SOSFILKOM Volume XVII Nomor 01 Januari-Juni 2023 PENGARUH JUMLAH PENDUDUK TERHADAP KUALITAS SDM DALAM SEGI PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN 1Ayudia Rostiara Masyudi 2Mirna Nur Alia Abdullah Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Universitas Pendidikan Indonesia ayudiarstrm@upi. edu 2alyamirna@upi. Abstrak Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk tertinggi ke empat di dunia, namun persebaran penduduknya masih belum merata disetiap daerah, seperti pada kecamatan sukajadi yang jumlah penduduknya mencapai 100 ribu penduduk dan kecamatan Bandung Wetan yang jumlah penduduknya hanya sekitar 37 ribu orang Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi literatur dan wawancara ke beberapa orang yang bersangkutan. Tujuan dibuatnya artikel ini adalah untuk mengetahui apakah banyaknya atau sedikitnya penduduk akan mempengaruhi kualitas sumberdaya manusianya apabila dilihat dari segi pendidikan dan pekerjaannya. Hasil yang didapatkan adalah bahwa penduduk kecamatan sukajadi hanya 10,2% yang mengikuti wajib belajar minimal 9 tahun, serta jumlah pensiunan lebih banyak dibandingkan dengan penduduk kecamatan Bandung Wetan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa banyaknya penduduk atau tingginya angka kelahiran tidak dapat menentukan kualitas sumberdaya manusianya, seperti pada kecamatan sukajadi yang jumlah penduduknya banyak namun apabila dilihat kualitas sdmnya dari segi pendidikan dan pekerjaan masih lebih unggul kecamatan bandung wetan yang penduduknya lebih sedikit. Kata kunci: Kependudukan. Kelahiran, pendidikan, pekerjaan, sdm Abstract Indonesia is one of the countries with the fourth highest population in the world which the distribution of the population is still uneven in each region such as in the Sukajadi sub-district, where the population reaches out 100 thousand people and only 37 thousand people at Bandung Wetan sub-district. The research method used in this article was a descriptive qualitative with literature study data collection techniques and interviews to several people selected. The purpose of this article was to find out whether the large or small population would be affected the quality of human resources viewed by their education and employment background. The results obtained showed that were only 2% population of Sukajadi sub-district who followed compulsory education for at least 9 years, and the number of retirees were more than the population of Bandung Wetan sub-district. Therefore, it can be concluded that the number of residents or the high birth rate could not determine the quality of human resources, as in Sukajadi sub-district which has a large population even though the quality of human resources in terms of education and employment were still better than Bandung Wetan sub-district which has a smaller population. Keywords: Education, employment, fertility, human resource, population. PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak ke empat di dunia setelah China. India, dan Amerika Serikat. (Nyoman Suartha, 2. Salah satu faktor demografi yang mempengaruhi banyaknya jumlah penduduk adalah angka fertilitas . Di Indonesia sendiri sudah melakukan program Keluarga Berencana (KB) dengan dua anak sudah cukup bagi setiap Namun, adanya pernikahan dini dan anggapan 'banyak anak banyak rezeki' dibeberapa Diterbitkan oleh FISIP UMC daerah di Indonesia menjadi salah satu faktor tingginya angka kelahiran. Tingginya angka disuatu daerah tidak selalu menimbulkan dampak negatif apabila diimbangi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai, mulai dari pendapatan, pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan yang layak untuk Keberhasilan suatu tujuan tergantung pada kualitas orang-orang di dalamnya. SDM bekerja paling baik dengan dibantu untuk memajukan potensinya dengan mencari tahu apa . SOSFILKOM kompetensi yang sebenarnya. Secara umum, pengembangan SDM