Vol. No. Tahun 2025 e-ISSN 2723-0120 p-ISSN 2828-3511 MODERASI KOMITMEN ORGANISASI PADA HUBUNGAN PARTISIPASI ANGGARAN DAN GAYA KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF TERHADAP KINERJA MANAJERIAL Gede Igo Brahmantio Klerek1*. Putu Purnama Dewi 2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Nasional. Indonesia *e-mail: gedeigo24@gmail. Abstrak Kinerja manajerial adalah fondasi krusial bagi perusahaan, dan praktik seperti partisipasi anggaran serta gaya kepemimpinan partisipatif diyakini sebagai pendorong utamanya. Namun, temuan penelitian sebelumnya tidak konsisten, menunjukkan bahwa pengaruh kedua praktik tersebut bergantung pada faktor kontinjensi seperti komitmen organisasi. Sektor logistik di Denpasar menghadapi fluktuasi volume pekerjaan yang ekstrem, seperti lonjakan 107% pada 2023, menciptakan tantangan manajerial yang kompleks di mana kinerja berisiko fluktuatif. Penelitian ini menggunakan populasi 64 perusahaan logistik anggota ALFI di Denpasar, dengan sampel 150 responden . dari 12 perusahaan yang dipilih menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan SEM-PLS (Partial Least Square. dengan alat bantu SmartPLS 4. 0 untuk menguji pengaruh langsung dan moderasi. Hasil penelitian membuktikan bahwa partisipasi anggaran dan gaya kepemimpinan partisipatif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial. Menariknya, komitmen organisasi terbukti memperlemah secara signifikan hubungan partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial . fek substitus. , namun memperkuat secara signifikan hubungan gaya kepemimpinan partisipatif terhadap kinerja manajerial . fek penguata. Penelitian ini menguji model kontingensi yang kompleks, memberikan kontribusi unik dengan mengungkap peran ganda komitmen organisasi yang menjelaskan inkonsistensi penelitian sebelumnya dalam konteks sektor logistik yang dinamis. Kata Kunci: Kinerja Manajerial. Partisipasi Anggaran. Gaya Kepemimpinan Partisipatif. Komitmen Organisasi Abstract Managerial performance is a crucial foundation for companies, and practices like budgetary participation and participative leadership style are believed to be its main drivers. However, previous research findings are inconsistent, suggesting that the influence of these practices depends on contingency factors such as organizational commitment. The logistics sector in Denpasar faces extreme fluctuations in work volume, such as a 107% surge in 2023, creating complex managerial challenges where performance is at risk of fluctuating. This study used a population of 64 ALFI member logistics companies in Denpasar, with a sample of 150 respondents . from 12 companies selected using purposive sampling. Data analysis used SEM-PLS (Partial Least Square. with the SmartPLS 4. 0 tool to test direct and moderating effects. The results prove that budgetary participation and participative leadership style have a positive and significant effect on managerial performance. Interestingly, organizational commitment was found to significantly weaken the relationship between budgetary participation and managerial performance . substitution effec. , yet significantly strengthen the relationship between participative leadership style and managerial performance . n enhancing effec. This study tests a complex contingency model, providing a unique contribution by revealing the dual role of organizational commitment, which explains previous research inconsistencies within the dynamic logistics sector. Keywords: Managerial Performance. Budgetary Participation. Participative Leadership Style. Organizational Commitment. PENDAHULUAN Kinerja manajerial merupakan fondasi krusial bagi keberlanjutan dan pertumbuhan perusahaan, terutama dalam lanskap ekonomi yang sangat kompetitif (Due and Qurochman Kemampuan manajer untuk mengelola sumber daya dan mengoptimalkan potensi tim menjadi penentu utama keberhasilan. Dalam konteks ini, praktik akuntansi keperilakuan seperti partisipasi anggaran dan gaya kepemimpinan partisipatif diyakini sebagai pendorong utama, karena berfungsi sebagai alat perencanaan, pengendalian, dan motivasi yang Copyright A 2025 pada penulis Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 2. Tahun 2025 memengaruhi perilaku manajer untuk mencapai tujuan organisasi (Muammar Khaddafi et al. Meskipun secara teoretis stabilitas kinerja sangat diharapkan, pada kenyataannya sektor logistik di Indonesia menghadapi tantangan volatilitas eksternal yang ekstrem. Indonesia, sektor logistik menunjukkan kontribusi signifikan, di mana PDB sektor transportasi dan pergudangan diproyeksikan mencapai 6,00% pada tahun 2024 (Setijadi 2. Tren ini tercermin di Provinsi Bali, yang mengalami pertumbuhan luar biasa pasca-pandemi. Namun, pertumbuhan ini diwarnai volatilitas ekstrem yang menekan manajer, sebagaimana tersaji pada tabel berikut: Tabel 1. Pertumbuhan Ekonomi Sektor Transportasi dan Pergudangan Provinsi Bali . Tahun Nilai PDB Kontribusi terhadap PDB Pertumbuhan 4,24% 3,23% 5,02% 19,87% 5,82% 14,99% 6,00% 14,16% Sumber: BPS Provinsi Bali . Data pada Tabel 1 menunjukkan pola yang sangat tidak stabil, mulai dari kontraksi tajam hingga lonjakan drastis, sebelum akhirnya mengalami normalisasi. Ketidakpastian makro ini berdampak langsung secara spesifik pada operasional perusahaan logistik anggota ALFI di Denpasar. Dampak tersebut terbukti dari data operasional studi kasus yang menunjukkan fluktuasi volume pekerjaan yang sulit diprediksi: Tabel 2. Studi Kasus Fluktuasi Volume Pengiriman Tahunan . Perubahan Volume dari Tahun Tahun Total Pengiriman Sebelumnya -26% (Penuruna. -3,51% (Penurunan Lanjuta. 