J T S 2024 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 13 NOMOR 2 MEMBANGUN KOMPETENSI MUSIKAL REMAJA GEREJA DENGAN INTEGRASI MATERI PEMBELAJARAN DRUM DAN METODE DEMONSTRASI Timothy Reinhart Kiria. Yunatan Krisno Utomo. Martha Yuni Malau (Mahapeserta Prodi S1 Musik Gereja STT Kristus Alfa Omega: kiriareinhart@gmail. Dosen STT Kristus Alfa Omega: yunatan. utomo@gmail. yuni13@gmail. Abstrak Pelatihan musik, drum bagi anak muda yang ingin melayani di gereja adalah investasi yang sangat berharga. Ini bukan hanya tentang menciptakan musisi yang terampil, tetapi juga tentang membentuk generasi muda yang memiliki karakter yang kuat, berdedikasi, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi gereja dan Kendala yang ditemukan adalah tidak tersedianya materi pembelajaran drum yang representatif dan metode pembelajaran yang mudah diikuti oleh peserta pembelajaran. Jadi peneliti ingin mengkaji materi pembelajaran drum yang representatif, dan meneliti efektifitas metode demonstrasi dalam pembelajaran drum di Gereja Bethel Tabernakel Banjarbaru. Metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan untuk mendapatkan wawasan mendalam tentang pengalaman peserta belajar dalam menerima materi pembelajaran drum dengan menggunakan metode demonstrasi Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil yang memuaskan dalam pembelajaran drum dengan menggunakan metode demonstrasi Kata Kunci: Pembelajaran drum, metode demonstrasi. musik gereja, teknik, drum Abstract Drum music training for young people who want to serve in the church is a very valuable investment. It is not only about creating skilled musicians, but also about forming a young generation who have strong characters, are dedicated, and are able to make positive contributions to the church and society. The obstacles found were the lack of representative drum learning materials and learning methods that were easy for participants to follow. the researcher wanted to study representative drum learning materials, and examine the effectiveness of the demonstration method in drum learning at the Bethel Tabernacle Church in Banjarbary. Qualitative methods with a case study approach were used to gain in-depth insight into the experiences of participants in receiving drum learning materials using the demonstration method. Based on the research that has been done, satisfactory results were obtained in drum learning using the demonstration method. Keywords: Drum lessons, demonstration method, church music, drum techniques PENDAHULUAN Musik merupakan sesuatu hal yang penting untuk membantu seseorang dalam mengembangkan intelektual, emosional dan potensi-potensi yang ada dalam diri peserta. Musik dalam pendidikan merupakan bagian penting yang apabila dimanfaatkan secara tepat akan secara efektif memberikan kontribusi yang berharga dalam mewujudkan tujuan pendidikan. Memberikan dukungan dan apresiasi yang konsisten kepada peserta belajar, yaitu dengan memberikan pembelajaran drum yang memadai, maka gereja dapat menciptakan lingkungan pembelajaran musik drum yang lebih efektif dan memenuhi kebutuhan peminat musik dalam gereja. Pelatihan musik drum memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan pelayanan musik di gereja, terutama bagi anak muda yang memiliki minat dan bakat dalam bidang ini. Drum, sebagai salah satu instrumen ritmis yang fundamental, memiliki kekuatan untuk membangkitkan J T S 2024 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 13 NOMOR 2 semangat, memberikan energi, dan menciptakan suasana yang hidup dalam ibadah. Melalui pelatihan terstruktur dan komprehensif, anak muda belajar teknik dasar bermain