PENGARUH KARAKTERISTIK WIRAUSAHA DAN KAPABILITAS INOVATIF TERHADAP KEBERHASILAN PEMASARAN USAHA MIKRO. SENTRAL KERAJINAN INDUSTRI KAIN TENUN PRINGGASELA Sifak Qori Annisa1. Baiq Handayani Rinuastuti2. Akhmad Saufi3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram E-mail: sifaqoriannisa@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah . Untuk mengetahui pengaruh karakteristik wirausaha terhadap Keberhasilan Pemasaran Usaha Mikro. Sentral Kerajinan Industri Kain Tenun Pringgasela . Untuk mengetahui pengaruh kapabilitas inovatif terhadap Keberhasilan Pemasaran Usaha Mikro. Sentral Kerajinan Industri Kain Tenun Pringgasela. Metode penelitian ini menggunakan metode asosiatif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Pengusaha UMKM kain tenun di kecamatan pringgasela berjumlah 60 Variable terikat dalam penelitian ini adalah Keberhasilan Pemasaran Usaha Mikro. Sentral Kerajinan Industri Kain Tenun Pringgasela sedangkan variable bebas dalam penelitian ini adalah karakterstik wirausaha dan kapalitas inovatif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu sensus. Alat analisis data dalam penelitian ini menggunakan software SPSS Kesimpulan dalam penelitian ini adalah . Variabel karakteristik wirausaha mempunyai pengaruh yang positif tapi tidak signifikan terhadap keberhasilan pemasaran usaha mikro, sentral kerajinan industri kain tenun Pringgasela . Variabel karakteristik kapabilitas inovatif mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keberhasilan pemasaran usaha mikro, sentral kerajinan industri kain tenun Pringgasela. Kata Kunci : Karaktersitik Wirausaha. Kapabilitas Inovatif. Pemasaran Usaha Mikro. Industri Kain Tenun. ABSTRACT The aims of this study were . to determine the effect of entrepreneurial characteristics on the marketing success of micro-enterprises. Pringgasela woven cloth industrial craft center . to determine the effect of inovatif capability on the marketing success of micro-enterprises. Pringgasela woven cloth industrial craft center. This research method used an associative method using a quantitative approach. The population in this study were 60 entrepreneurs in the woven fabric entrepreneurs in Pringgasela. The dependent variable in this study was the Marketing Success of Micro Enterprises. Pringgasela Woven Fabric Industrial Craft Center, while the independent variables in this study were entrepreneurial characteristics and innovative capacity. The data collection method used was census. The data analysis tool in this study used SPSS software version 24. The conclusions in this study were . Variable entrepreneurial characteristics have a positive but not significant influence on the success of marketing micro-enterprises, the center of the Pringgasela woven fabric craft industry . Variable characteristics of innovative capabilities have a positive and significant influence on the success of micro-enterprise marketing, the center of the Pringgasela woven fabric craft Keywords: Entrepreneurial Characteristics. Inovatif Capability. Micro-Enterprise Marketing. Woven Fabric Craft Industry. PENDAHULUAN Latar Belakang Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi salah satu Provinsi yang ikut berkontibusi dalam hal peningkatan jumlah UMKM di Indonesia, dengan total jumlah UMKM dan usaha besar pada tahun 2018 yaitu 987 unit termasuk usaha besar didalamnya. Dari total jumlah UMKM di NTB, usaha mikro berkontribusi paling banyak yaitu 582. 647 unit, selanjutnya usaha kecil sebanyak 62. 952 unit, dan usaha menengah sebanyak 2. 