Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Karakter untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di ICC Pahang Ufadila Alfinia Bilimbi1*. Yusriah Nabil Latifah2. Umu Miftahur Rohmah3 Fakultas Ekonomi. Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Indonesia Fakultas Agama Islam. Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Indonesia INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK Histori Artikel: Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Indonesia Community Center (ICC) Pahang. Kuantan. Malaysia dengan tujuan meningkatkan motivasi belajar dan pembentukan karakter siswa melalui penerapan media pembelajaran berbasis karakter. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan anak-anak diaspora Indonesia di Malaysia untuk mendapatkan pembelajaran yang tidak hanya akademis tetapi juga menguatkan nilainilai moral, karakter, dan budaya bangsa. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah partisipatif dengan pendekatan belajar sambil bermain yang menyenangkan. Media yang diterapkan meliputi media visual, audio visual, dan media interaktif berbasis teknologi informasi seperti aplikasi Canva. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain menonton video edukatif dengan pesan moral, membaca dan menganalisis cerita anak, bermain ular tangga matematika, pembuatan piramida keberagaman budaya Indonesia dari barang bekas, hingga pengenalan tari tradisional Dongklak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan motivasi belajar siswa, penguatan karakter seperti kemandirian, kedisiplinan, kerjasama, dan nasionalisme. Melalui pengintegrasian media pembelajaran berbasis karakter, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam membentuk peserta didik yang cerdas, berakhlak, dan bangga terhadap budaya Indonesia meskipun tinggal di luar negeri. Submit: 28 April 2025 Revisi: 22 Juni 2025 Diterima: 24 Juni 2025 Publikasi: 29 Juni 2025 Periode Terbit: Juni 2025 Kata Kunci: adaptasi media pembelajaran, globalisasi pendidikan, pembelajaran interaktif, pembelajaran lintas budaya Corresponding Author: Ufadila Alfinia Bilimbi Fakultas Ekonomi. Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Indonesia Email: ufadilaab26@gmail. Pendahuluan Media pembelajaran merupakan salah satu komponen penting dalam proses pendidikan karena berfungsi sebagai sarana mempermudah peserta didik dalam memahami materi yang disampaikan oleh pendidik. Menurut Yuliarni et al. , media pembelajaran adalah alat bantu yang digunakan dalam proses belajar mengajar untuk memperjelas penyampaian informasi dan membantu peserta didik memahami materi secara lebih efektif. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, dunia pendidikan dituntut untuk terus beradaptasi dengan inovasi-inovasi baru yang muncul. Hal ini menuntut pendidik, khususnya guru, untuk aktif dan kreatif dalam memanfaatkan teknologi Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Karakter untuk Meningkatkan MotivasiA . e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 sebagai bagian dari media pembelajaran (Khikmawati et al. , 2. Media yang digunakan dalam proses pembelajaran tidak selalu berbasis aplikasi digital atau website, tetapi juga bisa berupa karya nyata hasil kolaborasi antara guru dengan peserta didik maupun antarpeserta didik. Para ahli telah mengemukakan berbagai definisi tentang media pembelajaran. Heinich, misalnya, mendefinisikan media sebagai sarana penyampai informasi antara narasumber dan Sementara itu. Kemp dan Dayton, serta Sadiman, menyatakan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, minat, serta perhatian siswa, dengan tujuan agar proses belajar dapat terjadi secara optimal (Adolph, 2016. Shalikhah, 2. Penggunaan media pembelajaran yang tepat tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga berperan dalam mengasah keterampilan kognitif dan imajinatif peserta didik. Bahkan lebih jauh, media pembelajaran dapat menjadi sarana untuk membentuk pendidikan karakter, di mana penilaian terhadap peserta didik tidak hanya dilihat dari aspek kognitif, tetapi juga dari cara mereka menyelesaikan permasalahan yang berlangsung (Muamaroh et al. , 2. Pendidikan karakter menjadi aspek penting dalam sistem pendidikan saat ini, terutama dalam membangun integritas dan kepribadian peserta