drum, dan juga pemahaman tentang harmoni. Pelatihan ini juga menjadi wadah bagi anak muda untuk mengembangkan kemampuan musikalitas mereka, meningkatkan rasa percaya diri, serta belajar bekerja sama dalam sebuah kelompok. Selain itu, pelatihan musik drum juga membantu mereka untuk lebih memahami peran musik dalam ibadah dan bagaimana musik dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan rohani. Dengan memiliki keterampilan bermain drum yang baik, anak muda dapat berpartisipasi aktif dalam pelayanan musik di gereja, memperkaya pengalaman ibadah, serta memberikan kontribusi yang berarti bagi komunitas gereja. Lebih dari sekadar keterampilan teknis, pelatihan musik drum juga membentuk karakter anak muda menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki dedikasi yang tinggi. Proses belajar yang tekun, latihan yang rutin, serta semangat untuk terus berkembang akan membentuk mentalitas yang kuat dan positif dalam diri mereka. Keterampilan ini tidak hanya bermanfaat dalam pelayanan di gereja, tetapi juga dapat menjadi bekal berharga dalam kehidupan sehari-hari, membantu mereka meraih kesuksesan di berbagai bidang. Dengan demikian, pelatihan musik drum bagi anak muda yang ingin melayani di gereja adalah investasi yang sangat berharga. Ini bukan hanya tentang menciptakan musisi yang terampil, tetapi juga tentang membentuk generasi muda yang memiliki karakter yang kuat, berdedikasi, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi gereja dan masyarakat. Oleh karena itu peneliti ingin mengkaji materi pembelajaran drum yang representatif, dan meneliti efektifitas metode demonstrasi dalam pembelajaran drum di Gereja Bethel Tabernakel Banjarbaru. METODOLOGI Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus sebagai desain penelitian utama. Metode ini memungkinkan peneliti untuk mendapatkan wawasan mendalam tentang pengalaman peserta dalam pembelajaran drum yang menggunakan metode demonstrasi. Partisipan dalam penelitian ini adalah remaja yang aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran drum. Mereka dipilih berdasarkan kriteria seperti usia, minat, dan ketersediaan untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran drum. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar observasi yang mencatat interaksi antara pengajar dan peserta, serta lembar evaluasi yang mengukur kemajuan peserta dalam pembelajaran drum. Materi yang digunakan dalam pembelajaran drum termasuk teknik dasar memegang stik, posisi tubuh yang benar, dan gerakan tangan dan kaki yang relevan. PEMBAHASAN Materi Pembelajaran Adapun materi yang dibahas dalam pembelajaran drum di Gereja Bethel Tabernakel J T S 2024 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 13 NOMOR 2 Banjarbaru diantaranya adalah pengenalan instrumen drum, teknik-teknik dasar bermain drum, pembelajaran ritme, dinamika, notasi music, serta elemen-elemen musik gereja. Pengenalan Instrumen Drum Drum merupakan salah satu instrumen membranophone . lat musik yang sumber bunyinya dari membra. , cara memainkan alat musik drum dengan cara memukul bagian atas membran atau material buatan yang dibuat khusus seperti membran. Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu pesat, saat ini drum tidak hanya terbuat dari bahan kayu saja, melainkan ada yang dibuat dengan menggunakan bahan dasar logam, plastik dan karet. Menurut fungsinya, drum set terdiri dari beberapa jenis bagian yang telah disatukan seperti bass drum, snare, tom-tom dan beberapa jenis cymbal. Snare drum merupakan instrumen yang paling berbeda di antara lainnya . ari suara dan bentukny. Instrumen ini merupakan unsur utama dari drum set karena sering dipukul. Suara yang dihasilkan bersumber dari pegas atau per yang menempel pada membran snare drum bagian bawah sehingga menimbulkan suara yang berbeda. Ukuran snare drum biasanya antara 10Ay sampai 15Ay. Bass drum merupakan salah satu bagian dari alat musik drum yang mempunyai ukuran diameter yang lebih besar dari bagian-bagian drum yang lain. Adapun ukuran-ukuran tersebut sangat bervariasi antara lain ukuran 16Ay, 18Ay, 20Ay, 22Ay, 24Ay, dan bahkan 26Ay atau lebih. Bass drum dimainkan dengan cara dipukul dengan menggunakan pedal. Tom-tom memiliki berbagai macam ukuran baik diameternya maupun kedalamannya. Ukuran tomtom biasanya bervariasi antara 6Ay sampai dengan 20Ay. Pemain drum biasanya menggunakan tomtom untuk pola fill in. Ukuran tom-tom 14Ay ke atas dapat digolongkan sebagai floor. Cymbal merupakan nyawa bagi drum, karena hampir tidak mungkin bermain drum tanpa cymbal. Teknik-teknik Dasar Bermain Drum Teknik-teknik dasar yang perlu diketahui seperti posisi tubuh yang benar dan teknik pegangan stik drum. Teknik pukulan dasar seperti stroke, tap, dan rimshot. Teknik memainkan hi-hat, snare drum, tom-tom, bass drum, dan cymbal. Peserta akan belajar mengenai koordinasi antara tangan dan kaki, dari materi ini peserta dapat memainkan drum dengan kontrol yang baik dan menghasilkan suara yang jelas. Teknik Memegang Stik (Sticking/Grippin. Matched Grip yaitu memegang stik ini mempunyai dua posisi untuk mengayunkan stik, yaitu closed hand atau tangan tertutup dimana pukulan sangat mengandalkan lengan dan pergelangan tangan sehingga pukulan menjadi kaku dan cepat lelah. Sugeng Apriadi and Syahrul Syah Sinaga. AuStrategi Pembelajaran Drum Pada Junior Kids Secara Klasikal Di Gilang Ramadhan Studio Band (Grs. Semarang,Ay Jurnal Seni Musik 1, no. Pendidikan Musik Kreatif . : 33. Arief Ardian. Kursus Kilat Belajar Drum (Yogyakarta: Eazy Book, 2. , 23. J T S 2024 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 13 NOMOR 2 kecepatannya terbatas, tetapi power yang dihasilkan dari closed hand sangat kuat. Open hand atau tangan terbuka dimana ibu jari dan jari telunjuk yang digunakan untuk menjepit stik, sedangkan ketiga jari lainnya berperan untuk mendorong stik. Ketika stik didorong menyentuh membrane head, maka secara otomatis stik akan memantul kembali, kelemahan dari open hand yaitu power dari pukulan tersebut akan terasa sangat kuat. Traditional Grip yaitu bentuk dari traditional grip umumnya banyak digunakan pada marchingband, dimana tangan kiri dan kanan memiliki perbedaan cara memegang stik, posisi tangan kiri seperti mengepal sedangkan stik masuk diantara jari tengah dan jari manis, dalam posisi ini ibu jari berperan sebagai pendorong stik dan pergelangan tangan untuk mengayun stik. Teknik Heel Up kata heel berarti tumit dan up berarti naik, jadi Teknik ini adalah Teknik menginjak pedal drum di mana posisi tumit kita naik. Dengan kata lain, pada teknik ini kaki kita seperti jinjit sehingga bagian depan menjadi tumpuannya. Teknik heel down adalah teknik menginjak drum dengan tumpuan tumit. Hal tersebut sesuai dengan namanya yaitu heel yang berarti tumit dan down yang berarti turun. Teknik memukul drum merupakan salah satu bagian penting dalam bermain drum. Teknik memukul berhubungan dengan kenyamanan bermain, karakter serta kualitas suara yang dihasilkan. Teknik memukul pada drum memiliki banyak model, sebagai contoh Teknik memukul untuk hihat dan snare bisa dibedakan. Dalam bermain drum, suara yang dihasilkan oleh snare dan bass drum lebih dominan dibandingkan suara dari bagian lain. Oleh karena itu dibutuhkan Teknik yang benar dalam memukul bagian tersebut. Untuk latihan dasar