107% (Lonjakan Ekstre. -13% (Penurunan Kembal. Sumber: Data diolah peniliti . Tekanan eksternal yang ditunjukkan pada Tabel 1, terutama lonjakan 107% pada tahun 2023, dirasakan secara langsung oleh perusahaan-perusahaan anggota ALFI di Denpasar. Pada kelompok inilah muncul fenomena penelitian utama: meskipun telah memiliki sistem anggaran, kinerja manajerial masih menunjukkan fluktuasi. Hal ini terjadi karena manajer terkadang merasa target yang ditetapkan kurang realistis di tengah dinamika pasar yang tidak stabil (Grodt et al. Kondisi ketidakpastian ini membuat pendekatan manajerial top-down menjadi tidak efektif dan menuntut penerapan praktik yang lebih adaptif. Secara teoretis. Goal-Setting Theory yang menyatakan bahwa keterlibatan dalam penetapan tujuan . dapat meningkatkan komitmen dan motivasi manajer(Locke & Latham 1. Partisipasi anggaran memungkinkan manajer untuk menyusun target yang lebih realistis dan adaptif (Pradnyani 2. Sementara itu, gaya kepemimpinan partisipatif diperlukan untuk memfasilitasi pengambilan keputusan bersama dan meningkatkan rasa tanggung jawab tim (Laksmita and Surya Perdhana 2. Namun, temuan empiris sebelumnya menunjukkan inkonsistensi yang signifikan. satu sisi, penelitian seperti Pratiwi & Rizqi, . menemukan pengaruh positif dari partisipasi anggaran. Di sisi lain, studi oleh Syania Anggraini & Agus Sutarjo, . justru melaporkan hasil yang tidak signifikan. Inkonsistensi serupa juga ditemukan pada variabel gaya kepemimpinan, di mana penelitian oleh Jusriadi, . , menemukan hasil kontradiktif di mana gaya kepemimpinan justru memperlemah kinerja, sementara Alhasnawi et al. , . Copyright A 2025 pada penulis Gede Igo Brahmantio Klerek, et al. Moderasi Komitmen Organisasi Pada Hubungan. Hal: 591-605 DOI: https://10. 40/jpb. menemukan bahwa gaya kepemimpinan partisipatif dapat memperkuat hubungan tersebut, meskipun dengan peran yang berbeda dalam modelnya. Kesenjangan hasil ini menegaskan bahwa hubungan antara praktik manajerial dan kinerja tidak bersifat langsung. Adanya temuan yang bervariasi tersebut menegaskan argumen fundamental dalam Teori Kontinjensi, yang menyatakan bahwa efektivitas praktik manajerial dipengaruhi oleh faktor situasional (Otley 1. Penelitian ini mengusulkan bahwa inkonsistensi tersebut dapat dijelaskan oleh komitmen organisasi sebagai variabel moderasi kunci, sejalan dengan temuan Puji Handayati & Brilian Prastiti Andri Safitri, . Komitmen organisasi diajukan sebagai variabel moderasi yang diduga mampu memperkuat atau memperlemah hubungan antara partisipasi anggaran dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja manajerial. Komitmen organisasi mencerminkan ikatan psikologis karyawan terhadap perusahaan, yang dapat memotivasi mereka untuk tetap berkinerja tinggi meskipun menghadapi tekanan eksternal (Raharjo. Masahere, and Widodo 2. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah tersebut dengan menguji model kontingensi yang kompleks. Secara spesifik, penelitian ini bertujuan untuk: . menguji pengaruh partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial. menguji pengaruh gaya kepemimpinan partisipatif terhadap kinerja manajerial. menguji peran moderasi komitmen organisasi pada hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial. menguji peran moderasi komitmen organisasi pada hubungan antara gaya kepemimpinan partisipatif dan kinerja manajerial. Tekanan eksternal yang ditunjukkan pada Tabel 1, terutama lonjakan 107% pada tahun 2023, dirasakan secara langsung oleh perusahaan-perusahaan anggota ALFI di Denpasar. Pada kelompok inilah muncul fenomena penelitian utama: meskipun telah memiliki sistem anggaran, kinerja manajerial masih menunjukkan fluktuasi. Hal ini terjadi karena manajer terkadang merasa target yang ditetapkan kurang realistis di tengah dinamika pasar yang tidak stabil (Grodt et al. , 2. Kondisi ketidakpastian ini membuat pendekatan manajerial topdown menjadi tidak efektif dan menuntut penerapan praktik yang lebih adaptif. Secara teoretis. Goal-Setting Theory yang menyatakan bahwa keterlibatan dalam penetapan tujuan . dapat meningkatkan komitmen dan motivasi manajer(Locke & Latham, 1. Partisipasi anggaran memungkinkan manajer untuk menyusun target yang lebih realistis dan adaptif (Pradnyani, 2. Sementara itu, gaya kepemimpinan partisipatif diperlukan untuk memfasilitasi pengambilan keputusan bersama dan meningkatkan rasa tanggung jawab tim (Laksmita & Surya Perdhana, 2. Namun, temuan empiris sebelumnya menunjukkan inkonsistensi yang signifikan. satu sisi, penelitian seperti Pratiwi & Rizqi, . menemukan pengaruh positif dari partisipasi anggaran. Di sisi lain, studi oleh (Syania Anggraini and Agus Sutarjo 2. Syania Anggraini & Agus Sutarjo, . justru melaporkan hasil yang tidak signifikan. Inkonsistensi serupa juga ditemukan pada variabel gaya