Vol. No. Tahun 2025 e-ISSN 2723-0120 p-ISSN 2828-3511 PENGARUH KESELAMATAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. BANDO INDONESIA TANGERANG Irma Sari Octaviani. Lidya Pricilla Universitas Pamulang dosen02479@unpam. id, dosen02478@unpam. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh keselamatan kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan PT. Bando Indonesia Tangerang, baik secara parsial maupun secara simultan. Metode penelitian ini menggunakan analisis Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus slovin diperoleh sampel sebanyak 285 responden, namun setelah diolah menggunakan uji normalitas data tidak berdistribusi normal, lalu dilakukan pengobatan untuk membuang datadata outlier dan dinyatakan lolos uji normalitas dengan responden sebanyak 283. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner. Analisis data yang digunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi, uji koefisien korelasi, uji koefisien determinasi dan uji hipotesis. Hasil penelitian diperoleh persamaan regresi linier berganda yaitu Y = 5,515 0,563(X. 0,464(X. , artinya jika keselamatan kerja ditingkatkan maka akan meningkatkan kinerja karyawan sebesar 0,563, jika lingkungan kerja ditingkatkan maka akan meningkatkan kinerja karyawan sebesar 0,464. Diperoleh hubungan yang kuat dengan nilai koefisien korelasi keselamatan kerja terhadap kinerja sebesar 0,661 dan lingkungan kerja terhadap kinerja sebesar 0,672, sedangkan koefisien determinasi variabel keselamatan kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan sebesar 54,9% sisanya 45,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Hasil uji hipotesis diperoleh thitung > ttabel atau . ,735 > 1,. Artinya terdapat pengaruh signifikan keselamatan kerja terhadap kinerja karyawan. Lingkungan kerja hipotesis diperoleh t hitung > t tabel atau . ,316 > 1,. Artinya terdapat pengaruh signifikan lingkungan kerja terhadap kinerja Keselamatan dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, uji hipotesis diperoleh nilai F hitung > F tabel atau . ,164 > 3,. Artinya terdapat pengaruh signifikan secara simultan keselamatan kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan. Kata Kunci: Keselamatan Kerja. Lingkungan Kerja. Kinerja. ABSTRACT This research was conducted to determine the effect of work safety and work environment on the performance of employees of PT. Bando Indonesia Tangerang, either partially or This research method uses quantitative analysis. The sampling technique using the Slovin formula obtained a sample of 285 respondents, but after being processed using the normality test the data was not normally distributed, then treatment was carried out to removedata outlier and was declared to have passed the normality test with 283 respondents. The data collection method used was a questionnaire. Data analysis used validity test, reliability test, classical assumption test, regression analysis, correlation coefficient test, coefficient of determination test and hypothesis testing. The results obtained by the multiple Copyright A 2025 pada penulis Irma Sari Octaviani, et al. Pengaruh Keselamatan Kerja Dan. Hal: 697-722 DOI: https://10. 40/jpb. linear regression equation, namely Y = 5. 563(X. 464(X. , meaning that if work safety is increased it will increase employee performance by 0. 563, if the work environment is improved it will increase employee performance by 0. There is a strong relationship with the correlation coefficient of work safety on performance of 0. 661 and work environment on performance of 0. 672, while the coefficient of determination of work safety and work environment variables on employee performance is 54. 9%, the remaining 45. 1% is influenced by other variables that are not researched. The results of hypothesis testing obtained tarithmetic > ttable or . 735 > 1. This means that there is a significant effect of work safety on employee performance. Hypothesis work environment obtained t count > t table or . ,316 > 1,. This means that there is a significant effect of the work environment on employee Safety and work environment have a significant effect on employee performance, hypothesis testing is obtained by F arithmetic > F table or . 164 > 3. This means that there is a simultaneous significant effect of work safety and work environment on employee Keywords: Work Safety. Work environment. Performance. PENDAHULUAN Sumber daya manusia merupakan aset penting dalam sebuah organisasi (Wiyanto, 2021:. Untuk melihat sebuah organisasi yang baik dapat dilihat melalui sumber daya manusianya yang berkualitas, untuk mencapai tujuannya. Potensi sumber daya dan kapabilitas yang ada merupakan asset strategis yang dapat menjadi sebuah keunggulan (Wiyanto, 2020:. Organisasi wajib memberikan kenyamananan untuk karyawanya itu bisa berupa fasilitas yang memadai, perlengkapan keamaan yang memenuhi standar, peralatan kerja yang lengkap dan lingungan kerja yang aman dan nyaman, sehingga karyawan mampu menghasilkan kinerja yang baik dan dapat memberikan dampak yang bagus terhadap perusahaan. Menurut Kasmir . , mengemukakan Ausumber daya manusia adalah proses pengelolaan manusia, melalui perencanaan, rekrutmen, seleksi, pelatihan, pengembangan, pemberian kompensasi, karir, keselamatan dan kesehatan serta menjaga hubungan industri sampai pemutusan hubungan kerja guna mencapai tujuan perusahaan dan peningkatan kesejahteraan stakeholder AySumber daya manusia dituntut untuk menjalankan tugas-tugas yang diberikan dengan baik, oleh karena itu diperlukan penijauan bagaimana kinerja karyawan di lapangan seberapa mampu karyawan berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan itu sendiri. Kinerja adalah hasil kerja dan perilaku kerja yang telah dicapai dalam menyelesaikan tugas-tugas dan tanggung jawab yang diberikan dalam suatu periode tertentu (Kasmir, 2016:. Menurut Tun Huseno . kinerja adalah sebuah aksi, bukan kejadian. Aksi kinerja itu sendiri terdiri dari banyak komponenen dan bukan merupakan hasil yang dapat dilihat pada saat itu juga. Pada dasarnya kinerja merupakan sesuatu hal yang bersifat individual, karena setiap karyawan memiliki tingkat kemampuan yang berbeda-beda dalam mengerjakan tugasnya. PT. Bando Indonesia merupakan satu dari perseroan penghasil ban pengangkutan otomotif dan pabrik tersohor di Indonesia. Perusahaan ini beralamat di Jalan Gajah Tunggal Km. Pasir Jaya. Jatiuwung. RT. 003/RW. Pasir Jaya. Kec. Jatiuwung. Kota Tangerang. Banten 15135, dan jumlah karyawan keseluruhan 7235, tidak mudah untuk perusahaan mengelola karyawan dengan jumlah ribuan, tentunya kinerja karyawan Copyright A 2025 pada penulis Teul Panda Banjal Pengaruh Lingkungan Kerja. Hal: 682-696 DOI: https://10. 