bermain drum, maka yang bisa diterapkan adalah porsi power dalam memukul tiga bagian yaitu bass, snare, dan hi-hat. Porsi power yang harus dikeluarkan adalah suara bass 45%. suara snare 35%. dan suara Hi-hat: 20%. Dengan kata lain suara yang dihasilkan oleh bass drum harus lebih keras dari suara snare, dan suara hi-hat tidak lebih keras dari suara snare. Pembelajaran Ritme dan Dinamika Pemahaman dasar tentang ketukan, dan pola ritme. Latihan ritme dasar, termasuk pengenalan notasi ritme sederhana. Pengembangan kemampuan mengatur ritme dalam berbagai gaya musik, termasuk musik gereja. Peserta mempelajari pola ritme dasar seperti ketukan dasar, pola beat, dan variasi ritme sederhana. Dari materi ini peserta dapat mengikuti ritme musik dengan tepat dan memainkan pola ritme dengan presisi. Memahami prinsip dinamika musik, seperti forte . dan piano . Latihan mengontrol volume dan intensitas suara drum sesuai dengan kebutuhan musik yang dimainkan. Dari Lawrence Stone. AuStick Control Fot The Snare DrumAy 1 . : 20. Ardian. Kursus Kilat Belajar Drum, 30. J T S 2024 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 13 NOMOR 2 materi ini peserta dapat mengendalikan intensitas suara drum untuk menciptakan efek dinamika yang sesuai dengan musik yang dimainkan. Notasi Musik dan Elemen Musik Pengenalan dasar tentang notasi musik drum, seperti not balok, not angka, atau notasi drum Pembelajaran membaca dan memahami notasi musik untuk menginterpretasikan komposisi dan aransemen musik. Dari materi ini peserta dapat memahami dan menginterpretasikan notasi musik dengan baik dalam konteks pembelajaran drum. Memahami karakteristik dan fungsi musik gereja dalam konteks ibadah. Pembelajaran jenisjenis lagu dan pola musik yang umum digunakan dalam musik gereja. Mengaplikasikan teknik-teknik drum yang sesuai dengan musik gereja, termasuk peralihan dan pemanasan lagu. Materi pembelajaran tersebut diorganisir dengan urutan yang sesuai, memperhitungkan tingkat kemampuan peserta dan perkembangan yang diinginkan. Penting untuk menciptakan keseimbangan antara materi teknis dan musikal, sehingga peserta dapat menguasai keterampilan teknis drum sambil mengaplikasikan dalam konteks musik gereja. Peserta akan mempelajari pola ritme, groove, dan gaya musik yang khas dalam konteks musik gereja. Dari materi ini peserta dapat memainkan drum dengan tepat sesuai dengan genre musik gereja yang murid ikuti. Metode Demonstrasi Metode demonstrasi sangat membantu para murid lebih fokus pada materi pelajaran, di samping itu metode demonstrasi ini sangat membantu kelangsungan pembelajaran, dimana pendidik akan melakukan komunikasi langsung dengan murid. Moedjiono mengatakan bahwa guru dalam kegiatan belajar mengajar sering kali harus menunjukkan dan memperagakan keterampilan fisik atau kegiatan yang lain. Untuk melakukan hal tersebut, guru menggunakan metode demonstrasi. 5 Dalam metode demonstrasi peserta didik tidak hanya diberi penjelasan materi pembelajaran secara teoritik, melainkan juga dengan diberi contoh dalam bentuk perbuatan yang dapat dilihat atau didengar murid dengan jelas. Metode demonstrasi ini berdampak pada pemahaman musikal secara keseluruhan. Peserta tidak hanya belajar teknik-teknik bermain drum, tetapi juga memahami pentingnya ritme, dinamika, dan nuansa dalam musik. Murid belajar untuk mengatur ritme dengan lebih baik, memahami peran drum dalam konteks musikal, dan mengembangkan keterampilan pendengaran yang lebih baik. Hal ini membantu murid menjadi pemain drum yang lebih menyadari konteks musikal dan mampu berkontribusi dengan lebih baik dalam pelayanan musik di gereja. Selama mengimplementasikan metode