JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : x-x . E-ISSN : x-x Volume 5. Nomor 1. Edisi April 2023 https://ojs. id/index. php/jct/index E-Diagnosis Pada Penyakit Herniated Nucleus Pulposus (HNP) Dengan Teknik Probabilitas Teorema Bayes Author1. Author1. Author2,* Indah Kusumah Wardhani1. Dicky Nofriansyah2. Ardianto Pranata3 1, 2, 3 Sistem Informasi. STMIK Triguna Dharma Email: indahwardhani82@gmail. com, 2dickynofriansyah@ymail. com, 3Ardianto_Pranata@yahoo. Email Penulis Korespondensi: indahwardhani82@gmail. AbstrakOe Herniated Nucleus Pulposus (HNP) adalah keadaan dimana nukleus pulposus keluar menonjol untuk kemudian menekan ke arah kanalis spinalis melalui anulus fibrosis yang robek. Penyakit ini biasa disebut dengan syaraf kejepit. Biasanya penyakit ini diawali dengan sakit nyeri pinggang yang bisa disebabkan karena infeksi pada otot atau tulang belakang, trauma atau benturan yang hebat pada pinggang, kelainan pada tulang belakang. oleh karena itu untuk mengatasai permasalahan tersebut, salah satunya dengan membangun sistem pakar berbasis website. Dengan adanya bantuan teknologi komputer sistem pakar ini diharapkan dapat membantu mempermudah dalam mendiagnosa penyakit Herniated Nucleus Pulposus. Untuk mendiagnosa Herniated Nucleus Pulposus, sistem pakar ini menggunakan metode Teorema Bayes dalam penalaran gejala penyakit sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan hasil diagnosa. Dari hasil perhitungan data yang diperoleh dari 13 gejala yang dipilih, maka dapat diperoleh nilai probabilitas tertinggi yaitu penyakit Herniated Nucleus Pulpulos sebanyak 0,6862 atau jika di persentasikan 68,62 % yaitu cukup pasti. Hasil penelitian ini sudah dapat menyamai seorang pakar/ahli dalam mendiagnosis penyakit Herniated Nucleus Pulposus sehingga dapat membantu pasien dalam mencari solusi permasalahan yang dialami terkait penyakit Herniated Nucleus Pulposus. Kata Kunci: Herniated Nucleus Pulposus. Penyakit. Sistem Pakar. Teorema Bayes. PHP. MySQL AbstractOe Herniated nucleus pulposus (HNP) is a condition in which the nucleus pulposus bulges out and then presses towards the spinal canal through the torn fibrosis annulus. This disease is commonly called a pinched Usually this disease begins with low back pain that can be caused by infection in the muscles or spine, trauma or severe impact on the waist, abnormalities in the spine. Therefore, to overcome these problems, one of them is by building a website-based expert system. With the help of computer technology, this expert system is expected to help facilitate the diagnosis of Herniated Nucleus Pulposus disease. To diagnose Herniated Nucleus Pulposus, this expert system uses the Bayes Theorem method in reasoning disease symptoms so as to produce a conclusion of the diagnosis. From the results of the calculation of data obtained from the 13 selected symptoms, the highest probability value can be obtained, namely Herniated Nucleus Pulpulos disease as much as 0. 6862 or if the percentage is 68. 62% which is quite certain. The results of this study can already match an expert / expert in diagnosing Herniated Nucleus Pulposus disease so that it can help patients in finding solutions to problems experienced related to Herniated Nucleus Pulposus disease. Keywords: herniated nucleus pulposus, disease, expert system. Bayes theorem. PHP. MySQL PENDAHULUAN Herniated Nucleus Pulposus (HNP) adalah keadaan dimana nukleus pulposus keluar menonjol untuk kemudian menekan ke arah kanalis spinalis melalui anulus fibrosis yang robek. Penyakit ini biasa disebut dengan syaraf kejepit. Biasanya penyakit ini diawali dengan sakit nyeri pinggang yang bisa disebabkan karena infeksi pada otot atau tulang belakang, trauma atau benturan yang hebat pada pinggang, kelainan pada tulang belakang . Gejala