Vol. 1 No. 4 Desember 2023 E-ISSN: 3021-8497 Teknik dan Instrument Asessment Ranah Psikomotrik 1Mamkua, 2M. Ferry Irawan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta 22204081027@student. uin-suka. id, 222204082018@student. uin-suka. Abstract This article is based on the importance of assessment in the domain of skills. evaluating psychomotor learning outcomes, assessments can be conducted through performance tests that measure the skills mastered by students. Performance assessment is carried out by observing students' activities as they perform certain tasks. This type of assessment is suitable for measuring the achievement of competencies that require students to perform specific tasks such as prayer practice, sports practice, or role-playing. The techniques and instruments used in evaluating psychomotor learning outcomes include rating scales, checklists, and anecdotal records. The analysis of psychomotor learning evaluation instruments can be conducted both theoretically ( qualitative analysi. and empirically . uantitative analysi. Kata Kunci: Assessment Instruments. Psychomotor. Assessment Techniques PENDAHULUAN Dahulu kita mengenal adanya Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (EBTANAS) yang kemudian diganti menjadi Ujian Akhir Nasional (UAN). kelas enam SD atau kelas tiga SLTP dan SLTA, siswa mengerjakan EBTANAS/UAN untuk menentukan lulus tidaknya Siswa tersebut. EBTANAS/UAN tersebut berbentuk tes tertulis . aper and pencil tes. Soal-soal yang ada didalamnya menggambarkan materi pelajaran standar yang dipelajari siswa selama belajar di Proses seperti itu disebut dengan evaluasi yang biasanya dilakukan diakhir suatu program. Untuk anak TK, proses evaluasi seperti di atas tidak sesuai bahkan tes tertulis seperti itu sebaiknya dihindari kecuali untuk tujuan-tujuan tertentu. Pertimbangnya ialah bahwa anak TK belum bisa membaca dan menulis. Sebagai gantinya digunakan asesmen, yaitu suatu proses pengamatan, pencatatan, dan pendokumentasian kinerja dari karya siswa serta beagaimana ia menghasilkan karya tersebut (Suyanto, 2. Assesment atau penilaian tidak bisa dilepaskan dengan peran guru sebagai tenaga pengajar. Assesment termasuk salah satu indikator penentu untuk mengetahui seberapa jauh keberhasilan atau bahkan kegagalan yang dilakukan oleh guru atau dosen Mamkua. Ferry Irawan/ Teknik dan Instrument Asessment Ranah Psikomotrik Vol. 1 No. 4 Desember 2023 E-ISSN: 3021-8497 selaku agen pembelajaran dan siswa sebagai subjek pembelajaran, sebelum memilih metode yang tepat sasaran yang dianggap sesuai dengan kondisi pembelajaran yang ada sehingga untuk langkah selanjutnya efektifitas, efisiensi dan daya tarik pembelajaran dapat terselenggara dengan baik dan dapat menghasilkan keluaran belajar yang kompeten yang dapat membuat assesment pembelajaran di sekolah tersebut bernilai positif, sesuai tujuan pendidikan nasional(Fakhrurrozi, 2. Dari assesment ini pula, kita dapat mengetahui apakah guru sebagai perancang dan pengelola proses pembelajaran, telah memenuhi standar kualifikasi akademik yang dimaksud oleh PP. No. 19 tahun 2005, dimana guru harus memenuhi empat standar kompetensi sebagai agen pembelajaran, yaitu standar kompetensi pedagogis, standar kompetensi kepribadian, standar kompetensi profesional, dan standar kompetensi sosial, yang membuat assesment pembelajaran di sekolah tersebut berkualitas (E01109002. Penilaian adalah proses sistematika dan sistematik, mengumpulkan data atau informasi, menganalisis dan selanjutnya menarik kesimpulan tentang tingkat pencapaian hasil dan tingkat efektifitas serta efesiensi suatu program pendidikan. evaluasi atau menilai adalah proses pembuatan keputusan, dimulai