demonstrasi dalam pembelajaran drum di Gereja Bethel Tabernakel Banjarbaru peneliti Moedjiono. Strategi Belajar Mengajar (Bandung: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 2. , 73. J T S 2024 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 13 NOMOR 2 telah mengamati beberapa pengalaman dan dampak yang signifikan, tentang bagaimana metode ini diterima dan berdampak pada murid. Penerimaan di Gereja Bethel Tabernakel Banjarbaru Secara umum, metode demonstrasi sangat baik diterima oleh para murid. Murid menunjukkan antusiasme yang tinggi dan tertarik untuk mengamati instruktur yang memainkan drum dengan teknik yang tepat. Peningkatan kemampuan bermain drum memiliki dampak dari metode demonstrasi. Peserta dapat melihat dengan jelas gerakan yang benar, posisi tangan, dan koordinasi yang dibutuhkan saat bermain Penerapan metode demonstrasi pembelajaran meliputi tahapan pendahuluan, inti pembelajaran dan tahap penutup. Tahap pendahuluan dimana pengajar melatih sticking menggunakan stik sebagai kegiatan pemanasan sebelum belajar drum atau kegiatan inti. Kegiatan Inti Pembelajaran Pada tahap inti pembelajaran ini peserta mempraktekan materiAemateri yang ada di buku. Pengajar menggunakan media buku apabila perlu untuk melatih peserta dalam bermain drum. Selain itu pada kegiatan inti ini pengajar akan mengoreksi permainan drum peserta sehingga peserta tahu kesalahannya. Saat penelitian ini berlangsung, pengajar juga melihat jika peserta belum mengerti tentang materi yang diajarkan maka pengajar akan memberikan contoh secara langsung. Pada bagian pembelajaran, pengajar mempersiapkan segala yang berhubungan dengan pelaksanaan pembelajaran seperti materi pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran dan sumber pembelajaran. Dalam pembelajaran drum di Gereja Bethel Tabernakel Banjarbaru. Materi yang disajikan pengajar dalam proses pembelajaran drum yaitu pengenalan alat musik drum, teknik bermain drum. Rudiments dan Bermain lagu. Pembelajaran juga langsung dilakukan dengan sistem play a long . emainkan drum dengan rekaman lag. dan tidak diberi reading atau membaca partiture. Dalam hal inilah penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran drum memberikan contoh permainan beat lagu yang akan dipelajari, kemudian murid mengikuti beat/irama yang akan dipelajari. Metode demonstrasi melibatkan pengajar yang secara visual dan auditorial menunjukkan kepada peserta bagaimana memainkan drum dengan teknik yang tepat. Pengajar akan melakukan demonstrasi langsung dengan memainkan alat musik tersebut dan menjelaskan langkah-langkah serta prinsip-prinsip yang terlibat dalam teknik bermain drum yang benar. Selain itu, pengajar juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperhatikan dan mengamati dengan cermat. Menyediakan Model Peran: Metode demonstrasi memberikan contoh langsung kepada peserta tentang bagaimana seharusnya teknik bermain drum dilakukan. Dengan melihat pengajar yang kompeten dan berpengalaman, peserta dapat mengamati gerakan yang benar, posisi tubuh yang tepat, serta nuansa dan dinamika dalam permainan drum. Melalui demonstrasi, peserta dapat menggabungkan aspek visual dan auditori dalam Peserta tidak hanya melihat teknik yang benar, tetapi juga mendengar suara yang dihasilkan oleh instruktur saat memainkan drum. Hal ini membantu peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang pengaturan ritme, ketukan, dan ekspresi musikal secara keseluruhan. Metode J T S 2024 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 13 NOMOR 2 demonstrasi memungkinkan peserta memperhatikan secara langsung teknik yang ditunjukkan pengajar. Peserta dapat