakan orang tua dari anak bernama Fatih yang sekarang ini sedang mengenyang pendidikan di Mi MaAoarif Surotrunan kelas 2 sekolah dasar dengan keseharian bekerja secara serabutan di wilayah jakarta. Mas Tus termasuk dalam kategori orang tua tunggal dengan faktor kematian yaitu istrinya yang sudah meninggal Bapak Ahmad Rosidin, beliau merupakan ayah dari anak yang bernama Khusna yang sekarang ini sedang mengenyang pendidikan di Mi MaAoarif Surotrunan Alian kelas 2 sekolah dasar. Bapak Ahmad Rosidin, termasuk dalam kategori orang tua tunggal dengan faktor kematian yaitu istrinya. Ibu Tati, beliau merupakan ibu dari anak yang bernama Yusuf Arman Maulana. Ibu Tati, termasuk dalam kategori orang tua tunggal dengan faktor kematian yaitu Jenis Pola Asuh Orang Tua Tunggal di Mi MaAoarif Surotrunan Alian Berdasarkan hasil dari data yang penulis dapatkan selama penelitian di Mi MaAoarif Surotrunan Alian terkait orang tunggal yaitu terdapat 5 anak dengan notaben orang tua tunggal, yang semuanya diakibatkan oleh satu faktor yaitu kematian baik itu dari pihak suami ataupun istri. Dari penelitian yang dilakukan, penulis juga menemukan pelengkap dari orang tua tunggal di Mi MaAoarif Surotrunan Alian dalam mendidik anak-anaknya terutama terkait akhlak yang sedang penulis teliti. Disini dari beberapa sampel yang sudah penulis teliti terdapat 2 jenis pola asuh yang diterapkan dalam keluarga maupun orang tua yang terlibat diantaranya yaitu menggunakan pola asuh demokratis dan pola asuh tak Halini dikarenakan setiap orang tua memiliki tingkatkesabaran dan pengasuhan Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 17-35 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. yang berbeda-beda. 13 Berikut penulis paparkan cara pola pengasuhan dari orang tua tunggal di Mi MaAoarif Surotrunan Alian 2023: Pola Asuh Demokrasi Po1a Asuh Demokrasi merupakan cara asuh yang pada umumnya paling banyak digunakan daripada gaya asuh yang lainnya, tidak jauh berbeda dengan pola asuh dari keluarga yang sedang penulis teliti. Kebanyakan dari mereka lebih memilih menggunakan pola asuh ini daripada yang lain, selain sifatnya yang tidak memaksa, gaya ini mampu meningkatkan kreativitas dan melatih kemandirian anak, oleh karena itu pola asuh ini bagus digunakan orang tua yang ingin anaknya memiliki kemandirian dan bisa lebih bertanggung jawab dalam hidupnya. Diantara kelima orang tua tunggal yang peneliti wawancarai terdapat 4 yang menggunakan gaya asuh ini dalam mendidik dan mengarahkan anakAeanaknya dalam kehidupan sehariAehari, yakni: Bapak Astoni. Mas Tus. Bapak Ahmad Rosidin, dan Ibu Tati. Pola Tak Peduli Pola asuh tak peduli bisa dikatakan pola asuh yang membiarkan atau kebebasan. Kebebasan yang dimaksud yaitu orang tua tidak memberikan arahan maupun bimbingan kepada anak dalam menjalani hidupnya. Orang tua dengan gaya asuh seperti ini biasanya terlalu percaya dengan anak tanpa mengikut campur dalam segala hal, dan biasanya orang tua dengan gaya asuh seperti ini bersikap kurang peduli, melepas tanpa kontrol dan memaklumi segala perilaku dan tindakan anak. Ternyata pola asuh dengan gaya ini dapat diterapkan pada oarang dewasa yang sudah dianggap mampu dan matang dalam berpikir, dan tentu saja pola asuh seperti ini kurang baik jika diterapkan pada dunia anak-anak. Diantara kelima orang tua tunggal yang peneliti wawancarai terdapat 1 yang menggunakan gaya asuh ini dalam mendidik dan mengarahkan anakAeanaknya dalam kehidupan sehariAehari, yakni Ibu Ambar. Selfika Septia dkk. Pengaruh Pola Asuh Orangtua Single Parent terhadap Perilaku Remaja di Jorong Koto Rajo Kecamatan Rao Utara Kabupaten Pasaman. Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023, 3630. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 17-35 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Hasil Penerapan Pola Asuh Orang Tua Tunggal Terhadap Akhlak Anak di MI MaAoarif Surotrunan Alian dilihat dari 3 Aspek yaitu Kejujuran. Sopan Santun dan Tanggungjawab. Dalam dunia pendidikan peran pendidik dalam mendidik anak tidak hanya dipasrahkan kepada guru dan para ustad dan ustadzahnya melainkan ketribatan kedua orang tua yang ikut andil dalam terwujudnya akhlak anak yang baik. Orang tua tunggal dinilai tidak sempurna dalam keluarga karena yang biasanya sebuah keluarga identik lengkap dengan ayah dan ibu serta anak, hal ini dinilai dapat mengganggu proses pendidikan akhlak anak karena orang tua tunggal akan jauh lebih susah dan kesulitan karena sendiri dalam mendidik dan mengarahkan buah hatinya. Selain itu orang tua tunggal dinilai kurang maksimal dalam memberikan pengasuhan bagi anakAeanak mereka. 14 Menjadi PR terbesar untuk membuktikan bahwa orang tua tunggal mampu dan dapat mendidik dan mengarahkan anak sayaknya keluarga utuh lainnya. Bapak sodik mengatakan AuSaya sebagai RT disini melihat. Di Usianya masih kecil itu mereka semua termasuk dalam hal yang wajar, masih polos, berkata jujur dan memiliki keingintahuan yang tinggi, berangkat mengaji dan bermain layaknya anak pada umumnya yang memiliki hidup bahagiaAy. Dalam sesi wawancara penulis melihat keberhasilan orang tua tunggal di Mi MaAoarif Surotrunan Alian. Berdasarkan sikap dan perilaku yang penulis amatir terkait kejujuran kesopanan dan tanggungjawab. Seperti hanya yang dikatakan tetangga dari anakAeanak tersebut bahwa anak tersebut terbilang masih umum seperti anak pada masa kini tidak ada beda yang mencolok dengan latar belakang orang tua tunggal atau bukan. Penulis dapat mengatakan bahwa anakAeanak tersebut memiliki sifat yang baik dan sopan serta memiliki kepribadian yang Ibu waroh selaku wali kelas dua menambahkan. AuUmum mba seperti anak pada umumnya jujur juga dalam uang, sering mereka menemukan dan dikembalikan, jujur juga Eliza Riani Fitri dkk. Penerapan Pola Asuh Oleh Orang Tua Tunggal (Ib. Dalam Pencapaian Pendidikan Formal Anak, hal 6. Wawancara Bapak Sodik, 25 Mei 2023, di Rumah Bapak Sodik. Jam 12. 00 WIB. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 17-35 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. dalam hal nilai, ketika mencocokan secara bersama, bertanggungjawab ketika piket dan salam sapa ketika sampai dan pulang dari sekolahanAy. Tidak lupa dengan guru wali kelas mereka secara keseluruhan memberikan respon yang baik terkait sifat anakAeanak tersebut. Berikut penjelasan lebih detai dari ketiga karakter yang penuis teliti terkait anak-anak tersebut: Karakter Kejujuran Sifat yang dimiliki manusia sangatlah beraneka ragam, baik ataupun kurang baik tidak akan hilang dari karakter atau sifatnya manusia. Diantara sifat dan karakter yang dimiliki seseorang diantaranya yaitu ada karakter kejujuran. Kali ini penulis akan memilih karakter kejujuran anak dalam hal nilai di kelas. Karakter ini merupakan sikap dan perilaku yang