Jurnal Kebidanan Besurek ISSN : 2527 - 3698 HUBUNGAN PENGETAHUAN. SIKAP DAN MOTIVASI DENGAN PELAKSANAAN SENAM HAMIL DI BIDAN PRAKTEK MANDIRI KOTA BENGKULU The correlation of Knowledge. Attitude and Motivation with the implementation of Pregnancy Exercise in Independance Midwife Clinic. Bengkulu City Ruri Maiseptya Sari Jurusan Kebidanan Stikes Tri Mandiri Sakti Bengkulu Jl. Hibrida Raya N0 3 Bengkulu 38229 rury_maiseptyasari@yahoo. Abstrak Pelaksanan senam hamil adalah satu kegiatan yang dilakukan ibu hamil pada usia 28 minggu yang dilakukan agar proses persalinan yang dihadapi dapt berjalan aman dan lancat. Menurut data Profil Kesehatan Kota Bengkulu pada tahun 2014. AKI di Provinsi Bengkulu tahun 2014 sebesar 185,1 per 000 kelahiran hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan motivasi dengan pelaksanaan senam hamil di BPM Susi Irma Novia dan Ida Laina Kota bengkulu Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester tiga besarnya 201 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan acidental sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara dengan instrument berupa kuesioner, data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis menggunakan perangkat lunak program komputer ,melalui uji statistik univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil analisis univariat diperoleh prevalensi pelaksanaan senam hamil pada ibu hamil TM i 68,7%. Hasil analisis bivariat pengetahuan, sikap dan motivasi dengan pelaksanaan senam hamil menggunakan uji Chi Squqre diperoleh nilai P Value masing masing . , hal ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan motivasi dengan pelaksanaan senam hamil Berdasarkan hasil tersebut diatas, disimpulkan Bidan agar dapat mengikuti pelatihan tentang senam hamil dan Bidan Praktek Mandiri dapat melaksanakan kegiatan senam hamil yang bertujuan utuk menjaga kesehatan ibu dan janin dan mempermudah prose persalinan, walaupun dengan kendala fasilitas yang kurang, seharusnya bidan bisa menggunakan tempat atau fasilitas di wilayah kerja setempat seperti balai desa. Kata kunci : Pengetahuan. Motivasi. Sikap. Senam Hamil Abstract Pregnancy exercise is an exertion that is performed by pregnant women at the age of 28 weeks gestation so that the delivery process can run safely and smooth. Based on Health`s Data Profile, the ratios of Maternal Mortality Rate (Angka Kematian Ib. in Bengkulu Province is about 185. 1 per 000 live births. The purpose of this research is to determine the the relationships of Knowledge, attitude, motivation, with the implementation of pregnancy exercises in BPM Susi Irma Novia & Ida Laina Bengkulu city. Cross Sectional design was used for this study. The population was pregnant women in their third trimester of pregnancy with total of 201 participants. Accidental sampling technique was used in the Vol 2. No. Juni 2017 : 26 - 33 Jurnal Kebidanan Besurek ISSN : 2527 - 3698 recruitment of sample. Data were collected through questionnaires, tabulated and analyzed using computer program software throught univariate and bivariate The result of the study revealed that prevalence of third trimester-pregnant women who are practicing pregnancy exercise was 68. 