didik. Pendidikan karakter memiliki peran sebagai pencerminan sifat seseorang yang menentukan apakah individu tersebut tergolong berpendidikan atau tidak, yang dapat dilihat dari kebiasaan yang dilakukan sehari-hari (Muhammad et al. , 2021. Yumna et al. , 2. Dalam konteks ini, karakter menjadi pusat perhatian utama, terlebih di tengah perkembangan zaman yang memberikan pengaruh besar terhadap perilaku anak-anak. Perkembangan teknologi dan globalisasi, meskipun membawa banyak manfaat, juga menghadirkan tantangan berupa kecenderungan perilaku negatif yang harus diantisipasi oleh pendidik. Oleh karena itu, guru dituntut untuk memberikan pendekatan yang mampu menciptakan kenyamanan dalam belajar sekaligus memotivasi peserta didik tentang pentingnya pendidikan karakter. Pendekatan ini sangat relevan khususnya di jenjang pendidikan dasar yang merupakan tahap fundamental dalam pembentukan karakter anak (Intaniasari et al. , 2022. Muchtar & Suryani, 2. Melalui penggunaan media pembelajaran yang beragam, pendidikan karakter dapat diajarkan secara lebih interaktif dan menyenangkan bagi peserta didik. Media pembelajaran yang efektif memungkinkan peserta didik untuk banyak berinteraksi secara aktif, baik dengan materi ajar maupun dengan teman-teman sekelasnya. Interaksi ini menjadi penting dalam mengenal karakter teman sebaya dan membangun keterampilan sosial yang baik. Dhamayanti et al. menegaskan bahwa pengintegrasian antara soft skill dan hard skill dalam proses pembelajaran dapat membantu mengasah kemampuan peserta didik secara Selain itu, media juga menjadi sarana komunikasi yang efektif untuk mengenal lebih dekat lawan bicara dan membangun hubungan interpersonal yang sehat. Namun demikian, tidak semua media secara otomatis efektif sebagai pengantar pembelajaran. Oleh Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Karakter untuk Meningkatkan MotivasiA . Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 karena itu, diperlukan strategi dan pemilihan media yang sesuai agar komunikasi yang terjadi dalam proses belajar dapat meningkatkan motivasi dan rasa ingin tahu peserta didik, sekaligus mendorong mereka untuk mempelajari kembali materi yang telah dipelajari. Motivasi belajar menjadi faktor kunci dalam menentukan keberhasilan proses Wlodkowski Jaynes menyatakan bahwa motivasi belajar adalah proses pemberian dukungan personal yang bertujuan untuk meningkatkan rasa ingin tahu dan pemahaman peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Lebih lanjut. Biggs dan Tefler berpendapat bahwa motivasi tidak selalu harus berasal dari orang lain, melainkan bisa tumbuh dari dalam diri sendiri melalui keinginan yang tinggi, ketekunan, serta kerja keras yang optimal untuk meraih hasil pendidikan yang diharapkan (Husna & Supriyadi, 2. Dengan demikian, peran guru sebagai fasilitator yang mampu membangkitkan motivasi intrinsik peserta didik menjadi sangat penting dalam setiap proses pembelajaran. Fokus utama penelitian ini berangkat dari permasalahan yang muncul di lapangan, khususnya dalam upaya mengintegrasikan pendidikan karakter yang relevan bagi peserta didik di luar negeri, seperti di ICC Pahang. Malaysia. Di lembaga pendidikan tersebut, anak-anak berkewarganegaraan Indonesia yang tinggal di Malaysia. Mereka menghadapi tantangan dalam nasionalisme di tengah perbedaan budaya dan lingkungan sosial yang berbeda dengan Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi pendidik untuk merancang pembelajaran yang e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. tidak hanya mengenalkan teknologi sebagai media pembelajaran, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai karakter, seperti cinta tanah air dan kebanggaan terhadap budaya Indonesia yang dapat mereka terapkan meskipun berada di negara lain. Integrasi antara pendidikan karakter dan pemanfaatan media pembelajaran dalam konteks pendidikan lintas budaya ini menjadi strategi penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan mampu beradaptasi di berbagai lingkungan. Dengan demikian, penelitian ini memiliki urgensi untuk mengembangkan model pembelajaran yang efektif dalam menanamkan karakter sekaligus meningkatkan keterampilan peserta didik melalui pemanfaatan media yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan mereka di era globalisasi saat ini. Metode Pelaksanaan Kegiatan masyarakat ini dilaksanakan di salah satu lembaga pendidikan dasar yang berada di bawah naungan negara Indonesia namun berlokasi di Malaysia, tepatnya di Kuantan. Pahang. Lembaga tersebut adalah Indonesia Community Center (ICC) Pahang, yang menjadi anak-anak berkewarganegaraan Indonesia yang tinggal di Malaysia. Kegiatan pengabdian ini difokuskan pada penguatan pendidikan karakter melalui disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik di ICC Pahang. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Karakter untuk Meningkatkan MotivasiA . e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 melibatkan pihak pengelola, guru, serta peserta didik secara aktif dalam setiap tahapannya. Pendekatan partisipatif ini penting untuk memastikan bahwa program yang dirancang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi riil di Kegiatan diawali dengan tahap prapelaksanaan atau pra-pendahuluan, yang bertujuan untuk melakukan observasi awal serta memastikan kesesuaian tema dan materi pengabdian dengan kebutuhan di ICC Pahang. Pada tahap ini, tim pengabdian melakukan komunikasi dengan pengelola lembaga untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam proses pembelajaran, khususnya terkait dengan pendidikan karakter dan penggunaan media pembelajaran. Tahap berikutnya adalah pelaksanaan kegiatan di lapangan, di mana tim pengabdian mulai beradaptasi dengan lingkungan lembaga dan melakukan penggalian informasi lebih lanjut melalui wawancara, observasi, serta studi Informasi dikumpulkan dari pengelola ICC Pahang, guru-guru, serta peserta Pemilihan informan dilakukan dengan mempertimbangkan peran dan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran di lembaga Teknik pengumpulan data dalam kegiatan ini mengacu pada lima langkah utama, yakni: . memasuki lokasi kegiatan untuk memperoleh pemahaman konteks secara . melakukan penyesuaian diri dengan lingkungan dan budaya sekitar. menentukan informan atau narasumber utama yang relevan. mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen yang terkait dengan proses pembelajaran dan pendidikan karakter. mencatat dan mendokumentasikan seluruh data yang diperoleh di lapangan (Zakariah et al. , 2. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah melalui beberapa tahapan, yaitu reduksi data untuk memilah dan merangkum informasi yang relevan, penyajian data dalam bentuk narasi deskriptif dan tabel, serta penarikan kesimpulan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh terkait implementasi media pembelajaran dalam penguatan pendidikan Seluruh proses pengolahan dan analisis data dilakukan untuk menyusun rekomendasi dan strategi penguatan karakter yang dapat diimplementasikan di ICC Pahang. Hasil Pelaksanaan dan Pembahasan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam rangkaian program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Ae Kemitraan Internasional Muhammadiyah Aisyiyah Angkatan 12, yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (LPTK PTMA). Program ini diikuti secara serentak oleh mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah di Indonesia. Adapun perguruan tinggi yang terlibat dalam program ini antara lain Universitas Muhammadiyah (UM) Ponorogo. UM Surakarta. UM Gorontalo. UM Pringsewu. UM Kudus. UM Sorong. UM Purwokerto. STKIP Muhammadiyah Oku Timur, dan ITB Ahmad Dahlan Lamongan. Tujuan utama dari program KKN Kemitraan Internasional ini adalah memberikan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di luar negeri, khususnya di komunitas diaspora Indonesia. Selain itu, program ini bertujuan Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Karakter untuk Meningkatkan MotivasiA . Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 untuk memperluas wawasan mahasiswa tentang budaya dan kondisi sosial di negara lain, sekaligus mengembangkan minat dan bakat mahasiswa melalui praktik langsung di Mahasiswa juga didorong untuk mengeksplorasi kemampuan akademik yang telah diperoleh selama perkuliahan, dengan harapan dapat menerapkannya dalam konteks nyata di masyarakat internasional, khususnya di lingkungan warga Indonesia yang berada di Malaysia. Misi dari Gerakan Muhammadiyah yang menekankan pentingnya pendidikan dan penguatan karakter bangsa sangat relevan dengan pelaksanaan program ini. Melalui berbagai kegiatan yang dirancang, pengabdian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun dan memperkuat karakter anakanak Indonesia yang tinggal di Malaysia, khususnya di Indonesia Community Center (ICC) Pahang. Kuantan. Salah satu pendekatan yang diterapkan dalam pengabdian ini adalah melalui kegiatan pembelajaran yang dikemas dalam bentuk bermain sambil belajar, yang di dalamnya disisipkan nilai-nilai kebangsaan dan Upaya ini dilakukan untuk menumbuhkan dan memperkuat rasa cinta tanah air Indonesia di kalangan anak-anak diaspora yang bersekolah di ICC Pahang. Media Pembelajaran Berbasis Karakter Karakter dalam konteks pendidikan mengacu pada seperangkat sikap, motivasi, dan keterampilan yang berfokus pada penguatan nilai-nilai kebaikan dalam tindakan maupun perilaku sehari-hari. Dalam pembelajaran, karakter diartikan sebagai optimalisasi potensi diri yang melibatkan kesadaran, emosi, serta motivasi sebagai pendorong untuk bertindak e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. sesuai dengan nilai-nilai tersebut (Adiko. Salah satu ciri khas dari pembelajaran berbasis karakter adalah adanya motivasi yang mendorong peserta didik untuk belajar secara mandiri dan sadar. Motivasi ini berfungsi sebagai kekuatan pendorong dalam diri peserta didik yang membangkitkan semangat untuk mengikuti proses pembelajaran. Media pembelajaran menjadi komponen penting dalam pembelajaran berbasis karakter. Media diartikan sebagai segala bentuk alat bantu yang digunakan dalam proses belajar mengajar untuk menyampaikan pesan atau informasi dari pengajar kepada peserta didik. Pemilihan media pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan efektivitas proses belajar sekaligus memperkuat penanaman nilai-nilai Penggunaan media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) menjadi salah satu strategi yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian ini. Penerapan ICT meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Media berbasis teknologi membuat materi pelajaran menjadi lebih menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik. Selain itu. ICT pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan, yang dikenal dengan istilah joyful learning. Suasana ini ditandai dengan adanya rasa senang, nyaman, dan bahagia baik bagi pengajar maupun peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung (Cyntia et al. Lebih pembelajaran berbasis ICT tidak hanya membantu guru dalam menyampaikan materi dengan lebih efisien, tetapi juga membiasakan Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Karakter untuk Meningkatkan MotivasiA . e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 pendidik untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang terus berubah. Bagi peserta didik, pemanfaatan ICT dapat membantu mereka lebih fokus, aktif, dan terlibat dalam proses pembelajaran. Selain itu, integrasi antara pendidikan karakter dengan berpotensi memperkuat aspek etika peserta didik serta membangun nilai-nilai karakter seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama (Miranti et al. , 2. Dalam konteks pengabdian ini, kegiatan pembelajaran yang diterapkan tidak hanya sekadar memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga berfokus pada penanaman karakter kebangsaan dan cinta tanah air melalui berbagai aktivitas kreatif berbasis media ICT. Hal ini menjadi penting mengingat peserta didik di ICC Pahang berada dalam lingkungan budaya yang berbeda dari Indonesia, sehingga penguatan identitas dan karakter bangsa menjadi bagian integral dari proses pendidikan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Indonesia Community Center (ICC) Pahang Kuantan. Malaysia, berfokus pada peningkatan pembelajaran yang berbasis belajar sambil bermain. Model pembelajaran ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik. Konsep belajar sambil bermain diyakini mampu mengembangkan berbagai aspek kemampuan anak, baik secara kognitif, afektif, maupun Selain itu, kegiatan ini diintegrasikan dengan penguatan nilai-nilai karakter dan budaya Indonesia, sebagai upaya memperkuat identitas nasional bagi anak-anak Indonesia yang tinggal di luar negeri. Beberapa diimplementasikan dalam program pengabdian ini antara lain sebagai berikut: Melatih Kemandirian Anak melalui