awal dari penyakit ini seringkali kurang disadari oleh para penderitanya. Akibat dari kurangnya kesadaran ini justru dapat menyebabkan aktivitas menjadi terhambat . Poliklinik Angkasa Pura II memiliki peran yang sangat besar dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat di lingkungan Bandara Kuala Namu, salah satu layanan diberikan oleh Poliklinik Angkasa Pura II adalah pemeriksaan penyakit Herniated Nucleus Pulposus (HNP). Untuk mendapatkan pemeriksaan HNP tersebut pasien harus berkonsultasi dengan dokter, namun dalam proses konsultasi terdapat kendala yang sering dikeluhkan oleh pasien yaitu kurang efisien karena lamanya waktu tunggu konsultasi. Hal ini tentunya memerlukan penerapan inovasi untuk membantu efisiensi proses konsultasi dengan dokter Poliklinik Angkasa Pura II. Pada penelitian yang dilakukan Meilta Sari Harahap dengan judul AuPerancangan Sistem Pakar Dalam Mendiagnosa Penyakit Batu Empedu Dengan Menggunakan Metode Teorema BayesAy . Terdapat beberapa perbedaan dengan penelitian yang dilakukan penulis salah satunya pada bahasa pemrograman yang digunakan penulis berbasis website. Pada penelitian yang dilakukan Iqbal Adji Setiadhi dengan judul AuSistem Pakar Diganosa Jenis Kecanduan Narkoba Menggunakan Teorema BayesAy dan penelitian yang dilakukan Bagas Irvan Indah Kusumah Wardhani. Copyright A 2023. CYBER TECH. Page 1 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : x-x . E-ISSN : x-x Volume 5. Nomor 1. Edisi April 2023 https://ojs. id/index. php/jct/index dan Agus Purnomo dengan judul AuSistem Pakar Diagnosa Penyakit Kulit Akibat Gigitan Serangga Menggunakan Teorema BayesAy menerangkan bahwa metode teorema bayes dapat digunakan untuk mendiagnosa penyakit dengan cepat dan efisien . Penelitian mengenai penerapan metode teorema bayes juga dilakukan oleh Zulfian Azmi dan Kurniadi Syahputra dengan judul AuImplementasi Teorema Bayes Untuk Mendiagnosa Tingkat StresAy dan penelitian Ferdinand bangun dengan judul AuSistem Pakar Mendiagnosa Penyakit TBC Menggunakan Metode Teorema BayesAy . Untuk itu pentingnya dibangun suatu sistem yang terkomputerisasi yaitu sistem pakar. Sistem pakar yang dibangun ini bukan untuk menggantikan fungsi pakar, akan tetapi hanya digunakan sebagai pelengkap dan alat bantu yang masih terbatas, karena program sistem pakar ini hanya bertindak sebagai penasehat atau konsultatif dan tidak seperti halnya seorang pakar yang dapat mendiagnosa penyakit dengan suatu aksi atau Sistem pakar . xpert syste. merupakan sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah yang biasa dilakukan oleh para ahli . Adapun metode yang digunakan dalam perancangan aplikasi sistem pakar ini adalah Teorema Bayes. Teorema Bayes adalah teorema yang digunakan untuk menghitung peluang dalam suatu hipotesis . Probabilitas bayes merupakan salah satu cara untuk mengatasi ketidakpastian data dengan cara menggunakan formula bayes. Sistem pakar yang akan dibangun menggunakan pemrograman berbasis website programming. Diharapkan dengan bantuan aplikasi sistem pakar ini dapat mempermudah pasien dalam melakukan diagnosa penyakit HNP tanpa harus menunggu datangnya dokter ahli. METODOLOGI PENELITIAN 1 Tahapan Penelitian Metode Penelitian merupakan sebuah proses atau cara ilmiah dalam mendapatkan data yang akan digunakan untuk menyelesaikan masalah dengan dengan mengadakan studi langsung ke lapangan untuk mengumpulkan Kerangka kerja merupakan langkah-langkah yang dalam menyelesaikan permasalahan yang dibahas. Adapun kerangka kerja di dalam penelitian dapat dilihat pada gambar berikut ini: Analisis Masalah dan Kebutuhan Desain Sistem Penulisan Kode Program Pengujian Program Penerapan Program Gambar 1 Kerangka Kerja Maka berikut ini adalah penjelasan metode penelitian yang digunakan sebagai berikut: Analisis Masalah dan Kebutuhan