kepemimpinan, di mana penelitian oleh Jusriadi, . , menemukan hasil kontradiktif di mana gaya kepemimpinan justru memperlemah kinerja, sementara (Alhasnawi et al. menemukan bahwa gaya kepemimpinan partisipatif dapat memperkuat hubungan tersebut, meskipun dengan peran yang berbeda dalam modelnya. Kesenjangan hasil ini menegaskan bahwa hubungan antara praktik manajerial dan kinerja tidak bersifat langsung. Adanya temuan yang bervariasi tersebut menegaskan argumen fundamental dalam Teori Kontinjensi, yang menyatakan bahwa efektivitas praktik manajerial dipengaruhi oleh faktor situasional (Otley, 1. Penelitian ini mengusulkan bahwa inkonsistensi tersebut dapat dijelaskan oleh komitmen organisasi sebagai variabel moderasi kunci, sejalan dengan temuan Puji Handayati & Brilian Prastiti Andri Safitri, . Komitmen organisasi diajukan sebagai variabel moderasi yang diduga mampu memperkuat atau memperlemah hubungan antara partisipasi anggaran dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja manajerial. Komitmen organisasi mencerminkan ikatan psikologis karyawan terhadap Copyright A 2025 pada penulis Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 2. Tahun 2025 perusahaan, yang dapat memotivasi mereka untuk tetap berkinerja tinggi meskipun menghadapi tekanan eksternal (Raharjo et al. , 2. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah tersebut dengan menguji model kontingensi yang kompleks. Secara spesifik, penelitian ini bertujuan untuk: . menguji pengaruh partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial. menguji pengaruh gaya kepemimpinan partisipatif terhadap kinerja manajerial. menguji peran moderasi komitmen organisasi pada hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial. menguji peran moderasi komitmen organisasi pada hubungan antara gaya kepemimpinan partisipatif dan kinerja manajerial. TINJAUAN PUSTAKA Goal-Setting Theory Teori Goal-Setting (Locke & Latham 1. menitikberatkan pada keterkaitan antara hasil kinerja dengan tujuan yang ditetapkan. Teori ini mengungkapkan bahwasanya tujuan yang spesifik dan menantang, dengan penerimaan dari bawahan, akan mengarah pada kinerja yang lebih tinggi. Inti dari teori ini adalah keyakinan bahwa tujuan memengaruhi kinerja melalui empat mekanisme: mengarahkan perhatian, mengaktifkan energi, memicu ketekunan, dan mendorong pengembangan strategi. Teori ini memiliki hubungan erat dengan partisipasi anggaran dan gaya kepemimpinan partisipatif, yang keduanya berfungsi sebagai mekanisme efektif untuk menetapkan tujuan yang diterima manajer. Bagi perusahaan logistik di Denpasar, penerapan teori ini penting untuk mengarahkan kinerja manajerial di tengah kondisi pasar yang fluktuatif. Contingency Theory Teori Kontinjensi (Otley 1. berfokus pada identifikasi faktor-faktor situasional yang memengaruhi efektivitas sistem akuntansi manajemen. Teori ini mengungkapkan bahwa tidak terdapat satu sistem tunggal yang optimal untuk setiap organisasi dalam segala kondisi. Relevansi teori ini krusial dalam membenarkan peran komitmen organisasi sebagai variabel Teori ini memprediksi bahwa pengaruh partisipasi anggaran dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja manajerial tidak bersifat konstan. Efektivitas praktik ini pada perusahaan logistik di Denpasar diprediksi bergantung . pada faktor situasional seperti tingkat komitmen organisasi yang dimiliki oleh para manajer. Kinerja Manajerial Kinerja manajerial adalah konsep sentral yang mengacu pada tingkat efektivitas dan efisiensi seorang manajer dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya untuk mewujudkan tujuan organisasi (Putri and Novita 2. Kinerja ini bersifat lebih abstrak dan kompleks dibandingkan kinerja karyawan, karena hasil kerjanya tidak selalu berupa produk fisik, melainkan serangkaian keputusan, strategi, dan inisiatif yang memengaruhi kinerja tim secara keseluruhan (Ngoc Khuong. Thanh Tung, and Hoang Quoc 2. Pada perusahaan logistik di Denpasar, kinerja manajerial menjadi tolok ukur utama keberhasilan dalam mengelola operasional yang dinamis dan penuh ketidakpastian. Partisipasi Anggaran Partisipasi anggaran ialah sebuah proses di mana manajer di tingkat bawah dilibatkan secara aktif dalam penetapan dan penyusunan anggaran (Farhan Hadi & Nina Nursida 2. Keterlibatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas informasi, memicu motivasi, dan menumbuhkan rasa kepemilikan. Hubungan partisipasi anggaran dengan kinerja manajerial diperkuat oleh Goal-Setting Theory, di mana partisipasi berperan sebagai mekanisme yang efektif untuk menciptakan tujuan anggaran yang diterima dan diakui oleh para manajer (Alhasnawi et al. Dalam konteks perusahaan logistik di Denpasar yang menghadapi fluktuasi volume (Tabel . , partisipasi anggaran menjadi vital untuk menyusun target yang realistis dan adaptif. Sesuai Goal-Setting Theory (Locke & Latham 1. , partisipasi memungkinkan manajer terlibat dalam menetapkan tujuan, yang meningkatkan rasa Copyright A 2025 pada penulis Gede Igo Brahmantio Klerek, et al. Moderasi Komitmen Organisasi Pada Hubungan. Hal: 591-605 DOI: https://10. 