berbasis kompetensi mengarah pada produktivitas individu yang lebih tinggi, kualitas kerja yang lebih tinggi, serta kepuasan dan pendapatan yang lebih tinggi. Sumber daya manusia dapat didefinisikan sebagai semua manusia yang berhubungan dengan lingkungan yang mengejar terwujudnya tujuan bersama. Dipaparkan oleh Ndraha . diterangkan pada Sutrisno . SDM dengan mutu tinggi ialah SDM yang bisa membuat tidak sekedar nilai komparatif melainkan juga nilai lain yakni generatif serta inovatif. Diterangkan oleh Kasanuddin . jika dijumpai sebagian indikator dalam menetapkan mutu SDM, ialah seperti mutu intelektual yang mencakup ilmu juga keterampilan, pendidikan, mengerti betul aspeknya, kapabilitas, semangat kerja, juga (Notoatmodjo, 2. Pada istilah luas, definisi pekerjaan ialah kegiatan terpenting manusia. Pada definisi sempit, yang dimaksud pekerjaan dipakai dalam kerja maupun aktivitas yang menciptakan uang untuk orang lain. Pada pembicaraan harian, istilah tersebut kerap dikaitkan identik lewat profesi. Jenis-jenis profesi diantaranya adalah PNS. ABRI/POLRI, pegawai swasta, pedagang, petani, peternak, pensiunan, dan lain-lain. KBBI mendefinisikan pekerjaan sebagai sesuatu yang digunakan untuk mencari nafkah atau penghidupan. Pekerjaan berbeda dengan profesi. Profesi adalah bidang pekerjaan yang membutuhkan keahlian, dan pekerjaan tidak memerlukan keahlian atau keterampilan khusus untuk memulai. (Rahman, dkk. , 2. Pendidikan ialah menciptakan suatu kondisi belajar juga tahapan pembelajaran, pendidikan dengan positif yang kemampuan spiritual keagamaan, tanggung jawab, ketangguhan, kecerdasan, juga akhlak yang mulia juga keterampilan yang dibutuhkan dirri sendiri serta warga. Ini ialah usaha sadar juga disengaja untuk berkembang. Konsep Pendidikan menurut K. Ahmad Dahlan Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVII Nomor 01 Januari-Juni 2023 mengatakan bahwa tujuan pendidikan adalah membentuk karakter dan menjadi pribadi yang lebih baik. Pendidik menurut K. Ahmad Dahlan harus bisa menjadi teladan bagi muridmuridnya dan peserta didik harus memiliki dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan lewat KBBI ialah tahapan mengubah sifat juga perilaku diri maupun golongan pada usaha untuk menjadi manusia yang lebih dewasa lewat usaha pendidikan juga latihan. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) penduduk ialah WNI juga masyarakat asing yang sudah tinggal maupun menetap pada wilayah tanah air juga sudah menetap maupun berencana menetap di dana yang minimalnya ialah setahun. Penduduk ialah total individu maupun golongan orang yang bertempat pada sebuah daerah maupun negara khusus pada periode yang minimal satu tahun dalam saat dihalankannya pendataan maupun sensus penduduk. Suatu teori yakni Konfusius Adioetomo menerangkan ikatan yang terjadi pada total penduduk juga derajat Menurutnya, overpopulation menurunkan taraf hidup masyarakat, apalagi jika populasi dikaitkan dengan lahan dan lahan pertanian yang dapat memenuhi kebutuhan penduduk. Ada tiga faktor utama yang mempengaruhi tingkat pertumbuhan penduduk,nyaitu tingkat kesuburan . , tingkat kematian . , tingkat migrasi atau perpindahan penduduk. Menurut Monanisa dan Armansyah . dalam penelitannya yang membahas tentang analisis penyebab tingginya jumlah penduduk di Kecamatan Seberang Ulu 1, menyebutkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya jumlah penduduk diantaranya yaitu mortalitas atau kematian yang disebabkan oleh masih rendahnya kualitas kesehatan disuatu daerah, fertilitas atau kesuburan salah satu faktornya adalah pernikahan diusia dini, dan migrasi atau penduduk disebabkan pemilihan tempat yang strategis. SOSFILKOM Kota Bandung merupakan salah satu kota paling banyak penduduknya di Jawa Barat dengan jumlah penduduk 3. 505 jiwa pada tahun Kota Bandung sendiri terdiri dari 30 kecamatan dan 151 kelurahan dengan luas 167,4 kmA. Kecamatan Sukajadi menjadi kecamatan dengan jumlah penduduk paling banyak ke 7 dari 30 kecamatan yang ada di Kota Bandung dengan jumlah penduduk 110. 