Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media Vol. No. May 2022 Page: 144-149 e-ISSN: 2746-3583 p-ISSN: 2775-4537 Pengaruh Lingkungan Kerja dan Supervisi Akademik Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru Yuli Sudarti SMP Negeri 5 Prabumulih Corresponding author e-mail: Yulishafira14@gmail. Abstrak Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja guru adalah dengan melakukan supervisi akademik yaitu bimbingan yang berkaitan dengan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui . pengaruh supervisi akademik terhadap kinerja guru di SMPN 5 Prabumulih. pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja guru di SMPN 5 Prabumulih. pengaruh supervisi akademik dan lingkungan kerja terhadap kinerja guru di SMPN 5 Prabumulih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik dan lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja guru. Maka dari itu untuk meningkatkan kinerja guru dapat dilakukan dengan cara pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah dan memperhatikan lingkungan kerja yang ada disekitar guru. Kata Kunci: Supervisi Akademik. Kepala Sekolah. Kinerja Guru Abstract One of the efforts that can be made by principals to improve teacher performance is to carry out academic supervision, namely guidance related to learning. This study aims to determine . the effect of academic supervision on teacher performance at SMPN 5 Prabumulih. the influence of the work environment on the performance of teachers at SMPN 5 Prabumulih. the influence of academic supervision and work environment on teacher performance at SMPN 5 Prabumulih. The results showed that academic supervision and work environment had an effect on teacher performance. Therefore, to improve teacher performance, it can be done by implementing academic supervision of the principal and paying attention to the work environment around the Keywords: Academic Supervision. Principal. Teacher Performance Pendahuluan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan. Pasal 1 Ayat 9 tentang Standar Sarana dan Prasarana, menegaskan bahwa standar sarana prasarana pembelajaran adalah kriteria mengenai ruang belajar, tempat olahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi serta sumber belajar lain, yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Produktivitas suatu organisasi ditentukan oleh kinerja sumber daya anggotanya. Supardi mengartikan bahwa kinerja merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk melaksanakan, menyelesaikan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan harapan dan tujuan yang telah ditetapkan. Salah satu sumber daya manusia dalam pendidikan adalah guru. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media, 2 . : 144-149 Yuli Sudarti Guru harus memiliki standar kualifikasi dan juga kompetensi dalam melakukan tugasnya sebagai pendidik. Salah satu kualifikasi yang harus dimiliki guru yaitu kualifikasi akademik, dimana guru memiliki pendidikian minimum diploma empat atau sarjana, sedangkan kompetensi yang harus dimiliki guru terdiri dari kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi professional. Amanda. Salam, & Saggaf, . melalui hasil penelitiannya dengan judul Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Bungoro Kabupaten Pangkep menyatakan bahwa. Peningkatan hasil kerja guru tersebut juga dapat mempengaruhi keberhasilan siswa dalam belajar. Karena hasil kerja guru tampak dari keberhasilan yang dicapai oleh peserta didik secara akademik maupun non akademik. Pengembangan profesi guru dilaksanakan melalui program pendidikan pra-jabatan maupun program dalam jabatan. Potensi sumber daya guru perlu tumbuh dan berkembang agar dapat melakukan fungsinya secara potensial. Guru harus senantiasa mengembangkan diri secara mandiri dan tidak tergantung kepada ada tidaknya pengawasan dari kepala sekolah. Kurangnya kemampuan seorang guru dalam menggunakan berbagai metode pembelajaran yang menarik bagi siswa, di sinilah peran kepala sekolah diharapkan melaksanakan supervisi akademik dengan baik. Menurut Sahertian . , supervisi merupakan usaha untuk mengembangkan proses