974 unit, selanjutnya usaha besar hanya berkontribusi sebanyak 414 unit (Dinas Koperasi dan UMKM, 2. Menjadi memerlukan kerja keras, keuletan, kreatif dan inovatif serta keberanian untuk mengambil Untuk memulai dan menjalankan usaha dengan baik pada dasarnya seorang wirausaha harus memiliki bekal pengetahuan tentang Selain itu wirausahawan harus memiliki jiwa/karakteristik wirausaha karena hal itu menjadi salah satu pendorong untuk mencapai keberhasilan usahanya. Kapabilitas inovatif adalah kemampuan dalam mengembangkan produk atau jasa sesuai dengan permintaan pasar. Pengembangan produk ini akan menarik konsumen karena produk yang diinovasi menjadi lebih baik dibandingkan dengan produk lainnya sehingga pemasaran menjadi berhasil akibat produk yang lebih baik dan menarik (Rajapathirana & Hui. Keberhasilan keberhasilan suatu usaha dalam memuasakan konsumen, menciptakan pelanggan yang loyal melalui penjualan yang tinggi serta peningkatan Keberhasilan dipengaruhi oleh karakteristik wirausaha. Oleh karena itu, dalam menjalin hubungan bisnis dengan seseorang diharuskan mengetahui Karakteristik wirausaha akan menentukan keberhasilan dalam menjalankan dan mengembangkan usaha ahanya untuk mencapai tujuan yang diharapkan (Sembiring. Kabupaten Lombok Timur merupakan salah satu Kabupaten di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menghasilkan kain tenun yang terkenal di masyarakat lokal maupun masyarakat luar tepatnya di Desa Pringgasela dimana didesa tersebut banyak memiliki industri-industri kecil, salah satunya pembuatan songket di rumah-rumah maupun ArtshopArtshop yang menyediakan berbagai hasil/jenis karya tenun songket yang sudah menjadi sentral kerajinan tenun songket dan menjadi ciri khas daerah NTB khususnya daerah Lombok Timur. Salah satu desa di Pringgasela yang mulai menggeluti usaha mikro kecil menengah adalah desa Pringgasela. Dimana, desa Pringgasela ini merupakan desa yang memiliki penduduk sekitar 8968 jiwa yang memiliki persebaran setiap jenjang usia yang beragam, dan mata pencaharian penduduk desa Pringgasela cukup beragam namum pekerjaan penduduk disana didominasi oleh petani disamping itu juga penduduk desa Pringgasela mempunyai pekerjaan sebagai pedagang yaitu pengerajin kain tenun khas desa Pringgasela yang sekarang ini usaha mikro kain tenun khas Pringgasela sudah dikenal banyak masyarakat baik itu masyarakat lokal maupun masyarakat luar. Kerajinan kain tenun yang ada di Desa Pringgasela memiliki berbagai keunggulan dan spesifikasi produk yang mampu bertahan dalam krisis ekonomi, namun dalam kegiatan produksi dan pemasarannya tidak terlepas dari permasalahan dan kendala-kendala yang ada, lebih-lebih apabila dikaitkan dengan upayaupaya yang dilakukan dalam rangka peningkatan penjualan. Terdapat permasalahan dan kendala yang dihadapi baik yang berkaitan dengan aspek produksi maupun aspek pemasaran produk-produk. Berdasarkan jumlah produksi dan omzet yang dihasilkan sebelum dan sesudah pandemic terlihat ada penurunan yang cukup signifikan. Agar meningkatkan penjualan terutama di masa pandemi maka perlu dilakukan perubahan inovasi, baik dalam produk, proses produksi, cara promosi, maupun pemasaran kain tenun. Pengusaha kain tenun dituntut untuk memiliki kapabilitas inovasi, sehingga bisa menjaga keberlangsungan usahanya. Inovasi yang Berbagai hal telah dilakukan oleh para pengusaha tenun di desa Pringgasela antara lain memasarkan kain tenun melalui media social, market place dan juga bekerja sama dengan pusat oleh-oleh yang ada di sana. Sebagai desa sentral industri kain tenun yang merupakan mata pencaharian sebagaian besar penduduk dan menjadi warisan keahlian turun temurun, menjadikan usaha ini memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, walaupun