dengan pengumpulan data-data dan informasi dan akhirnya dibuat suatu kesimpulan. Pendapat lain mengatakan bahwa penilaian adalah proses pemberian nilai terhadap hasilAehasil belajar yang dicapai siswa dengan kriteria tertentu (Sahabuddin, 2. Kata "psikomotorik" berhubungan dengan kata "motor", sensory motor atau perceptual motor. Hal ini berhubungan erat dengan kerja otot sehingga menyebabkan geraknya tubuh dan bagian-bagiannya(Arikunto, 2. Psikomotorik merupakan salah satu aspek dari kemampuan peserta didik yang harus diukur dan dinilai perkembangannya selain aspek pengetahuan . dan penanaman nilai . (Noviansah, 2. Ranah keterampilan atau psikomotor merupakan hasil belajar yang pencapaiannya melibatkan otot dan kekuatan fisik. Kekuatan fisik seperti lari, melompat, melukis, menari, memukul dan lain-lainnya. Ada beda makna antara skills . dan abilities . keterampilan lebih terkait dengan psikomotor, sedangkan kemampuan terkait dengan kognitif. Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif . ernyataan naratif dalam kata-kat. dan kuantitatif . erupa Dalam bahasan kali ini pemakalah akan fokus pada asesmen belajar anak pada ranah psikomotor. Ranah di mana titik tekannya pada kemampuan bertindak peserta didik. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kepustakaan atau sering disebut dengan Library Research, yang mana dalam penelitian ini kajian atau bahan- Mamkua. Ferry Irawan/ Teknik dan Instrument Asessment Ranah Psikomotrik Vol. 1 No. 4 Desember 2023 E-ISSN: 3021-8497 bahan nya dari berbagai sumber seperti jurnal, buku, dan artikel yang berkaitan dengan masalah yang ingin dipecahkan. Kegiatan dilakukan secara sistematis untuk mengumpulkan, mengolah, dan menyimpulkan data dengan menggunakan metode tertentu guna mencari jawaban atas permasalahan yang dihadapi(Rosnaeni. Sukiman. Muzayanati, & Pratiwi, 2. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan melalui jurnal-jurnal dan buku yang terait. Analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokementas dengan cara mencari data yang berakitan hal-hal atau variabel yang berupa catatan, buku, karangan atau artikel, majalah, dan lain-lain. Sedangkan teknik analisis data melalui reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Penilaian Ranah Psikomotorik Penilaian penyelenggaraan pendidikan. Upaya meningkatkan kualitas pendidikan dapat ditempuh melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan kualitas system Pengertian penilaian sendiri adalah penerapan berbagai cara dan menggunakan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang seberapa jauh hasil belajar peserta didik atau ketercapaian kompetensi . angkaian Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif . ernyataan naratif dalam kata-kat. dan kuantitatif . erupa angk. Pada dasarnya, penilaian hasil belajar mempermasalahkan cara pengajar mengetahui hasil pembelajaran yang telah Pengajar harus mengetahui sejauh mana anak didik . mengerti bahan yang telah diajarkan atau sejauh mana tujuan atau kompetensi kegiatan pembelajaran yang dikelola dapat dicapai. Tingkat pencapaian kompetensi atau tujuan instruksional dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan dapat dinyatan dengan nilai. Untuk pengertian penilaian ranah psikomotor yakni, berangkat dari istilah psychomotor, psikomotor terkait dengan kata motor, sensory-motor, atau perceptual-motor(Arikunto, 2. Ranah psikomotor merupakan ranah yang berkaitan dengan keterampilan . atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. Ranah keterampilan atau psikomotor merupakan hasil belajar yang pencapaiannya melibatkan otot dan kekuatan fisik. Kekuatan fisik seperti lari, melompat, melukis, menari, memukul dan