biasa dimiliki seseorang yang bernilai baik di kehidupan sehariAehari. Namun tidak semua orang memiliki sikap kejujuran. Orang tua yang sempurna atau utuh biasanya tidak terlalu kesulitan dalam mendidik anaknya dikarenakan mereka dibantu dengan bersama sama membesarkan dan mendidik anakAeanaknya. Lalu bagaimana dengan keluarga tunggal apakah anak yang dididik dalam hal kejujuran hasilnya sama seperti keluarga pada umumnya apakah sedikit berbeda. Pada wawancara yang dilakukan penulis dapat dikatakan bahwa karakter kejujuran yang ada di Mi MaAoarif Surotrunan Alian dikatakan sudah cukup bagus. Hal ini dapat dilihat dari kebiasaan sehariAehari seperti yang disampaikan Bapak Astoni bahwa ketika mengerjakan PR entah berapa hasilnya anak tersebut selalu jujur dan tidak berbohong berapapun hasil yang didapat ketika belajar di kelas. Pada gaya asuh demokratis, selain anak dari bapak Astoni, ada juga anakAeanak lainnya yang tidak jauh berbeda dengan anak bapak Astoni yaitu fatih, khusna, sela, dan yusup memiliki sifat jujur yang tidak jauh berbeda. Penulis melihat mereka juga jujur dalam hal nilai di kelas. Pada pola asuh tak peduli yang dilakukan oleh ibu ambar. Wawancara Ibu Waroh, 22 Maret 2023, di Rumah Ibu Waroh. Jam 13. 00 WIB. Wawancara dengan Astoni, 20 Mei 2023, di Rumah Bapak Astoni. Jam 13. 30 WIB. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 17-35 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. dikarenakan ambar sendiri termasuk hanya mengasuh saja sebab ayah dari anak tersebut meninggal dan ibunya sudah pergi meninggalkan, menjadikan ambar kewalahan dalam mengurusnya ditambah ibu ambar sendiri memiliki banyak anak. Setelah penulis amati anak tersebut egi namanya tidak jauh berbeda dengan anakAeanak yang lain karena mungkin dikarenakan dari kecil sudah terbiasa mandiri dan mengerti dengan keadaan menjadikannya tidak jauh berbeda dan mudah menyesuaikan dengan anak yang lain yaitu memiliki sifat yaitu jujur dengan hal nilai. Ambar juga menambahkan anak tersebut jujur ketika hendak berpergian dan tepat waktu ketika pulang bermain. Dari penjelasan diatas dapat terlihat bahwasanya kedua jenis pola asuh yang orang tua tunggal gunakan berbeda sangat berpengaruh terhadap sikap kejujuran anak. Walaupun berbeda namun sikap kejujuran anak dari kedua gaya asuh yang berbeda penulis simpulkan sudah cukup baik, keduanya mencerminkan sikap jujur yang baik walaupun dengan gaya asuh berbeda tapi hasilnya samaAesama baik. Tetapi tetap saja gaya asuh tak peduli yang diterapkan oleh ibu Ambar kepada anaknya tidak baik untuk ditiru oleh keluarga tunggal maupun keluarga utuh yang lainnya. Karakter Sopan Santun Setiap orang tua menginginkan anaknya berkepribadian baik, salah satunya dengan memiliki sopan santun dalam berperilaku trbih daam brtutur kata. Memiliki sopan santun yang baik dapat berdampak baik untuk dirinya sendiri keluarga serta kedua orang tuanya. Banyak sekali pendapat bahawa anak adalah cerminan orang tua. Dan tentu saja pengajaran sopan santun pertama kali diberikan dan didapatkan anak adalah melalui orang tuanya. Dalam sopan santun penulis memilih sopan santun dalam bertutur kata. Pada gaya asuh demokratis yang penulis amati kepada anak dengan notaben orang tua tunggal di MI MaAoarif Surotrunan Alian sudah terlihat sangat baik. Dapat dicontohkan ketika penulis mengamati ada kalanya seorang guru datang murid menyapa dengan salam, senyum hangat, tidak hanya itu saja ketika penulis melakukan kunjungan ke sekolah mereka berantusias melakukan sapa dan salam secara bergantian. Seperti yang dikatakan Wawancara dengan Ambar, 20 Mei 2023, di Rumah Ibu Ambar. Jam 15. 