7 %, factors that significantly related to the implementation of pregnancy. Based on the results above, it is concluded, that Midwifes are expected to participate in pregnancy exercise program and Mandiri Midwife Clinic are likewise expected to implement it which aims to help maintain the health of the mother and the fetus. thus, easefully facilitate the delivery process. Although lack of facilities has become a barrier, the midwife could still use the facilities that located nearby to their working areas such as local village hall. Keywords : Knowledge. Motivation. Pregnancy exercise PENDAHULUAN Berdasarkan kesepakatan MDGs (Millenium Development Gloal. dimana target yang akan tercapai sampai tahun 2015 adalah mengurangi angka sampai A resiko jumlah kematian ibu. Salah satu sasaran yang ditetapkan untuk mencapai Indonesia sehat tahun 2015 adalah menurunkan angka kematian maternal menjadi 125/100. 000 kelahiran hidup (Kemenkes, 2. Senam hamil merupakan suatu usaha untuk mencapai kondisi yang optimal dalam mempersiapkan proses persalinan dengan cara dirancang latihan-latihan bagi ibu hamil. Latihan senam hamil yang dilakukan secara teratur baik ditempat latihan maupun di rumah dalam waktu senggang dapat menuntun ibu hamil kearah persalinan yang fisiologis selama tidak ada keadaan patologis yang menyertai kehamilan. Ibu hamil yang melakukan senam hamil secara teratur selama kehamilannya dilaporkan dapat memberikan keuntungan pada saat persalinan yaitu pada masa kala aktif . ala II) menjadi lebih pendek, mencegah terjadinya letak sunsang dan mengurangi terjadinya insiden section caesaria (Maryunani, 2011 ). Salah satu penyebab kematian ibu adalah partus lama . %). Partus lama merupakan salah satu dari beberapa penyebab kematian ibu dan bayi baru lahir. Partus lama adalah persalinan yang berlangsung lebih dari 18 jam yang dimulai dari tanda-tanda persalinan. Partus Vol 2. No. Juni 2017 : 26 - 33 kehabisan tenaga, dehidrasi pada ibu, kadang dapat terjadi infeksi, cedera dan yang dapat kematian bayi. Angka kematian ibu di dunia berdasarkan data WHO tahun 2003 didapatkan bahwa dalam setiap menit seseorang perempuan meninggal karena komplikasi yang terkait dengan proses kehamilan dan persalinannya (Kemenkes. Sebagai upaya untuk mencegah partus lama dapat dilakukan dengan salah satunya adalah kegiatan senam hamil, karena perlu disadari oleh para ibu hamil, bahwa senam hamil adalah suatu bentuk mempertahankan elastisitas dinding perut, ligamen-ligamen, otot-otot dasar panggul yang berhuburngan dengan proses persalinan (Anggraeni, 2. Pelaksanaan senam hamil di Kota Bengkulu belum berjalan optimal. Di BPM Susi Novia dan BPM Ida Laina peserta senam hamil belum maksimal. Dari 201 ibu hamil hanya sebagian yang mengikuti senam BAHAN DAN METODE Penelitian ini dilaksanakan di BPM Susi Novia dan BPM Ida Laina Kota Bengkulu pada Bulan Mei - Juni 2016, alasan pemilihan lokasi ini karena hanya dua BPM ini yang memiliki Pelaksanaan Senam Hamil. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional yaitu untuk Jurnal Kebidanan Besurek mengetahui hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen melalui pengumpulan data variabel independen dan variabel dependen sekaligus pada waktu yang sama. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengetahuan, sikap dan motivasi ibu dan variabel dependennya adalah pelaksanaan senam hamil. Adapun populasi target yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua Ibu hamil TM i DI BPM Susi Irma dan BPM Ida Laina Kota Bengkulu pada Bulan Maret - 5 Mei berjumlah 201 Ibu hamil. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara dengan berupa kuesioner diadopsi, data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis menggunakan ISSN : 2527 - 3698 perangkat lunak program komputer, melalui uji statistik univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi Square karena skala data dalam penelitian ini adalah skala nominal. HASIL Hasil Uji Univariat Analisis univariat dilakukan untuk mendeskripsikan tiap variabel frekuensi untuk melihat distribusi responden, menurut berbagai variabel yang diteliti, variabel dependen disajikan dalam bentuk tabel yang mana hanya memaparkan tanpa menjelaskan hubungan sebab akibat, adapun hasil penelitian ini adalah seperti yang tercantum di tabel di bawah ini : Tabel I Distribusi Frekuensi Responden berdasarkan Pelaksanaan Senam Hamil di Bidan Praktek Mandiri Kota Bengkulu Tahun 2016 Pelaksanaan Senam Hamil Tidak Melakukan Melakukan Total Jumlah . Persentase (%) Sumber data: Primer terolah 2016 Dari tabel 1 diatas dapat dilihat bahwa ibu hamil trimester i yang melakukan senam hamil sebanyak 101 orang . 7%) dan tidak melakukan senam hamil sebanyak 46 orang . 3%). Tabel 2 Distribusi Frekuensi Responden berdasarkan Pengetahuan. Sikap, dan Motivasi di Bidan Praktek Mandiri Kota Bengkulu Tahun 2016 Pengetahuan Rendah Tinggi Total Sikap Tidak Mendukung Mendukung Total Motivasi Rendah Tingi Total Vol 2. No. Juni 2017 : 26 - 33 Jumlah . Jumlah . Jumlah . Persentase (%) Persentase (%) Persentase (%) Jurnal Kebidanan Besurek ISSN : 2527 - 3698 Sumber data: Primer terolah 2016 Dari tabel 2 diatas dapat dilihat antara variabel independen yaitu bahwa ibu hamil trimester i yang pengetahuan, sikap dan motivasi, berpengetahuan tinggi sebanyak 117 terhadap variabel dependen yaitu orang . 6%) dan ibu hamil yang Pelakasanaan senam hamil, dilakukan berpengetahuan rendah sebanyak 30 dengan uji statistik chi square dengan orang . 3%). Ibu hamil trimester tingkat kepercayaan 95% dan tingkat i yang mendukung senam hamil kemaknaan adalah p < 0. 05, artinya sebanyak 118 orang . 3%) dan bila P < 0,005 maka Ho ditolak dan yang tidak mendukung senam hamil Ha diterima artinya ada pengaruh sebanyak 29 orang . 7%). Ibu signifikan secara statistik antar hamil trimester i yang motivasi variabel dependen dengan variabel tinggi sebanyak 87 orang . independen, bila P Ou 0,05 maka Ho dan ibu hamil yang motivasi rendah tidak dapat ditolak dan Ha di tolak sebanyak 60 orang . 8%). artinya tidak ada pengaruh antara variabel dependen dengan variabel Hasil Uji Bivariat Analisa bivariat untuk melihat apakah ada pengaruh yang bermakna Tabel 5 Hubungan Pengetahuan dengan Pelaksanaan Senam Hamil di Bidan Praktek Mandiri Kota Bengkulu Tahun 2016 Pengetah Rendah Tinggi Total Pelaksanaan Senam Hamil Tidak Melakukan Total Melakukan . % CI) P Value . Sumber data: Primer terolah 2016 Berdasarkan table 5 di atas tampak tabulasi silang antara pengetahuan dengan pelaksanaan senam hamil, di peroleh hasil yaitu responden yang pengetahuan rendah tidak melakukan senam hamil lebih tinggi yaitu sebanyak 20 orang . ,7%) dibandingkan pengetahuan tinggi yaitu sebanyak 20 orang . Hasil uji Chi-Square didapatkan nilai p value sebesar 0. 000 < 0. 05 maka Ho ditolak, berarti ada hubungan antara pengetahuan dengan pelaksanaan senam hamil dan Hasil uji Risk Estimate didapatkan nilai Odd Ratio (OR) sebesar 000, artinya pengetahuan rendah tidak melakukan senam hamil sebesar 7. 