40/jpb. juga perlu di perhatikan untuk mencapai tujuan yang diinginkan perusahaan. Adapun beberapa permasalahan di perusahaan seperti menurunnya tingkat kualitas produk dan kuantitas produk. Menurunnya kinerja karyawan disebabkan keselamatan kerja yang masih belum maksimal dan lingkungan kerja yang belum memenuhi standar, dari beberapa hal yang menjadi pemicu menurunya kinerja pada karyawan dapat dilihat dari tabel sebagai berikut : Tabel 1. Data Absensi PT. Bando Indonesia Tahun 2019-2021 Tahun Total Total Karyawan Alpa Presentase Presentase Alpa Karyawan Kehadiran (%) (%) Sumber : Data Olahan Berdasarkan tabel 1. 1 diatas dilihat jumlah karyawan yang tidak masuk berkerja, terbilang masih cukup banyak dapat dilihat pada tahun 2019 tingkat kehadiran karyawan di angka 82% , pada tahun 2020 tingkat kerhadiran karyawan naik menjadi 88%, namun pada tahun ketiga tingkat kehadiran karyawan terdapat penurunan dari tahun sebelumnya menjadi 85%. Dari data absensi diatas terlihat bahwa masih kurangnya kedisiplinan Rendahnya tingkat kedisiplinan karyawan diduga akibat adanya gejalagejala kinerja yang menurun sehingga tingkat kehadiran karyawan tidak maksimal. Menurut Bangun Wilson . keselamatan kerja adalah perlindungan atas keamanan kerja yang dialami pekerja baik fisik maupun mental dalam lingkungan pekerjaan. PT. Bando Indonesia ini sudah berdiri dari tahun 1987 sampai dengan sekarang, perusahaan ini dilengkapi dengan mesin berteknologi modern dan didukung oleh tim yang berpengalaman dan berkomitmen untuk memproduksi sepatu yang berkualitas, dalam menjalankan peruahaan ini tidaklah mudah dengan karyawan yang banyak, lingkungan yang luas dan mesin-mesin untuk mendukung proses bekerja, tentunya keselamatan kerja karyawan sangatlah penting. Menurut Kasmir . , keselamatan kerja adalah merupakan aktivitas perlindungan karyawan secara menyeluruh. Artinya perusahaan berusaha untuk menjaga jangan sampai karyawan mendapat suatu kecelakaan pada saat menjalankan aktivitasnya. Adapun beberapa kasus kecelakaan kerja di perusahaan mulai dari kecelakaan ringan hingga berat, berikut data hasil audit yang di lakukan departemen HSE (Health Safety Environmen. di lihat dari tabel 1. 2 di bawah ini. Tabel 1. 2 Hasil Audit Dan Data Kecelakaan Kerja Periode 2019-2021 Bulan Jan'19 Feb'19 Mar'19 Apr'19 May'19Jun'19Jul'19 Aug'19 Sep'19 Oct'19Nov'19Dec'19Total/Avera Target 100% 100% 100% 1000% 1000% 100% 100% 1000% 100% Actual 26. 22% 97. 60% 98. Target (Cu. Bulan Jan'20 Feb'20 Mar'20 Apr'20 May'20Jun'20Jul'20 Aug'20 Sep'20 Oct'20Nov'20Dec'20Total/Avera Target 100% 100% 100% 1000% 1000% 100% 100% 1000% 100% Copyright A 2025 pada penulis Irma Sari Octaviani, et al. Pengaruh Keselamatan Kerja Dan. Hal: 697-722 DOI: https://10. 40/jpb. Actual Target (Cu. Bulan 22o. 61% 95. 44% 98. Jan'21 Feb'21 Mar'21 Apr'21 May'21Jun'21Jul'21 Aug'21 Sep'21 Oct'21Nov'21Dec'21Total/Avera 100% 100% 100% 1000% 1000% 100% 100% 1000% 100% 66i. 83% 97. Target Actual Target (Cu. Sumber : Data Hasil Audit Dept HSE Dari hasil audit diatas pada tiga tahun terakhir masih terdapat temuan audit keselamatan kerja, dan masih adanya kecelakaan pada saat bekerja atau di lingkungan kerja, temuan audit pada tahun 2019 didapati rata-rata yaitu 97. 81% dengan jumlah kecelakaan kerja empat kasus dalam satu tahun, pada tahun 2020 hasil audit rata-rata pada tahun ini yaitu 97. 34% dengan tujuh kasus kecelakaan kerja, tahun berikutnya 2021 rata-rata hasil audit pada tahun ini yaitu 97. 23% dengan total kecelakaan kerja empat kasus. Dapat disimpulkan dari presentase tiga tahun terakhir hasil audit yang terus menurun presentasenya, dan kasus kecelakaan kerja yang masih naik turun Untuk menunjang kinerja yang baik pada karyawan, perusahaan harus memberikan fasilitas lingkungan kerja yang baik. Menurut Nitisemito . lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada disekitar pekerja yang dapat mempengaruihi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebebankan, misalnya adalah kebersihan, musik dan lain-lain. Karena hal itu dapat berpengaruh terhadap pekerjaan yang dilakukan, setiap perusahaan haruslah mengusahakan sedemikian rupa sehingga mempunyai pengaruh yang positif terhadap karyawan. Adapun berikut hasil observasi mengenai lingkungan kerja yang dilakukan di PT. Bando Indonesia dapat di lihat dari tabel 1. 3 berikut : Tabel 1. 3 Lingkungan Kerja PT. Bando Indonesia No Kondisi Lingkungan Baik % Tidak Baik % 1 Penerangan 2 Temperatur suhu udara 3 Kelembaban 4 Sirkulasi udara 5 Kebisingan 6 Getaran mekanis 7 Bau tidak sedap 8 Tata warna 9 Dekorasi 10 Musik 11 Keamanan Sumber : Hasil Olahan Dari data hasil olahan diatas tampak lingkungan kerja karyawan belum sepenuhnya terpenuhi oleh perusahaan dapat dilihat dari presentase di atas keadaan lingkungan kerja yang masuk kedalam kategori tidak baik adalah, terdapat Copyright A 2025 pada penulis Teul Panda Banjal Pengaruh Lingkungan Kerja. Hal: 682-696 DOI: https://10. 40/jpb. temperatur suhu udara yang tidak stabil sebanyak 55% karyawan menjawab tidak baik dan bau tidak sedap sebanyak 59. 6% menjawab tidak baik, yang artinya dua komponen diatas harus segera diatasi untuk mendukung kinerja karyawan supaya lebih baik lagi. Menurut Reksohadiprojo dan Gitosudarmo . 5: . mengemukakan lingkungan kerja adalah kondisi atau keadaan tempat kerja yang perlu diatur hingga tidak mengganggu pekerjaan para karyawan dan agar diperoleh kenaikan produktifitas dan berkurangnya biaya produksi tiap tahun. Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Keselamatan Kerja Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Bando Indonesia TangerangAy. METODE PENELITIAN Metode kuantitatif dinamakan metode tradisional, karena metode ini sudah cukup lama digunakan sehinggah sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian. Metode ini disebut sebagai metode positivistik karena berlandaskan pada filsafat Metode ini sebagai metode ilmiah/sientific karena telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrit/empiris, objektif, terukur, rasional, dan sistematis. Metode ini juga disebut metode discovery, karena dengan metode ini dapat ditemukan dan dikembangkan berbagai iptek baru. Metode ini disebut kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka analisis menggunakan statistik (Sugiyono, 2017:. Menurut Sugiyono . berpendapat Autempat penelitian adalah tempat dimana situasi sosial tersebut akan diteliti. Misalnya si sekolah, perusahaan, lembaga pemerintah, di jalan, di rumah dan lain-lainAy. Penelitian ini dilakukan di PT. Bando Indonesia yang beralamat di Jalan Gajah Tunggal Km. RT. 003/RW. Pasir Jaya. Kecamatan Jatiuwung. Kota Tangerang. Banten 15135. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Oktober 2021. Langkah-langkah yang penulis ambil dalam mengambil data pada penelitian ini dilakukan secara bertahap mulai dari izin kepada departement head untuk melakukan penelitian dan meminta data dengan menyebarkan kuesioner kepada karyawan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh keselamatan kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan PT. Bando Indonesia Tangerang. Adapun kegiatan penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut: Menurut Sugiyono . populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Adapun populasi atau jumlah keseluruhan karyawan/i PT. Bando Indonesia terdiri 712 orang dan dari beberapa divisi yang diambil sebagai sampel dari penelitian ini terdapat 996 karyawan. Sampel menurut Sugiyono . adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel merupakan contoh yang dipilih untuk dihadapi sebelum objek sasaran penelitian hasil atau kesimpulannya dapat diwakili atau menggambarkan keadaan seluruh populasi. Menurut Sugiyono Autehnik merupakan tehnik pengambilan penelitianAy. Dalam penelitian ini menggunakan probability sampling. Menurut Sugiyono . Auprobability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang Copyright A 2025 pada penulis Irma Sari Octaviani, et al. Pengaruh Keselamatan Kerja Dan. Hal: 697-722 DOI: https://10. 40/jpb. memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur . populasi untuk dipilih menjadi anggota sampelAy. Menurut Sugiyono . berpendapat Audalam sebuah penelitian jika jumlah populasinya dianggap terlalu besar maka penulis dapat mempersempit populasi dengan cara menghitung ukuran sampel yang dilakukan dengan menggunakan teknik slovin agar representatif dan hasilnya dapat digereralisasikanAy. Dengan demikian penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan perhitungan sederhana memakai rumus slovin sebagai berikut: HASIL PENELITIAN PT. Bando Indonesia adalah salah satu produsen sabuk transmisi daya dan sabuk konveyor terkemuka di Indonesia untuk otomotif dan industri. Fasilitas PT. Bando Indonesia terletak di lahan seluas 84. 000 meter persegi di Tangerang. Perusahaan ini memiliki satu kantor pusat, dua fasilitas produksi utama untuk memproduksi sabuk transmisi daya, suku cadang plastik, dan sabuk konveyor, dengan fasilitas pendukung berupa gudang barang jadi dan pusat pencampuran Kantor pemasarannya berlokasi di Jakarta Pusat. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 25 November 1987 sebagai perusahaan patungan antara perusahaan Indonesia. PT Kreasi Utama Investama, dan Bando Chemical Industries. Ltd. dari Jepang, yang merupakan salah satu produsen sabuk karet terkemuka di dunia sejak tahun 1906. Sabuk transmisi Bando Power telah diterima di pasar lokal dan internasional berkat kualitas produknya, yang memungkinkan perusahaan mendominasi pasar dan memenuhi kebutuhan ekspor ke Singapura . ntuk diekspor kembali ke Timur Tengah. Asia. Australia, dan Afrik. Jepang. Eropa, dan Amerika Serikat. Sabuk Otomotif Bando digunakan oleh sejumlah produsen mobil dan sepeda motor sebagai OEM (Original Equipment Manufacture. dan juga sebagai suku cadang OEM di Indonesia. Sabuk Industri Bando digunakan di bidang pertanian, permesinan industri, dan berbagai sektor industri lainnya. Sabuk konveyor kami banyak digunakan di sektor pertambangan, pupuk, semen, pulp dan kertas, pembangkit listrik, pabrik baja, dan berbagai industri lainnya di Indonesia. Selain komitmen kami terhadap kualitas produk, layanan berkualitas, dan peningkatan berkelanjutan, kami juga menyediakan dukungan teknis untuk membantu pelanggan kami mengoptimalkan keandalan dan kinerja sabuk mereka. Komitmen ini menjadikan sabuk transmisi daya dan sabuk konveyor Bando sebagai merek paling tepercaya di Indonesia. Perusahaan ini beralamat Jalan Gajah Tunggal Km. RT. 003/RW. Pasir Jaya. Kecamatan Jatiuwung. Kota Tangerang. Banten 15135. PT. Bando Indonesia dianggap salah satu produsen sepatu yang memiliki sejarah terpanjang dalam memproduksi sepatu atletik NIKE di indonesia. Didiukung oleh dua pabrik : pabrik serpong IR . antor utam. dan pabrik sukabumi JX. PT. Bando Indonesia mampu memproduksi 2. pasang sepatu berkualitas dalam sebulan, dilengkapi dengan mesin berteknologi modern dan didukung oleh tim yang berpengalaman dan berkomitmen untuk memproduksi sepatu yang berkualitas. PT. Bando Indonesia merupakan industri padat karya, dimana jumlah tenaga kerja yang dimiliki PT. Bando Indonesia pada tahun 2021 berjumlah 8. 712 pekerja. Kebanyakan pekerja PT. Bando Indonesia adalah mayoritas perempuan yang Copyright A 2025 pada penulis Teul Panda Banjal Pengaruh Lingkungan Kerja. Hal: 682-696 DOI: https://10. 40/jpb. umumnya ibu rumah tangga. Produk yang dihasilkan adalah produk spre part kendaraan motor. Produk yang dihasilkan oleh PT. Bando Indonesia akan di ekspor ke luar negeri dan tidak membuat produk untuk konsumsi dalam negeri. Latar belakang berdirinya PT. Bando Indonesia Tangerang adanya era industrialisasi yang di canangkan pemerintah dalam mewujudkan indonesia sebagai negara yang maju, adanya izin dan kesempatan yang diberikan pemerintah indonesia kepada investor asing yang berniat menanamkan modalnya di indonesia dengan berbagai fasilitas dan kemudahan. Jumlah tenaga kerja yang semakin lama semakin besar di indonesia dengan biaya yang relatif murah dan kebutuhan sepatu olah raga SAnalisis Statistik Deskriptif Analisis deskriptif meliputi jenis kelamin, usia, pendidikan dan departement. Adapun analisis statistik deskriptif dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Analisis Deskriptif Karakteristik Responden Tabel 4. 1 Data Responden Berdasarkan Jenis Kelamin JENIS_KELAMIN Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid Laki-Laki Perempuan Total Sumber : Data Olahan Berdasarkan tabel 4. 1 diatas menyatakan bahwa responden dalam penelitian ini di dominasi oleh perempuan yaitu 271 orang atau sebesar 95,8% , sedangkan responden laki-laki sebanyak 12 orang atau sebesar 4,2%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa responden perempuan lebih banyak dari pada responden lakilaki. Deskripsi Responden Berdasarkan Usia Tabel 4. 2 Data Responden Berdasarkan Usia USIA Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid 18 s/d 25 26 s/d 30 Total Sumber : Data Olahan Dari data hasil penelitian responden berdasarkan usia yang terdapat pada tabel 2 diatas dapat diketahui bahwa responden yang paling banyak adalah responden yang berusia 18 s/d 25 tahun, yaitu sebanyak 103 orang dengan presentase 36,4%. Sedangkan sisanya adalah yang berusia diatas 26 s/d 30 tahun yaitu 74 orang dengan presentase 26,1%, dan diatas 31 tahun 106 orang dengan presentase 37. Deskripsi Responden Berdasarkan Departement Tabel 4. 3 Data Responden Berdasarkan Departement Copyright A 2025 pada penulis Irma Sari Octaviani, et al. Pengaruh Keselamatan Kerja Dan. Hal: 697-722 DOI: https://10. 