terdapat kendala dalam pengembangannya. Oleh karena itu perlu menganalisis lebih lanjut keterkaitan karakteristik dan kapabilitas inovasi yang dimiliki pengusaha dengan kinerja pemasaran usaha mikro di desa pringgasela. Perumusan Masalah Pengembangan Sentral kerajinan industri kain tenun Pringgasela mengalami penurunan Penurunan yang siknifikan ini sangat masyarakat didesa pringgasela akan tetapi para pengusaha tenun tidak kehabisan akal untuk menanggulangi dampak penjualan dari pandemi covid-19 salah satu yang sering dilakukan iyalah mengandalkan dan memaksimalkan pasar lokal. Berbagai hal telah dilakukan oleh para pengusaha tenun di desa Pringgasela antara lain memasarkan kain tenun melalui media social, market place dan juga bekerja sama dengan pusat oleh-oleh yang ada di sana. Sebagai desa sentral industri kain tenun yang merupakan mata pencaharian sebagaian besar penduduk dan menjadi warisan keahlian turun temurun, menjadikan usaha ini memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, walaupun terdapat kendala dalam pengembangannya. KAJIAN PUSTAKA Keberhasilan Usaha Keberhasilan usaha menurut Menurut Ranto keberhasilan berwirausaha tidaklah identik dengan seberapa berhasil seseorang mengumpulkan uang atau harta serta menjadi kaya, karena kekayaan bisa diperoleh dengan berbagai cara sehingga menghasilkan nilai tambah (Ranto, 2. Menurut Fauzi . 0:23-. Keberhasilan seseorang wirausaha ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu: Kemampuan dan kemauan Kemauan keras dan tekad yang kuat Memiliki modal yang cukup Tahu persis akan target pasar Pelayanan yang baik Networking yang luas Inovasi dan kreativitas yang tinggi Menurut Rini dan Laturette . serta keberhasilan usaha antara lain yaitu : Peningkatan Usaha : Proses perbuatan, cara meningkatkan usaha, dan sebagainya menjadi lebih baik, seperti: Peningkatan volume penjualan tiap bulan, meningkatnya omset penjualan tiap bulan dan meningkatnya modal usaha. Perluasan Usaha : Aktivitas memperluas usaha yang ditandai dengan meningkatnya daerah pemasaran usaha baru, perluasan fasilitas, meningkatnya jumlah pegawai, dan meningkatnya jumlah pelanggan. Karakteristik Wirausaha Karakteristik wirausaha adalah sikap atau perilaku seseorang yang berkaitan dengan kemampuan yang dimiliki seperti kemampuan menananggung risiko untuk menemukan peluang usaha sehingga terciptanya usaha baru menurut Apriliani dan Widiyanto, . alam Fauzi, 2020:. Menurut Meredith Suryana mengemukakan karakteristik watak kewirausahaan yaitu (Suryana, 2. Commitment and determination, yaitu memiliki komitmen dan tekad yang bulat untuk mencurahkan semua perhatian terhadap usaha. Sikap yang setengah hati mengakibatkan besarnya kemungkinan untuk gagal dalam berwirausaha. Tolerance for risk, ambiguity, and uncertainty, yaitu tahan terhadap resiko dan ketidak pastian. Wirausaha harus belajar mengelola resiko dengan cara mentranspernya ke pihak lain seperti bank, investor, konsumen, pemasok, dan lain-lain. Wirausaha yang berhasil biasanya memiliki toleransi tehadap pandangan yang berbeda dan ketidak Self confidence, yaitu percaya diri. Wirausaha cenderung optimis dan memiliki keyakinan yang kuat terhadap kemampuan yang dimilikinyauntuk Creativity and flexibility, yaitu berdaya cipta yang luwas. Salah satu kunci penting adalah kemampuan untuk menghadapi perubahan permintaan. Leadership ability, yaitu kemampuan dalam kepemimpian. Wirausaha yang berhasil memiliki kemampuan untuk menggunakan pengaruh tanpa kekuatan serta harus memiliki taktik mediator dan negotiator dari pada dictator. Menurut Rusdiana 2014 (Andriansyah 2020:6-. Indikator karakteristik wirausaha