000 kali lipat dibandingakan dengan pengetahuan Tabel 6 Hubungan Sikap dengan Pelaksanaan Senam Hamil di Bidan Praktek Mandiri Kota Bengkulu Tahun 2016 Sikap Pelaksanaan Senam Hamil Tidak Melakukan Total Melakukan . % CI) Value Jurnal Kebidanan Besurek Tidak Mendukung Total ISSN : 2527 - 3698 085 Ae Sumber data: Primer terolah 2016 Berdasarkan tabel 6 diperoleh Hasil tabulasi silang hubungan sikap dengan pelaksanaan senam hamil, di peroleh hasil yaitu responden yang sikap tidak mendukung tidak melakukan senam hamil lebih tinggi yaitu sebanyak 25 orang . ,2%) dibandingkan sikap mendukung yaitu sebanyak 21 orang . 8%). Hasil uji Chi-Square didapatkan nilai p value sebesar 0. 000 < 0. 05 maka Ho ditolak, berarti ada hubungan antara sikap dengan pelaksanaan senam hamil dan Hasil uji Risk Estimate didapatkan nilai RR sebesar 28. 869 artinya sikap tidak mendukung berpeluang tidak melakukan senam hamil sebesar 28. 869 kali lipat dibandingakan dengan sikap mendukung. Tabel 7 Hubungan Motivasi dengan Pelaksanaan Senam Hamil di Bidan Praktek Mandiri Kota Bengkulu Tahun 2016 Motivasi Rendah Tinggi Total Pelaksanaan Senam Hamil Tidak Melakukan Total Melakukan . % CI) Value . 956 Ae Sumber data: Primer terolah 2016 Berdasarkan tabel 7 diperoleh Hasil tabulasi silang hubungan motivasi dengan pelaksanaan senam hamil, di peroleh hasil yaitu responden yang motivasi rendah tidak melakukan senam hamil lebih tinggi yaitu sebanyak 38 orang . ,3%) dibandingkan motivasi tinggi yaitu sebanyak 8 orang . 2%). Hasil uji Chi-Square didapatkan nilai p value sebesar 0. 000 < 0. 05 maka Ho ditolak, berarti ada hubungan antara motivasi dengan pelaksanaan senam hamil dan Hasil uji Risk Estimate didapatkan nilai Odd Ratio (OR) sebesar 17. artinya motivasi rendah berpeluang tidak melakukan senam hamil sebesar 17. kali lipat dibandingakan dengan motivasi PEMBAHASAN Berdasarkan hasil pengolahan data dan sesuai dengan tujuan khusus dalam penelitian ini yaitu untuk mendapatkan distribusi frekuensi pengetahuan, sikap, pendidikan, motivasi, status ekonomi dan antara pelaksanaan senam hamil Ibu trimester i dalam melakukan senam hamil terhadap faktor Ae faktor yang berhubungan, maka hasilnya akan dibahas sebagai berikut: Ibu hamil trimester i yang melakukan senam hamil sebanyak 101 orang . 7%) dan tidak melakukan senam hamil sebanyak 46 orang . 3%). Menurut yuliarti . senam hamil dianjurkan dilakukan ketika janin dalam kandungan telah berusia lebih dari tiga bulan, karena sebelum usia kandungan menginjak tiga bulan perlekatan janin didalam uterus belum terlalu kuat. Hal ini Jurnal Kebidanan Besurek dimaksudkan untuk menghindari resiko abortus, dalam kondisi tertentu senam hamil harus dihentikan. Hasil penelitian tersebut menunjukan masih banyaknya ibu hamil yang melakukan senam hamil. Apabila dilihat dari pengertiannya dan tujuan senam hamil sangat bermanfaat bagi ibu hamil terutama yang primigravida. Responden pengetahuan rendah tidak melakukan senam hamil lebih tinggi yaitu sebanyak . ,7%) pengetahuan tinggi yaitu sebanyak 20 orang . 2%). Pengetahuan ibu tentang pelaksanaan senam hamil akan membentuk sikap positif terhadap kegiatan senam hamil. Senam hamil tanpa didukung dengan kesadaran masyarakat tidaklah akan berarti, tentunya akan banyak kendala untuk mencapai target 100% (Ali, 2. dan hasil penelitian ini sejalan dengan teori pengetahuan yang tinggi responden melakukan senam hamil. Hubungan sikap dengan pelaksanaan senam hamil, di peroleh hasil yaitu responden yang sikap tidak mendukung tidak melakukan senam hamil lebih tinggi yaitu sebanyak 25 orang . ,2%) dibandingkan sikap mendukung yaitu sebanyak 21 orang . 