lain-lainnya. Ada beda makna antara skills . dan abilities . keterampilan lebih terkait dengan psikomotor, sedangkan kemampuan terkait dengan kognitif. Aspek Keterampilan Mamkua. Ferry Irawan/ Teknik dan Instrument Asessment Ranah Psikomotrik Vol. 1 No. 4 Desember 2023 E-ISSN: 3021-8497 Pengukuran ranah psikomotorik dilakukan terhadap hasil-hasil belajar berupa penampilan. Menurut ngalim purwanto yang dimaksud tes perbuatan adalah tes di mana respon atau jawaban yang dituntut dari peserta didik berupa perbuatan, tingkah laku kongkrit. ulistyorini, 2. Penjabaran keterampilan kongkrit atau disebut ranah psikomotorik dapat mengacu pada teori Shimpson yang mengemukakan tujuh jenjang yaitu persepsi, set/persiapan, gerakan terbimbing, gerakan terbiasa, gerakan dan kreativitas. Penjelasan dari masing-masing tingkatan tersebut sebagai berikut: Persepsi . , yaitu berkenaan dengan penggunaan organ indra untuk menangkap isyarat yang membimbing aktivitas gerak. Kategori itu bergerak dari stimulus sensori . esadaran terhadap stimulu. melalui pemilihan isyarat . emilihan tugas yang releva. hingga penerjemahan . ari persepsi isyarat ke tindaka. Contoh dalam pembelajaran kelas rendah adalah ketika hendak praktik sholat, peserta didik menggunakan penglihatan, pendengaran, dan kesadarannya untuk menyadari unsur-unsur fisik daripada aktivitas shalat tersebut. Kesiapan . yaitu menunjukkan pada kesiapan untuk melakukan tindakan tertentu. Kategori ini meliputi perangkat mental . esiapan mental untuk bertinda. , dan perangkat fisik . esiapan fisik untuk bertinda. , dan perangkat emosi . esediaan bertinda. Persepsi terhadap isyarat menempati prasyarat yang penting untuk level ini. Contoh kemampuan ini adalah peserta didik menunjukkan persiapan fisik dan sikap untuk melakukan kegiatan, seperti menyiapkan sajadah dan peralatan shalat lainnya, dan siap melakukan shalat. Gerakan terbimbing . uided respon. , yaitu tahapan awal dalam mempelajari keterampilan yang kompleks. Hal ini meliputi peniruan . engulang suatu perbuatan yang telah didemonstrasikan oleh instruktu. dan trail and eror . enggunakan pendekatan ragam respon untuk mengidentifikasikan respon yang tepa. Gerakan terbiasa . , yaitu berkenaan dengan kinerja di mana respons mahasiswa telah menjadi terbiasa dan gerakan-gerakan dilakukan dengan penuh keyakinan dan kecakapan. Hasil belajar level ini berkenaan dengan keterampilan berbagai tipe kineja, tetapi tingkat kompleksitas gerakannya lebih rendah dari level berikutnya. Contoh kemampuan ini adalah peserta didik telah mampu melakukan gerakan shalat dengan baik tetapi belum sampai pada tahapan mantap/mahir. Gerakan kompleks . omplex overt respons. , yaitu gerakan yang sangat terampil dengan pola-pola gerakan yang sangat kompleks. Keahliannya terindikasi dengan gerakan yang cepat, lancar, akurat, dan Mamkua. Ferry Irawan/ Teknik dan Instrument Asessment Ranah Psikomotrik Vol. 1 No. 4 Desember 2023 E-ISSN: 3021-8497 Kategori kemantapan gerakan . erakan tanpa keragua. dan gerakan otomatis . erakan dilakukan dengan rileks dan kontrol otot yang bagu. Contoh kemampuan pada pembelajaran adalah peserta didik betul-betul secara mantap/mahir seperti halnya yang dicontohkan oleh Rasulullah. Gerakan pola penyesuaian . , yaitu berkenaan dengan keterampilan yang dikembangkan dengan baik sehingga seseorang dapat memodifikasi pola-pola gerakan untuk menyesuaian situasi tertentu. Kreativitas . , yaitu menunjukkan kepada penciptaan pola-pola gerakan baru untuk menyesuaikan situasi tertentu atau problem khusus. Hasil belajar untuk level ini menekankan kreativitas yang didasarkan pada keterampilan yang sangat hebat(Sukiman, 2. Teknik dan Instrumen Penilaian Aspek