terdiri dari : Berorientasi pada tugas dan hasil Kepemimpinan Kompetensi Berani mengambil resiko C. Kapabilitas Inovatif Kapabilitas didefinisikan sebagai kemampuan untuk menghasilkan pembaharuan produk, layanan, dan serangkaian kegiatan pemasaran demi kelangsungan hidup bisnis (Butcher et al. Menurut (Tatik, 2. Indikator kapabilitas inovatif yaitu Inovasi teknologi. Produk. Pasar, dan Pelayanan. Kemampuan ini mengimplementasikan konsep atau strategi pemasaran baru yang berbeda dari metode pemasaran yang sebelumnya yang digunakan oleh perusahaan, termasuk perubahan dalam desain atau dalam kemasan produk, layanan, promosi dan harga suatu produk yang dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja pemasaran (Sousa,2. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini menggunakan asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. metode pengumpulan data yang digunakan yaitu sensus. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah karakteristik wirausaha (X. , kapabilitas inovatif (X. Variabel dependen yang digunakan adalah keberhasilan pemasaran (Y). Data dianalisis dengan uji regresi linier menggunakan SPSS 25. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Lokasi Pringgasela berasal dari kata AuPRINGGAAu dan AuSELAAu PRINGGAAu artinya Prajurit dan AuSELAAu artinya Batu Jadi PRINGGASELA artinya PRAJURIT BATU. Tenun Pringgasela adalah kerajinan tenun tradisional Indonesia yang berasal dari Nusa Tenggara Barat dan telah ditetapkan oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2018 dengan domain budaya Kemahiran dan Kerajinan Tradisional. Kegiatan menenun mayoritas dilakukan oleh perempuan sebagai mata pencaharian. Adapun kain tenun Pringgasela digunakan dalam kegiatan sosial maupun keagamaan. Selain itu, tenun Pringgasela juga memiliki potensi di bidang pariwisata dengan dijual sebagai oleh-oleh. Kakteristik pengusaha tenun Karakteristik pengusaha tenun digunakan untuk mengetahui keragaman dari pengusaha tenun berdasarkan jenis kelamin, umur, lama berwirausaha, rata-rata pendapatan. Hal tersebut diharapakan dapat memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai karakteristik dari pengusaha tenun dan kaitannya dengan masalah tujuan penelitian. Pada penelitian ini jumlah sampel yang digunakan adalah Pengusaha UMKM kain tenun di kecamatan pringgasela berjumlah 60 Karakteristik Berdasarkan Jenis Kelamin Hasil distribusi frekuensi pengusaha tenun menurut jenis kelamin dapat dilihat pada Tabel Tabel 1. Indentitas Pengusaha tenun Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Frekuensi Kelamin . Laki-Laki Perempuan Jumlah Sumber: Data Primer, diolah 2022 No. Presentase (%) Berdasarkan Tabel 1 di atas diperoleh data bahwa dari 60pengusaha tenun sebagian besar pengusaha tenun adalah laki-laki yaitu sebanyak 6 orang atau sebesar 10 % dan perempuan berjumlah 54 orang atau sebesar Hal ini disebabkan karena pekerjaan menenun lebih banyak dikerjakan oleh kaum Karakteristik Berdasarkan Usia Hasil distribusi frekuensi pengusaha tenun menurut usia dapat dilihat pada Tabel berikut Tabel 2. Indentitas Pengusaha Tenun Berdasarkan Usia Frekuensi Presentase (Oran. (%) 48,3% 6,7% Total Sumber: Data Primer, diolah 2022 No. Usia (Oran. >35 Berdasarkan Tabel 2 dapat dilihat bahwa jumlah pengusaha tenun yang berusia antara usia 18-35 tahun lebih banyak dibandingkan yang berumur diatas 35 tahun. Hal ini disebabkan karena rentang usia tersebut merupakan rentang usia produktif sehingga tenaga kerja pada usia ini punya kelebihan baik dari segi stamina, fisik maupun kreativitas yang Karakteristik Pengusaha tenun Berdasarkan Lama Berwirausaha Dari hasil penyebaran