8%). Menurut Sunaryo, sikap individu akan memberi warna atau corak tingkah laku bersangkutan sehingga jika ibu mengerti tentang pelaksanaan senam hamil. Segala tingkah laku individu adalah manifestasi dari kepribadian yang dimilikinya sebagai perpaduan yang timbul dari dalam diri dan lingkungannya (Notoatmodjo, 2. Hal ini sejalan dengan teori, sikap adalah Ausuatu predisposisi yang dipelajari untuk merespon secara konsisten, baik positif, maupun negatif terhadap suatu objekAy (Aiken, dalam Emi, 2. Salah satu fungsi dari sikap adalah sebagai Vol 2. No. Juni 2017 : 26 - 33 ISSN : 2527 - 3698 penyesuaian atau manfaat. Ini berkaitan dengan sikap sebagai sarana dan tujuan, bila objek sikap dapat bermanfaat maka individu akan bersikap positif, sebaliknya bila objek sikap tidak bermanfaat maka individu akan bersikap negatif (Emi, 2. Berdasarkan hasil wawancara singkat kepada pasien di BPM Susi Irma Novia dan BPM Ida Laina bahwa pasien belum bisa datang senam hamil karena pelaksanaan senam hamil bersamaan dengan jadwal pasien melakukan kegiatn Sehingga BPM menyesuaikan jadwal Senam dengan kesibukan pasien, contohnya Senam hamil sebaiknya diadakan pada waktu hari libur atau sore hari dan untuk ibu hamil dalam hal ini diharapkan dapat meluangkan waktu untuk melakukan senam hamil dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan yang ada di desa tersebut. Hubungan pelaksanaan senam hamil, di peroleh hasil yaitu responden yang motivasi rendah tidak melakukan senam hamil lebih tinggi yaitu sebanyak 38 orang . ,3%) dibandingkan motivasi tinggi yaitu sebanyak 8 orang . 2%). Motif atau motivasi berasal dari kata latin Moreve yang berarti dorongan dari dalam diri manusia untuk bertindak atau Pengertian motivasi tidak terlepas dari kata kebutuhan atau needs atau want. Kebutuhan adalah suatu AupotensiAy dalam diri manusia yang perlu ditanggapi atau direspon. Tanggapan terhadap kebutuhan tersebut diw ujudkan dalam bentuk tindakan untuk pemenuhan kebutuhan tersebut, dan hasilnya adalah orang yang bersangkutan merasa atau menjadi puas (Notoatmodjo, 2. Motivasi ibu tentang pelaksanaan senam hamil akan membentuk sikap positif terhadap kegiatan senam hamil. Senam hamil tanpa didukung dengan kesadaran masyarakat tidaklah akan Jurnal Kebidanan Besurek berarti, tentunya akan banyak kendala untuk mencapai target 100% (Ali, 2. Menurut Sunaryo, motivasi individu akan memberi warna atau corak tingkah laku ataupun perbuatan individu yang bersangkutan sehingga jika ibu mengerti tentang pelaksanaan senam hamil. Segala tingkah laku individu adalah manifestasi dari kepribadian yang dimilikinya sebagai perpaduan yang timbul dari dalam diri dan lingkungannya (Notoatmodjo, 2. SIMPULAN Pelaksanaan Senam Hamil pada ibu hamil trimester i di BPM Kota Bengkulu Tahun 2016 yang melakukan senam hamil sebanyak 101 orang . 7%) dan tidak melakukan senam hamil sebanyak 46 orang . 3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan motivasi ibu terhadap pelaksanaan senam SARAN Bidan Praktek Mandiri hendaknya terus berupaya meningkatkan pengetahuan ibu tentang pentingnya senam hamil, sehingga menumbuhkan sikap menerima melaksanakan senam hamil. Upaya peningkatan pengetahuan salah satunya dapat dilakukan dengan mengoptimalkan promosi kesehatan dan sosialisasi tentang pentingnya pelaksanaan senam hamil di Setiap BPM. Untuk peneliti lain hendaknya mengembangkan penelitian ini dengan penelitian kualitatif serta wawancara yang mendalam serta dengan jumlah sampel yang lebih banyak sehingga hasilnya akan lebih akurat. DAFTAR PUSTAKA