40/jpb. DEPARTEMENT Valid Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Stockfit Rubber Total Sumber : Data Olahan Dari tabel diatas hasil penelitian berdasarkan departement, menujukan bahwa paling banyak adalah responden dari departement Stockfit yaitu sebanyak 225 orang dengan presentase 79,5%, sedangkan departement Rubber terdapat 46 responden dangan presentase 16,3%, dan departement QC sebanyak 12 orang dengan presentase 4,2%. Deskripsi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan. Tabel 4. 4 Data Responden Berdasarkan Tingkat Pedidikan TINGKAT_PENDIDIKAN Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid SLTA Diploma Sarjana Total Sumber : Data Olahan Berdasarkan tabel diatas tingkat pendidikan para responden menunjukan bahwa paling banyak adalah responden dengan pendidikan terakhir SLTA sebanyak 272 orang dengan presentase 96,1%. Sarjana sebanyak 10 orang dengan presentase 3,5%, dan Diploma 1 orang responden dengan presentase 0,4%. Analisis Deskriptif Penilaian Responden Terhadap Variabel Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kecelakaan kerja (X. , lingkungan kerja (X. dan kinerja karyawan (Y). Dalam menganalisis, penulis menggunakan analisa deskriptif dengan memberikan gambaran mengenai hasil Sebelum dilakukan analisis, terlebih dahulu dilakukan pembobotan terhadap skor masing-masing variabel dengan memberikan skor total dengan jumlah item variabel yang dibobot, melalui pertanyaan yang diberikan peneliti dalam Pembobotan dalam penelitian ini menggunakan metode pengukuran Likeart, dimana pernyataan mengandung 5 alternatif jawaban dengan rentang skala dari setiap variabel dapat ditetapkan interval untuk memberikan interpretasi berdasar baik dan tidak baik, yaitu sebagai berikut: Tabel 4. 5 Tabel Kriteria Tanggapan Responden Rentang Skala Keterangan 1,00 - 1,790 Sangat Tidak Baik 1,80 - 2,59 Tidak Baik 2,60 - 3,39 Kurang Baik 3,40 - 4,19 Baik 4,20 - 5,00 Sangat Baik Copyright A 2025 pada penulis Teul Panda Banjal Pengaruh Lingkungan Kerja. Hal: 682-696 DOI: https://10. 40/jpb. Berdasarkan pada kriteria diatas, maka dapat dilakukan penilaian atau jawaban responden menurut item pertanyaan sebagai berikut: Penilaian Responden Berdasar pada Variabel Kecelakaan Kerja (X. Kriteria objek yang diteliti berdasarkan pada tanggapan responden pada butir pertanyaan variabel kecelakaan kerja (X. sebagai berikut: Tabel 4. 6 Jawaban Responden Berdasar pada Variabel Kecelakaan Kerja (X. Pertanyaan Kriteria Jawaban Jumlah Skor Mean Ket S RR TS STS Persediaan perlengkapan kerja 1 yang cukup dapat 178 104 0 0 283 1308 4. 62 Sangat Baik mendukung terlaksananya dengan baik 2 Alat atau mesin kerja dalam 153 129 1 0 283 1284 4. 54 Sangat keadaan baik Baik 3 Saya selalu mengunakan APD 170 112 0 1 283 1299 4. 59 Sangat . lat pelindung Baik dir. dengan baik dan benar 4 Pimpinan menindak lanjut 98 184 1 0 283 1229 4. 34 Sangat karyawan yang Baik tidak patuh terhadap prosedur 5 Saya memiliki semangat kerja 157 126 0 0 283 1289 4. 55 Sangat yang tinggi Baik Perusahaan memberikan 6 apresiasi kepada karyawan 128 153 1 0 283 1257 4. 44 Sangat Baik karena bekerja sesuai standar 7 Pimpinan melakukan 84 189 7 0 283 1203 4. 25 Sangat pengawasan secara intensif Baik terhadap pelaksanaan pekerjaan saya Kerusakan teknis yang 8 disebabkan mesin/alat 114 166 0 0 283 1240 4. 38 Sangat Baik yang sudah berusia lama, mengakibatkan bekerja menjadi tidak maksimal Perusahaan memberikan 9 pelatihan dan pendidikan 104 177 1 0 283 1233 4. 36 Sangat Baik bagi setiap karyawan untuk bertindak dengan aman dalam 10Semua bagian dari 130 151 2 0 283 1260 4. 45 Sangat peralatan/mesin yang Baik Copyright A 2025 pada penulis Irma Sari Octaviani, et al. Pengaruh Keselamatan Kerja Dan. Hal: 697-722 DOI: https://10. 40/jpb. berbahaya diberi suatu tanda Jumlah 1316 1491 13 9 1 283012,602 Rata-Rata Presentase % 5R. 7%0. 5% 0. 3% 0. 0% 100% 45 Sangat Baik Sumber: Data Olahan Berdasarkan tabel diatas, tanggapan responden atas pertanyaan pada variabel keselamatan kerja diperoleh rata-rata skor 4,45 termasuk pada skala 4,20 Ae 5,00 dengan kriteria sangat baik. Responden yang menjawab sangat setuju sebesar 46,5%, setuju 52,7%, ragu-ragu 0. 5%, tidak setuju 0,3% dan sangat tidak setuju 0,0%. Penilaian Responden Berdasar pada Variabel Lingkungan Kerja (X. Kriteria objek yang diteliti berdasrkan pada tanggapan responden pada butir pertanyaan variabel lingkungan kerja (X. sebagai berikut: Tabel 4. Jawaban Responden Berdasar pada Variabel Lingkungan Kerja (X. Pertanyaan Kriteria Jawaban Skor Mean Ket SS S RR TS STSJumlah 1 Kondisi penerangan dan 133 147 3 0 283 1262 4. 46 Sangat pencahayaan baik dan Baik mempermudah melakukan Kondisi temperatur yang 2 baik dapat mendukung 125 158 0 0 283 1257 4. 44 Sangat Baik terlaksananya pekerjaan dengan baik Tempat kerja yang terlalu 3 lembab membuat kurang 95 170 10 0 283 1201 4. 24 Sangat Baik nyaman dalam bekerja 4 Adanya sirkulasi udara yang 127 145 9 0 283 1246 4. 40 Sangat baik di tempat kerja Baik 5 Suara yang bising dari 124 145 8 0 283 1236 4. 37 Sangat alat/mesin dapat menggagu Baik ketenangan dalam bekerja 6 Saya terganggu apabila adan 80 179 14 10 0 283 1178 4. Baik mekanis ditempat kerja 7 Lingkungan kerja saya tida 62 171 25 24 1 283 1118 3. Baik tercium baubauan yang menyengat Pewarnaan pada tempat 8 kerja sudah tertata dengan 84 189 8 0 283 1204 4. 25 Sangat Baik baik sehingga dapat dalam bekerja Dekorasi lingkungan kerja 9 saya tertata 100 176 6 0 283 1224 4. 33 Sangat Baik sangat baik sehingga Copyright A 2025 pada penulis Teul Panda Banjal Pengaruh Lingkungan Kerja. Hal: 682-696 DOI: https://10. 40/jpb. membuat nyaman dalam Musik ditempat kerja 10membuat perasaan menjadi 114 133 20 15 1 283 1193 4. 22 Sangat Baik tenang sehingga menunjang menyelesaikan pekerjaan lebih cepat 11Tingkat keamanan 105 173 4 0 283 1231 4. 35 Sangat lingkungan kerja saya Baik Jumlah 1149 1786 107 69 2 311313,350 Rata-Rata Presentase % 9W. 4%3. 4% 2. 2% 0. 1% 100% 29 Sangat Baik Sumber: Data Olahan Tanggapan responden pada variabel kecelakaan kerja (X. diperoleh rata-rata skor 4,29 termasuk pada rentang skala 4,20 Ae 5,00 dengan kriteria sangat baik. Responden yang menjawab sangat setuju sebesar 36,9%, setuju 57,4%, ragu-ragu 3,4 %, tidak setuju 2,2% dan sangat tidak setuju 0,1%. Penilaian Responden Berdasar pada Variabel Kinerja Karyawan (Y) Kriteria objek yang diteliti berdasarkan pada tanggapan responden pada butir pertanyaan variabel kinerja karyawan (Y) sebagai berikut: Tabel 4. 8 Jawaban Responden Berdasar pada Variabel Kinerja Karyawan (Y) Pertanyaan Kriteria Jawaban Skor Mean Ket SS S RR TS STSJumlah 1 Hasil kerja saya memenuhi 105 174 4 0 283 1233 4. 