356 penduduk pada tahun Namun, disamping banyaknya penduduk di kota Bandung, persebarannya masih belum Masih ada beberapa kecamatan yang jumlah penduduknya jauh lebih sedikit daripada kecamatan lain, salah satunya yaitu kecamatan Bandung Wetan dengan jumlah penduduk pada 2018 sebanyak 37. 970 penduduk. Tingginya jumlah penduduk rata-rata dipengaruhi dengan tingginya angka kelahiran pada daerah tersebut. Dengan perbedaan jumlah penduduk yang cukup tinggi antara kecamatan Sukajadi dan kecamatan Bandung Wetan, apakah tingginya angka kelahiran yang menyebabkan banyaknya jumlah penduduk didua kecamatan itu nantinya mempunyai mutu SDM yang berlainan juga? Apakah dengan banyaknya jumlah penduduk akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusianya apabila dilihat dari pendidikan dan pekerjaan dikedua kecamatan itu? Tujuan diciptakannya artikel tersebut ialah agar sumberdaya manusia diantara kecamatan Sukajadi dan kecamatan Bandung Wetan dengan perbedaan jumlah penduduk yang cukup jauh. Indonesia sendiri sudah banyak sekali daerahdaerah yang memiliki jumlah penduduk banyak dengan tingginya angka kelahiran, namun karena kualitas sumber daya manusianya yang masih kurang, dimana masih banyak masyarakat yang tidak bisa mendapatkan pendidikan, upah yang dibawah rata-rata dan kesehatan yang tidak terjamin membuat belum semua masyarakat merasakan kesejahteraan dalam hidupnya dan terjadi kesenjangan sosial. Dari permasalahan yang sudah diterangkan tadi, peneliti menjadi tertarik dalam menjalankan Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVII Nomor 01 Januari-Juni 2023 AuPengaruh Jumlah Penduduk Terhadap Kualitas SDM Dalam Segi Pendidikan dan PekerjaanAy METODE PENELITIAN Dipaparkan oleh Ramdhan . , metode penelitian ialah sebuah langkah ilmiah agar bisa memperoleh data lewat tujuan juga kegunaan Berdasarkan lewat tujuan atas penelitian tersebut, ialah mendapatkan penjabaran dengan objektif perihal dampak atas angka kelahiran kepada mutu SDM, mama tipe penelitian yang dipakai ialah teknik deskriptif kualitatif. Dipaparkan oleh I Made Winartha . jika, teknik tipe deskriptif kualitatif ialah mengkaji, menginterpretasikan, juga merangkum segala keadaan, situasi atas segala data yang ditimbun dalam wujud perolehan wawancara maupun observasi perihal persoalan yang dianalisis yang dialami pada lapangan. cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan Dipakainya teknik pada pengumpulan data ialah lewat studi literatur atas beragam penelitian yang mana telah dijalankan oleh peneliti terdahulu yang telah diterbitkan lewat jurnal nasional juga memungut data sekunder berupa tabel sensus penduduk di Kecamatan Sukajadi dan Kecamatan Bandung Wetan yang didapati lewat BPS yang berada pada Kota Bandung. Istilah tudi literatur ialah rangkaian aktivitas yang berhubungan lewat teknik penimbunan data pustaka, lalu membaca juga merekap, serta mengoperasikan materi kajian, dipaparkan oleh Dwitri Pilendia, . Teknik penelitian kepustakaan ialah rangkaian aktivitas yang berhubungan lewat dimana materi pustaka ditinbun, dibaca, ditulis, juga dioperasikan materi penelitian, dipaparkan oleh Zed, . Pada penelitian lewat memakai teknik mengumpulan data studi literatur umumnya ialah sebuah teknik pemecahan masalah lewat menelusuri berbagai sumber yang teks dimana telah dijumpai dahulunya. Dalam kata lain berarti istilah mengenai studi literatur serupa maknanya dengan istilah studi pustaka. Bukan hanya memakai studi literatur, oleh penulis juga menjalankan wawancara dengan . SOSFILKOM daring terhadap sebagian orang yang berhubungan dalam memperoleh data yang Menurut Koentjaraningrat (Herdayati & Syahrial, 2019:. Wawancara pada sebuah penelitian dengan tujuan berupa mengumpulkan keterangan mengenai kehidupan insan pada sebuah warga, juga dimanfaatkan dalam banyak persoalan