mengamati gerakan tangan, posisi jari, dan koordinasi antara kedua tangan saat bermain Kemudian, peserta diharapkan untuk meniru dan mempraktikkan apa yang peserta amati. Tahap penutup pembelajaran drum di Gereja Bethel Tabernakel Banjarbaru ini, pengajar memberikan evaluasi terhadap materi yang baru saja dibahas dengan memberikan komentar, kritik, dan saran tentang evaluasi materi pertemuan ini, kemudian instruktur memberikan tugas materi yang akan datang untuk dilatih dan dipelajari di rumah. Tahap evaluasi proses pembelajaran drum di Gereja Bethel Tabernakel Banjarbaru. untuk mengetahui hasil pembelajaran, sesudah proses pembelajaran pengajar melakukan kegiatan evaluasi setelah materi yang diberikan selesai dan ujian. Evaluasi secara obyektif terhadap metode demonstrasi dalam pembelajaran drum di Gereja Bethel Tabernakel Banjarbaru dilakukan, dan diperoleh informasi berikut. Kelebihan Metode Demonstrasi Metode demonstrasi memberikan pengalaman yang kaya secara visual dan auditorial kepada Murid dapat melihat dan mendengar instruktur memainkan drum dengan teknik yang tepat, memungkinkan pemahaman yang lebih baik tentang pengaturan ritme, dinamika, dan ekspresi Contoh Langsung: Metode demonstrasi menyediakan model peran yang nyata bagi Murid dapat mengamati dan meniru gerakan yang benar serta memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang prinsip-prinsip yang terlibat dalam bermain drum. Interaksi Langsung: Metode ini memfasilitasi interaksi langsung antara instruktur dan peserta. Peserta dapat mengajukan pertanyaan, meminta penjelasan lebih lanjut, dan menerima umpan balik secara langsung, yang meningkatkan pemahaman dan keterlibatan peserta. Metode demonstrasi terbukti efektif dalam memfasilitasi pemahaman peserta penelitian terkait teknik dasar memegang stik drum. Dalam sesi demonstrasi yang dipandu oleh instruktur yang kompeten, peserta penelitian secara visual dapat melihat dan mempelajari cara yang tepat untuk memegang stik drum, baik dalam hal posisi jari, grip yang benar, maupun kekuatan tekanan yang Dengan demikian, peserta dapat dengan mudah meniru dan mengadaptasi teknik yang diajarkan dalam pembelajaran drum mereka. Temuan ini mengkonfirmasi hipotesis penelitian bahwa metode demonstrasi dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam membantu peserta memahami teknik dasar memegang stik drum. Temuan menunjukkan bahwa latihan berulang secara bertahap memiliki dampak positif dalam meningkatkan posisi tubuh yang benar saat bermain drum. Peserta penelitian diberikan latihan yang berfokus pada keseimbangan tubuh, penempatan duduk yang tepat, serta koordinasi antara anggota tubuh yang terlibat dalam bermain drum. Melalui latihan yang terstruktur dan berkesinambungan, peserta penelitian secara bertahap dapat mengoreksi dan memperbaiki postur tubuh mereka, mengurangi ketegangan otot yang tidak perlu, dan meningkatkan kenyamanan dalam bermain Hasil ini memberikan dukungan nyata terhadap hipotesis bahwa latihan berulang merupakan J T S 2024 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 13 NOMOR 2 faktor kunci dalam meningkatkan kualitas posisi tubuh dalam pembelajaran drum. Kekurangan Metode Demonstrasi Keterbatasan Individualisasi: Metode demonstrasi mungkin tidak memenuhi kebutuhan individual peserta secara spesifik. Setiap peserta memiliki kecepatan belajar dan gaya pembelajaran yang Dalam metode ini, peserta harus mengikuti langkah-langkah instruktur, yang mungkin tidak memungkinkan penyesuaian yang optimal untuk setiap individu. Fokus Terbatas Metode ini cenderung lebih fokus pada aspek teknis dan fisik bermain drum. Aspek lain seperti teori