Psikomotorik Istilah instrumen dalam penilaian tidak terlepas dari teknik penilaian. Artinya, instrumen penilaian berkaitan dengan teknik penilaian. Teknik penilaian adalah cara yang digunakan oleh guru/penilai untuk mengumpulkan data hasil belajar Seperti sudah dijelaskan sebelumnya bahwa teknik penilaian hasil belajar siswa secara garis besar ada sembilan yaitu, tes, observasi, penilaian diri . elf assesmen. , penilaian antar peserta . , penilaian kinerja . erformance assessmen. , penilaian portofolio . ortofolio assessmen. , penilaian projek . roject assessmen. , penilaian produk . roduct assessmen. , dan penilaian jurnal . ournal Sedangkan instrumen penilaian adalah alat yang digunakan oleh guru/penilai untuk mengkur hasil belajar siswa agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik. Apabila guru/penilai untuk mengukur hasil belajar siswa menggunakan teknik observasi, maka dalam melaksanakan observasi, guru menggunakan alat bantu yang disebut dengan pedoman observasi yang dapat berupa check list maupun rating scale. Oleh karena itu check list dan ranting scale merupakan alat bantu, maka disebut juga instrumen penilaian. Dengan demikian, dalam menggunakan teknik observasi, instrumennya adalah pedoman observasi berupa check list maupun rating scale. Apabila guru/penilai untuk memperoleh data menggunakan teknik penilaian kinerja, maka dalam menilai kinerja siswa, guru/penilai menggunakan alat bantu, yaitu berupa rubrik penilaian kerja(Sukiman, 2. Teknik Penilaian Instrumen Penilaian Tes Soal Tes Observasi . Pedoman . Penilaian ( self assessmen. Angket Mamkua. Ferry Irawan/ Teknik dan Instrument Asessment Ranah Psikomotrik Vol. 1 No. 4 Desember 2023 E-ISSN: 3021-8497 Penilaian antar teman . eer assessmen. Penilaian kinerja . erfmance assessmen. Penilaian . ortofolio Penilaian projek . rojek assessmen. Penilaian produk . roduct assessmen. Penilaian jurnal . ournal assessmen. Angket Rubrik Rubrik Rubrik Rubrik Rubrik Dalam Dipdiknas disebutkan bahwa penilaian hasil psikomotorik berbeda dengan penilaian pada hasil belajar kognitif dan afektif. Penilaian hasil belajar kognitif dan afektif perlu diarahkan pada capaian setiap tingkatan, sedang pada hasil belajar psikomotor cukup pada tingkatan tertinggi yang dianggap memenuhi. Teknik penilaian ranah keterampilan/ psikomotorik dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan teknik tes dan non tes(Noviansah, 2. Teknis Tes Metode tes digunakan dengan alat penilaian berbentuk tes. Karena berbagai pertimbangan, antara lain tujuan kegiatan anak , metode tes jarang sekali digunakan(Anita, 2. Dalam pelaksanaannya penilaian hasil belajar psikomotor dapat dilakukan dengan tes perbuatan atau tes unjuk kerja . erformance tes. atas keterampilan yang telah dikuasai peserta didik. Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan Dalam artian yang lebih luas penilaian kinerja dapat diartikan penilaian terhadap perolehan, penerapan pengetahuan dan keterampilan yang menunjukkan kemampuan siswa dalam proses maupun produk. Dalam penilaian kinerja kemampuan siswa yang dinilai tidak hanya dari segi kognitif saja, akan tetapi juga dilihat dari sudut pandang psikomotorik atau keterampilan Sehingga dengan penilaian ini uapaya untuk menilai siswa seutuhnya semakin baik, sehingga sesuai dengan prinsip penilaian yaitu yang harus bersifat menyeluruh (Fadhli, t. Selain itu, penilaian ini sangat sesuai digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut siswa melakukan tugas terstentu seperti: praktik di laboratorium, praktik shalat, praktik olah raga, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/deklamasi dan lain-lain. Penilaian kinerja tidak menggunkan kunci jawabam daam