Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 325-335 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Karakteristik Pendidik dan Peserta Didik dalam Al-Qur'an Surah Al-Fatihah Asep Supriyanto Mesin Otomotif. Politeknik Piksi Ganesha Indonesia virasep@gmail. Submitted: 20-07-2. Reviewed: 21-07-2025 | Accepted: 09-08-2025 ABSTRAK Dewasa ini dunia pendidikan dihadapkan pada tantangan isu moral yang negatif. Untuk itu perlu adanya pedoman sikap moral yang positif bagi pendidik maupun peserta didik dalam menjalankan proses belajar dan mengajar. Kitab pedoman umat islam, yakni Al QurAan di dalamnya terkandung nilai-nilai positif yang dapat menjadi pedoman moral bagi pemeluknya. Diantaranya seperti di dalam surah Al-Fatihah. Surah Al Fatihah sebagai surah pembuka dalam Al-QurAan mengandung nilai-nilai pendidikan yang mendalam, baik bagi pendidik maupun peserta didik. Karakter kasih sayang dalam membina peserta didik secara bertahap, adil dalam membina peserta didik dan selalu memberi arahan yang positif kepada peserta didik merupakan beberapa hal yang tersirat dalam surah Al Fatihah tersebut. Selain itu bagi peserta didik diharapkan memiliki rasa syukur atas nikmat ilmu yang telah didapatkannya, bersikap tawakal, tidak sombong, serta mau diarahkan oleh pendidik sebagai pembimbingnya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik ideal pendidik dan peserta didik sebagaimana tersirat dalam kandungan Surah Al-Fatihah. Dengan menggunakan pendekatan tematik . audhA) dan metode tafsir bil-maAtsur serta bil-raAyi, pembahasan ini menunjukkan bahwa Al-Fatihah memberikan fondasi karakter spiritual, moral, dan intelektual dalam hubungan edukatif antara pendidik dan peserta didik. Kata Kunci: Al-Fatihah. Karakter pendidik. Pendidikan Islam. Peserta didik. Tafsir tematik ABSTRACT Today, the world of education faces the challenge of negative moral issues. Therefore, it is necessary to have positive moral guidelines for educators and students in carrying out the teaching and learning process. The book of guidance for Muslims, the Qur'an, contains positive values that can serve as moral guidelines for its followers. Among these are those found in Surah Al-Fatihah. Surah Al-Fatihah, as the opening chapter of the Qur'an, contains profound educational values, both for educators and students. The character of compassion in fostering students gradually, fairness in fostering students, and always providing positive guidance to students are some of the things implied in Surah Al-Fatihah. Furthermore, students are expected to have a sense of gratitude for the blessings of knowledge they have received, be grateful, not arrogant, and willing to be guided by educators as their mentors. This article aims to examine the characteristics of ideal educators and students as implied in the contents of Surah Al-Fatihah. Using a thematic approach . and the interpretation methods of bil-ma'tsur and bil-ra'yi, this discussion demonstrates that Al-Fatihah provides the foundation for spiritual, moral, and intellectual character in the educational relationship between educators and students. Keywords: Al-Fatihah. Educator character. Islamic education. Students. Thematic interpretation PENDAHULUAN Pendidikan dalam Islam tidak hanya bertujuan mencetak manusia yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat dan spiritualitas yang tinggi (Sulaiman et al. , 2. Salah satu bagian penting dari pendidikan adalah membentuk karakter peserta JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 325-335 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Di era perkembangan teknologi sekarang ini perlu adanya strategi yang jitu agar peserta didik bukan hanya pandai secara ilmu namun pandai juga dalam menerapkan akhlak yang terpuji (Supriyanto, 2. Jika al-Qur'an dikaji lebih mendalam, akan ditemukan beberapa prinsip dasar pendidikan yang dijadikan sumber inspirasi untuk dikembangkan dalam rangka membangun pendidikan yang bermutu (Djunaid, 2. Imam Al-Ghazali, dalam bukunya Ihya AUlum al-Din, beliau mengutip kata-kata Ibnu MasAud: AuJika seseorang ingin memiliki pengetahuan masa lampau dan pengetahuan modern, selayaknya dia merenungkan al-QurAanAy. Selanjutnya beliau menambahkan: AuRingkasnya, seluruh ilmu tercakup di dalam karya-karya dan sifat-sifat Allah, dan Al-QurAan adalah penjelasan esensi, sifat-sifat, dan perbuatan-Nya. Tidak ada batasan terhadap ilmu-ilmu ini, dan di dalam Al-QurAan terdapat indikasi pertemuannya (Al-QurAan dan ilmu-ilm. Ay(Saw. Al-Qur'an sebagai pedoman hidup umat Islam di dalamnya juga terdapat berbagai solusi dari berbagai masalah hidup yang menimpa manusia. Di dalamnya terdapat nasihatnasihat yang mulia (Supriyanto, 2. (Supriyanto, 2. , kisah-kisah teladan yang inspiratif (Supriyanto, 2. (Supriyanto, 2019. (Supriyanto, 2019. dan juga memberikan gambaran bagaimana Allah dan Rasulnya serta orang-orang pilihan-Nya begitu sabar dalam mendidik Misalnya saja seperti kisah Ibrahim dalam mendidik anak laki-lakinya (Supriyanto, 2024. dan Ibunda maryam dalam upaya memberikan yang terbaik buat anak perempuannya (Supriyanto, 2024. Al Fatihah merupakan surah pertama yang diberikan secara runtut keseluruhan ayatnya, tidak terpisah seperti pada surah surah yang lainnya (Hamdani et al. , 2. Berbeda dengan surah lain yang ayat-ayatnya diturunkan tidak sekaligus. Hal ini mengisyaratkan bahwa ayat-ayat di dalam surah Al-Fatihah ini saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. Surah Al-Fatihah sebagai pembuka Al-Qur'an memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam. Tidak hanya berfungsi sebagai bacaan wajib dalam salat, tetapi juga mengandung pesan-pesan pendidikan yang mendalam, baik bagi pendidik maupun peserta Dalam konteks pendidikan Islam, nilai-nilai dalam surah ini menjadi dasar penting dalam membentuk karakter manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak. Akhlak yang baik merupakan sesuatu yang penting yang harus dimiliki oleh peserta didik ataupun pendidik. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 325-335 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Tanpa adanya akhlak yang baik, ilmu yang telah didapatkan bisa jadi malah menjadi bomerang bagi dirinya. Penelitian tentang surah Al-Fatihah ini bukan yang pertama. Sebelunya sudah ada penelitian dari beberapa peneliti. Diantaranya seperti AuNilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Surat Al- FatihahAy yang ditulis oleh RofiAatul Ummah, dkk. (Ummah et al. , 2. Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Al-QurAan: Telaah Surah Al-FatihahAy yang ditulis oleh Achyar Zein, (Zein et al. , 2. AuPendidikan Islam Berbasis Al-Fatihah: Menanamkan Keimanan. Ibadah dan Akhlak MuliaAy yang ditulis oleh Basori, dkk. (Basori et al. , 2. , dan AuPrinsip Controlling Perspektif Surat Al-FatihahAy yang ditulis oleh Muhammad Aminullah, dkk. (Aminullah & Septiana, 2. Dari beberapa penelitian di atas, belum ada yang fokus membahas tentang karakter pendidik dan peserta didik dalam surah Al-Fatihah. Penelitian ini berfokus pada penggalian karakteristik ideal pendidik dan peserta didik melalui ayat-ayat dalam Surah Al-Fatihah. Setelah ditemukan berbagai karakter tersebut diharapkan setiap pendidik ataupun peserta didik dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, terlebih di lingkungan lembaga pendidikan ataupun di masyarakat secara luas. Sehingga nantinya lembaga pendidikan memang benar-benar memberikan pendidikan yang terbaik dalam memberikan ilmu, pendidikan karakter dan juga mental untuk menjadi petarung dalam dunia global. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan tafsir tematik . audhA), yaitu mengkaji ayat-ayat dalam Surah Al-Fatihah secara menyeluruh dengan fokus pada tema pendidikan. Langkah yang dilakukan ialah dengan mengkaji ayat-ayat dalam surah Al-Fatihah dari segi bahasanya hingga mengaplikasikannya dengan konteks modern. Adapun metode tafsir yang digunakan dalam penelitian ini yaitu. tafsir bil-maAtsur dan tafsir bil-raAyi. Tafsir bil-maAtsur, yakni metode penafsiran yang merujuk kepada ayat-ayat Al-QurAan lainnya, hadis-hadis Nabi SAW, serta pendapat sahabat dan tabiAin. Contohnya adalah penafsiran ayat AuShiraatal ladziina an'amta 'alaihimAy dengan QS. An-NisaA ayat 69 yang menjelaskan golongan orang yang diberi nikmat oleh Allah. Tafsir bil-raAyi, yaitu metode penafsiran Al-QurAan berdasarkan pertimbangan rasional, ijtihad, dan pemahaman terhadap konteks sosial budaya. Tafsir ini dilakukan dengan JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 325-335 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 tetap memperhatikan kaidah-kaidah bahasa Arab, ushul fiqh, serta tidak bertentangan dengan tafsir bil-maAtsur. Dalam konteks Surah Al-Fatihah, mufasir seperti Quraish Shihab menjelaskan makna "Ar-Rahman Ar-Rahim" sebagai bentuk kasih sayang Allah yang universal dan personal, sedangkan Buya Hamka memaknainya sebagai nilai spiritual yang menuntun manusia dalam setiap aspek kehidupan. Tafsir bil-raAyi memperkaya pemahaman terhadap Al-Fatihah dengan membawanya ke dalam dimensi kehidupan kontemporer dan pendidikan modern. Penulis memilih untuk memakai tafsir yang ditulis oleh Quraish Shihab dan Buya Hamka dikarenakan kedua tafsir tersebut mewakili tafsir konteks modern dan selaras denga tafsir keindonesiaan, sehingga cocok bagi kalangan umat islam di wilayah Inonesia pada khususnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Surah Al-Fatihah a Aa aeIA AaEA AaE I ea a IOuaO IA A uaO IA a A IN ac aE OI eO aI ccaOA Ac aI aaIA a a Ac eI a IOA a AcEaE Ic a ecIcI aOa IA a a Ac eI a IOA a aAcEEA a a a a A ec I eOA Ac aI aaIA AA I IA AA I IA A IEI ea aN eI IO IaE ca a ca IA a A IEIae aN eI Ia ae ec IO eA A caaO I I eII eO IA c a cA eN a I Au a aAI e I aA a AOA a AaIA A ec aO e I aC IA Artinya: AuDengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah. Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di Hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, . Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka. mereka yang dimurkai dan bukan . ula jala. mereka yang . Ay (Kementrian Agama Republik Indonesia, 2. Surah Al-Fatihah sudah dikenal dengan nama itu sejak masa kenabian (Asy-Syaukani. Surah Al-Fatihah memiliki peran yang sangat penting dalam menumbuhkan kesadaran manusia kepada Allah, terutama dalam konteks proses pendidikan (Basori et al. , 2. Ayat yang pertama dalam surah Al-Fatihah mengajarkan pentingnya adab atau akhlak dalam dunia Memulai dengan nama Allah adalah adab dan bimbingan pertama yang diwahyukan Allah kepada Nabi-Nya (Shihab, 2. Ayat selanjutnya yakni ayat yang kedua hingga keempat mengisyaratkan bahwa penting untuk menghormati pembimbing atau Dengan sikap hormat dan adab yang baik maka insyaallah peserta didik akan mendapatkan ilmu yang berkah dari pendidik tersebut. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 325-335 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Ayat kelima dan keenam mengisyaratkan bahwa sebagai peserta didik harus mau dibimbing secara ikhlas ke jalan yang benar atau lurus oleh pendidik. Menurut ahli tafsir makna jalan yang lurus yaitu pertama Al-Irsyad, artinya agar dianugerahi kecerdikan dan kecerdasan, sehingga dapat membedakan yang salah dengan yang benar. Kedua At-Taufiq, yaitu bersesuaian dengan apa yang direncanakan Tuhan. Ketiga Al-Ilham, diberi petunjuk supaya dapat mengatasi sesuatu yang sulit. Keempat Ad-Dilalah, artinya ditunjuk dalil-dalil dan tanda-tanda dimana tempat yang berbahaya, dimana yang tidak boleh dilalui dan sebagainya (Hudaeva, 2. Al-Fatihah tidak hanya berfungsi sebagai doa (Kurnianto et al. , 2. , tetapi juga sebagai pedoman hidup yang mengajak umat untuk menyadari hakikat ketuhanan dan tanggung jawab sosial (Rihadatul Aisy et al. , 2. Surat ini begitu agung dan mulia. Allah mewajibkan hamba-hamba-Nya membacanya di setiap rak'at dalam shalat mereka baik shalat fardhu maupun sunat. Allah mengajarkan kepada hamba- hamba-Nya bagaimana mereka memuji dan menyanjung-Nya, lalu mereka meminta kepada Tuhan mereka segala yang mereka butuhkan. Di surat ini pun terdapat bukti butuhnya mereka kepada Tuhan mereka, baik butuhnya hati mereka dipenuhi rasa cinta dan pengenalan kepada-Nya dan butuhnya mereka agar dibantu dalam menyelesaikan urusan mereka serta diberi taufiq agar dapat mengabdi kepada-Nya (Musa, 2. Karakteristik Pendidik dalam Surah Al-Fatihah Karakteristik pendidik dalam Surah Al-Fatihah merujuk pada sifat-sifat Allah SWT yang menjadi teladan utama dalam menjalankan fungsi pendidikan. Seorang pendidik dalam perspektif Islam tidak hanya sebagai pengajar ilmu, tetapi juga sebagai pembimbing akhlak, penanam nilai, dan pembina jiwa. Dalam Al-Fatihah, terdapat beberapa karakter yang dapat diteladani, antara lain: Rabb (QS. Al-Fatihah: . Allah sebagai Rabb al-Aalamin mengandung makna sebagai pendidik, pembina, dan pemelihara. Pendidik seharusnya meneladani sifat Rabb dalam memelihara perkembangan peserta didik secara bertahap, dari tidak tahu menjadi tahu, dari tahu menjadi mampu mengamalkan. Sifat sabar merupakan salah satu karakter utama yang harus dimiliki oleh seorang pendidik. Sabar dalam konteks pendidikan bukan hanya soal menahan emosi, tetapi juga mencakup ketabahan, keuletan, dan kesungguhan dalam JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 325-335 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 membimbing peserta didik, meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti perilaku siswa yang kurang disiplin, kesulitan dalam memahami materi, atau kendala lingkungan belajar. Ar-Rahman dan Ar-Rahim (QS. Al-Fatihah: . Penyebutan ar-Rahim setelah arRahman bertujuan menjelaskan bahwa anugerah Allah apapun bentuknya sama sekali bukan untuk kepentingan Allah atau sesuatu pamrih, tetapi semata-mata lahir dari sifat rahmat dan kasih sayang-Nya yang telah melekat pada diri-Nya (Shihab, 2. Nama-nama Allah seperti Ar-Rahman (Maha Pengasi. dan Ar-Rahim (Maha Penyayan. menunjukkan sifat kasih sayang-Nya yang mencakup seluruh makhluk, baik di dunia maupun di akhirat (Ridha, 2. Dua sifat ini juga menekankan kasih sayang yang luas dan mendalam. Pendidik harus penuh kasih dalam membimbing dan tidak kaku dalam pendekatannya. Sifat kasih sayang adalah bagian yang sangat penting dalam kepribadian seorang pendidik. Pendidik yang penuh kasih dan sayang menciptakan iklim belajar yang aman, nyaman, dan memotivasi, sehingga peserta didik merasa dihargai, diperhatikan, dan dicintai bukan hanya sebagai murid, tetapi sebagai manusia yang sedang bertumbuh. Pendidik yang penuh kasih sayang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menyentuh hati dan membentuk karakter peserta didik. Dalam pendidikan Islam, kasih sayang bukan kelemahan, tetapi kekuatan yang menghidupkan proses belajar dan membangun generasi yang berakhlak mulia. Maliki Yawmid-Diin (QS. Al-Fatihah: . Yaumid diin adalah hari semua makhluk menjalani hisab, yaitu hari kiamat. Allah membalas mereka sesuai dengan amal perbuatannya masing-masing (Katsir, 2. Dalam hal ini Allah bersifat Adil. Sebagai pendidik, penting