40/jpb. kepemilikan dan tanggung jawab. Peningkatan motivasi ini mendorong mereka bekerja lebih Dukungan bukti empiris dari penelitian sebelumnya ((Putri and Novita 2. ,(Puji Handayati and Brilian Prastiti Andri Safitri 2. ,(Pratiwi and Rizqi 2. ) secara konsisten menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan. HCA: AuPartisipasi Anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Manajerial. Ay Gaya Kepemimpin Partisipasif Gaya kepemimpinan partisipatif ialah pendekatan manajerial di mana anggota tim dilibatkan oleh seorang pemimpin dalam proses pengambilan keputusan (Alhasnawi et al. Ciri utamanya adalah komunikasi dua arah yang terbuka dan pendelegasian Keterlibatan manajer dalam proses ini akan meningkatkan pemahaman mereka terhadap tujuan organisasi dan menumbuhkan rasa kepemilikan (Amani & Halmawati 2. Bagi perusahaan logistik di Denpasar, gaya kepemimpinan ini diperlukan untuk memfasilitasi pengambilan keputusan yang cepat di tingkat operasional. Dalam kerangka Goal-Setting Theory, pemimpin partisipatif berperan sebagai katalisator yang memfasilitasi proses penemuan tujuan bersama tim. Lahirnya komitmen dari proses kolektif inilah yang menjadi bahan bakar utama untuk mengoptimalkan kinerja. Penelitian ((Alhasnawi et al. ,(Farhan Hadi & Nina Nursida 2. , dan (Pratiwi and Rizqi 2. ) menguatkan bahwa kinerja manajerial diberi pengaruh positif sekaligus signifikan oleh gaya HCC: AuGaya Kepemimpinan Partisipatif berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Manajerial. Ay Komitmen Organisasi Komitmen organisasi diartikan sebagai kondisi di mana seorang karyawan mengidentifikasi diri dengan tujuan suatu organisasi dan berkeinginan untuk tetap menjadi anggotanya (Raharjo et al. Dalam konteks Contingency Theory, komitmen organisasi berfungsi sebagai faktor situasional krusial. Pada perusahaan logistik di Denpasar, tingkat komitmen karyawan diduga memoderasi efektivitas praktik manajerial. Efektivitas partisipasi anggaran sering kali bergantung pada komitmen manajer terhadap organisasi. Contingency Theory berargumen bahwa hubungan ini dapat diperkuat atau diperlemah oleh faktor situasional (Otley 1. Karyawan yang berkomitmen tinggi umumnya lebih loyal dan Dukungan empiris yang kuat datang dari ((Putri and Novita 2. , (Puji Handayati and Brilian Prastiti Andri Safitri 2. dan (Pratiwi and Rizqi 2. ) yang menguatkan peran moderasi komitmen organisasi. HCE: AuKomitmen Organisasi memoderasi hubungan antara Partisipasi Anggaran terhadap Kinerja Manajerial. Ay Pengaruh positif dari gaya kepemimpinan partisipatif juga tidak berjalan dalam ruang Manajer yang memiliki komitmen tinggi akan lebih responsif terhadap ajakan kolaborasi dari pimpinannya. Mereka melihat gaya kepemimpinan partisipatif sebagai kesempatan untuk berkontribusi lebih. Penelitian (Pratiwi and Rizqi 2. , (Alhasnawi et al. dan (Alhasnawi et al. ) telah menguji hubungan ini dalam model moderasi, memperlihatkan bahwasanya korelasi gaya kepemimpinan dan kinerja dimoderasi oleh komitmen organisasi. HCE: AuKomitmen Organisasi memoderasi hubungan antara Gaya Kepemimpinan Partisipatif terhadap Kinerja Manajerial. METODE Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan kausalitas. Populasi adalah 64 perusahaan jasa logistik di Denpasar yang terdaftar sebagai anggota ALFI Bali. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih 12 perusahaan yang memenuhi kriteria . wasta, beroperasi > 5 tahun, memiliki anggaran forma. Sampel akhir terdiri dari 150 responden . dari 12 perusahaan tersebut. Pengumpulan data dilakukan Copyright A 2025 pada penulis Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 2. Tahun 2025 menggunakan kuesioner dengan Skala Likert 1-5. Teknik analisis data menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS 0 (Hair et al. HASIL Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 150 responden karyawan perusahaan logistik di Denpasar. Berikut adalah rincian karakteristik responden: Responden Berasarkan Jenis Kelamin Tabel 2. Responden Berasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Responden Presentase Responden (%) Laki-Laki Perempuan Total Sumber: Data diolah peniliti . Tabel 4. 2 menunjukkan proporsi responden yang relatif berimbang, terdiri dari 69 lakilaki . %) dan 81 perempuan . %). Keseimbangan ini meminimalkan potensi bias gender, memastikan data mencerminkan pandangan objektif seluruh staf dalam mengevaluasi gaya kepemimpinan dan partisipasi anggaran manajer mereka. Responden Berasarkan Usia Tabel 3. Responden Berasarkan Usia Usia Responden Jumlah Responden Presentase Responden (%) < 20 Tahun 20 - 25 Tahun 26-30 Tahun 31-35 Tahun 36-40 Tahun > 40 Tahun Total Sumber: Data diolah peniliti . Berdasarkan Tabel 4. 3, responden didominasi oleh kelompok usia matang (>40 tahu. sebanyak 37% dan usia produktif muda . -25 tahu. sebanyak 23%. Dominasi usia matang ini merepresentasikan keterlibatan staf senior dengan pengalaman dan stabilitas psikologis yang memadai untuk menilai kepemimpinan secara objektif, sementara kelompok usia muda memberikan perspektif segar terkait partisipasi anggaran modern. Responden Berasarkan Jabatan Tabel 4. Responden Berasarkan Jabatan Jumlah Presentase Jabatan Responden Responden Responden (%) Staf departemen Oprasional Staf departemen Keuangan Staf departemen Administrasi Staf departemen Pemasaran dan Penjualan Staf departemen Sumber Daya Manusia Total Sumber: Data diolah peniliti . 