00 WIB. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 17-35 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Mas Tus, hal yang dilakukan dan diajarkan sopan santun sejak dini yaitu melakukan salam, menggunakan bahasa yang baik dan pamit ketika hendak bepergian. 19 Begitu pula dengan gaya asuh yang diterima yusuf, sela, dan khusna, mereka di ajarkan ketika hendak berangkat sekolah dan mengaji sehingga kebiasaan tersebut penulis yakini terbawa dalam lingkungan sekolahan. Tentu saja hal ini termasuk perbuatan yang baik. Pada gaya asuh tak peduli pada ibu ambar, terhadap mas egi. Penulis amati tidak jauh berbeda dalam artian gaya asuh yang dipakai ibu ambar tidak berdampak besar dalam hal sopan dan santun, karena di lingkungan sekolah mas egi masih terlihat sama dengan anak yang memiliki gaya asuh demokratis ataupun orang tua yang utuh lainnya. Ketika penulis melakukan kunjungan ke rumah mas egi dengan antusias bersamaan serta ikut duduk seraya menghormati guru yang sedang datang berkunjung. Hal tersebut merupakan salah satu sopan santun yang amat sangat baik, terlebih di usianya yg masih belia serta memiliki gaya asuh yang paling berbeda daripada keluarga tunggal yang Berdasarkan gaya asuh orang tua tunggal di Mi MaAoarif Surotruna Alian, dapat dikatakan kedua gaya yang dipakai yaitu gaya asuh demokrasi dan gaya asuh tak peduli terbilang cukup baik. Walaupun mereka diberikan kebebasan sesuai dengan gaya asuhnya yaitu demokrasi, namun semua tetap memiliki batasan dalam berperilaku, tentu saja dengan kritik dan saran yang membangun dari kedua orang tua. Begitupun dengan gaya asuh tak peduli, mas egi justru terlihat biasa dan cukup baik layaknya anak dengan gaya asuh demokratis pada umumnya. Tetapi tetap saja gaya asuh tak pduli yang diterapkan oleh ibu Ambar kepada anaknya tiak baik untuk ditiru oleh keluarga tunggal maupun keluarga utuh yang lainnya. Karakter Tanggung Jawab Pentingnya mengajarkan karakter tanggungjawab sebagai orang tua tunggal sangat tidaklah mudah. Apalagi orang tua tunggal yang identik dengan sendiri dalam mengajarkan kepada anak selain dari bantuan guru dan para ustad. Tanggungjawab dapat gambarkan Wawancara dengan Mas Tus, 25 Mei 2023, di Rumah Mas Tus. Jam 13. 00 WIB. Wawancara Ambar, 20 Mei 2023, di Rumah Ibu Ambar. Jam 15. 00 WIB. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 17-35 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. sebagai sikap yang biasa mereka perbuat, bagaimana anak tersebut dalam bersekolah dan Jika dilihat melalui kegiatan observasi yang penulis lakukan, penulis dapat menyimpulkan karakter tanggung jawab pada anak sudah cukup baik untuk mereka anak anak tunggal di Mi MaAoarif Surotrunan Alian. Untuk kai ini pnuis miih karaktr tangungjawab daam ha mngrjakan PR Dapat dijelaskan bahwa anak yang diasuh dengan gaya asuh demokratis, seperti sela dia menunjukan sikap yang positif, dimana anak mengerjakan PR dengan tanpa disuruh dan berangkat mengaji tanpa diperintah. Sama halnya dengan anak anak yang lainnya yaitu mengerjakan PR tanpa disuruh, pulang sekolah dengan tepat waktu, kemudian berangkat mengaji. Tidak jauh berbeda