Penataan Meja dan Kursi Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan setiap hari di ICC Pahang adalah melatih kemandirian anak-anak dengan membiasakan mereka untuk menata kursi dan meja sebelum dan sesudah proses pembelajaran berlangsung. Gambar 1 Dokumentasi Kemandirian Siswa dalam Menata Meja Kegiatan sederhana ini memiliki makna yang sangat penting dalam membentuk karakter kemandirian sejak usia dini. Kemandirian anak usia dini dapat diartikan sebagai kemampuan anak untuk melakukan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan perawatan diri, seperti makan sendiri, berpakaian, pergi ke toilet, serta menjaga kebersihan diri, termasuk dalam aktivitas di lingkungan sekolah (Ningtyas et al. Sikap kemandirian bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba, melainkan diperoleh melalui proses yang berkelanjutan sehari-hari. Dengan membiasakan anak-anak untuk bertanggung Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Karakter untuk Meningkatkan MotivasiA . Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 jawab terhadap kondisi kelasnya, mereka diajarkan untuk memiliki kesadaran akan pentingnya kerapian dan keteraturan. Hal ini diharapkan dapat membentuk karakter anak yang disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki rasa kepemilikan terhadap lingkungan Kegiatan Doa Bersama Sebelum Pembelajaran Kegiatan rutin lainnya yang dilakukan sebelum memulai pembelajaran adalah berdoa bersama-sama. e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia, memiliki kesadaran spiritual, serta memahami bahwa setiap ilmu yang diperoleh adalah anugerah yang patut disyukuri. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat nilai religiusitas di tengah kehidupan diaspora, di mana anak-anak perlu terus diingatkan akan identitas keagamaannya. Melatih Ketertiban dengan Berbaris Sebelum Pulang dan Mengadakan Kuis Untuk ketertiban siswa, setiap akhir pembelajaran dilakukan kegiatan berbaris dengan tertib sebelum pulang sekolah, yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian kuis sederhana terkait materi yang telah dipelajari. Gambar 2 Dokumentasi Berdoa Bersama Kegiatan menanamkan nilai-nilai keagamaan dan spiritualitas pada siswa sejak dini. Doa menjadi sarana untuk membangun komunikasi antara manusia dengan Tuhan, sekaligus membentuk kesadaran rohani dan rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan. Dengan membiasakan berdoa sebelum belajar, anakanak di ICC Pahang diarahkan untuk selalu mengingat keberadaan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan upaya Gambar 3 Dokumentasi Berbaris Rapi Sebelum Pulang Kegiatan membiasakan anak-anak untuk tertib, patuh terhadap aturan, dan menghargai proses dalam setiap aktivitas. Dengan demikian, diharapkan mereka mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif, baik di dalam kelas maupun di lingkungan sekitar. Sementara itu, pemberian kuis menjadi salah satu metode Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Karakter untuk Meningkatkan MotivasiA . e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 evaluasi pembelajaran yang efektif untuk melatih daya ingat siswa terhadap materi yang sudah diajarkan sebelumnya. Melalui kuis, pengajar dapat mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman siswa serta sekaligus mengingatkan kembali informasi yang mungkin terlupakan (Dewi Purpitasari et al. , 2. Kegiatan ini juga dapat membangun budaya belajar yang kompetitif namun tetap menyenangkan bagi pemahaman mereka tentang keberagaman budaya Indonesia. Setiap sisi piramida dihias dan diberi label yang berisi informasi mengenai nama-nama provinsi, gambar rumah adat, pakaian tradisional, alat musik, dan tarian khas dari masing-masing daerah. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang geografi dan budaya Indonesia, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan kreatif yang berwawasan lingkungan (Arung et al. , 2. Selain mendukung pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan, program ini juga sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan serta penanaman nilai-nilai karakter, seperti peduli terhadap lingkungan, kreatifitas, dan nasionalisme (Undang-undang & Kementerian. Kegiatan ini memberikan alternatif metode belajar yang kontekstual dan aplikatif, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa. Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Media Pembelajaran: Piramida Keberagaman 38 Provinsi Salah satu inovasi yang dihadirkan dalam program pengabdian ini adalah dengan memanfaatkan barang bekas, seperti gabus, untuk dijadikan bahan ajar berupa piramida keberagaman yang berisi informasi tentang 38 provinsi di Indonesia. Menghafalkan Tari Tradisional Dongklak Untuk melestarikan budaya Indonesia, salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah menghafalkan Tari Tradisional Dongklak, yang berasal dari Jawa Timur. Gambar 4 Kegiatan Pembuatan Pyramid Keberagaman Program meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui kegiatan daur ulang, sekaligus memperkuat Gambar 5 Latihan Tari Tradisional Dongklak Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Karakter untuk Meningkatkan MotivasiA . Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 Tari Dongklak adalah tarian kreasi baru yang menggambarkan keceriaan anak-anak saat bermain, sekaligus mengajarkan nilai-nilai kerjasama, kebersamaan, dan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Jumat setelah program cleaning area atau pembersihan lingkungan Dengan mengenalkan tari tradisional, anak-anak diaspora Indonesia di ICC Pahang diberikan pemahaman bahwa budaya Indonesia sangat kaya dan patut untuk dilestarikan. Menghafalkan gerakan tari tidak hanya melatih kemampuan motorik siswa, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan warisan budaya bangsa secara langsung kepada mereka (Wahyuningsih et al, 2. Lebih dari itu, keterlibatan siswa dalam kegiatan seni seperti kepekaan estetika, serta membangun rasa bangga terhadap budaya leluhur. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk penguatan identitas budaya bagi anak-anak Indonesia yang tinggal di luar negeri, agar mereka tetap memiliki keterikatan dengan budaya bangsa. Secara keseluruhan, berbagai kegiatan yang dilaksanakan di ICC Pahang Kuantan melalui program pengabdian ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi akademik anak-anak, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter dan budaya Indonesia. Kegiatan belajar sambil bermain menjadi pendekatan yang efektif untuk membangun kepribadian anak secara holistik, meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penguatan karakter seperti kemandirian, kedisiplinan, religiusitas, kepedulian lingkungan, serta nasionalisme menjadi landasan utama dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Media Pembelajaran Berbasis Karakter untuk Meningkatkan Motivasi Siswa di ICC Pahang Pembelajaran di era modern tidak hanya menitikberatkan pada pencapaian aspek kognitif, tetapi juga berfokus pada pembentukan karakter peserta didik. Hal ini menjadi semakin penting bagi anak-anak Indonesia yang tinggal di luar negeri, seperti di Indonesia Community Center (ICC) Pahang. Kuantan. Malaysia, yang menjadi tempat belajar bagi anak-anak diaspora Indonesia. Dalam konteks tersebut, diperlukan inovasi pembelajaran yang tidak hanya menanamkan nilai-nilai moral dan karakter bangsa melalui media pembelajaran yang tepat (Yamin et al. , 2. Media pembelajaran berbasis karakter merupakan salah satu pendekatan yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai moral dan karakter kepada siswa. Model pembelajaran ini menyampaikan pesan yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga memperkuat karakter positif dalam diri peserta didik. Beberapa jenis pembelajaran berbasis karakter antara lain adalah media visual, media interaktif, serta media audio visual. Penggunaan berbagai bentuk media ini terbukti efektif dalam meningkatkan antusiasme belajar siswa, memperkuat pemahaman materi, sekaligus membentuk karakter mereka. Media Visual dalam Pembelajaran Berbasis Karakter Media visual dalam pembelajaran merujuk pada berbagai alat peraga yang dapat Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Karakter untuk Meningkatkan MotivasiA . e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 dilihat dan dinikmati melalui pancaindra, khususnya indera penglihatan. Media visual meliputi gambar, video, animasi, diagram, dan infografis yang dirancang untuk membantu siswa memahami konsep-konsep pembelajaran dengan lebih baik. Amanda . menyatakan bahwa manfaat utama dari