untuk menanamkan tanggung jawab, keadilan, dan penilaian objektif terhadap proses belajar dan perilaku peserta didik. Tanggung jawab mendidik bukan sekadar mentransfer ilmu, tapi mengembangkan manusia seutuhnya. Tanpa rasa tanggung jawab, proses pendidikan akan kehilangan arah dan nilai. Seorang pendidik tidak cukup hanya memiliki pengetahuan. Ia juga harus menjunjung tinggi tanggung jawab, keadilan, dan penilaian objektif sebagai nilai-nilai utama dalam menjalankan tugasnya. Nilai-nilai ini menjadikan pendidikan tidak hanya sebagai proses akademik, tetapi juga proses pembentukan akhlak dan karakter generasi yang adil dan bertanggung jawab. Penunjuk Jalan (QS. Al-Fatihah: 6-. Pendidik berperan sebagai pemberi arah, sebagaimana permohonan petunjuk kepada Allah. Ia harus mengarahkan kepada jalan yang benar dan menjauhkan dari kesesatan. Dalam praktik pendidikan, pendidik dituntut memiliki JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 325-335 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 visi yang jelas terhadap tujuan pembelajaran serta mampu menjadi pembimbing dalam aspek intelektual dan spiritual. Contohnya, guru tidak hanya mengajarkan materi pelajaran, tetapi juga membentuk karakter peserta didik melalui keteladanan, bimbingan emosional, dan konsistensi perilaku baik. Seorang pendidik ideal bersikap sabar, adil, serta responsif terhadap kebutuhan peserta didik yang beragam. Karakteristik Peserta Didik dalam Surah Al-Fatihah Peserta didik dalam perspektif Surah Al-Fatihah idealnya memiliki karakter spiritual dan moral yang kuat. Ia diposisikan bukan hanya sebagai penerima ilmu, tetapi juga sebagai pencari kebenaran yang aktif, penuh kesadaran, dan memiliki keinginan untuk dibimbing. Karakteristik ini mencerminkan kesiapan mental, spiritual, dan sikap batin dalam proses Adapun karakter yang dimaksud meliputi: Rasa Syukur dan Kesadaran terhadap Allah (QS. Al-Fatihah: . Peserta didik yang baik harus memiliki rasa syukur atas segala nikmat, termasuk nikmat ilmu. Kesadaran terhadap Allah sebagai Rabb al-Aalamin. Tuhan yang memelihara dan mendidik (AMRULLAH ABDULKARIM ABDULMALIK, 1. semua makhluk-Nya (Al-Mahalli & As-Suyuti, 2. mendorong peserta didik untuk merendahkan hati dan menghormati proses Syukur adalah sikap batin dan tindakan lahir dalam mengakui, menghargai, dan menggunakan nikmat Allah dengan sebaik-baiknya. Dalam konteks pendidikan, syukur menghargai kesempatan belajar, menggunakan ilmu untuk kebaikan, tidak menyianyiakan waktu, fasilitas, guru, dan ilmu yang diperoleh. Ilmu adalah cahaya kehidupan, pembeda antara kebenaran dan kesesatan. Seorang peserta didik yang bersyukur atas nikmat ilmu akan. belajar dengan sungguh-sungguh sebagai wujud syukur, mengamalkan ilmu, bukan sekadar menghafalnya, tidak sombong, karena ilmu adalah amanah. Menghormati guru, karena melalui guru lah ilmu disampaikan. Tawakal dan Ketergantungan kepada Allah (QS. Al-Fatihah: . Peserta didik harus memiliki keikhlasan dan memohon pertolongan kepada Allah dalam menuntut ilmu. Keikhlasan . adalah melakukan sesuatu semata-mata karena Allah SWT, bukan karena ingin dipuji, mendapat gelar, kedudukan, atau keuntungan duniawi lainnya. Dalam konteks peserta didik. ikhlas berarti belajar demi menggapai ridha Allah, ilmu dipandang sebagai amanah dan jalan untuk mengabdi, bukan hanya untuk mengejar status sosial. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 325-335 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 . Kemauan untuk Dibimbing (QS. Al-Fatihah: . Permintaan petunjuk menunjukkan karakter terbuka terhadap arahan dan keinginan untuk belajar. Kemauan untuk dibimbing adalah sikap terbuka dan rendah hati peserta didik untuk. menerima arahan, nasihat, dan kritik dari guru atau pembimbing, menyadari bahwa dirinya masih dalam proses belajar dan perlu bimbingan, menunjukkan kesiapan untuk berkembang, baik dalam aspek akademik maupun . Teladan dan Kritis (QS. Al-Fatihah: . Peserta didik harus memilih teladan yang baik . nAamta Aalaihi. dan menjauhi jalan yang salah . aghdhub dan dhalli. (Zein et al. Hal ini mencerminkan sikap kritis terhadap informasi dan perilaku. Dalam praktik pendidikan, peserta didik harus mampu memilah sumber belajar yang benar, menghormati guru yang memberi teladan akhlak, serta menjauhi pengaruh buruk baik dari lingkungan maupun media. Karakter ini sangat penting dalam membentuk pribadi yang tangguh dan memiliki orientasi nilai yang kuat. Relevansi Karakteristik Pendidik dan Peserta Didik Perspektif Surah Al-Fatihah Dalam Kehidupan Modern Nilai-nilai karakteristik pendidik dan peserta didik dalam Surah Al-Fatihah tetap sangat relevan dengan dunia pendidikan modern, yang semakin kompleks dan dinamis. Dalam era globalisasi dan digitalisasi, tantangan moral dan spiritual semakin meningkat, sehingga pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan Karakter pendidik seperti kasih sayang . , keadilan, keteladanan, dan kemampuan membimbing sangat dibutuhkan dalam menghadapi peserta didik dari berbagai latar belakang. Di tengah pesatnya teknologi dan akses informasi, guru tetap menjadi sosok sentral yang membentuk nilai dan kepribadian. Seorang pendidik sebaiknya memberikan teladan yang baik kepada peserta didik misalnya dengan mengaplikasikan sifat jujur disekolah atau universitas. Dengan satu sifat ini saja apabila diterapkan dengan konsisten oleh pendidik ataupun peserta didik maka kelak akan melahirkan pribadi yang tangguh dan kuat serta terhindar dari berbagai macam tindak pidana yang dapat meresahkan masyarakat ataupun negara. Misalnya saja korupsi, penyalahgunaan anggaran, penipuan dalam jual beli, dan tindak kekerasan lainnya. Itu semua berakar dari tidak adanya karakter jujur yang kuat yang dimiliki oleh seseorang tersebut. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 325-335 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Selanjutnya, karakter peserta didik seperti rasa syukur, keinginan untuk dibimbing, dan sikap kritis menjadi landasan penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga beretika. Kemampuan memilah informasi dan belajar dari sumber yang benar sangat relevan dengan tantangan era media sosial dan arus informasi yang bebas. Dengan demikian. Surah Al-Fatihah memberikan kerangka etika yang holistik dalam membangun pendidikan modern yang berorientasi pada nilai spiritual, moral, dan kecerdasan Isi kandungan surah Al-Fatihah merupakan pelajaran yang sangat berharga dalam menata keimanan, ibadah, budi pekerti yang luhur, memupuk persatuan dan kesatuan, bahkan terkandung doa yang amat indah, permohonan agar diberikan petunjuk menuju jalan yang lurus yang diridhai Allah SWT (Surasman, 2. Penelitian ini masih perlu pengembangan lebih lanjut, terutama terkait aplikasi nyata dalam dunia pendidikan yang sangat beranekaragam dalam praktiknya. KESIMPULAN Surah Al-Fatihah menyimpan nilai-nilai pendidikan yang mendalam bagi pendidik dan peserta didik. Pendidik ideal adalah yang mendidik dengan kasih sayang, adil, bijak, dan memberi arah. Peserta didik ideal adalah yang bersyukur, terbuka terhadap bimbingan, bertanggung jawab, dan selektif dalam mencari teladan. Implikasi dari nilai-nilai ini dalam pendidikan Islam antara lain: . Lembaga pendidikan perlu menanamkan nilai-nilai spiritual dan moral dalam kurikulum. Guru harus dibekali pelatihan karakter dan pendekatan emosional untuk menjadi pendidik yang efektif. Peserta didik perlu diberi ruang untuk mengeksplorasi nilai-nilai Al-QurAan dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan Dengan memahami dan menerapkan nilai-nilai Al-Fatihah, proses pendidikan akan lebih bermakna, humanis, dan berorientasi pada pembentukan karakter yang utuh. Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu bagi yang ingin meneliti tentang surah Al-Fatihah masih banyak peluang yang menarik untuk dikaji. Misalnya saja dikaji dari segi pemilihan kata dalam setiap ayatnya, dikaji dari segi semantiknya ataupun dari segi yang lainnya. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 325-335 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 DAFTAR PUSTAKA (REFERENCES) Al-Mahalli. , & As-Suyuti. Tafsir Jalalain - Jilid 1. ASBABUN NUZUL AYAT Surat Al-Fatihah s. Al-Isra. Sinar Baru Algensindo, 1Ae1417. Aminullah. , & Septiana. Prinsip Controlling Perspektif Surat Al-Fatihah. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 10. , 1889Ae1899. https://doi. org/10. 29303/jipp. AMRULLAH ABDULKARIM ABDULMALIK. Tafsir Al-Azhar 1 _Buya Hamka. 1Ae Asy-Syaukani. Tafsir Terjemahan Fatuul al-Qadr Jilid 1 Surah: al-Fatihah dan al-Baqarah. 1Ae957. Basori. Barokah. , & Setiawati. Pendidikan Islam Berbasis Al-Fatihah: Menanamkan Keimanan. Ibadah dan Akhlak Mulia. Akhlak: Jurnal Pendidikan A. https://ejournal. id/index. php/Akhlak/article/view/881https://ejournal. id/index. php/Akhlak/article/download/881/870 Djunaid. Konsep Pendidikan Dalam Alquran (Sebuah Kajian Temati. Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan, 17. , 139Ae150. https://doi. org/10. 24252/lp. Hamdani. Jazuli. Munawaroh. , & Fanani. Dialog Kemanusiaan Dalam Al QurAan (Kajian Tafsir Tahlili Surah Al Fatiha. Tafsiruna: Jurnal Studi Al-QurAan, 1. , 60Ae72. Hudaeva. Penafsiran Buya Hamka Terhadap Surat Al Fatihah : Studi Tafsir Al Azhar Buya Hamka A S Interpretation of Surah Al Fatihah : a Study of Tafsir Al Azhar. JICN. Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara, 1. , 10367Ae10388. Katsir. Tafsir Ibnu Katsir Juz 1. In Kampungsunnah. org (Vol. Kementrian Agama Republik Indonesia. Al-QurAan Kemenag. https://quran. Kurnianto. Irawan. , & Apriani. Integrasi Nilai Spiritual Surah Al-Fatihah dalam Inovasi Pembelajaran Matematika : Pendekatan Interdisipliner antara Tafsir . Pendidikan Karakter , dan Literasi Numerasi di Era Kurikulum Merdeka Integrating the Spiritual Values of Surah Al-Fatihah into Ma. 2, 252Ae265. Musa. Tafsir Al-QurAan Hidayatul Insan - Jilid 1 (Dari surah Al Fatihah s. d surah Al Ana. 1Ae448. Ridha. Tafsir Surah Alfatihah. Rihadatul Aisy. Sari. , & Rosa. Penafsiran Surat Al Fatihah Dalam Tafsir Al Manar Interpretation of Surah Al Fatihah in Tafsir Al Manar By Muhammad Abduh. Jurnal Intelek Insan Cendikia, 1. , 7137Ae7154. https://jicnusantara. com/index. php/jiic/article/view/1907/2104 Saw. AL- QURAAN DAN ILMU PENGETAHUAN Eva Iryani 1. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 17. , 70. Shihab. Tafsir-Al-Mishbah-Jilid-01-M. -Quraish-Shihab-Z-Library-1. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 325-335 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Jakarta : Lentera Hati. Sulaiman. Rukhmana. Al Haddar. , & Supriyanto. Analisis Penerapan Teknologi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Journal On Education, 06. Supriyanto. Teori Penafsiran Jorge JE Gracia dan Aplikasinya Terhadap Surat AlAnfal Ayat 45-47. Skripsi Fakultas Ushuluddin Studi Agama dan Pemikiran Islam UIN Sunan A. Supriyanto. Serangga dalam Al-QurAan (Kajian Tafsir dengan Hermeneutika Muhammad Abid Al-Jabir. Yogyakarta: Masters Thesis UIN Sunan Kalijaga. Supriyanto. Ratu lebah dan 7 pengawalnya: Kisah Inspiratif Berdasarkan Al QurAan. Hadis dan Sains. Sukabumi: CV Jejak (Jejak Publishe. https://books. id/books?id=bBKfDwAAQBAJ Supriyanto. Serangga dalam Al-Quran. Aplikasi Teori Penafsiran Muhammad Abid Al-Jabiri. CV. Pustaka