dengan gaya asuh yang dilakukan ibu ambar terhadap mas egi, walaupun terkadang harus diperintah dan diingatkan namun secara keseluruhan sudah menunjukan sikap tanggung jawab yang baik seperti mengerjakan PR dengan sendiri dan berangkat mengaji di sore hari. Tetapi tetap saja gaya asuh tak peduli yang diterapkan oleh ibu Ambar kepada anaknya tidak baik untuk ditiru oleh keluarga tunggal maupun keluarga utuh yang lainnya. Sampai disini sudah terlihat bahwasanya kedua gaya asuh yang orangtua berikan walaupun berbeda namun tetap menunjukkan hasil yang positif. Seorang anak kecil pasti kadangkala melakukan sebuah kesalahan dan itu tetaplah wajar terlebih di usianya yang masih identik dengan bermain. Tugas orang tua tetaplah mengarahkan dan menuntun anak agar menjadi generasi yang unggul tanpa diskriminasi dari orang tua. Menjadi PR yang besar untuk kedua orang tua menunjukan bahwa keluarga tunggal tidak kalah dengan keluarga yang masih utuh. Kendala Orang Tua Tunggal dalam Pendidikan Akhlak Anaknya di Mi MaAoarif Surotrunan Alian Orang tua sangat berpengaruh dalam tumbuh perkembangan si anak. Dalam menjalani peran sebagai orangtua tunggal sudah pasti bukan sesuatu yang mudah. Sudah menjadi hal umum bahwa pendidikan yang pertama kali diperoleh dari kedua ang tuanya. Kesulitan dan hambatan pasti ditemui, terutama sebagai orang tua tunggal. Mendidik dan Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 17-35 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. mengarahkan anak dianggap sebagai hal yang berat karena tidak adanya patner secara bersama untuk membesarkan dan mengarahkan buah hatinya secara langsung. Berdasarkan hasil penulis observasi dan melakukan penelitian, dipaparkan baawa setiap orang tua tunggal memiliki kendalanya masingAe masing, diantaranya penulis menyimpukan sebagai berikut: Terbatasnya Ilmu Agama yang Dimiliki Orang Tua Sering kali mendengar bahwa orang tua adalah guru pertama dan terbaik untuk anakAeanaknya. Terlebih dalam hal berakhlakul karimah yang artinya memiliki kepribadian dan perilaku yang baik dalam menjalani hidupnya. Oleh karena itu orang tua diharapkan mampu dan memiliki pengetahuan ilmu agama yang dianggap cukup sebagai bahan ajar untuk anakAeanaknya. Karena dengan memiliki bekal dalam hal keagamaan, orang tua dianggap jauh lebih bisa dalam membina akhlak dan perilaku anakAeanaknya. Karena tidak hanya cukup dengan teori atau pengetahuan saja, namun contoh langsung yang diberikan orang tua dengan tindakan langsung memberikan tambahan untuk orangtua mendidik dan mengarahkan anaknya sesuai tujuan yang akan Tidak hanya orang tua utuh, orang tua tunggal juga sama hanya dengan orang tua yang masih itu, mereka sama sama menginginkan semua anaknya memiliki kepribadian yang berakhlakul karimah. Berdasarkan penelitian yang sudah penulis lakukan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi, penulis dapat mengatakan bahwa orang tua tunggal di Mi MaAoarif Surotrunan Alian memiliki keterbatasan dengan kurangnya pengetahuan yang dimiliki terlebih dalam hal keagamaan. Sehingga dalam mengarahkan dan mendidik anak dalam hal akhlak anak mereka sebagai orang tua tunggal dengan sendiri mengajarkan apa dan bagaimana sesuai dengan pengetahuan mereka yang sedikit itu. Tidak berhenti disitu walaupun orang tua tungga tersebut memiliki kekurangan dalam pengetahuan terkait agama mereka tidak ingin anaknya mengikuti jejak dari kedua orang tuanya. Sejak dini mereka sebagai orang tua sudah berupaya memberikan Rezki Nu. Pola Asuh Orang Tua Tunggal (Single Paren. Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Sosial Anak di Desa Bongki Lengkese Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai. Jurnal Ilmu Sosial, 7. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 17-35 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. pendidikan yang baik dengan cara memasukan anaknya ke TPQ terdekat dengan harapan anaknya memiliki pengetahuan yang lebih luas dari apa yang sudah orang tua berikan dirumah. Di Antara orang tua tunggal yang memiliki kendala dalam hal terbatasnya ilmu agama yang dimiliki orang tua siswa sebagai berikut: Responden 1 Bapak Astoni AuSaya bukan orang yang berpendidikan bu pengetahuan saya juga sedikit. Yang saya tahu hanya bekerja dan mnykahkan anak. Sain tidak tahu saya juga bingung mendidik akhlak anak jaman sekarang, mau dikekang takutnya mbk jadi bagaimana. Terkadang mau mncramahi juga bingung mncari bahasa yang bisa diterima dengan baik oleh anakAy. Menurut bapak Astni kendala yang dijumpai dalam mendidik akhlak anak yaitu adalah dari faktor kurangnya ilmu agama yang dimiliki. Selain memenuhi kebutuhan pendidikannya dengan menyekolahkan. Namun peran sebagai orang tua yang menjadi contoh utama belum dapat bapak astni berikan. Dikarenakan keterbatasan ilmu agama yang Pendidikan Orang Tua Memiliki pendidikan yang baik bagi orang tua saat ini sangat mempengaruhi bentuk dari pengarahan dan pembinaan untuk buah hatinya, terutama dalam bentuk akhlak. Orang tua yang memiliki pendidikan STP akan memiliki pengasuhan yang berbeda dari mereka orang tua yang berpendidikan perguruan tinggi ataupun yang lainnya. Dalam mengarahkan anak mereka akan berbeda pula dari cara mempengaruhi anak untuk dapat mengerti dan mematuhi. Selain itu mereka dalam menyampaikan pengalaman yang dimiliki akan jauh lebih mudah dari orang tua yang mempunyai pendidikan hanya sampai pada tingkat sekolah dasar. Karena pada masa ini anak Ae anaknya harus dibesarkan dengan zamannya bukan dengan zaman kedua orang tuanya. Pengalaman orang tua memang bagus tapi saat ini menggandakan hanya dengan pengalaman orang tua di jaman dahulu tidakkah cukup, orang tua yang bijak harus mengerti keadaan dan memberikan pendidikan selayaknya anak di jamannya. Wawancara dengan Astoni, 20 Mei 2023, di Rumah Bapak Astoni. Jam 13. 30 WIB. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 17-35 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Dari penelitian yang penulis lakukan melalui beberapa tindakan seperti observasi, wawancara dan dokumentasi. Penulis dapat menyimpulkan bahwa Orang tua di Mi MaAoarif Surotrunan dapat dikatakan memiliki kendala dalam hal pendidikan terakhir yang hanya sampai pada tingkat sekolah dasar. Sehingga orang tua menjadi sangat terbatas dalam hal pengetahuan dan cara penyampaian kepada anak. Disini untuk pembinaan akhak Orang tua tunggal cenderung menggunakan pengaaman pribadinya untuk diajarkan kepada anak-anaknya dan itu menurut penulis tidakah efektif dijaman yang sekarang ini. Diantara orang tua tunggal yang memiliki kendala dalam hal terbatasnya pendidikan orang tua yang dimiliki sebagai berikut: Responden 1 Ibu Ambar AuDalam pengasuhan anak saya menggunakan gaya asuh tak peduli, dengan sisi lain untuk mendidiknya supaya