Pada tahapan Analisis Masalah dan Kebutuhan, dilakukan dengan penelitian, wawancara ke Poliklinik Angkasa Pura II. Dimana penelitian pada tahap ini dilakukan dengan cara mencari permasalahan dan persoalan-persoalan tentang mengindentifikasi diagnosa penyakit HNP. Desain Sistem Tahap Perancangan dan Pemodelan berfokus pada struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi interface, dan detail . Pada tahapan ini dirancanglah tampilan program dan database yang akan digunakan pada sistem yang sebelumnya telah dimodelkan dengan menggunakan Unified Modelling Language (UML). Penulisan Kode Program Indah Kusumah Wardhani. Copyright A 2023. CYBER TECH. Page 2 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : x-x . E-ISSN : x-x Volume 5. Nomor 1. Edisi April 2023 https://ojs. id/index. php/jct/index Pengkodean dilakukan dengan menterjemahkan hasil dari Perancangan dan Pemodelan ke dalam bahasa pemrograman berbasis website programing agar dikenali oleh komputer agar menjadi suatu sistem yang menjadi solusi dari permasalahan untuk mendiagnosa penyakit HNP. Pengujian Program Melakukan pengujian program atau sistem yang telah dikodekan agar mengetahui yang ada pada program atau sistem yang telah dirancang agar diperoleh sistem yang berjalan sesuai dengan yang telah dirancang Pada tahapan ini, program atau sistem yang telah dibangun akan diujicoba sendiri, dan melihat setiap detail program sesuai dengan yang direncanakan. Penerapan Program Pada tahapan ini dilihat kinerja aplikasi, dan melihat sejauh mana aplikasi atau sistem dapat bekerja dalam mendiagnosa penyakit HNP. 2 Penerapan Metode Teorema Bayes Sistem pakar yang dibangun merupakan rule-based expert system yang menerapkan metode Teorema Bayes. Berikut dibawah ini algoritma sistem dengan Teorema Bayes yang akan dibangun: Menentukan gejala dan penyakit Menentukan basis aturan Menentukan nilai bayes pada setiap gejala Menganalisa dengan Teorema Bayes Tabel 1 Jenis Gejala Pada Penyakit HNP Kode Gejala Gejala Penyakit Nyeri saat menggerakkan leher Kesemutan di dekat telinga Nyeri menjalar ke arah bahu dan lengan Otot paha dan kaki terasa lemah Nyeri/kesemutan dibagian pinggang Nyeri saat membungkuk Sakit di punggung bagian bawah atau bagian tulang ekor Kesemutan atau lemah otot tungkai Tidak kuat berdiri terlalu lama G10 Kesemutan pada betis belakang sampai tumit/telapak kaki G11 Nyeri atau kesemutan di sekitar tulang belikat G12 Nyeri saat memutar badan G13 Nyeri atau kesemutan di bagian bokong Dari data gejala diatas, maka dapat diklasifikasikan penyakit pada pasien dari setiap data gejala yang telah diajukan tersebut kemungkinan yang akan diperhitungkan dengan menggunakan metode Teorema Bayes. Dapat dihitung menggunakan langkah-langkah yang ada pada metode Teorema Bayes. Langkah tersebut yaitu menghitung nilai Hipotesis jika evidence E terjadi, menghitung munculnya evidence E, diketahui hipotesis H, menghitung H tanpa mengandung evidence apapun, dan menghitung evidence E tanpa mengandung apapun. Untuk mengetahui nilai probabilitas penyakit maka perlu dihitung berdasarkan riwayat penyakit sebagai Tabel 2 Data Riwayat Penyakit HNP Pasien EA EA A E EA EA A EA EA A EA A EA A EA A EA EA EA A 11 12 13 EA EA A A EA EA A EA EA A EA A EA EA A EA EA EA EA A A EA EA Indah Kusumah Wardhani. Copyright A 2023. CYBER TECH. Page 3 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : x-x . E-ISSN : x-x Volume 5. Nomor 1. Edisi April 2023 https://ojs. id/index. php/jct/index EA EA EA EA A EA E A A EA A A EA EA A A EA A EA EA A EA EA A EA EA A A EA EA A EA EA EA A EA EA EA EA A EA A A EA EA A EA A Dari tabel riwayat penyakit HNP di atas maka dapat dihitung nilai probabilitas setiap gejala sebagai P(H. = 20 = 0,5 P(H. = 20 = 0,7 P(H. = 20 = 0,4 P(H. = 20 = 0,7 P(H. = 20 = 0,4 P(H. = 20 = 0,6 P(H. = 20 = 0,7 P(H. = 20 = 0,8 P(H. = 20 = 0,5 P(H. = 20 = 0,7 P(H. = 20 = 0,7 P(H. = 20 = 0,5 P(H. = 20 = 0,8 Kemudian dapat dilakukan pembuatan nilai probabilitas atau nilai dari data gejala deteksi penyakit pada pasien yang akan diperhitungkan dengan menggunakan metode Teorema Bayes. Tabel 3 Nilai Probabilitas Gejala Kode Gejala Gejala Nilai Probabilitas Nyeri saat menggerakkan leher Kesemutan di dekat telinga Nyeri menjalar ke arah bahu dan lengan Otot paha dan kaki terasa lemah Nyeri/kesemutan dibagian pinggang Nyeri saat membungkuk Sakit di punggung bagian bawah atau bagian tulang ekor Kesemutan atau lemah otot tungkai G11 Tidak kuat berdiri terlalu lama Kesemutan pada betis belakang sampai tumit/telapak Nyeri atau kesemutan di sekitar tulang belikat G12 Nyeri saat memutar badan G13 Nyeri atau kesemutan di bagian bokong G10 Indah Kusumah Wardhani. Copyright A 2023. CYBER TECH. Page 4 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : x-x . E-ISSN : x-x Volume 5. Nomor 1. Edisi April 2023 https://ojs. id/index. php/jct/index Maka dapat dilakukan pembuatan nilai probabilitas atau nilai dari data gejala terhadap penyakit pasien. Dari setiap data gejala yang telah diajukan tersebut memiliki nilai probabilitas yang akan diperhitungkan. Contoh Kasus : Seorang pasien mengalami beberapa gejala penyakit, kemudian melakukan konsultasi kepada dokter, dari 13 pertanyaan yang diberikan oleh dokter jawaban sebagai berikut : Tabel 4 Tabel Konsultasi Pengunjung Kode Gejala Jawab Nyeri saat menggerakkan leher Kesemutan di dekat telinga Nyeri menjalar ke arah bahu dan lengan Tidak Otot paha dan kaki terasa lemah Nyeri/kesemutan dibagian pinggang Tidak Nyeri saat membungkuk Tidak Sakit di punggung bagian bawah atau bagian tulang ekor Tidak Kesemutan atau lemah otot tungkai Tidak Tidak kuat berdiri terlalu lama G10 Kesemutan pada betis belakang sampai tumit/telapak kaki Tidak G11 Nyeri atau kesemutan di sekitar tulang belikat G12 Nyeri saat memutar badan Tidak G13 Nyeri atau kesemutan di bagian bokong Setelah hasil jawaban dari pertanyaan yang diajukan, maka dilakukan perhitungan menggunakan Teorema Bayes untuk tiap gejala. Langkah pertama : mendefinisikan terlebih dahulu nilai probabilitas dari tiap evidence untuk tiap hipotesis berdasarkan data sampel yang ada menggunakan rumus probabilitas bayes. G1 = P(H. = 0. G2 = P(H. = 0. G4 = P(H. = 0. G9 = P(H. = 0. G11 = P(H. = 0. G13 = P(H. = 0. Langkah kedua : menjumlahkan nilai probabilitas dari tiap evidence untuk masing-masing hipotesis berdasarkan data sampel baru. ycu Oc yco = 1 = ya1 A yaycu yaycu G1 = P(H. = 0. G2 = P(H. = 0. G4 = P(H. = 0. G9 = P(H. = 0. G11 = P(H. = 0. G13 = P(H. = 0. ycu Oc k = 1 = 0. 8 = 3. yaycu Langkah ketiga : mencari nilai probabilitas hipotesis H tanpa memandang evidence apapun bagi masingmasing hipotesis. = ycu OcycoOeycu G1 = p. G2 = p. G4 = p. = 3. 9 = 0. = 0. = 0. Indah Kusumah Wardhani. Copyright A 2023. CYBER TECH. Page 5 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : x-x . E-ISSN : x-x Volume 5. Nomor 1. Edisi April 2023 https://ojs. id/index. php/jct/index = 0. G11 = p. = = 0. G9 = p. G13 = p. = 3. 9 = 0. Langkah keempat : mencari nilai probabilitas hipotesis memandang evidence dengan cara mengalihkan nilai probabilitas evidence awal dengan nilai probabilitas hipotesis tanpa memandang evidence dan menjumlahkan hasil perkalian bagi masing-masing hipotesis. ycu Oc = P(H. O P(E|H. U ycE. O ycE. ycoOeycu Oc = . 1282 O 0. 1794 O 0. 1794 O 0. 1282 O 0. 1794 O 0. ycoOe6 . 2051 O 0. = 0. Langkah kelima : mencari nilai P(H. E) atau probabilitas hipotesis Hi benar jika diberikan evidence E. O ycE. = OcycuycoOeycu 1282 O 0. = = 0. 1794 O 0. = = 0. 1794 O 0. = = 0. 1282 O 0. = = 0. 1794 O 0. = = 0. 