kuesioner, peneliti memperoleh data pengusaha tenunberdasarkan lama berwirausaha sebagai berikut: Tabel 3. Identitas Berdasarkan Lama Berwirausaha No. Lama Frekuensi Berwirausaha (Oran. <1Tahun 1-2 Tahun 3-4 Tahun 4-5 Tahun Total Sumber: Data Primer Diolah 2022 Presentas e (%) 35,6% 33,9% 16,9% 13,6% Hasil kuesioner tersebut terlihat bahwa pengusaha tenun yang memiliki lama usaha kurang dari setahun lebih dominan karena mereka baru saja memulai usaha menenun ini. Hal ini dapat dilihat dari umur responden yang kebanyakan masih sangat muda. Karaktersitik Pengusaha Tenun Berdasarkan Rata-Rata Pendapatan Dari hasil penyebaran kuesioner, peneliti memperoleh data pengusaha tenun berdasarkan rata-rata pendapatan sebagai berikut: Tabel 4. Identitas Pengusaha Tenun Berdasarkan Rata-Rata Pendapatan No. Pendapatan Jumlah 1-3 Juta 4-6 Juta 7-9- Juta >10 Juta Total Sumber: Data Primer Diolah 2022 Presentase 53,3% 31,7% 13,3% 1,7% Berdasarkan Tabel pengusaha tenun yang paling banyak adalah pendapatan1-3 jutayaitu sebanyak 32 orang dengan persentase sebesar 53,3% hal ini dapat disebabkan karena usaha tenun yang saat ini sedang digeluti oleh Sebagian besar responden adalah kurang dari satu tahun. Deskripsi Data Hasil Penelitian Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data karakteristik wirausaha, kapabilitas inovatif, dan keberhasilan pemasaran. Data tersebut diperoleh dari kuisioner kepada pengusaha UMKM kain tenun di Kecamatan Pringgasela. Adapun data yang telah dikumpulkan antara lain: Data Hasil Penelitian Kuisioner untuk Variabel Karakteristik Wirausaha Tabel 5. Hasil Kuisioner Variabel Karakteristik wirausaha Variabel RataNo Karakteristik N S SS Jumlah Ket. 1 Pernyataan 1 1 23 36 287 4,78 Sangat Baik 2 Pernyataan 2 4 23 33 269 4,48 Sangat Baik 3 Pernyataan 3 25 35 276 4,60 Sangat Baik 4 Pernyataan 4 25 35 275 4,58 Sangat Baik 5 Pernyataan 5 18 42 282 4,70 Sangat Baik 6 Pernyataan 6 4 23 33 269 4,48 Sangat Baik 7 Pernyataan 7 25 35 276 4,60 Sangat Baik 8 Pernyataan 8 32 28 268 4,47 Sangat Baik 9 Pernyataan 9 4 30 26 262 4,37 Sangat Baik 10 Pernyataan 10 25 35 275 4,58 Sangat Baik 11 Pernyataan 11 1 29 30 269 4,48 Sangat Baik 12 Pernyataan 12 1 24 35 274 4,57 Sangat Baik Sumber: data diolah, 2022 Tabel 5 memperlihatkan data hasil kuisioner variabel karakteristik wirausaha Pengusaha UMKM kain tenun di Kecamatan Pringgasela. Total data yang diperoleh dari hasil penelitian ini sebanyak 60 responden dan 12 pernyataan untuk variable karakteristik Pada wirausaha, rata-rata pengusaha tenun sangat setuju bahwa karakteristik wirausahaberkaitan dengan kemampuan yang dimiliki seperti kemampuan finansial, tenaga kerja, dan berani menananggung risiko untuk menemukan peluang usaha sehingga terciptanya usaha Oleh karena itu, dapat diketahui bahwa seluruh indicator yang terdapat pada variable karaktersitik wirausaha yaitu berorientasi pada tugas dan hasil, kepemimpinan, kompetensi dan keberanian dalam mengambil resiko termasuk dalam katagori sangat baik. Data Hasil Penelitian Kuisioner untuk Variabel Kapabilitas Inovatif Tabel 6. Hasil Kuisioner Variabel Kapabilitas inovatif Variabel N S SS Jumlah Rata- Ket. Kapabilitas 1 Pernyataan 1 4 2 Pernyataan 2 3 Pernyataan 3 4 Pernyataan 4 5 Pernyataan 5 4 6 Pernyataan 6 7 Pernyataan 7 8 Pernyataan 8 4 9 Pernyataan 9 1 10 Pernyataan 10 11 Pernyataan 11 1 12 Pernyataan 12 12 4,48 4,58 4,58 4,70 4,48 4,58 4,47 4,35 4,48 4,58 4,48 3,90 Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sumber: data diolah, 2022 Tabel 7 memperlihatkan data hasil kuisioner variabel keberhasilan pemasaran Pengusaha UMKM kain tenun di Kecamatan Pringgasela. Pada variable