musik, notasi, dan pengembangan kreativitas mungkin tidak mendapatkan perhatian yang Saran Perbaikan dan Modifikasi. Dalam meningkatkan efektivitas metode demonstrasi, penting untuk mengintegrasikan pendekatan individualisasi. Instruktur dapat memberikan waktu tambahan untuk memberikan umpan balik individu, memperhatikan kebutuhan dan tingkat kemampuan masing- masing peserta secara lebih terperinci. Dalam hal ini, dapat berguna untuk mengadakan sesi tambahan atau kelas kecil yang memungkinkan instruktur untuk bekerja secara lebih intensif dengan setiap peserta. Selain metode demonstrasi, penting untuk memperluas pendekatan pembelajaran dengan memasukkan teori musik, notasi, dan pengembangan kreativitas dalam pembelajaran drum. Ini dapat mencakup pengenalan teori dasar musik, praktek membaca not balok, dan eksplorasi improvisasi dalam konteks musik gereja. Metode demonstrasi adalah salah satu pendekatan yang efektif dalam pembelajaran drum, tetapi penggunaan metode ini sebaiknya dikombinasikan dengan pendekatan lain yang relevan untuk mencapai hasil yang lebih Modifikasi dan penyesuaian metode dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas pembelajaran. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa: Pembelajaran drum yang diterapkan di Gereja Bethel Tabernakel Banjarbaru berjalan dengan baik. Hal ini sesuai dengan tujuan awal diadakan pembelajaran drum dengan metode demonstrasi, yaitu untuk meningkatkan skill pemusik . dan memiliki regenerasi. Pencapaian ini merupakan hasil dari langkah-langkah bertahap yang diterapkan dalam pembelajaran drum di Gereja Bethel Tabernakel Banjarbaru yaitu dengan tahapan materi-materi yang diberikan yaitu: pengenalan bagian drum dan fungsinya, bermain dengan lagu, dan juga teknik bermain drum (Sticking/rudiment,grooving dan lainnya ). Pencapaian tersebut didukung dengan proses pembelajaran yang bersifat privat yaitu murid didik oleh satu pengajar, menurut data yang ditemukan di lapangan, skill pemusik di Gereja Bethel Tabernakel Banjarbaru bertambah baik dari waktu ke waktu, dan beberapa murid telah dipercayakan untuk melayani di ibadah umum dan ibadah youth. J T S 2024 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 13 NOMOR 2 Pencapaian tersebut didukung oleh pendekatan pembelajaran yang dilakukan secara privat, dengan setiap murid mendapatkan pengajaran langsung dari seorang pengajar. Data yang ditemukan dilapangan menunjukkan peningkatan kualitas skill pemain drum di Gereja Bethel Tabernakel Banjarbaru dari waktu ke waktu, bahkan beberapa murid telah dipercaya untuk melayani dalam ibadah umum dan ibadah pemuda. Temuan ini menunjukkan bahwa metode demonstrasi merupakan pendekatan yang efektif dalam pembelajaran drum di Gereja Bethel Tabernakel Banjarbaru. Implikasinya sangat penting dalam pengembangan kurikulum dan praktik pembelajaran musik di gereja tersebut, serta dapat menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran drum dan memenuhi kebutuhan peminat musik yang banyak. Meskipun tujuan penelitian telah tercapai, penting untuk terus mengevaluasi dan mengembangkan metode demonstrasi serta memperhatikan aspek-aspek peningkatan yang mungkin Penelitian selanjutnya dapat melibatkan perbandingan dengan metode pembelajaran lainnya atau fokus pada aspek-aspek spesifik dalam pembelajaran drum di gereja tersebut untuk terus meningkatkan efektivitas pembelajaran. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman tentang penggunaan metode demonstrasi dalam pembelajaran drum di konteks gereja. Temuan ini juga menjadi dasar bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan musik gereja dan peserta didik DAFTAR PUSTAKA