media visual dalam pembelajaran adalah untuk membantu siswa memahami mata pelajaran dengan lebih mudah, menumbuhkan minat belajar, serta mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, media visual memiliki keunggulan dalam memperlancar pemahaman siswa dan memperkuat daya ingat mereka terhadap materi yang diajarkan. Visual mampu menumbuhkan minat belajar karena siswa dapat melihat representasi nyata dari konsep yang sedang dipelajari. Namun, agar media visual efektif dalam proses belajar, penting untuk Interaksi siswa dengan media visual harus aktif agar terjadi proses pengolahan informasi secara optimal dalam diri mereka. proses belajar melalui tampilan yang konkret dan menarik. Menurut Gayestik dalam Priyambodo dkk. (Neha et al. , 2. , media pembelajaran interaktif adalah sistem komunikasi berbasis menyimpan, menyajikan, dan mengakses kembali informasi dalam bentuk teks, grafik, suara, video, atau animasi. Media pembelajaran interaktif memungkinkan komunikasi dua arah antara pendidik dan peserta didik melalui bantuan sistem dan infrastruktur berbasis program aplikasi. Disebut interaktif karena media ini didesain untuk mengaktifkan respon pengguna dalam setiap proses pembelajaran. Supriyono et al . menambahkan bahwa media pembelajaran interaktif adalah metode pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang menggabungkan berbagai media elektronik sebagai bagian dari proses edukasi. Media ini tidak hanya menyampaikan pesan satu arah, tetapi memungkinkan adanya partisipasi aktif dari siswa dalam memahami materi yang disajikan. Salah satu strategi efektif dalam pembelajaran interaktif adalah melalui cerita rakyat dan dongeng, yang dapat meningkatkan motivasi belajar sekaligus menanamkan nilai-nilai moral dan etika. Media Interaktif sebagai Penguat Karakter dan Pemahaman Materi Selain media visual, media interaktif juga memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa sekaligus membentuk karakter mereka. Media interaktif dalam pembelajaran merupakan media berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang memungkinkan adanya interaksi langsung antara siswa dengan materi pembelajaran yang disampaikan (Adhantoro et al. , 2. Hapsari et al. menjelaskan bahwa media interaktif, terutama yang berbasis aplikasi Android, dapat meningkatkan kualitas karakter siswa karena mereka terlibat langsung dalam Implementasi Media Pembelajaran di ICC Pahang Dalam rangka meningkatkan motivasi belajar siswa di ICC Pahang, pengabdian ini menerapkan beberapa jenis media pembelajaran berbasis karakter yang dirancang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi siswa di sana. Berikut adalah media-media yang digunakan: Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Karakter untuk Meningkatkan MotivasiA . Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 Media Audio Visual melalui Tayangan Video YouTube Media audio visual digunakan dalam bentuk pemutaran video edukatif yang memiliki pesan moral. Salah satu video yang ditayangkan adalah "Film Kartun Pendek dengan Pesan Moral yang Dalam" yang diunggah melalui platform YouTube. Video tersebut mengisahkan tentang balas budi antara seekor ibu bangau dengan seorang pemancing dan anjingnya. e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. pernah merasa puas dengan apa yang dimilikinya dan selalu menginginkan lebih hingga akhirnya mengalami kerugian. Gambar 7 Dokumentasi mengenai Moral Gambar 6 Dokuentasi Menjabarkan Kisah Film Kartun Setelah menonton video tersebut, siswa diminta untuk menuliskan siapa saja tokoh yang ada dalam cerita serta pesan moral yang bisa dipetik dari tayangan tersebut. Aktivitas ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa serta melatih mereka mengidentifikasi nilai-nilai kebaikan yang tersirat dalam cerita. Selain itu, metode ini juga membantu memperkuat daya ingat siswa terhadap pesan moral yang telah disampaikan melalui media audiovisual. Setelah membaca cerita tersebut, siswa diminta untuk menuliskan tokoh dalam cerita, kesimpulan cerita, serta pesan moral yang dapat Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran moral siswa sejak dini bahwa keserakahan dapat membawa dampak buruk bagi diri sendiri. Selain itu, metode ini juga membantu meningkatkan kemampuan literasi siswa sekaligus menanamkan nilai