2051 O 0. = = 0. Langkah keenam : mencari nilai kesimpulan dari Teorema Bayes dengan cara mengalikan nilai probabilitas evidence awal atau P(E|H. dengan nilai hipotesis Hi benar jika diberikan evidence E atau P(H. E) dan menjumlahkan hasil perkalian. ycu Oc Bayes = (P(E|H. O ycE. A A A A . O ycE. yco=1 Oc Bayes = . 5 O 0. 7 O 0. 7 O 0. 5 O 0. 7 O 0. yco=6 . 8 O 0. = 0. Dari proses perhitungan menggunakan metode teorema bayes diatas, maka dapat diketahui bahwa pasien mengalami penyakit Herniated Nucleus Pulposus nilai keyakinan yaitu 0. 6862 atau 68,62 %. Maka solusi yang dapat dilakukan yaitu dengan pemberian obat, meliputi obat pereda nyeri, pelemas otot, dan suntik Serta fisioterapi. Jika metode ini masih belum bisa meredakan gejala atau pasien kesulitan untuk berdiri, berjalan, dan mengontrol buang air kecil, dokter bedah saraf atau dokter ortopedi akan melakukan operasi tulang belakang. HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap ini merupakan tahap akhir dari proses perancangan sebuah sistem, dimana pada tahap ini sistem yang telah dibuat akan diuji coba untuk mengetahui apakah sistem telah berjalan dengan benar atau belum. Jika diketahui sistem belum berjalan dengan benar maka akan segera dilakukan perbaikan terhadap kinerja sistem. Diagnosa digunakan untuk melakukan pendaftaran jika seseorang akan melakukan diagnosa. Pengguna diwajibkan untuk mendaftarkan diri pada Form Konsultasi. Pengisian data pada Form Konsultasi harus lengkap sesuai dengan kebutuhan. Jika field - field telah diisi semua, lalu kemudian pilih tombol OK dan data akan bertambah dalam database MySQL. Indah Kusumah Wardhani. Copyright A 2023. CYBER TECH. Page 6 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : x-x . E-ISSN : x-x Volume 5. Nomor 1. Edisi April 2023 https://ojs. id/index. php/jct/index Gambar 2 Tampilan Awal Form Diagnosa Gambar 3 Tampilan Pemilihan Gejala Pada bagian pemilihan gejala, ditampilkan sesuai dengan jumlah gejala yang telah diinput pada form Dalam kasus ini terdiri dari 13 gejala. Pengguna dipersilahkan memilih gejala yang dialaminya. Setelah selesai memilih gejala yang dialami maka pengguna dapat melanjutkan proses dengan mengklik tombol Proses. Adapun fungsi - fungsi dari tombol yang terdapat dalam form yaitu : Proses : Memproses gejala yang telah dipilih. Simpan : Menyimpan dan menampilkan hasil konsultasi. Gambar 4 Tampilan Hasil Diagnosa Indah Kusumah Wardhani. Copyright A 2023. CYBER TECH. Page 7 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : x-x . E-ISSN : x-x Volume 5. Nomor 1. Edisi April 2023 https://ojs. id/index. php/jct/index KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan sistem pakar yang telah dibangun maka penyakit herniated nucleus pulposus dapat didiagnosis dengan cepat. Sehingga sangat membantu pengguna ketika membutuhkan hasil diagnosa penyakit herniated nucleus pulposus. Berdasarkan kebutuhan pasien yang datang ke poliklinik Angkasa Pura II maka dibangun aplikasi sistem pakar berbasis website guna mempermudah pasien yang ingin memperoleh informasi dan solusi terhadap penyakit herniated nucleus pulposus. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan terhadap 13 gejala penyakit herniated nucleus pulposus dengan menerapkan metode Teorema Bayes terbukti aplikasi sistem pakar ini mampu mendiagnosa penyakit herniated nucleus pulposus dengan baik. UCAPAN TERIMAKASIH Puji Syukur dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karna berkat kasih karunian-Nya yang memberikan kesehatan dan kesempatan sehingga dapat diselesaikan jurnal ilmiah ini dengan baik. Ucapan terima kasih ditujukan kepada orang tua saya atas kesabaran, ketabahan, serta ketulusan hati memberikan dorongan moral maupun material serta doa yang tiada hentinya. Ucapan terima kasih juga ditujukan untuk pihak-pihak yang telah mengambil bagian dalam penyusunan jurnal ilmiah ini. REFERENCES