36 Sangat Baik 2 Pimpinan memberikan 114 162 6 0 283 1238 4. 37 Sangat apresiasi atas kualitas kerja Baik Pekerjaan yang saya 3 lakukan sudah mencapai 86 190 7 0 283 1211 4. 28 Sangat Baik target yang telah ditentukan 4 Saya meminimalisir tingkat 80 188 13 2 0 283 1195 4. 22 Sangat Baik dalam bekerja 5 Saya tiba ditempat kerja sesuai 128 153 2 0 283 1258 4. 45 Sangat Baik yang diberikan perusahaan 6 Saya memulai dan 119 164 0 0 283 1251 4. 42 Sangat Baik pekerjaan sesuai waktu yang 7 Saya mampu bekerja sama 121 160 2 0 283 1251 4. 42 Sangat Baik Copyright A 2025 pada penulis Irma Sari Octaviani, et al. Pengaruh Keselamatan Kerja Dan. Hal: 697-722 DOI: https://10. 40/jpb. karyawan lain 8 Saya dapat membantu rekan 109 170 2 1 283 1234 4. 36 Sangat kerja saya Baik apabila mendapat kesulitan Saya meminimalisir 9 penggunaan bahan berlebih, 86 186 8 0 283 1204 4. 25 Sangat Baik untuk mengindari pada limbah Saya memeriksa barang untuk 100 178 4 0 283 1226 4. 33 Sangat Baik dengan teliti, untuk meminimalisir adanya cacat setelah proses produksi Saya patuh terhadap 11peraturan yang berlaku 122 160 1 0 283 1253 4. 43 Sangat Baik dalam ketentuan yang 12Saya tidak pernah 128 155 0 0 283 1260 4. 45 Sangat meninggalkan tempat Baik kerja tanpa izin Jumlah 1298 2040 49 8 1 339614,814 Rata-Rata Presentase % 2`. 1%1. 4% 0. 2% 0. 36 Sangat Baik Sumber: Data Olahan Berdasarkan tabel diatas, tanggapan responden variabel kinerja karyawan diperoleh rata-rata skor 4,36 termasuk pada rentang skala 4,20 Ae 5,00 dengan kriteria sangat baik. Responden yang menjawab sangat setuju sebesar 38,2%, setuju 60,1%, ragu-ragu 1,4%, tidak setuju 0,2% dan sangat tidak setuju 0,0%. Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengetahui kuesioner dikatakan valid atau tidak. Dalam uji validitas, peneliti menggunakan SPSS versi 26 dengan kriteria sebagai Jika nilai r hitung > rtabel maka butir pertanyaan dikatakan valid. Jika nilai r hitung < rtabel maka butir pertanyaan dikatakan tidak valid. Berikut ini hasil perhitungan uji validitas setiap variabel yang digunakan yaitu : Pengujian validitas untuk variabel Keselamatan Kerja (X. Tabel 4. 9 Pengujian Validitas Instrumen Pernyataan Keselamatan Kerja (X. NO PERTANYAAN r Keputusan hitung tabel 1 Persediaan perlengkapan kerja yang cukup 0,594 0,113 Valid dapat mendukung terlaksananya pekerjaan Copyright A 2025 pada penulis Teul Panda Banjal Pengaruh Lingkungan Kerja. Hal: 682-696 DOI: https://10. 40/jpb. dengan baik 2 Alat atau mesin kerja dalam keadaan baik 0,603 Saya selalu mengunakan APD . lat pelindung 3 dir. dengan baik dan benar 0,613 4 Pimpinan menindak lanjut karyawan yang 0,649 patuh terhadap prosedur perusahaan 5 Saya memiliki semangat kerja yang tinggi 0,691 Perusahaan memberikan apresiasi kepada 6 karyawan karena bekerja sesuai standar 0,654 7 Pimpinan melakukan pengawasan secara 0,658 intensif terhadap pelaksanaan pekerjaan saya Kerusakan teknis yang disebabkan mesin/alat 8 yang 0,611 sudah berusia lama, mengakibatkan bekerja menjadi tidak maksimal Perusahaan memberikan pelatihan dan 9 pendidikan bagi setiap karyawan untuk 0,716 bertindak dengan aman dalam menyelesaikan pekerjaan Semua bagian dari peralatan/mesin yang 10 berbahaya diberi suatu tanda 0,699 Sumber : Data Olahan 0,113 Valid 0,113 0,113 Valid Valid 0,113 Valid 0,113 Valid 0,113 Valid 0,113 Valid 0,113 Valid 0,113 Valid Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa semua butir pertanyaan pada variabel Keselamatan Kerja dinyatakan Valid, hal itu dibuktikan dengan r hitung > r tabel yaitu 0,113. Dengan demikian data layak diteruskan sebagai data penelitian. Pengujian validitas untuk variabel Lingkungan Kerja (X. Tabel 4. 10Pengujian Validitas Instrumen Pernyataan Lingkungan Kerja (X. NO PERTANYAAN r Keputusan hitung tabel 11 Kondisi penerangan dan pencahayaan baik dan 0,532 0,113 Valid mempermudah melakukan pekerjaan Kondisi temperatur yang baik dapat mendukung 0,113 Valid 12 terlaksananya pekerjaan dengan baik 0,651 Tempat kerja yang terlalu lembab membuat 13 kurang nyaman dalam bekerja 0,640 0,113 Valid 14 Adanya sirkulasi udara yang baik di tempat kerja 0,633 0,113 Valid 15 Suara yang bising dari alat/mesin dapat 0,670 0,113 Valid ketenangan dalam bekerja Saya terganggu apabila adan getaran mekanis 16 ditempat kerja 0,668 0,113 Valid Copyright A 2025 pada penulis Irma Sari Octaviani, et al. Pengaruh Keselamatan Kerja Dan. Hal: 697-722 DOI: https://10. 40/jpb. 17 Lingkungan kerja saya tida tercium bau-bauan 0,507 yang menyengat Pewarnaan pada tempat kerja sudah tertata 18 dengan baik sehingga dapat menunjang dalam 0,643 Dekorasi lingkungan kerja saya tertata sangat baik 19 sehingga membuat nyaman dalam bekerja 0,697 Musik ditempat kerja membuat perasaan menjadi 20 tenang sehingga menunjang dalam menyelesaikan 0,475 pekerjaan lebih cepat 21 Tingkat keamanan lingkungan kerja saya tinggi 0,655 Sumber : Data Olahan 0,113 Valid 0,113 Valid 0,113 Valid 0,113 Valid 0,113 Valid Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa semua butir pertanyaan pada variabel Lingkungan Kerja dinyatakan Valid. Hal itu dibuktikan dengan r hitung > r tabel yaitu 0,113. Dengan demikian data layak diteruskan sebagai data penelitian. Pengujian validitas untuk variabel Kinerja (Y) Tabel 4. Pengujian Validitas Instrumen Peryataan Kinerja (Y) NO PERTANYAAN r Keputusan hitung tabel 22 Hasil kerja saya memenuhi standar 0,739 0,113 Valid Pimpinan memberikan apresiasi atas 23 kualitas kerja Pekerjaan yang saya lakukan sudah 24 mencapai target yang telah ditentukan 25 Saya meminimalisir tingkat kesalahan 26 Saya tiba ditempat kerja sesuai jadwal diberikan perusahaan Saya memulai dan menyelesaikan 27 pekerjaan sesuai waktu yang telah ditentukan 28 Saya mampu bekerja sama dengan karyawan lain 0,113 Valid 0,735 0,113 Valid 0,686 0,113 Valid 0,809 0,113 Valid 0,816 0,113 Valid 0,811 0,113 Valid 0,622 Copyright A 2025 pada penulis Teul Panda Banjal Pengaruh Lingkungan Kerja. Hal: 682-696 DOI: https://10. 40/jpb. Saya dapat membantu rekan kerja saya 29 apabila mendapat kesulitan Saya meminimalisir penggunaan bahan 30 berlebih, untuk mengindari penumpukan pada limbah Saya memeriksa barang untuk 31 produksi dengan teliti, untuk meminimalisir adanya cacat setelah proses produksi 32 Saya patuh terhadap peraturan yang 33 Saya tidak pernah meninggalkan tempat Sumber : Data Olahan 0,740 0,113 Valid 0,677 0,113 Valid 0,800 0,113 Valid 0,764 0,113 Valid 0,811 0,113 Valid Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa semua butir pernyataan pada Kinerja dinyatakan Valid, hal itu dibuktikan dengan nilai r hitung > r tabel yaitu 0,113. Dengan demikian data layak diteruskan sebagai data penelitian. 