lain, contohnya: olrh wartawan dalam memperoleh keterangan yang ditunjukkan pada sebuah berita dimana nantinya dicakup pada surat kabarnya: oleh sang pimpinan perusahaan agar bisa menyeleksi pegawai baru: atas psikoanalis dalam diagnosis juga terapi serta Wawancara pengumpulan informasi melalui proses tanya jawab satu sisi, di mana pewawancara mengajukan pertanyaan kepada pihak yang bersangkutan dan sesuai dengan yang dibutuhan memberikan jawabannya. Umumnya wawancara dilakukan secara tatap muka, namun seiring kemajuan teknologi, wawancara juga dijalankan lewat media khusus semacam telepon, email, lalu Zoom, maupun video call melalui Skype atau WhatsApp. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari data Badan Pusat Statistik (BPS) 2019 Kota Bandung didapatkan beberapa informasi mengenai jumlah penduduk, tingkat pendidikan, dan pekerjaan dari penduduk Kecamatan Sukajadi dan Kecamatan Bandung Wetan. Dimana jumlah penduduk di Kecamatan Sukajadi jauh lebih banyak dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari seratus ribu penduduk, berbeda dengan jumlah penduduk di Kecamatan Bandung Wetan yang jumlah penduduknya hanya sekitar tiga puluh tujuh ribu penduduk saja. Namun apabila dilihat dari komposisi penduduknya berdasarkan jenis kelamin, keduanya memiliki komposisi yang seimbang antara jumlah penduduk perempuan dan jumlah penduduk laki-lakinya, walaupun tetap saja jumlah perempuannya masih lebih banyak diantara kedua Kecamatan Kecamatan tersebut. Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2023 Volume XVII Nomor 01 Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) juga terdapat jumlah penduduk dengan tingkat pendidikannya, mulai dari tidak/belum pernah SD/MI/Sederajat. SMP/MTs/Sederajat. SMA/MA/Sederajat. D1. D2. D3. D4, dan S1 di Kecamatan Sukajadi dan Kecamatan Bandung wetan. Tabel 1. Jumlah Penduduk Menurut BPS 2019 No. Kecamatan Perempua Laki-laki Jumlah Sukajadi Bandung Wetan Tabel 2. Pendidikan Penduduk Menurut BPS Kecamatan Bandung Wetan No. Pendidikan Kecamatan Sukajadi Tidak pernah sekolah SMP SMA D1. D2. D4/S1 SOSFILKOM Volume XVII Nomor 01 Tabel 3. Pekerjaan Penduduk Menurut BPS No. Pekerjaan Kecamatan Sukajadi Kecamatan Bandung Wetan PNS ABRI/POLRI Pegawai swasta Pedagang Pensiunan Kualitas SDM Dari Segi Pendidikan Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 34 ayat . tentang sistem pendidikan nasional yang dijelaskan juga dalam Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2008 tentang wajib belajar mengatakan, bahwa warga Indonesia harus mengikuti program wajib belajar yang merupakan program pendidikan minimal yang harus ditempuh oleh setiap warga negara dan merupakan tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Tujuan dari adanya program ini adalah supaya kesempatan setiap warga negara untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu semakin luas dan merata. Selain itu program wajib belajar juga bertujuan supaya setiap warga negara memperoleh pendidikan minimal yang nantinya bisa digunakan untuk hidup mandiri dan bertahan ditengah-tengah masyarakat atau bisa juga untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Tahun 2009, program wajib belajar dilakukan sembilan tahun, mulai dari SD. SMP, dan SMA. Melihat dari data penduduk dengan usia 10 tahun keatas menurut pendidikannya di Kecamatan Sukajadi tahun 2018, terdapat 475 orang yang tidak atau belum pernah bersekolah, 10. 413 orang yang tamat SD/MI/Sederajat, 5. 081 yang tamat SMP/MTs/Sederajat, 6. 419 orang yang tamat SMA/MA/Sederajat, 4429 orang yang taman D1. Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2023 D2. D3, dan 412 orang yang taman D4/S1. Dilihat dari pelaksanaan program wajib belajar saat 2009 yang minimal menempuh sembilan tahun pendidikan, berarti terdapat 11. 260 orang yang melaksanakan program wajib belajar sembilan tahun (BPS, 2. Sedangkan dilihat dari data penduduk dengan usia 10 tahun keatas menurut pendidikannya di Kecamatan Bandung Wetan tahun 2018, terdapat 1. 