menentukan skor, melainkan menggunakan pedoman penskoran berupa rubik. Untuk menjamin reliabilitas, keadilan dan kebenaran penilaian maka perlu dikembangkan kriteria atau rubrik untuk pedoman menilai hasil kerja. Penilaian kinerja tidak bergantung pada jawaban benar atau salah, sebagaimana teknik penilaian dengan menggunakan tes. Esensi dari penilaian kinerja adalah penilaian yang mengharuskan siswa untuk Mamkua. Ferry Irawan/ Teknik dan Instrument Asessment Ranah Psikomotrik Vol. 1 No. 4 Desember 2023 E-ISSN: 3021-8497 menunjukkan kinerja, bukan menjawab atau memilih jawaban dari sejumlah jawaban yang ada(Eko Putro, t. 4Cara penilaian ini dianggap lebih otentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan pesera didik yang sebenarnya. Langkah-langkah penilaian Kinerja Langkah-langkah yang perlu diperhatikan untuk membuat penilaian kinerja siswa yang baik antara lain: Mengidentifikasi terhadap langkah-langkah penting yang diperlukan atau yang akan mempengaruhi hasil akhir . yang terbaik. Menuliskan perilaku kemampuan-kemampuan spesifik yang penting dan diperlukan untuk menyelesaikan dan menghasilkan output yang terbaik. Membuat kritera-kriteria kemampuan yang akan diukur. Kriteria yang dibuat jangan terlalu benyak sehingga semua kriteria tersebut dapat diobservasi selama siswa melaksanakan tugas atau melakukan sesuatu kegiatan. Mendefinisikan dengan jelas kriteria kemampuan-kemampuan yang akan diukur berdasarkan kemampuan siswa yang dapat diamati . Mengurutkan kriteria-kriteria kemampuan yang akan diukur berdasarkan urutan yang dapat diamati . Kalau ada periksa kembali dan bandingkan dengan kriteria-kriteria kemampuan yang dibuat sebelumnya oleh orang lain. Proses penilaian kinerja dilakukan dengan mengamati saat siswa melakukan sesuatu , mendokumentasikan sesuatu di kelas atau menciptakan suatu hasil karya yang sesuai dengan tujuan Keterampilan yang ditampilkan siswa adalah yang dinilai. Penilaian keterampilan siswa didasarkan pada perbandingan antara kinerja siswa dengan standar yang telah ditetapkan. Dengan kata lain, kinerja siswa disesuaikan dengan standar kinerja yang telah ditetapkan. Standar Kinerja Penilaian kinerja sangat membutuhkan standar yang jelas yang dijadikan tolok ukur atau patokan terhadap kinerja yang diukur. Standar yang dibuat tentu saja harus berhubungan dengan jenis pekerjaan ataupun kompetensi yang akan diukur dan hasil yang diharapkan akan terlihat dengan adanya penilaian kinerja ini. Ada empat hal yang harus diperhatikan dalam menyusun standar penilaian kinerja yang baik dan benar yaitu validitas, kesepakatan, realisitas, dan objektivitas. Format penilaian unjuk kerja Unjuk kerja merupakan penilaian yang menuntut peserta didik untuk melakukan tugas dalam perbuatan yang dapat diamati, kisalnya praktik menyanyi, olahraga, menari, dan bentuk praktik lainnya. Example bentuk format unjuk kerja anak usia dini, sebagai berikut: Hari/Tgl Kegiatan Senin, 20 maret Berjalan Penilaian Keseimbangan Hasil Uraian kemampuan Mamkua. Ferry Irawan/ Teknik dan Instrument Asessment Ranah Psikomotrik Vol. 1 No. 4 Desember 2023 E-ISSN: 3021-8497 garis lurus Cara berjalan anak berjalan pada garis lurus, sudah baik, kurang/ tidak Guru . Teknis Non Tes Metode penilaian yang lain adalah nontes. Metode ini digunakan dengan bantuan alatalat penilaian nontes. Alat penilaian nontes banyak jenisnya(Anita, 2. Yang sering digunakan di antara lain terdiri dari portofolio, observasi, catatan anekdot, projek, produk, skala penilaian, dll. Dalam Dipdiknas disebutkan bahwa penilaian hasil psikomotorik berbeda dengan penilaian pada hasil belajar kognitif dan afektif. Penilaian hasil belajar kognitif dan afektif perlu diarahkan pada