2 Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah sebuah indeks yang menunjukan sejaih mana suatu pekerjaan dapat dipercaya. Instrumen yang valid umumnya pasti reliable, tetapi penguji realibilitas perlu dilakukan. Berikut tabel hasil reliabilitas instrument : Uji Reliabilitas Variabel Keselamatan Kerja (X. Tabel 4. Uji Reliabilitas Variabel Keselamatan Kerja (X. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of items Sumber : Data Olahan Dari tabel 4. 8 diatas dapat dilihat bahwa variabel keselamatan kerja dikatakan reliabel, karena rhitung lebih besar dari dari pada 0,06, yaitu 0,846 > 0,06 dikatakan reliabel dengan ketentuan N = 10 taraf signifikan 5%. Uji Reliabilitas Lingkungan Kerja (X. Tabel 4. Uji Reliabilitas Variabel Lingkungan Kerja (X. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of items Sumber : Data Olahan Dari tabel 4. 9 diatas dapat dilihat bahwa variabel lingkungan kerja dikatakan reliabel, karena rhitung lebih besar dari dari pada 0,06, yaitu 0,821 > 0,06 dikatakan reliabel Copyright A 2025 pada penulis Irma Sari Octaviani, et al. Pengaruh Keselamatan Kerja Dan. Hal: 697-722 DOI: https://10. 40/jpb. dengan ketentuan N = 11 taraf signifikan 5%. Uji Reliabilitas Kinerja (Y) Tabel 4. 14 Uji Reliabilitas Variabel Kinerja (Y) Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of items Sumber : Data Olahan Dari tabel 4. 10 diatas dapat dilihat bahwa variabel kinerja dikatakan reliabel, karena rhitung lebih besar dari dari pada 0,06, yaitu 0,928 > 0,06 dikatakan reliabel dengan ketentuan N = 12 taraf signifikan 5%. 3 Uji Asumsi Klasik Uji asusmi klasik ini terdiri dari atas uji normalitas, uji heteroskedasitas, dan uji Adapun alat yang digunakan untuk mengolah data yaitu menggunakan program SPSS versi 26. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak, uji normalitas untuk setiap variabel dilakukan dengan melihat titik-titik sebaran data. Data variabel dikatakan berdistribusi normal jika data atau titik menyebar berada pada sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. Sebaliknya data dikatakan tidak berdistribusi normal jika data menyebar jauh dari arah garis atau tidak mengikuti diagonal. Tabel 4. 15 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parameters Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Monte Carlo Sig. -taile. Sig. 99% Confidence Interval Lower Bound Upper Bound Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Based on 10000 sampled tables with starting seed 2000000. Sumber : Data Olahan Berdasarkan tabel 4. 11 diatas hasil dari uji normalitas untuk One- Sample Kolomogorov-Smirnov Test dengan sampel 283, dapat diketahui nilai Monte Carlo Sig. sebesar 0,108, dikatakan signifikan apabila lebih dari 0,05 atau 5% artinya data tersebut berdistribusi normal. Copyright A 2025 pada penulis Teul Panda Banjal Pengaruh Lingkungan Kerja. Hal: 682-696 DOI: https://10. 40/jpb. Sumber : Data Olahan Gambar 4. 3 - P-Plot Uji Normalitas Pada normalitas P-Plot prinsipnya normalitas dapat didekati dengan penyebaran, melihat penyebaran-penyebaran data . pada sumbu diagonal grafik atau dengan melihat histograf dan residualnya. Dari grafik diatas dapat diketahui bahwa titik-titik menyebar sekitar garis dan mengikuti garis diagonal maka dapat disimpulkan bahwa data residu dari variabel Keselamatan Kerja (X. Lingkungan Kerja (X. dan Kinerja Karyawan (Y) yang diteliti adalah data yang berdistribusi Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas . ndependen variabe. Uji ini dapat dilakukan dengan melihat nilai Tolerance Value dan Varian Infaltion Factor (VIF). Dengan ketentuan sebagai berikut: Jika nilai VIF < 10 dan nilai tolerance value > 0,10 maka tidak terjadi gejala multikolinearitas. Jika nilai VIF > 10 dan nilai tolerance value < 0,10 maka terjadi gejala multikolinearitas. Tabel 4. 16 Uji Multikolinearitas Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Collinearity Statistics Coefficients Model Sig. B Std. Beta Tolerance VIF 1 (Constan. Keselamatan Kerja Lingkungan Kerja Dependent Variable: Kinerja Sumber : Data Olahan Berdasarkan hasil pengujian multikolinearitas pada tabel 4. 12 diperoleh nilai tolerance variabel keselamatan kerja sebesar 0,614 dan lingkungan kerja sebesar 0,614 dimana kedua nilai tersebut lebih dari 0,10 dan nilai VIF variabel keselamatan kerja Copyright A 2025 pada penulis Irma Sari Octaviani, et al. Pengaruh Keselamatan Kerja Dan. Hal: 697-722 DOI: https://10. 40/jpb. sebesar 1,629 serta lingkungan kerja 1,629 dimana berarti nilai tersebut kurang dari 10. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala multikolinearitas diantara variabel bebas. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lain. Heteroskedastisitas menujukan penyebaran variabel bebas, penyebaran yang acak menunjukan model regresi yang baik. Salah satu cara untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas adalah dengan uji Glejser dimana hasil uji ini dapat dilihat apakah model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari suatu residual pengamatan ke pengamatan lain. Adapun hasil uji heteroskedastisitas adalah sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Pengujian Heteroskedastisitas Dengan Uji Glejser Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Model t Sig. Coefficients Std. Error Beta 1 (Constan. Keselamatan 087E-08 Kerja Lingkungan Kerja Dependent Variable: ABS_RES Sumber : Data Olahan Berdasarkan hasil pengujian pada tabel, glejser test model pada variabel keselamatan kerja (X. diperoleh nilai probabilty signifikansi (Sig. ) sebesar 0,903 dan lingkungan kerja (X. diperoleh nilai probability signifikansi (Sig. ) sebesar 0,414 dimana keduanya nilai signifikansi (Sig. > 0,05. Dengan demikian regression model pada data ini tidak terganggu heteroskedastisitas, sehingga model regresi ini layak dipakai sebagai penelitian. Kemudian pengujian bisa dilakukan dengan melihat grafik scatter plot antara nilai prediksi variabel terkait (ZPRED) dan nilai residualnya (SRESID), dengan ketentuan sebagai berikut : Jika penyebaran data pada scatter plot tidak teratur dan tidak membentuk pola tertentu . aik turun, mengelompok menjadi sat. maka dapat disimpulkan tidak terjadi problem Heteroskesdastisitas Jika penyebaran data pada scatter plot teratur dan membentuk pola tertentu . aik turun, mengelompok menjadi sat. maka dapat disimpulkan terjadi problem Heteroskesdastisitas. Copyright A 2025 pada penulis Teul Panda Banjal Pengaruh Lingkungan Kerja. Hal: 682-696 DOI: https://10. 40/jpb. Sumber : Data Olahan Gambar 4. 4 - Grafik Scatter Plot Pada gambar 4. 4 scatter plot terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi ini. 4 Analisis Regresi Analisis Regresi Linier Sederhana Uji regresi ini dimaksudkan untuk mengetahui perubahan pada variabel dependen, jika variabel independen mengalami perubahan. Dalam penelitian ini adalah Keselamatan Kerja (X. terhadap Kinerja (Y) pada PT. Bando Indonesia Tangerang. Berikut hasil olah data regresi dengan SPSS versi 26 dapat dilihat dari tabel berikut ini: Tabel 4. 