ini, rata-rata pengusaha tenun memilih setuju terhadap pernyataan no. 1 hingga 5. Keberhasilan pengrajin kain tenun dalam memasarkan Peningkatan usaha, peluasan usaha. Hasil diatas dapat dimaknai bahwa pengusaha UMKM kain tenun memiliki keberhasilan peningkatan dan peluasan usaha. Analisis Data Uji Asumsi Klasik Hipotesis dalam penelitian ini diuji menggunakan teknik regresi linier berganda. Model analisis layak untuk digunakan jika semua uji model tersebut tidak memiliki masalah dalam hal normalitas, multikolinieritas, dan heteroskedastisitas. Tabel 6 memperlihatkan data hasil Pengusaha UMKM kain tenun di Kecamatan Pringgasela. Data diperoleh dari pengusaha tenun sebanyak 60 orang dan 12 pernyataan. Pada variable kapabilitas inovatif, rata-rata pengusaha tenun bersikap sangat setuju bahwa pengusaha pengerajin kain tenun memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi perubahan lingkungan pemasaran, merespon identifikasi pengetahuan pasar tersebut dengan tujuan berhasil mengatasi perubahan di lingkungan Berdasarkan hasil diatas diketahui bahwa seluruh indicator pada variable kapabilitas inovatif yaitu teknologi inovasi, produk, pasar, termasuk dalam kategori sangat Uji Multikolinieritas Data Hasil Penelitian Kuisioner untuk Variabel Keberhasilan Pemasaran Tabel 7. Hasil Kuisioner Variabel Keberhasilan Pemasaran Variabel Lokasi 1 Pernyataan 1 2 Pernyataan 2 3 Pernyataan 3 4 Pernyataan 4 5 Pernyataan 5 S N TS STS Jumlah Ratarata 1 22 27 10 226 3,77 2 15 33 10 231 3,85 3 9 34 14 239 3,98 1 8 40 11 241 4,02 1 22 27 10 226 3,77 Sumber: data diolah, 2022 Ket. Baik Baik Baik Baik Baik Uji Normalitas Uji normalitas data dilakukan dengan maksud untuk menguji apakah data variabel dependen dan variabel independen telah terdistribusi secara normal atau tidak. Tabel 8 menunjukkan bahwa data pada semua vaariabel telah terdistribusi secara normal. Hasil pengujian normalitas yang dilakukan dengan uji K-S adalah sebagai berikut: Tabel 8. Hasil Uji Normalitas Variabel Sig. 0,199 0,200 0,094 Sumber: SPSS 25. 00, 2022 Keterangan Normal Normal Normal Berdasarkan Tabel 9 hasil perhitungan nilai tolerance menunjukkan bahwa tidak ada variabel bebas yang mempunyai nilai toleransi O 0,10 atau VIF Ou 10, jadi dapat disimpulkan bahwa model regresi pada penelitian ini tidak terjadi tidak terjadi korelasi di antara variabel independen dan model regresi layak digunakan. Tabel 9. Hasil Uji Multikolinearitas DataToleransi VIF Data 0,760 1,317 0,760 1,317 Sumber: SPSS 25. 00, 2022 Keterangan Tidak c. Uji Heteroskedastisitas Penelitian ini akan menggunakan uji Selain itu, juga menggunakan uji statistik uji Glejser. Dalam uji ini jika nilainya kurang dari 0,05 maka terjadi masalah pada uji Namun, jika diatas 0,05 maka hal ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi ini layak karakteristik wirausaha dankapabilitas inovatif terhadap keberhasilan pemasaran. Tabel 10 Hasil Uji Heteroskedasitas DataSignifikan Keterangan Data 0,308 Tidak terjadi gejala 0,982 Sumber: SPSS 25. 00, 2022 Gambar 1. Scatterplot Berdasarkan Gambar 1 terlihat bahwa titik menyebar tidak membentuk pola bergelombang yang melebar dan menyempit kembali serta tidak berkumpul di satu wilayah saja melainkan menyebar disekitar angka 0. Selain itu. Tabel 9 menunjukkan bahwa seluruh variable memiliki nilai signifikasi lebih dari 0,05. Oleh karena itu, model regresi ini tidak mengalami masalah heteroskedasitas dan dapat hasil regresi dapat Model Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda adalah analisis yang mengukur seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel Pada penelitian ini, pengukuran pengaruh ini melibatkan tiga variabel bebas dan satu variabel terikat. Tabel 11. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Coefficientsa Standar Unstandardi dized Coeffic Collinearity Coefficients ients Statistics Std. Toler Model B Error Beta t Sig. ance VIF 1(Const -1. Sumber: SPSS 25. 00, 2022 Dari Tabel 11 di atas diperoleh suatu persamaan regresi sebagai berikut: Keberhasilan pemasaran = -1,766 0,181 X1 1,071 X2 C -1,766 artinya jika variable X1 dan X2 konstan atau tidak perubahanmaka terjadi penurunan keberhasilan pemasaran sebanyak 1,766 poin. C 0,181 artinya jika variabel X1 mengakibatkan kenaikan variabel Y sebesar 0,181 kali dengan asumsi variabel X2 tetap. C 1,071 artinya jika variabel X2 mengakibatkan kenaikan variabel Y sebesar 1,071 kali dengan asumsi variabel X1 tetap. Berdasarkan persamaan diatas dapat disimpulkan bahwa semakin besar pengaruh karakteristik wirausaha dan kapabilitas inovatif maka semakin besar keberhasilan pemasaran UMKM tenun di Kecamatan Pringgasela. Uji F Tabel 12. Hasil Uji Kecocokan Model (Uji F) Model Df Sig. Keterangan Hitung table Regression 2 Model 1 Residual 57 0,000b 26,025 3,14 sudah cocok Total Sumber: SPSS 25. 00, 2022 Berdasarkan Tabel 12 merupakan hasil uji kecocokan model. Dari Tabel tersebut diperoleh F hitung sebesar 26,025 dan signifikansi sebesar 0,00. Nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 . ,00 < 0,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi sudah cocok. Koefisien Determinasi (R ) Tabel 14. Tabel 13. Hasil Uji Parsial (Uji . Coefficientsa Model Standar Unstandardize Coeffici d Coefficients ents Std. Error Beta 1(Constant -1. Collinearity Statistics Tolera Sig. nce VIF Model R Std. Error Adjusted R of the Square Square Estimate Sumber: SPSS 25. 00, 2022 Hasil perhitungan koefisien regresi dalam penelitian ini diperoleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,459. Hal ini berarti variabel independen dapat menjelaskan variasi dari variabel dependen sebesar 45,9% sedangkan sisanya sebesar 54,1% dijelaskan oleh variabel lain di luar variabel penelitian seperti kemampuan manajerial karena kemampuan mengarahkan dan mengawas sangat dibutuhkan dalam usaha agar keberhasilan pemasaran dapat tercapai dengan efisien. Pembahasan Sumber: SPSS 25. 00, 2022 Koefisien Model Summaryb Uji Hipotesis Hipotesis pada penelitian ini diuji menggunakan uji parsial (Uji . , cara ini bertujuan untuk mengetahui apakah secara . berpengaruh terhadap variable dependen. Uji t dilakukan pada derajat keyakinan sebesar 95% atau = 5%. Hasil Uji Determinasi Pengujian Hipotesis Pertama Berdasarkan Tabel 15, diperoleh hasil bahwa variabel X1 memiliki nilai signifikansi sebesar 0,330. Nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 . ,105 > 0,. menunjukkan bahwa pemasaran secara statistik. Pengujian Hipotesis Kedua Berdasarkan Tabel 17, diperoleh hasil bahwa variabel X2 memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 . ,00 >0,. kapabilitas inovatif mempengaruhi Pengaruh Karakteristik wirausaha terhadap Keberhasilan Berdasarkan model regresi untuk variabel karakteristik wirausaha diketahui bahwa koefisien regresi berganda bernilai positif sehingga semakin besar karakteristik wirausaha maka semakin tinggi keberhasilan pemasaran tenun di Kecamattan Pringgasela. Hasil uji t diperoleh nilai signifikan sebesar 0,330 dengan tingkat signifikansi lebih besar dibandingkan taraf signifikansi yang ditetapkan . ,330> 0,. mempengaruhi keberhasilan pemasaran secara Hasil dalam penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Wijayanto kwirausaha secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha para pedagang UMKM. Hasil