capaian setiap tingkatan, sedang pada hasil belajar psikomotor cukup pada tingkatan tertinggi yang dianggap memenuhi. Instrumen penilaian psikomotorik terdiri dari soal atau perintah dan pedoman pemberian skor untuk menilai kinerja peserta didik dalam melakukan perintah/soal tersebut. Sebelum hal tersebut dilaksanakan, penilai harus menyusun kisi-kisi . penilaian terlebih dahulu. Kisi-kisi merupakan acuan bagi penulisan soal sehingga siapapun yang menulis soal akan menghasilkan soal yang isi dan tingkat kesulitannya relatif sama. Setelah membuat kisi-kisi, langkah berikutnya yang harus dilakukan oleh penulis soal psikomotor adalah mencermati kisi-kisi instrumen yang telah dibuat. Langkah selanjutnya membuat soal dengan mengacu kepada kisi-kisi yang telah dibuat tersebut. Instrumen berikutnya yang harus disiapkan adalah pedoman pembuatan skor. Pedoman ini dapat berupa daftar cek observasi atau skala penilaian yang harus mengacu kepada Soal/lembar kerja/lembar tugas/ perintah kerja yang diacu ini selanjutnya dijabarkan menjadi aspek-aspek keterampilan yang diamati(Ismet & Haryanto, 2. Daftar cek lebih praktis jika digunakan untuk menghadapi subjek dalam jumlah Sedangkan skala penilaian cocok untuk mengahadapi subjek yang sedikit. Hanya saja daftar cek tidak dapat digunakan untuk mengukur seberapa baik seseorang peserta didik melakukan suatu keterampilan sedangkan skala penilaian lebih cocok untuk tujuan Skala Penilaian (Rating Scal. Skala penilaian adalah alat penilaian yang menggunakan suatu prosedur terstruktur untuk memperoleh informasi tentang sesuatu yang diobservasi. Mamkua. Ferry Irawan/ Teknik dan Instrument Asessment Ranah Psikomotrik Vol. 1 No. 4 Desember 2023 E-ISSN: 3021-8497 Terstruksturnya maksudnya disusun dengan aturan-aturan tertentu dan secara sistematis. Perbuatan yang diukur menggunakan skala penilaian terentang dari sangat tidak sempurna sampai sempurna. Jika dibuat skala 5, maka 1 paling tidak sempurna dan skala 5 paling sempurna. Skala penilaian berisikan seperangkat pernyataan tentanf karakteristik/kualitas dari sesuatu yang diukur dan secara fisik skala peilaian biasanya terdiri 2 bagian, yaitu pernyataan dan petunjuk penilaian. Petunjuk penilaian bisa berupa angka . , 2, 3, 4, . , huruf (A. E) atau kategori verbal . aik sekali, baik, cukup, kurang, kurang sekal. Skala Penilaian Kemampuan Praktik Berwudhu Satuan Pendidikan : Kelas/Semester : Nama Aspek yang dinilai Total Skor Dst. Keterangan: A = Kemampuan melafalkan bismillah sambil cuci tangan B = Kemampuan berkumur-kumur C = Kemampuan membasuh hidung D = Kemampuan membasuh muka E = Kemampuan membasuh tangan sampai siku F = Kemampuan kepala dan telinga G = Kemampuan membasuh kaki Daftar Cek (Checklis. Daftar cek instrumen yang disusun berdasarkan aspek dan indikator perkembangan sesuai kelompok usia, ada yang menggunakan skala nilai ada yang tidak. 20 Langkh-langkah dalam menyususn daftar cek adalah: . Menentukan indikator-indikator penguasaan keterampilan yang akan diukur . Menyusun indikatorindikator tersebut sesuai dengan urutan penampilannya . Kemudian dilakukan pengamatan terhadap subjek yang dinilai untuk melihat permunculan indikator-indikator yang dimaksud. Jika indikator tersebut muncul, maka diberi tanda cek ( Oo ) atau tulis kata AuyaAy pada tempat yang telah disediakan. Contoh daftar cek untuk menilai kemampuan peserta didik. Mamkua. Ferry Irawan/ Teknik dan Instrument Asessment Ranah Psikomotrik Vol. 1 No. 4 Desember 2023 E-ISSN: 3021-8497 Format Evaluasi Perkembangan Harian Usia 6-7 tahun Nama Peserta Didik : Kelas/Semester : Aspek yang Dinilai Penilaian Mampu melafalkan bismillah sambil cuci Mampu berkumur-kumur Mampu membasuh hidung Mampu