18 Hasil Pengolahan Regresi Variabel Keselamatan Kerja (X. Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model Sig. B Std. Error Beta (Constan. Keselamatan Kerja Dependent Variable: Kinerja Sumber : Data Olahan Berdasarkan hasil perhitungan regresi pada tabel di atas maka dapat diperoleh persamaan regresi Y = 10,550 0. 939 X1. Dari persamaan diatas maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Nilai konstanta sebesar 10,550 diartikan bahwa jika variabel keselamatan kerja (X. tidak ada maka telah terdapat kinerja (Y) sebesar 10,550 point. Konstanta bernilai positif artinya memiliki hubungan yang positif. Nilai koefisien regresi keselamatan kerja (X. sebesar 0,939 diartikan apabila konstanta tetap dan tidak ada perubahan pada variabel lain, maka setiap perunahan 1 unit pada variabel keselamatan kerja akan mengakibatkan terjadinya perubahan pada kinerja Copyright A 2025 pada penulis Irma Sari Octaviani, et al. Pengaruh Keselamatan Kerja Dan. Hal: 697-722 DOI: https://10. 40/jpb. pegawai sebesar 0,597 kali. Tabel 4. Hasil Pengolahan Regresi Variabel Lingkungan Kerja (X. Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Model t Sig. Coefficients B Std. Error Beta 1 (Constan. Lingkungan Kerja Dependent Variable: Kinerja Sumber : Data Olahan Berdasarkan hasil perhitungan regresi pada tabel di atas maka dapat diperoleh persamaan regresi Y = 17,931 0. 733 X2. Dari persamaan diatas maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Nilai konstanta sebesar 17,931 diartikan bahwa jika variabel lingkungan kerja (X. tidak ada maka telah terdapat kinerja (Y) sebesar 17,931 point. Konstanta bernilai positif artinya memiliki hubungan yang positif. Nilai koefisien regresi lingkungan kerja (X. sebesar 0,733 diartikan apabila konstanta tetap dan tidak ada perubahan pada variabel lain, maka setiap perunahan 1 unit pada variabel keselamatan kerja akan mengakibatkan terjadinya perubahan pada kinerja sebesar 0,733 kali. Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 4. 20 Hasil Pengujian Regresi Linear Berganda Keselamatan Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Model Coefficientsa Standardized Unstandardized CoefficientsCoefficients Std. Error Beta t Sig. Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constan. Keselamatan Kerja0. Lingkungan Kerja 0. Dependent Variable: Kinerja Sumber : Data Olahan Berdasarkan hasil perhitungan uji regresi linear berganda yang terdapat pada 16, dapat diketahui persamaan regresi yang terbentuk adalah : Y = 5,515 0,563(X. 0,464 (X. 5 Uji Koefisien Korelasi Tabel 4. 21 Hasil Uji Regresi Koefisien Korelasi Correlations Keselamatan Kinerja Kerja Lingkungan Kerja Copyright A 2025 pada penulis Teul Panda Banjal Pengaruh Lingkungan Kerja. Hal: 682-696 DOI: https://10. 40/jpb. Pearson Keselamatan Correlation Kerja Sig. -taile. Pearson Kinerja Correlation Sig. -taile. Pearson Lingkungan Correlation Kerja Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Sumber : Data Olahan Keselamatan kerja terhadap kinerja karyawan, berdasarkan hasil pengujian pada tabel diatas, diperoleh nilai koefisien korelasi keselamatan kerja terhadap kinerja karyawan sebesar 0,661 dimana nilai tersebut berada pada interval 0,60 Ae 0,799 artinya kedua variabel tersebut memiliki tingkat hubungan yang kuat. Lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan, berdasarkan pada hasil pengujian tabel diatas, diperoleh nilai koefisien korelasi lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan sebesar 0,672 dimana nilai tersebut berada pada interval 0,60 Ae 0,799 artinya kedua variabel tersebut memiliki tingkat hubungan yang kuat. 6 Uji Koefisien Determinasi (R. Analisis uji koefisien determinasi bertujuan untuk menunjukan seberapa besar presentase variasi variabel independen yang digunakan dalam model yang mampu menjelaskan variasi variabel dependen. R2 = maka presentase sumbangan pengaruh yang diberikan variabel independen terhadap variabel dependen adalah sempurna. Hasil uji koefisien determinasi dapat dilihat dapa tabel 4. Tabel 4. Hasil Analisis Koefisien Determinasi Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Lingkungan Kerja. Keselamatan Kerja Sumber : Data Olahan Berdasarkan data tabel diatas, diperoleh nilai R-Square . oefisien determinas. sebesar 0,549 hal ini dapat disimpulkan bahwa variabel keselamatan kerja (X. dan lingkungan kerja (X. berpengaruh terhadap variabel kinerja karyawan (Y) sebesar 54,9% sedangkan sisanya 45,1% dipengaruhi oleh faktor lain. 7 Pengujian Hipotesis Copyright A 2025 pada penulis Irma Sari Octaviani, et al. Pengaruh Keselamatan Kerja Dan. Hal: 697-722 DOI: https://10. 40/jpb. Uji t (Uji Parsia. Untuk pengaruh antara keselamatan kerja (X. dan lingkungan kerja (X. masing masing terhadap kinerja karyawan (Y) dapat dilakukan dengan uji statistik uji t . ji parsia. Sebagai pembanding untuk melihat pengaruh signifikan, maka digunakan kriteria tariff signifikan sebesar 5% . dan membandingkan thitung dengan ttabel dengan kriteria sebagai berikut : Bila hasil yang diperoleh positif : Jika thitung Ou ttabel berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Jika thitung O ttabel berarti Ho diterima dan Ha ditolak. Adapun ketentuan ttabel diperoleh dengan cara mmembandikan jumlah sampel dengan taraf signifikan. Dan dengan rumus : t tabel = . imgkat kepercayaan dibagi 2 : jumlah responden dikurangi jumlah variabel bebas dikurang . atau jika ditulis dalam bentuk rumus data yang diperoleh peneliti, maka : ttabel = . ,050/2:283-2-. ttabel = . ,025:. Kemudian bila pada distibusi nilai ttabel sebesar df = 280 pada kolom 0,025 maka ditemukan nilai ttabel sebesar 1,96847. Dari penelitian, bahwa koefisien regresi, nilai t dan signifikan secara parsial adalah sebagai berikut : Tabel 4. 23 Hasil Uji Parsial (Uji . Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Model t Sig. Coefficients Std. Error Beta 1 (Constan. Keselamatan Kerja Lingkungan Kerja Dependent Variable: Kinerja Sumber : Data Olahan . Uji Hipotesis Parsial Untuk Variabel Keselamatan Kerja Hopotesis yang akan diuji pada bagian ini adalah : H0 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara keselamatan kerja terhadap kinerja karyawan PT. Bando Indonesia Tangerang. H1 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara keselamatan kerja terhadap kinerja karyawan PT. Bando Indonesia Tangerang. Dari tabel diatas, diperoleh nilai thitung sebesar 7,735 sedangkan nilai ttabel untuk n = 280 sebesar 1,968. Karena nilai thitung > ttabel dan nilai taraf signifikan () sebesar 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa AuTerdapat pengaruh yang signifikan antara Keselamatan Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT. Bando Indonesia Ay. Uji Hipotesis Parsial Untuk Variabel Lingkungan Kerja Hopotesis yang akan diuji Copyright A 2025 pada penulis Teul Panda Banjal Pengaruh Lingkungan Kerja. Hal: 682-696 DOI: https://10. 