4 menunjukkan responden tersebar di departemen Operasional . %). Keuangan . %). Administrasi . %). Pemasaran . %), dan SDM . %). Dominasi fungsi Operasional dan Keuangan strategis untuk validitas data karena intensitas keterlibatan mereka dalam anggaran, sementara representasi lintas fungsi memitigasi bias sektoral dan memastikan penilaian kinerja manajerial yang komprehensif. Responden Berasarkan Lama Bekerja Di Perusahaan Copyright A 2025 pada penulis Gede Igo Brahmantio Klerek, et al. Moderasi Komitmen Organisasi Pada Hubungan. Hal: 591-605 DOI: https://10. 40/jpb. Tabel 5. Responden Berasarkan Lama Bekerja Di Perusahaan Usia Responden Jumlah Responden Presentase Responden (%) 3-5 tahun 6-10 Tahun > 10 Tahun Total Sumber: Data diolah peniliti . Merujuk Tabel 4. 5, distribusi masa kerja didominasi oleh kelompok 3Ae5 tahun . %), diikuti oleh masa kerja >10 tahun . %) dan 6Ae10 tahun . %). Data ini menegaskan bahwa seluruh responden telah melampaui fase adaptasi dan memiliki pemahaman matang terhadap budaya perusahaan . inimal 3 tahu. Pengalaman panjang ini memungkinkan penilaian kinerja manajerial yang lebih objektif dan akurat, serta sering kali berkorelasi positif dengan tingkat komitmen organisasi yang menjadi variabel esensial penelitian. Hasil Evaluasi Outer model Evaluasi outer model dilakukan untuk menguji validitas konvergen (Outer Loading. AVE), validitas diskriminan (Cross-loadings. Fornell-Larcke. , serta reliabilitas (Composite Reliability. Cronbach's Alph. pada seluruh variabel penelitian: partisipasi anggaran (PA), gaya kepemimpinan partisipatif (GKP), komitmen organisasi (KO), dan kinerja manajerial (KM). Hasil Uji Validitas Konvergen Validitas konvergen dievaluasi menggunakan outer loadings . arget > 0,. dan Average Variance Extracted (AVE) . arget > 0,. (Hair et al. Tabel 6. Hasil Uji Validitas Konvergen Outer Louding Average variance extracted (AVE) Keterangan GKP1 0,898 GKP2 0,881 GKP3 0,847 0,787 Valid GKP4 0,897 GKP5 0,911 KM1 0,872 KM2 0,898 KM3 0,837 0,775 Valid KM4 0,888 KM5 0,907 KO1 0,873 KO2 0,879 KO3 0,873 0,773 Valid KO4 0,870 KO5 0,900 PA1 0,855 PA2 0,911 PA3 0,849 0,789 Valid PA4 0,919 PA5 0,906 Sumber: Data diolah peniliti . Berdasarkan Tabel 6, seluruh nilai loading factor berada di atas 0,70 dan nilai AVE untuk semua indicato juga berada di atas 0,50. Model pengukuran telah memenuhi syarat validitas Hasil uji Discriminat Validity Korelasi Variabel Laten Copyright A 2025 pada penulis Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 2. Tahun 2025 Validitas diskriminan dievaluasi dengan memastikan nilai outer loading Indicator lebih tinggi dari cross loading, serta nilai akar AVE lebih besar dari korelasi antar konstruk, sebagaimana ditunjukkan berikut. Tabel 7. Hasil dari Cross Loading Gaya Kepemimpinan Kinerja Komitmen Partisipasi Partisipatif Manajerial Organisasi Anggaran GKP 0,898 0,592 0,401 0,437 GKP 0,881 0,536 0,328 0,442 GKP 0,847 0,515 0,336 0,315 GKP 0,897 0,644 0,418 0,430 GKP 0,911 0,681 0,485 0,514 0,638 0,872 0,570 0,594 0,574 0,898 0,601 0,562 0,536 0,837 0,584 0,488 0,625 0,888 0,594 0,577 0,595 0,907 0,591 0,566 KO1 0,407 0,591 0,873 0,354 KO2 0,340 0,562 0,879 0,323 KO3 0,474 0,648 0,873 0,366 KO4 0,334 0,514 0,870 0,300 KO5 0,402 0,603 0,900 0,334 PA1 0,366 0,470 0,287 0,855 PA2 0,483 0,654 0,451 0,911 PA3 0,428 0,526 0,247 0,849 PA4 0,482 0,586 0,323 0,919 PA5 0,387 0,555 0,367 0,906 Sumber: Data diolah peniliti . Tabel 8. Hasil dari Cross Loading Gaya Kepemimpinan Kinerja Komitmen Partisipasi Partisipatif Manajerial Organisasi Anggaran 0,887 0,675 0,881 0,449 0,667 0,879 0,487 0,635 0,383 0,888 Sumber: Data diolah peniliti . Berdasarkan Tabel 7, nilai outer loading setiap indikator terhadap konstruk yang dituju lebih tinggi dibandingkan dengan nilai cross loading terhadap konstruk lainnya. Hal ini diperkuat oleh Tabel 8, di mana nilai akar kuadrat AVE setiap variabel . ilai diagona. lebih besar daripada nilai korelasi antar variabel laten lainnya. Kedua hasil ini membuktikan bahwa Copyright A 2025 pada penulis Gede Igo Brahmantio Klerek, et al. Moderasi Komitmen Organisasi Pada Hubungan. Hal: 591-605 DOI: https://10. 40/jpb. model telah memenuhi syarat validitas diskriminan, yang artinya setiap variabel dalam penelitian ini benar-benar unik dan berbeda secara statistik dari variabel lainnya. Hasil Uji Reliabilitas Reliabilitas indikator diukur melalui Composite Reliability dan Cronbach's Alpha yang harus melampaui nilai 0,70. (Hair et al. Tabel 9. Hasil dari Uji Reliabilitas Cronbach's alpha Composite reliability . GKP 0,932 0,949 0,927 0,945 0,927 0,945 0,933 0,949 Sumber: Data diolah peniliti . Hasil uji reliabilitas yang tersaji pada Tabel 9. mengonfirmasi bahwa seluruh konstruk penelitian telah memenuhi kriteria. Nilai Cronbach's Alpha dan Composite Reliability untuk setiap variabel secara konsisten melampaui ambang batas yang direkomendasikan yaitu 0,70. Temuan ini mengindikasikan bahwa instrumen penelitian memiliki konsistensi internal yang tinggi dan dengan demikian dinyatakan reliabel. Hasil Uji Evaluasi Inner Model Evaluasi inner model difokuskan pada penilaian kekuatan prediktif model (RA, fA. QApredic. serta pengujian hipotesis pengaruh langsung dan moderasi menggunakan prosedur bootstrapping. Hasil Koefisien Determinasi (RA) Koefisien Determinasi (RA) mengukur persentase variabilitas variabel dependen yang dijelaskan oleh model. Nilai 0. 