483 orang yang tidak atau belum pernah sekolah, 6. 610 orang yang tamat SD, 5. 945 orang yang tamat SMP, 5. 294 orang yang tamat SMA, 4. 847 orang yang tamat D1. D2. D3, dan 2550 yang tamat D4/S1 Jadi terdapat 691 orang yang mengikuti program wajib belajar 9 tahun di Kecamatan Bandung Wetan. (Mutiara Farah, 2. Salah satu faktor internal seseorang tidak sekolah atau putus sekolah adalah karena kurangnya motivasi seseorang untuk Sedangkan faktor eksternalnya adalah karena terkendala ekonomi dimana orang tuanya tidak mampu untuk membayar biaya pendidikan yang ditempuh, faktor sosial budaya yang berpengaruh pada pola pikir dari lingkungan sekitar, dan faktor geografis seperti rumah yang jauh dari sekolah. Dengan adanya warga yang tidak sekolah atau putus sekolah, tidak hanya merugikan diri sendiri saja, akan tetapi juga merugikan masyarakat luas, dimana dengan itu kriminalitas, pengangguran yang semakin banyak, serta kurangnya pengetahuan dan pengalaman bagi orang tersebut. (Sinaga, dkk. , 2. Tingkat pendidikan seseorang juga berpengaruh pada keadaan ekonomi seseorang, dimana semakin tinggi pendidikan seseorang maka akan semakin tinggi jaminan kehidupan ekonominya. Selain itu, pendidikan juga berkaitan dengan tingkat fertilitas, karena waktu yang ditempuh oleh perempuan untuk memperoleh pendidikan yang lebih tinggi akan mempengaruhi juga usia kawin pertamanya dan berpengaruh juga pada Wanita yang waktu pendidikannya lebih lama, maka usia kawin pertamanya akan tinggi dan masa reproduksinya akan berkurang, sehingga biasanya tinggat fertilitas dalam suatu . SOSFILKOM keluarganya juga tergolong rendah. Begitupun sebaliknya, apabila tingkat pendidikan rendah dan waktu yang ditempuh dalam memperoleh pendidikan pun sebentar, maka usia kawin pertamanya pun akan rendah dan masa reproduksinya semakin panjang, sehingga tingkat fertilitasnya akan tinggi. Tingginya tingkat fertilitas merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingginya angka kelahiran dan banyaknya penduduk. Semakin banyak angka kelahiran, akan semakin banyak juga penduduk yang ada, sehingga akan sulit untuk menciptakan dan meratakan kesejahteraan di Indonesia. Kualitas Sumberdaya Manusia (SDM) apabila dilihat dari tingkat pendidikan di Kecamatan Sukajadi dan Kecamatan Bandung Wetan, dapat diartikan bahwa SDM di Kecamatan Sukajadi masih rendah karena hanya 10,2% dari total keseluruhan penduduknya yang menjalani program wajib belajar sembilan tahun. Sedangkan di Kecamatan Bandung Wetan terdapat 33,4% dari total keseluruhan penduduknya yang mengikuti program wajib belajar sembilan tahun, hampir setengah dari Kualitas SDM Dari Segi Pekerjaan Kecamatan Bandung Wetan memiliki total jumlah penduduk sebanyak 37,970 ribu jiwa. Dari total jumlah penduduk, mayoritas penduduk adalah perempuan yang berjumlah 19,804 jiwa dan penduduk laki-laki berjumlah 18,166 jiwa. Dari jumlah tersebut, jenis mata pencaharian penduduk terbagi menjadi PNS sebanyak 2496. ABRI/POLRI 238, pegawai swasta 8850, dan pedangang sebanyak 6,756. Berdasarkan sebaran mata pencaharian tersebut, mayoritas jenis mata pencaharian adalah pelajar sebanyak 10,627, diikuti mahasiswa 4,540 dan paling sedikit pensiunan sebanyak 1,971 (BPS, 2. Adapun kecamatan Sukajadi memiliki total jumlah penduduk sebanyak 110. 356 jiwa. Dari total jumlah penduduk, pembagian penduduk berdasarkan jenis kelamin cukup seimbang dengan penduduk laki-laki berjumlah 55. 087 dan penduduk perempuan sebanyak 55. 269 jiwa. Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVII Nomor 01 Januari-Juni 2023 Meskipun pada akhirnya sama seperti kecamatan Bandung Wetan, mayoritas penduduknya adalah Dari jumlah tersebut, jenis mata pencaharian penduduk kecamatan Sukajadi terbagi menjadi PNS sebanyak 6 . ABRI/POLRI 307, pedagang sebanyak 18. dan pensiunan sebanyak 4. 