membasuh muka Mampu membasuh tangan sampai siku Mampu kepala dan telinga Mampu membasuh kaki Tidak Penilaian Portofolio Penilaian portofolio meruapakan pendekatan baru yang akhir-akhir ini sering diperkenalkan para ahli pendidikan untuk dilaksanakan di sekolah selain pendekatan penilain yang telah lama digunakan. Portofolio diartikan sebagai kumpulan karya siswa dalam kurun waktu tertentu yang menunjukkan usaha, perkembangan dan prestasi belajar. Penilaian portofolio diartikan sebagai penilaian yang dilakukan dengan cara menilai kumpulan seluruh karya siswa dalam bidang tertentu yang bersifat reflektif-integratif untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan atau kreativitas siswa dalam kurun waktu tertentu. Forster & Masters . membedakan portofolio ke dalam tiga bentuk, yaitu : portofolio kerja, portofolio dokumentasi, dan portofolio penampilan. Portofolio kerja Portofolio kerja merupakan kumpulan karya yang menggambarkan perkembangan pembuatan karya dari persiapan/draf sampai karya itu selesai. Portofolio kerja dalam penilaian menulis misalnya mungkin tidak hanya berisi tentang hasil akhir tulisan siswa, tetapi juga berbagai macam draf, baik dari draf awal, draf revisi dan komentar tentang hasil tersebut termasuk juga proses sampai dihasilkannya tulisan tersebut. Semua ini dilakukan dalam rangka menunjukkan proses penulisan, dan guru dapat menggunakannya sebagai bahan penilaian dan pengkajian tentang bagaimana siswa merencanakan, dan menghasilkan tulisan serta cara mereka menulis. Portofolio Dokumentasi Portofolio dokumentasi merupakan koleksi hasil kerja siswa yang khusus digunakan untuk penilaian. Tidak seperti portofolio kerja yang pengkoleksiannya dilakukan dari hari ke hari yang menunjukkan proses penyelesaian sebuah karya, portofolio dokumentasi adalah kumpulan hasil karya siswa yang akan diajukan dalam penilaian. Karya yang dikumpulkan dalam portofolio bentuk ini adalah karya yang sudah jadi. Mamkua. Ferry Irawan/ Teknik dan Instrument Asessment Ranah Psikomotrik Vol. 1 No. 4 Desember 2023 E-ISSN: 3021-8497 Portofolio Penampilan Portofolio penampilan merupakan kumpulan karya terbaik yang dihasilkan siswa. Portofolio penampilan digunakan untuk tujuan seperti seleksi, sertifikasi maupun penilaian kelas. Hasil karya yang asli merupakan yang paling penting dalam penilaian portfolio. Anecdotal Record (Catatan Kejadia. Hasil belajar psikomotorik dapat juga dinilai menggunakan anecdotal record . atatan kejadia. Anecdotal record adalah catatan seketika yang berisi peristiwa atau kenyataan yang spesifik dan menarik mengenai sesuatu yang diamati atau terlihat secara kebetulan. Menurit Suyadi dan Dahlia catatan anekdot adalah catatan sikap dan perilaku siswa dalam situasi khusus. Situasi khusus di sini adalah kejadian yang muncul di luar kebiasaan siswa, baik kejadian yang sifatnya menunjang perkembangannya maupun yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Adapun ketentuan pembuatan catatan kejadian tersebut yang perlu diperhatikan antara lain: . Berisi deskripsi faktual tentang peristiwa yang secara jelas mencatat apa, kapan, dan dalam kondisi yang bagaimana peristiwa itu terjadi . Bermakna untuk pendidikan terutama yang berhubugan dengan hasil belajar . Deskripasi faktual harus dipisahkan dari interpretasi atau catatan lainnya. Berikut contoh catatan anekdot. Selain yang dijabarkan di atas menurut Eko Putro Widoyoko Instrumen non tes berupa pedoman observasi, check list, rating scale, angket dan rubik. Angket dapat berupa skala sikap . ttitude scal. maupun laporan pribadi . elf repor. Pedoman observasi sistematis . ystematic observatio. memiliki kesamaan dengan instrumen angket. Perbedaan terletak pada