67, 0. 33, dan 0. 19 masing-masing dikategorikan sebagai kuat, moderat, dan lemah (Sihombing et al. , 2. Tabel 10. Hasil Dari Koefisien Determinasi (RA) R-square R-square adjusted Kinerja Manajerial 0,739 0,730 Sumber: Data diolah peniliti . Tabel 10 menunjukan nilai R2 sebesar 0,739 menunjukkan bahwa 73,9% variabilitas Kinerja Manajerial dapat dijelaskan oleh variabel Partisipasi Anggaran. Gaya Kepemimpinan Partisipatif. Komitmen Organisasi. Hasil Uji Ukuran Efek . A) Analisis Ukuran Efek . A) menilai signifikansi dampak variabel eksogen terhadap Nilai 0. 02, 0. 15, dan 0. 35 berturut-turut menunjukkan pengaruh lemah, moderat, dan kuat (Sihombing et al. , 2. Tabel 11. Hasil Dari Uji Ukuran Efek . A) Kinerja Manajerial GKP 0,148 0,309 KO x PA 0,166 KO x GKP 0,074 Sumber: Data diolah peniliti . Berdasarkan Tabel 11, partisipasi anggaran memiliki dampak substansial . oderat mendekati kua. terhadap kinerja manajerial . 2=0,. , sedangkan gaya kepemimpinan dan efek moderasi memberikan kontribusi pengaruh yang lebih kecil namun tetap relevan. Hasil Daya Prediksi Relevansi (Q. Daya Prediksi Relevansi (QA) diuji menggunakan prosedur PLSpredict untuk mengukur akurasi prediksi model. Nilai Q2 predict yang melebihi 0 mengindikasikan model memiliki relevansi prediktif (Sihombing et al. , 2. Copyright A 2025 pada penulis Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 2. Tahun 2025 Tabel 12. Hasil Dari Daya Prediksi Relevansi (Q . QApredict Kinerja Manajerial 0,720 Sumber: Data diolah peniliti . Tabel 12 menunjukkan nilai Q2 sebesar 0,720. Karena nilai ini jauh di atas nol, model terbukti memiliki akurasi prediksi yang tinggi terhadap kinerja manajerial. Hasil Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis menggunakan analisis full model SEM SmartPLS 4. 0 bertujuan mengonfirmasi teori dan hubungan antar variabel. Hipotesis diterima jika t-statistik > 1,96 dan p-value < 0,05 (Sihombing et al. , 2. Tabel 13. Hasil Dari Pengujian Hipotesis Hipo Standard Original Sample T statistics sample (O) mean (M) (STDEV) (|O/STDEV|) PA -> KM 0,351 0,350 0,061 5,802 0,000 GKP -> 0,257 0,258 0,072 3,567 0,000 KO x PA -0,265 -0,264 0,078 3,417 0,001 > KM KO x GKP 0,176 0,179 0,073 2,406 0,016 -> KM Sumber: Data diolah peniliti . Berdasarkan Tabel 13. H1 diterima karena partisipasi anggaran berpengaruh positif signifikan . = 0,000. t = 5,. H2 juga diterima dengan pengaruh positif signifikan gaya kepemimpinan . = 0,000. t = 3,. Untuk efek moderasi. H3 diterima dengan pengaruh negatif signifikan . = 0,001. t = 3,. , sedangkan H4 diterima dengan pengaruh positif signifikan . = 0,016. t = 2,. PEMBAHASAN Pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Kinerja Manajerial Hasil dari pengujian hipotesis pertama (H. mengungkap bahwa partisipasi anggaran memiliki pengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap kinerja manajerial. Temuan ini didasarkan pada koefisien jalur positif sebesar 0,351, didukung oleh nilai t-statistik 5,802 dan p-value 0,000. Oleh karena itu, hipotesis H1 diterima sepenuhnya Hasil ini mengindikasikan bahwa kinerja manajerial seorang atasan dinilai tinggi ketika atasan tersebut menerapkan partisipasi anggaran secara efektif kepada timnya. Dalam kuesioner penelitian, partisipasi anggaran diukur dari persepsi staf mengenai seberapa besar mereka "diberi ruang" dan "masukannya dipertimbangkan". Ketika staf merasa dilibatkan, mereka tidak hanya melihat prosesnya, tetapi mereka secara langsung menilai bahwa manajer tersebut berkinerja baik dalam fungsi perencanaan, pengorganisasian, dan komunikasi. Relevansi temuan ini juga sangat erat kaitannya dengan fenomena operasional yang dihadapi oleh perusahaan logistik di Denpasar. Sebagaimana teridentifikasi dalam latar belakang, industri ini menghadapi fluktuasi volume pekerjaan yang ekstrem, seperti lonjakan 107% pada tahun 2023. Dalam kondisi ketidakpastian tinggi, penetapan target secara topdown berisiko tidak realistis. Partisipasi anggaran menjadi mekanisme solusi yang memungkinkan manajer operasional, terutama dari departemen Operasional dan Keuangan yang mendominasi responden penelitian, untuk menyampaikan informasi riil lapangan agar target lebih adaptif. Rasa kepemilikan yang timbul dari partisipasi ini mendorong mereka bekerja lebih efektif, yang tercermin dalam penilaian kinerja yang positif. Interpretasi ini sangat selaras dengan landasan teoretis penelitian, yaitu Goal-Setting Theory. Teori ini menyatakan bahwa partisipasi dalam penetapan tujuan akan meningkatkan penerimaan dan Copyright A 2025 pada penulis Gede Igo Brahmantio Klerek, et al. Moderasi Komitmen Organisasi Pada Hubungan. Hal: 591-605 DOI: https://10. 