616 orang. Adapun sebaran jenis mata pencaharian didominasi oleh pegawai swasta yang berjumlah 19. dilanjutkan dengan pelajar 1278, mahasiswa 391 dan paling sedikit adalah lainnya sebanyak 53 jiwa (BPS, 2. Kedua kecamatan ini memiliki persamaan dan perbedaan dalam aspek demografi. Persamaan dari keduanya adalah jenis mata pencaharian dan dominasi pembagian kelompok penduduk berdasarkan jenis kelamin. Dua kecamatan ini tidak memiliki penduduk yang berprofesi sebagai petani dan mayoritas penduduknya adalah Adapun perbedaan dari kedua kecamatan ini secara demografi bisa dilihat dari beberapa aspek. Pertama, jumlah penduduk, penduduk kecamatan Sukajadi lebih banyak daripada penduduk kecamatan Bandung Wetan. Kedua, jenis mata Kecamatan Bandung Wetan penduduk produktif karena lebih dari 50% penduduknya memiliki pekerjaan dibandingkan dengan kecamatan Sukajadi. Hasil wawancara yang dilakukan kepada 12 orang warga Kecamatan Sukajadi dan 10 orang warga Kecamatan Bandung Wetan yang berprofesi sebagai PNS, pegawai swasta, dan pedagang rata-rata mendapatkan gaji dibawah UMR kota Bandung. Upah Minimum Provinsi (UMP) Kota Bandung pada tahun 2023 ditetapkan menjadi Rp 4. 462,69 dari Rp. 860,78. pada tahun 2022. Rata-rata diwawancarai mendapatkan gaji hanya sekitar Rp 000 Ae 2. 000 per bulannya, hanya 1 dari 5 pegawai swasta yang mendapatkan gaji setara dengan UMR kota Bandung. Namun, dari semua orang yang diwawancara, sama-sama memiliki semangat kerja yang tinggi, alasannya karena . SOSFILKOM untuk memenuhi kebutuhan hidup dan juga bekerja di bidang yang sesuai. 8% dari mengatakan pekerjaan yang saat ini dijalani mengharuskan ia untuk memiliki skill atau kemampuan, sehingga dapat dipastikan yang bekerja dibidang tersebut mempunyai skill atau kemampuan yang memadai. 22 orang yang diwawancarai dari kedua kecamatan tersebut juga memahami bagaimana pekerjaan yang saat ini sedang dilakukan. Apabila kualitas sumberdaya manusia dilihat dari Kasanuddin . maka bisa dikatakan kualitas sumberdaya manusia di kedua kecamatan tersebut bagus, karena mereka mampu bersaing dengan memiliki profesi masing-masing. Tetapi kecamatan Sukajadi lebih tidak produktif karena memiliki lebih banyak KESIMPULAN Tingginya angka kelahiran atau banyaknya penduduk disuatu daerah tidak menjamin kualitas SDMnya apabila dilihat dari segi pendidikannya juga akan baik. Dilihat dari Kecamatan Sukajadi yang jumlah penduduknya lebih banyak dibandingkan Kecamatan Bandung Wetan, namun kualitas sumberdaya manusianya apabila dilihat dari segi pendidikannya masih rendah karena masih banyak yang tidak melaksanakan program wajib belajar 9 tahun dibandingkan dengan Kecamatan Bandung Wetan yang hampir setengahnya mengikuti. Hal tersebut dapat berpengaruh pada tingkat fertilitas seseorang karena pendidikan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tinggat fertilitas. Pendidikan tinggi cendurung memiliki tingkat fertilitas yang rendah, begitupun sebaliknya, pendidikan rendah cenderung tingkat fertilitasnya tinggi. Sumberdaya manusia diantara Kecamatan Sukajadi dan Kecamatan Bandung Wetan apabila dilihat dari aspek kemampuan, semangat kerja, dan paham dibidangnya, maka kualitas sumberdaya manusia diantara kedua kecamatan tersebut dapat dibilang cukup baik, tetapi masih banyak orang yang tidak pendapatkan upah sesuai dengan UMR kota Bandung. Namun, penduduk di Kecamatan Bandung Wetan lebih Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVII Nomor 01 Januari-Juni 2023 banyak jumlah yang memiliki pekerjaan dibandingkan dengn penduduk di Kecamatan Sukajadi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tidak dipengaruhi Tidak semua yang memiliki jumlah penduduk banyak dan angka kelahiran tinggi memiliki kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik juga. Begitupun sebaliknya, tidak semua daerah yang memiliki jumlah penduduk sedikit atau tingkat kelahiran yang rendah akan memiliki kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang buruk. DAFTAR PUSTAKA