penelitian ini juga berbeda dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Purwanti . yang menyatakan bahwa karakteristik pengusaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap perkembangan usaha UMKM. Hal ini kemungkinan disebabkan karena ada factor lain yang lebih dominan dalam menentukan keberhasilan pemasaran tenun di Kecamatan Pringgasela tetapi tidak dibahas dalam penelitian ini seperti kreativitas pengusaha maupun kemampuan manajerial. Semakin bagus karakteristik wirausaha maka keberhasilan pemasaran semakin tinggi. Makna dari pernyataan ini adalah semakin bagus karakter yang dimiliki olehpengusaha UMKM kain tenun di Kecamatan Pringgasela maka akan semakin meningkatkan keberhasilan pemasaran produk tenun yang dihasilkan UMKM tersebut. Karakter yang dimaksud dapat berupa kemampuan yang dimiliki seperti kepribadian diri yang aspek ini bisa diamati dari segi kedisiplinan diri, kepercayaan diri, keberanian mengambil resiko, dan kemauan kuat serta finansial yaitu memiliki modal yang cukup dalam hal keuangan dan tenaga kerja serta mampu mengatur itu semua. Namun, memberikan dampak yang signifikan terhadap keberhasilan pemasaran. Hal ini dapat disebabkan karena ada factor lain yang lebih dominan dalam menentukan keberhasilan pemasarantenun di Kecamatan Pringgasela seperti kreativitas pengusaha. Kemungkinan hal ini terjadi karena yang bagi konsumen tenun adalah produk yang sesuai dengan keinginan mereka ataupun dapat memenuhi gaya hidup yang sedang menjadi trend saat ini sehingga pengusaha dituntut untuk lebih kreatif. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa karakteristik wirausaha tidak mempengaruhi keberhasilan pemasaran pada Pengusaha UMKM kain tenun di Kecamatan Pringgasela. Pengaruh UMKM tenun di Kecamatan Pringgasela memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi perubahan lingkungan pemasaran, merespon mendayaguna pengetahuan pasar tersebut dengan tujuan berhasil mengatasi perubahan di lingkungan sehingga keberhasilan pemasaran menjadi semakin bagus. Kapabilitas pemasaran inovatif didefinisikan sebagai kemampuan untuk menghasilkan pembaharuan produk, layanan, dan serangkaian kegiatan pemasaran demi kelangsungan hidup bisnis (Butcher et al. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kapabilitas inovatif mempengaruhi keberhasilan pemasaran pada kopi Pengusaha UMKM kain tenun di Kecamatan Pringgasela. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa Variabel mempunyai pengaruh yang positif tapi tidak signifikan terhadap keberhasilan pemasaran usaha mikro, sentral kerajinan industri kain tenun Pringgasela. Variabel karakteristik kapabilitas inovatif mempunyai pengaruh yang positif dan pemasaran usaha mikro, sentral kerajinan industri kain tenun Pringgasela Kapabilitas inovatif Keberhasilan Berdasarkan model regresi untuk variabel kapabilitas inovatif diketahui bahwa kapabilitas inovatif memberikan pengaruh yang positif terhadap keberhasilan pemasaran. Namun. Hasil uji t untuk variabel kapabilitas inovatif diperoleh nilai signifikan sebesar 0,000 dengan tingkat signifikansi lebih besar dibandingkan taraf signifikansi yang ditetapkan . ,00> 0,. sehingga kapabilitas inovatif mempengaruhi keberhasilan pemasaran secara statistik. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Wiranata . yang menyatakan bahwa kapabilitas inovatif mempengaruhi keberhasilan Hasil penelitian ini juga didukung oleh Alamsyah . yang menyatakan inovasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha. Semakin tinggi kapabilitas inovatif produk maka keberhasilan pemasaran semakin tinggi. Hal ini dapat disebabkan karena pengusaha DAFTAR PUSTAKA