40/jpb. komitmen terhadap tujuan tersebut. Dalam temuan ini, manajer yang memfasilitasi partisipasi stafnya berhasil membuat target dan anggaran terasa jelas, realistis, dan menjadi milik Proses fasilitasi yang berhasil inilah yang dipersepsikan oleh staf sebagai wujud Kinerja Manajerial yang unggul. Dukungan empiris untuk temuan ini konsisten dengan korpus literatur yang ada. Mayoritas penelitian sebelumnya, seperti yang dilakukan olehPutri & Novita, . Puji Handayati & Brilian Prastiti Andri Safitri, . Pratiwi & Rizqi, . Ermawati et al. serta Amani & Halmawati, . juga melaporkan bahwa partisipasi anggaran berkontribusi positif dalam meningkatkan kinerja manajerial. Temuan ini sekaligus memberikan jawaban atas research gap yang diidentifikasi dari Syania Anggraini & Agus Sutarjo, . , yang menemukan hasil tidak signifikan. Perbedaan ini kemungkinan besar disebabkan oleh konteks penelitian, di mana pada sektor logistik swasta yang dinamis . bjek penelitian in. , peran partisipasi untuk menciptakan anggaran yang adaptif menjadi jauh lebih Pengaruh Gaya Kepemimpinan Partisipatif berpengaruh terhadap Kinerja Manajerial Analisis data untuk hipotesis kedua (H. mengungkap bahwa gaya kepemimpinan partisipatif memiliki pengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap kinerja Temuan ini didasarkan pada koefisien jalur positif sebesar 0,257, yang didukung oleh nilai t-statistik 3,567 . i atas 1,. dan p-value 0,000 . i bawah 0,. , sebagaimana tersaji pada Tabel 4. Oleh karena itu, hipotesis H2 dinyatakan diterima. Secara interpretatif, temuan ini mengindikasikan bahwa kinerja manajerial seorang atasan, sebagaimana dipersepsikan oleh stafnya, akan dinilai semakin tinggi sejalan dengan meningkatnya penerapan gaya kepemimpinan partisipatif. Efektivitas gaya ini dapat dijelaskan melalui profil demografis responden yang didominasi oleh tenaga kerja berpengalaman, di mana 35% memiliki masa kerja di atas 10 tahun dan 37% berusia di atas 40 Karakteristik tenaga kerja yang matang ini cenderung memiliki tacit knowledge luas dan menghargai pemimpin yang mau mendengar masukan mereka. Ketika pemimpin menerapkan gaya partisipatif di tengah tekanan fluktuasi beban kerja, staf yang berpengalaman ini merasa diberdayakan sebagai mitra diskusi, bukan sekadar pelaksana Logika ini sangat selaras dengan landasan teoretis penelitian, yaitu Goal-Setting Theory. Dalam kerangka teori ini, pemimpin partisipatif tidak hanya mendikte tujuan, melainkan bertindak sebagai katalisator. Pemimpin memfasilitasi dialog, mendorong kolaborasi, dan membuka ruang bagi masukan tim. Ketika staf merasa didengar, dilibatkan dalam pengambilan keputusan, dan aspirasinya dihargai, hal ini secara langsung akan menumbuhkan komitmen mereka terhadap tujuan. Iklim kerja yang suportif dan kolaboratif inilah yang pada akhirnya diatribusikan oleh staf sebagai cerminan nyata dari kinerja manajerial yang unggul dari atasan mereka. Dukungan empiris untuk temuan ini juga kokoh dan selaras dengan literatur Berbagai studi, termasuk yang dilakukan oleh Farhan Hadi & Nina Nursida, . dan Alhasnawi et al. , . , juga telah mengonfirmasi bahwa kepemimpinan partisipatif memiliki dampak positif dan langsung terhadap peningkatan kinerja manajerial. Moderasi Komitmen Organisasi Pada Hubungan Partisipasi Anggaran dan Kinerja Manajeria Analisis data untuk hipotesis ketiga (H. mengungkap bahwa komitmen organisasi memiliki pengaruh moderasi yang negatif dan signifikan secara statistik terhadap hubungan antara partisipasi anggaran dan Kinerja Manajerial. Temuan (Tabel 4. ini didasarkan pada koefisien jalur (Original Sampl. negatif yang kuat, yaitu -0,265, serta didukung oleh nilai pvalue 0,001 . < 0,. dan t-statistik 3,417 . > 1,. Secara statistik. H3 diterima karena terbukti adanya efek moderasi yang signifikan. Namun, sifat moderasi yang ditemukan adalah pelemahan, berbeda dengan prediksi awal Copyright A 2025 pada penulis Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 2. Tahun 2025 Data empiris menunjukkan bahwa komitmen organisasi justru secara signifikan memperlemah pengaruh partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial. Penjelasan logis atas fenomena ini dapat ditelusuri dari karakteristik responden. Kelompok staf "veteran" dengan masa kerja >10 tahun umumnya memiliki dedikasi internal yang kuat . elf-driv. Bagi mereka, mekanisme formal seperti partisipasi anggaran menjadi kurang relevan atau bahkan dianggap sebagai rutinitas administratif semata, sehingga pengaruhnya terhadap kinerja melemah. Sebaliknya, pada staf dengan komitmen rendah, urgensi partisipasi anggaran sangat tinggi sebagai sarana untuk merasa terikat dengan tujuan organisasi. Meskipun berlawanan arah, temuan ini tidak membatalkan, melainkan justru memperkaya landasan teoretis penelitian, yaitu Teori Kontinjensi. Logika yang dapat dibangun untuk menjelaskan fenomena ini adalah terjadinya "efek substitusi" Dalam konteks ini, partisipasi anggaran dapat dipandang sebagai mekanisme kontrol dan motivasi eksternal, sementara komitmen organisasi adalah mekanisme motivasi internal. Bagi staf yang telah memiliki komitmen organisasi yang sangat tinggi, motivasi internal, loyalitas, dan identifikasi mereka terhadap tujuan perusahaan sudah kuat. Akibatnya, mereka tidak lagi terlalu membutuhkan dorongan atau sinyal eksternal dari partisipasi anggaran untuk menilai kinerja manajerial atasan mereka secara positif. Keterlibatan formal dalam anggaran menjadi kurang relevan karena loyalitas mereka telah menggantikan . perlunya sinyal tersebut. Oleh karena itu, bagi kelompok ini, pengaruh partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial melemah. Temuan "efek substitusi" ini memang berkontradiksi dengan hasil dari Putri & Novita, . , dan Puji Handayati & Brilian Prastiti Andri Safitri, . , yang sama-sama menemukan efek penguatan. Namun, temuan unik ini memberikan penjelasan yang sangat bernuansa terhadap research gap yang diidentifikasi dari Syania Anggraini & Agus Sutarjo, . Penelitian mereka, yang melaporkan tidak adanya pengaruh signifikan dari partisipasi anggaran, kemungkinan besar terjadi karena efek yang saling meniadakan. Dampak positif langsung dari Partisipasi Anggaran kemungkinan besar telah 'dihapuskan' oleh dampak moderasi negatif dari Komitmen Organisasi, sebuah variabel yang tidak mereka uji dalam model penelitiannya. Moderasi Komitmen Organisasi Pada Hubungan Gaya kepemimpinan Partisipatif dan Kinerja Manajeria Analisis data untuk hipotesis keempat (H. mengungkap bahwa komitmen organisasi memiliki peran moderasi yang positif dan signifikan secara statistik terhadap hubungan antara gaya kepemimpinan partisipatif dan kinerja manajerial. Temuan (Tabel 4. ini didasarkan pada koefisien jalur positif sebesar 0,176, serta didukung oleh nilai p-value 0,016 . < 0,. dan t-statistik 2,406 . > 1,. Oleh karena itu, hipotesis H4 diterima sepenuhnya dan temuan ini sejalan dengan prediksi awal penelitian. Data mengonfirmasi bahwa komitmen organisasi memang berfungsi sebagai variabel penguat atas pengaruh positif gaya kepemimpinan partisipatif terhadap kinerja manajerial. Temuan ini memberikan dukungan kuat bagi landasan teoretis Teori Kontinjensi. Mekanisme yang terjadi adalah "efek penguatan", yang logikanya berbeda dari temuan efek substitusi yang dibahas sebelumnya. Jika partisipasi anggaran dapat dipandang sebagai sinyal eksternal, maka gaya kepemimpinan partisipatif adalah sebuah interaksi perilaku yang dinamis dan dialami langsung oleh staf. Dalam konteks fenomena lonjakan volume kerja ekstrem yang dihadapi perusahaan logistik, sinergi ini menjadi aset strategis. Ketika manajer menerapkan gaya partisipatif untuk mencari solusi masalah operasional mendadak, staf yang berkomitmen tinggi merespons dengan antusiasme dan dukungan penuh. Staf yang telah memiliki komitmen organisasi yang tinggi, yang berarti loyal dan teridentifikasi dengan perusahaan, akan merespons interaksi partisipatif ini dengan sangat Bagi mereka, ajakan kolaborasi dari pimpinan disambut baik dan menciptakan sebuah Copyright A 2025 pada penulis Gede Igo Brahmantio Klerek, et al. Moderasi Komitmen Organisasi Pada Hubungan. Hal: 591-605 DOI: https://10. 40/jpb. Kesiapan internal staf bertemu dengan gaya kepemimpinan eksternal yang suportif, yang pada akhirnya memaksimalkan persepsi positif mereka terhadap kinerja manajerial. Efektivitas dari gaya kepemimpinan terbukti bergantung . pada kesiapan dan komitmen dari staf. Sebaliknya, pada staf dengan komitmen rendah, inisiatif partisipatif mungkin direspons dengan pasif, sehingga dampaknya tidak sekuat pada rekan mereka yang Hasil ini konsisten dan sejalan dengan temuan dari Pratiwi & Rizqi, . , yang dalam penelitiannya juga mengidentifikasi bahwa komitmen organisasi berperan sebagai variabel moderasi yang memperkuat hubungan antara gaya kepemimpinan dan kinerja. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data penelitian dan pembahasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa partisipasi anggaran memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial, menunjukkan bahwa keterlibatan staf dalam proses penyusunan anggaran meningkatkan persepsi mereka terhadap kinerja manajerial yang lebih baik. Gaya kepemimpinan partisipatif juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Manajer yang menerapkan gaya kepemimpinan kolaboratif mampu menciptakan lingkungan kerja yang mendukung, yang pada gilirannya meningkatkan persepsi staf tentang kinerja manajerial yang efektif. Namun, komitmen organisasi ternyata memoderasi hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial secara negatif dan signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa staf dengan komitmen organisasi yang tinggi cenderung kurang memperhatikan partisipasi anggaran sebagai sinyal eksternal, yang menyebabkan pengaruh partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial menjadi lemah. Sebaliknya, komitmen organisasi memoderasi hubungan antara gaya kepemimpinan partisipatif dan kinerja manajerial secara positif dan signifikan, memperkuat pengaruh positif gaya kepemimpinan terhadap persepsi kinerja manajerial. Saran yang diberikan adalah bagi manajemen perusahaan logistik untuk menerapkan kepemimpinan adaptif, dengan fokus pada partisipasi anggaran yang lebih intensif bagi staf dengan komitmen rendah sebagai alat kontrol, dan gaya kepemimpinan partisipatif untuk staf dengan komitmen tinggi guna menciptakan sinergi yang maksimal. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk menggali lebih dalam mengenai "efek substitusi" dari komitmen organisasi dan menguji apakah temuan ini bersifat spesifik di sektor logistik atau dapat diterapkan secara lebih umum di sektor lain, seperti perbankan. DAFTAR PUSTAKA