pihak yang mengisi instrumen. Instrumen bentuk angket yang mengisi adalah siswa, pada pedoman observasi sistematis yang mengisi instrumen adalah observer/guru berdasarkan pengamatannya dan karakteristik siswa. Analisis Kualitas Instrumen Evaluasi Psikomotorik Analisis instrumen evaluasi hasil belajar psikomotor dapat juga dianalisis secara teoriti . nalisis kualitati. maupun secara empirik . nalisis kuantitati. Pada umunya, untuk keperluan evaluasi oleh guru di sekolah, instrumen evaluasi hasil belajar psikomotor setelah dianalisis secara kualitatif, sudah dapat digunakan untuk melakukan Cara melakukan analisis secara kualitatif untuk instrumen evaluasi belajar psikomotor adalah sebagai berikut: Memeriksa kesesuaian instrumen dengan indikator kemampuan yang diukur. Memeriksa kesesuaian instrumen dengan materi yang diukur. Mengecek kesesuaian instrumen yang telah disusun dengan ramburambu atau prinsip-prinsip penyusunan instrumen yang bersangkutan. Mengecek ketetapan redaksi instrumen dilihat dari segi kaidah bahasa indonesia yang baku dan benar. Mendiskusikan instrumen yang telah disusun dengan ahli atau teman Mamkua. Ferry Irawan/ Teknik dan Instrument Asessment Ranah Psikomotrik Vol. 1 No. 4 Desember 2023 E-ISSN: 3021-8497 Lembar Analisis untuk Pedoman Pengamatan NO. Jenis Persyaratan Aspek Substansi Kesesuaian instrumen dengan indicator Kesesuaian instrumen dengan materi yang diukur Aspek Konstruksi Jumlah butir pernyataan tidak terlalu banyak Angka/huruf mempunyai arti tetap Jumlah kategori angka yang digunakan cukup bermakna dan dapat dibedakan secara jelas Setiap pernyataan hanya mengukut satu Lembar Analisis Kualitas Rating Scale (Skala Penilaia. No Jenis Persyaratan Analisis Tidak Analisis Tidak Aspek Substansi Kesesuaian instrumen dengan indikator yang diukur Kesesuaian instrumen materi yang diukur Aspek Konstruksi Jumlah butir pertanyaan tidak terlalu banyak Angka/huruf mempunyai arti tetap Jumlah kategori angka yang digunakan cukup bermakna dan dapat dibedakan secara jelas. Pernyataan/pertanyaan disusun secara urut Aspek Bahasa Rumusan kalimat mudah dipahami Rumusan kalimat tidak menimbulkan penafsiran ganda Kalimat menggunakan bahasa yang baik dan benar. SIMPULAN Penilaian merupakan komponen terpenting dalam proses dan penyelenggaraan Upaya meningkatkan kualitas pendidikan dapat ditempuh melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan kualitas system penilainnya. Ranah keterampilan atau psikomotor merupakan hasil belajar yang pencapaiannya melibatkan otot dan kekuatan fisik. Aspek psikomotorik dilakukan terhadap hasil-hasil belajar berupa Menurut ngalim Purwanto yang dimaksud tes perbuatan adalah tes di mana Mamkua. Ferry Irawan/ Teknik dan Instrument Asessment Ranah Psikomotrik Vol. 1 No. 4 Desember 2023 E-ISSN: 3021-8497 respon atau jawaban yang dituntut dari peserta didik berupa perbuatan, tingkah laku Penjabaran keterampilan kongkrit atau disebut ranah psikomotorik dapat mengacu pada teori Shimpson yang mengemukakan tujuh jenjang yaitu persepsi, persiapan, gerakan terbimbing, gerakan terbiasa, gerakan kompleks, adaptasi dan Dalam pelaksanaan penilaian hasil belajar psikomotor dapat dilakukan dengan tes perbuatan atau tes unjuk kerja . erformance tes. atas keterampilan yang telah dikuasai peserta didik. Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti: praktik sholat, praktik olahraga, bermain peran. Teknik dan instrumen evaluasi hasil belajar psikomotor yakni skala penilaian, daftar cek, dan Anecdotal Record (Catatan Kejadia. Analisis instrument evaluasi hasil belajar psikomotor dapat juga dianalisis secara teoriti . nalisis kualitati. maupun secara empirik . nalisis kuantitati. DAFTAR PUSTAKA