kejujuran, kesederhanaan, dan rasa syukur. Media Interaktif Melalui Aplikasi Canva: LKPD Ular Tangga Matematika Media interaktif diterapkan melalui penggunaan aplikasi Canva untuk membuat Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dalam bentuk permainan ular tangga matematika yang dinamakan Snack and Ladders of Mathematics. Media Visual melalui Cerita Anak: "Anjing yang Tamak" Penggunaan media visual dalam bentuk cerita anak-anak juga diterapkan melalui kisah berjudul "Anjing yang Tamak". Cerita ini berkisah tentang seekor anjing yang tidak Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Karakter untuk Meningkatkan MotivasiA . e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Gambar 8 Kegiatan Snack and Ledders of Mathematics Dalam kegiatan ini, siswa diajak bermain ular tangga dengan ketentuan setiap anak harus melempar dadu dan berhenti di kotak tertentu yang berisi soal matematika. Sebelum bermain, siswa melakukan suit untuk menentukan Setiap kali seorang siswa mendarat di kotak dengan soal, mereka harus menjawab pertanyaan tersebut. Jika kesulitan menjawab, siswa lain diberi kesempatan untuk membantu. Metode ini selain meningkatkan motivasi belajar matematika juga memperkuat karakter kerjasama, saling tolong menolong, dan sikap sportif dalam kompetisi. Penggunaan media interaktif seperti ini membuat siswa lebih antusias dalam mengikuti pelajaran, karena mereka tidak hanya duduk mendengarkan materi, tetapi juga terlibat aktif dalam permainan edukatif yang mengasah kemampuan mereka. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana yang menyenangkan untuk belajar matematika, yang sering dianggap sulit oleh sebagian siswa. Penerapan berbagai media pembelajaran berbasis karakter di ICC Pahang terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa sekaligus membentuk karakter positif seperti kemandirian, kerjasama, sportivitas, dan Penggunaan media visual, audio visual, dan media interaktif seperti aplikasi Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 Canva memberikan variasi dalam proses belajar mengajar, sehingga siswa tidak merasa bosan dan lebih mudah memahami materi. Kombinasi antara materi akademik dengan penanaman nilai-nilai moral melalui berbagai jenis media ini menjadi strategi yang efektif untuk membangun generasi anak-anak diaspora Indonesia yang cerdas secara intelektual dan berkarakter kuat. Dengan pendekatan ini, diharapkan pendidikan karakter dapat terintegrasi secara efektif dalam setiap proses pembelajaran di ICC Pahang, sehingga anak-anak Indonesia di luar negeri tetap memiliki keterikatan dengan budaya dan nilainilai luhur bangsa. Simpulan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Indonesia Community Center (ICC) Pahang. Kuantan. Malaysia berhasil memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran siswa melalui penerapan media pembelajaran Berbagai pembelajaran yang dikembangkan, seperti penggunaan media visual, audio visual, dan media interaktif berbasis teknologi informasi, mampu meningkatkan motivasi belajar siswa sekaligus membentuk karakter positif seperti kemandirian, kedisiplinan, kerjasama, serta cinta tanah air dan budaya Indonesia (Sari et , 2. Implementasi program belajar sambil bermain juga efektif dalam menanamkan nilainilai moral dan karakter melalui kegiatan kreatif, seperti menata meja kursi secara mandiri, berdoa bersama, baris tertib sebelum pulang, membuat piramida keberagaman budaya Indonesia dari bahan bekas, hingga mengenalkan dan menghafalkan tari tradisional Dongklak. Selain itu, media interaktif seperti permainan ular tangga berbasis LKPD Canva Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Karakter untuk Meningkatkan MotivasiA . Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 turut membantu siswa dalam memahami materi akademik, khususnya matematika, dengan cara yang menyenangkan sekaligus memperkuat Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi antara pembelajaran akademik dengan penguatan pendidikan karakter berbasis media yang kreatif dapat meningkatkan antusiasme dan keterlibatan siswa dalam proses belajar, sekaligus membentuk generasi muda diaspora Indonesia yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki karakter kuat, berakhlak mulia, dan tetap bangga dengan identitas budaya Indonesia. Daftar Pustaka