pengajaran ke arah yang lebih baik dengan pemberian bantuan dan layanan bagi guru-guru secara perorangan ataupun per kelompok. Supervisi merupakan upaya dalam rangka mengembangkan profesionalisme guru. Dengan adanya kepala sekolah yang profesional, yang memberikan bantuan kepada guru dengan melaksanakan supervisi kepada guru-gurunya, agar proses pembelajaran di kelas dapat berlangsung lebih baik lagi, akhirnya akan berpengaruh positif bagi pengembangan mutu pendidikan ke arah yang lebih baik lagi (Fathurrohman, 2. Menurut Purbasari, . dalam hasil penelitiannya menyatakan bahwa supervisi akademik yang dilaksanakan oleh kepala sekolah dapat berpengaruh terhadap meningkatnya kinerja guru dalam proses pembelajaran. Kemudian penelitian Hasanah dan Kristiawan . menemukan besarnya pengaruh yang diberikan oleh supervisi akademik kepala sekolah terhadap kinerja guru adalah 5,94 % dan 94,06 % dipengaruhi oleh faktor lain. Selanjutnya hasil penelitian Ramadona dan Wibowo . menemukan bahwa supervisi kepala sekolah memberikan kontribusi pengaruh dalam pening katan kinerjaguru sebesar 49,63 % sedangkan sisanya 50,37% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Prasojo dan Sudiyono . 1: . , menjelaskan bahwa supervisi akademik adalah membina guru dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran. Oleh sebab itu, sasaran supervisi akademik adalah guru dalam proses pembelajaran. Menurut Sunyoto . 5: . lingkungan kerja merupakan bagian komponen yang sangat penting ketika karyawan melakukan aktivitas kerja. Semangat dan kegairahan kerja karyawan/guru dalam menjalankan tugas dan kewajiban yang dibebankan kepada mereka dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya adalah faktor lingkungan kerja. Di mana faktor tersebut sangat penting dan besar pengaruhnya terhadap kinerja karyawan/guru baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan kerja dapat diartikan sebagai keseluruhan alat perkakas yang dihadapi, lingkungan sekitarnya dimana seorang pekerja, metode kerjanya, sebagai pengaruh kerjanya baik sebagai perorangan maupun sebagai kelompok. Hasil penelitian lain yang dilakukan oleh Nunung Ristiana . dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang, dengan judul AuPengaruh Kompensasi. Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru Tidak Tetap (GTT)Ay. Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media, 2 . : 144-149 Yuli Sudarti Sebelum melakukan penelitian ini peneliti sudah terlebih dahulu melakukan observasi dan wawacara dengan wakil bidang kurikulum si SMP Negeri 5 Prabumulih, di mana dari hasil observasi dan wawancara ditemukan beberapa masalah diantaranya masih ada beberapa guru yang kurang/tidak perhatian terhadap lingkungan sekolah, kurang kondusifnya suasana belajar yang diakibatkan ruang belajar kotor, kurang ventilasi udara yang menyebabkan udara pengap, kinerja yang dihasilkan beberapa guru masih masih belum mencapai target/ masih Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya, dalam penelitian ini dan dengan melihat beberapa permasalahan yang ditemukan pada waktu melakukan observasi dan wawancara, peneliti akan mengkaji mengenai : Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Supervisi Akademik Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Di SMP Negeri 5 Prabumulih. Metode Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 5 prabumulih, dengan memakai jenis penelitian ex-post facto, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki peristiwa yang telah terjadi dan kemudian mencari faktor-faktor yang menjadi penyebab peristiwa tersebut terjadi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, denga jumlah populasi sama dengan sampel sebanyak 57 orang guru. Teknik pengumpulan data menggunakan penyebaran kuesioner, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis inferensial, dengan melakukan analisis regresi linear sederhana . , analisis regresi berganda . , uji-t, uji F, dan kofesien determinan. Semua pengolahan data dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 25 for window. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Dalam penelitian ini data yang disajikan berupa 2 variabel bebas . ingkungan kerja dan supervisi akademik kepala sekola. dan satu variabel terikat . inerja gur. Di mana instrumen yang digunakan berupa angket yang digunakan untuk mengumpulkan data mengenai variabel X1 . ingkungan kerj. X2 . upervisi kepala sekola. , dan Y. inerja Sebelumnya instrument di uji coba dulu untuk mengetahui tingkat validitas dan Uji Validitas Menurut Arikunto . 6: . , validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Suatu instrumen dikatakan valid jika mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkap data variabel yang diteliti secara tepat. Dalam penelitian ini penyebaran kuesioner untuk masing-masing variabel adalah variabel lingkungan kerja ada 6 item pertanyaan, variabel supervisi akademik kepala sekolah ada 11 item pertanyaan, dan variabel kinerja guru ada 11 item pertanyaan, dengan taraf () = 0,05 . %). Setelah penyebaran kuesioner dan kemudian dilakukan pengolahan data dengan bantuan program SPSS versi 25, ternyata hasilnya semua pertanyaan dinyatakan valid yang berate layak untuk digunakan untuk analisis selanjutnya. Uji reliabilitas Hasil uji reliabilitas semua variabel diperoleh nilai Cronbach's Alpha masing-masing > 0. 6, ini menunjukan bahwa semua variabel yang digunakan dalam penelitian ini reliabel. Analisis Regresi Linier Sederhana Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media, 2 . : 144-149 Yuli Sudarti Dari hasil pengolahan data dengan bantuan program SPSS versi 25, nilai koefisien regresi lingkungan kerja (X. diperoleh sebesar 0. 314 bernilai positif dengan koefisien 0,004 (< nilai =0. , dan nilai koefisien regresi supervisi akademik kepala sekolah (X. diperoleh sebesar 420 bernilai positif dengan koefisien 0,001 (< nilai =0. Analisis Regresi Linier Berganda Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPS versi 25, maka dapat diintepretasikan bahwa, persamaan regresi linier berganda:Y=27. 227X1 0. 432X2 e Dari persamaan ini diketahui nilai konstanta sebesar 27. 775, berarti jika lingkungan kerja (X. dan supervisi akademik kepala sekolah (X. nilainya adalah 0, maka kinerja guru (Y) nilainya sebesar 27. Dimana nilai Lingkungan kerja sebesar 0. 227 dan nilai supervisi akademik kepala sekolah sebesar 0. Uji Hipotesis Hasil uji parsial yang mengukur pengaruh lingkungan kerja (X. terhadap kinerja guru (Y) menunjukkan bahawa nilai thitung sebesar 2. 822 lebih besar dari nilai ttabel 2. 004, dengan nilai 004 . ebih kecil dari nilai =0. Dan nilai lingkungan kerja pada kolom B Maka dapat di asumsikan bahwa lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja guru secara signifikan. H0 ditolak dan Ha diterima karena nilai thitung > ttabel. Hasil uji parsial tentang pengaruh supervisi akademik kepala sekolah (X. terhadap kinerja guru (Y) menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 3. 378 lebih besar dari nilai ttabel 004, dengan nilai koefisien 0. ebih kecil dari nilai =0. Dan nilai supervisi akademik kepala sekolah pada kolom B adalah 0. Maka dapat di asumsikan bahwa lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja guru secara signifikan. H0 ditolak dan Ha diterima karena nilai thitung > ttabel. Pembahasan Hasil penelitian menunjukan bahwa lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Hal ini menunjukan bahwa jika lingkungan kerja ditingkatkan, maka akan mempengaruhi kinerja guru akan semakin meningkat. Hasil analisis data dapat dibuktikan lingkungan kerja (X. mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru (Y) melalui hasil uji t, di mana nilai thitung sebesar 2. 822 lebih besar dari nilai ttabel sebesar 004, dengan nilai tingkat koefisien sebesar 0. Besarnya pengaruh tersebut dapat dijelaskan oleh besarnya koefisien determinasi (R. yaitu sebesar 37,5 %, hal ini menunjukan ada kontribusi pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja gurudi SMP Negeri 5 Prabumulih dan 62,5 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Penelitian yang dilakukan oleh Margaret . terdapat pengaruh positif supervisi akademik, kemampuan dan lingkungan kerja terhadap kinerja Guru Ekonomi (SMA) Terhadap Kinerja Guru Ekonomi SMA Kab. Sleman. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan yang dilakukan oleh Rediana . Prihantoro . , dan Eliyanto . yang menyatakan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Dari hasil analisis data dapat dibuktikan supervisi akademik kepala sekolah (X. mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru (Y) melalui hasil uji t, di mana nilai thitung sebesar 3. 378 lebih besar dari nilai ttabel sebesar 2. 004, dengan nilai koefisien Besarnya pengaruh tersebut dapat dijelaskan oleh besarnya koefisien determinasi (R. yaitu sebesar 57,4 %, hal ini menunjukan ada kontribusi pengaruh supervisi akademik kepala sekolah terhadap kinerja gurudi SMP Negeri 5 Prabumulih dan 42,6 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media, 2 . : 144-149 Yuli Sudarti Hal ini senada dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Febriyanti . , mengemukakan bahwa peran kepala sekolah sebagai supervisor bertugas membina sekolahnya agar berhasil mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan dan harus mampu mengurus dan mengkoordinir segala kegiatan yang berkaitan dengan sekolah. Penelitian lain dari peneliti Murniasih. Djuniadi dan Rahadjo . mengungkapkan bahwa pengaruh supervisi akademik terhadap kinerja guru diperoleh koefisien beta untuk variabel supervisi akademik sebesar 0,197 sehingga bisa dinyatakan bahwa supervisi akademik berpengaruh sebesar 0,197 atau 19,7% terhadap kinerja guru. Dari beberapa penelitian di atas dan penelitian yang peneliti walaupun beda kajian, dapat peneliti simpulkan bahwa kinerja guru dipengaruhi oleh lingkungan kerja di mana guru menjalan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pendidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan supervisi akademik kepala sekolah dan lingkungan kerja secara bersama- sama terhadap kinerja guru. Hal ini ditunjukkan dengan hasil pengujian dengan uji F yang diperoleh nilai Fhitung sebesar 5. dengan nilai signifikansi F sebesar 0,006 atauF <0,05. Besarnya pengaruh tersebut dapat dijelaskan oleh besarnya koefisien determinasi (R. yaitu sebesar 77,2 %, hal ini menunjukan ada kontribusi pengaruh supervisi akademik kepala sekolah terhadap kinerja gurudi SMP Negeri 5 Prabumulih dan 12,8 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Penelitian ini juga didukung oleh teori yang menyatakan supervisi akademik adalah suatu kemampuan yang diharapkan dapat mempertahankan hubungan positif yang efektif agar keinginan kedua belah pihak tercapai. Hal ini juga didukung oleh penelitian dari Mujahidin . dengan hasil penelitian yakni pelaksanaan supervisi akademik pengawas sekolah mempengaruhi kinerja guru pada mata pelajaran IPA di SMP Negeri Tungkal Jaya. Hal ini dibuktikan bahwa kinerja guru semakin meningkat dari kurang baik hingga sangat Adapun perbedaan dalam hasil penelitian peneliti dengan hasil penelitian sebelumnya yaitu pada angka korelasi yang disumbangkan antara variabel supervisi akademik dan kinerja Sedangkan persamaan hasil penelitian yaitu sama-sama berpengaruh signifikan dan positif antara variabel supervisi akademik dan kinerja guru dengan nilai korelasi cukup. Dapat disimpulkan dari beberapa penelitian tersebut bahwa supervisi akademik mepengaruhi kinerja guru di sekolah. Dengan kata lain, jika supervisi akademik dilakukan dengan baik maka kinerja guru akan meningkat lebih baik. Kesimpulan Berdasarkan analisis data dan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara lingkungan kerja terhadap kinerja guru di SMPN 5 Prabumulih, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 37,5 %. terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara supervisi akademik kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMPN 5 Prabumulih, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 57,4 %. terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara lingkungan kerja dan supervisi kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMPN 5 Prabumulih, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 77,2%, sedangkan 12,8 % . %-77,2%) dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitan ini. Daftar Pustaka