40/jpb. pada bagian ini adalah : H0 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan PT. Bando Indonesia Tangerang. H2 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan PT. Bando Indonesia Tangerang. Dari tabel diatas, diperoleh nilai thitung sebesar 8,316 sedangkan nilai ttabel untuk n = 280 sebesar 1,968. Karena nilai thitung > ttabel dan nilai taraf signifikan () sebesar 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak dan H2 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa AuTerdapat pengaruh yang signifikan antara Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT. Bando Indonesia Ay. Uji Hipotesis Secara Simultan (Uji F) Pengujian F statistik adalah uji secara bersama-sama seluruh variabel independennya . eselamatan kerja dan lingkungan kerj. terhadap variabel dependennya . inerja karyawa. Perhitungan statistik F dari ANOVA dilakukan dengan membandingkan nilai krisis yang diperoleh dari tabel distribusi F pada tingkat signifikan tertentu H03 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara keselamatan kerja dan lingkungan kerja secara simultan terhadap kinerja karyawan PT. Bando Indonesia Tangerang. Ha3 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara keselamatan kerja dan lingkungan kerja secara simultan terhadap kinerja karyawan PT. Bando Indonesia Tangerang. Sebagai pembanding untuk melihat pengaruh signifikan, maka digunakan taraf signifikan sebesar 5% . dan membandingkan F-hitung dengan F-tabel dengan kriteria sebagai berikut : Jika Fhitung < Ftabel berati H0 diterima dan Ha ditolak. Jika Fhitung > Ftabel berati H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil pengujian simultan variabel independen . eselamatan kerja dan lingkungan kerj. terhadap variabel dependen . inerja karyawa. seperti dijelaskan pada tabel 4. Tabel 4. 24 Hasil Uji Simultan (Uji F) Keselamatan Kerja dan Lingkungan Kerja Karyawan ANOVAa Model Sum of Squares df Square Regression Residual Sig. Total Dependent Variable: Kinerja Predictors: (Constan. Lingkungan Kerja. Keselamatan Kerja Sumber : Data Olahan Dari tabel diatas, dapat dilihat nilai Fhitung adalah sebesar 170,164 dengan nilai signifikan F sebesar 0,000. Pengujian akan menolak H0 jika p- value < . Jika Copyright A 2025 pada penulis Irma Sari Octaviani, et al. Pengaruh Keselamatan Kerja Dan. Hal: 697-722 DOI: https://10. 40/jpb. dibandingkan dengan taraf signifikan = 5% maka p-value . bernilai lebih kecil dari sehingga H0 ditolak dan H3 diterima. Serta hasil pengujian pengaruh simultan variabel bebas terhadap variabel terikatnya diperoleh nilai Fhitung = 170,164 > nilai Ftabel = 3,02, sehigga H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dantara keselamatan kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan PT. Bando Indonesia . Pembahasan Penelitian Setelah diketahui hasil temuan dalah hal ini kemudian di analisis seberapa baik data tersebut mempresentasikan hasil penelitian yang diangkat, terutama kemampuan dalam menjelaskan seberapa baik keselamatan kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan. Selanjutnya akan dilakukan pembahasan hasil-hasil dalam penelitian ini sebagai berikut : Pengaruh variabel keselamatan kerja (X. terhadap kinerja karyawan (Y) Berdasarkan analisis hasil perhitungan SPSS versi 26, akan hasil uji t variabel penelitian keselamatan kerja sebagai variabel independen terhadap kinerja karyawan sebagai variabel dependen menujukan hasil uji t hitung = 7,735 sedangkan ttabel = 1,968 . hitung = ttabe. dengan taraf signifikan 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 Pengaruh variabel lingkungan kerja (X. terhadap kinerja karyawan (Y) Berdasarkan analisis hasil perhitungan SPSS versi 26, akan hasil uji t variabel penelitian lingkungan kerja sebagai variabel independen terhadap kinerja karyawan sebagai variabel dependen menujukan hasil uji t hitung = 8,316 sedangkan ttabel = 1,968 . hitung = ttabe. dengan taraf signifikan 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan H2 Pengaruh variabel keselamatn kerja (X. dan lingkungan kerja (X. terhadap kinerja karyawan (Y) Berdasarkan hasil uji F diketahui Fhitung 170,164 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Kemudian degree of freedom . atau derajat pembilangannya dan . untuk derajat penyebutnya, dimana n = jumlah responden dan k = jumlah variabel yang diteliti, maka diperoleh Ftabel sebesar 3,02. Sehingga nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel . ,164 > 3,. maka dapat diartikan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara keselamatan kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan secara simultan pada PT. Bando Indonesia Tangerang dimana H0 dan Ha diterima. Kesimpulan Berdasarkan hasil uraian bab-bab sebelumnya, dan dari hasil analisa serta pembahasan mengenai pengaruh keselamatan kerja (X . dan lingkungan kerja (X. terhadap kinerja karyawan (Y), sebagai berikut : Secara parsial bahwa pengaruh Keselamatan Kerja terhadap Kinerja Karyawan dapat diketahui dalam nilai thitung dari variabel keselamatan kerja sebesar 7,735 dengan tingkat signifikansi 0,05 dan derajat kebebasannya df = n-k-1 . -2-1 = . adalah sebesar 1,968, jadi nilai thitung . ,735 > 1,. dan nilai signifikansinya 0,000 < 0,05. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel Copyright A 2025 pada penulis Teul Panda Banjal Pengaruh Lingkungan Kerja. Hal: 682-696 DOI: https://10. 40/jpb. keselamatan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara parsial bahwa pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan dapat diketahui dalam nilai thitung dari variabel lingkungan kerja sebesar 8,316 dengan tingkat signifikansi 0,05 dan derajat kebebasannya df = n-k-1 . -2-1 = . adalah sebesar 1,968, jadi nilai thitung . ,316 > 1,. dan nilai signifikansinya 0,000 < 0,05. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil pengujian pengaruh simultan variabel bebas terhadap variabel terkaitnya diperoleh nilai Fhitung = 170,164 > nilai ftabel = 3,02 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Keselamatan Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT. Bando Indonesia Tangerang. Hasil penelitian ini berdasarkan koefisien determinasi menujukan bahwa Keselamatan Kerja dan Lingkungan Kerja mempunyai kontribusi terhadap Kinerja Karyawan sebesar 54,9% sedangkan sisanya 45,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. DAFTAR PUSTAKA