tidak cengeng dan mandiri. Kendala yang dirasakan saya ketika mendidik mas gi yaitu dari segi pendidikan, saya hanya tamatan SD bu, mungkin pikiran saya dalam mengasuh anak juga berbeda dari kedua orang tua yang lain. Tapi niat saya hanya agar mas gi mandiriAy . Menurut Ibu Ambar, tidak sama dengan bapak astni, kali ini faktor kendala dari pengasuhan yang dilakukan oleh ibu ambar kepada anaknya yaitu dari faktor Dimana memang pendidikan sangat mempengaruhi gaya pengasuhan Waktu Yang Terbatas Bersama Anak Sebagai orangtua tunggal mereka terbiasa bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan buah hatinya. Sehingga tidak jarang bahwa waktu yang ia punya hanya dihabiskan untuk bekerja. Selayaknya orang tua pada umumnya seharusnya memiliki waktu yang cukup untuk mengantar tumbuh kembangnya si anak. Tetapi tidak untuk mereka yang bercinta dengan orang tua tunggal. Wawancara dengan ambar, 20 Mei 2023, di Rumah Ibu Ambar. Jam 15. 00 WIB. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 17-35 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Seperti hanya dengan orangtua tunggal di MI MaAoarif Surotrunan Alian, penulis amati dalam kegiatan observasi, wawancara serta dokumentasi, pulis menemukan kendala dari tidak adanya waktu yang cukup bersama anak. Hal ini menjadikan anak tumbuh dengan mandiri sedangkan orang tua menjadi kurang dalam mengamati secara penuh perkembangan anak. Di Antara orang tua tunggal yang memiliki kendala dalam hal terbatasnya waktu bersama anak sebagai berikut: Responden 1 Bapak Ahmad AuSaya pekerjaannya kan merantau di jakarta, jadi selain kurang dekat dengan anak saya juga tidak memiliki waktu paruh untuk memantau dan mengarahkan anak dalam tumbuh kembang, terutama untuk pendidikan anaknya, semoga anak saya bisa mengerti dengan kondisi bapaknya yang bekerjaAy . Menurut bapak Ahmad dan kondisi yang sekarang ini tidak banyak kendala yang dirasakan dalam mendidik akhlak anak, penulis menemukan satu faktor dari bapak ahmad dalam mendidik akhlak anak yaitu dari faktor kurangnya waktu yang diberikan orangtua kepada anak. Hal ini dikarenakan bapak ahmad menitipkan anaknya kepada saudara untuk bekerja memenuhi kebutuhan sekolah dan sehariAehari. Tidak Adanya Dukungan dari Pasangan dalam Mendidik Anak. Sudah menjadi hal yang untuk mereka orang tua tunggal yang sedang sendiri tanpa memiliki partner hidup untuk membesarkan dan mendidik anak Ae anaknya dengan Padahal dukungan dari peran pasangan untuk membangun citra anak yang berkepribadian baik sangatlah dibutuhkan kerja samanya. Dengan adanya dukungan dari seorang pasangan mereka orang tua tunggal tentunya akan merasa ringan dalam menjalani hidup, berbagi peran bekerja dan mengawasi anaknya dirumah. Tidak hanya itu, batin dan perasaan anak juga menjadi tenang karena kedua orang tuanya ada serta merta Bersama-sama dalam keluarga kecil yang utuh. Penulis menemukan kendala yang dihadapi para orang tua tunggal di antaranya yaitu tidak adanya partner hidup untuk bersamaAesama membesarkan anak terutama dalam membina akhlak anak. Mereka juga mengungkapkan bahwa dukungan dari Wawancara dengan Ahmad, 25 Mei 2023, di Rumah Bapak Ahmad. Jam 14. 00 WIB. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 17-35 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. pasangan sangatlah penting, selain tidak merasa kesepian dukungan dari pasangan juga menambah rasa semangat untuk tetap hidup serta dapat bertukar pikiran untuk membina akhlak pada anak mereka. Diantara orang tua tunggal yang miiki kendala dalam hal tidak adanya dukungan dari pasangan sebagai berikut: Responden 1 Mas Tus AuSemenjak istri saya meninggal saya mnjadi kuwalahan dalam membesarkan anak, yang saya rasakan seperti itu. Saat ini saya harus menjadi dua peran yaitu menjadi sosok ayah yang baik dan menjadi ibu yang hangat kasih sayang dengan anaknyaAy. Menurut mas tus, kendala yang dirasakan ketika mendidik akhlak anak ada banyak. Hanya yang sangat terasa yaitu kepergian sosok istri, atau meninggalnya ibu dari Hal ini amat sangat dirasakannya, dikarenakan mas tus harus berperan ganda dalam membesarkan anaknya. Faktor Ekonomi Kebutuhan ekonomi sangat dibutuhkan untuk dapat bertahan hidup. Terlebih jika sudah berkeluarga, kebutuhan menjadi dua kali lipat daripada mereka yang belum Semua kebutuhan sehariAehari dapat tercukupi jika keadaan ekonomi dalam keluarga tersebut terbilang baik-baik saja. Saat berkeluarga khususnya mereka orang tua yang memiliki seorang anak, faktor ekonomi menjadi sebuah faktor dari terhambatnya orang tua dalam mendidik anak, terutama mereka keluarga tunggal. Karena kebanyakan keluarga tunggal di Mi tersebut menempati posisi keuangan menengan kebawah, jadi sangat jelas dirasakan bahwa faktor ekonomi menghambat dalam mereka memperoleh pendidikan yang baik. Seperti yang penulis teliti, ekonomi menjadi salah satu dampak terhambatnya pendidikan akhlak seorang anak di Mi MaAoarif Surotrunan Alian. Diantara orang tua tunggal yang memiliki kendala dalam hal ekonomi sebagai berikut : Responden 1 Ibu Tati Wawancara dengan Mas Tus, 25 Mei 2023, di Rumah Mas Tus. Jam 13. 00 WIB. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 17-35 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. AuUntuk mencukupi kebutuhan sehariAehari saya bergantung dengan usaha dagang yang saya miliki, yang namanya berdagang kan ada untung dan ruginya. Apalagi di era sekarang yang semuanya memiliki sainganAy. Dalam mengasuh anak ada banyak kendala yang dirasakan oleh orang tua tunggal bernama Ibu Tati, namun kali ini hal yang paling terpukul adalah dari faktor ekonomi, selain banyak saingannya sebagai pedagang beliau sering merasakan tombok untuk memenuhi kebutuhan konsumennya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penitian dan pembahasan yang sudah penulis jabarkan di atas terkait dengan judul penulis yaitu pola asuh orang tua tunggal dalam pendidikan akhlak anak di MI MaAoarif Surotrunan Alian, dapat disimpulkan bahwa. Pertama, pola asuh yang dipakai dalam keluarga tunggal di MI MaAoarif Surotrunan Alian ada 2 macam pola asuh yaitu pola asuh demokrasi dan pola asuh tidak peduli. Kedua. Akhlak siswa yang diasuh menggunakan gaya pola asuh diatas jika dilihat dari aspek jujur, sopan santun, dan tanggungjawab penulis menyimpulkan sudah sukup baik. Ketiga. Kendala yang dihadapi oleh beberapa orang tua tungga di MI MaAoarif Surotrunan Alian penulis simpukan sangat berfariasi, seperti terbatasnya ilmu agama yang dimiliki orang tua, selain itu pendidikan orang tua, waktu yang terbatas dengan anak, tidak memiliki dukungan dari pasangan, dan fakotr ekonomi. Hal itu menjadikan kendala pada orang tua tunggal di MI MaAoarif Surotrunan Alian dalam membrikan pendidikan akhlak yang paling baik untuk anakanaknya. DAFTAR PUSTAKA